Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Manajemen dalam Perspektif Pendidikan Islam
Manajemen adalah suatu bidang ilmu yang bersifat universal. Manajemen dipandang sebagai suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu dilakukan melalui orang lain. Pentingnya manajemen, tidak hanya dalam bidang di luar pendidikan saja, tetapi juga penting dalam bidang pendidikan Islam, karena itulah tulisan ini akan membahas tujuan-tujuan manajemen dalam perspektif pendidikan Islam
Peranan Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak
Pendidikan dalam keluarga mempunyai peran yang strategis dan amat menentukan pencapaian mutu sumber daya manusia. Penyelenggaraan pendidikan keluarga tidak sekedar berperan sebagai pelaksana yang bersifat rutin dan alamiah, melainkan berperan sebagai pengelola yang bertanggung jawab dalam meletakkan landasan, bobot arah dan pola-pola kehidupan anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa peran keluarga dalam pendidikan anak, yaitu keluarga menganggap bahwa pendidikan sangat penting bagi anak. Oleh karena itu peran keluarga sangat mempengaruhi pendidikan anak meliputi pendidikan formal, informal, dan non formal. Pendidikan formal, peran orang tua dalam memotivasi dengan cara menemani dan mengingatkan anak-anaknya dalam belajar. Pendidikan informal, penanaman proses sosialisasi dalam keluarga sangat mempengaruhi perilaku anak baik di lingkungan masyarakat maupun sekolah. Orang tua mengajarkan sopan santun dan mengawasi pergaulan anak-anaknya dalam berinteraksi di lingkungan sekitar. Pendidikan non formal, meskipun dalam kondisi ekonomi seadanya, peran keluarga yang meliputi sosial, afeksi, status, perlindungan, dan ekonomi sebisa mungkin diberikan. Orang tua menanamkan norma agama yaitu mengajarkan sholat lima waktu dan mengaji. Selain itu, ada beberapa pola asuh yang diterapkan oleh oranng tua yaitu: pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, dan pola asuh permisif. Hal itu sangat penting sebagai peranan orang tua dalam pendidikan anak.
 
Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah
Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, untuk meraih derajat manusia seutuhnya sangatlah tidak mungkin tanpa melalui proses pendidikan. Pendidikan harus dapat menghasilkan insan-insan yang memiliki karakter mulia, di samping memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang memadai. Salah satu cara untuk mewujudkan manusia yang berkarakter adalah dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran. Nilai-nilai karakter utama yang harus terwujud dalam sikap dan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter adalah jujur (olah hati), cerdas (olah pikir), tangguh (olah raga), dan peduli (olah rasa dan karsa). Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya.
Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat.Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif.Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang.Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran
TA’WIL MUSYKIL AL-QUR’AN KARYA IBN QUTAYBAH
As the terminologies within Qur’anic interpretation discourse, tafsir and ta’wil are still the matters of debatable. Some consider them synonimous and the others see them as different things. The polemic is heated by the lack of consensus on the beginning of emergence of ta’wil as a technical term. This article discusses one of works on ta’wil in classical period (2-3 H centuries) i.e. Ta’wil Musykil al-Qur’an of Ibn Qutaybah. The framework of al-Tafsir wa al-Mufassirun of adz-Dzahabi will be employed to describe several key points: background, method, pattern, characteristic, and example of interpretation. By doing so, the article is expected to contribute to reveal the emergence of ta’wil as a technical term for the first time in the discipline of Qur’anic interpretation. Keyword: tafsir-ta’wil, terminologi interpretasi, Ta’wil Musykil al-Qur’an, at-Tafsir wa al-Mufassiru
A Kajian Kitab al-Ibanah ‘an Ma’anil Qira’at Karya Makki Ibn Abi Thalib al-Qaysi: Kajian Kitab al-Ibanah ‘an Ma’anil Qira’at Karya Makki Ibn Abi Thalib al-Qaysi
Al-Qur’an adalah kitab sejarah, lahir dar berkembangnya muncul dari sejarah awal munculnya agama “islam” itu sendiri, sehingga keduanya sebagai entitas yang menyatu. Keberadaan al-Qur’an sebagai kitab suci yang memiliki sejarah tertunya didasari pada pengakuan para pengkajinya, karena itu mereka berusaha mengkaji al-Qur’an yang senantiasa memberikan tantangan kesejarahan tersendiri. Hal ini kemudia membuat sejarah al-Qur’an tidak lagi menjadi bagian yang integral dan menyatu dalam pembahasan Ulum al-Qur’an kovensional, melainkan sudah menjadi kajian disiplian keilmuan dalam studi “tarikh al-Qur’an (The History of Qur’an and Qur’anic Text)” yang tidak hanya menmbahas secara narratif textual pengumpulan al-Qur’an –seperti pada ulum al-Qur’an klasik (baca; al-Burhan)- melainkan pembahasan mengenai text al-Qur’an termasuk Qira’at masuk didalamnya.
Setidaknya ada dua hal yang digariskan mengenai Qira’at dalam kesejarahan al-Qur’an, yakni: pertama redaksi ayat al-Qur’an, bentuk hurufnya, susuannya dalam kata, susuannya dalam kalimat, susunannya dalam surat serta cara membacanya (Qira’at). Kedua, tata cara penulisan ayat (rasm). Dari dua hal ini kemudian keluar beberapa pandangan mengenai Qira’at, bahwa qirā’at yang berkaitan dengan substansi lafaẓ bisa menyebabkan perbedaan makna, sedangkan qirā’at yang berkaitan dengan lahjat atau dialek kebahasaan (yang berkaitan dengan suku) tidak menimbulkan perbedaan makna. Dari sini, maka diakui atau tidak, al-Qur’ān juga tidak bisa lepas dari aspek qirā’at
Kritik Matan Hadis : Versi Ahli-Ahli Hadis
This paper discusses the Matan criticism by scholars of hadith, including the friends and the friends. Besides, the signs of falsehoods written tradition, because of the many hadith hadith maudu 'menyecoh outstanding for Muslims. There are several rules in criticizing Matan traditions and also in the approach discussed in this paper to criticize the hadith
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN MENURUT PANDANGAN SYED M. NAQUIB AL-ATTAS DAN IMPLIKASI TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN INTERNATIONAL INSTITUTE OF ISLAMIC THOUGHT CIVILIZATION (ISTAC)
Islamisasi, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan.Menurut al-Attas bahwa tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam adalah tantangan pengetahuan yang disebarkan keseluruh dunia Islam oleh peradaban Barat. Islamisasi pengetahuan berarti mengislamkan atau melakukan penyucian terhadap sains produk Barat yang selama ini dikembangkan dan dijadikan acuan dalam wacana pengembangan sistem pendidikan Islam agar diperoleh sains yang bercorak “khas Islami”. Al-Attas mendefinisikan ilmu sebagai sebuah makna yang datang ke dalam jiwa bersamaan dengan datangnya jiwa kepada makna dan menghasilkan hasrat serta kehendak diri.Al-Attas mengartikan makna pendidikan sebagai suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia dan kemudian ditegaskan bahwa sesuatu yang ditanamkan itu adalah ilmu, dan tujuan dalam mencari ilmu ini terkandung dalam konsep ta’dib. Sedangkan tujuan pendidikan Islam adalah menanamkan kebajikan dalam “diri manusia” sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat. Secara ideal, Naquib menghendaki pendidikan Islam mampu mencetak manusia yang baik secara universal (al-insan al-kamil). Implikasinya dalam tujuan pendidikan Islam yakni pendidikan Islam diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu, berkualitas dalam bidang intelektual dan yang paling mendasar adalah nilai-nilai moral-agama selalu membimbingnya.
AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER DAN IDEOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Tulisan ini membahas tentang Al-Qur’an sebagai sumber dan ideologi pendidikan Islam. Di dalam Al-Qur’an terdapat berbagai macam ilmu lalu dikaji dengan berbagai macam disiplin ilmu. Tidak terlepas dari bidang ilmu pendidikan Islam, maka harus merujuk pada sumbernya yaitu al-Qur’an dari perspektif ideologi. Tidak semua ayat-ayatnya disimpulkan sebagai sumber dan ideologi, seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan pendidikan dan pembelajaran. Bagaimana Al-Qur’an mengajarkan ilmu dengan metode dan media pembelajaran?. Ideologi sebagai konten pembelajaran serta sumber sebagai media pembelajaran dalam pendidikan Islam.
Sarana Prasarana Pendidikan (Studi Manajemen)
Empat komponen yang saling berkaitan dalam lembaga pendidikan (Sekolah)). Empat komponen yang dimaksud adalah Staf Tata Laksana Administrasi, Staf Teknis Pendidikan didalamnya ada Kepala Sekolah dan Guru, Komite sekolah sebagai badan independent yang membantu terlaksananya operasional pendidikan, dan siswa sebagai peserta didik yang bisa ditempatkan sebagai konsumen dengan tingkat pelayanan yang harus memadai. Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment,tenaga kependidikan yang handal, dan semuanya itu didukung sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, dana yang cukup untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, serta partisipasi masyarakat yang tinggi. Bila salah satu hal diatas tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka efektivitas dan efisiensi pengelolaan sekolah kurang optimal. Dengan demikian harus ada keseimbangan antara komponen-komponen diatas. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, diperlukan pengelola yang mengerti dan memahami prinsip-prinsip dalam pegelolaan sarana prasarana sekolah untuk tercapainya tujuan pendidikan . Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan. Ketidakdisiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem yang ada.Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya,Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan
Relationship Between Fiqih and Tasawuf
Manusia terdiri daripada dua unsur yaitu unsur jasad dan ruh atau dhohir Batin oleh karena itu pentingnya integrasi amalan antara fiqih sebagai amalan dhohir dan tasawuf sebagai amalan batin oleh karena itu, tulisan ini memaparkan bagaimana hubungan antara Fiqih dan tasawwuf berdasrkan pandangan imam mazhab yang emapt yaitu imam Syafii, Imam Maliki, Imam Hambali, dan Imam Hanafi. Baerdasarkan hasil kajian bahwa hubungan antara fiqih dan tasawuf sangat erat sehingga dianjurkan untuk mengakji dan menggali dua ilmu tersebut tanpa harus memilih salah satu dari keduanya karena menuju Allah dibutuhkan amal dhohir dan batin