Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Konsep Pendidikan Anak dalam Al-Qur'an (Studi Teoritis mengenai Wasiat Luqman Al-Hakim kepada anaknya dalam Surah Luqman ayat 13-19)
Pendidikan Islam adalah usaha bimbingan jasmani dan rohani pada tingkat kehidupan individu dan sosial untuk mengembangkan fitrah manusia berdasarkan hukum-hukum Islam menuju terbentuknya manusia ideal (insan kamil) yang berkepribadian muslim dan berakhlak terpuji serta taat pada Islam sehingga dapat mencapai kebahagiaan didunia dan di akherat.
Nilai-nilai pendidikan berdasarkan surat Luqman merupakan asas pendidikan yang harus dijadikan panduan oleh setiap orang tua pada masa kini. Surah ini dinamakan dengan Luqman karena pada ayat 12 disebut tentang Luqman al-Hakim yang telah diberi oleh Allah SWT. nikmat dan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadikan beliau seorang yang sangat bersyukur atas segala pemberian Allah SWT
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Islam: PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dan yang mengangkat derajat kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar (fitrah) dan kemampuan ajarnya (pengaruh dari luar). Pendidikan yang benar adalah yang memberikan kesempatan kepada keterbukaan terhadap pengaruh dari dunia luar dan perkembangan dari dalam diri anak didik. Dengan demikian, barulah fitrah itu diberi hak untukmembentuk pribadi anak dan dalam waktu bersamaan faktor dari luar akan mendidik dan mengarahkan kemampuan dasar anak. Oleh karena itu, pendidikan secara operasional mengandung dua aspek, yaitu aspek menjaga atau memperbaiki dan aspek menumbuhkan atau membina. a). Metode, meliputi: metode keteladanan, metode pendidikan dengan latihan dan pengamalan, mendidik melalui (nyanyian, cerita, dan permainan),dan lain sebagainya. b). Kurikulum mencakup beberapa pokok-pokok pendidikan yang harus diberikan kepada anak, yang meliputi seluruh ajaran Islam yang secara garis besar dapat dikelompokan menjadi tiga, yakni pendidikan akidah, pendidikan ibadah, pendidikan akhlak. Semua itu disesuaikan dengan usia masing-masing anak. c). Evaluasi pada anak usia dini mencakup Portofolio, penugasan, hasil karya.
Dalam konsep dasar pendidikan anak usia dini menekankan untuk mengoptimalkan perkembangan anak dan memenuhi karakteristik anak yang merupakan individu yang unik, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda, maka perlu dilakukan usaha yaitu dengan memberikan rangsangan-rangsangan, dorongan-dorongan dan dukungan kepada anak.
Kata Kunci : Anak Usia Dini, Pendidikan Isla
Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam
Pendidikan sangat menentukan terhadap pembentukan watak, kepribadian, karakter dan budi pekerti warga. Oleh karenanya, fenomena kejahatan, tindak criminal, perbuatan asusila dan penggunaan narkoba, baik oleh warga masyarakat maupun anak didik, maka pendidikan dianggap yang paling bertanggung jawab. Di Indonesia sendiri, berbagai penyelewengan dan kejahata juga kerap terjadi, mulai dari korupsi, bullying, narkoba di lingkungan sekolah dan lain-lain. Terjadinga berbagai penyelewengan dan kejatan tersebut menandakan rendahnya akhlak, budi pekerti dan karakter bangsa. Menyadari hal itu pemerintah melalui Kemendiknas mencanangkan, salah satunya adalah model Pendidikan karakter untuk meningkatkan karakter dan budi pekerti warga bangsa. Ini bukan berarti sebelunya tidak ada pendidikan karakter namun pemerintah lebih menekankan pendidikan karakter secara tersiste. Langkah awal pemerintah dimulai dari lembaga sekolah maupun madrasah dengan menyisipkan nilai karakter bangsa ke dalam persiapan dan proses pembelajaran. Guru dalam hal ini menjadi kunci atas keberhasilan penerapan pendidikan karakter ini sebab gurulah yang secaralangsung berhadapan dengan peserta didik. Guru dalam hal ini dituntut untuk menyiapkan perangkat pembelajaran dan kemudian melaksanakan pendidikan berkarakter di kelas. Namun, sementara ini kenyataannya guru masih belum siap secara utuh untuk melaksanakan pendidikan karakter ini. Kebanyakan guru bisa menyisipkan nilai karakter bangsa pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tapi ditak bisa sepenuhnya melaksanakan dalam kelas. Sementara ini potret pendidikan yang bisa dikatakan eksis dalam membina karakter adalah sistem pendidikan di pesantren atau sekolah-sekolah yang diasramahkan
Sistim Pengupahan Pada Usaha Waralaba untuk Kesejahteraan Karyawan di Kota Mataram di Tinjau dari Persepektif Islam
Penelitian ini bertujuan (a) Untuk mengetahui Sistem Pengupahan Pada Usaha Waralaba di Kota Mataram di Tinjau dari Persepektif Islam. (b). Untuk mengetahui Tingkat Kesejahteraan Karyawan Pada Usaha Waralaba di Kota Mataram di Tinjau dari Persepektif Islam. Karena upah merupakan salah satu pembahasan penting dalam fiqh muamalah yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat terutama yang berkecimpung di dunia usaha.
Data yang diperoleh baik dari studi lapangan maupun studi pustaka pada dasarnya merupakan data yang dianalisis secara kualitatif yaitu data yang terkumpul dituangkan dalam bentuk uraian logis dan sistematis, selanjutnya dianalisis untuk memperoleh kejelasan penyelesaian masalah. Kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif yaitu hal yang bersifat umum menuju ke hal yang bersifat khusus. Dalam penelitian ini terdapat lima informan kunci dan satu informan non kunci.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) sistem pengupahan yang diterapkan menggunakan Upah Minimum Kota/Kabupaten di Nusa Tenggara Barat dinilai dari produktivitas, karir dan ketekunan dalam bekerja. (b) sistem pengupahan yang diterapkan di Usaha Waralaba sudah sesuai dengan syari’at Islam yaitu terpenuhinya syarat dan rukun ja’alah/pengupahan secara IslamI. yaitu (1). Pemberi Ja’alah (Akad) yaitu antara pemilik usaha dan pekerja didasarkan atas kesukarelaan. (2). Pekerja; mereka yang bekerja sudah balig/dewasa. (3). Upah; berdasarkan standar upah minimum sesuai aturan pemerintahan. (4). Pekerjaan; pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan tingkat kesukaran dan jumlah upah yang diterima. (5) shighat (ucapan) antara kedua belah pihak sepakat dengan pekerjaan dan ketentuan upah yang akan diterima. (c). tingkat kesejahteraan karyawan di Usaha Waralaba tergolong belum sejahtera, Indikator bersifat material adalah belum terpenuhinya kebutuhan akan sandang, pangan papan dan keamanan dan lain-lainnya, sedangkan indikator yang bersifat spiritual adalah belum terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan seperti hifzud-dien, hifzun-aql, hifzun-nafs, hifzun-nasl dan hifzun-mal. Jika kebutuhan daruriyat salah satu tidak terpenuhi maka belum tergolong sejahtera
Konsep Pemikiran Quraish Shihab Tentang Poligami
Hukum keluarga Islam adalah hukum yang sangat banyak dibicarakan dan dikaji oleh manusia, salah satunya di Indonesia adalah poligami. Penulis menyimpulkan bahwa poligami memiliki lima hukum sesuai dengan sebab musababnya, yaitu 1. Wajib, 2. Sunnah, 3. Mubah, 4. Makruh, 5. Haram. Hukum poligami menjadi haram jika dalam poligami tersebut terjadi kedzoliman. Hukum poligami menjadi makruh jika dalam poligami tersebut dikhawatirkan akan terjadi kedzoliman. Hukum poligami menjadi mubah jika dalam poligami tersebut tidak dikhawatirkan terjadi kedzoliman tetapi tidak ada jaminan ada kebahagiaan. Hukum poligami menjadi sunnah jika dalam poligami tersebut menyebabkan kemaslahatan bagi suami istri. Dan hukum poligami menjadi wajib jika tidak berpoligami maka akan terjadi kedzoliman bagi laki-laki maupun perempuannya
Respon Masyarakat Banyumulek Terhadap Pariwisata Syariah Dalam Meningkatkkan Kesejahteraan Masyarakat
Peranan pariwisata dalam pembangunan Negara pada garis besarnya berintikan tiga segi: ekonomi (sumber daya), sosial (penciptaan lapangan kerja), dan kultural (memperkenalkan kebudayaan kepada wisatawan). Lombok merupakan salah satu pulau yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat sering disebut sebagai the hidden of paradise.
Penelitian ini membahas tentang Respon Masyarakat Banyumulek terhadap Parawisata Syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya penelitian ini berusaha memecahkan dua problem penting yaitu 1) Bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata di Desa Banyumulek perspektif ekonomi Islam? Dan 2) Bagaimana upaya pemerintah dalam mengembangkan wisata syariah di Desa Banyumulek untuk mensejahterakan masyarakat?.
Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif dan sosiologis dimana peneliti hanya mempokuskan pada satu kasus yang sesuai dengan judul yang diteliti. Keseluruhan penelitian diperoleh melalui pengumpulan data dengan melakukan 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.
Adapun hasil penelitian ini adalah Respon Masayrakat Desa Banyumulek terkait dengan wisata syariah sangat baik dan bagus karena bisa meningkatkan truts para pelancong yang dating ke NTB guna menikmati aneka ragam dan variasi sajian wisata yang serba menarik. Serta dalam pengembangan wisata syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemrintah Desa Banyumulek melakukan beberapa upaya yang bisa mendorong para pengerajin dengan terus menerus meningkatkan etos kerja yang baik sehingga bisa membuat roda ekonomi yang mereka lakuka
KONSEP PENDIDIKAN MENURUT IMAM AL-GHAZALI
Pendidikan Islam merupakan wahana latihan mental, moral, dan fisik yang bisa menghasilkan manusia yang berbudaya tinggi serta bertanggung jawab yang ditopang oleh personalitas yang berkualitas.Al-Ghazali merupakan sosok ulama yang menaruh perhatian terhadap proses internalisasi ilmu dan pelaksana pendidikan. Menurutnya, untuk menyiarkan agama Islam, memelihara jiwa dan taqarrub kepada Allah. Oleh karena itu pendidikan merupakan ibadah dan upaya peningkatan kualitas diri. Pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri Allah dan mendapatkan kebahagian dunia-akhirat.Kajian terhadap konsep Al-Ghazali tentang pendidikan adalah bahwa Pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali harus mengarah kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekanannya pada perolehan keutamaan dan taqarrub kepada Allah. Mengenai kurikulum pelajaran, dapat juga dipahami sebagaimana Al-Ghazali telah menyusun kurikulum yang diatur berdasarkan arti penting yang dimiliki oleh masing-masing ilmu seperti berikut ini:1. Urutan pertama; Al-Qur'an al-Karim, ilmu-ilmu agama seperti Fiqih, Sunnah dan Tafsir.2. Urutan kedua; Ilmu-ilmu bahasa (bahasa Arab), ilmu Nahwu serta artikulasi huruf dan lafadz. Ilmu-ilmu ini melayani ilmu-ilmu agama.3. Urutan ketiga; Ilmu-ilmu yang termasuk kategori wajib kifayah, yaitu ilmu kedokteran, ilmu hitung dan berbagai keahlian, termasuk ilmu politik.4. Urutan keempat; Ilmu-ilmu budaya, seperti syair, sastra, sejarah serta sebagian cabang filsafat, seperti matematika, logika, sebagian ilmu kedoketran yang tidak membicarakan persoalan metafisika, ilmu politik dan etika.
 
ANALISIS WACANA; INTERAKSIONISME SIMBOLIK
Ketika manusia berkomunikasi akan bergantung pada norma, nilai, budaya, dan aturan yang berlaku. Komunikasi antar teman sangat berbeda dengan berkomunikasi antar orang tua dan anak, guru dan murid, majikan dan pelayan. Termasuk dimana suatu tempat komunikasi itu berjalan. Misal di pondok pesantren, proses komunikasi di pesantren akan menggambarkan situasi pondok pesantren tersebut. Komunikasi mengambil peran untuk membangun hubungan antar komunikator, dalam prosesnya simbol-simbol yang ditransfer mengandung makna yang membentuk tatanan sosial suatu tempat.
Interaksionisme simbolik adalah sebuah teori yang menggunakan perspektif analisis komunikasi antar individu dengan individu yang lain. Teori ini diusung oleh George Herbert Mead. Tokoh pertama yang memberi ide. Kemudian ide-ide tersebut dibukukan oleh mahasiswa-mahasiswanya dengan hasil dari catatan kuliah mereka menjadi sebuah karya yang terkenal, yaitu Mind, Self, Society: From the Standingpoint of a Social Behaviourist.
Teori Interkasionisme Simbolik yang dirangkum oleh Blummer bertumpu pada tiga premis utama: Pertama, manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang ada pada sesuatu itu bagi mereka. Kedua, makna diperoleh dari hasil interaksi sosial yang dilakukan dengan orang lain. Ketiga, makna-makna tersebut disempurnakan pada saat proses interaksi sosial sedang berlangsung.
Tokoh-tokoh yang memberi andil pada teori ini adalah : John Dewey, Chales Horton Cooley, George Herbert Mead, dan Herbert Blummer
Kajian Aksiologi tentang Ilmu Pengetahuan dan Etika
Aksiologi merupakan salah satu cabang dari filsafat yang membahas tentang nilai. Istilah axiologis berasal dari kata axios dan logos. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga, logos artinya akal, teori. Axiologis artinya teori nilai, penyelidikan mengenai kodrat, kriteria, dan status metafisik dari nilai. Problem aksiologi ujar Runes berkaitan dengan empat faktor penting sebagai berikut:a.Kodrat nilai berupa problem meneganai: apakah nilai berasal dari keinginan (Voluntarisme: Spinoza), kesenangan (Hedonisme: Epicurus, Bentham, Meinong), kepentingan (Perry), prefensi (Martineau), keinginan rasio murni (Kant), pemahaman mengenai kualitas tersier (Santayana), pengalaman sinoptik, kesatuan kepribadian atau (Personalisme: Green), berbagai pengalaman yang mendorong semangat hidup (Nietzsche), relasi benda-benda sebagai sarana untuk mencapai tujuan atau konsekuensi sungguh-sungguh yang dapat dijangkau (Pragmatisme: Dewey).b.Jenis-jenis nilai menyangkut perbedaan pandangan antara nilai intrinsik, ukuran untuk kebijakanaan nilai itu sendiri, nilai-nilai instrumental yang menjadi penyebab (baik barang-barang ekonomis atau peristiwa alamiah) mengenai nilai-nilai intrinsik.c.Kriteria nilai artinya ukuran untuk menguji nilai yang dipengaruhi sekaligue oleh teori psikologi dan logika.d.Status metafisik nilai mempersoalkan tentang bagaimana hubungan nilai terhadap fakta-fakta yang diselidiki melalui ilmu-ilmu kealaman (Koehler), kenyataan terhadap keharusan (Lotze) pengalaman manusia tentang nilai pada realitas kebebasan manuisa (Hegel).Etika berasal dari bahsa Yunani ethikos, atau ethos yang berarti adat atau kebiasaan. Selanjutnya istilah etikhos berkembang menjadi ekuivalen dengan moralitas. Berkaitan dengan etika, ada tiga pengertian:1.Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakuknya.2.Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral. Misalnya kode etik.3.Etika merupakan ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap atau buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat – seringkali tanpa disadari- menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodeis. Etika dalam hal ini sama dengan filsafat moral
Pembinaan Moral Spiritual Siswa Melalui Pembiasaan Shalat Jamaah: Studi Analisis Siswa Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada
Siswa Madrasah Tsanawiyah umumnya adalah berusia antara 12-16 tahun. Di usia itu, anak-anak Madrasah Tsanawiyah sedang memasuki masa transisi antara masa kanak-kanak dan menjelang dewasa dan juga mulai mengalami masa-masa datangnya pubertas, bahkan ada yang berpendapat bahwa masa ini hingga mereka menginjak Madrasah Aliyah. Masa ini adalah masa pancaroba yang perlu diwaspadai oleh orang tua dan keluarga. Di sinilah pentingnya arti pendidikan serta pengajaran agama, dimana pendidikan agama biasanya diartikan sebagai pendidikan yang materi bahasanya berkaitan dengan keimanan, ketakwaan, akhlak dan ibadah kepada Tuhan. Dengan demikian pendidikan agama berkaitan dengan pembinaan moral-spiritual yang selanjutnya dapat mendasari tingkah laku manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Kaitannya dengan hal ini, Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada yang beralamat di jalan Tegal Banyu, Lembuak Kebon, Narmada, Lombok Barat mengadakan pembiasaan shalat berjamaah di madrasah sebagai upaya untuk pembinaan moral spiritual Siswa.Ada dua masalah yang diangkat dalam penelitian ini, Pertama, bagaimana pelaksanaan shalat berjamaah di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada? Kedua, Bagaimana dampak pembiasaan shalat berjamaah dalam pembinaan moral spiritual Siswa di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada?Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menemukan beberapa hal, pertama program pembiasaan shalat berjamaah ini dimulai dengan pembelajaran wudhu dan shalat dengan baik dan benar. Shalat yang dilaksanakan secara berjamah yaitu shalat Dhuha, shalat Dzuhur, shalat Jum’at dan shalat Ashar. Kedua, Pelaksanaan pembiasaan shalat berjamaah yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada telah memberikan dampak positif bagi Siswa baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah (hablun min-annas). Dari segi hubungan vertikal (hablun min-Allah), shalat jamaah merupakan satu bentuk amal ibadah untuk mengingat Allah Swt. sebagai penciptanya yang wajib disembah. Merekapun meyakini bahwa Allah Swt. senantiasa dekat dengannya. Jadi, mereka menjadi sadar bahwa semua kegiatan atau perbuatannya selalu diawasi oleh Allah Swt. Dampak pembiasaan shalat berjamaah terhadap pembinaan moral spiritual terhadap sesama manusia di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada antara lain Siswa mampu menerapkan beberapa sikap atau akhlak terpuji terhadap sesama manusia, yaitu rasa persaudaraan yang diaplikasikan melalui silaturrahmi, sopan santun terhadap setiap orang, bersikap jujur, baik perkataan maupun perbuatan, begitu pula kedisiplinannya meningkat dari tahun ke tahun