Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
Not a member yet
2068 research outputs found
Sort by
THE SUCCESS FACTORS OF RURAL COMMUNITY BASED TOURISM IN INDONESIA
The practices showed that tourism has been recognized as a concept which contributes to local economic development. The research of Community Based Tourism was abundant but fails to provide detailed touching when it implemented at the rural level at developing countries. The paper attempt to enrich this discussion by providing key success factors of CBT’s sustainable in five water objects tourism. A conceptual model from Thailand experience used as a basic framework and developed based on rural Indonesia context. The descriptive analysis used to identify the determinant factor of CBT in those areas from online questionnaires. Data collected from 221 respondents. The study had identified three factors; ownership, participation, and responsibility as key determinants success factors.
Keywords: Basic infrastructure, Financial Benefit, Local Government, Traditional Culture.
IMPLEMENTATION OF RT / RW FORMATION POLICY AS A VILLAGE COMMUNITY INSTITUTION
This study aims to describe the implementation or implementation of regulations on RT / RW as a Village Community Institution in Sukorejo Village, Sumber Wringin District, Bondowoso Regency in accordance with Regional Regulation Bondowoso No. 13 of 2014 concerning Guidelines for the Establishment of Village Community Institutions. The locations of focus of attention in this study were the Office of Community and Village Empowerment of Bondowoso Regency, and Sekorejo Village, Sumber Wringin Subdistrict, Bondowoso Regency in charge of the Neighborhood and Neighborhood Unit (RT / RW) within the Regional and Village Governments. This research method uses a qualitative approach. The technique of determining the sample of this study using Purposive Sampling is the sample taken based on certain priorities and considerations. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The data used are primary data and secondary data. This study refers to a theory based on the opinion of Edwads III (1980: 10) that the implementation includes communication factors, resources, dispositions and bureaucratic structures. The results of research or data findings, both primary and secondary data, it can be stated that the Implementation of the RT / RW Formation Policy as a Social Institution in Bondowoso Regency especially the Community Empowerment Office and Bondowoso Regency and Sukorejo Village Sumber Wringin District Bondowoso Regency is still less than the maximum, due to the Government Regional and Village Governments have not been able to fully carry out well the four aspects used as benchmarks in the Implementation of the Policy on the Establishment of RT / RW as Village Community Institutions.
Keywords: Implementation, Policy, Village Community Institutions, RT / RW
STREET FOOD MARKET PASAR KAMPOENG KOPAT BOYOLANGU VILLAGE GIRI DISTRICT BANYUWANGI REGENCY
This study aims to find out how the process of community empowerment through the use of symbols of values and traditions of the people in Boyolangu Village, Giri District, Banyuwangi Regency. The symbol used by the community is the Kampoeng Kopat Street Food Market. This research was conducted using qualitative descriptive methods. The results showed that the Boyolangu Village Community had a variety of potentials including potential socio-cultural values such as the tradition of Puter Kayun and Barong Ider Bumi Torch so that this potential was used to create a new tradition, Street Food Market every Saturday night. Besides the program support from the village in the form of business capital assistance development for women members of the Boyolangu women's cooperative, it can be used to support women for the business capital used when selling various dishes, especially ketupat at the Kampoeng Kopat Boyolangu event.
Keywords: Street Food Market, Empowermen
ASUPAN ZAT GIZI MAKRONUTRIEN PADA TODDLER
Nutrisi merupakan substansi organik yang dibutuhkan oleh tubuh toddler. Asupan zat gizi makronutrien dibutuhkan oleh tubuh sebagai penghasil energi. Energi yang dihasilkan ikut mempengaruhi status nutrisi anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran asupan zat gizi makronutrien pada toddler di Kabupaten Jember. Penelitian ini memiliki design penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden dengan ibu yang memiliki anak berusia 1-3 tahun. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner food recall 1x24 jam. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat.Sebagian besar anak toddler memiliki kecukupan zat makronutrien baik karbohidrat, lemak dan protein sebesar 93,3%. Namun, 6,7% anak memiliki kekurangan zat makronutrien. Tercukupinya kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan makan makanan yang beraneka ragam serta mengkonsumsi bahan makanan yang memiliki kandungan sumber karbohidrat, protein dan lemak. Asupan zat gizi makronutrien yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh dapat menyebabkan energi yang dihasilkan kurang dari energi yang dibutuhkan menyebabkan ketidakseimbangan energi sehingga gizi kurang dapat terjad
Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Kewirausahaan Di SD/TK Karunia Hidup Surabaya
Setiap tahun jumlah lulusan sekolah dasar semakin meningkat. Kondisi ini terus meningkat setiap tahunnya, sedangkan di sisi lainnya jumlah lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. Permasalahan ini bisa dikurangi jika ada pelatihan kewirausahaan sejak dini. Mitra kegiatan ini adalah siswa siswi TK/SD Karunia Hidup Surabaya. Pokok masalah yang dihadapi di TK/SD Karunia Hidup adalah keutaman manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan kewirausahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan terstruktur sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. Hasil yang diperoleh dari pelatihan kewirausahaan ini adalah bahwa siswa memiliki kemampuan untuk secara mandiri menghasilkan karya yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari hasil karya mereka yang terlihat rapi dan sesuai dengan contoh wujud barang hasil karya yang sudah jadi yang disampaikan kepada Siswa. Kata Kunci : Kewirausahaan, Karya, Sekolah Dasa
Sosialisasi Peningkatan Usaha Tahu Pada UD. Tagor Gebang Jember
UD. Tagor merupakan perusahaan keluarga dengan bidang usaha mengolah kacang kedelai menjadi tahu. Tahu merupakan makanan yang digemari masyarakat, baik masyarakat golongan bawah hingga atas. Tahu di buat oleh para pengrajin rumah tangga dimana teknologi dan peralatannya pun masih sangat sederhana. Namun tahu yang dibuat oleh semua pabrik tahu selalu monoton, tidak ada inovasi baru yang membuat tahu tersebutlebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pembuatannya pun terkadang masih menggunakan cara tradisonal seperti pada proses pencucian kedelai yang biasanya dilakukan di sungai terdekat, lalu pada proses penghancuran kedelai menjadi sari kedelai juga masih menggunakan cara tradisonal yaitu dengan cara diinjak-injak. Bertolak dari cara pembuatan yang masih menggunakan cara tradisional seperti itulah tahu jarang dikonsumsi oleh para pejabat sebagai jamuan dalam makan malam atau dalam rapat-rapat penting yang biasanya menyuguhkan makanan yang berkelas tinggi. Untuk itu tahu sebagai salah makanan tradisional perlu dilakukan usaha-usaha pembinaan yang mengarah kepada : a). Menciptakan inovasi tahu yang menarik dan tasteful sehingga membuat nilai jual menjadi lebih tinggi, b). Peningkatan usaha memasyarakatkan dan memperluas cakupan konsumen pangan tradisional di daerah lain di luar daerah asal makanan yang bersangkutan, c). Mengemas tampilan tahu agar dapat menjadi makanan “berkelas tinggi” namun dengan harga yang ekonomis.Kata Kunci : tahu, pemasaran, bran
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGIDENTIFIKASI PERILAKU BERESIKO PADA ANAK DI SMP MUHAMMADIYAH 1 JEMBER
Pada dasarnya remaja memiliki resiko untuk melakukan tindakan yang mengarah pada perilaku kenakalan remaja. Perilaku ini juga seringkali ditunjukkan oleh remaja di lingkungan sekolah. Guru juga memiliki peran untuk dapat membantu mengatasi permasalahan kenakalan remaja.Oleh sebab itu, guru diharapkan memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi perilaku remaja di sekolah (siswa).Tujuan pelatihan untuk guru tersebut ialah guru memiliki keterampilan identifikasi perilaku siswa yang cenderung agresif dan tidak disiplin kepada seluruh guru yang berada di SMP Muhammadiyah I Jember.MetodePelaksanaan dalam pelatihan ini dirancang dengan beberapa kegiatan agar kegiatan ini berjalan dengan optimal diantaranya : Asesmen awal, penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan pelatihan, pendampingan guru serta evaluasi. Hasil evaluasi pada pelaksanaan pelatihan tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan peserta pelatihan menilai baik pelaksanaan pelatihan yang telah dilakukan namun ada beberapa aspek yang perlu di perhatikan oleh pemateri yaitu pada aspek durasi waktu pelaksanaan dirasa masih cukup oleh 28,6% peserta dan 14.3% peserta merasa kurang lama pelaksanaannya, hal ini di sebabkan factor perijinan waktu yang di sediakan oleh pihak sekolah. Sedangkan pada aspek media penunjang yang di gunakan oleh pemateri masih ada 14.3% peserta merasa cuku
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM LAPANGAN (OUTDOOR PRACTICUM) BIOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian praktikum lapangan (outdoor) biologi SMA/MA dan mengetahui kualitas instrumen penilaian tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan metode design based research (DBR). Model pengembangan ini terdiri dari: 1) Identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif, 2) Mengembangkan prototype, 3) Melakukan proses berulang dan menguji prototype, 4) Refleksi menghasilkan produk. Data penelitian dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket respon peserta didik yang dianalisis secara kuantitas dan kualitas Hasil analisis data menunjukkan instrumen penilaian praktikum lapangan dari ahli materi sebesar 89,3 dengan kriteria sangat tinggi, penilaian dari ahli evaluasi sebesar 92,6 dengan kriteria sangat tinggi, dan penilaian ahi desain media sebesar 88,7 dengan kriteria sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen penilaian praktikum lapangan (outdoor) biologi dinyatakan layak digunakan.
Implementasi Perjanjian Internasional Terhadap Upaya Pelestarian Penyu Di Indonesia
Penyu merupakan salah satu spesies langka yang ada di bumi. Keberadaannya senantiasa menurun secara drastis dari tahun ke tahun. Kelangkaan penyu disebabkan oleh berbagai faktor. Pertama adalah faktor biologi penyu. Penyu mencapai usia kematangan yang sangat lambat. Selain itu setelah bertelur, secara naluriah induk penyu meninggalkan telur tersebut di pantai, tidak dijaga. Artinya kondisi telur tersebut rawan terhadap pemangsa. Setelah menetaspun, anakan penyu harus berusaha sendiri menuju laut. Perjalanan dari daratan ke laut beresiko tinggi bagi anakan penyu. Faktor lain adalah perilaku penyu sebagai hewan yang bermigrasi. Setelah menuju laut, anakan penyu menghabiskan seluruh waktunya untuk mencari makan dan kawin di laut. Hanya penyu betina yang kembali ke tempat dia ditetaskan untuk bertelur. Migrasi yang dilakukan oleh penyu melintasi berbagai pulau, lautan dan negara. Penyu yang menetas di Indonesia dapat saja dijumpai di Malaysia bahkan Australia. Kondisi tersebut mengharuskan upaya pelestarian penyu tidak hanya terbatas pada satu negara. Diperlukan kerjasama antar negara yang diperkirakan sebagai tempat persinggahan penyu. Kerjasama diperlukan antara lain dalam pertukaran informasi, akses terhadap keahlian, selalu menginformasikan peminat mengenai suatu event tertentu, serta memungkinkan program dan proyek kerjasama dapat terjalin dengan baik. Sebagai hewan migrasi lintas negara, perlindungan terhadap penyu diperlukan mulai tingkat internasional, ASEAN, dan nasional
FARMING ANALYSIS OF GRASS ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) in VILLAGE OF MEDOWO, SUB DISTRICT OF KANDANGAN, DITRICT OF KEDIRI
The problem of forage limitations experienced by farmers as well as dairy farmers in Medowo Village, Kandangan District, Kediri when the dry season arrives. Farmers take other forage alternatives that can grow in all seasons and have more nutritional content than other forages. namely odot grass (Pennisetum Purpureum Cv.Mott). The purpose of this study is 1) to analyze the production costs of odot grass farming, revenue and income of odot grass farming, and 2) analyze the R / C Ratio of odot grass farming. This research was conducted in Village of Medowo, Sub-District of Kandangan, District of Kediri and the sampling method used was simple random sampling technique with a number of respondents as many as 50 farmers. Data analysis technique used is the calculation of farming and production costs, with quantitative descriptive data analysis methods. The results of this study found an average total fixed cost that is equal to IDR 6,039,302 / ha, the total average variable cost is IDR.11,055,632.8 / ha, the average total production cost is IDR.17,095,270, 1 / ha, the total average revenue is IDR 31,479,403.81 / ha, while the average income received is IDR 2,720,370 / ha. The efficiency results (R / C Ratio) of 1.8 or worth the effort