Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA SMK
The audio-visual learning media is a learning media with moving pictures and sound, which can attract learners to learning. This study aims to describe the effect of using audio-visual media on the explanatory text writing skills of vocational high school students. The population of this research was all students XI SMK Ar-Rahman Kediri with a total of 106 students. The research method used is a quasi-experimental research method (Quasi Experiment) with a pretest-posttest nonequivalent-group design. Samples were taken to represent the population using a purposive sampling technique. The data analysis technique used is the t-test technique (t-test). The purpose of using the t-test is to find out the difference between the two values. Based on the inferential statistical data analysis, namely the t-test post-test of the control and experimental groups, the t value bigger than t table, so that Ho is rejected and Ha is accepted. Thus it can be concluded that there is a significant level of effect (5%) of the use of audio-visual media on the explanatory text writing skills of class XI students
Analisis Kontrastif Pasangan Kalimat Transitif-Intransitif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang
In Japanese, the pairs of transitive- intransitive verbs are known as jidoushi/tadoushi (abbreviated as jita). There are approximately 1,256 or 22.6% of the total Japanese verbs inventory. This research aims to affirm Kageyama's (1998) formulation concerning the lexical concept structure (LCS) in transitive-intransitive paired verbs, jidoushi-tadoushi (hereinafter referred to as jita). Through this conceptual structure, jita can be contrastively compared with verbs in Indonesian language, revealing clear similarities and differences, both structurally and semantically. The theories used in this study include Hayatsu's (1995) theory, which reveals the structure and meaning of transitive-intransitive paired verbs; and Kaeyama’s (1998) theory, which proposes the lexical conceptual structure 'Lexical Conceptual Structure' (LCS) providing clarity in classifying Japanese verbs that can form stative/dynamic, possessive/processive, reflexive/non-reflexive, and unintentional/intentional verb pairs. Meanwhile, the transitive-intransitive theory in Indonesian language adopts the theories of Kridalaksana (2005) and Wijana (2021). The data was taken from Japanese sentences in Yoshimoto Banana's novel 'Kitchin' (2005) along with the novel translated into Indonesian, and supplemented by Asahi Shinbun newspaper for vocabulary that is not found in the novel. The research results show that, in Japanese, the transitive verbs form the intransitive verbs; while in Indonesian; intransitive verbs typically derive from transitive verbs. It is proven from the analyzed data, revealing that the semantic functions of possessiveness and intentionality, as well as the meaning of unintentional and intentional actions, associated with transitive verbs affixed with me(N)+kan and intransitive verbs affixed with ber-, closely align with the meanings of jita verb pairs in the Japanese. AbstrakVerba bahasa Jepang memiliki pasangan transitif-intransitif atau yang biasa dikenal dengan jidoushi/tadoushi (jita) itu ada sekitar 1256 buah atau 22,6% dari keseluruhan verbanya. Tujuan penelitian ini merupakan penegasan rumusan Kageyama (1998) terhadap struktur konsep leksikal (LCS) pada verba berpasangan transitif-intransitif jidoushi-tadoushi (selanjutnya disingkat jita). Dengan struktur konsep ini jita dapat diperbandingkan secara kontrastif dengan verba dalam bahasa Indonesia sehingga muncul persamaan dan perbedaan yang jelas, baik secara struktur maupun semantik. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Hayatsu (1995) yang mengungkapkan struktur dan makna transitif-intransitif verba berpasangan dan struktur konseptual leksikal ‘Lexical Conceptual Structure’ (LCS) ancangan Kageyama (1998) yang memberikan ketegasan dalam pengelompokan verba berpasangan bahasa Jepang yang dapat membentuk verba statif/dinamis, posesif/prosesif, refleksif/nonreflektif, dan ketidaksengajaan/kesengajaan. Sementara itu, teori transitif-intransitif dalam bahasa Indonesia digunakan teori dari Kridalaksana (2005); Wijana (2021). Teknik pengumpulan data dengan cara menelaah kalimat bahasa Jepang yang terdapat dalam novel ‘Kitchin ‘ karya Yoshimoto Banana (2005) berikut terjemahannya disertai koran Asahi Shinbun untuk kosa-kata yang tidak ada dalam novel tersebut. Hasil penelitian ini pada hal yang khusus terjadi dalam bahasa Jepang adalah adanya proses terbentuknya verba transitif yang berasal dari verba intransitif, sedangkan dalam bahasa Indonesia verba intransitif umumnya terjadi dari transitif. Hal ini terungkap dari data yang telah dianalisis bahwa fungsi semantik possesive dan intentional serta makna kesengajaan/tidak (unintentional and intentional) yang dimiliki verba transitif yang berafiks me(N)+kan dan verba intransitif berafiks ber-, sangat bersesuaian dengan makna verba berpasangan jita dalam bahasa Jepang
Language Accommodation in Speak Communities in Banyumas District
Language diversity gives rise to language phenomena (language contact, language borrowing, language shift, language maintenance and language accommodation). Even though Indonesian appears to be the state or unified language, the role of regional languages and foreign languages (English) is quite influential in social life. The purpose of this research is to provide information regarding trends in linguistic phenomena that will occur in the languages spoken in Banyumas Regency. This research also aims to determine the communication strategy and level of accommodation of the speech community in Banyumas Regency. In addition, this research aims to identify diversity in the use of Indonesian, regional languages and foreign languages based on the characteristics of respondents in the areas used in Banyumas Regency. Another aim is to identify which social communities in each language community are more dominant in linguistic adaptation while other communities are not dominant. Identifying whether there are differences in the tendency to make linguistic adaptations between speech communities that are prone to conflict (disharmony) and speech communities that are not susceptible to social conflict (harmony). Data collection used listening techniques and depth interviews. Data analysis using interactive models. The results of this research indicate that there are challenges to linguistic adaptation of speech communities in Banyumas Regency which are related to differences in language, culture and communication styles that exist with different backgrounds. Then, there is a linguistic adaptation strategy for the speech community in Banyumas Regency which is related to communicative competence. The language accommodation of the Banyumas spoken community towards Indonesian is very accommodating, towards mother tongue it is also accommodating, but towards second regional languages and foreign languages it is not accommodating. AbstrakKeberagaman bahasa memunculkan fenomena bahasa (kontak bahasa, peminjaman bahasa, pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa dan akomodasi bahasa). Meskipun bahasa Indonesia tampil menjadi bahasa negara atau bahasa persatuan, tetapi peran bahasa daerah dan bahasa asing (Inggris) cukup berpengaruh di dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah sebagai informasi mengenai kecenderungan fenomena kebahasaan yang akan terjadi pada bahasa-bahasa yang dituturkan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui strategi komunikasi dan tingkat akomodasi masyarakat tutur di Kabupaten Banyumas. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberagaman terhadap penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing berdasarkan karakteristik responden di wilayah pakai di Kabupaten Banyumas. Tujuan lainnya yaitu mengidentifikasi komunitas sosial manakah dalam masing-masing masyarakat bahasa tersebut yang lebih dominan melakukan adaptasi linguistik sementara komunitas lainnya tidak dominan. Mengidentifikasi adakah perbedaan kecenderungan melakukan adaptasi linguistik di antara masyarakat tutur yang rentan terhadap konflik (disharmoni) dengan masyarakat tutur yang tidak rentan terhadap konflik social (harmoni). Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan depth interview. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tantangan adaptasi linguistik masyarakat tutur di Kabupaten Banyumas yang berkaitan dengan perbedaan bahasa, budaya dan gaya komunikasi yang ada dengan latar belakang yang berbeda. Kemudian, terdapat strategi adaptasi linguistik masyarakat tutur di Kabupaten Banyumas yang berkaitan dengan kompetensi komunikatif. Akomodasi bahasa masyarakat tutur Banyumas terhadap bahasa Indonesia sangat akomodatif, terhadap bahasa ibu juga akomodatif, tetapi terhadap bahasa daerah kedua dan bahasa asing tidak akomodatif
Eksploitasi Marilyn Monroe dalam Film Blonde Karya Sutradara Andrew Dominik: Perspektif Psikologi Feminisme
This study reveals the elements of feminism in Blonde by Andrew Dominik through the perspective of feminist psychology. This study aims to 1) reveal and explore the forms of torture and exploitation experienced by Marilyn 2) find out the struggles that Marilyn Monroe did in the film Blonde to fight against this injustice. This research is a qualitative research. This study uses the technique of observing and taking notes carefully and repetitively. Data were analyzed descriptively according to the theory of feminist psychological concepts. The steps of data collection carried out by researchers are as follows. 1) watch the entire contents of the film Blonde carefully. 2) finding data in the form of one by one dialogue related to the main character's feminism in the perspective of feminism psychology contained in the film Blonde. 3) noted the significant features that show the main character's feminism in the perspective of the psychology of feminism contained in the film Blonde. 4) summarize the data related to the psychology of feminism in the Blonde film. This research resulted in an analysis and exploitation of Marilyn Monroe in the form of sexual, physical and verbal violence and no opportunity to determine her own path in life. Struggle in the form of verbal and action by Marilyn Monroe to get out of a bad work environment.AbstrakKajian studi ini mengungkapkan unsur feminisme dalam film Blonde karya Andrew Dominik melalui perspektif psikologi feminis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengungkapkan dan mengeksplorasi bentuk-bentuk penindasan dan eksploitasi yang dialami Marilyn 2) mengetahui perjuangan yang dilakukan Marilyn Monroe pada film Blonde untuk melawan ketidakadilan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat secara saksama dan repetitif. Data dianalisis secara deskriptif sesuai teori konsep psikologi feminisme. Langkah-langkah pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut. 1) menonton keseluruhan isi film Blonde secara saksama. 2) menemukan data berupa satuan dialog yang berkaitan tentang feminisme tokoh utama dalam perspektif psikologi feminisme yang terdapat dalam film Blonde. 3) mencatat ihwal-ihwal signifikan yang menunjukkan feminisme tokoh utama dalam perspektif psikologi feminisme yang terdapat dalam film Blonde. 4) meringkas data yang terkait dengan psikologi feminisme dalam film Blonde. Penelitian ini menghasilkan analisis penindasan dan ekploitasi pada Marilyn Monroe dalam bentuk kekerasan seksual, fisik, dan verbal serta tidak ada kesempatan dalam menentukan jalan hidupnya sendiri. Perjuangan dalam bentuk verbal dan tindakan yang dilakukan Marilyn Monroe untuk keluar dari situasi lingkungan kerja yang buruk
Pengaruh Jenis Kelamin Penulis Sastra Anak pada Minat Baca Siswa Laki-Laki Kelas 5 SD Tetum Bunaya
PIRLS test results in 2007 show that boys have lower reading interests than girls. On the other hand, female authors have recently dominated the children's book industry in Indonesia. The situation raises a question: Does the authors' sex influence 10-12 years old boys’ reading interest? In order to answer the research question, the writers conducted research using a descriptive qualitative approach and analyzed the data using reader-response theory. The population of this study is fifth-grader boys in Tetum Bunaya during the 2022 academic year. The data used in the study is the survey and interview results conducted with fifth-grader boys and fifth-grader class teachers. The objects of the studies are four digital chapter books entitled Aku Anak Kajang, Candiku yang Terhebat, Dendang Hati Gigih, and Festival Cap Go Meh di Kota Seribu Klenteng. The results of this study indicate that the authors' sex does not significantly influence the reading interest of fifth-grader boys in Tetum Bunaya during the 2022 academic year. Some intrinsic features that also affect boys' reading interest are eye-catching illustrations, historical facts, exciting actions, relatable characters, page-turning plots, conflict and tension, cultural values, and unusual settings. AbstrakHasil Tes PIRLS tahun 2007 menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki minat baca yang lebih rendah dari anak perempuan. Di sisi lain, sastra anak Indonesia banyak didominasi oleh penulis perempuan dalam lima tahun terakhir. Hal ini memicu pertanyaan, apakah jenis kelamin penulis memiliki pengaruh pada minat baca anak laki-laki usia 10-12 tahun? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori respon pembaca. Subjek penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 5 di SD Tetum Bunaya tahun ajaran 2022. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil survei dan wawancara dengan siswa laki-laki kelas 5 dan guru kelas 5 di SD Tetum Bunaya. Objek penelitian adalah empat buku digital yang berjudul Aku Anak Kajang, Candiku yang Terhebat, Dendang Hati Gigih, dan Festival Cap Go Meh di Kota Seribu Klenteng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin penulis tidak secara signifikan memengaruhi minat baca siswa laki-laki kelas 5 di SD Tetum Bunaya pada tahun 2022. Beberapa unsur intrinsik yang turut memengaruhi minat baca anak laki-laki adalah ilustrasi yang menarik, fakta sejarah, aksi yang seru, tokoh yang membuat anak-anak merasa terhubung, alur yang membuat penasaran, konflik dan ketegangan, muatan budaya, serta latar tempat yang tidak biasa
POTRET PERGUNDIKAN: PERLAKUAN, PERGULATAN, DAN JEJARING DALAM ROMAN SUNDA CARIOS AGAN PERMAS KARYA JOEHANA
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kaitan teks dalam roman Sunda Carios Agan Permas karya Joehana dengan realitas pergundikan pada masa penjajahan Belanda yang terjadi terhadap masyarakat Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Pendekatan sosiologi sastra dan tinjauan sejarah digunakan untuk melihat penggambaran pergundikan dalam roman yang dipandang sebagai representasi realitas mengenai pergundikan. Hasil penelitiannya, penggambaran pergundikan melalui hubungan harmonis Tuan kepada gundiknya adalah representasi dari gundik yang mendapatkan nasib baik. Pergulatan kelas sosial gundik cacah bertujuan untuk menaikkan status sosialnya di masyarakat sehingga penyamaran sebagai menak adalah representasi dari gundik cacah yang sombong. Pandangan masyarakat yang mendukung praktik pergundikan membentuk suatu jejaring dari masyarakat yang tidak bertentangan karena memiliki tujuan untuk kepentingan pribadi seperti status sosial, uang, dan gaya hidup. Teks dalam roman berkaitan dengan fakta sejarah pergundikan merupakan bagian dari penuangan gagasan Joehana melalui karya sastra dalam bentuk roman berbahasa Sunda
Nilai-Nilai keislaman cerita Joko Tingkir sebagai materi ajar keterampilan membaca pada mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat lanjut di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta
Regarding Islamic Values, Joko Tingkir's Story as Teaching Material for Reading Skills for Indonesian Students for Foreign Speakers (BIPA) at State Islamic University (UIN) Raden Mas Said Surakarta). The method used is qualitative descriptive. This data validity and research technique uses triangulation of theory and source data. The source of the data used in this study was documents and informants. This study used interview, documentation, and observation data collection techniques. Data analysis techniques used content analysis and interactive analysis techniques by Miles and Huberman. The results of this study found Islamic values contained in the story "Joko Tingkir" and as advanced BIPA teaching material. The data found were 40 data consisting of intrinsic elements, flow 3 data, characters 9 data, background 3 data, point of view 3 data, and language style 3 data. While the Islamic values contained 19 data consisting of creeds built from the pillars of faith found 13 data, sharia 3 data, and morals 3 data. The results of research as BIPA teaching material show that it can be an advanced BIPA teaching material because, in addition to their purpose of learning Indonesian in the academic realm and according to C2 level abilities, the teaching material for the story "Joko Tingkir" has Islamic or religious values that also know Javanese folklor
PARALU TU MURI MADA (PERLU UNTUK HIDUP): METAFORA KONSEPTUAL NYANYIAN DI ATAS POHON LONTAR (Paralu Tu Muri Mada (Need it for Life): The Conceptual Metaphor of Songs on the Lontar Tree)
The oral singing tradition on the Lontar Tree while tapping the flowers of the Lontar Tree in Sabu Island is interesting to be investigated from its metaphorical language use – employing the Conceptual Metaphor Theory by Lakoff and Johnson. Therefore this study investigated (1) the conceptual metaphor mapping; (2) the cultural-historical and social situation that triggers the metaphorical language; and (3) the local wisdom values reflected in the songs. A qualitative approach with ethnography design was applied to the interview, observation, and documentation of six farmers on the Island of Sabu. It found (1) eight conceptual metaphor mappings, namely people are plants, plants are people, people are animals, social relations are containers, happiness is cold river, people are machine, manner is taste, and marriage is a sea journey; (2) contextual factors: history and belief of the local people, flora and fauna from daily life, a sea community of people, and people who travel; (3) local wisdom values: normative values: advice for love and family relation, respect and care for the Lontar Tree, and historical values. Tradisi menyanyi di atas Pohon Lontar ketika menyadap nira di Pulau Sabu menarik untuk diteliti dari sisi penggunaan kata-kata dalam syair lagu secara metaforis – dengan Conceptual Metaphor Theory Lakoff dan Johnson. Penelitian ini menelisik (1) pemetaan metafora konseptual; (2) latar kultural-historis dan sosial penggunaan metafora konseptual; dan (3) nilai-nilai kearifan lokal yang muncul dalam syair lagu. Desain Etnografi dalam Pendekatan Kualitatif dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap enam subjek penyadap nira di Pulau Sabu. Ditemukan (1) pemetaan 8 metafora konseptual yakni manusia adalah tanaman, tanaman adalah manusia, manusia adalah binatang, relasi sosial adalah wadah, kebahagiaan adalah sungai yang dingin, manusia adalah mesin, perilaku adalah cita rasa, dan pernikahan adalah perjalanan laut; (2) Latar penggunaan metafora konseptual: sejarah dan kepercayaan masyarakat, flora dan fauna dalam kehidupan keseharian, kehidupan yang dekat dengan laut, dan masyarakat yang merantau; (3)nilai-nilai kearifan lokal: nilai normative nasihat seputar percintaan dan keluarga, menghargai dan merawat Pohon Lontar, dan nilai historis.
Social and Internal Conflict in Stephenie Meyer’s Novel “Breaking Dawn”: Anthropology Study of Literature
This research is about the analysis of social class, including internal and social conflicts in the novel Breaking Dawn by Stephenie Meyer. The objectives of this research are to know the kinds of conflicts and its most dominant one in the novel. The method used in this research is qualitative method by using anthropology of literature, whereas the data resource is the novel Breaking Dawn by Stephenie Meyer which was published in 2007, also some books were used to analyze and support this research. In collecting the data, the writer used note taking as the instrument to get the data. In this research, the researchers found that there are two kinds of conflict existed, i.e. social conflict and internal conflict, and the most dominant one occurs in the first eleven chapters of novel is the internal conflict. AbstrakPenelitian ini membahas analisis kelas sosial termasuk konflik internal dan sosial dalam novel Breaking Dawn karya Stephenie Meyer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis konflik dan jenis konflik yang paling dominan terdapat dalam novel Breaking Dawn karya Stephenie Meyer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Breaking Dawn karya Stephenie Meyer yang diterbitkan pada tahun 2007 serta beberapa buku yang digunakan untuk menganalisis dan mendukung penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan note-taking sebagai instrumen untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa ada dua jenis konflik yang ada dalam novel tersebut, yaitu konflik sosial dan konflik internal, sedangkan jenis konflik yang paling dominan terjadi pada sebelas bab pertama novel ini adalah konflik internal
Pengaruh Sins of Memory terhadap Trauma dalam Cerpen Rēdāhōzen (レーダーホーゼン) Karya Haruki Murakami
This study aims to explain the impact of sins of memory on trauma in the short story Rēdāhōzen by Murakami Haruki. Rēdāhōzen tells the story of Kanojo who has a trauma caused by his parents' divorce. The trauma that happened to her was influenced by her sins of memory to understand the traumatic events that occurred. The author uses theory of sins of memory initiated by Daniel Sachert and qualitative research methods through application to data collection and data analysis. The results of this study indicate that the sins of memory that affect the characters are found in sins of memory commission in the form of sins of bias and sins of suggestibility. It makes the character experience repeated failures in love relationships and avoids marriage. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh dari sins of memory terhadap trauma dalam cerita pendek Rēdāhōzen karya Haruki Murakami. Rēdāhōzen bercerita tentang Kanojo yang memiliki trauma yang dipicu perceraian orang tuanya. Trauma yang terjadi padanya dipengaruhi oleh kesalahan memorinya (sins of memory) untuk memahami peristiwa traumatis yang terjadi. Penelitian ini menggunakan teori sins of memory yang dicetuskan oleh Daniel Sachert dan metode penelitian kualitatif melalui pengaplikasian dengan pengumpulan data dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sins of memory yang memengaruhi tokoh terdapat dari kesalahan memori commision yang berbentuk dosa bias dan dosa suggestibility. Dosa memori tersebut menjadikan tokoh mengalami kegagalan berulang dalam hubungan percintaan dan keenganan dalam pernikahan