Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Peran Dan Fungsi Guru dalam Meningkat Mutu Pembelajaran
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Keadaan tersebut kedudukan guru yang tidak dapat digentikan dengan media apapun, sehingga keberadaannya sebagai ujung tombak pembelajaran harus tetap ada. Beberapa fungsi guru sehubungan dengan tugasnya selaku pengajar adalah guru sebagai informator, organisator, motivator, pengarah, inisiator, transmiter, fasilitator dan mediator. Mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran secara efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang bernilai tinggi bagi pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Komponen-komponen peningkatan mutu yang ikut andil dalam pelaksanannya adalah penampilan guru, penguasaan materi/kurikulum, penggunaan metode mengajar, pendayagunaan alat/fasilitas pendidikan, penyelengaraan pembelajaran dan evaluasi dan pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra-kurikuler. Permasalahan-permasalahan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran berhubungan dengan masih adanya guru yang memiliki kualifikasi pendidikan kurang, sikap profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas masih rendah, persiapan guru untuk melaksanakan pengajaran yang kurang mantap, masih sering terdapatnya rentang perolehan nilai siswa yang cukup jauh dalam setiap mata pelajaran, masih terdapatnya siswa yang memiliki nilai merah untuk mata pelajaran tertentu, kurangnya memanfaatkan media dan sumber belajar dan masih rendahnya sikap inovatif serta kreativitas mengajar guru
Pola Asuh Orang Tua untuk Meningkatkan Percaya Diri dan Konsep Diri Remaja dalam Belajar
Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian manusia yang penting sebagai sarana untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Dari kepercayaan diri yang dimiliki, kesuksesan dan keberhasilan hidup seseorang akan dapat diprediksikan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepercayaan diri remaja, antara lain adalah interaksi di dalam keluarga. Interaksi dalam keluarga salah satunya terwujud dalam bentuk proses pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasi menggunakan pendekatan waktu pengumpulan data dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa usia 15-17 tahun kelas XI di SMAN 4 Sumbawa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisa data dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 16.0 for windows dengan uji koefisien kontingensi (C) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 didapatkan hasil nilai C = 0,631 dan p = 0,000 < 0,05 maka disimpulkan H1 diterima berarti ada hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua dengan kepercayaan diri pada remaja (Usia 15-17 tahun) kelas XI di SMAN 4 Sumbawa, pada tahun 2016. Didalam membangun kepercayaan diri pada remaja orang tua perlu menerapkan pola asuh yang tepat,adapun upaya-upaya yang bisa kita lakukan seperti: penyuluhan, pendidikan, penyebaran leaflet, penelitian pada orang tua dalam mendidik anaknya, agar anaknya mampu menjadi pribadi-pribadi yang percaya diri
Analisis Praktik Sistem Informasi Akuntansi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Melalui Penerapan Mobile Banking
Poverty is a huge danger to humanity and not a few people who fall into civilization are only due to poverty. Poverty reduction efforts continue to be promoted one of them by empowering groups with the development of Microfinance. A country with a Muslim majority like Indonesia, initiatives have been taken to implement Islamic microfinance institutions. One way to measure the financial performance of Islamic microfinance institutions is to look at the implementation of the Accounting Information System (AIS) in loan disbursement and loan repayment. To achieve maximum service performance, innovations such as the use of mobile banking are needed. Based on the above reasons, this study aims to determine the use of information technology in improving the quality of financial reporting on Micro Small and medium enterprises (MSMEs), and the practice of using e-services in facilitating accounting information systems for MSMEs using the services of Islamic Micro Finance in Bogor.
This study uses quantitative methods. Data collection techniques using questionnaires, while data analysis techniques using multiple linear regression analysis with the help of SPSS 16. The results of the analysis show that the Accounting Information System has a significant effect on MSME actors facilitated by LKMS in Bogor Regency for financial reporting. On the results of simultaneous testing or F test shows the variable mobile banking has a significant positive effect on the accounting information system and research shows that most respondents use information technology to support their productivity.
 
Politik Hukum Undang- Undang Otonomi Daerah Dalam Mewujudkan Pemilu Kepala Daerah Secara Demokratis
Politik hukum undang-undang pemerintah daerah teradap pemilihan kepela daerah secara demokratis ialah untuk melahirkan kepemimpinan daerah yang cerdas, kuat, memegang teguh kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai Pancasila, tanggung jawab dan amanah, sehingga pemilihan kepala daerah dilakukan secara demokratis. Jadi bisa dikatakan politik hukum undang-undang pemerintah daerah terhadap pemilihan kepala daerah secara demokratis belum stabil dan dinamikanya selalu berubah mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat, kemudian politik hukum undang-undang pemerintah daerah ini termasuk pada politik hukum yang pragmatis
Politik hukum yang baik ialah yang berpedoman pada politik hukum nasional Indonesia yang sarat akan nilai-nilai Pancasila. Sehingga untuk kedepannya dalam membuat peraturan perundang-undangan tentang pemilihan kepala daerah harus secara holistic karena dengan adanya pilkada (pemilihan kepala daerah secara langsung) diharapkan dapat menciptakan pemimpin daerah yang berkualitas, bermartabat dan bermoral, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup secara normal serta layak, sejahtera, adil dan makmur
Penerapan Pola Pendidikan Pesantren dalam Mempercepat Penguasaan Siswa Memahami Alquran (Studi Kasus MSs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu)
Dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur’an, MTs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu mempergunakan metode iqro’. Tujuan digunakannya metode ini adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-qur’an bagi peserta cukup berhasil. kami selalu memberikan motovasi kepada peserta agar selalu berlatih membaca dan menulis Al-qur’an terutama di rumah. Pengajaran dasar Al-Qur’an pada umumnya kita dapati dua unsur yaitu unsur mengajar dan unsur yang diajar. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan sebab berhasil tidaknya suatu usaha pengajaran itu banyak ditentukan oleh tenaga pengajar itu sendiri. Antara keduanya harus ada hubungan timbal balik yang harmonis dengan mencapai semaksimal mungkin apa yang diinginkan. Sebagaimana kita mengetahui bahwa apa yang dicapai oleh setiap individu dari berbagai macam ilmu pengetahuan sedikit banyaknya berpengaruh terhadap kelangsungan setiap individu. Penerapan pola pendidikan pesantren yang terapkan pada MTs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran AL-Qur’an dipergunakan beberapa metode sesuai tingkat murid yang menerima pelajaran yaitu, metode halaqah, metode hadap satu persatu dan metode Klasikal.Dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur’an, MTs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu mempergunakan metode iqro’. Tujuan digunakannya metode ini adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-qur’an bagi peserta cukup berhasil. kami selalu memberikan motovasi kepada peserta agar selalu berlatih membaca dan menulis Al-qur’an terutama di rumah. Pengajaran dasar Al-Qur’an pada umumnya kita dapati dua unsur yaitu unsur mengajar dan unsur yang diajar. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan sebab berhasil tidaknya suatu usaha pengajaran itu banyak ditentukan oleh tenaga pengajar itu sendiri. Antara keduanya harus ada hubungan timbal balik yang harmonis dengan mencapai semaksimal mungkin apa yang diinginkan. Sebagaimana kita mengetahui bahwa apa yang dicapai oleh setiap individu dari berbagai macam ilmu pengetahuan sedikit banyaknya berpengaruh terhadap kelangsungan setiap individu. Penerapan pola pendidikan pesantren yang terapkan pada MTs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran AL-Qur’an dipergunakan beberapa metode sesuai tingkat murid yang menerima pelajaran yaitu, metode halaqah, metode hadap satu persatu dan metode Klasikal
MANAJEMEN PENDIDIKAN MA’HAD ALY: (STUDI KASUS DI MA’HAD ALY DARUL HIKMAH PONDOK PESANTREN NURUL HAKIM KEDIRI LOMBOK BARAT NTB)
Sistem pendidikan pesantren adalah salah satu model pendidikan Islam yang berkembang di Indonesia sejak lama yang memiliki ciri dan karakter yang khas. Dengan model pembelajaran yang paling masyhur dikenal dengan istilah sorogan dan bandongan. Sejalan dengan perkembangan zaman, dinamika pendidikan islam di Indonesia menjadi kajian menarik para peneliti dan pakar pendidikan dan pemerintah yang mempertanyakan eksistensi dan efektivitas sistem pembelajaran tersebut. Penelitian ini berusaha menggali relevansi manajemen pendidikan ma’had aly dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan proses, serta sistem evaluasi pembelajaran. Dan dihubungan dengan output dan outcome yang sejalan dengan tuntutan terhadap dunia pendidikan saat ini.
Berdasarkan hasil penelitian manajemen pendidikan di Ma’had Aly Darul Hikmah sejalan dengan tujuan pendidikan islam secara umum. Namun dari sisi perencanaan, proses dan sistem evaluasi belum sejalan dengan konsep manajemen pendidikan modern. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kurikulum yang berbeda dan tidak berstandar kurikulum nasional, model pembelajaran dengan metode wetonan dan bahsul masail, SDM dan Sarana dan prasarana yang terbatas, dan sistem evaluasi hanya terbatas pada sistem evaluasi formatif dan sumatif. Sinergi sistem pendidikan ma’had aly dengan sistem pendidikan modern akan lebih meningkatkan kualitas pendidikan ma’had aly yang lebih measurable, peningkatan kemampaun konsep dan praktis secara ilmiah dan kualitas pengelolaan pendidikan yang lebih baik
PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN: (Studi Multikasus di MIN Tegalasri Wlingi Blitar dan SDN 1 Sukun Kota Malang)
The purposes of this study are to describe the implementation of character education of environmental care at MIN Tegalasri WlingiBlitar and SDN Sukun 1 Malang, to describe the supporting and inhibiting factors for the implementation, to describe the students' response to the implementation.
In this study, the researcheremploys adescriptive qualitative approach. The subject of the study consists of the principal, teachers, and students. The object of this research is the situation of the environmental care character education. This study uses data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The data are analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The researcher ensures the validity of the data by using triangulation techniques and data sources.
The results of the research showthat (1) MIN Tegalasri WlingiBlitar and SDN Sukun 1 Malangimplement the character education of environmental care by the development of school curriculum which includes: self-development program, learning process, the integration in all subjects, the development of school health and school culture. (2) The supporting factors consists of educators, learners, educational materials, facilities and infrastructure, as well as the role of parents and cooperation with the Government of the institution. Meanwhile, the inhibiting factors consists of damaged infrastructures and the finance. The schools solve the problems by cooperating with the parents. (3) The studentsshow good responses to the educational character of environmental care. It can be seen from the achievement indicators of the environmental care atthe level of the lower and upper class
السنة في التشريع الإسلامي واهتمام السلف بها
يهدف هذا البحث في بيان السنة في التشريع الإسلامي واهتمام السلف بالسنة النبوية المشرفة. ومن المعروف أن السنة لها مكانة عظيمة في التشريع الإسلامي، ولذلك قد اهتم السلف اهتماما كبيرا في عناية ورعاية السنة من زمان الرسول الله محمد صلى الله عليه وسلم حتى زماننا الحاضر. في زماننا الحاضر أن السنة النبوية لها دور عظيم في اقامة الشريعة الإسلامية. وقد ظهرت كتب مختلفة التي تبحث في الأحاديث النبوية والسنة المشرفة وهذه الأحوال تدل على أن السلف والعلماء المعاصرة تهتم بكثير إلى السنة النبوية
Implementasi Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Ipa Di SD/Mi Kelas IV
ABSTRACT
Elementary school (SD) Of Muhammadiyah Demengan Yogyakarta is featured SD. It is seen from the miraculous achievements of students both at provincial and national levels, adequate infrastructure, a spirit of community to send their children in elementary school. Accordingly, of course, can not be separated from the role of teachers as educators and counselors to provide services in the classroom and outside the classroom. Muhammadiyah elementary schools including one school are designated by the ministry of religion (MORA) to implement the curriculum by 2013. Therefore it is necessary to do research on the implementation of the scientific approach in science (IPA) learning curriculum in 2013.
Type of research is qualitative lookups. As for the subject of this research is that teachers and students in the fourth grade (IV) of Muhammadiyah elementary school Demengan Yogyakarta. data collection by interview, documentation and observation. the process of data analysis, namely: examining the data, data reduction, and data presentation.
he results of this research : (1) teachers in SD Muhammadiyah already understand and know the theory of scientific approach, steps in learning. As for the understanding of the scientific approach according to the fourth grade (IV) of Muhammadiyah elementary school teachers, Mr Kastowo "approach that starts from the observation first, continue to question, then the experiment, then summed and later would know that better results". (2) scientific approach in SD Muhammadiyah Yogyakarta new Demengan already implemented, but not perfect, because in their implementation more teachers using students' understanding and not exposed to the medium of learning. (3) As for the obstacles faced by teachers in the application of scientific approaches, namely, first a very short time per sub-theme. Both enormous costs required to confront instructional media. Third when teachers find students who are less active during learning.
Key words: Scientific, Curriculum 2013 And Science (IPA).
ABSTRAK
Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Demangan Yogyakarta merupakan SD unggulan. Hal itu di lihat dari beberapa prestasi siswa baik di tingkat Provinsi maupun Nasional, sarana dan prasarana yang memadai, suatu semangat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD tersebut. Hal demikian, tentunya tidak bisa terlepas dari peran guru selaku pendidik dan pembimbing dalam memberikan layanan di dalam kelas maupun di luar kelas. Sekolah Dasar Muhammadiyah termasuk salah satu sekolah yang di tunjuk oleh Kemenag untuk menerapkan kurikulum 2013. Perlu dilakukan penelitian tentang implementasi pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada pembelajaran IPA.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif. Menjadi subjek dalam penelitian ini guru dan siswa di kelas IV SD Muhammadiyah Demangan Yogyakarta. Pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Proses analisis data yaitu: menelaah data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil penelitian ini: (1). Guru di SD Muhammadiyah sudah memahami dan mengerti teori pendekatan saintifik, langkah-langkah dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik menurut guru kelas IV SD Muhammadiyah, Pak Kastowo “pendekatan yang dimulai dari pengamatan dulu, terus pertanyaan, kemudian percobaan, kemudian menyimpulkan dan nanti akan tahu hasilnya itu lebih baik”. (2) Pendekatan saintifik di SD Muhammadiyah Demangan Baru Yogyakarta sudah di implementasikan, tetapi belum sempurna, sebab dalam implementasinya guru lebih menggunakan pemahaman siswa dan tidak dihadapkan pada media pembelajaran. (3) Adapun kendala yang dihadapi guru pada penerapkan pendekatan saintifik yaitu, pertama waktu yang sangat singkat per sub tema. Kedua biaya yang dibutuhkan sangat besar untuk menghadapkan media pembelajaran. Ketiga ketika guru menemukan siswa yang kurang aktif saat pembelajaran.ABSTRACT
Elementary school (SD) Of Muhammadiyah Demengan Yogyakarta is featured SD. It is seen from the miraculous achievements of students both at provincial and national levels, adequate infrastructure, a spirit of community to send their children in elementary school. Accordingly, of course, can not be separated from the role of teachers as educators and counselors to provide services in the classroom and outside the classroom. Muhammadiyah elementary schools including one school are designated by the ministry of religion (MORA) to implement the curriculum by 2013. Therefore it is necessary to do research on the implementation of the scientific approach in science (IPA) learning curriculum in 2013.
Type of research is qualitative lookups. As for the subject of this research is that teachers and students in the fourth grade (IV) of Muhammadiyah elementary school Demengan Yogyakarta. data collection by interview, documentation and observation. the process of data analysis, namely: examining the data, data reduction, and data presentation.
he results of this research : (1) teachers in SD Muhammadiyah already understand and know the theory of scientific approach, steps in learning. As for the understanding of the scientific approach according to the fourth grade (IV) of Muhammadiyah elementary school teachers, Mr Kastowo "approach that starts from the observation first, continue to question, then the experiment, then summed and later would know that better results". (2) scientific approach in SD Muhammadiyah Yogyakarta new Demengan already implemented, but not perfect, because in their implementation more teachers using students' understanding and not exposed to the medium of learning. (3) As for the obstacles faced by teachers in the application of scientific approaches, namely, first a very short time per sub-theme. Both enormous costs required to confront instructional media. Third when teachers find students who are less active during learning.
Key words: Scientific, Curriculum 2013 And Science (IPA).
ABSTRAK
Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Demangan Yogyakarta merupakan SD unggulan. Hal itu di lihat dari beberapa prestasi siswa baik di tingkat Provinsi maupun Nasional, sarana dan prasarana yang memadai, suatu semangat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD tersebut. Hal demikian, tentunya tidak bisa terlepas dari peran guru selaku pendidik dan pembimbing dalam memberikan layanan di dalam kelas maupun di luar kelas. Sekolah Dasar Muhammadiyah termasuk salah satu sekolah yang di tunjuk oleh Kemenag untuk menerapkan kurikulum 2013. Perlu dilakukan penelitian tentang implementasi pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada pembelajaran IPA.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif. Menjadi subjek dalam penelitian ini guru dan siswa di kelas IV SD Muhammadiyah Demangan Yogyakarta. Pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Proses analisis data yaitu: menelaah data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil penelitian ini: (1). Guru di SD Muhammadiyah sudah memahami dan mengerti teori pendekatan saintifik, langkah-langkah dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik menurut guru kelas IV SD Muhammadiyah, Pak Kastowo “pendekatan yang dimulai dari pengamatan dulu, terus pertanyaan, kemudian percobaan, kemudian menyimpulkan dan nanti akan tahu hasilnya itu lebih baik”. (2) Pendekatan saintifik di SD Muhammadiyah Demangan Baru Yogyakarta sudah di implementasikan, tetapi belum sempurna, sebab dalam implementasinya guru lebih menggunakan pemahaman siswa dan tidak dihadapkan pada media pembelajaran. (3) Adapun kendala yang dihadapi guru pada penerapkan pendekatan saintifik yaitu, pertama waktu yang sangat singkat per sub tema. Kedua biaya yang dibutuhkan sangat besar untuk menghadapkan media pembelajaran. Ketiga ketika guru menemukan siswa yang kurang aktif saat pembelajaran
Pengembangan Pembelajaran Ips (Ilmu Pengetahuan Sosial) Di Sd/Mi Berbasis Integrasi Interkoneksi
Orientasi pendidikan yang parsialistik akan merugikan peserta didik, karena mereka hanya memiliki kecenderungan mengetahui akan banyak hal akan tetapi sangat kurang memiliki sistem nilai. Keadaan yang demikian berakibat, siswa didik memiliki kepribadian yang tidak seimbang, aspek pandangan hidupnya berkembang, tetapi aspek sikap hidup dan keterampilan hidupnya kurang berkembang. Ketidakseimbangan akan membentuk anak didik sebagai sosok spesialis materi tertentu yang kurang memiliki rasa kepedulian terhadap keberadaan lingkungan sekitar dan cukup rentan dengan tumbuhnya distorsi nilai. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis interkoneksi integrasi menjadi salah satu alternatif guna terciptanya generasi yang cerdas dan berakhlak mulia yang memahami tujuan hidup manusia secara terpadu dan menyeluruh.Orientasi pendidikan yang parsialistik akan merugikan peserta didik, karena mereka hanya memiliki kecenderungan mengetahui akan banyak hal akan tetapi sangat kurang memiliki sistem nilai. Keadaan yang demikian berakibat, siswa didik memiliki kepribadian yang tidak seimbang, aspek pandangan hidupnya berkembang, tetapi aspek sikap hidup dan keterampilan hidupnya kurang berkembang. Ketidakseimbangan akan membentuk anak didik sebagai sosok spesialis materi tertentu yang kurang memiliki rasa kepedulian terhadap keberadaan lingkungan sekitar dan cukup rentan dengan tumbuhnya distorsi nilai. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis interkoneksi integrasi menjadi salah satu alternatif guna terciptanya generasi yang cerdas dan berakhlak mulia yang memahami tujuan hidup manusia secara terpadu dan menyeluruh