Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    PERBANDINGAN KARAKTER KEISLAMAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DI BAWAH LINDUNGAN KABAH KARYA HAMKA DAN NOVEL ATHEIS KARYA AKHDIAT KARTA MIHARDJA

    No full text
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: a. untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam  berdasarkan karakter tokoh utama dalam novel Di Bawah Lindungan Kabah dan novel Atheis; b. untuk mengetahui latar belakang yang menyebabkan kedua tokoh mengalami akhir hidup yang berbeda. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbandingan karakter kedua tokoh dari segi pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang menyebabkan akhir kehidupan mereka berbeda dan apa sebab-sebab yang melatarbelakangi sehingga kedua tokoh tersebut mengalami akhir hidup yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif komparatif serta teknik studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa kedua tokoh utama dari tiap-tiap novel memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan tersebut antara lain: a. tokoh Hamid memiliki sikap yang istikamah sedangkan Hasan tidak istikamah; b. tokoh Hamid memiliki karakter yang dapat menahan hawa nafsu sedangkan tokoh Hasan cenderung memperturutkan hawa nafsu; c. tokoh Hamid sangat berbakti kepada orang tuanya sedangkan tokoh Hasan berani melawan orang tua; d. tokoh Hamid berislam berbasis berpikir sedangkan tokoh Hasan dalam berislam kurang memakai akal pikirannya. Kata kunci: Karakter, keislaman, perbandingan, nove

    KEROHANIAN TIMUR SANUSI PANE DALAM DUA KARYANYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perhatian Sanusi Pane pada kerohanian Timur yang tertuang di dalam dua drama karyanya, yaitu : “Airlangga” dan “Sandhyakala Ning Majapahit”. Jenis penelitian yang digunakan  adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka (pengumpulan pustaka). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekspresif. Pendekatan yang menitikberatkan pada ekspresi perasaan atau tempramen penulis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kerohanian Timur (ajaran Hindu dan Buddha) sudah merasuk dan melekat dalam sanubari Sanusi Pane. Perjalanan ke Indialah yang melatarbelakangi perubahan pandangan hidup dan pandangan kesusastraannya. Pandangan-pandangan Sanusi Pane banyak sekali yang bertentangan dengan pandangan Sutan Takdir Alisyahbana. Walaupun banyak pertentangan, Sanusi Pane tetap menuangkan pandangan atau perhatiannya terhadap kerohanian Timur tersebut ke dalam dua karya dramanya. Diantaranya yaitu: drama pertama yang ditulis Sanusi Pane dengan berbahasa Belanda yaitu “Airlangga”, dan sudah diterjemahkan oleh Das Chall. Dan juga dramanya yang berjudul “Sandhyakala Ning Majapahit”. Pandangannya tertuang dengan sangat rapi dan menarik. Penokohan serta alur cerita yang dibuat oleh Sanusi Pane tidak lepas dari ajaran Hindu dan Buddha (kerohanian Timur)

    Analisis Struktur Puisi Karya Perempuan dalam Majalah Suara ‘Aisyiyah

    No full text
    This research focuses on examining poems published in Suara 'Aisyiyah magazine in the "Aksara" rubric written by Cheny Kurata A'yun, which in quantity appears frequently in the 2021 publication period. This research aims to describe the structural analysis of women's poetry in Suara 'Aisyiyah magazine published in 2021. The research method used is a qualitative method by descriptive analysis, with the object of research in the form of three poems by Cheny Kurata A'yun entitled "Rain on a Prayer Mat", "Owner of Pertiwi" and "Hilang Arah" (2021). This study concludes that women's poems written in the 2021 publication period have a consistent physical and inner structure. This is characterized by the elements of construction with the presence of diction, imagery, majas, rhyme, typography, theme and mandate.  AbstrakPenelitian ini berfokus dalam mengkaji puisi-puisi yang terbit di majalah Suara ‘Aisyiyah dalam rubrik “Aksara” yang ditulis oleh Cheny Kurata A’yun yang secara kuantitas kemunculan sering ada pada periode terbit tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan analisis struktur puisi perempuan dalam majalah Suara ‘Aisyiyah periode terbit tahun 2021 tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara deskriptif analisis, dengan objek penelitian berupa tiga puisi karya Cheny Kurata A’yun yang berjudul “Hujan di Atas Sajadah”, “Pemilik Pertiwi” dan “Hilang Arah” (2021). Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa puisi-puisi perempuan yang ditulis pada periode terbit tahun 2021 memiliki struktur fisik dan batin yang ajek. Hal ini ditandai dengan unsur-unsur pembangun dengan adanya diksi, imaji, majas, rima, tipografi, tema dan amanat

    Multilingualisme dan Kesetiaan Berbahasa Indonesia: Studi Lanskap Linguistik di Ruang Publik Pamekasan, Madura

    No full text
    This study aims to describe the types of languages used and the loyalty to the Indonesian language in public spaces in Pamekasan. The research data consists of 704 linguistic objects in public spaces in Pamekasan such as street names, brand names, and business establishments, names of places of worship, names of trade complexes, names of offices, names of educational institutions, names of hospitals, building names, organization names, names of public facilities, road signs, and banners and product service advertisements. The results revealed the use of multiple languages in public spaces in Pamekasan, with eight language variations, including Indonesian, Indonesian and English, Indonesian and Arabic, English, Indonesian and Javanese, Indonesian and Madurese, Madurese, and other languages. Language loyalty to Indonesian in public spaces in Pamekasan was found to be relatively high, with pure Indonesian language use at 63%, Indonesian and other languages at 28%, and the use of regional and foreign languages at 9%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bahasa dan bagaimana kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan. Data penelitian ini sejumlah 704 objek linguistik di ruang publik Pamekasan seperti nama jalan, merk dagang & lembaga usaha, nama tempat ibadah, nama kompleks perdagangan, nama perkantoran, nama lembaga pendidikan, nama rumah sakit, nama gedung, nama organisasi, nama fasilitas umum, nama rambu umum & penunjuk jalan, dan nama spanduk dan iklan layanan produk. Hasilnya ditemukan multilingualisme penggunaan bahasa di ruang publik Pamekasan dengan 8 jenis variasi bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Indonesia & Inggris, bahasa Indonesia & Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia & Jawa, bahasa Indonesia & Madura, bahasa Madura, dan bahasa lainnya. Kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan ditemukan masih cukup tinggi. Penggunaan bahasa Indonesia murni ditemukan sebanyak 63%, bahasa Indonesia dan bahasa lain 28%, dan bahasa daerah dan bahasa asing sebanyak 9%

    REPRESENTASI JEJAK HISTORIS RELASI RUSIA DAN HINDIA BELANDA DALAM SYAIR TAN TENG KIE (Historical Traces of Relations between Russia and the Dutch East Indies in Tan Teng Kie’s poetry)

    No full text
    This research aims to explain the historical events, background and facts of relations between Russia and the Dutch East Indies which are described in Tan Teng Kie's poetry Sair dari hal datengnja poetra makoeta Keradjaan Roes di Betawi, dan pegihnja and in Esper Ukhtomsky's diary entitled Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890—1891. Researcher analyzed the poetry using the New Historicism approach. This research is an interpretive qualitative research with a parallel reading approach. The results of the research show that the poetry by Tan Teng Kie is generally consistent with Ukhtomsky's diary in telling the story of the arrival of the Russian crown prince to the Dutch East Indies in 1891. In the poetry the places that the Russian crown prince visited were (1) Batavia, (2) Bogor, (3) Garut, (4) Bekasi. The main aim of visiting was traveling and increasing knowledge. In the Dutch East Indies, the Russian crown prince and his entourage met with people from the Dutch East Indies government and army, such as the Governor General, generals, Dutch Indies ministers, and other nobles. In the poetry text, there are many short descriptions with general details that the poet witnessed. On the other hand, Ukhtomsky explains the historical events, background and facts supporting relations between Russia and the Dutch East Indies in more detail in his book entitled Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890-1891.Penelitian ini bertujuan menjelaskan peristiwa sejarah, latar belakang, dan fakta pendukung relasi Rusia dan Hindia Belanda yang digambarkan dalam Sair dari hal datengnja poetra makoeta Keradjaan Roes di Betawi, dan pegihnja karya Tan Teng Kie dan dalam buku catatan harian Esper Ukhtomsky yang berjudul Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890—1891. Untuk mencapai tujuan itu, peneliti menganalisis syair tersebut dengan menggunakan pendekatan New Historicism. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretif dengan pendekatan pembacaan paralel antara teks syair dan teks nonsastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair karya Tan Teng Kie itu secara umum berpadanan dengan buku catatan harian Ukhtomsky dalam menceritakan peristiwa kedatangan putra mahkota Rusia ke Hindia Belanda pada tahun 1891. Dalam syair digambarkan peristiwa sejarah kedatangan putra mahkota Rusia ke beberapa tempat di Hindia Belanda, seperti (1) Batavia, (2) Bogor, (3) Garut, (4) Bekasi dengan tujuan utama berwisata dan menambah pengetahuan. Saat berada di Hindia Belanda, putra mahkota Rusia dan rombongannya bertemu dengan orang-orang dari pemerintah dan tentara Hindia Belanda, seperti Gubernur Jenderal, para jenderal, para menteri Hindia Belanda, dan bangsawan lain. Dalam teks syair, ditampilkan banyak deskripsi singkat dengan detail umum yang penyair saksikan. Sebaliknya, Ukhtomsky menjelaskan peristiwa sejarah, latar belakang, dan fakta pendukung relasi Rusia dan Hindia Belanda secara lebih rinci dalam bukunya yang berjudul Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890—1891

    Analisis Nilai Budaya dalam Serial Animasi Маша и Медведь (Masha and The Bear)

    Get PDF
    The forms of films themselves vary from story films, educational films, and documentaries to films easily liked by children, namely animated films. Animated films can be an effective tool for conveying education to children because of their attractive visual delivery style. This research focuses on interpreting various character behaviors in the animated series Маша и Медведь /Masha i Medved'/ 'Masha and The Bear' to explore the meaning contained therein, especially cultural values. This research uses a descriptive qualitative method of Koentjaraningrat theory analysis.   Koentjaraningrat believes that universal cultural values consist of seven elements, including language systems, knowledge systems, social systems, living equipment and technology systems, livelihood or economic systems, arts, and religious systems. The data collection technique used is observation and data documentation in the form of capturing each scene in the Masha and The Bear animation which is considered by researchers to be a cultural element. The results of this research show that there are cultural values contained in the data with details of language systems totaling five findings, knowledge systems totaling five data, systems of social organization or kinship relationships totaling one finding, living equipment, and technology systems totaling forty-seven findings, eye systems livelihood as many as four findings, religious systems as many as one finds, and art as many as three findings. AbstrakPenelitian ini berfokus pada interpretasi berbagai perilaku tokoh dalam serial animasi Маша и Медведь /Masha i Medved’/ Masha dan Si Beruang untuk menggali makna yang terkandung di dalamnya, khususnya nilai budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis teori Koentjaraningrat.  Koentjaraningrat berpendapat bahwa nilai-nilai budaya universal terdiri dari tujuh unsur, diantaranya adalah sistem bahasa, sistem pengetahuan, sistem sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian atau ekonomi, kesenian, dan sistem religi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi data berupa tangkapan layartiap adegan pada animasi Mаша и Медведь /Masha i Medved’/ ‘Masha dan Si Beruang’ yang dianggap oleh peneliti sebagai unsur budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai budaya yang terkandung dalam data dengan rincian sistem bahasa sebanyak lima temuan, sistem pengetahuan sebanyak lima data, sistem organisasi sosial atau hubungan kekerabatan sebanyak satu temuan, sistem peralatan hidup dan teknologi sebanyak sebelas temuan, sistem mata pencaharian hidup sebanyak empat temuan, sistem religi sebanyak satu temuan, dan kesenian sebanyak tiga temuan

    Attitudinal Meaning in Kevin Carter’s Suicide Note

    Get PDF
    This study explicates attitudinal meaning in a suicide note based on Systemic Functional Linguistic approach. This research aims to figure out the attitudinal meaning including affect, judgment, and appreciation in Kevin Carter’s suicide note. Kevin Carter was a photojournalist from South Africa who won a Pulitzer Prize in 1993 for a vulture patiently observing a little girl who collapsed in the forefront of hunger photograph who committed suicide in 33 years old. The method applied in this research is a qualitative research method. The data were taken from Kevin Carter’s suicide note, then they were classified based on the three types of attitude elements. The present writers draw the result of the three attitudinal meaning elements, firstly the affects (feeling) found in the Kevin Carter’s suicide note showed the emotions that deal with the negative feelings. Secondly, the judgment or ethics relate to attitude toward habit and behaviour delivered in the Kevin Carter’s suicide note deals with condemn as the negative moral. The last, the appreciation connects to aesthetics which involves the evaluation indicated in the Kevin Carter’s suicide note relates to the reaction which has a process type (affection) as an interpersonal. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna sikap di dalam sebuah catatan bunuh diri berdasarkan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. Tujuan penelitian ini menggambarkan makna sikap yang meliputi afeksi, penilaian, dan apresiasi di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter. Kevin Carter adalah seorang wartawan foto dari Afrika Selatan yang mendapat Pulitzer Prize pada tahun 1993 mengenai foto seekor burung nasar yang sedang mengamati seorang gadis kecil yang jatuh pingsan di depannya karena kelaparan yang bunuh diri pada usia 33 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode riset kualitatif. Data yang digunakan berasal dari catatan bunuh diri Kevin Carter, kemudian data tersebut diklasifikasi berdasarkan tiga elemen utama makna sikap. Para peneliti mendeskripsikan hasil penelitian, pertama, afeksi yang berhubungan dengan perasaan yang ditemukan di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter menunjukkan emosi yang berhubungan perasaan yang bersifat negatif. Kedua, penilaian atau etika berhubungan dengan sikap mengenai kebiasaan dan perilaku yang terdapat di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter berhubungan dengan kutukan (celaan) yang bersifat negatif. Ketiga, apresiasi berhubungan dengan estetika yang melibatkan evaluasi yang ditunjukkan di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter yang berhubungan dengan reaksi yang ditunjukan oleh tipe proses (afeksi) sebagai interpersonal

    Language variation in BIPA teaching: innovative solutions for effective language learning in communication competencies

    Get PDF
    The Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) program faces challenges in accommodating language variations, including local dialects, registers, and diverse cultural contexts. This article analyzes innovative approaches in BIPA teaching at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, including communicative, multimodal, audiolingual, and real-task-based learning methods. The research uses a qualitative approach of case studies with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The findings show that this combination of methods is effective in improving the communication competence of BIPA students, both formally and informally. Direct interaction with local communities, integration of digital technology, and visual-audio media enrich students' learning experience and strengthen their pragmatic abilities. This article recommends a language variation-based approach as a strategic solution to create relevant, adaptive, and contextual learning in support of the success of BIPA programs at the international level

    Rekonsiliasi Keluarga dalam Cerita Rakyat Purbasari Ayu Wangi Atawa Lutung Kasarung (2008) dan Iklan Marjan 2020: Kajian Alih Wahana

    No full text
    This study uses the folklore of Purbasari Ayu Wangi atawa Lutung Kasarung by Ajip Rosidi (2008) and its adaptation works in the form of an advertisement for Marjan's product which will be broadcast in 2020. It is interesting to study this work to see how a folktale undergoes multiple transformations and still experiences changes when used as a commercial tool in the form of advertisements on television today. This research examine how ride-hailing travels in two media, namely text and video advertisements. The method used in this study is a qualitative method  focuses on adaptation. Theories and concepts used in this study are A.J. Greimas' structural theory, the concepts of adaptation, folklore, and advertising media discourse. The purpose of this research is to find out the family reconciliation contained in both corpus. The results of the study show that changes in media result in ideological changes in the conflicts shown through video advertisements. The journey of conflict in Purbasari Ayu Wangi atawa Lutung Kasarung shows how the power of older siblings dominates younger siblings. Family reconciliation is shown by how women are weak and dependent on men. Meanwhile, in the advertisement for Marjan 2020, the character Purbasari is shown to have power over herself. The presence of a man, namely Lutung Kasarung, plays a role in helping family reconciliation, but Purbasari appears with her own strength in resolving internal family conflicts. This research helps show how re-direction can improve the position of women without changing the core story. AbstrakPenelitian ini menggunakan cerita rakyat Purbasari Ayu Wangi atawa Lutung Kasarung (2008) karya Ajip Rosidi dan karya adaptasinya berupa iklan produk Marjan yang tayang pada tahun 2020. Karya tersebut menarik diteliti untuk melihat sebuah cerita rakyat mengalami transformasi berkali-kali dan masih mengalami perubahan ketika dijadikan alat komersil dalam bentuk iklan di televisi pada masa kini. Penelitian ini mengkaji perjalanan alih wahana dalam dua media, yakni teks dan video iklan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan alih wahana yang berfokus pada adaptasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural A.J. Greimas. Sementara itu, konsep yang digunakan berupa konsep adaptasi, folklor, dan wacana media iklan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rekonsiliasi keluarga yang terdapat dalam kedua korpus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan wahana mengakibatkan perubahan ideologi dalam konflik yang ditampilkan melalui video iklan. Perjalanan konflik dalam Purbasari Ayu Wangi atawa Lutung Kasarung memperlihatkan kuasa kakak mendominasi adik, rekonsiliasi keluarga diperlihatkan perempuan sebagai sosok yang lemah dan bergantung kepada laki-laki. Sementara itu, dalam iklan Marjan 2020 tokoh Purbasari diperlihatkan mempunyai kuasa atas dirinya sendiri. Kehadiran laki-laki yakni Lutung Kasarung berperan membantu rekonsiliasi keluarga, tetapi Purbasari tampil dengan kekuatannya sendiri dalam menyelesaikan konflik internal keluarga. Penelitian ini membantu memperlihatkan alih wahana dapat membuat posisi perempuan menjadi lebih baik tanpa harus mengubah inti ceritanya

    Father Absence and Female Masculinity in Little Women (2019) and Yuni (2021)

    No full text
    This research aims to find the relation between the father's absence and the masculinity of the daughter and how the father's absence can influence a daughter's masculine behavior in characters Jo of Little Women (2019) and Yuni of Yuni (2021). Therefore, the researcher found the relationship between these issues using Carl Jung's father absence theory and Jack Halberstam's female masculinity theory. Then researchers use qualitative methods by interpreting or defining the comparison of Jo and Yuni's characters. The data units in this research are scenes of the movie that are explained through story narration and the lingual unit of verbal dialogues. Then, the researcher created a database to facilitate the analysis process, which collects data as a dialogue. Then, the researcher assigns markings or codes to the data to divide the relevant dialogue. Next, to analyze the data, the researcher adjusting the behavior of Jo and Yuni related to the female masculinity variable, namely tomboy or, more specifically, independent and rebellious behavior. From those behaviors, the researcher determines the root cause of the existing similarities. After that, the researcher concludes the findings. The results obtained in this research are father’s absence has been shown to affect daughters' masculinity. Then, there is a tendency for tomboy behavior in them. These behaviors are independence and rebellion. Both behaviors arise because of the form of father's absence experienced. Then, the daughter who experiences a father's absence not must have the same form of behavior. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara ketidakhadiran ayah dan maskulinitas anak perempuan dan bagaimana ketidakhadiran ayah dapat mempengaruhi perilaku maskulin anak perempuan pada karakter Jo dari Little Women (2019) dan Yuni dari Yuni (2021). Oleh karena itu, peneliti menemukan hubungan antara isu-isu tersebut dengan menggunakan teori ketidakhadiran ayah dari Carl Jung dan teori maskulinitas perempuan dari Jack Halberstam. Kemudian peneliti menggunakan metode kualitatif dengan memaknai atau mendefinisikan perbandingan karakter Jo dan Yuni. Unit data dalam penelitian ini adalah adegan-adegan film yang dijelaskan melalui narasi cerita dan unit lingual berupa dialog verbal. Kemudian, peneliti membuat database untuk memudahkan proses analisis, yaitu mengumpulkan data berupa dialog. Kemudian, peneliti memberikan tanda atau kode pada data untuk membagi dialog yang relevan. Selanjutnya, untuk menganalisis data, peneliti menyesuaikan perilaku Jo dan Yuni yang berkaitan dengan variabel maskulinitas perempuan, yaitu tomboi atau, lebih spesifiknya, perilaku mandiri dan pemberontak. Dari perilaku tersebut, peneliti menentukan akar penyebab dari kesamaan yang ada. Setelah itu, peneliti menyimpulkan hasil temuannya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ketidakhadiran ayah terbukti mempengaruhi maskulinitas anak perempuan. Kemudian, terdapat kecenderungan perilaku tomboi pada diri mereka. Perilaku tersebut adalah kemandirian dan pemberontakan. Kedua perilaku tersebut muncul karena bentuk ketidakhadiran ayah yang dialami. Kemudian, anak perempuan yang mengalami ketidakhadiran ayah belum tentu memiliki bentuk perilaku yang sama

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇