Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    PENDIDIKAN SEKS DALAM TRADISI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL (TELAAH DI PESANTREN SALAFI BANI SYAFI’I CILEGON BANTEN)

    Get PDF
    In the Islamic  scientific tradition, sex  education is not new and taboo thing. Two sources of Islammic law, Alquran and al-Hadis commonly  talk about sex education. Sex education particularly is sistematic topic of the Islamic jurisprudence. The Islamic scientific traditions are a part that is not  separated in the curriculum of  traditional Islamic  educational institution (read : pesantren).Pesantren Bani Syafi’i in Cilegon, Banten has given sex education since the santri (students at tradisional muslim school) studied at pesantren. Their understanding of sex education is very good. The contents of sex education include cleanlinnes and purity. They are discuss about excrement; major ritual impurity and minor ritual impurity, istinjaa, ablution; bathing after doing something ritually impure; menstruation; parturition.  In this study the santri begin familiar with many  terms about sex, like anus,  penis, vagina, sperm, mazi, menstrual blood; postnatal hemorrhage, coitus, and etc. They also talk about baligh age of boy and  girl and  their characterization, and the aurat, right and obligation of a couple, the etics,  and even the coitus technique.Sex education done by Pesantren Bani Syafi’i is using two approaches. First, normative approach, that is in order the santri know which is good, and bad, and which is halal and haram.  Second, psycological approach, that the sex education synchronized with age dan intelectual ability of the santri. The orientation of  this education is the santri understand and responsible with their sexual life correctly. It is  a gate to high morality and legality in worship and as a  form of  obedient to Allah. Keywords: Pendidikan Seks, Tradisi, Pesantren Tradisional, Bani Syafi’

    INVESTASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    No full text
    Invetasi merupaka permasalahan global yang dihadapi ummat Islam saat ini. Ummat Islam beritraksi bisnis dengan denga non Islam dalam sebuah bisnis besar. Islam melihat permasalahan investasi dalam konteks company atau syrkah dengan mudharabah dan musyarakah. Mudharabah maupun musyarakah harus melakukan pembagian hasil keuntungan maupun kerugian secara proporsional sesuai dengan besarnya kontribusi dan negosiasi yang disepakati bersama

    METODE PENGEMBANGAN AJARAN ISLAM OLEH TGKH. ABHAR MUHIDDIN (Sebuah Kajian Dalam Persepektif Budaya Sasak Di Ponpes Darul Falah)

    No full text
    Metode merupakan suatu yang penting dalam peroses belajar mengajar untuk menciptakan suasana belajar yang effektif dan menyenangkan. Penilitian tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah metode pengembangan ajaran Islam oleh TGKH. Abhar Muhiddin sehingga melahirkan santri-santri tafaquh fiddin dan banyak menjadi Tuan Guru.  Setelah dilakukan kajian mendalam melalui wawancara dan studi dokumen-dokumen yang terkait, metode pengajaran ilmu agama yang diterapkan di pondok pesantren Darul Falah oleh TGKH. Abhar Muhiddin sangat variatif sehingga para santri senang mengikuti proses belajar-mengajar dan mampu menguasai materi dengan maksimal. Metode tersebut ditinjau dari perspektif budaya sasak yang  diistilahkan dengan metode bedede, bedengah, dan genem. Istilah bedede diartikan membuat peserta didik senang dengan lagu dan cerita, bedengah diartikan mendidik secara inten dan genem diartikan kreatif atau telaten. Metode bedede yang diimplementasikan dalam proses belajar mengajar oleh TGH. Abhar Muhiddin adalah bernyayi dan bercerita. Metode bedengah yang diterapkan melalui mendidik santri secara intensif. Sedangkan genem diimplementasikan melalui karya-karya beliau dalam pengembangan materi ajaran islam yang berbasis kebutuhan siswa dan sesuai dengan level.

    KETENTUAN BATAS USIA MINIMAL PERKAWINAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KESADARAN HUKUM DI INDONESIA (STUDI TERHADAP UU NO. 1 TAHUN 1974)

    No full text
    Perkawinan adalah hubungan antara dua orang berlainan jenis dengan tujuan membentuk keluarga bahagia. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibuat aturan diantaranya mengenai batas usia minimal perkawinan, dan hal ini telah dituangkan dalam uu No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Namun karena kerang dianggap bertolak belakang dengan ajaran agama maupun adat perlu untuk meluruskan permasalahan ini dengan mencari sumber hukum dan latar belakang terciptanya aturan batas usia minimal ini, berikut implikasinya bagi masyarakat indonesia pada masa-masa setelahnya. Dengan pendekatan sosiologis serta teori perubahan sosial ditemukan fakta bahwa dahulu semenjak kemerdekaan banyak sekali problema rumah tangga yang menumbuhkan masalah sosial. Masalah itu antara lain: meningkatnya perceraian, banyaknya perkawinan anak-anak, dan lain sebagainya, kemudian semenjak di undang-undangkan UU No. 1 tahun 1974 khususnya batas usia minimal perkawinan mampu mengurangi perkawinan pada usia muda dan mengubah cara pandang masyarakat dengan menekankan efek negatif perkawinan pada masa itu

    EKSISTENSI PENDIDIK DALAM PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    Pada hakekatnya, proses pendidikan merupakan proses aktualisasi potensi diri manusia. Sistem proses menumbuhkembangkan potensi diri itu telah ditawarkan secara sempurna dalam sistem ajaran Islam. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan manusia dapat menjalankan tugas yang telah dibebankan Allah. Manusia dicoba didewasakan dan di-insānkāmil-kan melalui pendidikan sebagai elemen yang berpretensi positif dalam pembangunan kehidupan yang berkeadaban. Pendidikan Islam dalam prosesnya harus berlangsung secara konsisten dengan nilai-nilai, karena Islam sebagai agama wahyu mengandung sistem nilai yang menjadi pedoman hidup umat manusia dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan. Dari pemikiran ini, maka pendidikan merupakan tindakan sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi (sumber daya) insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insān kāmil). Oleh karena dasarnya yang demikian, salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek pendidik. Pendidik merupakan spiritual father bagi peserta didik yang menjadi sumber ilmu dan moral untuk membentuk peserta didiknya menjadi orang yang berilmu, berakhlak mulia, dan mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi psikomotor, kognitif maupun afektif.  Potensi tersebut harus dikembangkan secara seimbang sehingga eksistensi pendidik dalam pemberdayaan pendidikan dapat tercapai dan dapat melaksanakan fungsi kekhalifahannya di muka bumi dengan baik. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Pendidik, Kompetensi, Pemberdayaa

    ISLAM DAN GENDER; REFLEKSI TERHADAP TUNTUTAN KESETARAAN GENDER

    Get PDF
    Kesalahan perspektif terhadap konsep di dalam Islam telah sampai pada pembahasan perempuan, yang oleh sebagian kalangan masih dianggap tabu. Walaupun pembahasan gender dalam Islam telah muncul sejak kelahirannya,  namun ketika terjadi benturan dengan tuntutan sosial, politik, dan budaya misalnya, diskursus ini ramai dibicarakan kembali.  Banyak hal yang harus diluruskan dalam persepsi masyarakat tentang perempuan terutama  anggapan bahwa kaum laki-laki lebih utama daripada kaum perempuan. Banyak kalangan berbicara tentang ketimpangan sosial berdasarkan jenis kelamin. Islam tidak sejalan dengan paham patriarki yang tidak memberikan peluang bagi perempuan untuk berkarya lebih besar di dalam atau di luar rumah.  Al-Qur’an tidak mengenalkan konsep dosa warisan dari ibu-bapak umat manusia (Hawa dan Adam) dalam skandal buah terlarang, melainkan itu tanggung jawab bersama keduanya. Perbedaan anatomi fisik dan biologis antara laki–laki dan perempuan tidaklah mengharuskan adanya perbedaan status dan kedudukan. Dalam persoalan tuntutan kesetaraan gender inilah tulisan ini akan membahasnya. Kata Kunci: Islam, Kesetaraan, Gende

    IBN ‘ARABĪ DAN DOKTRIN WAHDAT AL-WUJŪD

    Get PDF
    Di antara para tokoh-tokoh sufi yang tersohor, yakni tokoh sufi yang bernama Ibn ‘Arabī, dalam jajaran tokoh sufi, nama Ibn ‘Arabī selalu disebut-sebut sebagai tokoh kontroversial. Popularitas Ibnu ‘Arabī sebagai sosok sufi ini karena pandangannya yang sama sekali berbeda dengan kebanyakan tokoh agama sezamannya, apalagi kalau dibandingkan dengan pandangan ahli syariat. Doktrinnya tentang wahdat al-wujūd oleh sebagian orang juga dianggap sebagai panteistik bahkan dianggap kafir dan sesat. Ada dugaan kuat bahwa pemikiran dan perenungan wahdat al-wujūd Ibn ‘Arabī ini dipengaruhi oleh mistik India dalam doktrin “Brahmana” dan teori emanasi Plotinus yang panteistik. Juga ada yang menyebutnya bersumber dari paham stoisme, filonisme, neoplatonisme, Ismailiyyat dan meditasi-meditasi gnostik al-Hallāj. Tetapi, sejauhmana ide-ide itu begitu berpengaruh terhadap diri Ibn ‘Arabī ataukah ia memiliki formulasi sendiri inilah yang perlu kita lihat. Tulisan ini bermaksud membahas  doktrin wahdat al-wujūd Ibnu ‘Arabī  itu. Kata Kunci: Ibnu ‘Arabī, Wahdat al-Wujūd, Suf

    UPAYA ORIENTALISME MELAWAN PERKEMBANGAN BAHASA ARAB FUSHA

    Get PDF
    Bahasa Arab adalah bahasa yang ti­dak dapat dipisahkan dari Islam. Bahasa Arab sering juga disebut sebagai bahasa Islam atau bahasa agama. Selain itu, bahasa Arab dikatakan pula sebagai bahasa al-Qur‘an, karena al-Qur‘an ditulis dengan bahasa Arab. Bahasa Arab merupakan bahasa persatuan kaum muslimin dan bahasa yang terbesar di antara bahasa-bahasa yang dipakai oleh umat Islam berbagai bangsa. Kekuatan Islam dan negara-negara muslim yang diakui dunia internasional secara tidak langsung semakin memperkuat posisi bahasa Arab dan kini dipakai sebagai bahasa resmi Islamic World League (Rabithah ‘Alam Islami) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang beranggo­takan 45 negara Islam atau negara yang mayoritas penduduknya beragama Is­lam. Hal inilah yang memicu orang-orang di luar Islam, –dalam hal ini orang-orang Kristen dan Yahudi atau yang lebih dikenal dengan orientalis- semakin benci dan tidak senang dengan Islam dan kaum muslimin, kecuali jika kaum muslimin mau mengikuti agama mereka. Bahasa Arab yang merupakan media utama memasuki dunia Islam menjadikan mereka (orientalis) semakin serius mempelajari Islam. Dengan alat bahasa Arab, mereka dapat menyingkap ilmu-ilmu keislaman dan menerjemahkannya ke dalam bahasa-bahasa Eropa. Dalam makalah ini, penulis akan mencoba menjelaskan orientalisme dan sepak terjangnya dalam memerangi dan melawan bahasa Arab Fusha sebagai pintu gerbang memerangi agama Islam dan kaum muslimin. Kata Kunci: Orientalisme, Barat,  Bahasa Ara

    أسس تصميم مادة تعليمية لتعليم مهارة الكلام

    No full text
    Learning maharatul kalam for students who are not speakers of Arabic is not an easy thing. Besides teachers should always motivate, give attention and appreciation, teachers are also required to be able to design teaching materials in accordance with, the first principle of social and cultural matter that is designed referring to the Arab Islamic culture is also tailored to the needs and culture of the area students. The second principle of psychology that the material is designed according to the level of ability, intelligence and student characteristics. And the third principle of the language that the material should be broken Arabic fusha, preceded by the word or phrase that's not an alphabet, mufradat commonly used by the Arabs, the arrangement of appropriate science and administration by nahwu and sharf and error analysis. This will affect the adaptability of the students in understanding the subject matter and will be able to stimulate and encourage the students to express their thoughts by using Arabic is good and right. This review will discuss how to design learning materials for the Arabic speaking skills tailored to the social principles, principles of psychology and linguistic principles.Keywords: Maharatul kalam, Desain pembelajaran, Bahasa Ara

    PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN INTLEKTUAL ISLAM BERPARADIGMA HOLISTIK

    Get PDF
    Abstrak: Perpustakaan dalam sebuah lembaga pendidikan formal Islam berperan besar dalam melahirkan intlektual Islam yang holistik. Dari sarjana yang demikianlah diharapkan gerakan transformasi dan sivilisasi masyarakat akan terwujud. Perpustakaan jika dilihat dari aspek historisnya dalam konteks sejarah peradaban Islam pada abad klasik telah melahirkan ilmuan-ilmuan yang besar, baik dari bidang agama (mufassir, fukaha;, teolog, sufi, ahli hadis, ulama ushul dan lain sbagainya) maupun ilmu-ilmu umum (astronomi, kedoteran, fisika, matematika, biologi, kimiadan lain sebagainya). Sehingga Perpustakaan pada abad ini dipenuhi oleh ilmuan-ilmuan Islam yang menginternasionalkan sains rasional dan empirik. 

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇