Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
ANALISIS KLAUSA DALAM KALIMAT MAJEMUK PADA NOVEL RUNTUHNYA MARTADIPURA KARYA JOHANSYAH BALHAM: KAJIAN SINTAKSIS
AbstrakPemakaian klausa yang variatif dalam praktik berbahasa, terutama dalam sebuah novel merupakan hal yang menarik untuk diteliti atau dikaji. Penelitian yang berjudul Analisis Klausa dalam Kalimat Majemuk pada Novel Runtuhnya Martadipura Karya Johansyah Balham ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis atau bentuk klausa dalam kalimat majemuk yang terdapat pada novel Runtuhnya Martadipura. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa jenis atau bentuk klausa dalam kalimat majemuk pada novel Runtuhnya Martadipura karya Johansyah Balham. Berdasarkan jenis kata atau frasa pengisi predikatnya, ditemukan beberapa jenis klausa, yaitu klausa verbal transitif, klausa verbal intansitif, klausa nominal (ekuatif), klausa statif, klausa numeral, dan klausa preposisional . Di antara klausa tersebut yang paling banyak muncul adalah klausa verbal transitif dan yang paling sedikit frekuensi pemunculannya adalah klausa numeral dan klausa preposisional. Berdasarkan ada dan tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat, ada dua macam klausa, yaitu klausa negatif dan klausa positif. Klausa positif frekuensi pemunculannya paling tinggi dibandingkan klausa negatif. Kata kunci: analisis klausa, kalimat majemuk, novel Runtuhnya Martadipura
MONOPOLI LEARNING: EFEKTIVITAS PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Monopoli Learning merupakan sebuah media pembelajaran yang memanfaatkan Coreldraw sebagai aplikasi yang memfasilitasi ruang dan gerak media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur media Monopoli Learning dan mendeskripsikan keefektifan dari media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dan responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Almubarak Pondok Aren. Teknik yang digunakan pada penyajian hasil penelitian berupa tampilan media pembelajaran Monopoli Learning dan dokumentasi data yang dihasilkan dari responden penelitian. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Monopoli Learning termasuk media pembelajaran yang disukai oleh siswa, dapat membantu siswa memahami materi, termasuk media yang menarik, dapat membuat siswa menyukai pelajaran Bahasa Indonesia, cocok diterapkan di kalangan pelajar, dan dapat memotivasi siswa untuk terus belajar Bahasa Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Monopoli Learning termasuk media pembelajaran yang efektif digunakan sebagai media belajar Bahasa Indonesia
Muatan kecerdasan ekologis dalam bahan ajar BIPA seri umum “Sahabatku Indonesia”
This study aims to describe and explain the content of ecological intelligence contained in BIPA teaching materials, namely BIPA books 1-7 “Sahabatku Indonesia”. This research is a qualitative descriptive research using content analysis method. The data in this study are in the form of text contained in the BIPA 1-7 book “Sahabatku Indonesia” which contains the content of ecological intelligence. The results indicate that the content of ecological intelligence in BIPA teaching materials identifying components of ecosystems, understanding the functions and uses of ecosystem components, understanding natural and environmental management systems, understanding environmental values, showing concern for environmental damage or environmental pollution, solving problems arising from environmental impacts, managing/conserving natural resources, and making positive use of the environment. The book that constains the most content of ecological intelegence is the BIPA 5 book “Sahabatku Indonesia” with 10 materials containing ecological intelligence
High-frequency affixed words in BIPA 3 textbooks: a corpus-based study
This study aimed to know the high-frequency affixed words used in BIPA 3 textbooks and the compatibility of the affixes used in BIPA 3 textbooks with SKL BIPA 3. This research used corpus data as the source of the data. The corpus was built from reading texts in BIPA 3 textbooks. The data were analyzed qualitatively to see the high frequency of affixation used in the BIPA 3 textbook and its suitability with the BIPA SKL. The results indicated that there were three types of affixations used in the book. Those were prefix, suffix, and confix. The most common affixation was prefix me- while suffix was rarely used. The affixations in the textbooks followed SKL BIPA 3. However, there were several affixes had been taught at the previous level. Some affixes were not included in BIPA 3 material or even the previous levels
Analisis keharusan pengembangan materi ajar BIPA 1 bagi pemelajar berbahasa pertama bahasa Prancis
This research is based on the need for the development of BIPA 1 teaching materials which are not only good in terms of content but also effective for use by teachers and target students. In order to achieve this goal, research was conducted on Requirements Analysis which is part of the Needs Analysis for the development of BIPA 1 teaching materials for first-speaking French speakers. This research is a descriptive qualitative research with literature review method. From this study, the results were obtained in the form of a Requirements Analysis result table which contained a merger between the Elements of Functions table at Cadre Européen Commun de Références pour les Langues (CECRL) level A1 and the Pengetahuan yang Dikuasai table in Capaian Lulusan Khusus BIPA 1 and the table of Aspek Kebahasaan in Standar Kompetensi Lulusan BIPA 1 as stated in Permendikbud number 27 of 2017
Interferensi fonologi pemelajar India dalam pembelajaran BIPA
The focus of this research is the interference that occurs when Indian BIPA students learn Indonesian language. The data source for this research is the videos of BIPA Online learning at the Embassy of The Republic of Indonesia in New Delhi and the Consulate General of the Republic of Indonesia in Mumbai facilitated by the National Agency for Language Development and Cultivation. This research is a qualitative study with a case study. The results of this study indicate that phonological interference occurs with the addition of sound, subtraction of sound, and change of sound. First, regarding the addition of sound it can be found that there is interference in the initial sound, namely /i/; and middle sounds, namely /r/, /y/, /g/, /w/, and /h/ sounds. Second, the sound reduction in (1) double vowel /aa/ becomes /a/ and /ii/ becomes /i/; (2) final /ai/ becomes /i/, (3) middle /ŋ/ becomes /n/, (4) middle /ɳ/ becomes /y/, (5) vowel /a/ at the beginning of a word, and (6) the sound /u/ when there are two /us/ sound sandwiching a consonant sound, such as berumur and puluh to be bermur and pluh. Third, sound (1) changes in vowels, that are /ua/ becomes /wa/, /i/ becomes /y/, and /a/ becomes /e/; and (2) changes in consonants, that are /t/ becomes /d/, /v/ becomes /w/, and /w/ becomes /v/
Aspek Flora untuk Penyebutan Standar Kecantikan dalam Bahasa Sunda
The purpose of this research is to reveal the direct meaning or conceptual meaning and figurative meaning or associative meaning. The method used in this research is analytical descriptive method with data collection techniques by literature review, namely looking for the data needed and then recording it so that there are six data used which are sourced from several libraries namely “Kamus Bahasa Sunda R.A. Danadibrata”, “Kamus Idiom Sunda-Indonesia”, and “Peperenian Urang Sunda”. The data used were Ngadaun seureuh, Bitis Jaksi Sajantung, Mucuk Eurih, Lambey Jeruk Sapasi, Pipi Kadu Sapasi and Héjo Carulang. The analysis technique starts from collecting data, reducing the initial data and analyzing the data used in this study. The result of this study is to reveal that the conceptual meaning does not show the standard of beauty in Sundanese language but refers to the plant used as a simile, but the standard of beauty can be found when looking by means of associative meaning or figurative meaning that is continuous with the referred flora. The beauty is borrowed from the form or nature of the flora used in the idiom. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna langsung atau makna konseptual dan makna kiasan atau makna asosiatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif analitis dengan teknik pengumpulan data dengan tinjauan pustaka yakni mencari data yang dibutuhkan lalu mencatatnya sehingga terdapat enam data yang digunakan yang bersumber dari beberapa pustaka yakni “Kamus Bahasa Sunda R.A. Danadibrata”, “Kamus Idiom Sunda-Indonesia”, dan “Peperenian Urang Sunda”. Data yang digunakan adalah Ngadaun seureuh, Bitis Jaksi Sajantung, Mucuk Eurih, Lambey Jeruk Sapasi, Pipi Kadu Sapasi dan Héjo Carulang. Teknik analisis dimulai dari pengumpulan data, mereduksi data awal dan menganalisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap bahwa makna konseptual tidak menunjukan standar kecantikan dalam bahasa Sunda melainkan merujuk pada tanaman yang digunakan sebagai perumpamaan, namun standar kecantikan tersebut dapat ditemukan apabila melihat dengan cara makna asosiatif atau makna kiasan yang berkesinambungan dengan flora yang dirujuk. Kecantikan tersebut dipinjam dari bentuk atau sifat flora yang digunakan dalam idiom tersebut
INDONESIAN LITERATURE’S DEPICTIONS OF PANDEMICS: FROM THE CLASSIC TO THE CONTEMPORARY (Gambaran Pandemi dalam Sastra Indonesia: Klasik dan Kontemporer)
Dunia saat ini sedang menghadapi epidemi besar-besaran. Wabah ini dikenal dengan COVID-19. COVID-19 telah berdampak signifikan pada semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. COVID-19, tidak seperti pandemi lainnya, disebabkan oleh virus SARS-Cov-2, yang membatasi semua aktivitas masyarakat. Segalanya dilakukan dari rumah. Makalah ini berfokus pada isu pandemik yang dinarasikan dalam karya sastra mulai dari masa lampau hingga masa kini (kontemporer). Oleh karena itu, permasalahan dalam makalah ini dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan: “Bagaimana pandemi digambarkan dalam sastra Indonesia klasik dan sastra Indonesia kontemporer? Kajian ini menggunakan pendekatan kritik sastra M.H. Abrams “The Mirror and the Lamps”. Kritik sastra Abrams mengejawantahkan tiga fungsi karya sastra: sastra sebagai cermin, sastra sebagai lampu, dan sastra sebagai medium. Hasil temuan menunjukkan bahwa pandemi telah menjadi subjek karya sastra Indonesia, baik zaman klasik maupun zaman kontemporer. The world is currently facing a massive epidemic. This outbreak is known as COVID-19. COVID-19 has had a significant impact on all aspects of people’s lives, including education, health and the economy. COVID-19, unlike other pandemics, is caused by the SARS-Cov-2 virus, which limits all community activities. Everything is done from home. This paper focuses on pandemic issues that are narrated in literary works from the past to the present. Therefore, the problem in this paper is formulated in the form of a question: “How is the pandemic described in classical Indonesian literature and contemporary Indonesian literature? This study uses the literary criticism approach of M.H. Abrams “The Mirror and the Lamps”. Abrams’ literary criticism manifests three functions of literature: literature as a mirror, literature as a lamp, and literature as a medium. The findings show that the pandemic has become the subject of Indonesian literary works, both in classical and contemporary times
KAJIAN SASTRA LINGKUNGAN DI KALIMANTAN TIMUR DALAM CERPEN ”DATARAN MELENGEN” DAN ”BANJIRKAP”
Karya sastra berhubungan erat dengan latar belakang lingkungan pengarang. Kalimantan Timur memiliki keindahan alam dan budaya budaya yang menjadi sumber inspirasi pengarang. Cerpen cerpen “Dataran Melengen” dan “Banjirkap” adalah cerpen yang memuat deskripsi lingkungan di Kalimantan Timur. Kedua cerpen ini menarik untuk dikaji dengan model kajian sastra lingkungan yang menitikberatkan pada kajian narasi pastoral dan narasi apokaliptik. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengungkapkan narasi pastoral dan apokalitik dalam kedua cerpen yang dikarang oleh dua orang pengarang Kalimantan Timur. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua cerpen tersebut merepresentasikan kondisi lingkungan yang ada di Kalimantan Timur Kata-kata kunci: ekokritik, lingkungan, cerpe
Analisis Metode Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama Kota Palu
The purpose of this study was to analyze online learning methods in the Indonesian language subject at the Palu City Middle School (SMP). This research is a qualitative descriptive research to get an overview of the application of online learning methods in Indonesian language subjects. The subjects of this study were 180 junior high school students, 18 teachers, and 125 parents. Data collection was carried out using an instrument in the form of a Google form questionnaire to obtain data about online Indonesian language learning in junior high schools. The results showed that the readiness of media and online learning applications was very good, which was marked by support from schools and parents in the form of laptop/cellphone facilities and the use of the Google Classroom application, teacher's room, WhatsApp, and other applications developed by the school. Then, the school, teachers, and parents also play an optimal role by providing support for internet/wifi data packages. For students and parents, the weaknesses of learning Indonesian online are the limited meeting time and the internet network which is often interrupted so that students do not understand the material provided by the teacher. Therefore, students, teachers and parents agree that face-to-face learning will be carried out again. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran penerapan metode pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini yaitu siswa SMP berjumlah 180, guru berjumlah 18, dan orang tua siswa berjumlah 125. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket google form untuk memperoleh data tentang pembelajaran bahasa Indonesia secara daring di SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan media dan aplikasi pembelajaran secara daring sangat baik yang ditandai dengan dukungan dari sekolah maupun orang tua berupa fasilitas laptop/handphone dan pemanfaatan aplikasi google classroom, ruang guru, whatsapp, dan aplikasi lain yang dikembangkan oleh sekolah. Kemudian, pihak sekolah, guru, dan orang tua juga memberikan peran yang maksimal dengan memberikan dukungan paket data internet/wifi. Bagi siswa dan orangtua, kelemahan pembelajaran bahasa Indonesia secara daring adalah waktu pertemuan yang terbatas serta jaringan internet yang sering terganggu sehingga siswa kurang mengerti materi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, siswa, guru, dan orang tua setuju jika pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan