Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B PAUD ASSYARO
Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca dini pada anak usia 5-6 tahun kelompok B melalui media gambar di PAUD Assyaro Montong Dao Desa Masbagik Utara Baru tahun pelajaran 2021/2022, adapun pertanyaan penelitian sehingga rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana cara meningkatkan kemampuan membaca dini anak usia 5-6 melalui media gambar di PAUD Assyaro Montong Dao khususnya peserta didik kelompok B 2) Apa saja hambatan Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun dengan menggunakan media gambar di PAUD Assyaro Montong Dao Kecamatan Masbagik tahun pelajaran 2021/2022.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut peneliti merancang penelitian dengan menggunakan jenis dan metode kualitatif, dari penelitian ini usia anak 5-6 tahun pada kelompok B di PAUD Assyaro Montong Dao Kecamatan Masbagik tahun pelajaran 2021/2022, untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dokumentasi, selanjutnya menggunakan analisis data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan membaca dini dengan menggunakan media gambar pada kelompok B PAUD Assyaro Montong Dao Kecamatan Masbagik tahun pelajaran 2021/2022 sudah tepat yaitu dengan metode belajar sambil bermain, hal ini dibuktikan dengan hasil skor anak pada observasi ke dua yaitu Dari hasil observasi kedua menunjukan bahwa anak yang tingkat kemampuan membaca terdapat 9 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH) 62,5%. 5 orang anak mulai berkembang (MB) 31,25%, dan 1 orang anak yang belum berkembang (BB) 6,25% . sesuai dengan factor-faktor pendukung yaitu metode yang menantang dan merangsang serta kepedulian seorang guru terhadap anak, adapun hambatan-hambatan yang dihadapi yaitu rasa ketertarikan anak terhadap guru masih kurang, tidak ada sinerji guru dengan sekolah, kerjasama antara guru dengan orang tua anak masih belum maksimal, sebagai alternative dari hambatan-hambatan tersebut adalah guru menghadirkan model-model pembelajaran yang menantang peduli terhadap nuansa dalam pembelajaran, menunjukkan kepribadian yang positif dengan menanamkan nilai-nilai agam
Gender Analysis: Reviewing Female in Al-Quran Perspective: Reviewing Female in Al-Quran Perspective
Islam came to glorify women who prior to the arrival of Islam the position of women in the traditions of Arab society was very inferior compared to men, even women in the same position with the spoils of war. They can be traded and can even be inherited. After several centuries passed until now the position of women is still considered inferior. Therefore, there are many studies on feminism that attempt to eliminate the position of inferiority and superiority between men and women. This paper questions verses of the superiority of men in the Koran, the spirit of liberation in the Koran and Gender Equality in the Koran by using tela, literature and producing conclusions. In Islamic perspective women are not really distinguished from men from all aspects and fields except biological differences. In fact, there has been a misunderstanding in interpreting the Koran because it is understood only textually and literally. The wrong understanding has implications for the implementation of erroneous religious practices as well as being biased in social life. Gender is certainly very different from sex. Sex differences are a necessity and are qoth'i while gender differences can be changed and corrected because gender is shaped by the social environment in which we live and inadequate understanding of religion so that it becomes a belief that must not be violated which will ultimately position women in a position of subordination or inferior.
Islam datang untuk memuliakan perempuan yang sebelum kedatangan Islam posisi perempuan dalam tradisi masyarakat Arab sangat inferior dibandingkan dengan laki-laki, bahkan perempuan disamakapan posisinya dengan harta rampasan perang. Mereka bisa diperjual belikan dan bahkan bisa diwariskan. Setelah beberapa abad berlalu hingga saat ini posisi perempuan masih dianggap inferior. Oleh sebab itu, muncul banyak kajian tentang feminism yang berupaya menghilangkan posisi inferioritas dan superioritas antara laki-laki dan perempuan. Tulisan ini menyoal ayat-ayat Superioritas laki-laki dalam al-Quran, semangat pembebasan dalam Al-Quran dan Kesetaraan Gender dalam Al-Quran dengan menggunakan tela,ah pustaka dan menghasilakan simpulan Dalam perspektif Islam sesungguhnya perempuan tidak dibedakan dengan laki-laki dari segala aspek dan bidang kecuali perbedaan yang bersifat biologis. Sesungguhnya selama ini telah terjadi kesalahpahaman dalam memaknai al-Quran karena dipahami hanya secara tekstual dan harfiah. Pemahaman yang keliru itu berimplikasi pada implementasi praktek keagaam yang keliru pula sehingga menjadi bias dalam kehidupan bermasyarakat. Gender tentu sangat berbeda dengan seks. Perbedaan Seks merupakan sebuah keniscayaan dan bersifat qoth’i sedangkan perbedaan gender itu dapat dirubah dan diperbaiki karena memang gender dibentuk oleh lingkungan sosial tempat kita tinggal serta pemahaman agama yang kurang tepat sehingga menjadi sebuah keyakinan yang tidak boleh dilanggar yang ahirnya akan memposisikan wanita pada posisi subordinasi atau inferior
Menelaah Kurikulum Pendidikan Islam dalam Perspektif Sistem Negara Khilafah (Telaah Atas Kitab Al Syakhsiyah Al Islamiyah Karya Taqiyyuddin An Nabhani)
This study aims to elaborate on the Islamic education curriculum according to Taqiyyuddin An Nabhani in the book Al Syakhsiyah Al Islamiyah and the construction of relations in applying the curriculum in the education context in Indonesia. This type of research is qualitative research with library research. The results obtained that the upholding of religion and the application of syar'i laws (including in education) in every affair of life in the khilafah system are mandatory for Muslims with the arguments that are qaṭ'iyyuṡ ṡubūt (exact sources) and qaṭ'iyyud dalālah (clear meanings). It is not possible to do it except with the possession of power. So that in the context of education, the curriculum must include several components, namely goals, content, methods of learning, and evaluation. Whereas in the implementation of the educational curriculum by Taqiyyuddin in Indonesia as a whole it is an impossible thing to happen. However, the existence of various distinctive and different curriculum models provides an opportunity for a country to make comparisons so that it can improve several components in terms of the curriculum itselfPenelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang kurikulum pendidikan Islam menurut Taqiyyuddin An Nabhani dalam kitab Al Syakhsiyah Al Islamiyah dan konstruksi relasi penerapan kurikulum dalam konteks pendidikan di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil yang didapatkan bahwa penegakan agama dan penerapan hukum-hukum syar’i (termasuk pada pendidikan) dalam setiap urusan kehidupan di dalam sistem khilafah adalah wajib atas kaum muslim dengan dalil yang qaṭ’iyyuṡ ṡubūt (sumbernya pasti) dan qaṭ’iyyud dalālah (maknanya jelas). Itu tidak mungkin dilaksanakan kecuali dengan adanya penguasaan kekuasaan. Sehingga dalam konteks pendidikan, kurikulumnya harus mencakup beberapa komponen, yakni tujuan, isi, metode pembelajaran, dan evaluasi. Sedangkan dalam penerapan kurikulum pendidikan yang digagas oleh Taqiyyuddin di Indonesia secara utuh merupakan hal yang tidak mungkin terwujud. Namun, adanya berbagai model kurikulum yang khas dan berbeda-beda memberikan peluang sebuah negara untuk melakukan perbandingan sehingga dapat menyempurnakan beberapa komponen dalam hal kurikulum itu sendiri.
Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Islam, Khilafa
علل النحوية فى اللغة العربية أنواعها وخصائصها
العرب أهم أمة قديمة العهد لا يزال جيلها متميزا وأصل مواطنها شبه الجزيرة العربية، وكانوا ينطقون باللغة العربية وهي احدى اللغات السامية وأقربها إلى أصلها. واللغة العربية فيها علوم متنوعات منها علم النحو وهو علمٌ بأصولٍ تُعرف بها أحوالُ الكلمات العربية من حيث الإعراب والبناء حيث ما يَعرضُ لها في حال تركيبها. وفيهِ نعرِف ما يجب عليه أن يكون آخرُ الكلمة من رفع، أو نصب، أو جرّ أو جزمٍ، أولزومِحالةٍ واحدةٍ، بَعد انتظامها في الجملة. يقول التهاونى صاحب (كشاف اصطلاحات الفنون): علم النحو ويسمى علم الإعراب أيضا، والبحوث فى علم النحو لا يكتفى فى بحث أقسام الكلام و الفاعل والمفعول، ولكن يبحث فيه عن العلل. هذه إحدى البحوث التى بحث النحاة. بدأ البحث عن العلة في لغة العرب وأساليبهم منذ القرن الثاني الهجري، ويعتقد أن أول من تحدث و توسّع في العلل النحوية هو عبد الله بن أبي إسحاق الحضرامي، قال ابن سلام الحجمي: "عبد الله بن إسحاق الحضرامي كان أول من بعج النحو ومدّ القياس والعلل." ثم ظهرت العلل في أوضح صورها وأشدّها توسعا عند الخليل وسيبويه
Implementasi Quantum Learning dalam Mata Pelajaran Al-Quran Hadis
Abstract
Education has been explained in the Constitution as a conscious effort to prepare students to believe, understand, appreciate and practice Islam through guidance, teaching and / or training activities by paying attention to the guidelines for respecting other religions in the relationship between religious harmony in the community to realize national unity. Education in Indonesia is inseparable from Islamic education and character. Where in it has been divided into several categories of Islamic education such as Al-Quran Education Hadith, Aqeedah, Fiqh, Worship and Islamic Cultural History. In this case religious education aims to strengthen the faith and devotion to Allah SWT. This journal specializes in learning Al-Quran Hadith, which in this study discusses the Koran and Hadith and its blessings. The quantum learning method is a tip, a guide, a strategy, and an entire learning process that can sharpen understanding and memory, and make learning a pleasant and useful process. Using the quantum learning method obtained from the study of journals and research methods on one of Muhammadiyah schools in Yogyakarta, it was concluded in this journal that the awareness of learning the Koran and Hadith is very low because learning is monotonous and not forced. The quantum learning method is introduced in Indonesian education because it is effective in creating a pleasant learning atmosphere for students and can be long term memory or can be remembered longer.
Pendidikan telah dijelaskan dalam Undang-Undang Dasar sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari pendidikan budi pekerti dan Agama Islam. Dimana didalamnya telah dibagi menjadi beberapa kategori pendidikan islam seperti Pendidikan Al-Quran Hadis, Aqidah, Fiqh, Ibadah dan Sejarah Kebudayaan Islam. Dalam hal ini pendidikan agama bertujuan untuk memperteguh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jurnal ini mengkhususkan mengenai pembelajaran Al-Quran Hadis, yang mana dalam pembelajaran ini membahas mengenai Al-Quran dan Hadis dan keterkatannya. Metode quantum learning adalah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan menggunakan metode quantum learning yang didapatkan dari telaah jurnal dan metode penelitian terhadap salah satu sekolah muhammadiyah di Yogyakarta, disimpulkan dalam jurnal ini bahwa kesadaran belajar al-quran dan hadis sangat rendah karena pembelajaran yang monoton dan tidak bersifat memaksa. Metode pembelajaran quantum learning dikenalkan dalam pendidikan Indonesia karena sifatnya yang efektif untuk menciptakan suasana belajar peserta didik yang menyenangkan dan dapat bersifat long term memory atau dapat diingat lebih lama.
 
Pemberian Kompensasi yang Adil
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor terpenting dalam sebuah organisasi atau lembaga. Organisasi memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan agar bisa membentuk anggota yang memiliki kinerja bagus dalam melaksanakan tugas demi mencapai tujuan.
Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sebuah organisasi atau lembaga sangat bergantung pada motivasi setiap individu dalam melakukan sesuatu. Salah satu yang memengaruhi motivasi Sumber Daya Manusia (SDM) di sebuah organisasi atau lembaga adalah kompensasi yang diberikan kepadanya. Seorang anggota dalam sebuah organisasi akan melakukan pekerjaan dengan baik jika imbalan atau kompensasi yang diberikan kepadanya sepadan dengan apa yang telah ia korbankan atau berikan untuk organisasi tersebut. Kompensasi memang bukan satu-satunya faktor yang bisa memengaruhi motivasi kerja seseorang, namun tanpa adanya kompensasi yang adil maka sebuah organisasi atau lembaga akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada memiliki motivasi yang rendah dalam bekerja sehingga kinerja yang dihasilkan-pun buruk.
Lembaga pendidikan merupakan salah satu bentuk organisasi pendidikan. Ada yang formal, informal, dan non-formal. Ada juga yang dibedakan menjadi negeri dan swasta. Dalam kenyataannya, kita juga temukan pembedaan lembaga pendidikan menjadi lembaga pendidikan umum dan agama. Pemberian kompensasi di lembaga pendidikan negeri mungkin sudah diatur dengan sedemikian rupa oleh pemerintah, namun tidak dengan lembaga pendidikan swasta yang tidak memiliki aturan baku dalam pemberian kompensasi. Pemberian kompensasi di lembaga pendidikan khususnya di lembaga pendidikan Islam juga tidak banyak yang memiliki sistem pemberian kompensasi yang baku. Namun, setidaknya sistem pemberian kompensasi yang ada di lembaga pemerintahan dapat dianut oleh lembaga-lembaga swasta, demikian juga di lembaga pendidikan khususnya di lembaga pendidikan Islam.
Dalam makalah ini, penulis akan membahas tema tentang analisis pemberian kompensasi di lembaga pendidikan Islam. Melihat belum adanya teori-toeri tentang kompensasi di lembaga pendidikan Islam secara khusus, maka penulis mengambil teori-teori tentang kompensasi di dunia bisnis atau dalam ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) secara umum. Hal ini dimaksudkan agar dapat diadopsi dan diterapkan di lembaga pendidikan Islam. Semua upaya ini dilakukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di lembaga pendidikan Islam sehingga dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tersebut dapat menciptakan lulusan yang berkualitas jugaSumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor terpenting dalam sebuah organisasi atau lembaga. Organisasi memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan agar bisa membentuk anggota yang memiliki kinerja bagus dalam melaksanakan tugas demi mencapai tujuan.
Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sebuah organisasi atau lembaga sangat bergantung pada motivasi setiap individu dalam melakukan sesuatu. Salah satu yang memengaruhi motivasi Sumber Daya Manusia (SDM) di sebuah organisasi atau lembaga adalah kompensasi yang diberikan kepadanya. Seorang anggota dalam sebuah organisasi akan melakukan pekerjaan dengan baik jika imbalan atau kompensasi yang diberikan kepadanya sepadan dengan apa yang telah ia korbankan atau berikan untuk organisasi tersebut. Kompensasi memang bukan satu-satunya faktor yang bisa memengaruhi motivasi kerja seseorang, namun tanpa adanya kompensasi yang adil maka sebuah organisasi atau lembaga akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada memiliki motivasi yang rendah dalam bekerja sehingga kinerja yang dihasilkan-pun buruk.
Lembaga pendidikan merupakan salah satu bentuk organisasi pendidikan. Ada yang formal, informal, dan non-formal. Ada juga yang dibedakan menjadi negeri dan swasta. Dalam kenyataannya, kita juga temukan pembedaan lembaga pendidikan menjadi lembaga pendidikan umum dan agama. Pemberian kompensasi di lembaga pendidikan negeri mungkin sudah diatur dengan sedemikian rupa oleh pemerintah, namun tidak dengan lembaga pendidikan swasta yang tidak memiliki aturan baku dalam pemberian kompensasi. Pemberian kompensasi di lembaga pendidikan khususnya di lembaga pendidikan Islam juga tidak banyak yang memiliki sistem pemberian kompensasi yang baku. Namun, setidaknya sistem pemberian kompensasi yang ada di lembaga pemerintahan dapat dianut oleh lembaga-lembaga swasta, demikian juga di lembaga pendidikan khususnya di lembaga pendidikan Islam.
Dalam makalah ini, penulis akan membahas tema tentang analisis pemberian kompensasi di lembaga pendidikan Islam. Melihat belum adanya teori-toeri tentang kompensasi di lembaga pendidikan Islam secara khusus, maka penulis mengambil teori-teori tentang kompensasi di dunia bisnis atau dalam ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) secara umum. Hal ini dimaksudkan agar dapat diadopsi dan diterapkan di lembaga pendidikan Islam. Semua upaya ini dilakukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di lembaga pendidikan Islam sehingga dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tersebut dapat menciptakan lulusan yang berkualitas jug
Urgensi Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Tata Bahasa Arab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Syaikh Zainuddin NW Anjani
Peran media sangat menentukan sebuah keberhasilan pembelajaran, lebih-lebih itu pelajaran Bahasa Arab. Apalagi pelajaran tersebut diajarkan kepada anak-anak. Pelajaran Bahasa Arab tersebut mudah diserap oleh anak-anak jika kosa kata yang ingin diajarkan itu disertai dengan media yang paling mudah untuk dicerna. Dengan demikian, tentunya dapat tergambar betapa pentingnya media untuk menyampaikan sebuah pesan, terutama jika audiens pesan tersebut adalah anak-anak. Penelitian ini berjudul Urgensi Multimedia Interaktif untuk Meningkatan Pemahaman Materi Tata Bahasa arab pada Madrasah Ibtidaiyah Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam hal ini adalah difokuskan pada pengembangan media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif disesuaikan dengan materi yang diajarkan pada siswa kelas lima V MI. Penelitian dilaksanakan di MI Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur tahun 2018. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas lima A dan B berjumlah 51 orang. Sasaran penelitian ini merupakan satu obyek penelitian sekaligus sebagai pengguna media Multimedia interaktif saat aktivitas pembelajaran tata bahasa Arab berlangsung. Dalam penelitian ini melibatkan ahli media dalam proses pembuatan, dan dosen bidang studi bahasa Arab. Adapun hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media interaktif dalam pembelajaran tata bahasa Arab dapat meningkatkan pemahaman siswa, hal ini terbukti dari hasil nilai tes yaitu dari post tes, latihan soal dan free tes yaitu interval nilai yang dicapai kelas VA bervariasi, walaupun demikian pencapaian hasil yang diharapkan sudah sesuai dengan standar kompetensi atau standar ketuntasan, walaupun ada lima orang siswa yang masih mendapatkan nilai kurang dari 70. Dan 20 orang siswa menperoleh nilai 70- 90. Dan nilai untuk kelas V B juga menunjukan hal yang sama walaupun ada perbedaan tingkat pencapaian seperti Dari 25 orang siswa ada delapan siswa yang mencapai nilai di bawah 70, dan yang lainnya memperoleh nilai 70 sampai 90. walaupun demikian tetap ada peningkatan pemahaman siswa pada materi tata bahasa arab (nahwu)
KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU LULUSAN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI BERANGAH
Abstrak: Kinerja Kepala sekolah merupakan salah satu upaya kepala sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan pada Sekolah Dasar Negeri Berangah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, TU, dan Dewan Guru. Hasil Penelitian ini menemukan: 1. kemampuan kepala sekolah terhadap peningkatan mutu lulusan sudah memenuhi kriteria lulusan karena Kepala sekolah telah menjalankan beragam kemampuan yang dapat menunjang terhadap pencapaian peningkatan mutu lulusan tersebut, baik kemampuan sebagai pendidik, manager, administator, supervisor, leader, maupun innovator. 2. Dalam pelaksanaannya tentusaja memerlukan motivasi (kemauan) Kepala sekolah dan semua warga sekolah untuk mewujudkan kualitas lulusan yang bemutu. 3. Kepala sekolah mampu untuk mengidentifikasi berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi sekolah, sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengambil berbagai keputusan yang menyangkut peningkatan mutu lulusan. Dalam pelaksaan tersebut tentu saja berbagai upaya memerlukan sebuah komitmen bersama dari semua warga sekolah agar tercapainya mutu lulusan secara optimal di sekolah tersebut
Landasan Filosofis Pendidikan Agama Islam: Telaah Kajian Teoritik dalam Upaya mempekokoh Landasan Filsafat Pendidikan Islam
Tulisan ini memuat kajian filsafat pendidikan Islam yang secara khusus bertujuan ingin melihat secara lebih dalam mengenai upaya memperkokoh landasan filosofis pendidikan Islam dalam sebuah kerangka keilmuwan yang digambarkan oleh Muhammad Jawwad Ridla yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu Agama Islam. Adapun pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan metodik. Pendekatan ini digunakan untuk mencari dan menemukan hakikat kebenaran dan hasil yang sesui (relevan) dengan maksud dari permasalahan yang diajukan. Berdasarkan hal itu, maka kesimpulan dalam tulisan ini adalah terdapat beberapa landasan pokok yang dapat dijadikan sebagai bangunan dasar untuk memahami tentang hakikat pendidikan Islam diantaranya adalah ontologi ilmu agama Islam, epistemologi ilmu agama Islam, dan aksiologi ilmu agama Isla
The Abilities of English and Asean Economic Community; The Challenges for Islamic High School Students
Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan sebuah istilah yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Istilah ini seringkali muncul diberbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Istilah ini tentu sangat identik dengan istilah yang telah terlebih dahulu lahir dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Jurnal ini mengupas bagaiman a kemapuan bahasa Inggris mahasiswa yang hususnya pada perguruan tinggi islam yang mana akan menjadi tantangan dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif dengan wawancara perwakilan 5 mahasiswa dan 1 dosen Bahasa Inggris di 5 perguruan islam swasta di pulau lombok. Berdasarkan hasil wawancara pada bulan Desember 2018, bahwa: a. BahasaInggris belum menjadi perioritas dalam pengembangan perguruan tinggi, b. Kemampuan mahasiswa masih lemah dalam bahsa inggris, c. MEA tidak dianggap sebagai tantangan besar dalam pengembangan ekonomi.
The ASEAN Economic Community is a term that we often hear lately. This term often appears in various types of media both print and electronic. The term is certainly very synonymous with the term that was first born as the European Economic Community (EEC). This journal explores how the ability of English students specifically in Islamic higher education will be a challenge in facing the Asean Economic Community. The method used is a qualitative method by interviewing representatives of 5 students and 1 English lecturer in 5 private Islamic colleges on Lombok island. Based on the results of interview on December 2018, they are: a. English has not become a priority in the development of universities, b. Student ability is still weak in English, c. MEA is not considered a big challenge in economic development