Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Pemikiran Pendidikan Tuan Guru Haji Ahmad Sanusi Sesela Lombok Barat

    Get PDF
    Hakikat  pendidikan  adalah  pembentukan  manusia  ke arah  yang  di cita-citakan. Pendidikan Islam merupakan proses pembentukan manusia kearah yang dicita-citakan Islam. Tujuan dan sasaran pendidikan berbeda-beda menurut pandangan hidup masing-masing pendidik atau lembaga pendidikan. Oleh karenanya perlu dirumuskan pandangan hidup Islam yang mengarahkan tujuan dan sasaran pendidikan Islam.. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. yang difokuskan pada beberapa permasalahan, yaitu riwayat pendidikan TGH. Ahmad Sanusi serta, bagaimana pemikirannya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan data lapangan sebagai sumber primernya. Adapun pelaksanaannya, mengumpulkan sumber pustaka, terutama buku, jurnal yang tererkait dengan Pemikiran Pendidikan Tuan Guru. Pendekatan yang  digunakan dalam penelitian ini  adalah pendekatan kualitatif, sosiologis dan historis. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosok TGH. Ahmad Sanusi merupakan tuan guru sekaligus dai yang mengabdikan hidupnya dalam dunia pendidikan maupun pengabdian masyarakat. Hal ini terlihat dari ikhtiar dan usaha-usahanya dalam memperjuangkan pendidikan Islam melalui dibngunnya pondok pesantren yang ia rintis bersama para tuan guru lainya. Banyak dari semua santrinya menjadi orang-orang berhasil terkemukan di masyarkat seperti TGH. Munajib Khalid yang sekarang menjadi figur di Lombok Barat, TGH. Suhaili pengasuh pondok pesantren Al-Halimy serta masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan penulis

    Hukum Adat dan Hukum Islam Dalam Tradisi Penentuan Mahar di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    Dalam setiap daerah banayak cara yang dilakukan masyarakat untuk melaksanakan institusi perkawinan, di lombok misalnya, perkawinan dianggap sakral yang penuh dengan muatan adat, sehingga ketika melakukan perkawinan masyarakat harus berusaha keras untuk melakukan serangkaian adat dalam perkawinan. Dalam perkawinan di lombok kecamatan pujut tempat penulis melakukan penelitian, ada prosesi adat yang dikenal dengan Nyelabar, nyelabar ini merupakan proses adat yang secara adat pihak laki-laki mengunjungi pihak mempelai perempuan yang didalamnya terdapat negosiasian penentuan mahar, akad perkawinan tidak akan terjadi sebelum ada kesepakatan dalam penegosiasian tersebut, sedangkan dalam penentuan mahar dalam pernikahan mereka masih melihat dari segi strata kasta yang kerap kali menimbulkan permasalahan pelaksanan akad nikah dalam rentang waktu yang sanagat lama. Setelah penulis membahas masalah yang sudah dianalisis penulis maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ,Konsep penentuan mahar dalam tradisi nyelabar di kecamatan pujut ini dipengaruhi oleh adat masyarakat setempat yang pelaksanaanya mengunakan konsep musyawarah dalam penentuan mahar tersebut, yaitu musyawarah untuk menentukan mahar berapa yang harus diberikan oleh pihak keluarga laki-laki kepada pihak perempuan dan berapa yang dipinta oleh pihak keluarga perempuan kepada pihak laki-laki, yang dalam penentuannya masih melihat dari beberapa aspek seperti, strata sosial, ekonomi dan pendidikan, dalam praktek adat ini pihak keluarga laki-laki maupun pihak perempuan tidak diperkenankan untuk mengikuti tradisi melainkan diwakilkan oleh pihak-pihak yang telah ditentukan adat.Penentuan mahar di kecamatan pujut meruapakan adat kebiasaan yang sudah berlaku dan sudah dijalankan sejak dahulu, penentuan mahar dalam tradisi nyelabar ini tidak sesuai dengan syari’at Islam walaupun hasil dari kesepakatan musyawarah, paraktik adat ini lebih cendrung mengandung mafsadat meski pelaksaanya untuk mendapatkan kemashlahatan

    PENGARUH MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI

    No full text
    Penetian ini mendeskripsikan peran media gambar dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini di Lombok Timur. Sebagai sampel penelitian adalah siswa RA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga, yaitu salah satu PAUD Formal bernafaskan Islam di Kecamatan Keruak Lombok Timur.Dalam melakukan pengumpulan data dilakukan dengan metode Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, sedangkan analisa data menggunakan Metode Deskriptor. Persentase kemampuan kognitif anak mencapai 60.7 maka menunjukkan pengaruh yang signifikan media gambar terhadap perkembangan kognitif tersebut

    Hukum Adat dan Hukum Islam Dalam Tradisi Penentuan Mahar di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    Dalam setiap daerah banayak cara yang dilakukan masyarakat untuk melaksanakan institusi perkawinan, di lombok misalnya, perkawinan dianggap sakral yang penuh dengan muatan adat, sehingga ketika melakukan perkawinan masyarakat harus berusaha keras untuk melakukan serangkaian adat dalam perkawinan. Dalam perkawinan di lombok kecamatan pujut tempat penulis melakukan penelitian, ada prosesi adat yang dikenal dengan Nyelabar, nyelabar ini merupakan proses adat yang secara adat pihak laki-laki mengunjungi pihak mempelai perempuan yang didalamnya terdapat negosiasian penentuan mahar, akad perkawinan tidak akan terjadi sebelum ada kesepakatan dalam penegosiasian tersebut, sedangkan dalam penentuan mahar dalam pernikahan mereka masih melihat dari segi strata kasta yang kerap kali menimbulkan permasalahan pelaksanan akad nikah dalam rentang waktu yang sanagat lama. Setelah penulis membahas masalah yang sudah dianalisis penulis maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ,Konsep penentuan mahar dalam tradisi nyelabar di kecamatan pujut ini dipengaruhi oleh adat masyarakat setempat yang pelaksanaanya mengunakan konsep musyawarah dalam penentuan mahar tersebut, yaitu musyawarah untuk menentukan mahar berapa yang harus diberikan oleh pihak keluarga laki-laki kepada pihak perempuan dan berapa yang dipinta oleh pihak keluarga perempuan kepada pihak laki-laki, yang dalam penentuannya masih melihat dari beberapa aspek seperti, strata sosial, ekonomi dan pendidikan, dalam praktek adat ini pihak keluarga laki-laki maupun pihak perempuan tidak diperkenankan untuk mengikuti tradisi melainkan diwakilkan oleh pihak-pihak yang telah ditentukan adat.Penentuan mahar di kecamatan pujut meruapakan adat kebiasaan yang sudah berlaku dan sudah dijalankan sejak dahulu, penentuan mahar dalam tradisi nyelabar ini tidak sesuai dengan syari’at Islam walaupun hasil dari kesepakatan musyawarah, paraktik adat ini lebih cendrung mengandung mafsadat meski pelaksaanya untuk mendapatkan kemashlahatan

    SADDU AL-DZARI’AH DALAM HUKUM ISLAM

    No full text
    Sebelum sampai pada perbuatan yang dituju, ada serentetan perbuatan yang mendahuluinya dan harus dilalui. Contoh, bila seseorang ingin menuntut ilmu, ia melalui beberapa fase kegiatan seperti mencari guru, menyiapkan tempat dan alat-alat belajarnya. Perbuatan pokok dalam hal ini adalah menuntut ilmu, sedangkan kegiatan lain yang disebutkan diatas merupakan perantara atau pendahuluan. perbuatan pendahuluan yang tidak ditetapkan hukumnya adalah kewajiban menuntut ilmu itu diwajibkan tetapi perbuatan perantara seperti mendirikan sekolah dan mencari guru itu tidak ada dalil hukumnya secara langsung. Dapatkah mendirikan sekolah dan mencari guru itu wajib sebagaimana wajibnya menuntut ilmu. Sehingga yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah apakah yang menjadi landasan sehingga saddu al-zai’ah bisa menjadi salah satu istimbat hukum? Dan Bagaimanakah proses pengambilan hukum dalam saddus zari’ah dalam mengantisispasi amoral di tengah masyarakat?Saddu Zara’i berasal dari kata sadd dan zara’i. Sadd artinya menutup atau menyumbat, sedangkan zara’i artinya pengantara. Pengertian zara’i sebagai wasilah dikemukakan oleh Abu Zahra dan Nasrun Harun mengartikannya sebagai jalan kepada sesuatu atau sesuatu yang membawa kepada sesuatu yang dilarang dan mengandung kemudaratan. Beberapa pendapat menyatakan bahwa Dzai’ah adalah washilah (jalan) yang menyampaikan kepada tujuan baik yang halal ataupun yang haram. Dalam hukum takhlifi diuraikan tentang sesuatu yang mendahului perbuatan wajib, yang disebut muqaddimah wajib. Karena muqaddimah merupakan washilah (perantara) kepada suatu yang dikenai hukum, maka ia juga disebut dzari’ah. Oleh karena itu para penulis dan ulama ushul fiqh memasukkan muqaddimah wajib kedalam pembahasan tentang dzari’ah, karena sama-sama sebagai perantara untuk melakukan sesuatu.Setiap perbuatan mengandung dua sisi: Sisi yang mendorong untuk berbuat dan Sasaran atau tujuan yang menjadi natijah (Kesimpulan/Akibat) dari perbuatan itu. Menurut natijahnya, perbuatan itu ada 2 bentuk : Natijahnya baik, maka segala sesuatu yang mengarah kepadanya adalah baik dan oleh karenanya dituntut untuk mengerjakannya. Kedua Natijahnya buruk, maka segala sesuatu yang mendorong kepadanya adalah juga buruk, dan karenannya dilarang. Untuk menetapkan hukum jalan (sarana) yang mengharamkan kepada tujuan, dalam saddu al-zari’ah, ada tiga hal yang perlu dipehatikan: Pertama Tujuan. Jika tujuannya dilarang, maka jalannya pun dilarang dan jika tujuannya wajib, maka jalannya pun diwajibkan. Kedua Niat (Motif). Jika niatnya untuk mencapai yang halal, maka hukum sarananya halal, dan jika niat yang ingin dicapai haram, maka sarananyapun haram. Ketiga Akibat dari suatu perbuatan

    Perbedaan Hasil Belajar IPA Terpadu antara Pemberian Tugas di Awal Pembelajaran Dengan Pemberian Tugas di Akhir Pembelajaran pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bolo Tahun Ajaran 2016-2017

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen, bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang di ajar dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran dengan pemberian tugas di akhir pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bolo sebanyak 223 siswa yang terdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas yaitu kelas VII H sebagai kelas eksperimen pertama dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen kedua, dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang siswa atau 18,84% dari jumlah populasi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pre-tes kepada kedua kelas, dilanjutkan dengan pembelajaran dan di akhiri dengan memberikan post-tes.           Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata (mean) gain hasil belajar siswa pada kelas eksperimen pertama dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran mencapai 43,3, sedangkan nilai rata-rata (mean) gain pada kelas eksperimen kedua dengan metode pemberian tugas di akhir pembelajaran mencapai 38,3. Hasil uji t diperoleh t hitung­­ 2,262 dengan dk (40) α = 5% dan diperoleh t tabel sebesar 2,021, maka t hitung ≥ t tabel. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan, dimana hasil belajar siswa dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan pemberian tugas di akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa pembelajaran IPA Terpadu dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan metode pemberian tugas di akhir pembelajaran. Sehingga peneliti berharap kepada guru agar menerapkan metode pemberian tugas di awal pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswaPenelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen, bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang di ajar dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran dengan pemberian tugas di akhir pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bolo sebanyak 223 siswa yang terdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas yaitu kelas VII H sebagai kelas eksperimen pertama dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen kedua, dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang siswa atau 18,84% dari jumlah populasi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pre-tes kepada kedua kelas, dilanjutkan dengan pembelajaran dan di akhiri dengan memberikan post-tes.           Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata (mean) gain hasil belajar siswa pada kelas eksperimen pertama dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran mencapai 43,3, sedangkan nilai rata-rata (mean) gain pada kelas eksperimen kedua dengan metode pemberian tugas di akhir pembelajaran mencapai 38,3. Hasil uji t diperoleh t hitung­­ 2,262 dengan dk (40) α = 5% dan diperoleh t tabel sebesar 2,021, maka t hitung ≥ t tabel. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan, dimana hasil belajar siswa dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan pemberian tugas di akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa pembelajaran IPA Terpadu dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan metode pemberian tugas di akhir pembelajaran. Sehingga peneliti berharap kepada guru agar menerapkan metode pemberian tugas di awal pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar sisw

    Comparison of Mathematical Power of Student Taught by Using TTW And TAPPS Learning Strategy

    Get PDF
    The research aimed to discover the description, the difference of the improvement of Mathematical Powers of students who were taught by using cooperative learning TTW strategy TAPPS strategy to class VIII students at SMPN 26 Makassar. This research is a quasi-experimental research, using the h pretest-posttest two group design. The population in this study in a class VIII at SMPN 26 Makassar on the academic year 2016/2017 by number of 250 students. The study involved two experimental class, the class VIII 3 consisting of 28 student and class VIII 4 which consists of 28 student selected by simple random sampling. The first experimental class was treated by applying cooperative learning with TTW strategy and and the second experimental class was treated by applying TAPPS strategy. The instruments of the research were Mathematical power test, learning implementation observation sheet, and students’ activities observation sheet. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistical analysis using analysis of Multivariate Analysis of Varian (MANOVA). The results of the research showed that (1) Mathematical powers (concept understanding ability) after the implementation of cooperative learning with TTW strategy were in high category, Mathematics communication abilities were in medium category, Mathematics problem solving abilities were in high category and the improvement of Mathematical powers in high category. And Mathematical powers (concept understanding ability, Mathematics communication, and Mathematical problem solving) after the implementation of cooperative learning with TAPPS strategy were in medium category, Mathematical powers in medium category, (2) there was difference of improvement of Mathematical powers of students who were taught by using TTW strategy and TAPPS strategy. (3) there was no difference of the improvement of Mathematics concept understanding abilities who were taught by using TTW strategy and TAPPS strategy (4) there was a difference of the improvement of Mathematics communication abilities of the students who were taught by using TAPPS strategy, and (5) there was a difference of the by using TTW strategy and TAPPS strategy to class VIII students at SMPN 26 MakassarThe research aimed to discover the description, the difference of the improvement of Mathematical Powers of students who were taught by using cooperative learning TTW strategy TAPPS strategy to class VIII students at SMPN 26 Makassar. This research is a quasi-experimental research, using the h pretest-posttest two group design. The population in this study in a class VIII at SMPN 26 Makassar on the academic year 2016/2017 by number of 250 students. The study involved two experimental class, the class VIII 3 consisting of 28 student and class VIII 4 which consists of 28 student selected by simple random sampling. The first experimental class was treated by applying cooperative learning with TTW strategy and and the second experimental class was treated by applying TAPPS strategy. The instruments of the research were Mathematical power test, learning implementation observation sheet, and students’ activities observation sheet. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistical analysis using analysis of Multivariate Analysis of Varian (MANOVA). The results of the research showed that (1) Mathematical powers (concept understanding ability) after the implementation of cooperative learning with TTW strategy were in high category, Mathematics communication abilities were in medium category, Mathematics problem solving abilities were in high category and the improvement of Mathematical powers in high category. And Mathematical powers (concept understanding ability, Mathematics communication, and Mathematical problem solving) after the implementation of cooperative learning with TAPPS strategy were in medium category, Mathematical powers in medium category, (2) there was difference of improvement of Mathematical powers of students who were taught by using TTW strategy and TAPPS strategy. (3) there was no difference of the improvement of Mathematics concept understanding abilities who were taught by using TTW strategy and TAPPS strategy (4) there was a difference of the improvement of Mathematics communication abilities of the students who were taught by using TAPPS strategy, and (5) there was a difference of the by using TTW strategy and TAPPS strategy to class VIII students at SMPN 26 Makassa

    Saddu Al-Dzari’ah dalam Hukum Islam

    Get PDF
    Sebelum sampai pada perbuatan yang dituju, ada serentetan perbuatan yang mendahuluinya dan harus dilalui. Contoh, bila seseorang ingin menuntut ilmu, ia melalui beberapa fase kegiatan seperti mencari guru, menyiapkan tempat dan alat-alat belajarnya. Perbuatan pokok dalam hal ini adalah menuntut ilmu, sedangkan kegiatan lain yang disebutkan diatas merupakan perantara atau pendahuluan. perbuatan pendahuluan yang tidak ditetapkan hukumnya adalah kewajiban menuntut ilmu itu diwajibkan tetapi perbuatan perantara seperti mendirikan sekolah dan mencari guru itu tidak ada dalil hukumnya secara langsung. Dapatkah mendirikan sekolah dan mencari guru itu wajib sebagaimana wajibnya menuntut ilmu. Sehingga yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah apakah yang menjadi landasan sehingga saddu al-zai’ah bisa menjadi salah satu istimbat hukum? Dan Bagaimanakah proses pengambilan hukum dalam saddus zari’ah dalam mengantisispasi amoral di tengah masyarakat?Saddu Zara’i berasal dari kata sadd dan zara’i. Sadd artinya menutup atau menyumbat, sedangkan zara’i artinya pengantara. Pengertian zara’i sebagai wasilah dikemukakan oleh Abu Zahra dan Nasrun Harun mengartikannya sebagai jalan kepada sesuatu atau sesuatu yang membawa kepada sesuatu yang dilarang dan mengandung kemudaratan. Beberapa pendapat menyatakan bahwa Dzai’ah adalah washilah (jalan) yang menyampaikan kepada tujuan baik yang halal ataupun yang haram. Dalam hukum takhlifi diuraikan tentang sesuatu yang mendahului perbuatan wajib, yang disebut muqaddimah wajib. Karena muqaddimah merupakan washilah (perantara) kepada suatu yang dikenai hukum, maka ia juga disebut dzari’ah. Oleh karena itu para penulis dan ulama ushul fiqh memasukkan muqaddimah wajib kedalam pembahasan tentang dzari’ah, karena sama-sama sebagai perantara untuk melakukan sesuatu.Setiap perbuatan mengandung dua sisi: Sisi yang mendorong untuk berbuat dan Sasaran atau tujuan yang menjadi natijah (Kesimpulan/Akibat) dari perbuatan itu. Menurut natijahnya, perbuatan itu ada 2 bentuk : Natijahnya baik, maka segala sesuatu yang mengarah kepadanya adalah baik dan oleh karenanya dituntut untuk mengerjakannya. Kedua Natijahnya buruk, maka segala sesuatu yang mendorong kepadanya adalah juga buruk, dan karenannya dilarang. Untuk menetapkan hukum jalan (sarana) yang mengharamkan kepada tujuan, dalam saddu al-zari’ah, ada tiga hal yang perlu dipehatikan: Pertama Tujuan. Jika tujuannya dilarang, maka jalannya pun dilarang dan jika tujuannya wajib, maka jalannya pun diwajibkan. Kedua Niat (Motif). Jika niatnya untuk mencapai yang halal, maka hukum sarananya halal, dan jika niat yang ingin dicapai haram, maka sarananyapun haram. Ketiga Akibat dari suatu perbuatan

    Konsep Pendidikan Menurut Muhammad Natsir

    Get PDF
    Dasar pemikiran yang melatar belakangi penelitian ini adalah Pertama, adanya hubungan erat antara peran pemikiran ketokohan dengan persoalan praksisi pendidikan, apalgi jika corak pemikiran itu bersifat inovatif dan menjawab kebutuhan zaman. Kedua, ada semacam kesejalanan ide pokok (filosofis) pendidikan yang dituangkan Muhammad Natsir dalam upaya membentuk kepribadian dan menanamkan nilai pendidikan berasaskan ajaran Islam. Ketiga, konsep integralisasi ilmu pengetahuan religius dan modern shingga dapat memberi kontribusi positif bagi aktifitas penelitian untuk mengembangkan metodologi pendidikan Islam. Menurut Mohammad Natsir, di dalam Islam pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting. Tulisan ini memfokuskan pada ruang lingkup metodologi pendidikan Islam dengan permasalahan utama adalah bagaimana konsep pendidikan islam perspektif Muahmmad Natsir. Ada tiga pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: pendekatan historis, filosofis dan sosiologis. Penelitian ini  termasuk riset kepustakaan dengan menggunakan data kualitatif yang berbentuk literatur dan informasi verbal, dan menggunakan teknik analisis deskriftif analitif, yaitu menganalisa dan menyimpulkan dari pendapat-pendapat yang dikonfirmasikan, dan content analysis, yaitu menganalisis makna yang terkandung dalam asumsi, gagasan, ataupun statemen untuk mendapatkan pengertian dan kesimpulan

    Perlindungan Hukum Tertanggung dalam Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa

    Get PDF
    Penelitian ini terkait dengan perlidungan hukum tertanggung dalam pembayaran klaim polis asuransi jiwa, adapun rumusan masalah tersebut adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum tertanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa; bagaimana tanggung jawab perusahaan asuransi dalam pembayaran klaim asuransi jiwa; dan bagaimana bentuk penyelesaian sengketa yang terjadi antara pihak tertanggung dengan pihak penanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa. Hasil dari penilitian tersebut adalah pertama, bentuk perlindungan hukum tertanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa, apabila pihak penanggung wanprestasi berupa tidak melaksanakan prestasi sesuai dengan yang diperjanjikan dalam polis asuransi, yaitu tidak memberikan pembayaran klaim asuransi kepada pihak tertanggung sesuai dengan jumlah pertanggungan, maka tertanggung dapat melakukan upaya hukum berupa gugatan melalui pengadilan maupun menyelesaikan melalui mekanisme yang ada dalam polis asuransi jiwa. Kedua, tanggung jawab perusahaan asuransi dalam pembayaran klaim asuransi jiwa sudah diatur dalam beberapa ketentuan hukum baik dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang maupun dalam Undang-Undang Tentang Usaha Perasuransian. Tanggung jawab tersebut merupakan suatu tanggung jawab hukum yang lahir dari perjanjian asuransi jiwa. Adapun kewajiban kewajiban bagi pihak penanggung terhadap tertanggung adalah membayarkan klaim asuransi jiwa sesuai dengan jumlah pertanggungan yang tercantum dalam polis asuransi jiwa tersebut. Ketiga, bentuk penyelesaian sengketa antara tertanggung dengan penanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa, pada prinsipnya prosedur penyelesaian sengketa antara tertanggung dengan penanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa pada umumnya diselesaikan melalui lembaga arbitrase sesuai dengan klausula dalam polis, akan tetapi apabila dalam polis tersebut tidak ditentukan lembaga mana yang menyelesaikan sengketa maka dapat mengajukan upaya hukum di Pengadilan Negeri maupun lembaga penyelesaian sengketa di luar pengadilan

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇