Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
Not a member yet
2068 research outputs found
Sort by
THE REGIONAL EXPANSION POLICIES AND CONFLICT RESOLUTION OF BUREAUCRATIC ADMINISTRATION IN INDONESIA’S EXPANSION REGIONS
The main subject of the regional expansion basic implementation in the era of regional autonomy is to improve and increase the public services quality to the people of Indonesia. Based on that main subject, initiated actions to implement regional expansion process in Indonesia. The primary objectives of regional expansion include: First, to increase the efficiency and orderliness of the regional government due to Indonesia’s wide territory and dense population. Second, Indonesians have a diversity in ethnicity, language, income, and tangible gap between urban and village population. Third, the regions will have three main sources of income under the regional expansions, including general fund allocation provided by the government as regulated by the Act of General Public Fund (DAU – Dana Alokasi Umum), natural resources, and resources of locally-generated revenue. Fourth, in order to eradicate the symptoms of corruption among interested parties who tend to exploit the central assistance to the regions. In the implementation of new governance and distribution of basic bureaucracy of departmental position and the determination of the sources of the equipment referring to the Act No.32 of 2014 regarding Regional Government, Regional Regulation (PP) No. 78 of 2007 regarding the Procedure of Establishment, Elimination, and Merging of Regions, and Act No. 5 of 2014 regarding State Civil Administration. This basis has become a reference in regional expansion and the determination of regional equipment which comprises of the principles of efficiency, feasibility, sincerity of achievement, and objectivity free of political interests, corruption, collusion, and nepotism. This study is expected to reveal the problems and the right solutions in the issue of regional expansion and to contribute to the academia specifically in the field of public policy, specifically related to regional autonomy.
Keywords: Regional Expansion, Conflict of Interest, Public Bureaucracy
WOMEN AND POWER IN THE POLITICAL THOUGHT OF DAYAK MA’ANYAN TRIBE
Barito Regency, the role and status of women and men is equal. These roles and status were accommodating in adats concept and adat law of Dayak Ma’anyan which is said that women can get a strategic position in public area as in the traditional political context. Surprisingly, in the political history of Dayak Ma’anyan, their first leader is a woman. Her task was to organize and to order all people of the tribe. In mythological, it is believed that the woman leader earn the leadership skill and regulation on adat directly from Gods as a gift and these regulation still apply by the tribe in their daily life. Because of the belief, women of Dayak Ma’anyan are welcome to participate in public area, political, social, adat and cultural. This article is a research which is use descriptive method with interpretative qualitative data analyzes. The research is done on May, 2015 to March, 2017 in the region of Dayak Ma’anyan: in South Barito Regency and East Barito Regency, especially in Paju Epat District. Paju Epat District believed as a center of descendant of Uria Napulangit, e.c the descendant of Nan Sarunai Kings. Dayak Ma’anyan Paju Epat was called “Tutur Mantir” (leader group), where live in Balawa, Siong, Telang dan Murutuwu villages. Writer gain information by deep interview with local adat leader e.g Mantir, Damang, Pangulu Adat, and Pamakal. Also from oral source data e.g Taliwakas (stories on leader), Hiyang Wadian (sacred song of ritual priest), Sorosilah (history of leader) and adat law of Dayak Ma’anyan. Then Data interpreted by using theory of political thought on power and sources of power of Charles F. Andrain.
Keywords: Women, Political Thought, Sources of Power, Dayak Ma’anyan Tribe, Ada
SOCIAL CAPITAL AND SUSTAINABILITY OF MSMEs
The objective of this article is to describe the development and the role of MSMEs in Indonesia and review the results of research on the role of social capital for the sustainability of MSMEs. An explanation of the role of social capital for the sustainability of MSMEs starts with the existence of MSMEs in Indonesia, the definition of social capital, the dimensions of social capital and the role of social capital for the lives of farmers, fishermen and MSMEs. The conclusions present that social capital can maintain the sustainability of MSMEs. Key word: Social, Capital, Sustainabilit
CITIZEN ENGAGEMENT AND LOCAL GOVERNANCE DEVELOPMENT
Citizen engagement can build responsive local governance, usually through gaining increased government attention and responsiveness to issues that might have been previously ignored. The potential of citizen assembly will contribute to concrete development gains, through demands for more responsive local government action. It can strengthen local governance accountability and responsiveness to citizen-led initiatives. Citizen assembly led to other forms of institutionalized practices that in turn strengthen the possibilities of further citizen engagement which citizen has the creation of new institutional mechanisms whereby citizen voice can be expressed to government institutions.
Key Words: Citizen engagement, Local Governance, Citizen Engagement, Civic Education, Area Based Administratio
THE CONTRIBUTION OF CSR PROGRAM IN BUILDING COMMUNITY RESILIENCE THROUGH DEVELOPMENT OF COMMUNITY ENTERPRISES
This article aim to analyze the contribution of CSR programs for Development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) from the community. The CSR program implementers who are responsible for developing community business in this discussion are East Java business development institutions. Business development programs, through stages: training and assistance, financing facilitation, and marketing. The ultimate goal of this business development program is to create MSMEs have a positive impact on the development of individual and community businesses. The method of approach used is qualitative. Data collection through documentation, interviews, and observation. The results of the study show that first, the development program of MSME from the community has a positive impact on business development. However, the weakness of this program is that assistance to improve the product marketing model still needs to be optimized. the hope is that some goods produced, have a competitive sale value on the market; and second, facilitation of CSR programs to facilitate prospective business communities who have attended educational programs is very necessary, especially to be able to get access to funds to banking institutions.Keywords: Corporate Social Responsibility, Development of Micro, Small, and Medium Enterprise
DESAIN SISTEM PENGERING CENGKEH SECARA OTOMATIS
Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, sistem pengendalian proses system kontrol sangat diperlukan didalam dunia industri. Adapun pada tugas akhir ini sistem kontrol diaplikasikan pada alat pengering cengkeh (Eugenia Aromaticum) sebagai pengganti pengeringan secara konvensional yaitu dengan cara menjemur dibawah sinar matahari. Single chip ATmega32 digunakan sebagai pengontrol dalam proses pengeringan secara elektronik. Hal ini akan lebih mudah untuk mengeringkan cengkeh tanpa harus menunggu cuaca panas. Dalam alat ini akan ditampilkan suhu dalam ruang pemanas pada display dan pada proses pengeringan ini digunakan berat cengkeh dengan kadar air 11-13%. Kadar air ini merupakan berat standart yang berlaku di pasaran. Alat ini akan mengontrol proses pengeringan secara otomatis berdasarkan suhu dalam ruang pemanas. Adapun untuk menghasilkan panas didapatkan dari bolam lampu yang dihubungkan dengan tegangan AC 220 vol
Cita Hukum Dan Demokrasi Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia
Penegakan hukum lingkungan saat ini sangat diperlukan di Indonesia. Problematika lingkungan yang kita alamai salah satunya adalah kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun. Turunnya kualitas hidup telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh-sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan menjadi suatu hal yang sangat penting dan urgen. Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan hidup bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik dan sehat yang merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia. Tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup diartikan sebagai cita hukum sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Upaya menciptakan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai amanat UUD 1945 memerlukan adanya suatu tatanan dan instrument sistem penegakan hukum yang baik. Penegakan Hukum lingkungan diharapkan mampu merepresentasikan cita hukum dan nilai- nilai demokrasi yang berhubungan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Lemahnya pengawasan oleh rakyat terhadap keputusan- keputusan yang telah diambil sehubungan dengan kebijakan dan hukum lingkungan dan minimnya kedaulatan rakyat dalam rumusan kebijakan dan hukum lingkungan nampak dengan minimnya kasus pelanggaran atau kejahatan dibidang lingkungan yang diproses dalam sistem penegakan hukum lingkungan di Indonesia baik melalui hukum Administrasi, Hukum perdata maupun hukum pidana.
Analisis Model Random Intersep 3-Level Pada Regresi Linear Multilevel Untuk Data Pengukuran Berulang
Tujuan dari penelitian ini antara lain sebagai pengembangan dalam analisis data yakni regresi linier untuk data bertingkat (multilevel). Struktur data pengukuran berulang dimana setiap pengukuran atau observasi yang dilakukan secara berulang dilakukan untuk individu yang sama secara langsung merupakan salah satu jenis data multilevel. Dalam hal ini, analisis data yang ditemukan dengan menggunakan analisis regresi linier multilevel untuk tiga level. Metode yang digunakan adalah Maximum Likelihood Estimation (MLE) dengan menggunakan Iterative Generalized Least Square (IGLS). Data yang digunakan adalah data nilai pre-test, tugas, dan post-test, dimana setiap nilai diamati sebanyak 3 kali untuk setiap individu yang tersebar pada 5 kelas yang berbeda. Model random intersep digunakan dalam analisis regresi multilevel untuk data pengukuran berulang dengan model 3-level. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk setiap kenaikan level ditemukan bahwa nilai AIC dan BIC cenderung menurun yang dapat diartikan bahwa model yang digunakan semakin baik. Selain itu, ditemukan pula bahwa interclass correlation (ICC) pada level 2 yakni sebesar 0,0497 sedangkan pada level-3 sebesar 0,0897 yang menunjukkan bahwa variabelitas di tingkat kelas lebih tinggi yakni 8,97%. Kata kunci : multilevel, pengukuran berulan
Strategi SWOT Pada Pemasaran Tahu Alami Lubuk Buaya Kota Padang
Pemasaran merupakan bagian penting dari bisnis. Pabrik Tahu Alami adalah salah satu unit bisnis pengolahan makanan di kota Padang. Salah satu masalah Pabrik Tahu Alami adalah pemasaran belum optimal, sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi pemasaran yang tepat berdasarkan faktor internal dan eksternal bisnis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis SWOT dengan matriks IFE dan matriks EFE. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal meliputi (1) menjaga kualitas produk dengan citarasa alami tanpa bahan pengawet yang memiliki nilai gizi tinggi untuk kesehatan; (2) menjaga kerja sama yang baik dengan produsen kedelai sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan produksi pabrik; (3) meningkatkan kegiatan promosi produk dengan memposting di media sosial; (4) memberi kepercayaan kepada orang lain untuk mengelola bisnis sehingga mereka dapat membuka cabang bisnis di tempat lain; (5) memperbaharui mesin produksi sehingga produksi menjadi lebih efektif. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa Pabrik Tahu Alami memiliki peluang bagus untuk mengembangkan bisnis, mampu bersaing dan mengatasi ancaman bisnis tetapi perlu ditingkatkan untuk strategi pemasaran
MODEL THINK PAIR SHARE DIDUKUNG RESITASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR
Tujuan penelitian mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran TPS (Think Pair Share) didukung Resitasi. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian model siklus Hopkins yang terdiri dari empat fase yakni perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan atau observasi (observation), dan refleksi (reflection). Siklus penelitian akan terus berlanjut sampai mencapai tujuan penelitian. Perangkat pembelajaran yang digunakan berupa Silabus, Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian dilaporkan bahwa aktivitas belajar siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Kencong selama mengikuti pembelajaran biologi menggunakan model pembelajaran TPS (Think Phair Share) didukung Resitasi mengalami peningkatan dari pra siklus sebesar 69,7%, siklus 1 sebesar 72,4% sampai siklus 2 sebesar 80,3%.