Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Bahasa sebagai Pesan
Satu fungsi bahasa dalam hidup manusia adalah menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan pemakai bahasa bermula dari awal pesan yang diikuti oleh pesan selanjutnya. Dalam tata bahasa titik awal pesan dikodekan oleh Tema yakni pesan yang menjadi tumpuan uraian pada pesan berikut di dalam satu klausa. Pesan berikutnya setelah Tema dikodekan oleh Rema. Tema dan rema dapat dikodekan oleh urutan (urutan pertama Tema dan urutan seterusnya Rema) dan pemarka. Tema dan Rema merupakan dua unsur penentu dalam pengembangan klausa menjadi teks atau wacana. Tulisan ini mengurai Tema dan Rema dalam bahasa dari perspektif linguistik sitemik fungsional yang bahasannya mencakup berbagai aspek.Kata Kunci: Tema, Rem
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dan Prinsip Saling Tenggang Rasa (PSTR) dalam Stand up Comedy Raditya Dika
Stand up Comedy is an artful comedy which is individually delivered directly in front of the spectators. Further, Stand up Comedy is part of humor. This research is purposed to describe the types of speech act illocution including with the Principle of Mutual Consideration (PMC) realized within the Stand up Comedy delivered by Raditya Dika. He is a writer and also known as a comic. Some phases of methods were conducted in completing the research; gathering the data, analyzing the data based on its function through contextual method. Then, data were studied and analyzed by conducting pragmatics theories those were theory of speech act and PMC. Based on the analysis, the utterances within Stand up Comedy delivered by Raditya Dika can be concluded into some significant findings, namely illocutionary speech acts were found that consists of five kinds of speech acts; representative, directive, expressive, comissive, and declarative. Moreover, PMC in the form of harm potential was also found in the analysis
PERJUANGAN PROTAGONIS PEREMPUAN JAWA UNTUK MENCAPAI KEBEBASAN EKSISTENSIAL DALAM NOVEL DURGA UMAYI KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji perjuangan protagonis perempuan Jawa untuk mencapai kebebasan eksistensial dalam novel Durga Umayi karya Y.B. Mangunwijaya. Permasalahan yang diangkat adalah tentang kesadaran protagonis perempuan Jawa tersebut tentang tubuhnya dan kesadaran protagonis perempuan Jawa tersebut terkait lecut balik eksistensial yang menghadangnya. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan dengan analisis konstekstual yang menggunakan teori bantu feminisme, eksistensialisme, dan lecut balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protagonis perempuan Jawa berhasil membalikkan keberadaan ketubuhannya yang terliyankan menjadi keberadaan ketubuhan yang menjadi subjek. Protagonis perempuan Jawa juga berhasil menyiasati secara cerdik lecut balik eksistensial yang menghadang pemikiran dan realisasi pemikirannya tersebut. Namun, di balik kesuksesan eksistensial tersebut, protagonis perempuan Jawa tersebut tetap mengalami lecut balik eksistensial internal serta diombang-ambingkan oleh konsekuensi dari pilihannya untuk mengubah tubuhnya secara total
Analisis Narasi Najwa Shihab Terkait Komentar Hotman Paris (Kajian Semantik
The purpose of this study was to analyze the meaning of the narrative presented by Najwa Shihab which received comments from Hotman Paris Hutapea. This research used qualitative descriptive method, because its purpose is to express the meaning of text. The result of this study prove that there is no element of insulting or degrading the good name of the presented by Najwa Shihab as presented by Hotman Paris. The narrative leads to the condition of not received justice from the state related to the case of splashing hard water
AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA NOVEL BALADA SI ROY KARYA GOL A GONG
Setiap manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan dan keinginan untuk berkembang yang pencapaian tertingginya adalah aktualisasi diri. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri aktualisasi diri yang tampak pada tokoh utama novel Balada Si Roy karya Gol A Gong. Sumber data berupa kutipan teks novel Balada Si Roy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Teori yang digunakan adalah psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama merupakan pribadi yang teraktualisasi. Hal ini diperkuat oleh temuan data dalam novel berupa empat belas ciri aktualisasi diri yang dikemukakan Abraham Maslow. Penyebab terbentuknya pribadi yang teraktualisasi tersebut, tidak terlepas dari kebulatan tekad tokoh utama untuk memenuhi hasrat terpendamnya, yakni menulis dan traveling. Kedua hal tersebut dijalani tokoh utama dengan keyakinan walaupun harus meninggalkan dua wanita yang dikasihinya di Indonesia: Ibu dan Suci.
EKSPRESI VERBAL MENOLAK DAN MEMOHON ANAK LAKI-LAKI USIA 4,9 SAMPAI 5,1 TAHUN: STUDI KASUS PADA MUHAMMAD ZAINI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang ekspresi verbal menolak dan memohon (memelas) pada Muhammad Zaini (anak laki-laki usia 4 tahun 9 bulan sampai dengan 5 tahun 1 bulan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan ancangan pemerolehan bahasa anak. Data dianalisis dengan menerapkan teknik longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya ekspresi verbal menolak pada Muhammad Zaini yang berlatar suku Banjar berupa ucapan “indah” (tidak atau tidak mau), jangan, eh…ehm, “kada” (tidak), “lain” (bukan), dan kata ekspresi sakit. Selain itu, ditemukan pula ekspresi verbal memohon (memelas) pada Muhammad Zaini berupa ucapan“jangan sarik” (jangan marah), “ulun indah disariki” (saya tidak mau dimarahi), jangan, dan ucapan minta tolong sesuatu