Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    REKONSTRUKSI IMPRESIF RITUAL MOSEHE WONUA DALAM RITUS KONAWE

    Get PDF
    Ritual Mosehe Wonua yang menjadi khazanah budaya suku Tolaki ditangkap oleh penyair, Iwan Konawe, sebagai data dalam rangkaian kreativitas yang tertuang di dalam buku kumpulan puisi Ritus Konawe. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana ritual Mosehe Wonua direkonstruksikan dalam Ritus Konawe? Data  berupa empat puisi dalam buku Ritus Konawe yang dinilai bermuatan ritual Mosehe Wonua, yaitu Ritus Mosehe, Ritus Mosehe Ritus Tolaki, Pada Desa yang Berkabung, dan Ritus Konawe. Keempat puisi data dianalisis degan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa ritual Mosehe Wonua direkonstruksikan dalam Ritus Konawe dengan meramu informasi terkait 5w-1h (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana), yang di dalamnya direkonstruksikan pula aspekbenda-benda dan alat upacara yang menjadi persyaratan dilaksanakannya ritual Mosehe Wonua (terbagi atas kategori kurban dan benda/alat). Melalui rekonstruksi literer, penyair merekonstruksikan Mosehe Wonua dalam puisinya dengan memanfaatkan struktur puisi yang meliputi  perwajahan puisi, diksi, pengimajian, kata konkret, majas, dan  verifikasi

    CERITA RAKYAT MAS MERAH:KAJIAN RESEPSI SASTRA

    Get PDF
    Fokus penelitian yaitu cerita rakyat “Mas Merah” ini adalah ingin mengetahui bagaimana pandangan dan persepsi masyarakat terhadap cerita rakyat tersebut. Melalui teori resepsi sastradengan metode deskriptif kualitatif. Resepsi sastra adalah kajian teks yang bertitik-tolak pada pembaca sebagai pemberi reaksi atau komentar terhadap teks sastra itu.Pembaca yang memberi makna merupakan variabel ruang, waktu, dan kelompok sosial budaya.Hal itu berarti setiap karya sastra tidak sama pembacaan, pemahaman, dan penilaiannya sepanjang waktu atau dalam semua kelompok masyarakat tertentu. Ada 14 informan yang dimintai tanggapan terhadap cerita rakyat “Mas Merah” yang dibagi dalam tiga pengelompokan usia, yang terdiri atas kelompok golongan usia muda, golongan usia menengah, dan golongan usia tua. Berdasarkan tanggapan dan persepsi informan diperoleh temuan bahwa cerita rakyat “Mas Merah” dapat dijadikan monumen dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai dokumen sosio-budaya karena mengandung kearifan lokal.

    Penggunaan Kosakata Baku Bahasa Indonesia Masyarakat Berpendidikan di Kota Medan

    Get PDF
    Penggunaan bahasa Indonesia secara formal masih dirasakan belum memadai atau menggembirakan jika dilihat dari segi ketaatan terhadap kaidah bahasa. baik di kalangan masyarakat umum, maupun khususnya di kalangan berpendidikan di kota Medan. Asumsi dasar ini dapat terlihat pada penggunaan bahasa dalam laporan teknis ataupun dalam berita tulisan di koran. Tampaknya masih lebih diutamakan penggunaan bahasa asal dapat dimengerti atau bahasa yang biasa digunakan oleh banyak orang daripada bahasa yang takluk kepada kaidah.Kata Kunci: bahasa baku, masyarakat berpendidika

    Medan Makna

    Get PDF

    Peran Orang Jawa dan Cina dalam Keruangan Kota Medan (Sebuah Studi Antropologi dalam Pengembangan dan Penataan Kota Medan)

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik sampling. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran orang Jawa dan Cina dalam keruangan kota Medan.Peran atau partisipasi warga dalam governance adalah keterlibatan warga dalam pembuatan keputusan mengenai penggunaan sumber daya publik dan pemecahan masalah publik untuk pembangunan daerahnya.Peran warga yang tecermin dalam sistem pengetahuan dan teknologi serta kebudayaan lokal pada masyarakat Jawa dan Cina masih mempertimbangkan nilai-nilai adat, seperti melakukan prinsip-prinsip konservasi, manajemen, dan eksploitasi sumber daya alam, ekonomi, dan sosial. Hal ini tampak jelas pada perilaku masyarakat yang memiliki rasa hormat begitu tinggi terhadap struktur ruang publik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupannya.Kebudayaan Jawa dan Cina merupakan nilai-nilai kebudayaan nenek moyang orang Jawa dan Cina pada zamannya masing-masing. Kebudayaan itu sendiri sebenarnya tidak semua statis tetapi berubah menurut kondisi zaman yang memberikan tantangan yang berbeda pula, namun ada nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan dan tentu ada yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Kondisi ini adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari atau dibendung, bahwa dari waktu ke waktu, lamban atau cepat, kebudayaan satu suku bangsa akan mengalami perubahan, terutama dalam kaitannya dengan ruang-ruang publik.Kata Kunci: keruangan kota, antropologi sosia

    Senandung dan Estetika Melayu

    Get PDF
    Abstrak :Setiap kebudayaan memiliki ekspresi-ekspresi estetik. Itu tidak berarti bahwa semua bentuk seni dikembangkan dalam setiap kebudayaan. Bagaimanapun kebutuhan akan ekspresi estetis berkaitan dengan karakteristik-karakteristik dasar masing-masing masyarakat. Tidak ada masyarakat-bangsa yang memiliki karakteristik-karakteristik dasar yang sama. Karena itu, setiap bangsa memiliki ekspresi-ekspresi estetis yang khas. Apa yang disebut universalitas seni tidak terletak pada corak dan bentuk ekspresi seni, melainkan pada kenyataan bahwa ekspresi seni itu terdapat di setiap kebudayaan.KATA KUNCI : senandung, sastra lisan melay

    Humor dalam Naskah Drama Hikayat Pangeran Jongkok Karya Yusrianto

    Get PDF
    Abstrak :Barangkali tidak terlalu salah, kalau ada yang mendefinisikan, bahwa yang disebut manusia adalah satu-satunya binatang yang bisa tertawa. Soalnya, binatang lain yang selain manusia tidak ada yang bisa tertawa. Kuda dan monyet hanya bisa nyengir dan sulit terbahak seperti manusia. Kata seorang teman pelawak, justru karena bisa tertawa itulah manusia menjadi lain dari binatang dan kemudian tak boleh disebut sebagai binatang. Karena itu tertawa menjadi penting dan mungkin sangat penting, bahkan sehat. Orang yang sehat lahir batin sering butuh lelucon dan penggeli hati, demikian ungkapan seorang penyair ternama D. Zawawi Imron. Tulisan berikut ini pun mengulas seputar masalah humor, terutama mengenai naskah drama Hikayat Pangeran Jongkok karya Yusrianto. Masalah humor ini dikaji dalam berbagai sisi, di antaranya melalui ilmu fsikologi, antropologi, dan kebahasaanKATA KUNCI : humor, drama, apresias

    MODEL INQUIRY LEARNING DAN MINAT MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK

    Get PDF
    The research on the ability of writing short stories is very important because writing is one of language competence that students must have. The skill of writing short stories is quite difficult to master due to its complexity and some factors that obstruct its learning process, like an ineffective learning model. For that reason, the appropriate method should be applied in the learning process. It uses a 2 x 2 (two-by-two) factorial design of experimental research method. The population in this research is 10th grade students of SMA Negeri 3 Samarinda. Based on the data analysis, it shows that (1) there is skill difference in writing short stories between students who have studied learning models of inquiry learning and two stay two stray, (2) there is skill difference in writing short stories between students who have high and low reading interests, and (3) there is an interaction between the teaching model and reading interest and the skills of writing short stories.

    Cover Depan

    No full text

    Realisasi Pronomina dalam Bahasa Mooi: Analisis Tipologi Morfologi

    Get PDF
    This study on relation of pronouns and affixation discusses about pronouns structure and affixes usage in Mooi language. Pronouns structures in Mooi language include personal pronouns, possessive pronouns, interrogative pronouns and demonstrative pronouns. The pronouns forms in Mooi language recognize gender forms and will experience sound changes if they are side by side with the first, second and third personal pronouns. On the other hand, affixations in Mooi language include preffixes, confixes, time marker confixes and personal confixes. The method used in this research is synchronic descriptif method, and the data collecting technique is spoken and listening technique. The data analysis technique is generalisation analysis technique that include several stages of forms and units determination in the corpus to morphology generalisation examination. ABSTRAKKajian tentang relasi pronomina dan afiksasi ini membahas tentang struktur kata ganti dan penggunaan afiks pada bahasa Mooi. Struktur kata ganti pada bahasa Mooi meliputi pronomina persona, pronomina milik, pronomina penanya dan pronomina penujuk. Bentuk pronomina dalam bahasa Mooi mengenal bentuk gender dan akan mengalami perubahan bunyi apabila berdampingan dengan kata ganti orang ke I, II, dan III. Sedangkan afikasasi pada bahasa Mooi meliputi prefiks, konfiks, konfiks penanda waktu dan konfiks persona. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode deskriptif sinkronis, dengan teknik pengumpulan data adalah teknik cakap dan simak. Teknik analisis data yaitu teknik analisis generalisasi yang meliputi beberapa tahapan dari penentuan bentuk dan satuan dalam korpus sampai pada pemeriksaan generalisasi morfologi

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇