Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    MITOS - REALITAS DALAM NOVEL JANJI GINTAMINI

    Get PDF
    Janji Gintamani mendapat penentangan dari berbagai pihak, baik dari beberapa orang luar yang datang ke kampungnya, maupun di antara orang bumiputera tempatan . Pihak penantang/tokoh antagonis dari luar diwakili oleh Tuan Johari – sang pengusaha kaya – yang menanamkan modal dari usahanya di Desa Gubuk untuk keuntungan bisnis perusahaannya. Tuan Johari menggunakan beberapa kaki – tangan perusahaannya, seperti Haji Yakub dan Hj. Almah dan Mimi sebagai wanita simpanannya. Dengan kekuasaan uang dan kelihaiannya, Tuan Johari mengawini Hj. Almah di luar nikah dan mengirim istri simpanannya yang tak resmi itudengan dalih tugas belajar ke Australia. Tuan Johari dengan siasat jitu berhasil meniduri Mini sebagai wanita simpanan setelah Hj. Almah dibuang ke luar negeri

    MENGAWINKAN PAIKEM DAN MODEL KREATIF- PRODUKTIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF PUISI

    Get PDF
    Abstrak :Pembelajaran mengalami perubahan paradigma seiring dengan perkembangan mutakhir model pembelajaran. Akhir-akhir ini diperkemalkan Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Sebelumnya diperkenalkan Model Pembelajaran Krwatif-Produktif (MPKP) dalam pembelajaran sastra. Makalah ini merupajan eujud nyata upaya mengimplementasikan model pembelajaran mutakhir untuk pembelajaran menulis kreatif puisi. Makalah yang diunggah berdasarkan pengalaman empiris dan teoretis ini tentu saja perlu diperkenalkan secara luas sehingga tujuan pembelajaran tercapai seperti harapan bersama. Pangkal tolak pembelajaran ini tentu saja kreativitas pengajar seraya dengan kepekaan dan inisiatif terus berupaya memadupadankan model pembelajaran yang ideal untuk mencapai efektivitas pembelajaran.Kata-kata kunci: menulis kreatif puisi, strategi PAIKEM, Model Pembelajaran Kreatif-Produkti

    Ronggeng Dukuh Paruk: Eksploitasi Seks Tanpa Pornografi

    Get PDF
    Ada tiga elemen utama dari pelacuran yang dikenal luas yaitu ekonomi, seksual, dan psikologi. Karena semua elemen ini terdapat dalam kebanyakan hubungan seksual, persoalan utama yang diperdebatkan terlatak pada bagaimana seorang pelacur dapat dibedakan dengan perempuan lain. Satu definisi menempatkan pelacur di bawah isu pekerjaan, kelangkaan akan pelayanan dan keterampilan seksual, serta hasrat promiskuitas. Definisi lain menempatkan pelacuran di bawah kebudayaan patriarki. Karena kebudayaan patriarki mendefinisikan seksualitas perempuan di bawah wilayah dominasi pria yakni untuk melayani kebutuhan pria. Dalam pengertian ini, pelacuran tidak dapat diterima sebagai pekerjaan, tetapi hanya sebagai salah satu bentuk penindasan terhadap martabat perempuan.Kata Kunci : seks, pornografi, sosiologi sastr

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SINEKTIKA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SAMARINDA

    Get PDF
    This research aims (1) to know the development process in the learning of short story writing, (2) to measure the validity and practicality of short story writing using synectics learning model, and (3) to measure the effectiveness of short story writing using synectics learning model. It uses a Research and Development (R&D) model of Borg and Gall. The population of this research is 30 students of class XI SMK Negeri 2 Samarinda. Trials were conducted in two stages, small group and large group or field trials. Methods of data collection include observation, interview, and test. It applies descriptive and qualitative techniques to analyze the data.  

    Transitivity Analysis on Framing in the Online News Articles

    Get PDF
    News is the way to let public know about certain occurrences around the world. In Indonesia, the case of Ahok which has been sentenced for two years has been an international phenomenon. There are two factions which are opposite two each other about the case. Thus, report which can be found in the news may have different perspectives, depending on the writers’ views. There are bias and framing which leads people on the writer’s perspective. This paper will try to analyze two news articles on Basuki Tjahaja Purnama’scase which are taken from antaranews.com and hrw.org using Systemic Functional Linguistics (SFL). The data will be examined using transitivity analysis which can reveal the different perspectives of these two news articles by breaking down the sentences which shows the participants, process and circumstances involved. At the end of this paper, it shows how the difference in using of participants, process and circumstances creates different perspectives of the writer.  AbstrakBerita merupakan alat pemberitaan kepada masyarakat luas tentang peristiwa yang terjadi di dunia. Di Indonesia, pemberitaan tentang Ahok yang telah didakwa dua tahun penjara telah menjadi perbincangan dunia. Dalam menyikapi pemberitaan ini, terdapat dua kelompok besar yang saling berlawanan sehingga memungkinkan terdapat perbedaan laporan dalam berbagai pemberitaan. Maka, terjadi ketaksesuaian informasi dan framing yang berujung pada perbedaan pandangan tentang objek pemberitaan. Artikel ini membahas tentang pemberitaan Basuki Tjahaja Purnama di dua berita online, yaitu antaranews.com dan hrw.org menggunakan analisis ketransitifan dalam Systemic Functional Linguistics(SFL) yang dipopulerkan oleh Halliday. Data dibahas secara rinci dengan menganalisis aspek-aspek ketransitifan pada setiap kalimat dalam berita. Pada akhirnya, artikel ini mengungkap bagaimana penggunaan partisipan (participants), proses (process) dan situasi (circumstances) dalam kalimat dapat memengaruhi sudut pandang dari penulis berita

    BAHASA PEJABAT: STUDI KASUS PEMAKAIAN BAHASA WALIKOTA SURABAYA TRI RISMAHARINI (Language of The Public Leader: Case Study of The Language Used by Tri Rismaharini, Mayor of Surabaya)

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemakaian bahasa Tri Rismaharini sebagai manifestasi Wali Kota Surabaya? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian bahasa Tri Rismaharini sebagai manifestasi Wali Kota Surabaya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa kalimat yang diucapkan oleh pejabat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dimuat pada media daring dan luring, baik pemakaian bahasa dalam situasi resmi maupun situasi tidak resmi. Pengumpulan data menggunakan metode simak. Analisis data menggunakan metode agih, metode komparatif, dan metode padan kontekstual. Hasil penelitian berupa: (1) pemakaian bahasa yang berfungsi: (a) menciptakan keakraban, (b) ekspresi personal dan lembaga, (c) pemaksa orde Kota Surabaya, (d) deskriptif komparatif, (e) media integrasi dan adaptasi sosial, (f) nasihat, (g) bentuk direktif, (h) karakter sebagai penguasa, dan (i) kata ganti persona dan penunjuk; (2) pemakaian ragam bahasa lisan yang ditandai dengan: (a) kalimat yang tidak lengkap, (b) kalimat-kalimat pendek dekoratif aktif, (c) repetisi ide, (d) sapaan bentuk ringkas, (e) kata penghubung jadi, kalau, dan tetapi, dan (f) kata tunjuk, partikel, serta interjeksi; (3) pemakaian campur kode, berupa campur kode ke dalam dan campur kode ke luar, dan (4) gaya bahasa yang sering digunakan adalah gaya bahasa repetisi, erotesis, pleonasme, hiperbol, tautology, dan antithesis. (The goal of this study is to describe how Tri Rismaharini used the language as a form of manisfestation as The Mayor of Surabaya. This research use qualitative-descriptive approach. the data source on the research is the spoken words by the Mayor of Surabaya Tri Rismaharini that published in online and offline media which used in formal and non- formal situation. the method used in collecting data is using observational method. Data analysis using agih method, comparative method, and contextual matching method. Expected results of this research are showing: (1) the usage of the language that function as: (a) creating intimacy, (b) personal and institutional expression, (c) official statement and order of the government of Surabaya, (d) comparative descriptive, (e) media integration and social adaptation, (f) advice, (g) directive form, (h) character as the ruler, (i) pronounce of the persona and indicator, (2) the usage of spoken language variety which indicated by: (a) incomplete sentence, (b) active-declarative short sentences, (c) repetition of idea, (d) short form greeting, (e) conjunction therefore, if, and but, and (f) pointing words, particle, and interjection; (3) the usage of mixed code, in form of mixed code inside and mixed code outside, and (4) frequently used language style are repetition, eroticism, pleonasm, hyperbolic, tautology, and antithesis.)

    HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA

    Get PDF
    Di Jawa Timur berkembang dua bahasa besar yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Walaupun sebagai dua bahasa yang berbeda, namun kedua bahasa tersebut memiliki hubungan kekerabatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara kedua bahasa tersebut. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah status hubungan kekerabatan di antara bahasa Jawa dan bahasa Madura serta bagaimanakahbentuk-bentuk variasi fonem kata-kata kognat di antara kedua bahasa itu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perbandingan. Metode perbandingan digunakan untuk mengetahui tingkat kekerabatan antarbahasa yang diperbandingkan.Analisis dilakukan dengan cara membandingkan kosakatanya serta membedakan tingkat kemiripannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penghitungan leksikostatistik pada bahasa-bahasa yang diperbandingkan menunjukkan bahwa persentase kekerabatan di antara kelompok bahasa Jawa dan kelompok bahasa Madura masuk dalam kelompok rumpun bahasa (stock). Dalam kelompok bahasa Jawa ditemukan adanya persentase hubungan kekerabatanyang menunjukkan kelompok keluarga (family) yaitu pada bahasa Jawa Osing (JO) dengan kelompok bahasa Jawa lain (Jawa Solo Yogya (JSY), Jawa Suroboyoan(JS), danJawa Pantura (JP).Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Jawa Osing (JO) masuk dalam kelompok bahasa tersendiri. Adanya hubungan kekerabatan di antara bahasa-bahasa berkerabat tersebut juga didukung oleh adanya variasi fonem pada beberapa kosakata kognat berupa korespondensi vokal maupun konsonan

    DARI SUDUT PANDANG NARATOR: AMBIVALENSI DAN HIBRIDITAS DALAM SJA’IR KOMPENI WELANDA BERPERANG DENGAN TJINA (From Narrator’s View: Ambivalence and Hybridity in Sja’ir Kompeni Welanda Berperang dengan Tjina)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas naskah suntingan teks Sja’ir Kompeni Welanda Berperang dengan Tjina (selanjutnya disingkat SKWBdT) yang merupakan disertasi J. Rusconi di Rijksuniversiteit pada tahun 1935. Teks SKWBdT adalah teks yang memiliki kaitan erat dengan sejarah pemberontakan orang-orang Cina di Batavia pada tahun 1740 serta Perang Madura. Teks ini dilatarbelakangi oleh peristiwa pembantaian massal terhadap etnis Cina oleh penguasa kolonial Belanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan relasi antarbangsa sebagai akibat kontak antara kaum pribumi, Cina, dan bangsa Belanda. Dalam konteks ini, relasi antara dua budaya menimbulkan konsep ambivalensi dan hibriditas. Hibriditas memfokuskan diri pada interaksi antara bentuk- bentuk budaya berbeda yang pada satu saat akan menghasilkan pembentukan budaya dan identitas baru. Metode yang akan digunakan adalah metode analisis teks. Analisis teks diperlukan untuk menangani suntingan teks SKWBdT yang merupakan salah satu teks sastra klasik. Hasil penelitian membuktikan bahwa hubungan antara bangsa pribumi, Cina, dan Belanda dalam teks SKWBdT diwarnai dengan adanya unsur ambivalensi dan hibriditas.(This research discuss the text of Sja’ir Kompeni Welanda Berperang dengan Tjina (herein after referred as SKWBdT) which is a J. Rusconi’s dissertation at Rijksuniversiteit in 1935. SKWBdT text is closely linked with the historical background that tells the story of the massacre of Chinese by Dutch colonial rulers. The purpose of this study is to describe the relations between nations as a result of contact between the natives, China, and the Dutch. In this context, the relationship between the two cultures lead the concept of ambivalence and hybridity. Hybridity focuses on the interaction between different cultural forms that one time will make the formation of a new culture and identity. Discourse analysis method will be used in this research. The results prove that the elements of ambivalence and hybridity affect the relation between natives, Chinese, and Dutch people in the text of SKWBdT.)

    MENILIK CARA PANDANG MASYARAKAT JAWA TENTANG EMOSI MELALUI METAFORA

    Get PDF
    Metafora tidak hanya sebatas ekspresi linguistik semata. Lebih dari itu, metafora memiliki korelasi dengan cara pandang dan budaya penggunannya. Berkaitan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk membahas bagaimana cara pandang masyarakat Jawa terhadap emosi melalui leksikon-leksikon yang digunakan dalam ungkapan metaforis. Cara pandang itu berimplikasi pada pola pikir yang kemudian akan memengaruhi cara bertindak masyarakat Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semantik kognitif dengan menitikberatkan pada teori Metafora Konseptual yang digagas oleh Lakoff. Data penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan yang mengandung metafora emosi. Melalui analisis ditemukan bahwa dalam ungkapan metaforis emosi, masyarakat Jawa menggunakan leksikon-leksikon, antara lain “nguntal”, “ngukir”, “semplah”, “kobong”, “geni kang murub”, “ngopeni”, “nyicil”, “luntur”, “mandhek”, dan “ngesokake”. Penggunaan leksikon-leksikon itu menggambarkan konseptualisasi bagaimana masyarakat Jawa memahami emosi. Berdasarkan hasil analisis terhadap leksikon-leksikon itu ditemukan bahwa masyarakat Jawa memahami emosi sebagai kekuatan, api, benda berharga, proses, perjalanan, dan materi

    Petunjuk Penulisan

    Get PDF

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇