Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
MEREGUK SARIPATI ISLAM MELALUI TASAWUF
BEBERAPA ISTILAH untuk menyebut kata tasawuf / sufi dalam kajian kontemporer yang sering kita dengar saat ini seperti Urban Sufism (Sufi Kota), New Age Movment. Untuk melihat fenomena ini berdasarkan istilah tersebut perlu diuraikan bahwa pada mulanya belajar tasawuf adalah jalan menyucikan diri—sebagaimana makna ”sufi” yang berasal dari kata ”safa” yang berarti kesucian. Mereka memperbanyak zikir, puasa, menggenapi salat sunah, dan belajar hidup sederhana (zuhud). Bagi yang lebih serius, mereka berkhalwat (menyepi) ke luar kota selama beberapa hari untuk berzikir. Ada pula yang menekuni tarian Rumi (whirling dervishes), atau berguru pada seorang mursyid (guru) di sebuah kelompok tarekat.Namun berbeda dengan awal mula belajar tasawuf tersebut terdapat kelompok besar dari kalangan anak muda ini memilih belajar dari lembaga yang kini bertebaran ”menjajakan” tasawuf. Cukup membayar dengan tarif tertentu, tanpa perlu masuk tarekat, mereka bisa menyelami pikiran para pejalan sufi. Fenomena ini sering kita lihat dikalangan masyarakat kota, demikian ini terjadi disebabkan oleh beberapa hal pertama, sufisme diminati oleh masyarakat perkotaan karena menjadi sarana pencarian makna hidup; kedua, sufisme menjadi sarana pergulatan dan pencerahan intelektual; ketiga, sufisme sebagai sarana terapi psikologis; dan keempat, sufisme sebagai sarana untuk mengikuti trend dan perkembangan wacana keagamaan
Hubungan Islam dan Politik di Indonesia Serta Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam
AbstrakIslam tidak bisa dipisahkan dari politik meskipun Islam bukan agama politik. Di Indonesia pertautan antara Islam dan Negara (umat Islam dan kekuasaan) meninggalkan sejarah panjang yang amat melelahkan. Tulisan ini memperlihatkan bahwa kebijakan politik era penjajahan khususnya zaman Belanda sangat diskriminatif dan menyudutkan pendidikan Islam. Pada Orde Lama meskipun dianggap langkah awal bagi perkembangan pendidikan Islam, namun kebijakan pemerintah Orde Lama masih terlihat setengah hati dan kurang menguntungkan pendidikan Islam baik secara kelembagaan maupun kurikulum (mata pelajaran). Hal ini secara tidak langsung merupakan dampak dari hubungan politik umat Islam dan negara (kekuasaan) yang sinis, antagonis dan non kompromi. Tulisan ini menunjukan bahwa pada zaman Orde Baru lah momentum positif bagi eksistensi pendidikan Islam di Indonesia. Kebijakan-kebijakan Pemerintah Orde Baru menjadi babak baru kebangkitan pendidikan Islam di pentas nasional, lahirnya SKB 3 Menterimenjadi awal terintegrasinya pendidikan Islam di dalam sistem pendidikan nasional sehingga berimplikasi pada terjadinya mobilitas sosial dan vertikal siswa-siswa madrasah dan terbukanya peluang anak-anak santri memasuki wilayah pekerjaan pada sektor modern. Hal ini secara tidak langsung merupakan dampak dari hubungaan umat Islam dan negara (kekuasaan) yang bersifat lentur, romantis, inklusif, dan mau berkompromi dengan kekuasaan (negara)
Peranan Tuan Guru Persatuan Tarbiyah Islamiyah Nusa Teggara Barat dalam menanggulagi Kenakalan Remaja di Kabupaten Lombok Barat
Tuan Guru atau Kyai Istilah Jawa sebagai bagian dalam komponen masyarakat dan sebagai pewaris para Nabi mempunyai tugas dan tangung jawab dalam menyiarkan Agama Islam, mereka berkewajiban menyampaikan kebenaran nilai nilai ajaran Islam kepada seluruh masyarakat. Berangkat dari latar belakang, maka perlu di angkat beberapa permasalahan,antara lain:Apa saja program Tuan Guru/Kyai Provisi Nusa Tenggara Barat dalam menanggulangi kenakalan remaja di Kabupaten Lombok Barat? Problematika apa saja yang dihadapi Tuan Guru/Kyai Nusa Tenggara Barat dalam usaha menggulangi kenakalan remaja di Kabupaten Lombok Barat? Pendekatan dan Jenis Penilitian. Melihat permasalahan yang dijadikan bahan pembicaraan, tujuan dan manfaatnya, maka penelitian ini menggunakan metode, pendekatan yang bersifat kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deskriptif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dari orang-orang (subyek) itu sendiri. Metode ini penulis gunakan karena data yang dicari adalah data deskriptif tentang bagaimana”Peranan Tuan /Kyai untuk menanggulangi kenakalan remaja di Nusa Tenggara Barat. Alasan penulis menggunakan analisa kualitatif adalah karena objek yang akan diteliti berupa proses atau gejala yang sedang berkembang, situasi yang sedang dialami atau kecenderungan yang telah terjadi, dalam, hal ini khususnya yang berkaitan dengan Perannan Tuan Guru istilah Jawa, Lombok Barat (Tuan Guru Haji MS.Uddin MA Tuan Guru H. Azhar Rasidi,Tuan Guru Haji Muh.Siddiq,Tuan Guru Haji. Ramdhan). Dari hasil temuan peneliti dilapangan, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan.Problematika dalam menanggulangi kenakalan remaja Nusa Tenggara Barat (Khususnya lombok barat yang dijadikan lokasi penelitian) antara lain: Adanya pengaruh dari dalam,Perhatian orang tua kurang ,Kesadaran itu sendiri mengaplikasikan antara teori dan praktek. Pengaruh dari luar
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS POLITIK PENDIDIKAN NASIONAL
Di sisi lain, konsep pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi dasar pembangunan dalam sektor pendidikan merupakan aspek dari pembangunan politik bangsa, yang tidak lain sebagai konsistensi antara arah politik dengan blue print pembangunan bangsa. Arah tujuan yang akan dicapai dalam pendidikan nasional mencakup tiga hal yaitu masyarakat industri modern, ideologi pembangunan dan politik pendidikan. Untuk mewujudkan masyarakat industri maka ada empat unsur dalam politik pendidikan di Indonesia yaitu; (1) pendidikan harus berkualitas, (2) pendidikan perlu menyiapkan tenaga yang terampil, (3) pendidikan merupakan landasan utama bagi tumbuhnya rasa nasionalisme yang positif, dan (4) pelaksanaan pendidikan perlu ditata dalam suatu organisasi yang efisien dan dikelola oleh tenaga-tenaga profesional. Kata Kunci: Partai politik Islam, pendidikan Islam, pendidikan nasional
MEMBANGUN EKONOMI RABBANIYAH DALAM KONTEKS KE-INDONESIAAN
Hakikat ekonomi Islam adalah metamorfosa nilai-nilai Islam dalam ekonomi dan dimaksudkan untuk menepis anggapan bahwa Islam adalah agama yag hanya mengatur persoalan ubudiyah atau komunikasi vertikal antara manusia (makhluk) dengan Allah (khaliq) nnya.Kemunculan ekonomi Islam dipandang sebagai sebuah gerakan baru yang disertai dengan misi dekonstruktif atas kegagalan sistem ekonomi dunia yang dominan selama ini dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi dunia yang semakin rumit. Juga kemunculan ekonomi Islam merupakan salah satu bentuk artikulasi sosiologis dan praktis dari nilai-nilai Islam yang selama ini dipandang doktriner dan normatif. Dengan demikian, Islam adalah suatu dien (way of life) yang praktis dan ajarannya tidak hanya merupakan aturan hidup yang menyangkut aspek ibadah dan muamalah sekaligus, mengatur hubungan manusia dengan tuhannya dan hubungan manusia antara manusia. Sebagai ekonomi Ilahiyah, ekonomi Islam memiliki aspek-aspek transendensi yang sangat tinggi suci yang memadukannya dengan aspek materi, dunia (profanitas). Titik tolaknya adalah Allah dan tujuannya untuk mencari Allah melalui jalan (thariq) yang tidak bertentangan dengan apa yang telah digariskan oleh Allah SWT. Kata Kunci: Membangun, Ekonomi Rabbaniya
أداب التعلم والتعليم من حديث جبريل عليه السلام (دراسة تحليلية استرادية)
إن الأدب في الإسلام له أهمية عظمى، وفي مجال التعلم والتعليم أشد، فلذا يقال الادب قبل الطلب. وجديرا لأهل العلم طالبا ومعلما أن يهتم بهذه الآدب خاصة المنقي من كلام المعلم الأول المصطفى صلى الله عليه وسلم. فهذه المقالة تحاول استراد عددا من الآداب الإسلامية خاصة المتعلقة بالطلاب و المعلمين. أخذتها من الحديث الصحيح الذي رواه البخاري ومسلم وغيرهما وهو الشهير بحديث جبريل عليه السلام.وهذه الآداب لها أثر على نفسية العالم أو المتعلم، وكلما كان أذل على الوجه الشرعي في أخذ العلم كلما كان العالم أكثر إقبالًا عليه؛ ولهذا نجد أن المتعلم الذي كان متأدبًا في لفظه، وفي تعامله، وفي كلامه، وفي حركته مع معلمه مما جعل معلمه يثق فيه، ويقبل عليه في العلم، ويعطيه من العلم ما لا يعطيه غيره، ويعطيه من تجاربه في الحياة، وتجاربه مع العلم ومع العلماء، وفي الأمور، وفي الواقع بما لا يفيده غير المتأدب معه. فلهذا يقول الشافعي باب الأدب باب مهم، لا ينتفع الناس بعلم إلا إذا كان المبلغ تعلم الأدب. الكلمات المفتاحية: أداب، التعلم،التعليم، حدي
Hadits Teologi (Kajian Tentang Dosa Besar dalam Kitab Shahih Al-Bukhari Bab Al-Adab No. 5520)
The Qur'an is the revelation that God revealed to humanity through Muhammad as His messenger, while the hadith of Muhammad himself comes in the form of words, actions, judgments or hammiyah (desire / aspiration) Muhammad himself an apostle for the people humans to the universe (Rahmatan lil 'alamin). The following study is the hadith about the great sin of shirk and include disobedience to parents along with an explanation bagimana relevance to other woods hadith which speaks about the great sin through different sanad. There was also a description in this paper will mengakaji hadith about Shirk by looking at the Koran that talk also about Shirk, then seek to see a contextual interpretation than the Qur'an and al-hadith talking about the great sin
Fungsi Hukum dan Budaya dalam Pemanfaatan Ruang dan Tanah
Dalam pemanfaatan tata ruang dan tanah seharusnya tidak boleh terpisah dari hukum dan budaya, seperti sebuah kepingan mata uang yang menyatu. Hubungan masyarakat dengan sebuah sistem pemanfaatan raung dan tanah bukan hanya memberikan manfaat, tapi menimbulkan sebuah dilema negatif. Sehingga peran hukum melalui fungsi mengatur dapat memberi sebuah kebahagian dalam setiap peraturan pemanfaatan ruang dan tanah tidak boleh meninggalkan budaya tempatan
AKSELERASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA
Pada prinsipnya tulisan ini berusaha memotret pertumbuhan dan perkembangan bank syariah yang dari tahun ke tahun menunjukkan laju pertumbuhan yang cukup signifikan. Data tersebut kemudian digunakan sebagai pijakan untuk melihat efektifitas kebijakan pengembangan perbankan syariah yang tertuang dalam Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia yang disusun Bank Indonesia. Kecuali itu, dibahas pula landasan hukum perbankan syariah yang dalam kenyataannya berevolusi seiring perjalanan perbankan syariah itu sendiri.Pertumbuhan bank syariah dari tahun ke tahun memang menunjukkan angka yang sangat fantastis. Pada tahun 2011 saja pertumbuhannya menembus angka 48,6% dari tahun sebelumnya, sementara perbankan nasional hanya 21,4%. Namun demikian, hingga akhir 2011 market share-nya baru menyentuh angka 4,0 % terhadap perbankan nasional. Padahal dalam Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia yang disusun oleh otoritas moneter dicanangkan pada tahun 2011 market share perbankan syariah minimal berada pada kisaran angka 5,0%. Kata Kunci: Bank Syariah, Pertumbuhan, Market Shar
"ما الحرفية" في اللغة العربية
Pembelajaran harf dalam Bahasa Arab merupakan salah satu langkah untuk memahami bahasa Arab, karena harf adalah salah satu bagian dari kata dalam bahasa Arab selain ism dan fi’l. Salah satu dari harf yang banyak digunakan adalah harf mā dan harf mā sendiri memiliki beberapa kategori di antaranya: mā ibhāmiyyah, mā nāsikhah, mā mashdariyyah, mā nāfiyah gairu ‘āmilah, mā kāfah, dan mā zā`idah, yang mana penggunaan harf mā tersebut dalam sebuah kalimat harus memperhatikan syarat-syarat dari masing-masing kategori harf ma tersebut.Dalam penulisan makalah ini ada beberapa buku yang dijadikan rujukan utama dikarenakan kelengkapan serta pembahasan yang lebih luas dibandingkan dengan buku-buku rujukan yang lain. Adapun buku-buku yang dijadikan rujukan tersebut di antaranya Qāmūs Jaib Fī Lugatin-Nahwil-‘Araby yang dikarang oleh Antoine Dahdah, Jāmi’ud-Durūs al-‘Arabiyyah yang ditulis oleh Mustafa al-Gulāyaini, al-Mausū’ah an-Nahwiyyah wa ash-Sharfiyyah al-Muyassarah yang ditulis oleh Alim dan beberapa buku grammar Arab lainnya.Dalam tulisan ini ditemukan adanya beberapa perbedaan istilah dari beberapa kategori harf mā, akan tetapi memiliki maksud dan fungsi yang sama. Selain itu ditenukan juga istilah lain dari salah satu harf mā yang dinisbahkan kepada nama sebuah kota. Harf tersebut adalah mā hijāziyyah yang dinisbahkan oleh ke penduduk kota Hijaz. Kata Kunci: Huruf mā, Bahasa Arab