Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Struktur dan Fungsi Komunikasi Teks Berita Surat Kabar Indonesia
AbstrakBahasa merupakan sistem arti dan sistem bentuk untuk merealisasikan arti itu. Struktur bahasa ditentukan oleh fungsi bahasa. Dengan kata lain, struktur teks ditentukan oleh fungsi yang akan disampaikan oleh pemakai bahasa melaui teks itu. Kajian ini bertujuan mendeskripsi struktur dan fungsi komunikasi teks berita surat kabar Indonesia dengan merujuk fungsi bahasa sebagai kerangka konseptual. Dengan menggunakan sampel 37 terbitan koran dari seluruh Indonesia dan teknik analisis berdasarkan teori linguistik fungsional sistemik (LFS), kajian ini berhasil mendeskripsi struktur dan fungsi komunikasi teks berita surat kabar Indonesia.Kata kunci: struktur, fungsi komunikasi, teks surat kaba
KETIDAKADILAN GENDER DAN BENTUK PERLAWANANNYA DALAM NOVEL GURU DANE KARYA SALMAN FARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk ketidakadilan dan bentuk-bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan gender yang dialami perempuan dan diwakilkan oleh tokoh Sumar dalam novel Guru Dane karya Salman Faris. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan kajian feminisme sastra. Sumber data ialah novel Guru Dane karya Salman Faris, buku teori feminisme dan jurnal, sementara itu data dalam penelitian ini ialah kata-kata, kalimat-kalimat yang menunjukkan masalah dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidakadilan gender dalam novel Guru Dane karya Salman Faris diantaranya ialah pelabelan negatif, tidak mempunyai kebebasan berpendapat, dan pemarjinalan perempuan sebagai seorang istri. Bentuk-bentuk perlawanan ketidakadilan gender dalam novel Guru Dane karya Salman Faris berupa berani mengemukakan pendapat, memberikan pemahaman, dan melakukan perlawanan langsung
Budaya Sumatera Utara dalam Kaca Mata Budayawan Jawa
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu dialek Djohor-Riau. (Abdul Rahman, 1985). DaIam Kongres Bahasa Indonesia II di Medan tahun 1954 telah dirumuskan bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu. Dengan kata lain, dasarnya ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat. Tetapi dalam perkembangannya kemudian, bahasa Indonesia selalu menerima unsur serapan dari mana saja untuk perubahan dan kemajuannya. Ternyata unsur serapan yang masuk bukan saja dari bahasa serumpun tetapi juga dari bahasa asing sebagai upaya penyesuaian pada keadaan dan situasi masyarakat modern. Dengan demikian, pada asasnya bahasa Indonesia masih tetap menggunakan bahasa Melayu akan tetapi tidak terikat secara ketat pada tata bahasa itu. Adaptasi pada pembaharuan dan modernisasi bahasa menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern dalam arti sesungguhnya. Berbagai pengaruh dari bahasa serumpun atau bahasa asing telah mengubah bentuk dan memperkaya struktur bahasanya. Akibatnya, bahasa Indonesia telah berbeda coraknya dengan bahasa Melayu. Bahasa Indonesia yang statusnya sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara adalah bahasa yang hidup serta tunduk pada hukum perubahan bahasa. Berlakunya perubahan tersebut disebabkan oleh pemakainya memasukkan pengaruh dari bahasa-bahasa daerah seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, Bali ataupun pengaruh dari bahasa asing seperti Belanda dan Inggris. Sebenarnya termasuk Arab dan Cina. Pengaruh bahasa daerah meliputi pinjaman kata-kata, struktur kata dan kalimat. Di samping berlakunya proses pinjaman, muncul pula pembentukan kata-kata baru yang istimewa, penerimaan gugus konsonan rangkap (kluster) dan vocal fe/pepet pada suku kata akhir.Kata Kunci: budaya, etnisitas, bahasa loka
BENTUK TINDAK TUTUR PENOLAKAN PADA NOVEL "AYAT-AYAT CINTA" KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
Refusal belongs to illocutionary acts of commissive. It occurs in all languages and is formulated differently based on their cultural background. People refuse either directly or indirectly. Beebe and Takahashi (1990) provided a classification of refusal strategy that can be used to analyze the form of refusal utterances. This study aims to discover the refusal strategies used in the novel of Ayat-ayat Cinta by Habiburrahman El Shirazy. The analysis was done to the speech act of refusals (SARs) in response to requests, questions, suggestions, orders, and invitations. The data were analyzed and categorized according to the refusal taxonomy by Beebe et al. To see the felicity condition of the refusal, the IFIDs are used to indicate the performative verbs of refusals utterances. The finding showed that the refusers perform different SARs. Indirect SARs of excuse/reason/explanation, statement of principle, and statement of regret were the prefered formula used in refusing. Besides, the power relation of the refusers which were higher, equal, and lower also distinguished the choice of semantic formula. The indirect SAR of flat no was not much prefered by the three power relation of the refusers. The performative verbs used in the refusal utterances are tell, ask, threaten, promise, request, inform, forbid, and beg
Nilai Budaya dalam Cerita Si Jonaha, Kecapi Sakti, dan Sumpitan Sakti
Masyarakat Simalungun mengenal falsafah habonaran do bona dalam sistem budayanya. Habonaran do bona dapat diartikan sebagai falsafah hidup manusia Simalungun yang berpedoman pada sesuatu yang benar atau kehidupan yang berpangkal dari kebenaran yang hakiki, yakni kebenaran menurut hukum Ketuhanan yang Maha Esa. Falsafah habonaran do bona telah dikenal masyarakat sejak Belanda belum menjajah Simalungun. Di dalam falsafah ini terkandung keinginan memperoleh kebahagiaan, kesentosaan, kesejahteraan, dan kedamaian. Keinginan itu harus ditempatkan pada jalan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara manusiawi, juridis, maupun ketuhanan. Dengan kata lain, setian tindakan manusia Simalungun harus diuji dalam kebenaran yang bersumber dari kodrat manusia, hukum, dan tidak bertentangan dengan kebenaran sejati yang diturunkan Tuhan yang Maha Esa.Kata Kunci : nilai budaya, cerita rakyat, habonaran do bon
KEARIFAN LOKAL BUDAYA MINANGKABAU DALAM SENI PERTUNJUKKAN TRADISIONAL RANDAI
Randai merupakan seni pertunjukkan tradisional yang memuat beragam kearifan lokal budaya Minangkabau. Berpedoman pada hal tersebut dipandang penting untuk mengkaji dan meempertahankan kelestarian randai di tengah kehidupan masyarakat Minangkabau modern. Pertimbangan lainnya adalah pesatnya budaya modern yang berorientasi liberalistik-kapitalistik memasuki berbagai lapisan kehidupan masyarakat Minangkabau menyebabkan seni tradisi beserta nilai-nilai tradisional mengalami kegamangan. Dilatarbelakangi fakta-fakta tersebut penelitian terhadap kearifan lokal budaya Minangkabau dalam seni pertunjukkan tradisional randai ini dilakukan. Dengan menggunakan metode library research, tujuan yang hendak dicapai adalah menganalisis unsur kearifan lokal budaya Minangabau dalam seni pertunjukkan tradisional randai. Proses penelusuran literatur dan penelaahan kembali berbagai hasil kajian randai, baik dari aspek estetika gerak dan tari, musik, gerak silat, lakon, dan naskah cerita menghasilkan simpulan bahwa Randai Minangkabau memuat ragam unsur kearifan lokal yang bersumber dari ajaran agama, adat, serta falsafah alam. Temuan ini membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau adalah masyarakat yang kaya akan seni tradisi dan berkehidupan dilandasi oleh ajaran agama, adat, serta kepedulian terhadap alam semesta.
ANALISIS ALIH KODE PADA BAHASA GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS BILINGUAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alih kode oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas bilingual. Secara spesifik, penelitian ini mengkaji wujud, fungsi, dan faktor penyebab penggunaan alih kode. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data verbal, yaitu rekaman tuturan guru dalam kegiatan pembelajaran yang ditranskripsikan kemudian dibuat dalam korpus data. Data verbal yang dimaksud berupa satuan-satuan lingual berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung alih kode. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, yaitu peneliti tidak terlibat dalam percakapan (hanya menyimak saja). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua wujud alih kode yang berupa alih bahasa, yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan alih kode dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Fungsi penggunaan alih kode oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah menjelaskan tentang sesuatu, mengulang kembali makna tuturan, memerintah, memuji, memberi pertanyaan, menarik perhatian, dan menerjemahkan. Faktor penyebab penggunaan alih kode dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang ditemukan dalam penelitian ini adalah faktor linguistik, faktor situasti kelas, faktor tujuan yang ingin dicapai penutur, dan faktor emosi penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alih kode oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas bilingual. Secara spesifik, penelitian ini mengkaji: 1) wujud, 2) fungsi, dan 3) faktor penyebab penggunaan alih kode. Data dalam penelitian ini berupa data verbal, yaitu rekaman tuturan guru dalam kegiatan pembelajaran yang ditranskripsikan kemudian dibuat dalam korpus data. Data verbal yang dimaksud berupa satuan-satuan lingual berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung alih kode. Teknik pengumpulan data yaitu: 1) observasi, 2) wawancara, 3) analisis dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua wujud alih kode yang berupa alih bahasa, yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan alih kode dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Fungsi penggunaan alih kode oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah: 1) menjelaskan tentang sesuatu, 2) mengulang kembali makna tuturan, 3) memerintah, 4) memuji, 5) memberi pertanyaan, 6) menarik perhatian, dan 7) menerjemahkan. Faktor penyebab penggunaan alih kode dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: 1) faktor linguistik, 2) faktor situasti kelas, 3) faktor tujuan yang ingin dicapai penutur, dan 4) faktor emosi penutur.Kata kunci : alih kode, bahasa guru, kelas bilingua