Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
POLA REPRESENTASI PIHAK ISRAEL DALAM ENSIKLOPEDIA BRITANNICA
The existence of Israel generates many discourses in so many media and in various points of view. One of the media writing about Israel is Britannica, an internationally high-reputed encyclopedia. Since the intellectual competence is embedded to Britannica, every article published in it may be considered as academically correct. This paper is aimed at analyzing the patterns of Israeli representation in Britannica by applying corpus-based critical discourse analysis (a method combining critical discourse analysis and linguistic corpus). The patterns are analyzed from the concordance of a key word “Israeli(s)” and the collocation around the key word. The results of the study showed that Britannica represents Israel as a powerful military force, as a country that runs democracy, as a country with complete governmental institutions, as one of the main actors of regional conflict, and as the side which affords the conflict end. The patterns found tend to be paradoxical each other because the bad and good side of Israel are represented interwovenly. It implies that Britannica does not construct Israel as entirely black or white
POTRET URBAN DALAM CERPEN “ANJING-ANJING MENYERBU KUBURAN” KARYA KUNTOWIJOYO
Fenomena manusia urban pada abad modern yang diangkat sebagai tema dalam sebuah cerita pendek merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Salah satu pengarang karya prosa yang mengangkat tema tersebut adalah Kuntowijaya dalam salah satu cerpennya yang berjudul “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan”. Tema manusia urban dalam cerpen tersebut digambarkan melalui sosok tokohnya (seorang lelaki) yang termarjinalkan dalam kehidupan masyarakat urban. Masalah menarik yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana potret manusia urban tergambarkan dalam cerpen “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” karya Kuntowijoyo. Penulisan ini bertujuan mendeskripsikan potret manusia urban dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Penelitian tentang kehidupan manusia urban yang tergambar dalam cerpen “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” dilakukan dengan menggunakan pendekatan tradisi-modernitas dengan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan data secara faktual, akurat, dan apa adanya sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai manusia urban yang secara sosiokultural termarjinalkan, tiada pilihan lain bagi tokoh protagonis dalam cerpen selain melakukan upaya klenik melalui jalan pesugihan untuk memperoleh kekayaan. Hal itu mengimplikasikan bahwa meskipun hidup pada zaman modern, pengaruh tradisi masih kuat sehingga seseorang yang “kalah” dalam berhadapan dengan arus modernitas cenderung mencari kekuatan tradisi
ASPEK SOSIOLOGIS NYANYIAN PENGANTAR TIDUR RAKYAT MUNA
Masyarakat Muna mengenal nilai-nilai luhur dalam nyanyian pengantar tidur dan nyanyian orang tua untuk anak. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi panduan dalam bermasyarakat. Apabila masyarakat Muna terbiasa mendengar dan memahami pesan-pesan tersebut, masyarakat muna yang hidup di zaman modern ini akan mengurangi keinginan untuk menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, penulis tertarik memaknai nyanyian rakyat Muna dari sudut pandang sosiologis. Nyanyian-nyanyian rakyat ini akan diuraikan dengan pendekatan sosiologis, yaitu sebuah pendekatan yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan dalam sastra. Aspek sosiologis dalam nyanyian rakyat pengantar tidur untuk kelas sosial kaomu dan walaka adalah anjuran untuk memiliki ilmu sebagai bekal dalam pelaksanaan pemerintahan. Nyanyian pengantar tidur golongan maradika mengarahkan mereka untuk merasa bangga dengan peran mereka sebagai pendukung pemerintahan. Nyanyian pengantar tidur secara umum berisi pentingnya ilmu dalam masyarakat Muna. Nyanyian orang tua untuk anak berisi pesan-pesan untuk memiliki kasih sayang dan motivasi dalam hidup bermasyarakat
ETIMOLOGI KATA BERPOLISEMI DALAM BAHASA CIA CIA (Suatu Telaah Semantik Diakronis)
Dalam bahasa Ciacia terdapat kata-kata yang mewakili lebih dari satu makna. Kondisi seperti ini, dalam linguistik, dikenal dengan istilah polisemi. Namun, terkadang tidaklah diketahui makna mana yang sebenarnya mewakili makna kata tersebut tanpa menelusuri etimologi katanya. Menelusuri etimologi kata berarti bersingungan dengan sejarah asal usul kata. Berbicara tentang sejarah kata berarti berada dalam lingkup cakupan linguistik diakronis.Tulisan ini merupakan sumbangan pemikiran awal dalam bidang pengkajian linguistik diakronis yang dikhususkan pada semantik diakronis. Melalui telaah bidang ini dapat diketahui makna yang paling awal dari kata-kata yang berpolisemi dalam suatu bahasa, dalam hal ini bahasa Ciacia
PEMERTAHANAN BUDAYA TIONGHOA DALAM NOVEL KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE
Tulisan ini mengkaji mengenai pemertahanan budaya Tionghoa dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye menggunakan teori antropologi sastra dan metode deskriptif analisis. Unsur-unsur budaya dalam novel dikaji dengan pendekatan antropologi sastra sebagai studi sastra dengan relevansi manusia (anthropos). Oleh karena itu, sebuah novel dianggap mempunyai kualitas yang sama dengan masyarakat tertentu. Antropologi sastra adalah kajian yang menekankan pada warisan budaya masa lalu yang nampak pada karya sastra sehingga dapat dikaji lewat paparan etnografi yang ada pada karya sastra tersebut sebagai data. Pada novel ini terlihat budaya Tionghoa yang masih dipertahankan oleh para tokoh keturunan Tionghoa yang nampak pada arsitektur masjid, arakarakan naga, barongsai, nama diri, dan bahasa. Selain itu, hubungan sosial, perilaku sosial tokoh keturunan Tionghoa dengan warga masyarakat serta mata pencaharian dan sistem ekonominya dipengaruhi oleh ajaran Konfusius dan Tao. Ternyata, budaya Tionghoa yang dilaksanakan keturunan Tionghoa telah berubah fungsinya. Sekarang perayaan imlek menjadi ajang silaturahmi yang mengakrabkan mereka dengan warga sekitarnya karena mereka menerima kunjungan dari warga pribumi—yang mengucapkan selamat tahun baru. Kini tradisi memberikan angpau lebih didasarkan pada kemapanan secara ekonomi, makna angpau bukan sekadar uang yang ada di dalamnya. Angpau, bermakna senasib sepenanggungan, saling mengucapkan dan memberikan harapan baik
SASTRA INDONESIA MODERN DAN MANUSIA URBAN
Artikel ini berisi kajian tentang sastra Indonesia modern dalam kaitannya dengan kehidupan manusia urban. Beberapa hal penting yang menjadi ruang lingkup kajian adalah karakteristik manusia urban, representasinya dalam karya sastra Indonesia modern, dan posisi sastra urban dalam sejarah sastra Indonesia. Melalui kajian ini, ditemukan fakta bahwa di dalam karya sastra Indonesia modern, sosok manusia urban bukan tema yang hanya mencuat dalam karya termutakhir. Namun, dengan karakteristiknya yang berbeda-beda dari setiap zaman, permasalahan manusia urban telah muncul sejak sastra Indonesia modern itu lahir
Piranti Bahasa dan Mistisime Jawa dalam Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono
Kajian ini adalah ihtiar menganalisis bahasa sekaligus menafsirkan dan menjelajahi konteks sosial budaya puisi-puisi Sapardi Djoko Damono (SDD) yang terhimpun dalam kumpulan puisi Hujan Bulan Juni, diterbitkan Gramedia Pustaka Juni 2013. Pijakan awal kajian ini adalah stilistika dengan fokus menggali aspek-aspek kebahasaan seperti ragam bunyi, kata, simbol, imaji dan majas. Dalam kajian ini nampak pusi-puisi SDD didominasi suasana ketertekanan, keheningan, dan kefanaan dengan bersandar pada kekuatan cacphony, gaya paradaksol dengan mempertentangkan kata yang mempunyai dua sifat berbeda, menghadirkan pada diri pembacanya imaji yang membangun ruang-ruang misteri. Pemilihan kata dengan cermat dipilih dengan menggunakan natural symbol dan privat symbol, Puisi-puisi SDD mayoritas menggambarkan dunia misteri kesunyian yang dihadirkan sebagai sesuatu yang tidak ada( flow chart) yang ada hanya degup, suara, warna, dan ide hadir seperti sebuah bayang putih yang membaur dan terasa jauh. Dalam bingkai bahasa itu, di dalam puisi-puis SDD dapat dilacak jejak mistisime Jawa yang mempersoalkan renungan awal akhir (sangkan-paran), kefanaan, kematian dan keheningan khas Jawa (sonya ruri)
KELENTURAN MASYARAKAT BALI-TRADISIONAL TERHADAP MODERNITAS DALAM KUMPULAN CERPEN MANDI API
This study analyzes the social dynamics of Balinese culture and intellectual to face tradition and modernization clash by applying the theory of sociology literaryas a scalpel. This researchis is adescriptive study using descriptive qualitative research, descriptive analysis analytic methods, and the theory used of sociology literaryas. Within the scope of the sociallife of the Balinese people, the collection of short stories Mandi Api by Gde aryantha Soethama presentinga local color.This Socio cultural dynamics is combined with ancestor’s social symptoms pressure, namelysocial interaction between communities, social conflict, cultural identity, andhuman relationships that shape the Balinese behavior and culture. The intensityof the social and cultural changes as a result of activity of Balinese life isstrongly influenced by the strength of the values and traditions ofindigenous cultural communities in the social environment of Bali.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis dinamika sosial budaya dan sikap masyarakat Bali tradisional dalam menghadapi benturan tradisionalitas dan modernitas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, metode analisis deskriptif analitik, dan teori yang digunakan sosiologi sastra. Hasil yang ditemukan terlihat dalam lingkup kehidupan sosial masyarakat Bali, kumpulan cerpen Mandi Api karya Gde Aryantha Soethama menyuguhkan warna lokal. Dinamika sosial budaya ini dikombinasikan dengan tekanan tradisi nenek moyang menimbulkan gejala sosial, yaitu interaksi antarkomunitas sosial, konflik sosial, identitas budaya, dan hubungan percintaan manusia Bali yang membentuk perilaku dan kultur masyarakat Bali. Intensitas terjadinya perubahan nilai sosial budaya sebagai akibat aktivitas kehidupan masyarakat Bali sangat dipengaruhi oleh kuat lemahnya nilai tradisi dan adat di lingkungan sosial kultural masyarakat Bali
STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT SASAK DALAM NOVEL KETIKA CINTA TAK MAU PERGI KARYA NADHIRA KHALID
Suku Sasak merupakan suku yang kaya akan khazanah sastra dan budaya. Kesastraan Sasak awal diturunkan di Pulau Lombok dari generasi ke generasi. Sastra tulis Sasak, pada masa awal perkembangannya ditulis pada daun lontar. Daun lontar dipreparasikan supaya dapat ditulisi dan huruf yang digunakan adalah aksara Jejawen. Perkembangan sastra dan budaya Sasak pada saat ini ditandai dengan lahirnya karya-karya seperti novel yang berlatar belakang sosial budaya masyarakat Sasak. Salah satunya adalah novel berjudul “Ketika Cinta Tak Mau Pergi” karya Nadhira Khalid. Novel ini berkisah tentang cinta antara dua anak manusia, Lalu Kertiaji dan Sahnim. Novel ini merupakan salah satu karya sastra yang mengangkat fakta kemanusiaan transindividual yang berlatar belakang sosial budaya Sasak. Salah satu fakta sosial yang diangkat dalam novel tersebut adalah stratifikasi sosial masyarakat Sasak. Melalui kajian sosiologi terhadap novel “Ketika Cinta Tak Mau Pergi” karya Nadhira Khalid, tulisan ini akan mengungkapkan stratifikasi sosial masyarakat Sasak yang tergambar dalam novel tersebut. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, masyarakat Sasak secara garis besar terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu bangsawan dan rakyat jelata, dengan tugas, fungsi dan kedudukannya masingmasing