Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MTS NEGERI BATU DAN SMP AR-ROHMAH PUTRI MALANG, JAWA TIMUR

    Get PDF
    Organizational culture is one of the aspects that determine the success of an organization. Cultures distinguish people from one another in how to interact and act complete a job. Cultural binding members of the community into one unified view of creating uniformity behave or act. Culture will affect the performance and behavior of the organization, one of which affects the increase in teacher performance. Improved performance of teachers is a must for educational institutions who wish to survive all time, because teachers in educational institutions is the key to the success of the learning process. This study aimed to analyze and examine (1) the type of teacher performance and other forms of organizational culture that develops in improving the performance of teachers at MTs Negeri Batu and Junior High School Ar-Rohmah Malang, (2) the development of organizational culture in improving the performance of teachers in MTs Stone and SMP Negeri High School Ar-Rohmah Malang, (3) the impact of organizational culture in improving the performance of teachers at MTs Negeri Batu and Junior High School Ar-Rohmah Malang. This study used a qualitative approach with case study design multikasus. Data collection method is observation, interview and documentation. Data were analyzed using data analysis Miles and Huberman model that includes four components: data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Checking the validity of the data using Credibility, Transferbility, Dependebilitas, and confirmability. The results of this research: 1) The shape of the cultural values of the organization that developed at MTs Negeri Batu and Junior High School Ar-Rohmah daughter Malang, among others, the motivation need of power and the need for achievement, discipline, unity, obedience, pray, adab studying, mutual respect 2) The process of cultural development organization in improving performance both school teachers conducted by five phases namely a) the desire of change is based on the value transendent / religious leader and a strong desire; b) preparing (preparation) through the [1]development of systems and cultural mindset; c) unfreezing (liquefaction) is done through continuous socialization, coaching cadre and non-cadre, as well as reward and punishment; d) movement (move) through motivation and encouragement; e) Refreezing (freezing) through a process of habituation and commitments 3) The impact of organizational culture in improving teacher performance both schools a) For the teacher began to grow the value of labor discipline, growing mutual respect and appreciate, b) For students begin to grow more diverse both academic achievement and non-academic c) For the community began to grow interest and public trust.

    GAYA PENGASUHAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) DI TK MASYITAH NU MATARAM

    Get PDF
    Orang tua memberikan berbagai penilaian atau “label” pada anak, misalnya nakal, bandel, bodoh, pesek, mancung, dan lain sebagainya. Namun tidak disadari bahwa pemberian label tersebut dapat mempengaruhi kecerdasan moral pada anak. Tulisan ini mengangkat permasalahan tentang apakah gaya pengasuhan orang tua mempengaruhi kecerdaasan moral anak usia prasekolah (4-6 tahun). Metode dalam penelitian ini menggunakan instrument analysis gambar sesuai dengan tema pokok penelitian. Adapun subyek penelitian sebanyak 40 orang murid TK Al-Masyitah NU Mataram. Dari hasil penghitungan diperoleh nilai kecerdasan moral anak berdasarkan faktor gaya pengasuhan orang tua menunjukkan nilai F sebesar 2,637 dengan p = 0,027 p ≤ 0,05, berarti signifikan yaitu ada pengaruh gaya pengasuhan terhadap kecerdasan moral anak, dengan kata lain ada perbedaan kecerdasan moral anak berdasarkan gaya pengasuhan authoritative, authoritarian, permissive, dan neglectful/uninvolved. Kecerdasan moral anak yang mendapatkan gaya pengasuhan authoritative lebih tinggi daripada anak yang mendapatkan gaya pengasuhan authoritarian, permissive, dan neglectful/uninvolved. Berdasarkan data tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima

    TELAAH RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SEKOLAH DASAR DI KOTA MATARAM

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah ”bagaimanakah guru sekolah dasar merumuskan RPP PKn”. Unit analisis dalam penelitian ini terdiri dari 4 SD dan subjeknya sebanyak 12 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis). Dari data yang dikumpulkan diketahui bahwa indikator yang dirumuskan tidak rinci, tidak komprehensif, tidak sistimatis, dan hanya mencakup ranah kognitif. Tujuan dibuat sesuai indikator, tidak rinci, tidak runtut, tidak tuntas dan jelas, tidak mencerminkan materi KD, hanya memuat aspek kognitif, tidak komunikatif, dan tidak memiliki reference. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Materi tidak  dirumuskan dalam RPP. Adapun tahapan pembelajaran sudah dirumuskan dengan baik dalam RPP. Sedangkan tes yang dirumuskan subjek penelitian adalah test tulis berupa; pilihan ganda, melengkapi, dan uraian. Jadi jelas bahwa RPP yang dirumuskan belum mampu memfasilitasi terciptanya pembelajaran yang efektif. Kata-kata Kunci: Rencana program pembelajaran, tujuan, materi, metode, tahapan pembelajaran, dan evaluasi

    DEMONSTRASI DALAM PERSPEKTIF HADIS

    Get PDF
    Munculnya tindakan-tindakan masyarakat sebagai respon terhadap kondisi sosial politik di sebuah negara atas kebijakan-kebijakan yang tidak pro-rakyat, menimbulkan problematika pemahaman atas tindakan-tindakan tersebut. Demonstrasi hadir sebagai salah satu bentuk protes terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Di satu sisi aturan negara memberikan kebebasan berbicara pada penduduknya diantaranya melalui demonstrasi, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.  Namun di sisi lain bagaimana agama berbicara tentang demonstrasi. Islam tidak menjelaskan secara spesifik tentang hal tersebut, baik dalam al-Qur’an maupun hadis, tetapi ada beberapa hal yang bisa dikaitkan dengan demonstrasi. Dalam terminologi Islam terdapat dua makna yang bisa dikaitkan dengan demonstrasi, yaitu muzhaharah dan masîrah. Kedua hal tersebut sangat erat kaitannya dengan tindakan amr ma’ruf nahi munkar yang bertujuan untuk mengkoreksi dan menasehati para penguasa (baca: pemerintah). Kata Kunci: Demonstrasi, Hadis, Amar Ma’ruf Nahi Munka

    REORIENTASI PERAN GURU PAI DALAM MENGHENTIKAN KEKERASAN DI DUNIA PENDIDIKAN

    Get PDF
    The harshness in our education is more restless in the society. Some forms and designs caused the harshness action, starting from striking done by a teacher, the sexual despising and also fighting among students. The harshness in our education affects on the responses of society that the school is not a comfortable and safe place any more  to educate students to become kind hearted, good attitude and have the character of nation.The disharmony relationship between school committee and teachers can cause a harshness in our education. Even, extremely, it can be stated that the students learn about harshness and disharmony relationship. The disharmony relationship between society who represented in school committee and school (teachers) must stop the embarrassing action to get the better future life. The good cooperation and communication between society and school to become a key of word to quit harshness in our education. Islamic teachers should be able to have a great role as Islamic figures and to become a good model in our education, so that the students become smart, good attitude and nation’s character. It is meant with reorientation of Islamic teacher role in this essay. Keywords: Kekerasan, Komite Sekolah, Guru PAI, reorientasi peran, dan berakhlak mulia

    CARA MUDAH BELAJAR ISLAM DENGAN KITAB TA‘LĪMUSH SHIBYĀN BIGHĀYATIL BAYĀN

    Get PDF
    Judul Buku     : PENGANTAR STUDI ISLAM                      (Terjemah Ta‘līmush Shibyān Bighāyatil Bayān)Penulis          : TGH. M. Shaleh HambaliPenerjemah   : Adi FadliPenerbit        : Pustaka LombokTahun           : 2013Cetakan        : Pertama Kitab Ta’limush Shibyan Bighayatil Bayan adalah Karya TGH. M Shaleh Hambali yang selesai ditulis pada 16 Ramadan 1354 H/12 Desember 1935 M dalam bahasa Arab-Melayu dan pertama kali diterbitkan oleh Penerbit dan Percetakan Salim bin Sa’ad bin Nabhan wa Akhihi Ahmad Surabya Tahun 1953. Diterjemahkan pertama kali dalam Bahasa Indonesia oleh Dr. H. Adi Fadli, M.Ag. dengan judul Pengantar Studi Islam tahun 2013.Buku ini adalah salah satu dari kurang lebih 17 karya Tokoh Pendidikan Islam Lombok, yaitu TGH. M. Shaleh Hambali (1894-1968). Karyanya menjadi monumental karena tradisi menulis di kalangan Tuan Guru di Lombok masih sangat jarang sehingga karyanya mengisi ruang kosong khazanah pendidikan Islam di Lombok. Puluhan karya-karya TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel ditemukan oleh peneliti sekaligus penerjemah buku ini Dr. H. Adi Fadli, M.Ag. dalam disertasinya yang berjudul “Pemikiran Islam Lokal: Studi Pemikiran TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel al-Ampenani”

    KEMANA ISLAM LOKAL-KU: ISLAM SASAK SEBAGAI LOCAL GENIUS ?!

    Get PDF
    AGAMA apapun yang datang ke dunia tidak memasuki ruang vakum budaya. Ungkapan Komaruddin Hidayat ini dalam tulisannya Ketika Agama Menyejarah adalah sangat wajar sekali, karena bilamana Islam lahir di Jazirah Arabia, saat itu pula sudah berkembang dan mengakar keyakinan-keyakinan agama dari pada nabi sebelumnya. (hlm. xiii)Demikian pula halnya, ketika Islam mengaliri setiap benua, pulau dan pada akhirnya sampai ke Tanah Sasak pada abad ke-16, Islam tidak datang sebagai tsunami yang menghanyutkan segala apa di hadapannya dan bukan sebagai api yang membakar segala sesuatu menjadi abu tanpa adanya pertanyaan. Islam hadir bagai sungai yang mencari liukan dan kelokan ketika terbentur dengan bebatuan besar yang keras, yang walau terkadang melompati dan membasahinya; Islam ada hanya untuk mensejahterakan semesta (rahmatan lil’ālamīna) dan meneduhkan setiap hati dan jiwa yang memandangnya

    IMPLEMENTASI E-LEARNING PADA LEMBAGA PENDIDIKAN PESANTREN

    Get PDF
    Pengabdian masyarakat yang dilakukan pesantren tidak hanya terbatas bagi santri yang menuntut ilmu di pesantren itu sendiri. Keberadaan pesantren di suatu lokasi berkaitan erat dengan pergumulan dan proses sosial masyarakat di tempat tersebut. Umumnya pesantren juga menjadi lembaga yang menaungi masyarakat dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial-ekonomi, kegiatan pengajian dan dakwah Islam. Melihat peran pesantren yang begitu besar bagi kemajuan pendidikan masyarakat di nusantara, sangat disayangkan sekali bila lembaga pendidikan paling berpengaruh di Indonesia ini tidak memanfaatkan e-Learning sebagai alat untuk menyampaikan dakwahnya. Selain itu, infrastruktur dan kemampuan masyarakat dalam mengakses informasi elektronik di Indonesia sudah mumpuni, peluang pesantren untuk menjalankan pendidikan pun kian terbuka ruang lebar.  Kata Kunci: E-Learning, Pesantren, Pendidika

    SISTEM AKTIVITAS EKONOMI (BISNIS) MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM

    Get PDF
    Ketika seluruh dunia tenggelam dalam arus kebohongan, kehilangan human dignity, jauh dari sinaran tauhid, dan keadaan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama masyarakat dunia khususunya Arab sangat rapuh dan memprihatinkan, muncul seorang tokoh besar dalam sejarah sepanjang mass yakni Nabi Muhammad Saw. Sebab itu terasa penting untuk mengetahui keadaan masyarakat Arab pra­Islam itu bagi penelaahan sejarah kelahiran Islam dan perkembangannya lebih jauh, baik masalah sistem aktivitas ekonomi dan lainnya. Tanga memahami dan mengetahui situasi dan kondisi masyarakat Arab pra-Islam, yang lazim disebut "zaman jahiliyah", kita sukar menarik perbandingan antara sebelum dan sesudah bangsa Arab mengenal dan menerima Islam. Kata Kunci: Aktivitas Ekonomi, Masyarakat Pra-Isla

    WAKAF UANG (CASH WAQF, WAQF AN-NUQÛD); TELAAH TEOLOGIS HINGGA PRAKTIS

    Get PDF
    This descriptive-analytic shows that the waqf (benefaction) managed traditionally been known as the growth of religious understanding, but lack of public understanding of the waqf as cash waqf (waqf an-nuqud) with the management of productive despite backed Act Number 41 / 2004 on Endowments and Government Regulation No. 42/2006 on the implementation of Law No. 41/2004, the main reason for this study. From the results of the study concluded that the cash waqf on a firmer footing, especially from the practice of waqf conducted Rasulullah. Compared with other waqf, in terms of benefit cash waqf is a positive effect on economic empowerment, and as one of the pillars of social welfare builders. As for the practical side, the investment return cash waqf can be channeled to support operational costs of educational institutions, health agencies, social agencies, and as a source of alternative funding for the program to improve the welfare of the people.Keywords: Wakaf uang, Cash waqf, Waqf an-nuqûd, Practice waq

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇