Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
ASBAB AL-WURUD: ANTARA TEKS DAN KONTEKS
Mengetahui asbab al-wurud dalam ilmu hadis sama pentingnya dengan mengetahui asbab an-nuzul dalam al-Qur’an. Ia menjadi ruh kontekstual sebuah peristiwa. Hal inilah yang dinyatakan oleh al-Wahidi dan Ibnu Daqiq yang ditegaskan oleh Ibnu Taimiyah bahwa mengetahui kebenaran dan dengan benar sebab akan melahirkan pemahaman yang benar terhadap akibat.Pemahaman teks sebuah hadis seyogyanya dibarengi dengan analisis mendalam terhadap konteksnya. Ia tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, karena konteks telah memproduksi teks. Oleh karenanya, kajian tentang asbabul wurud ini menghasilkan temuan bahwa mengetahui asbab al-wurud merupakan cara yang paling baik untuk memahami makna hadits dengan benar, sehingga kita bisa membumikannya dalam prilaku kita dengan benar pula. Juga ia merupakan ilmu yang penting dalam menunjukkan hubungan teks dengan realitas. Atau dengan kata lain ia adalah konteks sosial bagi teks (hadits). Bila suatu hadits tidak sesuai dengan kondisi sekarang atau tuntutan zaman, maka kita harus lebih dulu memahami betul arti teks (ini tentunya dalam hadits-hadits yang kadar tingkatannya sampai pada shahih), kemudian menganalogikannya dengan memakai pendekatan histories, sosiologis dan antropologis. Karena dalam hadits pun dikenal istilah al-Ibratu bi ‘Umum al-Lafzi laa bikhusus as-Sabab. Kata Kunci: Hadis, Asbab al-Wurud, Teks, Kontek
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI SASAK
Sasaran filsafat Pendidikan Islam dalam membentuk kesadaran secara komprehensif tidak saja bersumber dari Al-Quran dan Hadis namun juga harus mempertimbangkan “hal luar” yang sifat dan bentukannya telah mengakar dalam mainstream individu. Hal luar tersebut dapat berupa tradisi yang mengandung nilai-nilai universal. Tradisi Sasak, dalam cakupannya yang luas telah mereposisi dirinya untuk terserap ke pelbagai ranah yang dapat pula dijadikan sebagai pijakan awal dan acuan dalam pendidikan Islam dengan sistem maliq dan merang-nya. Kata Kunci: Filsafat, Pendidikan, Tradisi, Sasa
KRITIK TIME VALUE OF MONEY
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efesien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efesiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran. Dalam fiqh Islam uang sering disebut dengan nuqūd atau tsaman. Secara umum, uang dalam Islam adalah alat tukar atau transaksi dan pengukur nilai barang dan jasa untuk memperlancar transaksi perekonomian. Di dalam ekonomi Islam, tidak dikenal adanya money demand for speculation. Sebab, spekulasi tidak diperbolehkan dan kebalikan dari sistem konvensional yang memberikan bunga pada harta. Dalam Islam, harta adalah sesuatu yang dikenai zakat jika disimpan telah mencapai haulnya. Oleh karenanya, motif money for transaction serta money demand for precautionary dikenal dalam ekonomi Islam. Kata Kunci: Uang, Ekonomi, Fiq
REKSADANA SYARI’AH
Reksadana syari’ah diperkenalkan pertama kali pada tahun 1995 oleh National Commercial Bank di Saudi Arabia dengan nama Global Trade Equity dengan kapitalisasi sebesar UU$ 150 juta. Sedangkan di Indonesia reksadana syari’ah diperkenalkan pertama kali pada tahun 1998 oleh PT Danareksa Investment Management, di mana pada saat itu PT Danareksa mengeluarkan produk reksadana berdasarkan prinsip syari’ah berjenis reksadana campuran yang dinamakan dana reksadana syari’ah berimbang berjenis.Reksadana dalam fikih mengandung pengertian sebagai reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syari’at Islam. reksadana syari’ah sebagai reksadana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syari’ah Islam, baik dalam akad antara pemodal sebagai milik harta dengan Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal, maupun antara Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi.Reksadana pada umumnya sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek (saham, obligasi, valuta asing atau deposito) oleh manajer investasi. Kata Kunci: Reksadana, Fikih, Ban
MOTIVASI RELIGIUS SEBAGAI SUMBER MOTIVASI GURU
Baik dan buruknya kualitas hasil pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru akan sangat ditentukan oleh performance guru tersebut. Dengan demikian, maka kinerja guru harus selalu ditingkatkan mengingat tantangan dunia pendidikan untuk menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global semakin ketat. Kinerja guru merupakan hasil yang dicapai oleh guru dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta penggunaan waktu. Upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja itu biasanya dilakukan dengan cara memberikan motivasi disamping cara-cara yang lain. Tulisan ini berusaha sejauhmana motivasi religius menjadi sumber motivasi guru. Kata Kunci: Guru, Motivasi, Religiu
Studi Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Diniyah di Kabupaten Lombok Barat
Selama kurun waktu yang panjang, pendidikan keagamaan Islam berjalan secara tradisi, berupa pengajian al-Qur’an dan pengajian kitab, dengan metode yang dikenalkan (terutama di Jawa) dengan nama sorogan, bandongan dan halaqah. Tempat belajar yang digunakan umumnya adalah ruang-ruang masjid atau tempat-tempat shalat “umum” yang dalam istilah setempat disebut: surau, dayah, meunasah, langgar, rangkang, atau mungkin nama lainnya. Perubahan kelembagaan paling penting terjadi setelah berkembangnya sistem klasikal, yang awalnya diperkenalkan oleh pemerintah kolonial melalui sekolah-sekolah umum yang didirikannya di berbagai wilayah Nusantara. Masalah pokok penelitian ini ialah tidak tersedianya informasi yang memadai dan mutakhir untuk mengevaluasi posisi dan eksistensi madrasah diniyah dalam masyarakat Indonesia sekarang. Secara khusus, penelitian ini berusaha menjawab tiga pertanyaan yang dari sisi evaluasi kebijakan dipandang bersifat mendasar: (1) Bagaimana warga masyarakat mengenal dan memahami madrasah diniyah; (2) Bagaimana madrasah diniyah menyelenggarakan pendidikan dan menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat; dan (3) Bagaimana partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah diniyah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat. Pada masing-masing Kecamatan diambil satu Madrasah Diniyah secara purposive sebagai sasaran penelitian, dengan kriteria tergolong ke dalam Madrasah Diniyah yang mewakili tipe tertentu yang berbeda dengan Kecamatan lainnya.Dilihat dari kasus yang terjadi, madrasah diniyah yang dimaksudkan untuk menjadi pilihan pendidikan yang utama setidaknya mempunyai beberapa ciri yang menonjol. Pertama, program pendidikannya menempatkan penyajian ilmu-ilmu agama sebagai pelajaran utama, bukan sekadar bahan belajar tambahan bagi murid. Kedua, mengikut posisi pendidikannya tersebut, waktu belajar ditetapkan dan diatur sendiri tanpa harus memperhitungkan waktu belajar murid di sekolah atau madrasah formal yang mungkin juga mereka itu. Ketiga, merancang program pendidikannya untuk menjadi bagian dari penjenjangan pendidikan yang lengkap, dari tingkat dasar (awwaliyah), lanjutan pertama (wustha), dan lanjutan atas (‘ulya). Berdasarkan ciri-ciri yang telah dikemukakan terlihat bahwa madrasah yang menyediakan layanan pendidikan diniyah sebagai pendidikan utama menyelenggarakan program pendidikan tersebut dengan mengikuti standard pendidikan formal
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI SOLUSI KONFLIK SARA
Abstrak:Bangsa Indonesia dikenal sebagai Bangsa-Negara yang fluralistik dalam berbagai aspek, baik agama, suku, bahasa, etnis, budaya dan adat istiadat. Kemajmukan ini di satu sisi menjadi hal yang sangat baik, namun disisi lain menjadi rawan konflik khorizontal, terutama konflik antar agama. Dalam kondisi yang demikian, maka dibutuhkan suatu mekanisme yang bisa dijadikan lihat djembatan solusif bagi harmni. Pendidikan multikulturalisme yang ahir-ahir ini marak diperbincangkan diharpakan bisa menjadi jembatan solusif untuk harmoni tersebut. Hal ini terrlihat dari fungsi dan tujuan dari pendidikan multikulturalisme tersebut yang mengedepankan sikap demokratis, toleran dan keadilan. Dengan sikap yang demikian, maka konflik SARA diharapkan bisa dipreventifikasi
PEMIKIRAN PENDIDIKAN IKHWAN AL-SHAFA
The science of education is essentially a series of long experience of human activities throughout history education systematically arranged so easily understood, tested, applied and then developed from generation to generation. So that the concepts and theories of education that exist now or in the future, be developed in the future by experts in essence an attempt to continue thinking, experience and building a culture that has been developed by previous generations. For that examines the thinking of scholars, philosophers and scholars who are experts in the field of education remains a relevant activity in an effort to find the right education and the formulation can be applied in the present and in the future. This paper seeks to identify more concretely about who and how the formulation of educational thought of Ikhwan al-Safa, especially with regard to the role, dedication, ideas and contribution in developing a system and a new order of thought of Islamic education for the empowerment of its time, shown through their existence as a form of actualization of social function.
BIMBINGAN KONSELING ISLAM INDIVIDU DAN KELOMPOK
Bimbingan Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam tulisan ini ingin diangkat permasalahan tentang perbedaan Konseling Islam dengan Konseling Barat, model aplikasi bimbingan Konseling Islam berdasarkan kajian teoretis, kreativitas konselor dalam mengambil keputusan, teknik-teknik konseling, konsep dasar kelompok dan dinamika kelompok, dan yang terakhir tentang kedudukan bimbingan individu dan kelompok. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau analisis dokumenter berkenaan dengan apa yang sudah dikemukakan oleh para ahli psikologi, lebih utama lagi oleh para ahli konseling Islam. Yang mana dari uraian data yang dikemukakan terkuak tentang makna Konseling dalam perspektif Islam, pada prinsipnya bukanlah teori baru, karena ajaran Islam tertuang dalam Alquran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan ajaran untuk manusia memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat
MENCARI BENTUK KONSELING ISLAM DALAM TRADISI SUFISME
Tulisan ini hendak mengkaji tentang berbagai permasalahan seputar bentuk konseling Islam yang ideal dalam tradisi sufisme (islamisasi sains). Kehadiran tulisan ini tentunya dihajatkan untuk dapat memberikan warna yang sebenarnya dari dunia konseling kita. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau analisis dokumenter berkenaan dengan apa yang sudah ditorehkan oleh para sufisme dalam berbagai karya ciptaannya. Dari analisis tersebut ditemukan, bahwa embrio gagasan “Islamisasi” ilmu konseling ini sesungguhnya dapat dilacak melalui “proyek Islamisasi sains” yang dilandasi oleh keyakinan bahwa sesungguhnya segala yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah dan pasti telah termaktub dalam Alquran sebagai kitab Allah dan Hadis. Oleh sebab itu, semua ilmu pengetahuan yang ada dan menjadi temuan ilmuan selama ini sesungguhnya merupakan milik Allah dan semuanya terjadi di atas kehendak-Nya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ilmu konseling sebagai bagian dari ilmu pengetahuan modern sudah tentu juga memiliki basis empiris dan teoretis. begitupun harus diyakini juga bahwa ilmu konseling sesungguhnya juga merupakan bagian dari spektrum yang tercakup dalam Alquran dan Hadis.Kata Kunci: Konseling Islam, Islamisasi sains, tradisi sufism