Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA KONFLIK SOSIAL DI MASYARAKAT MAJEMUK

    Get PDF
    Indonesia is a plural country with a range of conflicts. The social conflict occurs because of prejudices among people who have different ethnicities. Low levels of education also contribute to the understanding and lack of tolerance in others. Economic difficulties facing society also encourage to earn income through tight competition so that in the end of gave birth to conflict. Inter-ethnic suspicion is also augmented by religious differences. It is so easy that there are conflicts that encourage acts of violence among different members of society, so a system that can maintain peace is necessary. Education has an important role to play in preventing social conflicts in society. This is based on education that is organized with multicultural principle that believed to be a real solution for conflict and disharmonization that occur in society, especially in plural reality in Indonesia. Multiculturalism-based education can be said to succeed if it is formed in the students' attitude of tolerant, non-hostile, non-conflicting life caused by cultural differences, tribes, languages, customs and differences.   &nbsp

    Penguatan Pendidikan Karakter Di Madrasah

    No full text
    Seiring dengan perkembagan zaman dan kemauan teknologi bangsa indonesia sudah mampu mengukir prestasi di kancah internasioanl, tidak ketinggalan bidang pendidikan, banyak pelajara Indonesia berhasil menjuari olimpiade sains, Komputer di tingkat dunia. Namun, tidak sedikit pula pelajar yang tidak punya tata krama, suka tawuran, minum minuman keras, senang narkotika, dan hobi kebut-kebutan mengendarai  sepeda motor di jalan raya.  kenyataan ini berbanding terbalik dengan tujuan pendidikan nasioanal dimana pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, melalui pertauran presiden tahun 2017 no 87 tentang penguatan pendidikan karakter pemerintah lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter pada satuan pendidikan, telah teridentifikasi 18 nilai pembentuk karakter bangsa Indonesia yang bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan Tujuan Pendidikan Nasional. Sejalan dengan hal tersebut Pondok pesanantren yag mengelola lembaga pendidikan jauh sebelumnya sudah terlebih dahulu menggalakan penguatan pendidikan karakter melalui Tata karma dan akhlak serta peraturan untuk santri.Seiring dengan perkembagan zaman dan kemauan teknologi bangsa indonesia sudah mampu mengukir prestasi di kancah internasioanl, tidak ketinggalan bidang pendidikan, banyak pelajara Indonesia berhasil menjuari olimpiade sains, Komputer di tingkat dunia. Namun, tidak sedikit pula pelajar yang tidak punya tata krama, suka tawuran, minum minuman keras, senang narkotika, dan hobi kebut-kebutan mengendarai  sepeda motor di jalan raya.  kenyataan ini berbanding terbalik dengan tujuan pendidikan nasioanal dimana pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, melalui pertauran presiden tahun 2017 no 87 tentang penguatan pendidikan karakter pemerintah lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter pada satuan pendidikan, telah teridentifikasi 18 nilai pembentuk karakter bangsa Indonesia yang bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan Tujuan Pendidikan Nasional. Sejalan dengan hal tersebut Pondok pesanantren yag mengelola lembaga pendidikan jauh sebelumnya sudah terlebih dahulu menggalakan penguatan pendidikan karakter melalui Tata karma dan akhlak serta peraturan untuk santri

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Ekosistem di SMA Negeri 2 Maumere

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan materi ekosistem. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA I SMA Negeri 2 Maumere dengan jumlah siswa 36 orang. Metode pengumpulan data meliputi motivasi belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dan data hasil tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan pemberian kusioner pada siklus I dengan jumlah 36 orang siswa yang mempunyai sikap atau minat dengan kategori cukup 10 orang, baik 8 orang,  sangat baik 2 orang dan kurang 16 orang, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa yang mempunyai sikap atau minat dengan kategori, cukup 5 orang, kurang 2 orang, baik 25 orang, sangat baik 4 orang. Hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan presentase siswa yang tuntas belajar secara klasikal meningkat dari siklus I 69,44% meningkat sebesar 100% pada siklus II. Peningkatan nilai motivasi belajar siswa pada setiap siklus menunjukan bahwa pembelajaran model kooperati tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X IPA I SMA Negeri 2 Maumere.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan materi ekosistem. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA I SMA Negeri 2 Maumere dengan jumlah siswa 36 orang. Metode pengumpulan data meliputi motivasi belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dan data hasil tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan pemberian kusioner pada siklus I dengan jumlah 36 orang siswa yang mempunyai sikap atau minat dengan kategori cukup 10 orang, baik 8 orang,  sangat baik 2 orang dan kurang 16 orang, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa yang mempunyai sikap atau minat dengan kategori, cukup 5 orang, kurang 2 orang, baik 25 orang, sangat baik 4 orang. Hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan presentase siswa yang tuntas belajar secara klasikal meningkat dari siklus I 69,44% meningkat sebesar 100% pada siklus II. Peningkatan nilai motivasi belajar siswa pada setiap siklus menunjukan bahwa pembelajaran model kooperati tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X IPA I SMA Negeri 2 Maumere

    Penerapan Teknik Cerita Berantai Untuk Meningkatka Keterampilan Berbicara Pada Siswa Kelas IV SD Inpres Nangameting

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk   meningkatkan  keterampilan  berbicara siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan teknik cerita berantai. Penelitian ini   termasuk  Penelitian Tindakan  Kelas (PTK) yaitu   merupakan  suatu jenis penelitian yang dilakukan oleh guru  untuk  memecahkan masalah  pembelajaran  dikelasnya. Subyek penelitian ini   adalah guru dan siswa kelas IV SD Inpres Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini  melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan teknik cerita berantai dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswapada mata pelajara Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi yang menunjukan peningkatan keterampilan berbicara siswa dimana adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dengan rata-rata 64 meningkat menjadi 76. Berdasarkan hasil analisis dan observasi data dilapangan, maka dapat  ditarik sebuah kesimpulan  Bahwa  Penerapan teknik  cerita berantai dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswakelas IV SD Inpres  Nangameting Tahun  Pelajaran   2016//2017.Penelitian ini bertujuan untuk   meningkatkan  keterampilan  berbicara siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan teknik cerita berantai. Penelitian ini   termasuk  Penelitian Tindakan  Kelas (PTK) yaitu   merupakan  suatu jenis penelitian yang dilakukan oleh guru  untuk  memecahkan masalah  pembelajaran  dikelasnya. Subyek penelitian ini   adalah guru dan siswa kelas IV SD Inpres Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini  melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan teknik cerita berantai dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswapada mata pelajara Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi yang menunjukan peningkatan keterampilan berbicara siswa dimana adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dengan rata-rata 64 meningkat menjadi 76. Berdasarkan hasil analisis dan observasi data dilapangan, maka dapat  ditarik sebuah kesimpulan  Bahwa  Penerapan teknik  cerita berantai dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswakelas IV SD Inpres  Nangameting Tahun  Pelajaran   2016//2017

    Pendidikan Tinggi Yang Berkualitas Melalui Implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi

    Get PDF
    Sebagai lembaga atau organisasi pendidikan tinggi, pergurun tinggi memiliki peraranan khusus yang amat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia dan bangsa agar makin mampu memberikan kontribusi bagi mutu hidup dan kehidupan manusia serta masyarakat. Tugas utama dosen adalah melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Tri Darma Perguruan Tinggi merupakan bagian dari visi dan misi yang menjadi tujuan untuk seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Indonesia. Tuntutuan terhadap terhadap perguruan tinggi dewasa ini bukan hanya sebatas kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang diukur secara akademik, melainkan keseleuruhan progaram dan lembaga-lebaga perguruan tinggi harus mampu membuktikan kulaitas  yang tinggi di dukung oleh akuntabilitas.Sebagai lembaga atau organisasi pendidikan tinggi, pergurun tinggi memiliki peraranan khusus yang amat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia dan bangsa agar makin mampu memberikan kontribusi bagi mutu hidup dan kehidupan manusia serta masyarakat. Tugas utama dosen adalah melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Tri Darma Perguruan Tinggi merupakan bagian dari visi dan misi yang menjadi tujuan untuk seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Indonesia. Tuntutuan terhadap terhadap perguruan tinggi dewasa ini bukan hanya sebatas kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang diukur secara akademik, melainkan keseleuruhan progaram dan lembaga-lebaga perguruan tinggi harus mampu membuktikan kulaitas  yang tinggi di dukung oleh akuntabilitas

    Pola Asuh Orang Tua dan Guru dalam Perkembangan Moral pada Anak Usia Dini

    Get PDF
    Perkembangan anak akan efektif, jika pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua dan guru dapat dilakukan bersama-sama. Sehingga apa yang diharapkan oleh orang tua dan guru dapat terlaksana dengan baik, terutama pengasuhan dalam perkembangan moral pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Adapun teknik dalam pengumpulan data, yaitu: 1). Metode observasi,   2). Metode wawancara, dan 3) Metode dokumentasi. Berdasarkan pembahasan yang dipaparkan, maka hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1). Pola asuh orang tua di rumah dalam perkembangan moral anak cenderung kepada pola asuh demokratis. Namun, selain pola asuh demokratis, ada juga yang menggunakan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.Di samping itu, terlihat jelas bahwa bentuk pola asuh demokratislah yang paling dominan diterapkan oleh orang tua di rumah. Sedangkan pola asuh guru di sekolah, yaitu guru menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran dan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas yang di sesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Kerjasama orang tua dan guru sangat diperlukan dalam pengasuhan anak, terutama dalam perkembangan moral anak baik di rumah maupun di sekolah.Hal itu dilakukan, agar terjadi kesinambungan antara pola asuh guru di sekolah dan orang tua di rumah.Adapun bentuk kerjasama yang dilakukan yaitu, dengan membentuk HKO (Hari Konsultasi Orang Tua), KPO (Kelompok Pertemuan Orang Tua), dan kunjungan rumah

    Reformasi Pendidikan di Indonesia

    Get PDF
    Tulisan ini mencoba untuk menguraikan permasalahan umum yang sering muncul dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang sedianya menjadi jembatan untuk mewujudkan manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari berbagai macam persoalan, mulai dari permasalahan sarana dan prasarana, kesenjangan antara apa yang dipelajari dan diajarkan di sekolah dengan permasalahan hidup yang terjadi di sekitar, tidak relevannya output dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, terbatasnya kesempatan untuk mengenyam pendidikan di skolah sampai dengan mirisnya nasib guru sebagai agen perubahan dalam lembaga pendidikan selalu menjadi penghias media massa baik cetak maupun elektronik. Untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan tersebut tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan kesadaran dan kerjasama berbagai pihak agar permasalahan-permasalahan umum tersebut dapat dikikis perlahan-lahan, dengan harapan tujuan pendidikan yang diamanatkan oleh para founding fathers bangsa Indonesia dapat diwujudkan. Tulisan ini dengan segala keterbatasannya berusaha menguraikan berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia sekaligus menawarkan langkah pemecahannya

    تحليل الأخطاء النحوية والصرفية لطالبات الفصل السادس في الإنشاء العربي بمعهد إبن القيّم يوكياكرتا

    No full text
    أهداف هذا البحث هي(1) الكشف عن الأخطاء النحوية، (2) الكشف عن الأخطاء الصرفية، وتحليلها في إنشاء طالبات الفصل السادس. تتائج البحث هي: (1) الأخطاء النحوية التي تقع لدي طالبات الفصل السادس هي: التركيب الإضافي، تناسب الاسم بالضمير الذي يعود إليه، الاسم المجرور، اسم كان وخبرها، استخدام إعراب مفعول به، استخدام نعت ومنعوت وفي كتابة ظرف المكان، إعراب اسم الفاعل، استخدام حرف التوكيد ومصدر لأنّ، الأسماء الإشارة، استخدام حرف أنّ، الهمزة من ماض الفعل الخماسي والسداسي، العطف، استخدام حرف المصدرية والنصب، الاسم الموصول، الاستثناء بغير، استخدام الحال، إعراب المفعول به من جمع المؤنث السالم، الفعل المضارع بعد لام التعليل، المبتدأ، استخدام الاسم الممنوع من الصرف، إعراب الجملة ما بعد ظرف الزمان، الحال وهو يأتي في أول الجملة وفي استخدام الفاعل، الفعل المضارع بعد حرف أنْ، (2) والأخطاء الصرفية التي تقع لدي طالبات الفصل السادس هي: المصدر من الفعل "دَارَ – يَدُورُ" و"قَامَ – يَقُوْمُ"و"ضَقَ – يَضِيْقُ"، اسم المكان من فعل ماض "وَضَعَ- يَضَعُ"، اسم الفاعل من "وَسَخَ – يَسِخُ"، ومصدر ميم من "عَرَفَ – يَعْرِفُ" وفعل ماض من "شهد"، والمصدر من الفعل المبدوء بهمزة الوصل "اِنْتَشَرَ". الكلمات الرئيسية: تحليل الأخطاء، النحو والصرف، الإنشاء العربي، معهد إبن القيّ

    KONSEP PENDIDIKAN IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Al-Ghazali adalah seorang pemikir dan ulama besar dengan hasil karya dalam berbagai bidang ilmu seperti ilmu agama, filsafat, tasawuf, akhlak, politik, dan lainnya. Karya terbesar dari imam Al-Ghazali adalah kitab Ihya ‘Ulum Ad-Din, dimana pendidikan menurut Al-Ghazali merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk melahirkan perubahan yang progresif pada tingkah laku manusia. Dalam pandangan Al-Ghazali, sentral dalam pendidikan adalah hati sebab hati merupakan esensi dari manusia karena substansi manusia bukanlah terletak pada unsur-unsur yang ada pada fisiknya, melainkan berada pada hatinya dan memandang manusia bersifat teosentris sehingga konsep tentang pendidikannya lebih diarahkan pada pembentukan akhlak yang mulia. Konsep pendidikan Al-Ghazali dapat diketahui dengan cara memahami pemikirannya berkenaan dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan yaitu tujuan pendidikan, kurikulum, etika guru dan murid, serta metode pembelajaran. Konsep pendidikan yang dicetuskan oleh Imam Al-Ghazali sangat relevan dengan sistem pendidikan di Indoneisa yang ditinjau dari tujuan pendidikan, konsep pendidik dan peserta didik, metode pembelajran, serta kurikulum yang diterpakan saat ini khususnya pendidikan karakter, dimana pada tataran aplikasi sangat mengedepankan pada aspek pengembangan intelektual, moral, dan spiritual sehingga mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇