Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Konsep Pendidikan Anak Dalam Al-Qur’an Dan Hadits

    Get PDF
    Pendidikan adalah faktor penting terhadap eksistensi sebuah peradaban, melalui pendidikan yang benar, maka kemajuan suatu bangsa akan dapat tercapai. Disisi lain anak adalah generasi penerus umat. Di dalam Islam, pentingnya pendidikan mendapatkan porsi yang besar. Islam memiliki metode dan sarana pendidikan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan akidah dan akhlak anak, dalam pembentukan pengetahuan, mental dan sosialnya. Sehingga anak dapat mencapai ciri-ciri kesempurnaannya. Tujuan Pendidikan adalah mendekatkan diri kepada Allah, kebahagiaan dunia akhirat dan pengembangan potensi, manusia adalah makhluk yang memiliki potensi  untuk beriman dan tendensi  pada agama yang benar yang datang dari Allah. Dalam Al-Qur’an dan Hadits, potensi tersebut disebut sebagai fitrah. Sedangkan  metode pendidikan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan anak menurut Abdullah Nashih Ulwan yaitu: Mendidik dengan Keteladanan, Mendidik dengan kebiasaan, Mendidik dengan nasehat, Mendidik dengan perhatian/ pengawasan dan mendidik dengan hukuma

    Strategi Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean

    Get PDF
    This research aims to find the clear overview about the development strategy of human resource management in dealing with the ASEAN Economic Community (AEC) at PT. Goenoeng Poetri Lestari in Tasikmalaya. This is done considering it needs to develop a good development strategy of human resources management in accordance with broader market coverage like ASEAN. This research used descriptive-qualitative methods. The results of this research shows that social system method approach is utilized by PT. Goenoeng Poetri Lestari in their approach. Furthermore, the results of their SWOT analysis there are such as strength, it comes from their number of human resources that 95% employees who live in Gunung Putri area itself help company easier to mobilize; as their weakness, commonly most of their employees are newbie in their job experience; meanwhile the existence of PT. Goenoeng Poetri Lestari as the only one company in that area becomes their opportunity to develop easier; and last their threat comes from their inexperience human resources. It is worried that they cannot compete with AEC. In addition, the human resources development programs that was carried out by PT. Goenoeng Poetri Lestari are twice apprenticeship programs of the manpower goverment office and several small traingings for each fields

    STUDI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI UMUM (PTU)

    Get PDF
    Pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah atau perguruan tinggi dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu PAI sebagai aktivitas dan PAI sebagai fenomena. PAI sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup (bagaimana orang akan menjalani dan memanfaatkan hidup dan kehidupannya), sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan sikap sosial yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran serta nilai-nilai Islam. Sedangkan PAI sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih dan/atau penciptaan suasana yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam, yang diwujudkan dalam sikap hidup serta keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak. Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) antara di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan di Perguruan Tinggi Umum (PTU) sangatlah berbeda. Hal ini dapat dilihat dari tujuan penyelenggaraan pendidikan agama Islam yang berbeda dari dua kelompok perguruan tinggi tersebut, dimana tujuan penyelenggaraan pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yaitu mencetak para ahli agama (ulama) dalam semua tingkat, kurikulumnya juga lebih dominan menekankan aspek keagamaan Islam serta nuansa dan lingkungan yang religius juga lebih kentara (tampak) di kampus atau universitas yang berciri khas agama Islam. Berbeda dengan penyelenggaraan pendidikan agama Islam diPerguruan Tinggi Umum (PTU), dimana bertujuan untuk memenuhi kewajiban setiap orang mengetahui dasar-dasar ajaran agamanya sebagai seorang pemeluk agama, kurikulum pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Umum (PTU) hanya merupakan mata kuliah pengembangan kepribadian, bukan merupakan mata kuliah dasar keahlian dan mata kuliah keahlian, dan kondisi perbedaan latar belakang keagamaan mahasiswanya juga bermacam-macam, dalam arti mahasiswa di PTU lebih bersifat heterogen, jadi dengan keadaan yang seperti itu, sangat sulit untuk menciptakan lingkungan yang religius bernuansa Islam.Pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah atau perguruan tinggi dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu PAI sebagai aktivitas dan PAI sebagai fenomena. PAI sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup (bagaimana orang akan menjalani dan memanfaatkan hidup dan kehidupannya), sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan sikap sosial yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran serta nilai-nilai Islam. Sedangkan PAI sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih dan/atau penciptaan suasana yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam, yang diwujudkan dalam sikap hidup serta keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak. Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) antara di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan di Perguruan Tinggi Umum (PTU) sangatlah berbeda. Hal ini dapat dilihat dari tujuan penyelenggaraan pendidikan agama Islam yang berbeda dari dua kelompok perguruan tinggi tersebut, dimana tujuan penyelenggaraan pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yaitu mencetak para ahli agama (ulama) dalam semua tingkat, kurikulumnya juga lebih dominan menekankan aspek keagamaan Islam serta nuansa dan lingkungan yang religius juga lebih kentara (tampak) di kampus atau universitas yang berciri khas agama Islam. Berbeda dengan penyelenggaraan pendidikan agama Islam diPerguruan Tinggi Umum (PTU), dimana bertujuan untuk memenuhi kewajiban setiap orang mengetahui dasar-dasar ajaran agamanya sebagai seorang pemeluk agama, kurikulum pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Umum (PTU) hanya merupakan mata kuliah pengembangan kepribadian, bukan merupakan mata kuliah dasar keahlian dan mata kuliah keahlian, dan kondisi perbedaan latar belakang keagamaan mahasiswanya juga bermacam-macam, dalam arti mahasiswa di PTU lebih bersifat heterogen, jadi dengan keadaan yang seperti itu, sangat sulit untuk menciptakan lingkungan yang religius bernuansa Islam

    Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Pendidikan Karakter, Pendidikan Islam, Indonesia

    Get PDF
    Abstrak: Pendidikan sangat menentukan terhadap pembentukan watak, kepribadian, karakter dan budi pekerti warga. Oleh karenanya, fenomena kejahatan, tindak criminal, perbuatan asusila dan penggunaan narkoba, baik oleh warga masyarakat maupun anak didik, maka pendidikan dianggap yang paling bertanggung jawab. Di Indonesia sendiri, berbagai penyelewengan dan kejahata juga kerap terjadi, mulai dari korupsi, bullying, narkoba di lingkungan sekolah dan lain-lain. Terjadinya berbaai penyelewengan dan kejatan tersebut menandakan rendahnya akhlak, budi pekerti dan karakter bangsa. Menyadari hal itu pemerintah melalui Kemendiknas mencanangkan, salah satunya adalah model Pendidikan karakter untuk meningkatkan karakter dan budi pekerti warga bangsa. Ini bukan berarti sebelumnya tidak ada pendidikan karakter namun pemerintah lebih menekankan pendidikan karakter secara tersistem. Langkah awal pemerintah Indonesia dimulai dari lembaga sekolah maupun madrasah dengan menyisipkan nilai karakter bangsa ke dalam persiapan dan proses pembelajaran. Guru dalam hal ini menjadi kunci atas keberhasilan penerapan pendidikan karakter ini sebab gurulah yang secaralangsung berhadapan dengan peserta didik. Guru dalam hal ini dituntut untuk menyiapkan perangkat pembelajaran dan kemudian melaksanakan pendidikan berkarakter di kelas. Namun, sementara ini kenyataannya guru masih belum siap secara utuh untuk melaksanakan pendidikan karakter ini. Sementara ini potret pendidikan yang bisa dikatakan eksis dalam membina karakter adalah sistem pendidikan di pesantren atau sekolah-sekolah yang diasramahkan. Karena pada prinsipnya penenaman karakter lebih efektif dengan pembiasaan dan percontohan dan ini lebih memungkinkan di lakukan di pesantren atau asramah yang diwasi langsung oleh gurunya

    Perang Teluk dan Intervensi Amerika Serikat

    Get PDF
    Dasar hukum hubungan internasional adalah kemerdekaan bagi tiap-tiap bangsa,oleh karena itu tidak diperkenankan satu negara manapun untuk ikut campur dalam ranah domestik negara lain.Akan tetapi, pada saat ini kekuatan negara-negara besar dalam ranah domestik negara-negara lain tidak dapat dibantah. Berbagai konflik bersejarah di Timur Tengah tidak terlepas dari keberadaaan Amerika Serikat, seperti keterlibatan Amerika Serikat pada Perang Teluk. Amerika secara terang-terangan berada dipihak Irak dengan menyediakan persenjataan teknologi terbaru serta gambar satelit posisi dan pergerakan pasukan Iran

    Peranan Nabi Muhammad sebagai Pembangun Masyarakat Madani dan Peletak Dasar Peradaban Islam

    Get PDF
    Bagi setiap muslim, mempelajari dan memahami kehidupan dan perjuangan Muhammad Rasulullah SAW merupakan keniscayaan, dan mengikuti ajarannya adalah kewajiban. Artikel ini berusaha untuk menyegarkan kembali sekilas sejarah perjuangan Muhammad Rasulullah SAW, yang penulis mulai dari menjelaskan kondisi bangsa arab pra-Islam baik dari segi geografis, sosial, ekonomi, politik serta agama atau kepercayaan bangsa arab. Dalam usahanya mewujudkan masyarakat madani, nabi Muhammad menanamkan semangat persaudaraan (al-ikha), persamaan (al-musawah), toleransi (al-tasamuh), musyawarah (al-tasyawur), tolong menolong (al-ta’awun), dan keadilan (al-adalah), keenam semangat tersebutlah yang kemudian dewasa ini dicirikan sebagai corak masyarakat madani, yang semua hal tersebut telah diperjuangan dalam kehidupan masyarakat arab di sekitarnnya, baik saat beliau belum diangkat menjadi rasul maupun setelah diangkat menjadi rasul. Tulisan ini memang tidak menyajikan uraian yang rinci dan detail, namun telah diupayakan untuk memberikan gambaran yang utuh sekalipun hanya dalam garis besar. Rujukan yang digunakan untuk tulisan ini diharapkan bisa sedikit membantu pembaca untuk memperluas wawasan dan mengetahui lebih jauh kehidupan dan perjuangan beliau

    Makna Transaksi Harga Gelar Kebangsawanan dalam Tradisi Perkawinan Adat Sasak di Desa Batujai Lombok Tengah NTB

    Get PDF
    Penelitian ini mengambil tema tentang transaksi harga gelar kebangsawanan dalam tradisi perkawinan adat sasak di desa Batujai Lombok Tengah (NTB). Gelar kebangsawanan dalam tradisi pernikahan adat sasak memiliki nilai yang sangat tinggi di mata masyarakat, hingga terjadi tawar-menawar harga gelar kebangsawanan yang disandang. Ada dua kegelisahan akademik yang akan dicarikan jawabannya dalam penelitian ini, yaitu bagaimana proses transaksi harga gelar kebangsawanan dalam tradisi perkawinan adat Sasak di Desa Batujai Lombok Tengah (NTB) dan mencari bagaimana penetapan dan makna harga gelar kebangsawanan dalam tradisi perkawinan adat sasak yang selama ini terjadi di lapangan khususnya di Desa Batujai Lombok Tengah (NTB) .  Dalam Penelitian ini, peneliti berusaha mengkaji dan menelaah tentang tradisi perkawinan adat Sasak berkaitan dengan gelar kebangsawanan yang di dalamnya terjadi proses tawar-menawar harga gelar tersebut. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif di mana peneliti akan mendiskripsikan rangkaian proses pelaksanaan perkawinan dari pengambilan pengantin wanita sampai dengan acara resepsi kedua pasangan. Pengumpulan data  dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara (interview) tokoh agama dan tokoh adat yang ada di Desa Batujai Lombok Tengah (NTB).                Berdasarkan hasil penelitian dilapangan peneliti menemukan bahwa proses transaksi harga gelar kebangsawanan dalam tradisi perkawinan adat sasak di desa Batujai Lombok Tengah NTB dilakukan ketika terjadinya proses Sorong Serah Aji Kerama. Adat sorong serah sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Sasak mengandung nilai budaya dan tidak bisa dipisahkan dengan nilai agama Islam. Sorong Serah Aji Kerama merupakan hukum adat yang wajib dilaksanakan dalam proses perkawinan di masyarakat Batujai. Sedangkan Penetapan harga gelar kebangsawanan dalam tradisi perkawinan adat sasak di desa Batujai Lombok Tengah yang dilakukan ketika proses Sorong Serah Aji Kerama adalah Harga orang itu tergantung kapasitas pengetahuan agama karena orang Sasak dahulu sangat menghargai agama. Penentu kebahagiaan dan kerukunan dalam rumah tangga agar terwujud sakinah, mawaddah wa rahmah selain agama juga adalah ahklak, etika, ilmu pengetahuan

    AKHLAK GURU PAI MENURUT AL-NAWAWI: Studi kitab Al-Tibyan Fi Al-Adabi Hamalah Al-Qur’an

    Get PDF
    Akhlak kepribadian guru baik berupa kearifan atau kebijaksanaan jarang dimilki oleh guru, sehingga menjadikan peserta didik kesulitan untuk mencari sosok idola panutan mereka, sedang peserta didik yang berada dalam usia remaja atau diambang kedewasaan sangat mencari dan merindukan figur keteladanan dan tokoh identifikasi yang akan diterima dan diikuti langkahnya. Berbagai kasus yang disebabkan oleh Akhlak keperibadian guru yang kurang mantap, kurang stabil dan kurang dewasa, sering kita dengar di berita-berita elektronik atau kita baca di majalah dan surat kabar. Minsalnya: Adanya oknum guru yang menghamili peserta didik, terlibat penipuan atau pencurian, dan seorang ustaz yang terlibat kasus mutilasi pembunuhan berantai. Ini merupakan kabar yang sangat menyedihkan bagi dunia pendidikan islam. Oleh karena itu akhlak guru pendidikan agama Islam harus lebih dulu dimilki oleh guru. Masalah akhlak guru menjadi perioritas utama  dan perhatian yang besar dikalangan ulama dari masa ke masa, termasuk imam al-Nawawi al-Dimasiqyi. Melalui kitab Al-Tibyan  Fi Adabi Hamalah Al-Qur’an. Al-Nawawi memaparkan beberapa akhlak guru PAI  yang perlu dimiliki guru. Akhlak Guru Pendidikan Agama Islam ialah sebagai berikut: Akhlak yang Mantap, Stabil dan Dewasa,Menurut al-Nawawi guru harus bersikap ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dalam melaksanakan tugasnya, tidak mencintai pangkat dan kemewahan dunia, serta tidak memilki sifat dengki. &nbsp

    Penanaman Karakter Melalui Pendidikan Pesantren di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddinn Lombok Utara

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap peubahan karakter santri melalui pendidikan pada pondok pesantren. Rumusan masalah penelitian yaitu bagimana metode pembelajaran yang dilakukan pengasuh pondok pesantren dalam membangun karakter para santri?. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, selama 10 hari pada pondok pesantren  Syaikh Zainuddin Lombok Utara. Data dikumpulkan melalui telaah kurikulum dan pengamatan langsung tentang pembentukan karakter mental santri. Kemudian dilakukan wawancara dengan pimpinan pondok pesantren, uztad, santri. Analisis data dilakukan dengan konsep triangulasi, berdasarkan berbagai data yang diperoleh dalam penelitian baik melalui wawancara, pengamatan dan telaah Kurikulum pondok pesantren. Temuan dari penelitian yaitu: 1) Pondok pesantren Syaikh Zainuddin menggunakan kurikulum berbasis tradisi pondok pesantren berkarakter sebagai dasar untuk membentuk karakter santri,  2) Pembentukan karakter sebagai landasan perubahan mental santri dalam kehidupan sehari-hari, 3) Metode pembelajaran dalam membentuk perubahan mental dilakukan kyai/uztad melalui tauladan, dan 4) Pembentukan revulusi mental di luar kelas seperti gotong royong pada siang hari dan kegiatan diskusi pada malam hari. Adapun saran berdasarkan temuan penelitian yaitu: 1) pengambil kebijakan kemdiknas, agar mencontoh sistem pendidikan pesantren dalam membentuk karakter baik santri, 2) pimpinan pesantren, agar membuat program yang konkrit dalam merubah  karakter dan mental santri, 3) para uztad, agar memperhatikan perkembangan mental santri dan 4) para orangtua, agar mendukung pihak pesantren dalam membentuk perubahan mental karakter para santri.   Kata kunci : Penanaman Karakter, Pesantren Syaikh Zainuddin Lombok Utar

    FIQH DAN AL-MAQASYID AL-SYARI’AH: MENDISKUSIAKAN KEMBALI ESENSI HUKUM ISLAM

    Get PDF
    Fiqh is called the produc human thought, in the history of its development tehere has been a prolonged contradiction between thw muslims itself, tehere is even bloodshed due to different schools of thought or religious views. Many among muslims assume that fiqh is a sacred rule, even in certain circumstances one will be afraid to revalue the existing fiqh rules, because it is psychologically burdened by such sacred values. Where in the ideals or goal (maqasid al-syari’ah) created Islamic law is for the benefit of human in maintaining the balance of living the wheel of  life, because the syari’ah is justice, grace and wisdom fol all. The set of maslahat  that comes out of justice is adisorder and chaos, deviates from the welfare to the destruction and story from hikmah testimony, all it is not syari’ah even if interpreted whit how.  Fiqh is called the produc human thought, in the history of its development tehere has been a prolonged contradiction between thw muslims itself, tehere is even bloodshed due to different schools of thought or religious views. Many among muslims assume that fiqh is a sacred rule, even in certain circumstances one will be afraid to revalue the existing fiqh rules, because it is psychologically burdened by such sacred values. Where in the ideals or goal (maqasid al-syari’ah) created Islamic law is for the benefit of human in maintaining the balance of living the wheel of  life, because the syari’ah is justice, grace and wisdom fol all. The set of maslahat  that comes out of justice is adisorder and chaos, deviates from the welfare to the destruction and story from hikmah testimony, all it is not syari’ah even if interpreted whit how.   Keywords: Fiqh, Maqasid Al-Syari’ah, Islamic La

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇