Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
FENOMENA KEBAHASAAN DI LEMBAGA PEMERINTAH KOTA SAMARINDA 2023
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kebahasaan lembaga pemerintah di Kota Samarinda. Fenomena tersebut dapat dilihat dari pengunaan bahasa di ruang publik lembaga. Variabel penelitian ini terdiri atas tiga aspek. Dua variabel bebas, yaitu pengetahuan regulasi kebahasaan dan sikap bahasa, serta satu variabel terikat, yaitu penggunaan bahasa di ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto, yaitu meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak diberi perlakuan khusus oleh peneliti. Sampel penelitian berjumlah 22 lembaga pemerintah di Kota Samarinda, baik instansi pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, maupun sekolah negeri tingkat pertama dan menengah. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner pengetahuan regulasi kebahasaan, sikap bahasa, dan penggunaan bahasa di ruang publik lembaga. Metode statistik dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dengan pengujian hipotesis uji statistik f. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan regulasi kebahasaan dan sikap bahasa pimpinan lembaga pemerintah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan bahasa di ruang publik. Kata kunci: fenomena, sikap bahasa, penggunaan bahasa, ruang publik ABSTRACT This research aims to determine the linguistic phenomenon of government institutions in Samarinda City. This phenomenon can be seen from the use of language in the public space of institutions. This research variable consists of three aspects. Two independent variables, namely knowledge of linguistic regulations and language attitudes, and one dependent variable, namely language use in public spaces. This research uses a quantitative approach with an ex-post facto method, namely examining cause-and-effect relationships that are not given special treatment by researchers. The research sample consisted of 22 government institutions in Samarinda City, both East Kalimantan Provincial government agencies, Samarinda City, as well as primary and secondary level state schools. Determination of the sample using the purposive sampling method. Research data was obtained through questionnaires on knowledge of linguistic regulations, language attitudes, and language use in institutional public spaces. The statistical method in this research uses Multiple Linear Regression Analysis with hypothesis testing, statistical test f. The results of this research show that knowledge of linguistic regulations and the language attitudes of leaders of government institutions have a positive and significant influence on language use in public spaces. Keywords: phenomena, language attitude, language use, public spac
Taksonomi Fungsi Lanskap Linguistik Taman Ayodia dan Taman Puring Jakarta Selatan
Ayodia Park and Puring Park are one of the parks located in DKI Jakarta. In the park there are many linguistic landscapes that can be studied and analyzed in the midst of English globalization. The Indonesian language is present as the national language for the development and education it deserves. This research aims to study the use of language for markers on two parks in the Capital viewed from information and symbolic functions. This method of research is qualitatively descriptive using the approaches of Spolsky and Coper (1997) as well as Landry and Bourhis (1991). The results of the research showed that the use of markers in Ayodia Park and South Jakarta Puring Park has several boards, namely officials, zone labels, regulations, ban boards and warning boards. These boards use a variety of materials, ranging from cement, zinc, fiber, posters with a combination of attractive colors, like red, white, green, orange, and yellow. The language used is mostly Indonesian, there are also some monolinguistic and bilingual boards. From the overall analysis it is known that of several elements of LL Sapolsky and Cooper namely (1) street signs, (2) advertising signes, (3) warnings and prohibitions, (4) the names of buildings, (5) information sign, (6) warning sign, (7) objects, and (8) graffiti used in Puring Park and Ayodya Park. These eight elements have very important functions and utilities for the users of the public area, that is, the general public. By using and managing these linguistic landscape elements well, parks like Puring Park and Ayodya Park can be a pleasant, informative, and safe environment for its visitors. AbstrakTaman Ayodia dan Taman Puring adalah salah satu taman yang terletak di DKI Jakarta. Dalam taman terdapat banyak lanskap linguistik yang dapat dikaji dan dianalisis di tengah pengglobalisasian bahasa Inggris. Bahasa Indonesia hadir sebagai bahasa nasional untuk pembangunan dan pendidikan yang sudah sepatutnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan bahasa untuk papan penanda pada dua taman di Ibu Kota dilihat dari fungsi informasi dan simbolik. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan Spolsky dan Coper (1997) serta Landry dan Bourhis (1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan papan penanda di Taman Ayodia dan Taman Puring Jakarta Selatan terdapat beberapa papan, yaitu papan peresmian, papan tanda pelabelan zona area, papan peraturan, papan larangan, dan papan peringatan. Papan ini menggunakan berbagai material, mulai dari semen, seng, fiber, poster dengan kombinasi warna-warna yang mengundang atensi, seperti merah, putih, hijau, orange, dan kuning. Bahasa yang digunakan lebih banyak berbahasa Indonesia, ada pula beberapa papan yang monolinguistik dan bilingual. Dari keseluruhan analisis diketahui bahwa dari beberapa elemen LL Sapolsky dan Cooper yaitu (1) tanda jalan, (2) tanda iklan, (3) peringatan dan larangan, (4) nama-nama gedung, (5) tanda informasi, (6) tanda peringatan, (7) objek, dan (8) grafiti digunakan di Taman Puring dan Taman Ayodya. Kedelapan elemen ini memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat penting bagi pengguna area publik yaitu masyarakat luas. Dengan memanfaatkan dan mengelola elemen-elemen lanskap linguistik ini dengan baik, taman seperti Taman Puring dan Taman Ayodya dapat menjadi lingkungan yang menyenangkan, informatif, dan aman bagi pengunjungnya
Representasi Konflik Masyarakat Jawa Bagian Timur dalam Babad Blambangan
The opposition between community members that gave rise to the conflict was recorded in the Babad Blambangan (BB), an East Javanese manuscript from the 19th century. The text narrated the causes of the succession of the kings in Blambangan and the conflict situations that accompanied the change of power for every king in Blambangan, from Prabu Tawangalun until Raden Tumenggung Pringgakusuma. The conflicts that are represented indicate the existence of ideas in the minds of the people of East Java about building and maintaining social relations between communities. In this regard, this research aims to understand the perspective of the East Java society towards the phenomenon of conflict in social relations as represented in BB. To find this perspective, qualitative methods were used. This research was also carried out using a multidisciplinary approach through language analysis and socio-cultural conflict approaches. With this approach, various phenomena are classified, identified, analyzed, and interpreted. Theories used to understand the conflict phenomenon are semantics preference and conflict situations. The results of this research show that the conflict in the BB is dominated by issues of power and retaliation. This results reflects the community's perspective on social relations in eastern Java at that time, namely that the existence of personal ambition for power was something that needed to be controlled. If this desire is left uncontrolled, it can damage social relations in society. The findings also strengthen and add to the ideas of previous research regarding the concept of harmony in Javanese society, especially in eastern Javanese society. AbstrakSituasi pertentangan antaranggota masyarakat yang menimbulkan konflik tersebut tercatat dalam Babad Blambangan (BB), naskah Jawa Timur yang berasal dari abad ke-19. Dalam naskah itu dikisahkan penyebab suksesi raja-raja di Blambangan dan situasi konflik yang mengiringi pergantian kekuasaan setiap raja-raja di Blambangan mulai dari Prabu Tawangalun hingga Raden Tumenggung Pringgakusuma. Konflik-konflik yang direpresentasikan tersebut menandai adanya gagasan dalam pemikiran masyarakat Jawa Timur tentang membangun dan mempertahankan hubungan sosial antarmasyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami cara pandang masyarakat Jawa bagian timur terhadap fenomena konflik dalam hubungan sosial yang direpresentasikan dalam BB. Upaya untuk menemukan cara pandang tersebut dilakukan dengan metode kualitatif. Penelitian ini juga dilakukan dengan pendekatan multidisiplin melalui analisis bahasa dan pendekatan konflik sosio-kultural. Dengan pendekatan tersebut, fenomena konflik diklasifikasi, diidentifikasi, dianalisis dan diinterpretasi. Teori yang dimanfaatkan untuk memahami fenomena konflik tersebut adalah preferensi semantik dan konsep conflict situation. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa konflik dalam kisah BB didominasi oleh isu kekuasaan dan pembalasan. Hal tersebut mencerminkan cara pandang masyarakat tentang hubungan sosial masyarakat di Jawa bagian timur di masa itu yakni keberadaan ambisi pribadi atas kekuasaan merupakan suatu hal yang perlu dikendalikan. Apabila kehendak tersebut dibiarkan tanpa kendali maka dapat merusak hubungan sosial di masyarakat. Temuan dalam penelitian ini memperkuat dan menambahkan gagasan penelitian terdahulu tentang konsep kerukunan masyarakat Jawa, terutama pada masyarakat Jawa bagian timur
Lirik Tembang Cianjuran Wanda Panambih dalam Kajian Struktur dan Etnopedagogik
The lyric of Cianjuran Wanda Panambih (Complementary Type) is a kind of lyric that is much inspired by kawih and kesindenan. The use of barels include pelog degung, sorog, salendro, mandalungan, and wisaya. This research aims to find out and determine the structure of lyric Cianjuran wanda panambih songs based on the structures and ethnopedagogics. In this research, a qualitative approach with a descriptive method is applied. Data is collected through documentation techniques and interview techniques. The source of this research data is the lyrics of Cianjuran song by Mang Bakang. The results of the research find 33 (thirty-three) lyrics of the song Cianjuran wanda panambih by Mang Bakang, which are observed in terms of structure and ethnopedagogic value. In terms of structure, 10 lyrics are found in the form of pupuh, 18 lyrics in the form of free poetry, and 5 lyrics in the form of insertions. In the lyrics, most images are found, the most dominant theme is humanity, the most dominant tone is educating the reader or reminding the reader, and the most dominant figurative language is the paraphrasing base style. In terms of étnopédagogic, 71 characters are found that refer to the educational value of cultural and national characters based on the Curriculum Center, Research and Development Agency, Ministry of National Education. This research can add insight into the elements of poetry in Cianjuran songs and the emergence of a sense of pride from the community towards Cianjuran songs. AbstrakLirik Tembang Cianjuran Wanda Panambih (Tipe Pelengkap) merupakan tipe lirik tembang yang dipengaruhi oleh kawih dan kepesindenan. Laras yang digunakan meliputi pelog degung, sorog, salendro, mandalungan, dan wisaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan struktur lirik tembang Cianjuran wanda panambih yang dikaji dari struktur dan etnopedagogik. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Sumber data penelitian ini adalah lirik tembang Cianjuran karya Mang Bakang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 33 lirik tembang Cianjuran wanda panambih karya Mang Bakang yang dikaji dari segi struktur dan nilai etnopedagogik. Dari segi struktur ditemukan 10 lirik dalam bentuk pupuh, 18 lirik dalam bentuk puisi bebas, dan 5 lirik dalam bentuk sisindiran. Di dalam lirik tersebut, kebanyakan ditemukan imaji rasa; tema yang paling dominan, yaitu kemanusiaan; nada yang paling dominan, yaitu mendidik pembaca atau mengingatkan pembaca; dan bahasa figuratif yang paling dominan, yaitu gaya bahasa parafrase. Dari segi etnopedagogik ditemukan 71 karakter yang merujuk pada nilai pendidikan karakter budaya dan bangsa yang berdasar pada Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional. Penelitian ini bisa menambah wawasan tentang unsur puisi dalam tembang Cianjuran serta timbulnya rasa bangga dari masyarakat terhadap tembang Cianjuran
Indonesian Comprehension Proposition on Malaysian Students of UIN Sunan Ampel Surabaya
In this case, the researcher investigates the students from Kuala Lumpur who study in Da’wa and Communication Faculty UIN Sunan Ampel Surabaya. They have difficulties understanding Indonesian Grammar. Such as, when they write a scientific papers or academic assignments, papers, and theses. The factors that make them experience problems in understanding Indonesian are derived from internal and external factors. Internal factors are in their spirit to learn Indonesian and External influences have a significant impact on their ability to learn Indonesian verbally and in writing. UIN Sunan Ampel has a BIPA program. This is placeis for learning Indonesian language skills (speaking, writing, reading, and listening) for language speaking. This research applied a type of qualitative descriptive research. It aims to describe, analyze, and provide an accurate systematic description of the communication problems experienced by Kuala Lumpur international students pursuing undergraduate education at UIN Sunan Ampel Surabaya. The research data were obtained from observations and interviews with research subjects. The researcher used a case study for this research approach. This research was conducted on five international students from Kuala Lumpur in semesters 4, and 8 at UIN Sunan Ampel Surabaya, in semesters 6 there are no students from Kuala Lumpur precisely at the Faculty of Da'wah and Communication. All data collected is analyzed, and then the results are written into a series of sentences in paragraphs. The qualitative descriptive method was applied in this study through observation and interviews. This study found that the understanding of language experienced by Kuala Lumpur. The factors that make them experience problems in understanding Indonesian are derived from internal and external factors. Internal factors themselves and external influences have a significant impact on Kuala Lumpur students' ability to learn Indonesian verbally and in writing a student lies in understanding written and spoken. AbstrakDalam hal ini, peneliti menyelidiki mahasiswa asal Kuala Lumpur yang belajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Mereka kesulitan memahami Tata Bahasa Indonesia. Misalnya saja ketika mereka menulis karya ilmiah atau tugas akademik, makalah, dan tesis. Faktor yang membuat mereka mengalami kendala dalam memahami bahasa Indonesia berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu semangat mereka untuk belajar bahasa Indonesia dan pengaruh Eksternal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mereka dalam belajar bahasa Indonesia lisan dan tulisan. UIN Sunan Ampel mempunyai program BIPA. Tempat ini untuk pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) untuk berbicara bahasa. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan memberikan gambaran sistematis yang akurat mengenai permasalahan komunikasi yang dialami mahasiswa internasional Kuala Lumpur yang menempuh pendidikan sarjana di UIN Sunan Ampel Surabaya. Data penelitian diperoleh dari observasi dan wawancara terhadap subjek penelitian. Peneliti menggunakan studi kasus untuk pendekatan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada lima mahasiswa internasional asal Kuala Lumpur semester 4, dan 8 di UIN Sunan Ampel Surabaya, pada semester 6 tidak ada mahasiswa asal Kuala Lumpur tepatnya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Seluruh data yang terkumpul dianalisis, kemudian hasilnya dituliskan dalam rangkaian kalimat dalam paragraf. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa pemahaman bahasa dialami oleh Kuala Lumpur. Faktor yang membuat mereka mengalami kendala dalam memahami bahasa Indonesia berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor Internal dalam diri sendiri dan Pengaruh Eksternal Eksternal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa Kuala Lumpur dalam belajar bahasa Indonesia lisan dan tulisan. Siswa terletak pada pemahaman tulisan dan lisan
STRUKTUR BATIN DAN FUNGSI MANTRA MASYARAKAT BESEMAH KOTA PAGAR ALAM
The Mantra of the Besemah community is one of the cultural assets that needs to be preserved. However, the spell is currently threatened with extinction. This is caused by several factors, namely the reduced interest of the community, especially young people, to learn spells. Getting older and the death of the chanters, not a few have even died, as well as the lack of documentation regarding the spell. This study aims to analyze the inner structure and function of the mantras of the Besemah community. This study uses qualitative research methods with data collection techniques through interviews and literature studies. The results of the study show that the mantras of the Besemah community have an inner structure consisting of four parts, namely theme, (feeling), tone and message
PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT TEMANGGUNG DALAM BASA TEMANGGUNGAN (SEBUAH TELISIK ETNOLINGUISTIK)
This study aims to use an ethnolinguistic viewpoint and a phenomenological approach to explain the meaning of linguistic units in the Javanese Temanggung dialect. This is in line with the theory of language relativity put forward by Humbolt thesis of language relativity, which claims that there is a link between society, language, and culture, and that each language includes a unique world view. The core data in this study are the linguistic expressions in Basa Temanggungan video, and the secondary data are key informant confirmation and verification results regarding the meaning of lingual units found in the video.The findings suggest that language expressions can describe people's local knowledge based on their culture. The term usel, for example, refers to donated money that is wrapped in a little envelope and given to the host when attending a celebration. It is termed usel because it is offered to the host by slipping it into the host’s hand. The habit of small chat is still very prominent in Javanese society, the host receives the donation with small conversation as if he were about to decline it, forcing the giver to push the host to accept it by tucking it in. The word usel is only used by Temanggung people, not by individuals from other communities