Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
KEPEMIMPINAN DALAM KHAZANAH ISLAM
Kepemimpinan dalam Islam adalah kemestian sebagaimana yang tertuang dalam al-Qur’an. Pada kata khalifah adalah isyarat akan kepemimpinan dalam Islam. sedangkan dalam hadis nabi, dalil yang sering dipergunakan sebagai adanya kemestian kepemimpinan di dunia ini adalah hadis kullukum ra’i. Kajian yang digunakan adalah kajian library research, yaitu mencari melalui sumber-sumber kitab-kitab yang dikarang oleh para ulama’ dalam menjelaskan ayat-ayat maupun hadis Nabi sallahu ‘alaihi wasallam. Hasil yang didapatkan, kepemimpinan dengan merujuk pada kata-kata khalifah bermakna bahwa pemimpin ada batas masanya, yang ia harus diganti sesuai dengan kesepakatan dan kopetensi dari pemimpin yang melanjutkan estafet kepemimpinan. Dalam pengertian ini, tidak ada pemimpin yang mutlak tidak dapat digantikan atau hanya mereka yang berada dalam nasab pendahulunya. Dalam kepemimpinan terdapat termenologi ri’ayah dan terminolog imamah
Relationship Between Emotional Intelligence and Learning
This study is a correlational research that aims to find the relationship between emotional intelligence and learning motivation with English writing skills description paragraph. This study used survey method with correlation with the number of 105 students in MTs and equal Classes VII District of East Praya, Central Lombok, West Nusa Tenggara province and selected randomly. Instrument in the form of questionnaires and tests validated through testing expertise and the calculation of Pearson Product Moment and reliability testing done using Cronbach Alpha. Verification of the hypothesis is done by regression analysis and found the regression model, and the correlation coefficient between emotional intelligence, learning motivation with English writing skills description paragraph. The results showed that the relationship between emotional intelligence with English writing skills description paragraph is .341 (α .05). The relationship between learning motivation and English writing skills description paragraph is .153 (α, .05). Found a correlation coefficient of emotional intelligence and learning motivation with English writing skills description paragraph is .580 (α, .05). Based on these results it can be concluded that English writing skills description paragraph can be influenced by emotional intelligence and students' learning motivation. This study is a correlational research that aims to find the relationship between emotional intelligence and learning motivation with English writing skills description paragraph. This study used survey method with correlation with the number of 105 students in MTs and equal Classes VII District of East Praya, Central Lombok, West Nusa Tenggara province and selected randomly. Instrument in the form of questionnaires and tests validated through testing expertise and the calculation of Pearson Product Moment and reliability testing done using Cronbach Alpha. Verification of the hypothesis is done by regression analysis and found the regression model, and the correlation coefficient between emotional intelligence, learning motivation with English writing skills description paragraph. The results showed that the relationship between emotional intelligence with English writing skills description paragraph is .341 (α .05). The relationship between learning motivation and English writing skills description paragraph is .153 (α, .05). Found a correlation coefficient of emotional intelligence and learning motivation with English writing skills description paragraph is .580 (α, .05). Based on these results it can be concluded that English writing skills description paragraph can be influenced by emotional intelligence and students' learning motivation
Pembelajaran Kontekstual (Cotextual Teaching and Learning) dan Pemahaman Konsep Siswa
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses mengajar, hal terpenting adalah pencapaian pada tujuan yaitu agar siswa mampu memahami sesuatu berdasarkan pengalaman belajarnya. pemahaman adalah suatu cara yang sistematis dalam mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan menghubungkan antara apa yang peserta didik (siswa) pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan untuk memahami konsep-konsep akademis (seperti konsep-konsep matematika, fisika, atau biologi), tentunya sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa datang atau saat mereka bermasyarakat ataupun saat di tempat kerja kelak yaitu dengan menggunakan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Dengan demikian, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses mengajar, hal terpenting adalah pencapaian pada tujuan yaitu agar siswa mampu memahami sesuatu berdasarkan pengalaman belajarnya. pemahaman adalah suatu cara yang sistematis dalam mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan menghubungkan antara apa yang peserta didik (siswa) pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan untuk memahami konsep-konsep akademis (seperti konsep-konsep matematika, fisika, atau biologi), tentunya sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa datang atau saat mereka bermasyarakat ataupun saat di tempat kerja kelak yaitu dengan menggunakan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Dengan demikian, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa
Hadits-Hadits tentang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
In the religion of Islam, hadith ranks second only to the Qur’an in existence as a source of law. Under-Second hadith in Islam is certainly due to the rules governing of the Qur’an, explaining what is not explained in the Qur’an or what friends do not understand. Sanad hadith position is very important, because the hadith obtained/will follow who narrated. With a sanad hadith narration can be seen where that can be accepted or rejected. And which hadith valid or not to be carried out. Because its exsistence is very important that, then people interpret Islam, commentary or implement hadith must first ensure the validity of the hadith sanad or matan. Hadith the prophet not only addressed the issue of low and worship, but also the problem of human resource management Islam.In the religion of Islam, hadith ranks second only to the Qur’an in existence as a source of law. Under-Second hadith in Islam is certainly due to the rules governing of the Qur’an, explaining what is not explained in the Qur’an or what friends do not understand. Sanad hadith position is very important, because the hadith obtained/will follow who narrated. With a sanad hadith narration can be seen where that can be accepted or rejected. And which hadith valid or not to be carried out. Because its exsistence is very important that, then people interpret Islam, commentary or implement hadith must first ensure the validity of the hadith sanad or matan. Hadith the prophet not only addressed the issue of low and worship, but also the problem of human resource management Islam
Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Kasus di Desa Batik Plak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat
Suatu hal yang menjadi dasar kenapa masyarakat Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat cendrung membagikan harta warisannya ketika pewarisnya masih hidup dikarenakan, agar kelak dikemudian hari setelah pewaris meniggal dunia antara para ahli waris tidak saling memperebutkan harta warisan.Kata waris berasal dari bahasa arab miras. Bentuk jamaknya adalah mawaris, yang berarti harta peninggalan orang meninggal yang akan dibagikan kepada ahli warisnya. Kata waris menurut bahasa berarti berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain atau dari sekelompok orang kekelompok lain. Sedangkan pengertian warisan menurut istilah fikih ialah berpindahnya hak milik dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup baik berupa harta benda, tanah maupun suatu hak dari hak-hak syara. Harta warisan adalah segala harta yang ditinggalkan setelah dikurangi biaya perawatan dan hutang-hutang setelah pewaris meninggal dunia. Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa harta warisan adalah berpindahnya harta seseorang yang telah meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup setelah dibagikan semua hutang dan wasiatnya.Metode yang digunakan dlam penelitian ini antara lain sebagai berikut: Metode Observasi, Metode Wawancara (interview) dan Metode DokumentasiFaktor-faktor yang melatar belakangi pewaris membagikan harta warisannya berdasarkan perdamaian. Persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan disebabkan karena kebutuhan yang dimiliki masing-masing adalah sama, di samping itu juga status mereka dalam keluarga adalah sama-sama anak dari si pewaris. Pembagian warisan dengan menggunakan sistem atau cara ini dirasakan sangat adil, aman dan tidak menimbulkan efek yang negatif di antara penerima harta tersebut, dikarenakan tidak adanya diskriminasi antara ahli waris baik dari segi umur, jenis kelamin dan lain-lain. Kedudukan hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam dalam hal kewarisan belum secara maksimal dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat, sehingga masih belum adanya pelaksanaan yang timbul secara menyuluruh untuk menjadikan hukum kewarisan Islam dan KHI sebagai acuan atau pedoman yang mendasar guna menjalankan syariat Islam khususnya dalam pelaksanaan pembagian harta warisan di dalam kehidupan mereka.Perktik pelaksanaan pembagian warisan pada masyarakat Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat adalah menggunakan dua cara: Pada masing-masing ahli warisnya, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perselisihan antara kelurga atau antara para ahli waris setelah pewaris meninggal dunia dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara para ahli waris pada saat pembagian harta dilakukan. Dipandang dari hukum Islam, pelaksanaan penyelesaian harta warisan melalui perdamaian ketika pewaris masih hidup tidak bisa dikatagorikan sebagai warisan melainkan hibah, karena dalam hukum kewarisan Islam, warisan baru ada ketika pewaris telah meninggal dunia
TEOLOGI DALAM STUDI ISLAM
Theology experiences a shift in meaning, from a word identical to the divine issue, to a word that refers to the doctrine of religion widely. Secondly, there are three basic assumptions in the theological approach: (1) Theology must be related to god or trensendensi from mythological, philosophical, or dogmatic side, (2) doctrine is a significant element in interpreting theology, (3) theology is an emerging interpretation activity from or towards faith. Thirdly, in this age, theology returns to a shift of meaning. A number of scholars use this word in the sense of re-digging religious values for revolutionary purposes as solutions to solving the problems of human life. 
MANAJEMEN KELAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN
Classroom management is one of the important elements in teaching and learning process that play a role in supporting the success of teaching and learning process. The ability to manage the class will greatly affect the level of enthusiasm and motivation in following learning. Classroom management seeks to understand student with it various advantages. Classroom management aims to improve effectiveness and efficiency in achieving learning objectives. But before applying classroom management, a teacher must comprehend some factors that may hander the implementation of classroom management. For example, teachers, students, families, and facilities factor. In addition, there some factor that should be the main focus of the teacher before applying classroom management, like the problem of attention getting behaviors, power-seeking behaviors, revenge-seeking behaviors, and demonstration of disability, is the form of refusing at all to try to do anything because of the failure that became part of it. In addition to individual problems there is also a group problem that includes classes are less cohesive due to racist actions by students, violation of agreed norms, give a negative reaction to the inability of class members. Educating students who commit norm abuses, group attention is easily diverted from the task being assigned, the low morale of work because it assume the task given is unfair, and the class is less able to face the new situations. Classroom management aims to solve that problem.
 
DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PEMBELAJARAN
The purposes of this study are to know the ways, reasons, and impacts of completing academic tasks in certain ways, and how to overcome them. Data collection was done by documentation, think aloud, and focus group discussion (FGD). The analysis was performed with Glaser and Strauss models. The analysis results showed 91.1% of research subjects completed their academic tasks with copy-paste from the internet. The cause factors are; (1) within factor, that is poor mental attitude, such as lazy, hedonic, instant, and lack of awareness of the urgency of building mental structure and character. (2) external factor, that are information technology and the type of tasks assigned. It’s impacts are; (1) short-term impact, that are mastery of science just to the level of understanding (C2), the understanding is not complete and detaile, the material is not pushed into long terms memory, not linear and systematic thinking. (2) long-term impact, that are the mental structure is not fully developed and the mental attitude develops less well. The solution are; (1) an instrumental solution, which is to determine the reference, (2) a mental solution, which is to build awareness of the importance of scientific thinking and characte
LGBT DALAM TINJAUAN AL-QURAN DAN SUNNAH
Pembicaraan dan kampanye legalisasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Indonesia semakin marak belakangan ini. Pendukung LGBT bahkan berani mengemukakan penafsiran kontekstual terhadap ayat-ayat al-Quran sebagai pembenaran bahwa LGBT bukanlah suatu yang haram. Mereka mengklaim bahwa dalam al-Quran tidak ada satupun ayat yang secara eksplisit menolak LGBT sebagaimana tidak ada ayat yang secara jelas menerimanya. Karena itu setiap orang berhak untuk menggali makna yang lebih relevan dan humanis tentang persoalan ini dengan menggunakan penafsiran kontekstual. Kajian ini disajikan dengan menelusuri ayat-ayat al-Quran yang dianggap melegalkan LGBT oleh para pendukungnya berikut penafsirannya secara kontekstual untuk dianalisa dan ditela’ah secara seksama guna mengetahui sejauh mana keabsahan penafsiran tersebut. Tentunya dengan tetap berpegang teguh dengan kaidah-kaidah penafsiran yang benar dalam memahami kitab suci al-Quran. Kesimpulan kajian menunjukkan akan kekeliruan penafsiran yang dilakukan oleh para pendukung LGBT dalam memahami ayat-ayat al-Quran. Al-Quran adalah kalam Allah yang untuk memahaminya memerlukan aturan dan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat inilah yang diabaikan oleh kaum pendukung LGBT sehingga penafsirannya pun jauh dari kebenaran, yang kalau tidak diluruskan akan membawa kepada kehancuran peradaban manusia
Perkembangan Pendidikan Islam dan Kearifan Lokal di Indonesia
Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia telah lama muncul, demikian halnya dengan Kearifan lokal merupakan salah satu dasar penetapan hukum Islam, hal ini menyiratkan arti (1) perlunya kontekstualisasi Islam agar artikulasi ajarannya dalam memandu kehidupan tidak lepas-konteks, (2) kebaikan/kebenaran sangat mungkin ditemukan “di luar teks”, di mana fungsi teks tinggal mengafirmasinya, dan (3) teks bersifat terbatas, sedangkan realitas bersifat tak terbatas sehingga interpretasi teks perlu memperhatikan dinamika realitas kehidupan. Kearifan lokal yang dapat dipertahankan dan patut dilestarikan sesuai dengan ajaran agama Islam merupakan hasil usaha dari para ulama-ulama jaman dahulu terutama para waliyullah.Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional. Kearifan lokal hanya akan abadi kalaukearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong-royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kitaPerkembangan Pendidikan Islam di Indonesia telah lama muncul, demikian halnya dengan Kearifan lokal merupakan salah satu dasar penetapan hukum Islam, hal ini menyiratkan arti (1) perlunya kontekstualisasi Islam agar artikulasi ajarannya dalam memandu kehidupan tidak lepas-konteks, (2) kebaikan/kebenaran sangat mungkin ditemukan “di luar teks”, di mana fungsi teks tinggal mengafirmasinya, dan (3) teks bersifat terbatas, sedangkan realitas bersifat tak terbatas sehingga interpretasi teks perlu memperhatikan dinamika realitas kehidupan. Kearifan lokal yang dapat dipertahankan dan patut dilestarikan sesuai dengan ajaran agama Islam merupakan hasil usaha dari para ulama-ulama jaman dahulu terutama para waliyullah.Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional. Kearifan lokal hanya akan abadi kalaukearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong-royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kit