Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
KORELASI SIKAP DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB
Bagi sebagian siswa bahkan mahasiswa, bahasa Arab masih dianggap sebagai bahasa yang sulit dipahami, bahkan memandangnya sebagai momok. Hal ini juga terjadidilembaga-lembaga pendidikan Islam, semisal di MI/MTs/MA dimana pelajaran bahasa Arab merupakan pelajaran wajib bagi mereka. Fenomena ini bila terus berlanjut, maka dapat menimbulkan munculnya sikap yang negatif terhadap bahasa Arab, padahal sikap yang negatif terhadap bahasa dapat menyebabkan lunturnya pertahanan kemandirian bahasa yang merupakan salah satu penanda kesetiaan terhadap bahasa. Menurut Lozanov hanya dalam keadaan gembira dan tenang siswa akan dapat menggunakan potensinya yang terpendam. Banyak guru setuju bahwa rasa takut dan bosan adalah musuh utama learning. Rasa gembira dan tenang merupakan prasyarat bagi proses belajar yang efektif dan cepat. Ini berarti bahwa dalam mempelajari bahasa siswa harus merasa aman, tak terancam, santai, tertarik pad pelajaran, merasa terlibat dalam berbagai kegiatan yang bermakna dalam bahasa yang dipelajarinya.Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar bahasa Arab, yaitu: faktor linguistik, faktor linguistik meliputi segala aspek pengetahuan yang terkait langsung dengan bahasa itu sendiri, seperti ilmu linguistik umum, penguasaan struktur bahasa, struktur bunyi dan penguasaan kosa kata pada umumny. Faktor non linguistik dapat berasal dari diri siswa dan dapat pula berasal dari luar. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa tersebut meliputi: bakat, minat, intelegensi, cara belajar dan sikapnya terhadap bahasa yang dipelajarinya. Faktor yang berasal dari luar diri siswa meliputi: lingkungan, tuntunan atau kebutuhan akan penggunaan bahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari.Chaplin dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua rumusan. Rumusan pertama berbunyi: acquisition of any relatively permanent change in behavior as a result of practice and axperience. Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan kedua: process of acquiring response as aresult of special practice, belajar ialah proses pemperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.Istilah prestasi, atau dalam bahasa inggris Achievement diartikan sebagai hasil belajar suatu pekerjaan. Robert S. Wood dan Donald E. Marquis[1] mengatakan “ Achievement is actual ability and can be measured directly by the use of test “. Prestasi adalah kecakapan nyata yang dapat diukur langsung dengan menggunakan test. Penilaian terhadap kemampuan siswa idealnya menggunakan pengukuran intelegensia atau potensi yang dimilikinya. Namun, mengingat sulitnya alata ukur tersebut diperoleh guru, maka guru dapat melakukan penilaian ini dengan mempelajari dan menganalisis kemajuan-kemajuan belajar yang ditunjukkannya, misalnya analisis terhadap hasil belajar, hasil belajar, hasil tes seleksi masuk, nilai STTB, raport, hasil ulangan. Sumardi menyebutkan bahwa nilai yang tercantum dalam raport merupakan perumusan terakhir yang diberikan guru mengenai kemajuan atau prestasi siswa dalam masa tertentu. Dengan demikian nialai tersebut dapat dijadikan indikator tinggi rendahnyaprestasi belajar yang diraih oleh siswa dalam mengikuti pelajaran disekolahnya. Siswa yang nilai dalam rapornya tinggi dikatakan prestasi belajarnya baik, dan sebaliknya siswa yang nilai raportnya rendah, berarti prestasi belajarnya tidak baik
PENDIDIKAN ISLAM (Studi Normatif Pendidikan Etika: Telaah Pemikiran Ibnu Maskawaih)
Pendidikan etika merupakan pondasi yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, penanaman nilai etika sejak dini kepeda seluruh peserta didik diberbagai jenjang pendidikan perlu di intesifkan. Terdevaluasinya nilai moral generasi muda bangsa Indonesia, bukan hanya disebabkan oleh krisis ekonomi semata, tetapi disesbabkan juga oleh terdegradasinya nilai moralitas sehingga menjalar keberbagai sendi kehidupan yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri. Disinilah letak urgensinya konsep etika Maskawih yang pernah dijuluki bapak etika dalam Isla
PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Internalisasi dan Karakterisasi Islam Rahmatan Lilamin
Pendidikan Islam dengan berbagai disiplin keilmuan di dalamnya harus mampu melahirkan individu yang ideal, yakni mewujudkan konsep khalifah sebagai manusia ideal dalam Islam dan Islam rahmatan lilalamin yang ditunjukkan oleh nabi Muhammad. Dalam artian bahwa manusia ideal tersebut harus mampu melakukan transformasi dan sivilisasi ke pada semua manusia di lingkungan tempat tinggalnya. Manusia ideal yang demikianlah yang mampu menghargai pluralitas dalam beragama. Dengan demikian pendidikan Islam harus menanamkan sikap inklusif, demokratis dan toleran pada semua warna kehidupan. Dalam al-Qur’an perbedaan agama merupakan sunnatullah yang mutlak, sehingga al-Qur’an juga menekankan mengenai mekanisme terkait bagaimana ummat Islam menghargai perbedaan tersebut, sebab yang utama di dalamnya adalah stabilitas dan harmoni bagi semua manusia
Studi Komparatif Mekanisme Distribusi Pendapatan dalam Pandangan Ekonomi Kapitali dan Ekonomi Islam
Penelitiam ini meneliti tentang keadilan distribusi oleh dua sistem ekonomi yakni ekonomi kapitalis dan ekonomi Islam tujuan dari penelitian ini untuk mencari perbedaan dan persamaan yang mendasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur, oleh karena itu metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Distrbusi pendapatan mejadi maslah riumit yang di perdebatkan kalangan ekonom. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa yang menjadi permasalahan utama dari ekonomi Islam dan kapitalis ialah dalam mengartikan dan menempatkan hak milik dan sistem yang di aplikasikan dalam menyelesaikan permaslahan keadilam distribusi kekayaan untuk mengurangi kemiskinan masyarakat. Meknisme pasar menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi dalam ekonomi Islam dan kapitali
UANG KERTAS DAN KEDUDUKANNYA DALAM ISLAM
Penelitian ini meneliti tentang kedudukan uang kertas dalam pandangan islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbedaan dan kesamaan mendasar antara uang kertas dan barang berharga lainnya (nuqud) yang dikenakan zakat dalam islam. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Permasalahan uang kertas menjadi masalah yang rumit yang dibahas para ekonom muslim ketika dikaitkan dengan zakat. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa Para Ulama menganalogikan uang kertas dengan nuqud sehingga apa yang berlaku pada harta nuqud akan berlaku pula pada uang kertas. Seperti pemberlakuan zakat mengikuti zakat nuqud tersebut
HADITS-HADITS BID’AH PERSPEKTIF ULAMA
This article discusses some of the hadith about the heresy narrated by scholars of hadith and it has been written in the books of hadith is used as a reference source or Muslims, such as Sahih Muslim, Sahih Bukhari, Sunan Turmuzi, Sunan Abu Daud, etc. other. Nevertheless, there are still judgments and opinions of the scholars of different themes related to the heresy.Keywords: heresy, books of hadith, scholar
yad amanah dan yad dhamanah (Telaah Konsep Penghimpunan Dana Pada Produk Sistem wa’diah)
Wadi'ah yang merupakan salah prinsip yang digunakan bank syari'ah dalam memobilisasi dana dalam masyarakat. Al-Wadi'ah merupakan titipan murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki. Prinsip ini diterapkan pada produk giro. Prinsip wadiah yang dipakai adalah wadi ah yad dhamanah karena pihak yang dititipi (bank) bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh memanfaatkan harta titipan tersebut. Implikasinya hukumnya adalah sama dengan qardh, dimana nasabah bertindak sebagai yang meminjamkan uang dan bank sebagai pihak yang dipinjami. Hal ini berbeda dengan wadi ah amanah dimana titipan tidak boleh dimanfaatkan. Permasalahannya adalah Bagaimana dan Kapan ganti rugi Yad amanah dan yad Dhamanah terjadi? Serta Bagaimana proses beralihnya status yad amanah menjadi yad Dhamanah? Menurut Wahbah Zuhaily wadi'ah berasal dari kata wada’a berarti meninggalkan atau meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara dan dijaga. secara etimologi berarti harta yang dititipi kepada seseorang yang dipercayai untuk menjaganya. Ulama fikih telah sepakat bahwa wadi'ah sebagai salah satu akad dalam rangka saling tolong menolong (tabarru) sesama manusia. Alasan yang mereka kemukakan tentang setatus hukum wadi'ah dalam alQur’an dan Hadits. Dalam transaksi perbankan prinsip wadi'ah al amanah dapat diterapkan pada pemberian jasa safe deposit box yang merupakan jasa titipan dimana bank hanya menyediakan fasilitas penitipan, mengatur system administrasi untuk masuk dan keluar ruang fasilitas, sedangkan kunci diserahkan kepada nasabah , bank akan membebankan fee kepada nasabah atau pengguna fasilitas box tersebut. Dalam Wadi’ah Yad Dhamanah pengaplikasian produk ini harta barang yang dititipi boleh dan dimanfaatkan oleh yang menerima titipan. Dan tidak ada keharusan bagi penerima titipan (Bank) untuk memberikan hasil pemanfaatan kepada si penitip (Nasabah). Pemberian bonus semacam jasa giro tidak boleh disebutkan dalam kontrak, dan jumlah pemberian bonus sepenuhnya merupakan kewenangan managemen bank syari'ah karena pada prinsipnya dalam akad ini penekanannya adalah titipan.Kesimpulannya adalah Ganti rugi terjadi pada wadi’ah yad Dhamanah apabila terjadi hal penerima titipan tidak bertanggung jawab atas rusaknya barang kecuali dalam beberapa hal, di antaranya, Khianat, tidak hati-hati, barang titipan tercampur dengan barang titipan yang lain dan lain sebagainya.Terjadinya perubahan status wadi’ah yad amanah menjadi wadi’ah yad Dhamanah adalah apabila orang yang ditiitpi tidak memelihara barang titipan, mengingkari tata cara pemeliharaan barang titipan, menitipkan titipan kepada orang lain, menggunakan barang titipan, berpergian dengan menggunakan barang titipan, meminjam barang titipan atau memperdagangkannya, mengembalikan barang titipan tanpa seizin muwaddi’, dan mengingkari barang titipan
RELATIONSHIP BETWEEN FIQIH AND TASAWUF
Manusia terdiri daripada dua unsur yaitu unsur jasad dan ruh atau dhohir Batin oleh karena itu pentingnya integrasi amalan antara fiqih sebagai amalan dhohir dan tasawuf sebagai amalan batin oleh karena itu, tulisan ini memaparkan bagaimana hubungan antara Fiqih dan tasawwuf berdasrkan pandangan imam mazhab yang emapt yaitu imam Syafii, Imam Maliki, Imam Hambali, dan Imam Hanafi. Baerdasarkan hasil kajian bahwa hubungan antara fiqih dan tasawuf sangat erat sehingga dianjurkan untuk mengakji dan menggali dua ilmu tersebut tanpa harus memilih salah satu dari keduanya karena menuju Allah dibutuhkan amal dhohir dan batin
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achivement Division) Materi Pokok Badan Usaha untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs Yaspuri Malang
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok badan usaha pada kelas VII MTs Yaspuri Malang. (2) Mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok badan usaha pada kelas VII MTs Yaspuri Malang. (3) Mendeskripsikan proses penilaian pembelajaran melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok badan usaha pada kelas VII MTs Yaspuri Malang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, post test, pengamatan partisipatif, wawancara. Tes dilaksanakan setiap akhir pertemuan siklus I dan test yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus II.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Kooperatif tipe STAD sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu karena dalam setiap silkus mengalami peningkatan, nilai rata-rata siswa pada pra siklus adalah 86,6 pada siklus I adalah 86,3 dan pada siklus II adalah 97,8. Sedangkan prosentase dari pra siklus ke siklus I mengalami penurunan sebesar 0,34%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 12,90%Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok badan usaha pada kelas VII MTs Yaspuri Malang. (2) Mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok badan usaha pada kelas VII MTs Yaspuri Malang. (3) Mendeskripsikan proses penilaian pembelajaran melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok badan usaha pada kelas VII MTs Yaspuri Malang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, post test, pengamatan partisipatif, wawancara. Tes dilaksanakan setiap akhir pertemuan siklus I dan test yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus II.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Kooperatif tipe STAD sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu karena dalam setiap silkus mengalami peningkatan, nilai rata-rata siswa pada pra siklus adalah 86,6 pada siklus I adalah 86,3 dan pada siklus II adalah 97,8. Sedangkan prosentase dari pra siklus ke siklus I mengalami penurunan sebesar 0,34%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 12,90
Studi Kitab al-Jāmi’ al-Ṣagīr min Aḥādīṡ al-Basyīr al-Nażīr
Tulisan ini mencoba untuk meneliti salah satu kitab hadis antologi yang memiliki pengaruh besar dalam studi hadis, yaitu al-Jāmi’ al-Ṣagīr fī Aḥādīṡ al-Basyīr al-Nażīr karya al-Suyūṭī (w. 1405 M/911 H). Kitab ini disusun berdasarkan abjab Arab atau mu’jam dengan tujuan untuk mempermudah dalam pencarian matan hadis. Beberapa ulama telah memberi perhatian terhadap al-Jāmi’ al-Ṣagīr dengan mensyarḥkan supaya mudah dipahami isi kandungan hadisnya. Dengan metode deskriptif-analitis tulisan ini menunjukkan bahwa kualitas hadis dalam kitab tersebut bervariatif, ada yang sahih, hasan, daif, bahkan palsu atau tidak memiliki asal usul yang jelas. Al-Suyūṭī memang dikenal kurang teliti dan mempermudah dalam mensahihkan sebuah hadis. Kriteria kesahihan hadis menurutnya sangat longgar sehingga terkesan lebih menekankan aspek matan daripada sanad. Tentu hal itu juga penting tetapi kajian terhadap sanad juga harus dilakukan supaya seimbang. Al-Jāmi’ al-Ṣagīr merupakan salah satu kitab yang merujuk kepada banyak sumber kitab-kitab hadis terdahulu. Dari beberapa kitab yang ada, kita hadis inilah yang disusun secara alpabetis supaya pembaca mudah dalam mencari matan hadis secara langsung. Harus diakui bahwa tidak semua rumus atau lambang kualitas hadis bisa dipegang dalam kitab tersebut. Selain itu ada beberapa hadis yang tidak disusun berdasarkan abjad atau secara alpabetis. Tetapi bagaimanapun juga kita al-Jāmi’ al-Ṣagīr karya al-Suyūṭī telah memberi kontribusi dalam memperkaya literatur hadis.