Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
MOTIF FIKSI POSMODERN DALAM ADAPTASI KABA CINDUA MATO
In Minangkabau cosmology, Kaba Cindua Mato occupies an important position. Kaba is a representation of the balance, orderliness, and the structure of Minangkabau society. The structure of the story is arranged genealogically, tracing the presence of Bundo Kanduang as an analogy of the 'nature' of Minangkabau so that Kaba Cindua Mato can be said as an ideal image of the Minangkabau. This idealization makes Kaba Cindua Mato popular from time to time. The story in the kaba continues to experience the process of transformation, from oral stories to written text, audio, and video. Tito Alexi's Cindua Mato novel is the latest adaptation of Kaba Cindua Mato by Syamsuddin St.. Rajo Endah. Tito Alexi revamped the time context in the novel by presenting Minangkabau after the nuclear war took place and the people formed new colonies. Tito Alexi also transformed kaba’s linear flow into a flashback with the addition and subtraction of some events in kaba. What is the form of change in the adaptation of kaba done by Tito Alexi? The main argument of this research is that Tito Alexi did the adaptation using postmodern novel concept.ABSTRAKDalam kosmologi Minangkabau, Kaba Cindua Mato menempati posisi penting. Kaba tersebut merupakan penggambaran dari keseimbangan, ketertiban, dan struktur masyarakat Minangkabau. Struktur ceritanya secara genealogis, merunut kehadiran Bundo Kanduang sebagai analogi dari ‘alam’Minagkabau hingga Kaba Cindua Mato dapat dikatakan sebagai gambaran ideal tentang Minangkabau Keidealan tersebut membuat Kaba Cindua Mato digemari dari masa ke masa. Cerita dalam kaba tersebut terus mengalami proses alih wahana, mulai dari cerita lisan hingga teks tertulis, audio, dan video. Novel Cindua Mato karya Tito Alexi merupakan adaptasi terbaru yang berangkat dari Kaba Cindua Mato karangan Syamsuddin St. Rajo Endah. Tito Alexi melakukan perombakan terhadap konteks waktu dalam novel dengan menghadirkan Minangkabau setelah perang nuklir terjadi dan masyarakat membentuk koloni-koloni baru. Tito Alexi turut mengubah alur linear kaba menjadi kilas balik dengan penambahan dan pengurangan beberapa peristiwa dalam kaba. Bagaimana bentuk perubahan dalam proses adaptasi terhadap kaba yang dilakukan Tito Alexi? Argumen utama penelitian ini bahwa Tito Alexi telah melakukan proses adaptasi menggunakan konsep novel posmodern.
BAHASA IKLAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI DAN BAHASA TERHADAP IKLAN TV PRODUK “CITRA”
Memasarkan sebuah produk di media massa bertujuan untuk mencapai targetpenjualan produk tersebut. Di media televisi, pemasaran ini dilakukan melalui tayangan audio-visual yang biasanya mencakup narasi lisan dan visualisasi. Untuk memasarkan sebuah produk kecantikan, misalnya, umumnya ada alur cerita yang secara visual memarkan kecantikan perempuan yang menggunakan kecantikan tersebut. Secara bersamaan, pemirsa dapat mendengar narasi atau membaca tulisan yang menggambarkan alur cerita yang mempromosikan produk tersebut.
Strategi Komunikasi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Asal Filipina
This research aims to describe and explain the communication strategy used by BIPA students from Philippines during BIPA learning. This research is a study case using natural background. The researcher will describe and explain both verbal and non-verbal communication strategy used by BIPA students of UPT Bahasa UNS who come from Philippines. Data of this research are result of observation and interview note from BIPA students from Phillipines as well as BIPA teachers. The result of this research is communication strategy used by BIPA students from Philippines, which are equivallance, borrowing, dictionary, self-correction, prefix, role play, phrase, preposition, similar pronounciation and diction. Communication strategy that is dominantly used by BIPA students is borrowing English in the communication of targeted language. Targeted language in this research is Indonesian. Verbal and non-verbal communication strategy has benefit toward BIPA students to understand the on-going event. Moreover, it could bridge the gap between the students and the teachers, as well as among the students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh pemelajar BIPA asal Filipina dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan latar natural. Peneliti akan mendeskripsikan dan menjelaskan strategi komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan oleh pemelajar BIPA UPT Bahasa UNS yang berasal dari negara Filipina. Data penelitian ini berupa catatatan lapangan hasil observasi dan catatan lapangan hasil wawancara pemelajar BIPA yang berasal dari Filipina dan pengajar BIPA. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh pemelajar BIPA asal Filipina, yaitu ekuivalensi, peminjaman, kamus, koreksi diri, imbuhan, peragaan, frasa, preposisi, kemiripan lafal, dan diksi. Strategi komunikasi yang dominan digunakan adalah peminjaman bahasa Inggris dalam menggunakan komunikasi bahasa target dalam penelitian ini adalah bahasa Indonesia
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS CERITA FABEL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS VIII-C SMP NEGERI 5 TENGGARONG
This study aimed to increase the activity and the learning outcome of writing fabel using Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model in grade VIII-C of Smp Negeri 5 Tenggarong. It was conducted in three cycles and each cycle consisted of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The result showed that the use of STAD cooperative learning model in the learning of writing fable could improve grade VIII-C SMP Negeri 5 Tenggarong students’ activity and learning outcomes in academic year 2016/2017
PERAHU DAN KUPU-KUPU: ANALISIS POSTMODERN LYOTARD TERHADAP CERPEN KARYA SENO “PERAHU YANG MUNCUL DARI BALIK KABUT”
Penelitian ini melakukan analisis Postmodern Lyotard terhadap cerita pendek “Perahu Yang Muncul Dari Balik Kabut”karya Seno Gumira Ajidarma. Dengan menggunakan metode deskriptif ditemukan kepostmodernan cerpen yang terlihat bagaimana kisah perahu dan kupu dapat dijadikan sebagai tanda yang telah bergeser maknanya dari penanda ke petandanya, dari totalitas menjadi fragmentasi, dan dari permainan bahasa yang sublim. Perahu digambarkan hanya sebagai sebuah ’entertainer’ yang memunculkan fenomena dan menghibur banyak orang. Kemudian identitas waktu yang dimunculkan perahu hanya hadir setiap tanggal 0, bulan Teratai, tahun Rembulan yang menunjukkan identitas waktu yang tidak ada dalam kalender secara umum. Sementara itu keindahan kupu-kupu yang dihadirkan dalam cerpen ini dimaknai sebagai kupu-kupu malam. Kupu-kupu yang dihadirkan dalam cerpen ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja, yaitu kaum laki-laki yang seharusnya keindahannya dapat dinikmati oleh semua khalayak
TUKUL ARWANA DALAM BUKAN EMPAT MATA: ANALISIS ALIH KODE CAMPUR KODE
Artikel ini mendiskusikan alih kode dan campur kode yang terjadi dalam acara Bukan Empat Mata yang dipandu oleh Tukul Arwana. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Teknik tersebut difokuskan pada; (1) alih kode dan campur kode yang dilakukan oleh Tukul Arwana, (2) penyebab terjadinya alih kode dan campur kode tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa campur kode yang dilakukan oleh Tukul Arwana adalah dalam bentuk kata dan frasa. Sementara itu, alih kode dilakukan dalam bentuk kalimat. Alih kode dan campur kode dilakukan dalam bahasa Jawa dan Inggris. Alasan terjadinya alih kode dan campur kode ini adalah untuk menciptakan humor dan situasi santai
MANTRA DALAM NASKAH “DOA WIRID TOLAK BALA”: DESKRIPSI, ISI, DAN SUNTINGAN TEKS (Mantra in “Doa Wirid Tolak Bala Manuscript”: Codicology, Content, and Editing)
Studies on mantra on manuscript in South Borneo are still rare. Until now, mantra studies generally focus on oral tradition. To date manuscript studies generally only emphasizes on religious texts and syair. The aim of this study is to explain codicology and content in manuscript of Doa Wirid Tolak Bala (a recitation for salvation from calamity) or DWTB. This is a philological research. The research uses a descriptive method. Based on codicology it is found out that the manuscript is written in the form of prose using Banjar language with Malay Arabic writing. Based on the content, DWTB manuscript is divided into three parts. The first section is about sunnah Hajat prayer and obedient. The second section is about buying and selling recitation. The third section is about recitation and Mantra for livelihood (pesugihan) which consist of twelve recitations, three isim, one mantra and efficacy of basmalah.
PENGARUH MITOS IMBU TERHADAP PELINDUNGAN ALAM LAUT KEPULAUAN WAKATOBI
Kemodernan masyarakat masa kini tidak serta-merta meniadakan kepercayaan terhadap mitos yang melingkupi dan mengontrol kehidupan mereka. Perubahan cara pandang masyarakat menempatkan mitos sebagai tradisi kelisanan yang tidak akurat, dongeng semata, dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Namun faktanya, beragam mitos tetap ditradisikan untuk tujuan-tujuan tertentu di luar teks formal mitos itu sendiri. Penelitian ini menetapkan dua masalah pokok, yakni 1) bagaimana wacana mitos Imbu dalam masyarakat maritim Wakatobi? dan 2) bagaimana pengaruh mitos Imbu terhadap pelindungan alam laut Wakatobi. Penelitian menemukan masyarakat maritim di Wakatobi memegang teguh mitos Imbu—gurita raksasa berlengan sembilan—yang dianggap sebagai makhluk raksasa yang mampu merusak dan menenggelamkan kapal. Ingatan masyarakat akan sanksi Imbu bagi para perusak alam laut mampu menciptakan relasi keseimbangan yang positif antara manusia dan alam laut. Alam laut tidak dipandang sebagai ladang sumber daya ekonomi yang dapat diperlakukan semena-mena, tetapi sebagai alam yang perlu dijaga dan dihormati. Oleh karena itu, mitos Imbu perlu terus diwacanakan karena mampu mengontrol niat dan tindakan masyarakat yang pada akhirnya melindungi alam laut