Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Kompetensi Guru dalam Perspektif Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan masalah penting yang memperoleh prioritas utama sejak awal kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah mengisyaratkan bahwa proses belajar bagi setiap manusia adalah sejak ia masih dalam kandungan ibunya, sampai ia sudah mendekati liang kuburnya. Sebagai agama yang mengutamakan pendidikan, maka sepanjang kurun kehidupan umat Islam hingga kini, telah muncul banyak ahli pendidikan yang menyumbangkan buah pikirannya dalam bidang pendidikan.
Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam konsep perspektif pendidikan Islam adalah seseorang yang memiliki tugas mendidik dalam arti pencipta, pemelihara, suritauladan, pembaharu yaitu mengubah kondisi peserta didik agar perkembangan potensi dan kemampuan tersebut diatas disebut murobbi yang di dalamnya terdapat unsur, muallim, muaddib, mudarris dan mursyid yang implementasinya bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rosul. Menjadi kompetensi yang lebih akurat dan sempurna karena akan mengahasilkan output peserta didik yang berintelektual tinggi berbasis karakteristik yang mulia karena bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul
PONDOK PESANTREN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN KEPEMIMPINAN
Kondisi yang heterogen dalam dunia pondok pesantren memberikan sebuah peluang pembelajaran yang multikural, baik pendidikannya maupun dalam pergaulan masyarakt pesantren. dengan kondisi yang multikultural, proses interaksi dengan orang lain, dan mempelajari watak dari setiap orang memberikan peluang setiap orang untuk berkembang, baik cara berpikir, bertingkahlaku, memutuskan sesuatu, dan lain sebagainya. Dengan sistem pendidikan 24 jam, memberikan ruang bagi kyai untuk mendelegasikan beberapa komponen kepemimpinan dalam pondok pesantren dengan memberikan wewenang kepada pembina dan santri senior untuk memimpin santri selama 24 jam. Mereka tidak hanya sekedar memimpin tapi juga sambil belajar. Dengan itu, dapat menelurkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya sekedar puas dengan memimpin, tapi terus belajar untuk memimpin, terutama berkaitan dengan moral sebagai seorang pemimpin
Pengembangan Pembelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) di SD/Mi Berbasis Integrasi Interkoneksi
Orientation parsialistik education will hurt students, because they just have a tendency to know a lot of things but very less value system. Such circumstances resulted, educates students to have a personality that is not balanced, aspects of their way of life evolved, but aspects of life attitude and life skills are underdeveloped. The imbalance will form a protégé as a figure certain material specialist who lack a sense of awareness of the existence of the surrounding environment and are quite prone to distortion value growth. Learning Social Sciences (IPS) based interconnect integration has become an alternative to the creation of a generation of intelligent and noble who understand the purpose of human life in an integrated and comprehensive.Abstrak: Orientasi pendidikan yang parsialistik akan merugikan peserta didik, karena mereka hanya memiliki kecenderungan mengetahui akan banyak hal akan tetapi sangat kurang memiliki sistem nilai. Keadaan yang demikian berakibat, siswa didik memiliki kepribadian yang tidak seimbang, aspek pandangan hidupnya berkembang, tetapi aspek sikap hidup dan keterampilan hidupnya kurang berkembang. Ketidakseimbangan akan membentuk anak didik sebagai sosok spesialis materi tertentu yang kurang memiliki rasa kepedulian terhadap keberadaan lingkungan sekitar dan cukup rentan dengan tumbuhnya distorsi nilai. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis interkoneksi integrasi menjadi salah satu alternatif guna terciptanya generasi yang cerdas dan berakhlak mulia yang memahami tujuan hidup manusia secara terpadu dan menyeluruh
Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Kasus di Desa Batik Plak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat
Suatu hal yang menjadi dasar kenapa masyarakat Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat cendrung membagikan harta warisannya ketika pewarisnya masih hidup dikarenakan, agar kelak dikemudian hari setelah pewaris meniggal dunia antara para ahli waris tidak saling memperebutkan harta warisan.Kata waris berasal dari bahasa arab miras. Bentuk jamaknya adalah mawaris, yang berarti harta peninggalan orang meninggal yang akan dibagikan kepada ahli warisnya. Kata waris menurut bahasa berarti berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain atau dari sekelompok orang kekelompok lain. Sedangkan pengertian warisan menurut istilah fikih ialah berpindahnya hak milik dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup baik berupa harta benda, tanah maupun suatu hak dari hak-hak syara. Harta warisan adalah segala harta yang ditinggalkan setelah dikurangi biaya perawatan dan hutang-hutang setelah pewaris meninggal dunia. Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa harta warisan adalah berpindahnya harta seseorang yang telah meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup setelah dibagikan semua hutang dan wasiatnya.Metode yang digunakan dlam penelitian ini antara lain sebagai berikut: Metode Observasi, Metode Wawancara (interview) dan Metode DokumentasiFaktor-faktor yang melatar belakangi pewaris membagikan harta warisannya berdasarkan perdamaian. Persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan disebabkan karena kebutuhan yang dimiliki masing-masing adalah sama, di samping itu juga status mereka dalam keluarga adalah sama-sama anak dari si pewaris. Pembagian warisan dengan menggunakan sistem atau cara ini dirasakan sangat adil, aman dan tidak menimbulkan efek yang negatif di antara penerima harta tersebut, dikarenakan tidak adanya diskriminasi antara ahli waris baik dari segi umur, jenis kelamin dan lain-lain. Kedudukan hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam dalam hal kewarisan belum secara maksimal dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat, sehingga masih belum adanya pelaksanaan yang timbul secara menyuluruh untuk menjadikan hukum kewarisan Islam dan KHI sebagai acuan atau pedoman yang mendasar guna menjalankan syariat Islam khususnya dalam pelaksanaan pembagian harta warisan di dalam kehidupan mereka.Perktik pelaksanaan pembagian warisan pada masyarakat Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat adalah menggunakan dua cara: Pada masing-masing ahli warisnya, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perselisihan antara kelurga atau antara para ahli waris setelah pewaris meninggal dunia dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara para ahli waris pada saat pembagian harta dilakukan. Dipandang dari hukum Islam, pelaksanaan penyelesaian harta warisan melalui perdamaian ketika pewaris masih hidup tidak bisa dikatagorikan sebagai warisan melainkan hibah, karena dalam hukum kewarisan Islam, warisan baru ada ketika pewaris telah meninggal dunia
Konstruksi Pluralisme Agama dalam Praktik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Dompu
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah pada dasarnya merupakan “mikrokosmos” yang harus merefleksikan realitas dan pluralitas, termasuk pluralitas agama, yang ada dalam masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan hendak melihat bagaimana guru PAI memahami dan memaknai pluralisme agama dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pembelajaran pendidikan agama justeru memperkokoh klaim kebenaran agama sendiri. Meski berstatus sebagai sekolah umum, kenyataannya Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dompu masih sangat kuat dipengaruhi semangat truth claim. Akibatnya, toleransi beragama yang menjadi salah satu tujuan pembelajaran PAI sulit terwujud. Sebaliknya, pendidikan agama makin memperkokoh segregasi antarpemeluk agama. Oleh karena itu, ke depan orientasi pembelajaran PAI harus diarahkan pada upaya untuk menumbuhkan kepedulian moral bersama pada masalah-masalah kemanusiaan universalSebagai lembaga pendidikan, sekolah pada dasarnya merupakan “mikrokosmos” yang harus merefleksikan realitas dan pluralitas, termasuk pluralitas agama, yang ada dalam masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan hendak melihat bagaimana guru PAI memahami dan memaknai pluralisme agama dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pembelajaran pendidikan agama justeru memperkokoh klaim kebenaran agama sendiri. Meski berstatus sebagai sekolah umum, kenyataannya Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dompu masih sangat kuat dipengaruhi semangat truth claim. Akibatnya, toleransi beragama yang menjadi salah satu tujuan pembelajaran PAI sulit terwujud. Sebaliknya, pendidikan agama makin memperkokoh segregasi antarpemeluk agama. Oleh karena itu, ke depan orientasi pembelajaran PAI harus diarahkan pada upaya untuk menumbuhkan kepedulian moral bersama pada masalah-masalah kemanusiaan universa
Internalisasi Nilai-Nilai PAI melalui Metode Pembiasaan pada Siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, (Field Reseach) dengan metode deskriptif, dengan objek mengambil latar di MTs. Al-Kautsar Ranggo. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai-nilai PAI apa yang diinternalisasikan melalui metode pembiasaan pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo mendeskripsikan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai PAI melalui metode pembiasaan pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo dan mendeskripsikan faktor pendudukung dan penghambat internalisasi nilai-nilai PAI melalui metode pembiasaan pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo. Hasil penelitian ini dalam menerapkan nilai-nilai PAI pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo menggunakan metode pembiasaan dirasa cukup baik dan efektif. Penggunaan metode pembiasaan ini dilaksanakan di dalam kelas melalui materi PAI yang diajarkan. Sedangkan di luar kelas para siswa dibiasakan untuk shalat berjama’ah, shalat dhuha, membaca Al-Qur’an dan berakhlaqul karimah. Dalam pelaksanaannya masih butuh kesadaran pribadi para siswa dengan bimbingan dan pengawasan oleh guru maupun orang tua di rumah. Faktor pendukung internal yaitu adanya kesadaran personal (individu) siswa tersebut dalam merespon kegiataan yang diadakan sekolah. Kemudian faktor pendukung eksternal siswa yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat yang, lingkungan pendidikan sehingga siswa cenderung terbiasa dalam ibadah dan akhlak yang baik kemudian sarana dan prasarana yang memadai. faktor penghambat secara internal siswa yaitu masih adanya siswa yang pengetahuan kurang terhadap nilai-nilai PAI, kurang kesadaran sepenuhnya dari diri siswa itu sendiri Faktor eksternal lingkungan keluarga masih adanya orang tua yang apatis terhadap perilaku anak, teman bermain atau pergaulan sisw
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Belajar Mahasiswa STKIP Al-Amin Dompu pada Jurusan Pendidikan Biologi
Motivasi merupakan usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila tidak suka, maka akan berusaha untuk mengelak perasaan tidak suka tersebut. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Mahasiswa yang mempunyai motivasi kuat, akan lebih tenang, akan lebih tekun untuk melakukan kegiatan belajar daripada mahasiswa yang sama sekali tidak memiliki motivasi belajar. Motivasi belajar mahasiswa tidak hanya dapat dirangsang dalam diri mahasiswa sendiri, tetapi biasanya dari faktor luar salah satunya adalah lingkungan di mana mahasiswa tersebut menuntut ilmu (Perguruan Tinggi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subyek penelitian sebagai sumber data adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi. Teknik dalam pengumpulan data adalah pengamatan langsung/observasi partisipan, wawancara mendalam. Dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaksi (Milen & Huberman). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi, antara lain faktor dosen yang malas masuk (melakukan proses perkuliahan) maupun metode pembelajaran yang digunakan, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya kegiatan yang diadakan di kampus. 2) Upaya mengatasi rendahnya motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi yaitu a) Proses pembelajaran yang perlu dirubah, b) Pemberian tugas dikurangi, c) Dosen lebih melakukan pendekatan dengan mahasiswa, d) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadaiMotivasi merupakan usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila tidak suka, maka akan berusaha untuk mengelak perasaan tidak suka tersebut. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Mahasiswa yang mempunyai motivasi kuat, akan lebih tenang, akan lebih tekun untuk melakukan kegiatan belajar daripada mahasiswa yang sama sekali tidak memiliki motivasi belajar. Motivasi belajar mahasiswa tidak hanya dapat dirangsang dalam diri mahasiswa sendiri, tetapi biasanya dari faktor luar salah satunya adalah lingkungan di mana mahasiswa tersebut menuntut ilmu (Perguruan Tinggi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subyek penelitian sebagai sumber data adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi. Teknik dalam pengumpulan data adalah pengamatan langsung/observasi partisipan, wawancara mendalam. Dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaksi (Milen & Huberman). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi, antara lain faktor dosen yang malas masuk (melakukan proses perkuliahan) maupun metode pembelajaran yang digunakan, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya kegiatan yang diadakan di kampus. 2) Upaya mengatasi rendahnya motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi yaitu a) Proses pembelajaran yang perlu dirubah, b) Pemberian tugas dikurangi, c) Dosen lebih melakukan pendekatan dengan mahasiswa, d) Tersedianya sarana dan prasarana yang memada
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA
The research was conducted with the aim to describe some of the things that include the application of the model ARIAS namely increased activity and student achievement after using the model ARIAS. ARIAS of learning model is a model of learning that first attempt at learning activities instill confidence / trust in students. Learning activities relevant to student life, trying to attract and maintain interest / attention of students. Then there was the evaluation and develop a sense of pride in students by providing reinforcement.
The research used the design of Classroom Action Research study conducted with procedures 2 cycle consists of four stages, namely planning, implementation of the action, observation and reflection. The study subjects were 23 students in grade XA MA Putra Nurul Haramain. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and test.
The results with the application of learning models ARIAS showed that students' classroom activity XA MA Putra Nurul Haramain rose characterized by increased activity of the students cycle I 16.5 on the cycle II 19.5. In addition, the increase in student learning outcomes prior to the application of a model student for the material Arias logic value only reached an average of 50.5. whereas after the implementation of the learning model ARIAS student learning outcomes in the cycle I gained an average of 66.1 and then increased again in the second cycle an average of 76.43 this shows an increase in student achievement after the implementation of the learning model ARIA
PENDIDIKAN KARAKTER PADA FULL DAY SCHOOL: (Studi Multikasus Di SDI Kota Blitar dan SDIT Al-Hikmah Kabupaten Blitar)
The purpose of this study are: Firstly, describe and analyze the concept of values embedded by Islamic Elementary School. Blitar and Al-hikmah Garum integrated Islamic Elementary school, Blitar in building character of the full day school. Second, Describe and analyze the strategies of character education in full day school at Islamic Elementary School, Blitar and Al-hikmah Garum Blitar. Third, describe and analyze the implications of character education in full day school, Blitar and Al-hikmah Garum integrated Islamic Elementary school, Blitar.
In this study, researchers uses a qualitative approach of multi-case research type. Data collection used is unstructural interview, observation and documentation. The informant of research are the principal, vice-deputy head of school curriculum areas, teachers, and students and parents in Islamic Elmentary School, Blitar and Al-hikmah Garum Integrated Islamic Elmentary school, Blitar After the data obtained and analyzed, the test validity is done by triangulation technique.
The results show that character education in the full day school at Islamic Elmentary school, Blitar and Al-hikmah Garum Integrated Islamic Elementary school, Blitar has concept of values instilled by the schools which refer to the 18 grades of the Ministry of National Education and to the vision and mission of the school. The strategy which is used to intill values in character education, are: (1) through learning activities (KBM) in class, (2) through the extracurricular activities of the school, (3) through the culture of the school, (4) through the activities of students at home with monitoring by parents. Implications of character are: (1) condotioning school activities easier and maximal, (2) The relationship between teacher and student is closer and (3) The students’ ettitudes reflect good characters
ANALISIS JUAL BELI IJON DI KECAMATAN KEDIRI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Ijon merupakan istilah yang sudah dikenal di Indonesia, dalam literatur fikih dikenal dengan sebutan Mukhadlarah yaitu mengadakan transaksi jual beli buah-buahan yang masih berada di atas pohon, merupakan sesuatu yang dilarang dalam Islam karena dalam sistem ijon terjadi ketidakadilan, dimana antara jumlah barang dengan nilainya biasanya tidak seimbang.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui praktek jual beli ijon di kecamatan kediri lombok barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan kajian secara (field research) yang didasarkan atas tujuan penelitian untuk menjawab pertanyaan inti dari focus penelitian yakni penulis ingin mengungkapkan secara lebih detail tentang pelaksanaan sistem ijon pada usahatani padi kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.
Adapun praktek sistem ijon di Kecamatan Kediri termasuk ke dalam jual beli tempo, yakni dilakukan dalam tiga bentuk pertama, Jual Beli Tempo Tanpa Bunga termasuk jual beli yang pelaksanaannya dibolehkan dalam Islam, karena tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan hadist. Kedua, Jual Beli Tempo Berbunga, termasuk jual beli tempo yang tidak dibolehkan (dilarang) pelaksanaannya dalam Islam, karena terdapat unsur bunga (riba) yang diharamkan dalam Islam. Ketiga, Jual Beli Bunga Berbunga, termasuk jual beli tempo yang tidak dibolehkan (dilarang) pelaksanaannya dalam Islam, karena terdapat unsur riba yang berlipat ganda dan terjadi dua akad dalam satu akad