Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
JAKARTA 2039: MEMBANGUN MONUMEN INGATAN TRAGEDI KEKERASAN
Tulisan ini merupakan kajian terhadap tiga karya komik Jakarta 2039 (2001) karya Zacky bersama Seno Gumira Ajidarama (SGA) dan sandiwara dua bagian Jakarta 2039: 40 Tahun 9 Bulan setelah 13-14 Mei 1998 (2001) yang dibuat berdasarkan cerpen “Jakarta, 14 Februari 2039” (1999) karya Seno Gumira Ajidarma dengan mengacu konsep cultural memory studies. Argumentasi utama dari tulisan ini didasarkan pengangkatan peristiwa kekerasan yang menimpa perempuan Cina pada Mei 1998 di Jakarta dalam komik Jakarta 2039 dan sandiwara dua bagian Jakarta 2039: 40 Tahun 9 Bulan setelah 13-14 Mei 1998 sebagai proses pengulangan ingatan berdasarkan peristiwa yang sama dalam cerpen “Jakarta, 14 Februari 2039”. Dalam proses pengalihwahanaan, tema kekerasan Mei 1998 yang sebelumnya ditulis dalam cerpen tetap diposisikan sebagai ingatan yang dimunculkan dalam komik dan naskah drama. Selain itu, isu perempuan dalam indentitasnya sebagai Cina korban perkosaan dan subjek yang trauma dimunculkan secara sadar dalam tiga karya sebagai pengingatan terhadap wacana sejarah kekerasan masa lalu sekaligus pemosisiannya sebagai upaya untuk membangun monumen ingatan pada masa kini dan mencoba untuk menjadikannya sebagai memori kultural masyarakat. Dalam keadaan tersebut, kota Jakarta sebagai ruang dalam kaitannya dengan tragedi kekerasan dikonstruksi
OLAH KATA DALAM MEDIA LUAR RUANG SEBAGAI INDUSTRI KREATIF
Pada era globalisasi dan memasuki pasar terbuka pada tingkat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) penggunaan kata dan istilah asing tetap marak sebagai industri kreatif. Tatanan kehidupan dunia yang baru tersebut telah mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat dalam berbagai sendi kehidupan. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah olah kata atau penggunaan kata dan istilah asing pada media luar ruang sudah menerapkan kaidah yang diatur Pusat Bahasa? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan kata dan istilah asing dalam media luar ruang. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang ditunjang dengan teknik pengumpulan data dan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan merekam/memfoto/mencatat kata dan istilah asing yang digunakan pada media luar ruang, yaitu dari papan nama, papan petunjuk, papan iklan, kain rentang, dan baliho yang berjumlah 71 buah. Data diklasifikasi berdasarkan bentuk kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana di dalam sebuah konstruksi bahasa. Selanjutnya data ditabulasikan dan dianalisis. Teori yang diacu adalah Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2003), A Grammar of Contemporary English (1972), dan Pengindonesiaan Kata dan Ungkapan Asing (2006). Temuan dalam penelitian ini mendeskripsikan penggunaan kata dan istilah asing pada media luar ruang, yaitu pada papan nama yang sesuai dengan kaidah 2 dan kaidah 5 berjumlah 33 buah (46,4%) dan pada papan iklan 7 buah (9,9%). Sementara itu, penggunaan kata dan istilah asing pada papan nama yang tidak sesuai dengan kaidah 1, 2, 3, 4 berjumlah 29 buah (40,6%) dan pada kain rentang 2 buah (2,7%). Data yang sesuai dengan kaidah berjumlah 40 buah (56,3%). Data yang tidak sesuai dengan kaidah berjumlah 31 buah (43,7%). Dengan demikian, frekuensi data yang sesuai dengan kaidah lebih dominan dibandingkan dengan data yang tidak sesuai dengan kaidah
OPOSISI TEKS ANAK DAN KEMENAKAN KARYA MARAH RUSLI: KAJIAN INTERTEKSTUAL JULIA KRISTEVA
This paper discusses Marah Rusli’s Anak dan Kemenakan text with opposition concept by Julia Kristeva. Opposition is something unexchangeable and unconditional between two inharmonic, not-complementary, and unsettling groups. This paper was written to observe the opposition in Anak dan Kemenakan text. Data analysis methods used are suprasegmental and intertextuality analysis methods. It’s found that the oppositions in the text can be seen from the aspects of educational, marriage, social class, and mamak’s (uncle) and father’s role in Minangkabau’s matrilineal kinship system. All of those aspects are opposite in thought, attitude, and behavior between the old and the youth. It describes that the people of Minangkabau was starting to enter a renewal which was marked by the appearance of educational institution. Meanwhile,the renewal itself wasn’t completely accepted by the society. Therefore, the oppositions between the old and the youth became unavoidable.
KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM TAMBO MINANGKABAU
Tambo Minangkabau adalah sebuah karya sastra sejarah, menceritakan sejarah asal usul suku bangsa, asal usul negeri, adat istiadat negeri Minangkabau. Di samping itu, dalam tambo Minangkabau juga terdapat pujipujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad dan beberapa hal lainnya. Sebagai sebuah karya sastra, dalam tambo terdapat makna yang dapat diangkat dan dijadikan arah/pedoman dalam menjalani kehidupan. Arah atau pedoman yang dimaksud adalah unsur kepemimpinan dalam Tambo Minangkabau yaitu kepemimpinan penghulu pada masa dulu. Penghulu yang dimaksud adalah penghulu yang mengepalai suatu suku, bertanggung jawab dan berkewajiban memelihara anggota kaum, suku dan negerinya. Ada beberapa pesan moral yang dapat diambil pembaca sebagai penikmat karya sastra, khususnya generasi muda Minangkabau sebagai pewaris adat dari beberapa kepemimpinan penghulu yang ada dalam cerita Tambo Minangkabau, antara lain dari tokoh Sultan Sri Maharaja Diraja, Cati Bilang Pandai Datuak Suri Dirajo, dan Indo Jati. Melalui analisis struktural, konsep kepemimpinan beberapa penghulu ini dapat diketahui, antara lain bijaksana dan gemar bermufakat. Itulah falsafah masyarakat Minangkabau yaitu kebersamaan, bersama untuk bermufakat dan bersama pula untuk membuat kebijakan
PENERJEMAHAN KOSA KATA BUDAYA DALAM SENYUM KARYAMIN DAN KARYAMIN’S SMILE
Translation is the process of transfering meaning from source language to target language . The purpose of this paper is to find out the category of cultural words in the novel Senyum Karyamin which is translated into Karyamin’s Smile and uncover translation procedures used in translating those words . This paper is qualitative descriptive . The result shows four cultural words in ecological subcategory, a cultural word in material culture subcategory, and three cultural words in the organizational subcategory . Translation strategies mostly used are loanwords with explanation and without explanation
KEKERABATAN BAHASA KULAWI DAN BAHASA KAILI DI SULAWESI TENGAH
Kaili dan Kulawi languages are related and predicted they descent from common ancestral language (proto-language). Their relation need to be proved in qualitative and quantitative methode. This research applied and those methode in describing the relation between the languages. The aim of the research is describing the relation in qualitative and quantitative method. The data is based on questions and interviews which are elaborated into questionnaire with 200 Swadesh list and 873 culture vocabularies. The paper is applied method of comparative through lexicostatistic and reconstruction. The result of the paper indicates that Kaili dan Kulawi languages are in the same family languages with cognate percentage 62%. It indicates that those languages are in the same stock. The relationship of Kaili and Kulawi languages in the same family of languages proved by the qualitative data of sound correspondence, such as (1) l ≈ ɺ / - V#; (2) s ≈ h / - V#; (3) `g ≈ `k / - V#; (4) s ≈ x / # -; (5) ɓ ≈ b / # -; (6) J ≈ d / # -; -V#; (7) l ≈ ll / V-V; (8) J ≈ ʧ/ -V#; and (9) P ≈ B / # -
BALADA “HANG TUAH”: IMAJINASI AMIR HAMZAH TENTANG SOSOK PAHLAWAN MELAYU
Dalam pemikiran budaya dan politik Melayu, Hang Tuah lebih daripada sekadar nama seorang pendekar. Hang Tuah adalah satu “ikon”, satu simbol kebangsaan dan kebanggaan bangsa Melayu-Indonesia. Sebagai tokoh yang hidup dalam masa keemasan Kesultanan Melaka, Hang Tuah merupakan representasi cita-cita dan kebesaran bangsa MelayuIndonesia. Beberapa sastrawan Indonesia terinspirasi untuk mengabadikan potret Hang Tuah dalam karya kreatif mereka, antara lain, Raja Penyair Pujangga Baru, Amir Hamzah. Artikel ini mencoba merekonstruksi imajinasi penyair Amir Hamzah melalui pengungkapan makna balada “Hang Tuah” dengan mengidentifikasi pemanfaatan simbolisme bunyi (atau metafora), serta lukisan bunyi (reproduksi bunyi-bunyian alam) yang terkandung dalam balada itu. Dari hasil telaah dapat disimpulkan bahwa Amir Hamzah memahami pola pemikiran Melayu-Indonesia. Kepiawaian Amir Hamzah menyusun keterpautan kata yang satu dengan kata yang lain dalam eufoni yang indah telah mampu membentuk imaji visual sebagai sarana pengonkretan makna. Amir Hamzah mampu memanfaatkan daya sinergi itu dalam keindahan baladanya
NASKAH DOKUMEN/SURAT RAJA KESULTANAN KALIMANTAN BARAT: KAJIAN STRUKTUR, PALEOGRAFI, DAN KEBAHASAAN (Royal Letter/Document of West Kalimantan Sultanate: Structure, Paleography, and Language)
Issues disclosed in the research are the structure, the form and style, and language aspect used in Royal Letter/Document of Pontianak Sultan, West Kalimantan Sultanate. The aim of the research is to discribe and explain structure, the style of writing of Jawi script, and the language used in the script or letter of “Sultan Pontianak, Sultan Syarif Hamid Bin Sultan Syarif U'sman Alqodri to the Government of the Netherlands”. Using content analysis method to describe the structure, style, and language contained in those scripts, and diplomatic method for manuscript editing, the edited text produced is in accordance with the original. The analysis result shows that the script of "Letter of Agreement of the Dutch government with Pontianak Sultan, Sultan Syarif Hamid bin Sultan Syarif U'sman Alqodri" is classified as official letter which has the structure of (1) letter head, (2) opening words, (3) the contents of the letter, and (4) the date of the letter. Other parts or structure of the letter not included in the script are: mailing address, number of letters, attachments, subject, mailing address, signature, the name of the sender, and stamp. This letter is written mostly in Arabic typed riqa, taqwi, and muluqah. The language used in the script is Arabic and Dutch. The sentences structure of the manuscript however, does not comply with the language rules.
ACENG’S UNFORGIVEN APOLOGY: AN INTERDISCIPLINARY CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (Permohonan Maaf Aceng yang Tidak Termaafkan: Analisis Wacana dengan Pendekatan Interdisipliner)
Artikel ini membahas tentang permohonan maaf Aceng (Bupati Garut) atas sikap dan tindakannya yang berkaitan dengan kasus pernikahan kilatnya yang ditinjau dari Analisis Wacana/Critical Discourse Analysis” (CDA) dengan pendekatan interdisipliner. Bidang-bidang ini mencakup Speech Acts, Analisis Narasi, Sosiolinguistik, Ideologi dan Hegemoni. Kesemuanya dipaparkan secara berurutan dengan tujuan menghasilkan perspektif yang menyeluruh tentang kasus Aceng yang fenomenal tersebut. Dari hasil analisis ditemukan bahwa permintaan maaf Aceng terbukti tidak efektif alias kontra produktif. Dari segi sosiolinguistik, permohonan maaf Aceng dianggap bertentangan dengan normanorma yang dipegang masyarakat Garut dikarenakan permintaan maaf tersebut tidak berasal dari hati nuraninya (tidak ihlas). Secara ideologis, pernikahan merupkan suatu pekerjaan yang mulia dan oleh karena itu harus dijaga dan dihormati (dan ini diabaikan oleh Aceng), sementara itu perceraian merupkan suatu tindakan yang sulit sekali bisa diterima dengan dalih apapun. Secara hegemonis, kita menyaksikan bahwa yang berkuasa menguasai yang lemah. Denagn kata lain, kekuasaan Aceng sebagai Bupati telah disalahgunakan sehingga yang lemah menjadi tetap teraniaya
TINDAK TUTUR DALAMKEMBANG GEAN: ANTOLOGI CERPEN REMAJA SUMBAR
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tindak tutur dalam kumpulan cerpen “Kembang Gean”: Antologi Cerpen Remaja Sumbar. Perumusan masalah berangkat dari identifikasi jenis dan fungsi tindak tutur yang digunakan pada kumpulan cerpen “Kembang Gean”: Antologi Cerpen Remaja Sumbar. Ada tiga cerita pendek yang akan dianalisis, yaitu “Di Penghujung Pengabdian”, “Kembang Jean”, dan “Isyarat Vella”. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian hanya ditemukan empat jenis tindak tutur, yaitu asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Sementara itu, tindak tutur yang berfungsi deklarasi tidak ditemukan dalam tulisan ini