Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Menakar eksistensi dan Pemikiran Al Ghazali Sebagai Figur Intlektual Islam
Imam Al Ghazali r.a adalah seorang tokoh sufistik dan intlektual yang faqihidul Islam (sangat memahami tentang Islam) itu nampak ketika keyakinan, ajaran, dan argumen-argumennya mengenai tauhid, Ilmu kalam, Ushuluddin, filsafat dan lain-lain. Dalam Tauhid dan ajarannya, Ia telah mampu menjebatani akidah ahlusunna wal’jama’ah sebagai akidah dan keyakinan ummat pada masa itu. Al Ghazali mengklasifikasikan pembagian ilmu, dalam tiga kategori yakni naqli, aqli dan metafisika dan ketuhanan (illahiyyah). Selain itu, ia juga telah mengarang beberapa kitab yang sangat terkenal dikalangan para ilmuwan, seperti Ihya ulumuddin, Rawdat at Talibin, al Ma’arif al “Agliyah, Misykat al ‘Anwar, Mizan ‘Amal, Mukasyafah al Qulub dan kitab-kitab lainnya. Dalam kajian ini, penulis menggunakan pendekatan library research (kepustakaan) dalam menakar eksistensi keilmuwan dan dinamika Pemikiran Al Ghazali sebagai figur dan sekaligus sebagai intlektual Islam. Hasil analisis mengungkapkan bahwa terdapat keyakinan Al Ghazali tentang ilmu dan amal bahkan keduanya saling terintegrasi dan mengisi antara satu dengan yang lain, keduanya juga berjalan dengan menggunakan fondasi dan dasar yang sama yakni Qur’an dan hadist, meskipun Al Ghazali dalam sejarah hidupnya sedikit mempelajari tentang hadist-hadist, terbukti ketika ia di akhir hayatnya sangat tekun mempelajari hadist-hadist Imam Bukhari dan Imam Muslim radiyallahu anhuma. Selanjutnya, dengan keilmuwan dan amal itulah nampak keyakinan, ajaran dan gaya berpikir Al Ghazali menjadi “al-muhafizh” yakni mencoba memelihara tradisi-tradisi lama yang yang baik yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW. ( lihat M. Jawwad Ridla, Tiga Aliran Utama Teori Pendidikan Islam, (Persfektif Sosiologis-Filosofis). Selain itu, pendidikan dan pengalamannya dalam bidang mistik telah menumbuhkan gagasan pemikirannya tentang kedudukan akal dan naqhl. Akal tidak mungkin menetapkan suatu kebenaran yang dinafikan syara’, dan syara’ tidak membawa suatu keyakinan yang tidak dapat diterima oleh akal
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Sebagai Pembinaan Kompetensi Sikap Siswa
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Sebagai pembinaan Kompetensi Sikap Siswa. Kajian ini pendekatan kualitatif/lapangan. Hasil Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan meliputi (a) Perencanaan kegiatan seperti : imtaq, shalat dhuha dan zhuhur berjamaah dan perayaan PHBI, pembinaan al-Qur’an hadits dan muhadharah (pidato), (b) Pengorganisasian kegiatan dilakukan oleh kepala madrasah dengan memetakan program ekstrakurikuler keagamaan wajib dan pilihan, menunjuk guru pembina dan guru-guru pembimbing kegiatan. (c) Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada perencanaan dan pengorganisasian yang telah dijalankan dengan mengaplikasikannya dalam bentuk jadwal-jadwal kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti jadwal harian, mingguan, ataupun pada even atau hari-hari tertentu. (c) Pengawasan kegiatan diwujudkan oleh peran guru pembina sebagai penanggung jawab yang dibantu oleh guru-guru pembimbing melakukan tugas pengamatan atau monitoring dan evaluasi
Modernisasi Pendidikan Pesantren (Studi Analisis di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Narmada)
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia telah menyajikan sebuah sistem pendidikan yang tradisional. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, sebagian besar pesantren mengadakan berbagai perbaikan dan pembenahan sebagai upaya modernisasi pendidikan yang diselenggarakannya. Modernisasi pendidikan pesantren, diyakini sebagai suatu upaya pesantren untuk tetap bertahan dan eksis di tengah persaingannya dengan lembaga pendidikan modern yang menawarkan sistem pendidikan sekuler melalui sistem pendidikan sekolah. Modernisasi pesantren dilakukan sebagai respon terhadap penjajah Belanda yang memperkenalkan sistem pendidikan modern. Modernisasi pesantren dilakukan dengan mengembangkan kurikulum pesantren dengan memasukkan mata pelajaran umum, yang selanjutnya berimplikasi terhadap diversifikasi lembaga pendidikan pesantren, sistem penjenjangan, kepemimpinan dan manajemen pendidikan pesantren.
Nurul Haramain NW Narmada sebagai salah satu lembaga pesantren sejak lahirnya pada tahun 1991 silam, telah mencoba menerapkan sistem pendidikan pesanten modern sebagai tawaran pilihan tambahan bagi masyarakat dalam memberikan pendidikan bagi putra putri mereka selain lembaga-lembaga pesantren yang menggunakan sistem tradisional.Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia telah menyajikan sebuah sistem pendidikan yang tradisional. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, sebagian besar pesantren mengadakan berbagai perbaikan dan pembenahan sebagai upaya modernisasi pendidikan yang diselenggarakannya. Modernisasi pendidikan pesantren, diyakini sebagai suatu upaya pesantren untuk tetap bertahan dan eksis di tengah persaingannya dengan lembaga pendidikan modern yang menawarkan sistem pendidikan sekuler melalui sistem pendidikan sekolah. Modernisasi pesantren dilakukan sebagai respon terhadap penjajah Belanda yang memperkenalkan sistem pendidikan modern. Modernisasi pesantren dilakukan dengan mengembangkan kurikulum pesantren dengan memasukkan mata pelajaran umum, yang selanjutnya berimplikasi terhadap diversifikasi lembaga pendidikan pesantren, sistem penjenjangan, kepemimpinan dan manajemen pendidikan pesantren.
Nurul Haramain NW Narmada sebagai salah satu lembaga pesantren sejak lahirnya pada tahun 1991 silam, telah mencoba menerapkan sistem pendidikan pesanten modern sebagai tawaran pilihan tambahan bagi masyarakat dalam memberikan pendidikan bagi putra putri mereka selain lembaga-lembaga pesantren yang menggunakan sistem tradisional
HUBUNGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH SEKECAMATAN JEROWARU
Saat ini masih banyak siswa yang tidak mempunyai lingkungan pergaulan/sosial yang kondusif sehingga dalam mempelajari mata pelajaran mereka mengalami hambatan. Banyak kita dapatkan bahwasanya lingkungan social sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, apalagi terhadap prestasi belajar sekolah, banyak siswa yang kegiatannya hanya bermain dengan teman-temannya, mereka tidak mau belajar dikarenakan teman-teman yang lain juga tidak belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar Siswa Madrasah Aliyah sekecamatan Jerowaru tahun ajaran 2019/2020; 2) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar Siswa Madrasah Aliyah sekecamatan Jerowaru tahun ajaran 2019/2020; 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan masyarakat dengan prestasi belajar Siswa Madrasah Aliyah sekecamatan Jerowaru tahun ajaran 2019/2020.
Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sampel 100 siswa dari total populasi 868 siswa yang dipilih secara Proportionate Random Sampling dan Nomogram Harry King untuk menentikan populasi dengan tingkat kesalahan 10%. Populasi didapatkan dari Madrasah Aliyah Sekecamatan Jerowaru, yang berjumlah 10 MA. Data ini dianalisis secara pearson product moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan Prestasi Belajar (r=0,391; p<0,05); Lingkungan Sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar (r=0,556; p<0,05); Lingkungan Masyarakat berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar (r=0,249; p<0,05). Lingkungan Sekolah memiliki hubungan yang terkuat dan Lingkungan masyarakat memiliki hubungan yang terlemah dengan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah sekecamatan Jerowaru tahun ajaran 2019/2020. Semakin besar angka koefisien korelasi, berarti semakin baik model korelasi tersebut karena variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat secara lebih baik
PERBEDAAN POLA INTERAKSI SOSIAL ORANG TUA DAN ANAK DI KALANGAN BANGSAWAN DAN JAJAR KARANG DI DESA BATUJAI KEC.PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Interaksi sosial dalam keluarga adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan maupun antar individu dengan kelompok,maupun kelompok dengan kelompok dan interaksi sosial juga terjadi dilingkungan keluarga hal ini terjadi antar orang yang lebih tua dengan yang lebih muda maupun orang yang seusianya. interaksi sosial ini terjadi dalam konteks masyarakat dan juga dalam konteks keluarga.
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif karena dalam penelitian ini ingin menggambarkan secara nyata mengenai keadaan yang sebenarnya di masyarakat.
Pola interakasi sosial orang tua dan anak dikalangan bangsawan di desa batujai kecamatan praya barat kabupaten Lombok tengah adalah bentuk interaksi social yang asosiatif dimna didalam bentuk interaksi sosialnya ada 4 tahap yakni
Interaksi antara suami dan istri
Interaksi antara ayah, ibu dan anak
Interaksi antara ibu dengan anak
Interaksi anatar ayah dan ana
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Metode cooperative Learning Pada Mata Pelajaran PPKn di SMPN 1 Jerowaru Tahun Pembelajaran 2018/2019
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dengan penerapan metode cooperatif learning. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan karena dalam proses pembelajaran masih ditemukan masalah atau hambatan terhadap guru maupun siswa yang melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus pertama dan siklus ke dua, dimana dalam setiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, obsevasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksaanakan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Jerowaru pada semester ke dua tahun pelajaran 2018/2019. Pengumpulan data pada siklus satu dan siklus dua menggunakan tes subyektif atau pilihan ganda yang dibuktikan dengan analisis serta hasil dari observasi yang membantu peneliti dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi penelitian mengalami peningkatan sebesar 37%. Hasil belajar siswa rata-rata mencapai 62 menjadi 89 hasil ini mengalami peningkatan sebesar 27%
Perspektif islam Tentang Pembagian Pusaka pada Kasus Munasakhat di Desa Kabar Kecamatan Sakra Lombok Timur
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang menjadi faktor timbulnya hak dan penghalang mendapatkan hartapeningalan atau pusaka,dan memahami penyelesaian perhitungan baik menurut Islam maupun hukum yang berlaku di Indonesia. Diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan pengkajian selanjutnya untuk melakukan penelitian bagi peneliti tentang harta pusaka atau warisan; dan secara praktis, dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menyelesaikan hukum waris khususnya yang berkaitan dengan munasakhat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) metode observasi, (2) metode wawancara, dan (3) metode dokumentasi.Hasil yang diperoleh adalah terjadinya perbedaan yang cukup jelas pada sistim penyelesaian kasus munasakhat ini, baik secara hukum Islam maupun hukum positif. Konsep penyeselesaian masalah munasakhat pada hukum Islam adalah dengan membuat masalah pertama dan masalah kedua kemudian membuat masalah jami’ah yang merupakan masalah perpaduan antara siham si mayyit kedua, asal masalah pertama dan kedua.Adapun pada hukum positif tanpa membuat masalah jami’ah, namun memperhatikan golongan karena setiap golongan dapat menggugurkan ahli waris golongan setelahnya. Maka pada hukum positif sama sekali tidak membutuhkan adanya masalah jami’ah
Implementasi Pengelolaan Tanah Wakaf Di Rumah Asuh Dompet Amal Sejahtera Ibnu Abbas (Dasi ) NTB
Amalan wakaf amat besar artinya bagi kehidupan sosial ekonomi, kebudayaan dan keagamaan. Oleh karenanya Islam meletakkan amalan wakaf sebagai satu macam ibadah yang amat digembirakan. Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan dan pemanfaatan wakaf dengan lokus kajian di DASI NTB. Fokus penelitian ini setidaknya menjawab dua persoalan, yaitu: 1) Apakah sistem yang diterapkan oleh DASI NTB dalam mengelola harta wakaf sudah memenuhi syarat-syarat administrasi dan menejemen yang baik?, dan 2) Sejauhmana harta wakaf berperan dalam meningkatkan kehidupan masyarakat tentang pengelolaan dan pemanfaatan harta wakaf di DASI NTB?
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif-analitis. Ada dua teori yang menjadi landasan penelitian ini, yaitu teori manajemen pengelolaan wakaf serta teori pemanfaatan tanah wakaf. Teori manajemen pengelolaan digunakan untuk mengkaji bagaimana sistem yang digunakan oleh DASI NTB dan memanfatkan wakaf. Keseluruhan temuan penelitian diperoleh melalui pengumpulan data dengan melakukan: (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan tanah wakaf yang dilakukan oleh DASI NTB sudah sesuai dan tepat sasaran kepada yang memang layak menerima dan memanfaatkannya. Terutama dari segi pemanfaatan, DASI NTB memanfaatkannya untuk keperluan anak yatim, yatim piatu, anak terlantar dan orang tua jompo yang ada di bawah DASI NTB dan sudah berjalan secara efektif dan kondusif
Bentuk Citraan Dalam Kumpulan Puisi Penangkar Bekisar Karya Kiki Sulistyo: Kajian Stilistika
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk citraan dalam kumpulan puisi Penangkar Bekisar karya Kiki Sulistyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif interpretasi. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, larik dan bait yang mengandung citraan dalam kumpulan puisi Penangkar Bekisar Karya Kiki Sulistyo. Teknik pengumpulan data yakni teknik pustaka dan catat, Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa Bentuk citraan dalam kumpulan puisi Penangkar Bekisar karya Kiki Sulistyo adalah citraan penglihatan, citraan gerak, citraan pendengaran, citraan penciuman, citraan pengecapan, dan citraan suhu. Oleh karena itu bentuk citraan yang cermat oleh penyair sangat berpengaruh dan meningkatkan estetika dalam puisThis study aims to describe the form of imagery in a collection of Bekisar Poetry by Kiki Sulistyo. The method used in this study is descriptive qualitative interpretation. The data in this study are in the form of words, phrases, arrays and verses containing images in a collection of works by the Bekisar Breeder of Poetry by Kiki Sulistyo. Data collection techniques are library techniques and note, Data analysis techniques use qualitative descriptive techniques with steps of data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results of data analysis and discussion of the results of the research that has been carried out, the researchers concluded that the form of the images in Kiki Sulistyo's Bekisar Breeders poetry collection was visual images, motion images, auditory images, olfactory imagery, taste images, and temperature images. Therefore a careful form of imagery by poets is very influential and enhances aesthetics in poetry
PROBLEM ETIS LIMITASI WAKTU HAK CIPTA PERSPEKTIF MASHLAHAH
Pada tahun 2014 Indonesia telah menyempurnakan dan menyatakan tidak berlaku lagi Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Dalam Pasal 1 angka 1 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Di antara poin penting yang diatur dalam undang-undang tersebut adalah menyangkut pelindungan Hak Cipta dilakukan dengan waktu lebih panjang sejalan dengan penerapan aturan di berbagai negara sehingga jangka waktu pelindungan Hak Cipta di bidang tertentu diberlakukan selama hidup pencipta ditambah 70 (tujuh puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia. Hal ini tertuang dalam Pasal 58 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Menilik aturan pembatasan waktu hak cipta, terutama hak ekonomi dalam Pasal 58 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta memunculkan kegelisahan akademik, yakni bagaimana hukum pembatasan waktu hak cipta, terutama hak ekomi tersebut dalam bingkai fiqih muamalah. Sebagai agama yang syamil wa mutakamil, Islam tidak mempermasalahkan pembatasan waktu hak cipta seperti di atur dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta sepanjang didasarkan pada kemaslahatan bersama. Hak cipta dalam pandangan fiqh muamalah adalah haqq maliy (hak yang berkaitan dengan harta). Dengan demikian, perlindungan hak cipta merupakan salah satu unsur al-dharuriyat al-khamsah (lima pilar pokok kehidupan) yakni hifzul mal (perlindungan harta benda). Karena al-mal itu merupakan di antara pilar kehidupan manusia, maka perlindungannya menempati tingkatan dharuri (primer)