Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    PENDIDIKAN MULTIKULTURAL ( Problema Dan Solusinya ) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS

    No full text
    Pendidikan Multikultural adalah pendidikan yang dilaksanakan berdasar pada kebutuhan masyarakat, dengan kata lain pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang diselenggarakan dengan tanggung jawab yang terpusat pada integrasi dan interkoneksi kepentingan antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Tulisan ini menghadirkan problem dan solusi pendidikan multikultural dalam perspektif al-Qur’an dan Hadits. Karena sesungguhnya pendidikan semacam ini telah terdapat prinsipnya dalam kedua sumber ajaran Islam ini. Metode pengkajiannya menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah pesan-pesan yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits nabi serta beberapa referensi lain yang mendukung. kesimpulannya adalah bahwa pendidikan multikultural ini dalam pandangan al-Qur’an dan Hadits merupakan strategi pendidikan yang paling sesuai dengan konteks pluralitas kebangsaan Indonesia yang mengakui keberadaan agama, suku, bahasa, ras, dan sebagainya. Problem yang dihadapi dalam penerapannya lebih dominan merupakan refleksi dari keraguan ummat Islam, tetapi sesungguhnya dengan mengacu pada ajaran-ajaran Islam semuanya telah terjawab

    Pendidikan Islam Pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Darul Yaqin Desa Gelogor Kec. Kediri Lombok Barat NTB

    No full text
    Istilah pendidikan seringkali diartikan sama dengan pengajaran padahal antara pendidikan dengan mengajar memiliki makna yang berbeda meskipun mempunyai arti “menanamkan tabiat yang baik sehingga anak mempunyai sifat yang baik (mulia) dan kepribadian utama.  Pendidikan anak usia dini  merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak dini, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar arak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan kehidupan berikutnya Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini adalah unfuk mengembangkan berbagai potensi (siswa) yang dimulai sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan Iingkungannya Adapun dasar pendidikan Islam adalah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Dimana pendidikan Islam itu sendiri ibarat sebuah bangunan, maka al-Qur’ an dan Haditsnya yang menjadi fondasinya. Implementasi Pendidikan Agama Islam pada pendidikan anak usia dini Desa Gelogor Kecamatan Kediri Lombok Barat dilakukan dengan beberapa tahap yaitu: (I) Persiapan yang meliputi perurnusan topik dan tujuan (2) Pemilihan metode yang sesuai dengan kondisi siswa seperti metode ceramah (3) Latihan atau praktik dan pembiasaan. Adapun faktor pendukung pendidikan Islam  pada anak usia dini (TKA) taman kanak-kanak Darul Yaqin Desa Gelogor Kecamatan Kediri Lombok Bara salah satunya yaitu guru. Guru dari segi kuantitas sangat menunjang, lingkungan yang kondusif dan partisipasi orang tua murid sangat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar

    Analisis Kritis Tentang Kebijakan Standar Pengelolaan Pendidikan

    Get PDF
    Sebelum menyusun Kurikulum setiap sekolah harus terlebih dahulu melakukan analisis setiap Standar Nasional Pendidikan (SNP). Karena arah kebijakan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara guna mendukung ketertiban dunia. Oleh sebab itu Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran yang layak dan pihak pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem Pendidikan Nasional yang teratur dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Salah satu analisis Standar Nasional Pendidikan yang harus dilakukan adalah tentang analisis pengelolaan pendidikan. mencakup analisis perencanaan program, analisis perencanaan rencana kerja, analisis pengawasan dan evaluasi, analisis kepemimpinan sekolah, dan analisis sistem informasi manajemen. Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 bahwa sekolah / madrasah merumuskan dan menetapkan visi dan mengembangkannya. Namun kenyataan di lapangan, di Sekolah-sekolah atau Madrasah banyak pimpinan lembaga pendidikan/pihak terkait yang tidak mengetahui bagaimana cara memformulasikan visi misi dan tujuan sekolah ke depan sesuai dengan rencana strategis sekolah dan itu dapat menjadi sebuah kenyataan. Sebagai supervisor kepala sekolah berkewajiban melakukan koordinasi atas seluruh kegiatan dan administrasi sekolah. Ia harus menghubungkan seluruh personal organisasi dengan tugas yang dilakukannya sehingga terjalin kesatuan, keselarasan, serta menghasilkan kebijaksanaan dan keputusan yang tepat. Seharusnya pendidik dan tenaga kependidikan harus dipisah dan bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya, dan seorang kepala sekolah seharusnya tidak boleh mengajar di kelas, sehingga Ia fokus pada tugasnya sebagai kepala sekolah. Dengan harapan untuk ke depannya dapat menggugah semangat supervisor dan para guru untuk bangkit dan mengembangkan potensi diri demi kesuksesan sebuah lembaga pendidikan. Sehingga, lembaga pendidikan tersebut mampu menjadi lokomotif kebangkitan bangsa di masa depan dalam segala aspek kehidupan

    Impelementasi Asas Tarâdin dalam Bisnis Online (Telaah Surat An-Nisa Ayat 29)

    Get PDF
    Dinamika fenomena dan problematika yang dihadapi manusia abad ini sering kali dihadapkan pada pengujian keluasan dan kedalaman ajaran Islam. Semua tata ruang hidup manusia tidak lepas dari corak dan keragaman dinamika yang terus berkembang tanpa henti sementara finalisasi nash sudah terhenti di era Rasulullah. Bisnis dengan segela kreativitas dan inovasi yang berkembang mengambil andil dalam membaca ajaran Islam secara komprehensif dan menguji syumuliyah atau komplisitas Islam sebagai ajaran agung yang dibawa Muhammad saw. Fenomena E-Comerrce yang berkembang begitu pesat abad ini merupakan fenomena yang sedikit tidak membawa pada sikap re-thingking terhadap konsep muamalah klasikal konvensional atau mencari formulasi fikih konstruktif dan responsif terhadap persoalan bisnis modern. Kajian ini berusaha mengungkapkan implementasi dari salah satu konsep muamalah yang sangat urgen namun menentukan legalitas dari suatu muamalah yang dijalani, sehingga relevan dengan titah serta ajaran Islam yang sudah dipetakan dalam nash al-Qur’an dan hadits. Terlebih ketika hal itu disoroti dari aspek Dilalah Al-Nash yang ada dalam al-Qur’an, dan penelitian ini akan mengkaji fenomena E-Comerrce dari sudut pandang ayat al-Qur’an surat An-Nisa ayat 29. Secara yuridis, E-Comerrce masih relevan dengan rumusan fikih klasikal selama prinsip-prinsip syariah tidak dilanggar dan dihilangkan dari substansi kontrak yang dilakukan. Refleksi dari prinsip kerelaan bisa divisualisasikan dalam ucapan, tulisan dan isyarat, dan ketiga bentuk sikap ridho tersebut bisa diimplementasikan dan bisnis online

    Uang Kertas dan Kedudukannya dalam Islam

    Get PDF
    Penelitian ini meneliti tentang kedudukan uang kertas dalam pandangan islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbedaan dan kesamaan mendasar antara uang kertas dan barang berharga lainnya (nuqud) yang dikenakan zakat dalam islam. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Permasalahan uang kertas menjadi masalah yang rumit yang dibahas para ekonom muslim ketika dikaitkan dengan zakat. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa Para Ulama menganalogikan uang kertas dengan nuqud sehingga apa yang berlaku pada harta nuqud akan berlaku pula pada uang kertas. Seperti pemberlakuan zakat mengikuti zakat nuqud tersebut

    RAGAM TAFSIR : DARI BIL MATSUR KE HERMANEUTIKA

    Get PDF
    Holy Qur’an is a holy book that is universally applicable and shalihun likulli zamanin wamakanin character, this concept should be made moral basis - theological in order to answer social problems all time, this is where the dialectic between the revelation, the ratio of mufasir and reality (context) that always functioned in a balanced. Holy Qur’an is the holy book will not be able to give birth to an independent civilization, without dialectics between reason, text and context, dialectical process that will be spawned civilization among Muslims, to borrow a phrase Abu Zaid- Holy Qur’an must be Matij ats- Tsaqafah (Manufacturer civilization). Producing a new meaning in the process of interpreting the text of the holy Qur’an  is a requirement, because everyone cannot run away from the historicity of the surrounding conditions, this is where disposition its urgency  tafsir as a process, begin from the tafsir  bil matsur, bilra'yi, ijmali till Hermeneutics.

    Reinterpretasi Hadits : Upaya Kontekstualisasi Makna Hadits Melalui Pendekatan Ilmu-Ilmu Sosial Modern

    Get PDF
    Among Muslims, when modernity necessitates the occurrence of many changes, evengave birth to a full time uncertainty, then the Muslims seeking guidance to the era ofcertainty and stability. This they find in an era where the revelation of the ProphetMuhammad (Al-Qur'an and al-Hadith) is derived. A great attention to the historical period, it makes Hadith / Sunnah have significance and a very high rating as a symbol ofauthority. However, over the development period and increased knowledge srerta technology, the proselytizing activities and the implementation of Islamic teachings which require the use of contextual and manhaj approach (methodology) which according to the state of society and the development of knowledge. This is done so that the "spirit" content can be actualized in the life of the hadith is today. Thus the hadith of the Prophet Muhammad, who has the authority second only to the Qur'an in Islamic law istinbathwould seem to interact with the time and place (shaalihun li wa kulli meal times). This is where it can be said that to understand the hadith required a variety of theories from various social science disciplines such as Sociology, History, Anthropology, and even Psychology.Keyword: Kontekstualisasi, Interpretasi, Manhaj, Sosiologi, Antropologi

    IMPELEMENTASI ASAS TARÂDIN DALAM BISNIS ONLINE (TELAAH SURAT AN-NISA AYAT 29)

    No full text
    Dinamika fenomena dan problematika yang dihadapi manusia abad ini sering kali dihadapkan pada pengujian keluasan dan kedalaman ajaran Islam. Semua tata ruang hidup manusia tidak lepas dari corak dan keragaman dinamika yang terus berkembang tanpa henti sementara finalisasi nash sudah terhenti di era Rasulullah. Bisnis dengan segela kreativitas dan inovasi yang berkembang mengambil andil dalam membaca ajaran Islam secara komprehensif dan menguji syumuliyah atau komplisitas Islam sebagai ajaran agung yang dibawa Muhammad saw. Fenomena E-Comerrce yang berkembang begitu pesat abad ini merupakan fenomena yang sedikit tidak membawa pada sikap re-thingking terhadap konsep muamalah klasikal konvensional atau mencari formulasi fikih konstruktif dan responsif terhadap persoalan bisnis modern. Kajian ini berusaha mengungkapkan implementasi dari salah satu konsep muamalah yang sangat urgen namun menentukan legalitas dari suatu muamalah yang dijalani, sehingga relevan dengan titah serta ajaran Islam yang sudah dipetakan dalam nash al-Qur’an dan hadits. Terlebih ketika hal itu disoroti dari aspek Dilalah Al-Nash yang ada dalam al-Qur’an, dan penelitian ini akan mengkaji fenomena E-Comerrce dari sudut pandang ayat al-Qur’an surat An-Nisa ayat 29. Secara yuridis, E-Comerrce masih relevan dengan rumusan fikih klasikal selama prinsip-prinsip syariah tidak dilanggar dan dihilangkan dari substansi kontrak yang dilakukan. Refleksi dari prinsip kerelaan bisa divisualisasikan dalam ucapan, tulisan dan isyarat, dan ketiga bentuk sikap ridho tersebut bisa diimplementasikan dan bisnis online

    SINTESA PERGURUAN TINGGI DAN PESANTREN: Upaya Mencari Pendidikan Alternatif Masa Depan

    No full text
    Sintesa perguruan tinggi dan pesantren merupakan dua sisi pendidikan yang mempunyai banyak perbedaan. Perguruan Tinggi identik dengan kemodernan dan pesantren identik dengan ketradisionalan.Perguruan lebih menekankan pendekatan-pendekatan yang bersifat liberal, sedangkan pesantren lebih menekankan sikap konservatif . Persepsi dualisme dikotomik diatas sepertinya kurang tepat, karena pada kenyataannya banyak juga pesantren yang melakukan perubahan baik secara struktural maupun kultural, munculnya banyak pesantren dengan klaim modern.Dalam perkembangan terakhir, muncul suatu pemikiran tentang integrasi antara perguruan tinggi dan pesantren.konvergensi antara pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dalam bentuk pesantren memasukkan perguruan tinggi atau perguruan tinggi memasukkan pesantren akan dapat menjadi solusi untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat in

    Arkeologi Pemikiran Pendidikan Islam

    No full text
    Paradigma pemikiran pendidikan Islam ala Gus Dur yang  fleksibel dan mengharuskan pendidikan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang palaing tua untuk responsif terhadap gejala modernitas, dalam pandangan Gus Dur  pesantren harus bersinergi dengan deyut perubahan zaman dan  memiliki corak  yang ingklusif, kerangka berpikir Gus Dur  di bentuk lewat proses pengembaraan intlektual yang dimulai dari Jakarta, Yogyakarta, Jombang, Mesir dan Irak telah membentuk karakter pemikiran yang religious, humanis, universal dan pendidikan Islam yang modern tanpa harus kehilangan  identitas asli

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇