Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Keilmiyahan Mu’jizat Al-Qur’an Dari Berbagai Aspek

    No full text
    Artikel ini menkaji bagian kecil dari ilmu al-Qur’an tentang mu’jizat yang ada dalam al-Qur’an dari berbagai aspeknya secara ilmiyah. Para ulama berbeda pendapat tentang bagian-bagian kemu’jizatan yang terkandung di dalamnya. Penulis mencoba memaparkan sedikit kemu’jizatan al-Qur’an tentang pengertian, macam-macam dan aspek-aspek kemu’jizatan al-Qur’an yang terkandung di dalamnya baik tersurat maupun tersirat secara ilmiyah

    STUDI KOMPARATIF MEKANISME DISTRIBUSI PENDAPATAN DALAM PANDANGAN EKONOMI KAPITALI DAN EKONOMI ISLAM

    No full text
    Penelitiam ini meneliti tentang keadilan distribusi oleh dua sistem ekonomi yakni ekonomi kapitalis dan ekonomi Islam tujuan dari penelitian ini untuk  mencari perbedaan dan persamaan yang mendasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur, oleh karena itu metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Distrbusi pendapatan mejadi maslah riumit yang di perdebatkan  kalangan ekonom. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa yang menjadi permasalahan utama dari ekonomi Islam dan kapitalis ialah dalam mengartikan dan menempatkan hak milik dan sistem yang di aplikasikan dalam menyelesaikan permaslahan keadilam distribusi kekayaan untuk mengurangi kemiskinan masyarakat. Meknisme pasar menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi dalam ekonomi Islam dan kapitali

    Analisis Tingkat Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika pada Materi Geometri dan Bilangan Bulat yang Berbentuk Soal Cerita

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan – kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi geometri dan bentuk akar dalam bentuk soal cerita. Metode yang digunakan adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes dilakukan kepada siswa sedangkan wawacara dilakukan kepada guru dan siswa. Hasil wawancara guru menyatakan bahwa kesulitan guru dalam mengajar geometri adalah kurang tersedia media pembelajaran yang  bisa menunjang pembelajaran di kelas. Sekolah pada penelitian ini menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pada materi KTSP siswa tidak mengalami kesulitan tetapi siswa kesulitan pada soal-soal K13 yang setara soal olimpiade. Selain itu kurang efektifnya penyampaian guru disebabkan kekurangan siswa dalam mempresentasikan materi pembelajaran. Selanjutnya siswa mudah lupa dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Pada materi bilangan bulat guru tidak mengalami kesulitan dalam mengajarkannya, kesulitan justru dialami oleh siswa seperti halnya pangkat negatif, pangkat tak sebenarnya, siswa juga kesulitan dalam mengubah bentuk akar ke bentuk pangkat.Sedangkan hasil tes siswa menunjukkan bahwa dari semua faktor penyebab kesalahan siswa paling banyak kurang memahami soal yang diberikan terutama pada soal cerita. Selain pemahaman kemampuan mengecek kembali jawaban dengan pertanyaan juga kurang. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan penggunaan media pembelajaran yang mudah didapatPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan – kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi geometri dan bentuk akar dalam bentuk soal cerita. Metode yang digunakan adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes dilakukan kepada siswa sedangkan wawacara dilakukan kepada guru dan siswa. Hasil wawancara guru menyatakan bahwa kesulitan guru dalam mengajar geometri adalah kurang tersedia media pembelajaran yang  bisa menunjang pembelajaran di kelas. Sekolah pada penelitian ini menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pada materi KTSP siswa tidak mengalami kesulitan tetapi siswa kesulitan pada soal-soal K13 yang setara soal olimpiade. Selain itu kurang efektifnya penyampaian guru disebabkan kekurangan siswa dalam mempresentasikan materi pembelajaran. Selanjutnya siswa mudah lupa dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Pada materi bilangan bulat guru tidak mengalami kesulitan dalam mengajarkannya, kesulitan justru dialami oleh siswa seperti halnya pangkat negatif, pangkat tak sebenarnya, siswa juga kesulitan dalam mengubah bentuk akar ke bentuk pangkat.Sedangkan hasil tes siswa menunjukkan bahwa dari semua faktor penyebab kesalahan siswa paling banyak kurang memahami soal yang diberikan terutama pada soal cerita. Selain pemahaman kemampuan mengecek kembali jawaban dengan pertanyaan juga kurang. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan penggunaan media pembelajaran yang mudah didapa

    Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa Kelas VIII SMP Negeri 06 Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Pada saat mengenalkan konsep-konsep baik-buruk, benar-salah atau menanamkan disiplin pada anak, orang tua atau guru hendaknya memberikan penjelasan tentang alasannya. Seperti (1) mengapa menggosok gigi sebelum tidur itu baik, (2) mengapa sebelum makan harus mencuci tangan, atau (3) mengapa tidak boleh membuang sampah sembarangan. Penanaman disiplin dengan disertai  alasannya ini, diharapkan akan mengembangkan self-control atau self-discipline (kemampuan mengendalikan diri, atau mendisiplinkan diri berdasarkan kesadaran sendiri) pada anak. Apabila penanaman disiplin ini tidak diiringi penjelasan tentang alasannya, atau bersifat doktriner, biasanya akan melahirkan sikap disiplin buta, apalagi jika disertai dengan perlakuan yang kasar.Pada saat mengenalkan konsep-konsep baik-buruk, benar-salah atau menanamkan disiplin pada anak, orang tua atau guru hendaknya memberikan penjelasan tentang alasannya. Seperti (1) mengapa menggosok gigi sebelum tidur itu baik, (2) mengapa sebelum makan harus mencuci tangan, atau (3) mengapa tidak boleh membuang sampah sembarangan. Penanaman disiplin dengan disertai  alasannya ini, diharapkan akan mengembangkan self-control atau self-discipline (kemampuan mengendalikan diri, atau mendisiplinkan diri berdasarkan kesadaran sendiri) pada anak. Apabila penanaman disiplin ini tidak diiringi penjelasan tentang alasannya, atau bersifat doktriner, biasanya akan melahirkan sikap disiplin buta, apalagi jika disertai dengan perlakuan yang kasar

    Kecenderungan Antipluralisme Guru-Guru Pendidikan Agama Islam di MAN Dompu

    Get PDF
    Sebagai negara yang menempatkan agama sebagai falsafah dalam kehidupan berbangsa adalah penting untuk melihat kembali pendidikan agama di lingkungan sekolah untuk mereduksi konflik yang sering muncul di tanah air. Apa yang salah dengan pendidikan agama, sehingga agama yang seharusnya tampil sebagai pengayom dan terompet moral yang keras dalam berbagai dimensi kehidupan, ternyata justru sering dituduh sebagai biang munculnya kekerasan. Agama yang semestinya hadir sebagai energi sosial untuk melawan ketidakadilan, mencegah konflik ternyata menjadi faktor dominan meletusnya konflik. Oleh karena itulah, memberikan pemahaman agama yang inklusif dan toleran yang mampu melahirkan kerja sama di bidang kemanusiaan melalui pendidikan agama sangat mutlak diperlukan di Indonesia dalam rangka untuk meredam konflik, dan mencegah timbulnya kekerasan atas nama agamaSebagai negara yang menempatkan agama sebagai falsafah dalam kehidupan berbangsa adalah penting untuk melihat kembali pendidikan agama di lingkungan sekolah untuk mereduksi konflik yang sering muncul di tanah air. Apa yang salah dengan pendidikan agama, sehingga agama yang seharusnya tampil sebagai pengayom dan terompet moral yang keras dalam berbagai dimensi kehidupan, ternyata justru sering dituduh sebagai biang munculnya kekerasan. Agama yang semestinya hadir sebagai energi sosial untuk melawan ketidakadilan, mencegah konflik ternyata menjadi faktor dominan meletusnya konflik. Oleh karena itulah, memberikan pemahaman agama yang inklusif dan toleran yang mampu melahirkan kerja sama di bidang kemanusiaan melalui pendidikan agama sangat mutlak diperlukan di Indonesia dalam rangka untuk meredam konflik, dan mencegah timbulnya kekerasan atas nama agam

    Pengembangan Pendidikan Islam Indonesia (Studi pengembangan kurikulum pesantren)

    Get PDF
    Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia tetap survive dalam berbagai masa. Pesantren telah menunjukkan kemampuannya dalam mencetak kader-kader ulama dan telah berjasa turut mencerdaskan kehidupan bangsa.Sepintas lalu pesantren memainkan peranan sebagai sub-kultur bagi kehidupan masyarakat secara umum, tetapi harus diberi batasan lain pada peranan tersebut. Memang benar pesantren memiliki perwatakan sub-kultural, tetapi ia justru tidak merupakan bagian dari sesuatau kultur atas apapun. Pesantren ialah tempat santri atau murid-murid belajar ilmu agama Islam.  Pondok ialah tempat penginapan mereka seperti asrama masa sekarang.Menurut Zamkhsyari Dhofier, kata "pondok" mungkin juga berasal dari bahasa arab "funduq" yang berarti "hotel atau asrama"Model pendidikan pesantren ini berkembang di seluruh Indonesia, dengan nama dan corak yang sangat bervariasi. Di Jawa disebut pondok atau pesantren, di Aceh dikenal rangkang, di Sumatra Barat dikenal surau. Nama yang sekarang diterima umum adalah pondok pesantren Kurikulum yang berkembang di pesantren selama ini memperlihatkan sebuah pola yang tetap yaitu, kurikulum ditujukan untuk mencetak "ulama" di kemudian hari; struktur dasar kurikulum itu adalah pengajaran pengetahuan agama dalam segenap tingkatannya dan pemberian pendidikan dalam bentuk bimbingan kepada santri secara pribadi oleh kiai/guru; secara keseluruhan kurikulum yang ada bersifat lentur/fleksibel, Adapun kurikulum ditinjau dari komponen-komponennya.Tujuan Pendidikan Pesantren antara lain; menyiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu agama Islam atau lebih dikenal tafaqquh fid-din; dakwah menyebarkan agama Islam; benteng pertahanan umat dalam bidang akhlak; berupaya meningkatkan pengembangan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.Isi atau mata pelajaran di pesantren hanya mempelajari agama bersumber pada kitab-kitab klasik dan berdasarkan tingkat kemudahan dan kompleksitas ilmu atau masalah

    PENGARUH STATUS SOSIAL, TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN KONDISI EKONOMI TERHADAP MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA MA PALAPA NUSANTARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Status Sosial,  Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Kondisi Ekonomi  terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan  tinggi pada siswa MA Palapa Nusantara tahun pelajaran  2015/ 2016. Penelitian ini merupakan penelitian expostfacto dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas XII MA Palapa Nusantara tahun pelajaran 2015/2016 sebnyak 118 siswa dengan sampel penelitian sebesar 59 siswa yang diambil dengan teknik random samling. Pengumpulan data status sosial, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan orang tua dan motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menggunakan intrumen dengan menyebarkan angket. Data dianalisis dengan teknik  analisis korelasi parsial dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Ada pengaruh positif dan signifikan Status sosial orang tua terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa MA Palapa Nusantara Tahun Pelajaran 2015/2016 sebesar 2,3% (F = 1.232 ; Sig. = 0.000 < = 0,05) artinya 2,3% motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ditentukan oleh status sosial dan sisanya ditentukan oleh faktor lain. 2)Adapengaruh positif dan signifikan kondisi ekonomi orang tua terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa MA Palapa NusantaraTahun Pelajaran 2015/ 2016 sebesar 26,6% (F = 20,619 ; Sig. = 0.000 < = 0,05) artinya 26,6% motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ditentukan oleh kondisi ekonomi dan sisanya ditentukan oleh faktor lain. 3) Ada pengaruh positif dan signifikan tingkat pendidikan orang tua terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa MA Palapa NusantaraTahun Pelajaran 2015/2016 sebesar 10,6% (F = 6,767 ; Sig. = 0.000 < = 0,05) artinya 10,6% motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ditentukan oleh tingkat pendidikan orang tua dan sisanya ditentukan oleh faktor lain.. 4) ada pengaruh positif dan signifikan dari status sosial, kondisi ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua secara bersama-sama terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa MA Palapa NusantaraTahun Pelajaran 2015/2016 sebesar 27,1% (F = 6,831; Sig. = 0.000 < = 0,05) artinya 27,1% motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ditentukan secara bersama-sama oleh status sosial, kondisi ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua dan sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain

    KUALITAS HADIS DITENTUKAN OLEH KUALITAS TERENDAH RAWI DALAM SANAD: KUALITAS HADIS DITENTUKAN OLEH KUALITAS TERENDAH RAWI DALAM SANAD

    Get PDF
    Ilmu al-Jarh wa at-Ta’dīl merupaka salah satu ilmu yang sangat penting. Melalui kajian ilmu ini, Hadis yang ditransmisikan melalui jaringan sanad mampu diverifikasi dengan baik. Munculnya ilmu ini juga berdampak pada diterima maupun ditolaknya periwayatan seseorang. Selain itu para ulama juga menyusun kaidah-kaidah dalam mendukung teori-teori yang dipraktekkan agar tidak terjadi pertentangan bila menemui permasalahan yang sama namun berbeda illatnya. Salah satu kaidah yang muncul dari peraktik teori tersebut adalah Kualitas Hadis ditentukan oleh Kualitas Terendah Rawi dalam Sanad”. Kaidah ini mengkaji bagaimana seorang rawi secara sendirian mampu mempengaruhi kualitas Hadis apakah diterima atau ditolak.   Kata kunci: Jarh wa Ta’dīl, Kaidah, sahih, daif, perawi.Ilmu al-Jarh wa at-Ta’dīl merupaka salah satu ilmu yang sangat penting. Melalui kajian ilmu ini, Hadis yang ditransmisikan melalui jaringan sanad mampu diverifikasi dengan baik. Munculnya ilmu ini juga berdampak pada diterima maupun ditolaknya periwayatan seseorang. Selain itu para ulama juga menyusun kaidah-kaidah dalam mendukung teori-teori yang dipraktekkan agar tidak terjadi pertentangan bila menemui permasalahan yang sama namun berbeda illatnya. Salah satu kaidah yang muncul dari peraktik teori tersebut adalah Kualitas Hadis ditentukan oleh Kualitas Terendah Rawi dalam Sanad”. Kaidah ini mengkaji bagaimana seorang rawi secara sendirian mampu mempengaruhi kualitas Hadis apakah diterima atau ditolak.   Kata kunci: Jarh wa Ta’dīl, Kaidah, sahih, daif, perawi

    PERLINDUNGAN HUKUM TERTANGGUNG DALAM PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI JIWA

    No full text
    Penelitian ini terkait dengan perlidungan hukum tertanggung dalam pembayaran klaim polis asuransi jiwa, adapun rumusan masalah tersebut adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum tertanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa; bagaimana tanggung jawab perusahaan asuransi dalam pembayaran klaim asuransi jiwa; dan bagaimana bentuk penyelesaian sengketa yang terjadi antara pihak tertanggung dengan pihak penanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa.Hasil dari penilitian tersebut adalah pertama, bentuk perlindungan hukum tertanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa, apabila pihak penanggung wanprestasi berupa tidak melaksanakan prestasi sesuai dengan yang diperjanjikan dalam polis asuransi, yaitu tidak memberikan pembayaran klaim asuransi kepada pihak tertanggung sesuai dengan jumlah pertanggungan, maka tertanggung dapat melakukan upaya hukum berupa gugatan melalui pengadilan maupun menyelesaikan melalui mekanisme yang ada dalam polis asuransi jiwa. Kedua, tanggung jawab perusahaan asuransi dalam pembayaran klaim asuransi jiwa sudah diatur dalam beberapa ketentuan hukum baik dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang maupun dalam Undang-Undang Tentang Usaha Perasuransian. Tanggung jawab tersebut merupakan suatu tanggung jawab hukum yang lahir dari perjanjian asuransi jiwa. Adapun kewajiban kewajiban bagi pihak penanggung terhadap tertanggung adalah membayarkan klaim asuransi jiwa sesuai dengan jumlah pertanggungan yang tercantum dalam polis asuransi jiwa tersebut. Ketiga, bentuk penyelesaian sengketa antara tertanggung dengan penanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa, pada prinsipnya prosedur penyelesaian sengketa antara tertanggung dengan penanggung dalam pembayaran klaim asuransi jiwa pada umumnya diselesaikan melalui lembaga arbitrase sesuai dengan klausula dalam polis, akan tetapi apabila dalam polis tersebut tidak ditentukan lembaga mana yang menyelesaikan sengketa maka dapat mengajukan upaya hukum di Pengadilan Negeri maupun lembaga penyelesaian sengketa di luar pengadilan

    SYARḤ HADIS DARI MASA KE MASA

    No full text
    Artikel ini mencoba mengeksplorasi sejarah syarḥ hadis yang dimulai dari masa klasik sampai sekarang. Sebagaimana al-Qur’an yang tidak bisa dipahami tanpa tafsir, demikian juga dengan hadis yang harus dipahami dengan penjelasan (syarḥ). Dalam tradisi Islam penjelasan untuk al-Qur’an disebut tafsir sedangkan penjelasan untuk hadis disebut syarḥ. Perkembangan syarḥ hadis sudah dimulai sejak masa Nabi saw., tetapi tidak seperti tradisi syarḥ yang dikenal sekarang. Sejarah hadis sudah banyak dilakukan oleh sarjana-sarjana Muslim ataupun orientalis. Dalam tulisan ini, pendekatan sejarah dan metode deskriptif-analitis sangat diperlukan untuk melihat dan menganalisis sejarah syarḥ hadis. Ada tiga periode yang dikemukakan dalam tulisan ini, periode klasik (V-XII), pertengan (XII-XIX), dan modern (XIX-sekarang). Masing-masing periode memiliki karakteritik tersendiri, masa klasik masih difokuskan pada kodifikasi, penjelasan makna kata yang garib, dan munculnya embrio syarḥ hadis. Abad pertengahan sudah mulai dilakukan pembukuan syarḥ hadis, tetapi lebih didominasi oleh kitab-kitab yang masuk dalam kategori al-kutub al-sittah. Adapun periode modern, tradisi syarḥ hadis sudah berkembang dengan pesat. Periode ini masih ini memiliki kemiripan dengan periode abad pertengahan karena masih didominasi oleh al-kutub al-sittah. Selain itu kebanyakan sarjana-sarjana Muslim hanya mengulangi penjelasan ulama-ulama sebelum. Tetapi satu hal yang membedakan dengan dua periode sebelumnya, periode modern sudah mulai menjelaskan hadis dengan ilmu-ilmu  sosial-humaniora ataupun ilmu sains modern. Dalam konteks sekarang, hadis-hadis Nabi saw. harus dipahami dengan berbagai macam metode dan pendekatan supaya bisa menjawab tantangan problematika umat manusia.

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇