Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Bentuk dan Jenis Komunikasi Bernada Ujaran Kebencian (Studi Kasus Terhadap Postingan dan Komentar Pada Akun Instagram @Nyinyir_Update_Official)

    Get PDF
    Language is a very important communication tool for humans to interact. One of the tools used to communicate is social media. It is undeniable that at this time on social media there is often the use of language deviations such as hate speech. This research focuses on analyzing the forms and types of hate speech in posts and comments on the @nyinyir_update_official Instagram account. The approach used is a qualitative approach with descriptive methods. The data collection technique was carried out using reading and note-taking techniques. Data is obtained from comments on @nyinyir_update_official Instagram account posts that contain hate speech. The results of the study show that the hate or dislike response is the creative impetus for creative language expression. Creative in finding different ways to berate or blaspheme. The technique used is to use referents that are nuanced with negative meanings. The technique used is to use referents that are nuanced with negative meanings. There are nine types of referents used to express hatred, namely: (1) circumstances 32 utterances, (2) animals 13 utterances, (3) body parts 23 utterances, (4) objects 10 utterances, (5) activities 4 utterances, (6) spirits 6 utterances, (7) kinship 10 utterances, (8) profession 4 utterances, (9) exclamation 2 utterances. Judging from the form, the core of hatred is expressed in words, phrases, and clauses as follows: (1) words as many as 28 hate speeches, (2) phrases 35 hate speeches, and (3) clauses 37 hate speech data. AbstrakBahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi manusia untuk berinteraksi. Salah satu sarana yang digunakan untuk berkomunikasi yaitu media sosial. Tidak dipungkiri pada masa ini di media sosial sering terjadi penggunaan penyimpangan berbahasa seperti ujaran kebencian. Penelitian ini berfokus pada analisis bentuk dan jenis ujaran kebencian pada postingan dan komentar di akun Instagram @nyinyir_update_official. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data diperoleh dari komentar pada postingan akun instagram @nyinyir_update_official yang mengandung ujaran kebencian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa respons benci atau tidak suka merupakan dorongan kreatif membuat ungkapan bahasa kreatif. Kreatif dalam menemukan berbagai cara mencaci atau menghina. Teknik yang digunakan adalah menggunakan referen yang bernuansa makna negatif. Ada sembilan jenis referen yang digunakan untuk mengungkapkan kebencian, yaitu: (1) keadaan 32 ujaran, (2) binatang 13 ujaran, (3) bagian tubuh 23 ujaran, (4) benda 10 ujaran, (5) aktivitas 4 ujaran, (6) makhluk halus 6 ujaran, (7) kekerabatan 10 ujaran, (8) profesi 4 ujaran, (9) seruan 2 ujaran. Dilihat dari bentuknya, inti kebencian itu diungkapkan dengan kata, frasa, dan klausa sebagai berikut: (1) kata sebanyak 28 ujaran kebencian, (2) frasa 35 ujaran kebencian, dan (3) klausa 37 data ujaran kebencian

    Representasi Tindak Tutur Negosiasi Penjual-Pembeli di Pasar Maricayya di Kota Makassar

    Get PDF
    This study aims to explain variations in the use of seller refusal strategies and politeness of refusal speech acts in the context of negotiation. To realize the above objectives, this study was designed using a language functional approach with a qualitative descriptive research type. The research location was carried out in traditional markets in Makassar City. The research data is in the form of utterances. The techniques used in data collection were (1) recording and (2) interviews. Data analysis in this study used an interactive model which included the following stages: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, and (4) verification and concluding. This method is expected to produce new theories related to the language of rejection at TKT 1-3 levels. The results of the study show that (1) the speech patterns of sellers and buyers in traditional markets in Makassar City found four patterns. Namely, call-answer patterns, request-information patterns, offer-rejection patterns, and offer-accept patterns, and (2) the forms of speech used by sellers and buyers, namely assertive speech which functions to state. Directive speech is divided into four purposes or objectives. Namely, command, beg, invite, and ask. Meanwhile, expressive speech is divided into three purposes or objectives. Namely, thanking, praising, and satirizing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan variasi penggunaan strategi penolakan penjual dan kesantunan tindak tutur penolakan dalam konteks negosiasi. Untuk merealisasikan tujuan tersebut di atas maka, penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan fungsional bahasa dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pasar Maricayya Kota Makassar. Data penelitian ini berupa tuturan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah (1) perekaman dan (2) wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang meliputi tahap: (1) pengumpulan data (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi serta penarikan kesimpulan. Dengan metode tersebut, maka dapat menghasilkan teori baru yang berkenaan dengan bahasa penolakan pada level TKT 1-3. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) pola tuturan penjual dan pembeli di pasar Maricayya Kota Makassr ditemukan empat pola, yaitu: pola panggilan-jawaban, pola permintaan informasi-pemberian, pola tawaran-penolakan, dan pola tawaran-penerimaan dan (2) bentuk tuturan yang digunakan oleh penjual dan pembeli, yaitu tuturan asertif yang berfungsi menyatakan. Tuturan direktif terbagi atas empat maksud atau tujuan. Yakni, memerintah, memohon, mengajak, dan meminta. Adapun, tuturan ekspresif terbagi atas tiga maksud atau tujuan, yaitu: berterima kasih, memuji, dan menyindir

    Revitalisasi dan Konservasi Sastra Lisan Berbasis Destinasi Wisata

    Get PDF
    AbstrakLae Mbilulu adalah destinasi wisata di Pakpak Bharat yang cukup populer dan menyimpan sastra lisan berupa cerita rakyat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat terutama generasi  muda. Tulisan ini bertujuan mengungkap revitalisasi dan konservasi sastra berbasis destinasi wisata yang dapat dilakukan Pemerintah daerah dan berkolaborasi dengan beberapa pihak terkait. Metode yang digunakan adalah dekriptif kualitatif dengan teori folklor Dananjadja dan juknis revitalisasi dan konservasi sastra lisan yang ditawarkan Badan Pengembangan dan Pambinaan Bahasa. Hasil kajian yang didapat adalah revitalisasi dan konservasi sastra lisan pada legenda, mitos, dan dongeng Pakpak berbasis destinasi wisata dapat dilakukan dengan tiga langkah yakni sosialisasi, pengembangan, dan pemodernan sastra lisan. Sosialisasi dengan pembuatan dan penyebarluasan leaflet serta penampilan pendongeng bertema cerita rakyat Lae Mbilulu di area wisata tersebut. Pengembangan sastra lisan dilakukan dengan lomba bercerita dan dramatisasi legenda, mitos, dan dongeng Lae Mbilulu bagi siswa, sedangan pemodernan dilakukan dengan pengalihwahanaan ke dalam bentuk digital berupa video pendek dan buku elektronik serta sastra cetak berupa buku pengayaan. Peran serta Pemerintah daerah, sekolah, kampus, komunitas, masyarakat, dan media massa lokal sangat dibutuhkan untuk keberlangsungaan dan pemertahanan sastra lisan Pakpak. Selain sastra lisan Pakpak, promosi destinasi wisata Lae Mbilulu dapat lebih mudah dilakukan dengan media hasil revitalisasi dan konservasi. AbstractLae Mbilulu is a tourist destination in Pakpak Bharat which is quite popular and has oral literature in the form of folk tales that are not widely known by the public, especially the younger generation. This paper aims to reveal the revitalization and conservation of literature based on tourist destinations that can be carried out by local governments and in collaboration with several related parties. The method used is descriptive qualitative with Dananjadja's folklore theory and technical guidelines for the revitalization and conservation of oral literature offered by The Agency for Language Development and Cultivition. The results of the study obtained are that the revitalization and conservation of oral literature on Pakpak legends, myths, and fairy tales based on tourist destinations can be carried out in three steps, namely socialization, development and modernization of oral literature. Socialization by making and distributing leaflets and the appearance of storytellers with the theme of Lae Mbilulu folklore in the tourist area. Development of oral literature is carried out through storytelling contests and dramatization of legends, myths and fairy tales of Lae Mbilulu for students, while modernization is carried out by transferring them into digital form in the form of short videos and electronic books as well as printed literature in the form of enrichment books. The participation of local governments, schools, campuses, communities, communities, and local mass media is urgently needed for the continuity and maintenance of Pakpak's oral literature. In addition to Pakpak's oral literature, promotion of the Lae Mbilulu tourist destination can be more easily carried out with media resulting from revitalization and conservation

    PERUBAHAN FONEM PADA BAHASA BETAWI (STUDI KASUS DI KOTA TUA)

    Get PDF
    Betawi language is the regional language that is most closely related to Indonesian because it has a vocabulary that is not much different and there is a certain application of phonemes in the sound of words, causing interference in the phonological sub-study in Indonesian, namely phoneme changes. This study aims to identify and explain variations in phoneme changes as well as grammatical meanings resulting from these changes. The research method used is a qualitative descriptive method with primary data sources, namely words spoken by Betawi speakers. Data collection techniques use interview, fishing rod, intensive listening, and note-taking techniques. Data analysis techniques carried out by researchers include: (1) taking a close look at the data that has been collected, (2) identifying data based on their groups, (3) analyzing data, (4) concluding and presenting the results. The results showed that there were variations in phoneme changes caused by agreement in the geographical scope, afferes, syncope, and apocope type contractions, as well as monophtongization. In addition, there is no change in the grammatical meaning of each word found

    RESISTANSI PEREMPUAN DALAM BUDAYA PERTUNJUKAN JAWA TRADISIONAL (Women's Resistance in Traditional Javanese Performance Culture)

    Get PDF
    Women in literary works were often presented as a representation of resistance to the their social, cultural and traditional backgrounds. This could also be seen in the novel Tonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. This study discussed the resistance of the female character in the novel to her patron-client practices. Using Scott’s patron-client theory, it was revealed that the resistance made by Srintil’s character as ronggeng against her patron, Ki Kartareja, was a rule from the ronggeng tradition that shackles her freedom as a human and a woman. Patron-cient relationships that initially worked out eventually led Srintil to fight back. The rules and prohibitions on falling in love, the desire to marry and having children ordered by Kartareja as a ronggeng shaman benefitted only for the men (the patriarchal culture) legitimated by culture led Srintil to rebel and resist in her own way. Perempuan dalam karya sastra sering dihadirkan sebagai representasi perlawanan terhadap kondisi sosial, budaya dan tradisi yang melatarbelakanginya. Hal tersebut juga terlihat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penelitian ini akan membahas resistansi yang dilakukan tokoh perempuan dalam novel tersebut terhadap praktik patron-klien yang dijalaninya. Dengan menggunakan teori patron-klien dari Scott, terungkap bahwa resistansi yang dilakukan tokoh Srintil sebagai ronggeng terhadap patronnya, Ki Kartareja, merupakan penolakan Srintil terhadap aturan dari tradisi ronggeng yang membelenggu kebebasannya sebagai manusia dan perempuan. Relasi patron-klien yang awalnya berjalan dengan baik pada akhirnya menuntun Srintil untuk melawan. Aturan berupa larangan jatuh cinta, menikah, dan memiliki anak yang didengungkan oleh Kartareja sebagai dukun ronggeng hanya menguntungkan laki-laki yang terlegitimasi budaya. Hal tersebut membuat Srintil berontak dan melakukan resistansi dengan caranya sendiri

    VITALITAS BAHASA MORONENE DI KABUPATEN BOMBANA (Vitality of Moronene Language in Kabupaten Bombana)

    Get PDF
    This study aimed to know the vitality of Moronene language in various social domain. Descriptive-quantitative was used to describe ten indicators which become elements of evaluation. In calculating the level of vitality, the SPSS program was used and percentage system was used in describing every indicator. Those quantitative data were synergized with the qualitative data from in-depth interview and observation. The result showed that average index of all indicators was at vitality figures of 0.54 which means Moronene language had a regression. That condition was caused by the high mobility of the speakers. Accessibility and transportation facilities were very good. The speakers of Moronene language can utter two languages or more, so that they have choice of using other languages. The plurality of social situation due to interethnic marriage. The number of documentations about Moronene language are relatively very limited. Moronene language was less used in neighbors, traditional ceremonies, and new media. Besides, the availability of teaching materials was very restricted. There was no also regulation about local language.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vitalitas bahasa Moronene dalam berbagai ranah sosial. Ancangan penelitian ini bersifat kuantitatif-desktiptif dengan menggunakan sepuluh indikator penilaian. Untuk menghitung tingkat vitalitas digunakan program SPSS dan untuk mendeskripsikan tiap indikator digunakan sistem persentase. Hasil pengolahan data kuantitatif tersebut disinergikan dengan pengolahan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks secara rerata dari keseluruhan indikator berada pada angka vitalitas 0,54 dengan kategori mengalami kemunduran. Kondisi tersebut disebabkan oleh mobilitas penutur yang tinggi karena akses dan jalur transportasi yang sangat baik. Masyarakat penutur Moronene cenderung menguasai dua bahasa atau lebih sehingga masyarakat memiliki pilihan bahasa yang lain. Situasi sosial masyarakat yang majemuk menyebabkan terjadinya pernikahan antaretnis. Jumlah dokumentasi mengenai bahasa Moronene relatif sangat terbatas. Bahasa Moronene kurang digunakan dalam ranah tetangga, upacara adat, dan media baru. Selain itu, ketersediaan bahan ajar sangat kurang dan regulasi yang tidak ada.

    Muatan Kearifan Lokal dalam Teks Lagu Anak Berbahasa Jawa sebagai Penanaman Pendidikan Karakter di Sekolah

    Get PDF
    Javanese children's songs semiotically signify the life of children with Javanese social and cultural backgrounds. The purpose of this study is to describe local wisdom that carries character values in Javanese children's song texts and to describe alternative implementations of character education in schools. This type of research is qualitative. The source of the research data is the text of Javanese children's songs or tembang dolanan that are still circulating in Javanese society. The data is in the form of quotations of words, expressions, or phrases in the tembang dolanan which contain character values. Data collection was carried out by reading and recording as well as by applying data analysis through critical analysis using heuristic and hermeneutic methods through content analysis. The results show that the local wisdom found is very relevant to character education according to the pillars of religion, harmony, respect for parents, responsibility, independence, prudence, cooperation, and integrity, as determined by the Ministry Education, Culture, Research, and Technology through literacy activities at the habituation stage and learning activities at the school. In conclusion, Javanese children's songs sung repeatedly can help instill character education. Therefore, tembang dolanan need to be given and sung repeatedly followed by understanding the values so that the atmosphere of planting 18 characters can be realized in accordance with the expectations of teachers and parents as recommended by the Ministry Education, Culture, Research, and Technology.  AbstrakLagu anak-anak berbahasa Jawa secara semiotik menandakan kehidupan anak dengan latar sosial dan latar budaya Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kearifan lokal yang membawa nilai-nilai karakter dalam teks lagu anak-anak berbahasa Jawa dan mendeskripsikan alternatif implementasinya pada pendidikan karakter di sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian teks. Sumber data penelitian adalah teks lagu anak berbahasa Jawa atau tembang dolanan yang masih beredar di masyarakat Jawa. Data berupa kutipan kata, ungkapan, atau frasa dalam tembang dolanan tersebut yang memuat nilai karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan dan pencatatan sekaligus dengan menerapkan analisis data melalui analisis kritis menggunakan cara heuristik dan hermeneutika melalui analisis konten. Hasilnya menunjukkan bahwa kearifan lokal yang ditemukan sangat relevan dengan pendidikan karakter sesuai dengan pilar religius, harmoni, hormat kepada orang tua, bertanggung jawab, mandiri, keberhati-hatian, gotong royong, integritas, sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kegiatan literasi tahap pembiasaan dan kegiatan belajar di sekolah. Hasil penelitian menyimpulkan lagu anak-anak berbahasa Jawa yang dinyanyikan berulang-ulang dapat membantu penanaman pendidikan karakter. Oleh karena itu, tembang dolanan perlu diberikan dan dinyanyikan secara berulang diikuti pemahaman nilai agar suasana penanaman 18 karakter dapat terwujud sesuai dengan harapan guru dan orang tua sebagaimana yang direkomendasikan Kemendikbudristek.

    Diskriminasi Ras dalam Cerita Pendek Skin Karya Emily Bernard

    Get PDF
    Skin’s short story tells how the social life of the black race in the United States is disturbed by the white race which dominates the social life of society. This research will reveal the impact of black race disorders who experience various forms of white race disorders. This research was conducted in line with the views of Newman’s critique. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. The material object in this study is the short story Skin by Emily Bernard. The results of this study found several forms of harassment in the form of physical abuse and verbal expression. Discrimination that occurs also has an impact on the victim, as in the short story Skin, it affects the psychology of the victim, which causes the victim to experience excessive anxiety within herself over things that threaten her in the real world. AbstrakCerita pendek Skin menceritakan bagaimana kehidupan sosial ras kulit hitam di Amerika Serikat yang mengalami diskriminasi oleh ras kulit putih yang mendominasi kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini akan mengungkap dampak dari diskriminasi ras kulit hitam yang mengalami berbagai macam bentuk diskriminasi dari ras kulit putih. Penelitian ini dilakukan sejalan dengan pandangan diskriminasi oleh Newman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek material dalam penelitian ini adalah cerita pendek Skin karya Emily Bernard. Hasil penelitian ini ditemukan beberapa bentuk diskriminasi berupa diskriminasi fisik (physical abuse) dan diskriminasi verbal (verbal expression). Diskriminasi yang terjadi juga memberikan dampak bagi korbannya, seperti, dalam cerpen Skin, memberikan pengaruh terhadap psikologi korban yang menyebabkan korban mengalami ganggaun kecemasan (anxiety) berlebih dalam dirinya atas hal yang mengancamnya di dunia nyata

    Efektivitas Penggunaan Multimedia Tutorial di Youtube terhadap Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah

    Get PDF
    Teachers can utilize multimedia tutorials on YouTube as a supportive learning medium. These multimedia tutorials have a positive effectiveness in improving the ability to write scientific articles. This media also facilitates students' understanding in composing scientific articles. The research aims to determine the presence and magnitude of the influence of multimedia tutorials on YouTube on the ability to write scientific articles, as well as the differences compared to conventional media (print media). The research adopts method  a quasi-experimental design, and nonprobability sampling technique is used to determine the sample. The research findings indicate that multimedia tutorials on YouTube are more effective than print media in teaching scientific article writing. The results show that the average score for writing articles using multimedia tutorials on YouTube is 85.20%, while using print media is 75.93%. Furthermore, the obtained significance value is 0.000, which is smaller than 0.05. In conclusion, there is a significant influence of multimedia tutorials on YouTube on the ability to write scientific articles students at pascasarjana UHAMKA. AbstrakPengajar dapat memanfaatkan multimedia tutorial di YouTube sebagai media penunjang pembelajaran. Multimedia tutorial ini memiliki efektivitas positif dalam peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah. Media ini juga mempermudah pemahaman mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah. Tujuan penelitian ingin mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh multimedia tutorial materi di Youtube terhadap kemampuan menulis artikel ilmiah serta perbedaannya dengan menggunakan media konvensional (media cetak). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Teknik Nonprobability sampling digunakan dalam penentuan sampel. Didapati hasil penelitian yaitu multimedia tutorial materi di YouTube lebih efektif dibandingkan dengan media cetak pada materi penulisan artikel ilmiah. diperoleh hasil menulis artikel antara menggunakan multimedia tutorial materi di YouTube dengan rata-rata sebesar 85.20%, sedangkan menggunakan media cetak sebesar 75.93%. Diperoleh juga nilai sig 0,000 lebih kecil dari 0,05. Simpulan yang diambil yaitu adanya pengaruh multimedia tutorial materi di Youtube terhadap kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa pascasarjana UHAMKA.

    PEMAKNAAN ALAM DALAM CERPEN-CERPEN KORRIE LAYUN RAMPAN: KAJIAN PASTORAL DAN APOKALIPTIK

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini membahas makna alam yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen karya Korrie Layun Rampan. Cerpen-cerpen tersebut berjudul Danau Beluq”, ”Sungai Melengen”, ”Batun Kokoq”, ”Dilang Puti”, ”Ngerangkau”, dan Wengkay”. Dengan teori ekokritik sastra penelitian ini menganalisis cerpen-cerpen melalui narasi pastoral dan apokaliptik.  Analisis menunjukkan narasi pastoral ditunjukkan melalui konstruksi acardia berupa unsur nostalgia yang menampilkan kondisi alam, berupa hutan dan sungai, yang ideal di masa lalu. Unsur nostalgia juga ditampilkan melalui cerita asal usul sebuah danau. Konstruksi acardia berupa karakter bucholic, ditunjukkan melalui mata pencaharian penduduk setempat, yaitu berhuma, peladang, dan nelayan. Narasi apokaliptik ditunjukkan melalui unsur karakter tokoh yang bervisi alam yang berusaha menghentikan kapitalis. Analisis juga menunjukkan bahwa kerusakan alam disebabkan oleh faktor eksternal yang masuk ke masyarakat setempat. Cerpen-cerpen karya Korrie Layun Rampan menunjukkan kritik terhadap alam yang semula ideal kemudian mengalami kerusakan oleh pihak eksternal. Kata kunci: alam, pastoral, apokaliptik AbstrakThis research discusses the meaning of nature in Korrie Layun Rampan’s short stories "Danau Beluq", "Sungai Melengen", "Batun Kokoq", "Dilang Puti", "Ngerangkau", and "Wengkay". This study analyzes short stories through pastoral and apocalyptic narratives using the theory of literary ecocriticism. The study uncovered that nostalgic elements that portray ideal natural conditions, such as forests and rivers, in the past are used to represent pastoral narratives through the development of acardia. Nostalgic elements were also displayed through the story of the origin of a lake. The local population's livelihoods, namely farming, cultivating, and fishing, were used to build a bucolic acardia. The apocalyptic narrative was shown through characters with natural visions trying to stop the capitalists. The analysis also found that outside forces that entered the neighborhood contributed to natural harm. Korrie Layun Rampan's short stories criticized nature, which was once perfect but was later harmed by outside forces. Keywords: nature, pastoral, apocalypti

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇