Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
DAMPAK GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BMT AR-RASYADA BERTAIS KOTA MATARAM TAHUN 2019-2020
Adapun yang menjadi tujuan dalam penyusunan skripsi ini adalah untuk mengetahui Bagaimana dampak kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada BMT Ar-Rasyada Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram dan Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kinerja karyawan di BMT AR- RASYADA Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram tahun 2019-2020. Adapun metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Setelah tujuan koleksi penelitian dengan menggunakan tiga metode maka peneliti berhasil mengumpulkan data yang terkait dengan kepentingan peneliti yang meliputi: profil BMT Ar-rasyada Bertais Kota Mataram, sejarah Berdirinya BMT Ar- Rasyada, Struktur Organisasi BMT Ar-Rasyada dan pihak-pihak yang terlibat yaitu karyawan BMT Ar-Rasyada itu sendiri.
Dari data yang didapat peneliti maka apa yang menjadi tujuan dalam penelitian terjawab yang meliputi bagaimana cara pemimpin di BMT Ar-Rasyada dalam meningkatkan kinerja karyawan dan faktor pendukung penghambatnya
المنهج الدراسي في تعليم اللغة العربية بمدرسة كلية المعلمين والمعلمات الإسلامية في معهد نور الحكيم كديري لومبوك الغربية
The purposes of this research are 1) To describe a curriculum purpose 2) Curriculum content 2) Curriculum method, and 4) Curriculum evaluation.
This research uses qualitative approach on the descriptive method. The resouse of this research are from primary data and secondary data. The researcher collected the data using interview, observation, and documentation and while analyzed the data using collecting data, reduction data, explaning data, and making conclusion. Checking of data validity by participating the researcher, observation diligence and triangulation.
The results of this research are : 1) The purpose on The Educational Unit Level Curriculum at Special Education Program Kulliyatul Mualimin Wal Mu’alimat Al Islamiyah Nurul Hakim Islamic Boarding School in Kediri West Lombok is good because what is taught there suitable with curriculum from The Ministry of Education and Cultural and The Ministry of Religion, in fact this college has making its own curriculum and run it. 2) In The Educational Unit Level Curriculum at Special Education Program Kulliyatul Mualimin Wal Mu’alimat Al Islamiyah Nurul Hakim Islamic Boarding School in Kediri West Lombok is already present the content according to curriculum from The Ministry of Religion on implementation. 3) The teacher only uses three methods, actually they are required to use other methods as well to achieve the expected goals. 4) Evaluation in The Educational Unit Level Curriculum at Special Education Program Kulliyatul Mualimin Wal Mu’alimat Al Islamiyah Nurul Hakim Islamic Boarding School in Kediri West Lombok focused on the assessment of competence only
Peningkatan Profesionalisme Guru Di Lembaga Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan sarana pencerdasan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan manusia akan mengerti tentang apa yang harus dillakukan dan mana yang tidak. Pendidikan memiliki tiga komponen utama yaitu guru, siswa, dan materi. Proses pendidikan tergambar dari tiga hal yaitu adanya input, proses, dan output. Profesionalisme guru merupakan hal yang harus selalu ditingkatkan oleh seorang yang berprofesi sebagi guru atau pendidik. Ada banyak cara melakukan peningkatan profesionalisme yang dapat dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan bertanggung jawab atas perkembangan tenaga kependidikan. Setiap guru semestinya pada tahap profesional karena sebagian guru telah tersertifikasi dan kesesuain bidang yang diajarkan. Upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui beberap hal di antaranya, dengan melanjutkan studi, kegiatan lesson study, MGMP, diklat, seminar. Penghambat upaya kepala sekolah pada peningkatan profesionalisme guru di antarnya adalah, keterbatasan dana, honor yang tidak seimbang, kurangnya guru tetap. Sedangkan yang menjadi pendukung upaya tersebut antara lain, kedudukan kepala sekolah sebagai alumni, rasa kasih sayang, dan rasa saling menghormati yang tercipta melalui iklim sekolah yang baik.Pendidikan merupakan sarana pencerdasan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan manusia akan mengerti tentang apa yang harus dillakukan dan mana yang tidak. Pendidikan memiliki tiga komponen utama yaitu guru, siswa, dan materi. Proses pendidikan tergambar dari tiga hal yaitu adanya input, proses, dan output. Profesionalisme guru merupakan hal yang harus selalu ditingkatkan oleh seorang yang berprofesi sebagi guru atau pendidik. Ada banyak cara melakukan peningkatan profesionalisme yang dapat dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan bertanggung jawab atas perkembangan tenaga kependidikan. Setiap guru semestinya pada tahap profesional karena sebagian guru telah tersertifikasi dan kesesuain bidang yang diajarkan. Upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui beberap hal di antaranya, dengan melanjutkan studi, kegiatan lesson study, MGMP, diklat, seminar. Penghambat upaya kepala sekolah pada peningkatan profesionalisme guru di antarnya adalah, keterbatasan dana, honor yang tidak seimbang, kurangnya guru tetap. Sedangkan yang menjadi pendukung upaya tersebut antara lain, kedudukan kepala sekolah sebagai alumni, rasa kasih sayang, dan rasa saling menghormati yang tercipta melalui iklim sekolah yang baik
The Implementation of Bilingual Education System (Indonesia – English) in Frater Private Junior High School Maumere
This study concerns with the plan of implementation of bilingual education system which uses two languages (Indonesia – English) as medium of instruction in Frater Private Junior High School Maumere. Kind of bilingual education system which planned is immersion program. Model used in this bilingual class is cooperative teaching. In bilingual class, there is a cooperative team teaching includes an English teacher and a teacher from certain subjects. Teaching material in this bilingual model involves in English and Indonesia.This study concerns with the plan of implementation of bilingual education system which uses two languages (Indonesia – English) as medium of instruction in Frater Private Junior High School Maumere. Kind of bilingual education system which planned is immersion program. Model used in this bilingual class is cooperative teaching. In bilingual class, there is a cooperative team teaching includes an English teacher and a teacher from certain subjects. Teaching material in this bilingual model involves in English and Indonesia
Penerapan Metode Inquiry untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Energi Panas Kelas IV SD Inpres Sinde Kabor
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Inpres Sinde Kabor setelah diterapan metode Inquiry dengan materi energi panas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 26 orang yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi energi panas. Pada siklus I diperoleh nilai hasil belajar siswa dengan rata-rata nilainya adalah 76,34 dengan persentase ketuntasan klasikalnya adalah 76,92% yang berada pada kategori baik, aktivitas guru yang berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 82,44, serta aktivitas siswa berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 69,97 sedangkan untuk aspek sikap berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 78,66, untuk aspek keterampilan berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 90,82 dan pada aspek kreativitas nilai rata-rata mencapai 80,18 yang berada pada kategori sangat baik. Dari hasil siklus I diadakan perbaikan dan mengalami peningkatan pada siklus II yakni untuk nilai rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai 82,26 dan ketuntasan klasikalnya sebesar 100% dengan kategori sangat baik, nilai rata-rata aktivitas guru mencapai 94,12 dan rata-rata nilai aktivitas siswa 81,89 yang berada pada kategori sangat baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Inpres Sinde Kabor setelah diterapan metode Inquiry dengan materi energi panas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 26 orang yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi energi panas. Pada siklus I diperoleh nilai hasil belajar siswa dengan rata-rata nilainya adalah 76,34 dengan persentase ketuntasan klasikalnya adalah 76,92% yang berada pada kategori baik, aktivitas guru yang berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 82,44, serta aktivitas siswa berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 69,97 sedangkan untuk aspek sikap berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 78,66, untuk aspek keterampilan berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 90,82 dan pada aspek kreativitas nilai rata-rata mencapai 80,18 yang berada pada kategori sangat baik. Dari hasil siklus I diadakan perbaikan dan mengalami peningkatan pada siklus II yakni untuk nilai rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai 82,26 dan ketuntasan klasikalnya sebesar 100% dengan kategori sangat baik, nilai rata-rata aktivitas guru mencapai 94,12 dan rata-rata nilai aktivitas siswa 81,89 yang berada pada kategori sangat baik
Manajemen Gugus Paud dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAUD di Gugus 1 PAUD Desa Kalijaga Kabupaten Lombok Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen gugus PAUD, yang meliputi: Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi program. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus.Data diperoleh melalui tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data dianalisis dengan analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian disimpulkan yaitu: Pertama, Perencanaan gugus PAUD :(1) Merumuskan dan menetapkan program gugus, perencanaan program KKG, perencanaan program KKKP untuk jangka waktu 1 tahun, (2) Perencanaan anggaran pendapatan dan belanja Gugus belum efektif masih perlu ditingkatkan lagi sumber dananya. Kedua, (1) pengorganisasian gugus PAUD meliputi kegiatan, pembuatan struktur organisai gugus, sudah sesuai petunjuk (2) penentuan dan penetapan mekanisme kerja gugus cukup efektif. Ketiga, Pelaksanaan program gugus PAUD : (1) Pelaksanaan program gugus melalui kegiatan gugus, kegiatan KKG, kegiatan KKKP sudah efektif tetapi belum optimal, (2) sistem pembinaan profesional sudah efektif . Keempat, Evaluasi program gugus PAUD sudah efektif namun perlu adanya laporan hasil evaluasi secara tertulis dan feed back dari lembaga yang mengevaluasi program demi perbaikan pelaksanaan program
Hubungan Antara Tingkat Kontrol Diri dengan Penyesuaian diri terhadap Pergaulan Remaja
Kontrol diri yang rendah membuat remaja tidak mampu mengatur dan mengarahkan perilakunya sehingga muncul tindakan tidak terkontrol seperti perilaku kenakalan remaja. Perubahan keadaan dari remaja yang seharusnya belajar menjadi remaja yang lebih tertarik melakukan yang berkaitan dengan pergaulan remaja seperti merokok yang berkaitan dengan tinggi-rendah kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan penyesuaian diri terhadap pergaulan remaja. Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti sendiri. Penelitian ini berangkat dari ketidakmampuan peserta didik dalam mengontrol dirinya dengan baik saat menyesuaiakan diri pada lingkungan yang baru. Akibatnya peserta didik tidak mampu memusatkan perhatian dengan baik, sering merasa malas untuk sekolah, bertindak tanpa berfikir, bersikap terlalu tegang sehingga tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Hal tersebut nampak dari kotrol diri peserta didik yang rendah, yang pada akhirnya penyesuaian dirinyapun juga rendah.
Kontrol diri adalah seperangkat tingkah laku yang berfokus pada keberhasilan mengubah diri pribadi, keberhasilan menangkal perusakan diri (self-destruction), perasaan mampu pada diri sendiri, perasaan mandiri (autonomy) atau bebas dari pengaruh orang lain, kebebasan menentukan tujuan, kemampuan untuk memisahkan perasaan dan pikiran rasional, serta seperangkat tingkah laku yang berfokus pada tanggungjawab atas diri pribadi. Sedangkan penyesuaian diri dapat dipahami sebagai kemampuan individu dalam mengendalikan pikiran dan perilakunya sesuai kriteria sosial dan hati nuraninya untuk mengatasi hambatan dan rintangan yang terjadi pada proses penyesuaian dirinya, sehingga ia dapat mengambil manfaat dan mendapatkan kepuasan dari setiap usaha dan perilaku yang ditampakkannya.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah “Adakah Hubungan Kontrol Diri Dengan Penyesuaian Diri Peserta Didik Kelas X SMAN 4 Sumbawa Besar Tahun Pelajaran 2016/2017”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta instrumen yang digunakan adalah angket dengan subyek penelitian ialah peserta didik kelas SMAN 4 Sumbawa Besar. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan instrumen tes kontrol diri dan tes penyesuaian diri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 87. Dalam proses pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan semua jumlah populasi sebagai sampel karena jumlah populasi kurang dari 100%. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasional dengan menggunakan bantuan SPSS for windows versi 16.0. Hasil pengujian hipotesis dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi ≥ yaitu sebesar 0,733 ≥ 0,274 (dengan α = 1%) sehingga hal ini berarti ada korelasi yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan penyesuaian diri. Semakin tinggi kontrol diri maka penyesuaian diri juga semakin tnggi. Sebaliknya semakin rendah kontrol diri maka semakin rendah pula penyesuaian diri peserta didik
Penyelesaian Sengketa dalam Hukum Ekonomi Syari’ah
Lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama telah menambah wewenang lembaga Peradilan Agama antara lain dalam bidang ekonomi syariah. Yang dimaksud dengan ekonomi syari.ah adalah perbuatan atau kegiatan usaha yang dilaksanakan menurut prinsip syariah.
Secara etimologi, menurut KBBI, sengketa adalah sesuatu yang menyebabkan perbedaan pendapat, pertengkaran, perbantahan, atau perselisihan. Adapun secara istilah, sengketa adalah pertentangan antara dua pihak atau lebih yang berawal dari persepsi yang berbeda tentang suatu kepentingan atau hak milik yang dapat menimbulkan akibat hukum bagi keduanya dan dapat diberikan sanksi hukum terhadap salah satu diantara keduanya. tujuan penyelesaian sengketa ekonomi syariah adalah untuk menemukan solusi penyelesaian suatu masalah ekonomi yang terjadi antara satu pihak dengan pihak yang lain yang melakukan kegiatan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip dan asas-asas ekonomi syariah.
Penyelesaian masalah pada zaman Nabi atau klasik dengan tiga metode. Pertama Sulh. “sulh” berarti suatu jenis akad atau perjanjian untuk mengakhiri perselisihan/pertengkaran antara dua pihak yang bersengketa secara damai. Kedua dengan tahkim. Tahkim sendiri berasal dari kata “hakkama”. Secara etimologi, tahkim berarti menjadikan seseorang sebagai pencegah suatu sengketa. Ketiga melalui wilayat al Qadha (Kekuasaan Kehakiman). Wilayat al Qadha ini terdiri dari tiga lembaga yaitu Al Hisbah, Al Madzalim dan al Qadha (Peradilan).
Seperti metode yang telah diterapkan pada zaman Nabi. penyelesaian masalah ekonomi syariah dalam hukum positif Indonesia juga mengadopsi metode Sulh yang populer disebut dengan Alternative Dispute Resolution (ADR)
Pernikahan Melalui Video Conference
Perkawinan menurut hukum Islam adalah suatu akad yang sangat kuat atau mitsaaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Sah tidaknya sebuah perkawinan tergantung dari akad atau ijab dan qabul yang diikrarkan dengan masing-masing pihak yang melakukan akad harus mendengar dan mengerti arti ucapan atau perkataan masing-masing. Dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, kemungkinan dilakukannya akad nikah melalui alat telekomunikasi video conference dengan bantuan teknologi tersebut tidak menutup kemungkinan sebagai pelaksanaan terjadinya pernikahan jarak jauh. Hukum Islam belum ada ketentuan yang pasti mengenai akad nikah melalui video conference, karena kasus ini merupakan kasus ijtihadiyah yang tidak terdapat dalam al-Qur’an dan hadist.
Pernikahan jarak jauh mempunyai landasan sejarah yang cukup menyita perhatian para ulama’ terdahulu. Sekitar tahun 1989 Indonesia sempat dibuat geger oleh berita adanya perkawinan lewat telepon. Masalah perkawinannya itu sendiri bukanlah menjadi soal, akan tetapi sarana dan tata cara yang digunakan dalam pelaksanaan perkawinanlah yang dipersoalkan, karena dianggap tidak lazim sehingga banyak pendapat yang menyatakan perkawinan tersebut tidak sah dan sebagian lagi manyatakan sah. Saat ini dengan berkembangnya zaman dan tehnologi, yang jauh menjadi dekat dan yang dekat semakin jauh dengan adanya saluran internet, apapun bisa dilakukan terlebih perkawinan. Perkawinan melalui internet kurang lebih sama dengan perkawinan yang dilakukan melaui telepon. Hanya saja jalur internet lebih canggih tehnologinya, dengan bantuan visualisasi gambar yang nampak lebih baik dari pada jaringan telepon yang tidak diketahui wajah lawan bicaranya.
Secara umum hikmah pernikahan melalui jalur internet sama halnya dengan hikmah pernikahan menggunakan jalur biasa (konvensional). Hanya saja secara teknis memang ada bedanya, pernikahan melalui jalur internet dapat menjangkau jarak jauh. Bisa dipergunakan oleh mereka yang berada berjauhan tempat, sedangkan pernikahan biasa hanya dimanfaatkan oleh mereka yang berdekatan jaraknya. Pernikahan melalui video conference adalah sah. Pernikahan melalui video conference dianggap sah hukumnya, karena yang dikategorikan satu majlis adalah ada kesinambungan waktu antara ijab dan kabul bukan keharusan hadirnya kedua mempelai dalam satu tempat akad.
Perkawinan menurut hukum Islam adalah suatu akad yang sangat kuat atau mitsaaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Sah tidaknya sebuah perkawinan tergantung dari akad atau ijab dan qabul yang diikrarkan dengan masing-masing pihak yang melakukan akad harus mendengar dan mengerti arti ucapan atau perkataan masing-masing. Dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, kemungkinan dilakukannya akad nikah melalui alat telekomunikasi video conference dengan bantuan teknologi tersebut tidak menutup kemungkinan sebagai pelaksanaan terjadinya pernikahan jarak jauh. Hukum Islam belum ada ketentuan yang pasti mengenai akad nikah melalui video conference, karena kasus ini merupakan kasus ijtihadiyah yang tidak terdapat dalam al-Qur’an dan hadist.
Pernikahan jarak jauh mempunyai landasan sejarah yang cukup menyita perhatian para ulama’ terdahulu. Sekitar tahun 1989 Indonesia sempat dibuat geger oleh berita adanya perkawinan lewat telepon. Masalah perkawinannya itu sendiri bukanlah menjadi soal, akan tetapi sarana dan tata cara yang digunakan dalam pelaksanaan perkawinanlah yang dipersoalkan, karena dianggap tidak lazim sehingga banyak pendapat yang menyatakan perkawinan tersebut tidak sah dan sebagian lagi manyatakan sah. Saat ini dengan berkembangnya zaman dan tehnologi, yang jauh menjadi dekat dan yang dekat semakin jauh dengan adanya saluran internet, apapun bisa dilakukan terlebih perkawinan. Perkawinan melalui internet kurang lebih sama dengan perkawinan yang dilakukan melaui telepon. Hanya saja jalur internet lebih canggih tehnologinya, dengan bantuan visualisasi gambar yang nampak lebih baik dari pada jaringan telepon yang tidak diketahui wajah lawan bicaranya.
Secara umum hikmah pernikahan melalui jalur internet sama halnya dengan hikmah pernikahan menggunakan jalur biasa (konvensional). Hanya saja secara teknis memang ada bedanya, pernikahan melalui jalur internet dapat menjangkau jarak jauh. Bisa dipergunakan oleh mereka yang berada berjauhan tempat, sedangkan pernikahan biasa hanya dimanfaatkan oleh mereka yang berdekatan jaraknya. Pernikahan melalui video conference adalah sah. Pernikahan melalui video conference dianggap sah hukumnya, karena yang dikategorikan satu majlis adalah ada kesinambungan waktu antara ijab dan kabul bukan keharusan hadirnya kedua mempelai dalam satu tempat akad.
 
Pengembangan Multimedia E-Book 3D Berbasis Mobile Learning Untuk Mata Pelajaran Geografi SMA Guna Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh
Multimedia E-Book 3D berbasis Mobile Learningdi kembangkan karena dapat membantu penyampaian materi lebih mudah, lebih menarik untuk belajar secara mandiri, serta tidak terbatas dalam ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah memberi informasi dan referensi bagi guru. Model Pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Pengujian tingkat kesesuaian antara konten aplikasi dengan ekspektasi pengguna dilakukan melalui uji coba ahli media, materi, dan kelompok pengguna. Hasil akhir penelitian ini adalah aplikasi multimedia E-book 3D yang dapat di aplikasikan di dekstop dan smartphone (Mobile Learning). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket. Instrumen penelitian berupa panduan observasi dan wawancara untuk analisis kebutuhan, sedangkan untuk uji produk digunakan kuesioner. Berdasarkan hasil pengembangan produk ini diperoleh hasil uji kelayakan ahli media, ahli materi, dan siswa. Hasil uji coba menunjukkan hasil yang baik, yaitu kategori layak sampai sangat layak dengan rincian: (1) uji ahli materi mendapat modus skor 4 dengan persentase 60% sangat layak untuk aspek pembelajaran dan modus skor 4 sangat layak dengan persentase 75%, (2) uji ahli media mendapatkan hasil dari modus skor 4 sangat layak dengan persentase 64,71%, (3) uji oleh siswa memperoleh hasil kategori layak dengan modus 3 dan persentase 58,49% untuk kelayakan media. Berdasarkan hasil uji kelayakan maka produk multimedia layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran geografi di SMA.Multimedia E-Book 3D berbasis Mobile Learningdi kembangkan karena dapat membantu penyampaian materi lebih mudah, lebih menarik untuk belajar secara mandiri, serta tidak terbatas dalam ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah memberi informasi dan referensi bagi guru. Model Pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Pengujian tingkat kesesuaian antara konten aplikasi dengan ekspektasi pengguna dilakukan melalui uji coba ahli media, materi, dan kelompok pengguna. Hasil akhir penelitian ini adalah aplikasi multimedia E-book 3D yang dapat di aplikasikan di dekstop dan smartphone (Mobile Learning). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket. Instrumen penelitian berupa panduan observasi dan wawancara untuk analisis kebutuhan, sedangkan untuk uji produk digunakan kuesioner. Berdasarkan hasil pengembangan produk ini diperoleh hasil uji kelayakan ahli media, ahli materi, dan siswa. Hasil uji coba menunjukkan hasil yang baik, yaitu kategori layak sampai sangat layak dengan rincian: (1) uji ahli materi mendapat modus skor 4 dengan persentase 60% sangat layak untuk aspek pembelajaran dan modus skor 4 sangat layak dengan persentase 75%, (2) uji ahli media mendapatkan hasil dari modus skor 4 sangat layak dengan persentase 64,71%, (3) uji oleh siswa memperoleh hasil kategori layak dengan modus 3 dan persentase 58,49% untuk kelayakan media. Berdasarkan hasil uji kelayakan maka produk multimedia layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran geografi di SMA