Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Keimanan sebagai Nilai Etika Inti Pendidikan Karakter

    Get PDF
    Sejak kelahiran agama, keimanan telah menjadi kekuatan bagi perubahan aspek kehidupan yang lebih baik, tidak terkecuali aspek pendidikan. Pendidikan memerlukan keimanan sebagai kekuatan untuk melakukan perubahan. Inilah nilai keimanan dalam pendidikan. Urgensi keimanan dalam pendidikan semakin terlihat manakala pendidikan karakter digulirkan sebagai alternatif bagi terwujudnya keberhasilan pendidikan. Dengan demikian, kajian tentang substansi keimanan dalam pendidikan karakter mutlak diperlukan. Setelah kajian dilakukan, maka ditemukan bahwa nilai terkait dengan keyakinan manusia untuk menentukan sebuah pilihan yang akibat dari pilihan tersebut ia menjadi manusia yang bernilai atau tidak. Dalam Islam, nilai baik-buruk didasarkan pada petunjuk al-Qur’an yang dirumuskan dalam syariah melalui lima kategori hukum, yaitu wâjib, mandûb, haram, makrûh, dan mubâh. Nilai baik-buruk dalam Islam didasarkan pada keimanan kepada Allah yang merupakan inti tauhid. Dalam konteks pendidikan karakter, keimanan sangat diperlukan karena ia menjadi inti pendidikan karakter dalam membangun kesadaran manusia sehingga mereka mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik

    Shalat Ditinjau dari Sudut Pandang Pendidikan, Sosial dan Politik

    Get PDF
    Abstrak: Shalat apabila dijelaskan dari sudut pandang vertikal yaitu nilai esoteris (teks suci) dipahami sebagai media komunikasi antara “hamba” dengan “Khaliq”. Tujuannya adalah sebagai bukti ketaatan hamba dengan perintah sakral Tuhan, karena salah satu tugas seorang muslim sejati adalah menghambakan diri kepada Sanag Maha Kuasa sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syari’at. Disatu sisi shalat apabila dijelaskan dari sudut pandang pendidikan, sosial dan politik (eksoteris) memiliki banyak nilai-nilai yang terkadung di dalamnya yang nantinya sebagai acuan untuk mencari jawaban atas problematika kehidupan yang sudah mulai bergeser kearah disintegrasi moral (dekadensi moral). Sikap dan gerakan dalam shalat dilakukan dengan tertib namun di luar shalat ternyata masih tidak tertib.  Shalat ternyata tidak hanya mengajarkan tentang kepatuhan kepada Sang Pencipta, tapi di aspek lain mengajarkan kepatuhan kepada sesama manusia dan kerja sama yang baik. Salah satu nilai sosial dan politik dalam shalat dilihat dari aspek pendidikannya adalah antara imam dan makmun terjadi kerja sama yang sangat teratur, adil, disiplin, jujur dan toleransi. &nbsp

    Konsep Pendidikan Karakter Dalam Islam

    Get PDF
    Abstrak: Kajian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa di era yang semakin global ini tuntutan adanya suber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan umum saja, tetapi juga harus didasari dengan akhlak yang karimah, sehingga mampu mengendalikan diri dari pengaruh budaya yang serba membolehkan mengiringi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Kalau kita mengamati kehidupan umat Islam pada masa kini, maka tidaklah sedikit yang berkepribadian buruk. Dan apabila sikap di atas semakin membudaya, maka jelaslah akan berdampak negatif pada anak-anak yang masih dalam proses pembinaan moral agama.   Pendidikan karakter pada dasarnya merupakan proses transforasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku orang itu. Dalam hal ini karakter mempunyai tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good)  dan melakukan kebaikan (doing the good). (2) dalam Islam pendidikan karakter merupakan misi utama para Nabi. Muhammad Rasulullah sedari awal tugasnya memiliki suatu pernyataan bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan karakter (akhlak). Adapun karakter Nabi Muhammad yang harus diteladani adalah sebagai berikut: Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. (3) dalam implementasi pendidikan karakter, seorang guru harus memiliki sikap yang harus dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, antara lain: memunculkan rasa empati terhadap peserta didik, mengakui konsep diri peserta didik, menumbuhkan sikap toleransi, guru sebagai fasilitator, guru menciptakan suasana Pedagogi-Dialogis, mengkombinasikan perasaan dan bahan pengajaran, dan adanya transparasi guru siswa.   &nbsp

    Tipologi Relasi Suami Istri dan Indikator Terjadinya Nusyuz

    Get PDF
    Nusyuz sebagai salah satu bentuk konflik dalam perkawinan perlu dikenali gejala dan dicari solusinya. ia ditandai dengan sikap merasa lebih tinggi istri pada suami sehingga ia enggan melakukan perintahnya. Nusyuz muncul karena beberapa faktor semisal ketidakadilan, ketidakseimbangan dan ketidakdewasaan baik itu pada istri maupun suami. Untuk itu tulisan ini akan melihat apakah ada indikasi nusyuz pada tipologi relasi suami-istri baik itu. pola owner-properti, pola head-complement, pola senior-junior partner serta pola equal-partne

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN NASABAH DALAM MURABAHAH PADA BMT AL HIDAYAH KOTARAJA LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    This study aims to determine the factors that affect Customer Satisfaction in Murabahah. This type of research is quantitative descriptive field (field research). Quantitative method is a way or approach where the observed symptoms are analyzed with the help of statistics or figures and computer assistance with the program SPSS Version 20.0. Data analysis technique used is Multiple Linear Analysis. The number of samples as many as 50 people who are customers of BMT Al Hidayah. The results showed that the F test (simultaneous) F-count value of 3.064 while F table 2.79 ie (3,064> 2.79), it can be concluded that the value of f arithmetic is greater than the value of f table based on it then H0 rejected and Ha accepted meaning simultaneously murabahah contract consisting of product superiority (X1), trust (X2), and service (X3), have a significant influence on customer satisfaction (Y). As for t Test (partial) note that product superiority (X1) t-count (2,393)> t-table (0,279) or sig (0,021> 0,05). Trust (X2) t-count (1,107)> t-table (0.279) or sig (0.274> 0.05) and service (X3) t-count (0.940)> t-table (0.279) or sig (0.352 < 0.05). thus Ha is accepted and H0 is rejected. So it can be concluded there is partially significant influence consisting of product superiority (X1), trust (X2), and service (X3) to customer satisfaction (Y). The coefficient of determination (R2) produced shows that the value of R2 is 0.167. This gives meaning that as much as 16,7% variation of dependent variable change that is customer satisfaction in murabahah contract in BMT Al Hidayah Kotaraja can be explained by variation of independent variable, while the rest 83,3% influenced by variation of other variable not covered in regression model. The value of correlation coefficient is 0.408 which means the relationship between dependent variable with independent variable is very strong and positive

    إعداد مواد تعليم الاصوات العربية لدى طلاب المدرسة المتوسطة بمعهد يوسف عبد الستار كديري لومبوك الغربية

    No full text
    This research aims at developing pronouncing Arabic teaching materials and knowing the effectiveness of the materials developed on pronouncing and speaking skill for II grade students in Junior High School Yusuf Abdussatar.      This research used studies development method with qualitative and quantitative approaches. The researcher also used the research steps for developmental by Sugiono, that is: requirements analysis, data and information collection, product design, design validation, testing use, product revition, product trials, product revition and mass product. The samples of this research are 27 students and a teacher of Arabic language. The methods to collect the data used by observation, interview, and questionnaire. The analysis of the data used by content analysis technique, a descriptive analysis, and a descriptive statistic analysis. This study result a new pronouncing materials to improve pronouncing Skill, which contain four lessons. And each lesson includes, purpose or indicator adn specific instruction, new vocabulary, text, practices, evaluation, list of vocabulary and references. The final assessment of this  teaching materials developed from the validators resulted the score which means "good", and the result of data analysis obtained from the questionnaires and interview with the school that the appropriate degree of these materials for application in this institute has a score which means "very good". This result indicates that the use of teacher materials developed to help them more in the performance of pronoun or speech, and materials were developed good and effective in promoting students pronouncing and speaking skills

    MODEL-MODEL PEMBELAJARAN PERSPEKTIF HIGHER EDUCATION BERORIENTASI PADA LEARNING OUTCOMES (KKNI)

    Get PDF
    To respond  the changing of education paradigm and implement KKNI Curriculum instruction at this time, than need to do the study and discuss  of compatible models or methods to be applied in learning activities in university. It’s also driven by the education problems in university currently, as there are lecturers who apply the conventional learning model, and they don’t understand about models that are oriented towards learning outcomes of the course on the KKNI curriculum. The right solution in this case, the Higher Education Curriculum Development Team and Muhammad Fathurrohman have formulated learning models which is based on the KKNI curriculum. These models are believed to accommodate problems and can improve the soft skills and hard skills of students in their fields. Some of these models are: 1) Small Group Discussion, 2) Role-Play dan Simulation, 3) Case Study, 4) Discovery Learning, 5) Self Directed Learning, 6) Coopotative Learning, 7) Collaborative Learning, 8) Contextual Instruction, 9) Project Based Learning (PBL), 10) Problem Based Learning and Inquairy. In the application of these models have been proven to give a real effect, so as to achieve optimal learning objectives. This article takes a descriptive analysis approach by reviewing several sources related to the theme and discussion of the author

    Dinamika Pemikiran Pendidikan Islam dalam Persyarikatan Muhammadiyah: (Telaah Pemikiran Abdul Munir Mulkhan)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar  belakangi oleh adanya Pemikiran Pendidikan Islam yang menjadi sarana efektif untuk membantu peserta didik dalam upaya mengangkat, mengembangkan dan mengarahkan potensi pasif yang di milikinya menjadi aktif yang dapat teraktualisasi dalam kehidupannya secara maksimal. Pendidikan Islam bukan sarana yang berfungsi sebagai indoktrinasi pembentukan corak dan warna kepribadian, melainkan menjadi sarana yang efektif bagi terciptanya pengembangan kepribadian manusia ( muslim ) seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam menurut  Abdul Munir Mulkhan.(2) dinamika arah pemikiran pendidikan Islam Abdul Munir Mulkhan.(3) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika pemikiran pendidikan Islam Abdul Munir Mulkhan. Pemikiran pendidikan Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. Pendidikan Islam sangat penting bagi umat Islam karena dapat mempelajari ilmu pengetahuan dan yang lainnya. Abdul Munir Mulkhan mengatakan Pendidikan Islam harus memberi kesempatan atau peluang kepada semua orang di semua zaman untuk terlibat langsung dalam  pendidikan Islam guna mengembangkan dirinya. Oleh karena itu pendidikan Islam harus memberi kewenangan kepada manusia untuk memikirkan dan menjalankan pemahamannya tentang Islam diatas prinsip keterbatasan dan kemampuan manusia tersebut. Selama ini pendidikan Islam di anggap tidak demokratis, karena hanya sekedar transfer of knowledge atau transfer of value. Sehingga murid hanya sekedar menerima nilai-nilai yang sudah ada tanpa bisa berfikir kritis dalam mengembangkan dirinya. Untuk itu pendidikan Islam haruslah pendidikan yang bisa memberikan kesempatan kepada semua murid untuk terlibat langsung dalam mengembangan pemikirannya, sehingga bisa menjadi manusia yang kritis dan kreatif. Dari beberapa pemikiran pendidikan Abdul Munir Mulkhan mengenai pendidikan Islam yang humanis, kritis, idealis, dan religius dapat memperkuat kerangka filosofis dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan IslamPenelitian ini dilatar  belakangi oleh adanya Pemikiran Pendidikan Islam yang menjadi sarana efektif untuk membantu peserta didik dalam upaya mengangkat, mengembangkan dan mengarahkan potensi pasif yang di milikinya menjadi aktif yang dapat teraktualisasi dalam kehidupannya secara maksimal. Pendidikan Islam bukan sarana yang berfungsi sebagai indoktrinasi pembentukan corak dan warna kepribadian, melainkan menjadi sarana yang efektif bagi terciptanya pengembangan kepribadian manusia ( muslim ) seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam menurut  Abdul Munir Mulkhan.(2) dinamika arah pemikiran pendidikan Islam Abdul Munir Mulkhan.(3) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika pemikiran pendidikan Islam Abdul Munir Mulkhan. Pemikiran pendidikan Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. Pendidikan Islam sangat penting bagi umat Islam karena dapat mempelajari ilmu pengetahuan dan yang lainnya. Abdul Munir Mulkhan mengatakan Pendidikan Islam harus memberi kesempatan atau peluang kepada semua orang di semua zaman untuk terlibat langsung dalam  pendidikan Islam guna mengembangkan dirinya. Oleh karena itu pendidikan Islam harus memberi kewenangan kepada manusia untuk memikirkan dan menjalankan pemahamannya tentang Islam diatas prinsip keterbatasan dan kemampuan manusia tersebut. Selama ini pendidikan Islam di anggap tidak demokratis, karena hanya sekedar transfer of knowledge atau transfer of value. Sehingga murid hanya sekedar menerima nilai-nilai yang sudah ada tanpa bisa berfikir kritis dalam mengembangkan dirinya. Untuk itu pendidikan Islam haruslah pendidikan yang bisa memberikan kesempatan kepada semua murid untuk terlibat langsung dalam mengembangan pemikirannya, sehingga bisa menjadi manusia yang kritis dan kreatif. Dari beberapa pemikiran pendidikan Abdul Munir Mulkhan mengenai pendidikan Islam yang humanis, kritis, idealis, dan religius dapat memperkuat kerangka filosofis dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan Isla

    Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Wanita di MIS Al-Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, meliputi gaya kepemimpinan kepala madrasah dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan kepala madarsah wanita dalam pengambilan keputusan Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu serta guru dan staf tata usaha sebagai penunjang. Penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita. Setelah itu dilanjutkan dengan mengadakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah cenderung menggunakan gaya partisipatif yaitu kontrol atas pemecahan masalah baik yang terstruktur atau yang tidak terstruktur dan pengambilan keputusan antara pemimpin dan bawahan dalam keadaan seimbang. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan; (2) Gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu latar belakang pendidikan, kepribadian, sarana dan prasarana, serta kematangan para pengikut atau bawahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, meliputi gaya kepemimpinan kepala madrasah dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan kepala madarsah wanita dalam pengambilan keputusan Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu serta guru dan staf tata usaha sebagai penunjang. Penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita. Setelah itu dilanjutkan dengan mengadakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah cenderung menggunakan gaya partisipatif yaitu kontrol atas pemecahan masalah baik yang terstruktur atau yang tidak terstruktur dan pengambilan keputusan antara pemimpin dan bawahan dalam keadaan seimbang. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan; (2) Gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu latar belakang pendidikan, kepribadian, sarana dan prasarana, serta kematangan para pengikut atau bawahan

    The Influence of Demonstration Learning Methods to Motivation and the Results Of Class VIII Student Learning

    Get PDF
    The purpose of this study were (1) to determine the effect of demonstration learning methods on student motivation and learning outcomes, (2) to determine differences in motivation and student learning outcomes between demonstration learning methods and conventional learning methods. This research is a Quasi Experiment study. The population in this study was the entire study group of class VIII even semester Bolo Middle School 4 consisting of seven study groups. The instruments used in this study are (1) learning motivation questionnaire, and (2) learning outcomes test. The results showed (1) There was a significant effect of demonstration learning methods on student learning motivation, (2) There were differences in motivation and learning outcomes of students who were taught by demonstration learning methods and conventional learning methods.Tujuan  penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran demonstrasi terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, (2) Untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas VIII semester genap SMP Negeri 4 Bolo yang terdiri dari tujuh rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Angket motivasi belajar, dan (2) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran demontrasi terhadap motivasi belajar siswa, (2) Terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran konvensional

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇