Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Tinjauan Kebijakan 1001 Pantun

    Get PDF
    Abstrak :Pantun sebagai karya puisi lama masih tetap digemari sampai saat ini. Sebagai media penyampaian teks ia memuat pesan-pesan pembelajaran dan pernyataan sekaligus dihiasi dengan pilihan kata yang dikutip dari masyarakat lingkungannya sehari-hari. Pantun dapat menyampaikan apa saja. Dari panen padi yang menguning sampai peristiwa illegal loging. Namun, tak jarang juga para pemimpin kehilangan kultur wacana dalam kehidupan modern.KATA KUNCI: pantun, sastra lisan Nusantar

    LEKSIKOSTATISTIK DAN GLOTOKRONOLOGI BAHASA BATAK: HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA BATAK DIALEK TOBA, SIMALUNGUN, MANDAILING DAN KARO

    Get PDF
    Abstract :Language genetic relationship is a study of the linguistics historic comparative. Bataknese has several dialects such as Toba, Mandailing, Simalungun, and Karo. Using quantative method, the four dialects language relationship are predicted using lexicostatistics technique. In lexicostatistics, language genetic is seen based on sounds similarity in lexicon in those languages. Phonetic similarity will be based whether a word in a language has correlation with other language. 200 Swadesh base vocabolaries is used as indicator to determine cognate words. Using Crowley tehnique finds that the time separated among the four dialects is in a family level. Another findings, Mandailing is a dialect proto from the four dialects. Based on glotocronology technique that time seperated of the four dialects is 1000-2000s years ago that means those dialects has existed since 205 BC 934 M. This dialect migrates from Mandailing to Toba then Simalungun and Karo. Language migration shows one chain of language migration.Keywords: language genetic, lexicostatistics, time seperated, language age, language migrationAbstrak :Hubungan Kekerabatan Bahasa adalah merupakan kajian linguistik historis komparatif. Bahasa Batak mempunyai beberapa dialek diantaranya Toba, Mandailing, Simalungun, dan Karo. Dengan menggunakan metode kuantitatif hubungan kekerabatan keempat dialek tersebut dihitung secara leksikostatistik. Dalam leksikostatistik, kekerabatan bahasa dilihat berdasarkan persamaan bunyi-bunyi yang ada dalam leksikon yang muncul pada bahasa-bahasa tersebut. Kemiripan secara fonetis ini akan menjadi dasar apakah sebuah kata dalam satu bahasa memiliki hubungan dengan bahasa yang lain. Indikator yang digunakan untuk menentukan kata berkerabat adalah kosa kata dasar yang disebut kosa kata dasar Swadesh yang berjumlah dua ratus kosa kata yang dianggap ada pada semua bahasa di dunia. Dengan menggunakan cara Crowley diperoleh hasil bahwa hubungan kekerabatan keempat dialek tersebut adalah dalam satu keluarga. Diketahui juga bahwa Mandailing merupakan dialek proto dari keempat dialek yang ada. Diperoleh hasil berdasarkan penghitungan glotokronologi bahwa waktu pisah keempat dialek ini terjadi antara 1000-2000an tahun yang lalu yang berarti dialek tersebut sudah ada sejak tahun 205SM sampai 934M. Dialek ini bermigrasi dari Mandailing ke Toba lalu ke Simalungun dan Karo. Arah Migrasi menunjukkan satu mata rantai migrasi bahasa.Kata kunci: kekerabatan, leksikostatistik, waktu pisah, usia bahasa, migrasi bahas

    Fungsi Umpasa pada Masyarakat Simalungun

    Get PDF
    Abstrak:Simalungun memiliki potensi untuk mengembangkan kebahasaan dan kesastraannya. Di antaranya, melalui tradisi lisan umpasa. Di kalangan masyarakat Simalungun, umpasa sering digunakan di dalam keluarga yang mematuhi adat istiadat setempat. Seni tradisi lisan yang mirip pantun dalam tradisi Melayu ini, memiliki nilai sosial yang tinggi. KATA KUNCI : umpasa, tradisi lisan, sastr

    BENTURAN BUDAYA TRADISI MODERNITAS DALAM CERPEN-CERPEN KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    It discusses about the process of tradition clash presented in East Kalimantan short stories. It analyzes the cause and effect of the clash using the theory of the sociology of literature. It studies about how the icons of tradition and modernity defend their own culture. The one who represents those icons will be studied further as well. The result shows that people who represent those two icons involve in a contest because of different cultures brought by each of them. It also reveals that the cultural clash can be frontal or not. That different situation depends on each icon’s struggle defending their cultural values.     

    LOA: Volume 13, Nomor 2, Desember 2018

    No full text

    Kata Pengantar

    No full text

    LEGENDA DANAU LINDU SULAWESI TENGAH: STRUKTUR NARATIF

    Get PDF
    Legenda tentang Danau Lindu sangat erat hubungannya dengan asal usul terjadinya danau tersebut dan pemikiran masyarakatnya. Untuk dapat menguak pemikiran tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis struktur naratifnya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menganalisis struktur naratif cerita asal-usul Danau Lindu. Masalah yang dibahas adalah bagaimana struktur naratif dan makna legenda Danau Lindu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur naratif yang dikembangkan oleh Levi-Strauss sebagaimana yang diterapkan oleh Heddy Shri Ahimsa Putra pada saat menganalisis ceritacerita mengenai Orang Bajo. Penelitian terhadap legenda Danau Lindu menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang memiliki tujuan mencari makna, pemahaman, pengertian,verstehen tentang suatu fenomena, kejadian, maupun kehidupan manusia dengan terlibat langsung dan/tidak langsung dalam setting yang diteliti, kontekstual, dan menyeluruh

    Meningkatkan Kemampuan Wawancara Melalui Dialog Imajinatif dengan Tokoh Idola Siswa SMA Negeri 1 Binjai

    Get PDF
    Communicating is something that is absolutely necessary every individual. By communicating life will be easy. With a lot of communicating, then something will be lighter weight. With a lot of difficulty communicating anyway everything will be easily overcome. Interview is part of the communication activities. In order of social life, the interview is not new anymore. Formally, the interview will be required every time someone entering the workforce. However, any converse informally also frequently experience. With many questions to the speaker, it will be easy established good relations. So it is clear that the interview, both formal and informal, will be able to foster self-confidence of an individual. Presumably because it was also the government through the Ministry of Education put learning materials in the curriculum converse Indonesian language and literature classes X and XI SMA Negeri 1 Binjai. This means that students really prepared for a lot of interviewing, as their stock when completed high school, or in simpler language students are encouraged to practice communicating. On this basis, researchers are trying to develop a learning technique called: Improving interview skills through imaginative dialogue with student idol. Learning with imaginative dialogue is done by presenting the students idolize figures in their imagination, as well as imaginative dialogue with the idol. Having tried out in a classroom action research (classroom action research) in three cycles, then this study proved very successful. Acquisition value of the average student is very good, which is 82.8 on one cycle, 81.8 on two cycles, and 85.95 on the ketiga.Karena cycle anyway, this learning is very good and suitable for use anywhere, regardless of space and of time, because each student (every human being) must have its own idol who is usually the person who admired

    Perbandingan Struktur Melodik Intonasi Tuturan Modus Deklaratif Bahasa Jawa antara Penutur di Medan dan Solo

    Get PDF
    Abstract :The thesis title is Intonation Java Language Speech of Declarative Mode Native in Medan (Comparison with Intonation Java Languages Speech of Declarative Mode Native in Solo). The goal of the study is to measure the meaning and the significan of differences in duration of speech sounds silables declarative mode of the Java language which is spoken by native speakers of Javanese in Medan and Solo. This study uses quantitative method with experimental approach. The determination of the samples in this study are using nonprobability purposive sampling with 40 people as samples. Data processed using praat program to identity of intensity, frequency and duration. Once measured, performed statistical tests which using SPSS (Statistics Package for Social Scientist) apply Independent Sample T-Test to determine whether significant differences in the average indices of the two groups of variables. The analysis showed that the average intonation declarative mode of performative speech spoken by speakers of Medan show any significance difference in the mean duration of speech sounds silabis mode declarative performative spoken by speakers of Solo. Keywords: Intonation, Declarative Mode, Java Language in MedanAbstrak :Penelitian ini mengkaji Struktur melodik Intonasi Tuturan Modus Deklaratif Bahasa Jawa Penutur di Medan (Perbandingan dengan Struktur melodik intonasi Tuturan Modus Deklaratif Bahasa Jawa Penutur di Solo). Tujuannya adalah mengukur rerata dan signifikansi perbedaan struktur melodik intonasi tuturan modus deklaratif bahasa Jawa yang dituturkan oleh penutur bahasa Jawa di Medan dan Solo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan NonProbability Sampling dengan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Data diolah menggunakan program praat untuk mengetahui ukuran durasi. Setelah diukur, dilakukan uji statistik menggunakan program SPSS (Statistics Package for Social Scientist) yang menerapkan Independent Sample TTest untuk mengetahui signifikan tidaknya perbedaan rerata indeks dari dua kelompok variabel. Hasil analisis menunjukan bahwa rerata struktur melodik intonasi tuturan modus deklaratif performatif yang dituturkan oleh penutur Medan menunjukan signifikansi perbedaan dengan rerata struktur melodik intonasi tuturan modus deklaratif performatif yang dituturkan oleh penutur Solo. Kata Kunci: Struktur melodik Kalimat Deklaratif, Bahasa Jawa penutur Meda

    Mengamati ‘Aku Penari dan Perempuan Langit’

    Get PDF
    ABSTRAK :Imajinasi kita sebagai pembaca menerawang terhadap tokoh rekaan yang kita hadapi. Bahwa protagonis adalah seorang yang mencoba mendobrak sistem dan norma yang telah mapan dan mampat. Dia adalah tokoh yang kreatif dan merdeka. Pada konflik berikutnya pengarang melaga atau menghadapkan tokohnya melawan sistem dan peradaban borjuis dan dekaden. Ini sangat menarik kalau saja protagonis komited terhadap apa yang dicitakan dan diimpikannya tapi pengarang tampak surut ibarat seorang wasit yang bijak membunyikan peluit untuk memisah pada saat pertarungan kalah menang itu.KATA KUNCI: cerpen, apresias

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇