Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Pengaruh Menghafal Al-Quran Terhadap Kemampuan Berbahasa Arab Pada Santri Binaan Tahfizh Al-Quran
Pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela Kota Bima khususnya bagi santri binaan tahfizh Al-quran masih menghadapi berbagai kendala terutama dalam meningkatkan kemampuan santri dalam berbahasa Arab tentunya hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurang tersedianya fasilitas yang memadai, lingkungan berbahasa yang kurang aktif, kurangnya motivasi dalam diri para santri serta kurangnya perbendaharaan kosa kata yang dimiliki. Untuk itu perlu diupayakan sebuah solusi mengenalkan dan mengajarkan bahasa Arab kepada pengguna bahasa Arab. Diantaranya adalah dengan menghafal Al-quran karena bahasa Arab merupakan bahasa al-Qur Al-quran. Karena, menghafal Al-quran tidak hanya memberikan keutamaan untuk akhirat saja, tetapi menghafal Al-quran merupakan ciri orang yang diberi ilmu dan dijamin urusan dunianya oleh Allah SWT. Selain itu, kebiasaan menghafal Al-quran ini dapat lebih mengakrabkan penghafalnya dengan bahasa Al-quran yaitu bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menghafal Al-quran terhadap kemampuan berbahasa Arab pada santri binaan tahfizh Al-quran Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela Kota Bima. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, metode tes, observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data statistik dengan menampilkan data dalam bentuk angka-angka dengan menggunakan rumus product moment. Setelah indeks korelasi dimasukkan ke dalam rumus product moment dan mendapatkan hasil korelasi sebesar 0,778. Selanjutnya menentukan besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dicari sebagai berikut: r²x 100 % = 0,778² x 100 % = 0,605 x 100 % = 60,5 %. Artinya variabel menghafal Al-quran (X) berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa Arab (Y) pada santri binaan tahfizh Al-quran Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela Kota Bima. Berdasarkan perhitungan 5 % dan n = 21, df = n-2 = 21-2 = 19 sehingga diperoleh ttabel =2,093, maka Ho ditolak, artinya thitung 4,970 ≥ ttabel 2,093. Artinya ada hubungan yang signifikan yaitu pengaruh menghafal Al-quran terhadap kemampuan berbahasa Arab pada santri binaan tahfizh Al-quran Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela Kota Bima
Konsep Pemikiran Doni Koesoema Albertus Tentang Pendidikan Karakter Ditinjau Dari Pandangan Pendidikan Islam
Character education according to Doni Koesoema Albertus' view is that which comes from rational or personal reasoning with various dimensions, both from within and from outside one's self. In the view of Islamic education, the basis of character education is the Al-Quran and As-Sunnah. Character according to Doni Koesoema Albertus is the reality of the child's ability in his own observations. Meanwhile, in the view of Islamic education, the factors that influence character are behavior or habits. According to Doni Koesoema Albertus is to motivate educational performance and as a demand in society. Meanwhile, according to the view of Islamic education, the purpose of character education is character education in the family, local, national and international environment through customs, laws and orders between nations; develop consistent character or character in making decisions in social life; to deal with problems in society rationally; use good experiences for the formation of awareness and responsibility for their actions.
The teacher referred to in Doni Koesoema Albertus's thinking is a teacher as a character educator in society who is characterized by changing values to increase vision and inspiration for the performance of educational institutions. Whereas in the view of Islamic education, the teacher is a reciprocal relationship that aims to change the behavior of students towards moral maturity that is capable and provides a number of knowledge and guides them. according to Doni Koesoema Albertus is to find out the extent of the character possessed by students. Meanwhile, in the view of Islamic education, the evaluation of character education is intended to determine success in teaching, with indicators of the character that students can have.Pendidikan karakter menurut pandangan Doni Koesoema Albertus adalah yang berasal dari rasional atau akal pribadi dengan berbagai macam dimensi, baik dari dalam maupun dari luar pribadinya. Pandangan pendidikan Islam, dasar pendidikan karakter adalah Al-quran dan Sunnah. karakter menurut Doni Koesoema Albertus adalah realitas kemampuan anak dalam pengamatannya sendiri. Sedangkan dalam pandangan pendidikan Islam, faktor yang mempengaruhi karakter adalah tingkah laku atau kebiasaan. Menurut Doni Koesoema Albertus adalah untuk memotivasi kinerja pendidikan dan sebagai tuntutan dalam masyarakat. Sedangkan, menurut pandangan pendidikan Islam, tujuan pendidikan karakter adalah penddikan karakter di lingkungan keluarga, local, nasional, dan internasional melalui adat istiadat, undang-undang, dan tatanan antar bangsa; mengembangkan watak atau tabiatnya secara konsisten dalam mengambil keputusan kehidupan bermasyarakat; untuk menghadapi masalah dalam masyarakat secara rasional; menggunakan pengalaman yang baik bagi pembentukan kesadaran dan tanggung jawab terhadap tindakannya.
Guru yang dimaksud dalam pemikiran Doni Koesoema Albertus adalah guru sebagai pendidik karakter dalam sebuah masyarakat yang ditandai dengan perubahan nilai-nilai untuk meningkatkan visi dan inspirasi jiwa bagi kinerja lembaga pendidikan. Sedangkan dalam pandangan pendidikan Islam, guru adalah adanya hubungan timbal balik yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku anak didik ke arah kedewasaan susila yang cakap dan memberikan sejumlah ilmu pengetahuan dan membimbingnya. menurut Doni Koesoema Albertus adalah untuk mengetahui sejauh mana karakter yang dimiliki oleh anak didik. Sedangkan, dalam pandangan pendidikan Islam, evaluasi pendidikan karakter ditujukan untuk mengetahui keberhasilan dalam mengajar, dengan indikator karakter yang dapat anak didik
PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI MTs MU’ALIMAT NW ANJANI
Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui kebijakan pelaksanaan pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, untuk mengetahui desain pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan danuntuk mengetahui implikasi pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Penelitian ini dilakukan di MTs Muallimat NW Anjani menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah, ekstrakurikuler keagamaan yang ada di MTs Muallimat NW Anjani ialah, Pelatihan ibadah perorangan atau jama’ah, Tilawah dan Tahsin Al-Qur’an, Peringatan hari-hari besar Islam, Rebana/Hadrah dan Tahfidz Al-Qur’an. Desain pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ialah, Pembinaan dengan pembiasaan, pembinaan dengan keteladanan dan pembinaan dengan memberikan nasehat seadangkan Implikasi pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler peningkatan akhlak siswa, menambah wawasan, membangkitkan keyakinan beragama, menanamkan etika pergaulan dan menanamkan kebiasaan yang baik serta bisa menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun)Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui kebijakan pelaksanaan pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, untuk mengetahui desain pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan danuntuk mengetahui implikasi pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Penelitian ini dilakukan di MTs Muallimat NW Anjani menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah, ekstrakurikuler keagamaan yang ada di MTs Muallimat NW Anjani ialah, Pelatihan ibadah perorangan atau jama’ah, Tilawah dan Tahsin Al-Qur’an, Peringatan hari-hari besar Islam, Rebana/Hadrah dan Tahfidz Al-Qur’an. Desain pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ialah, Pembinaan dengan pembiasaan, pembinaan dengan keteladanan dan pembinaan dengan memberikan nasehat seadangkan Implikasi pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler peningkatan akhlak siswa, menambah wawasan, membangkitkan keyakinan beragama, menanamkan etika pergaulan dan menanamkan kebiasaan yang baik serta bisa menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun
Kesatuan Ilmu dalam Bingkai Pemikiran Pendidikan Islam Perspektif Ismail Raji al-Faruqi
Al-Faruqi sebagai salah satu tokoh filsuf muslim yang dapat mengembangkan refleksi Islam modern. Inisiatif dari al-Faruqi begitu sangat genius pada saat menyelesaikan suatu permasalahan-permasalahan yang sedang dialami oleh penganut muslim. Hasil buah pikiran al-Faruqi tentang Islamisasi sains adalah proses ikhtiar untuk menetralkan sekaligus meminimalisirkan perihal pengaruh ilmu sains serta menempatkan Islam sebagai refleksi ilmu sains atau landasan dalam ilmu sains. Selain itu, sebagai cara untuk menyucikan ideologi-ideologi muslim dan sungguh-sungguh suci atau bersih terhadap teori yang sekuler. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian konseptual, sumber datanya didapat dari bahan-bahan pustaka, dan paling terutama pada salah satu karya Ismail Raji al-Faruqi serta didukung oleh data-data yang selaras dengan pembahasan ini. Dari hal tersebut, al-Faruqi dalam mengislamisasikan sains berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah, selain itu tauhid juga sebagai pandangannya dalam penyatuan disiplin bidang keIslaman dengan bidang sains. Melalui itu, patut dengan adanya sebuah tujuan untuk pemutakhiran dalam integralisasi ilmu, seperti halnya dilambungkan oleh al-Faruqi, teori islamisasi sains yang dapat mengantarkan ekspansi sains pada derajat yang sesungguhnya. Namun, agar mencapai tujuan tersebut, al-Faruqi menyusun 12 gerakan yang harus dilakukan secara runtut dalam islamisasi sains serta perihal tersebut perlu untuk diimplementasikan didalam lingkungan pendidikan Islam.Al-Faruqi was one of the Moeslim philosopher who had developed reflexion of modern Islam. His initiative was so genious when solving problems that happened to moeslims. His idea about science Islamization was the effort process to neutralized and minimalized the effect of science and to put Islam as science reflexion or science base. Besides, it was as a way to make moeslim ideology hallow and truly holy against secular theory. This research used type of conceptual research, the data source obtained from literature review and the main source was from Ismail Raji Al-Faruqi masterpiece and supported by conformable data with the discussion. From that, he islamized science based on Al-Quran and As-Sunnah, furthermore monotheism and also his viewpoint in combining the dicipline of Islam and scientific field. Through it, by existance the purpose to upgrade knowledge integralization, as well as his statement, theory of science Islamization could deliver science expansion to the real level. But, in order to reach the purpose, Al-Faruqi compiled twelve actions that should be implemented in Islamic education surrounding
Penggunaan Metode Menggabungkan Media Gambar dengan Kartu Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal pada Siswa di MTs Negeri Sidoarjo
Kegiatan Menghafal dengan metode menggabungkan media gambar dengan kartu huruf dimaksudkan untuk mempermudah anak mengingat simbol huruf dengan membandingkan media gambar yang dilihat, sehingga meningkatkan belajar Menghafal pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan belajar Menghafal melalui metode menggabungkan media gambar dengan kartu huruf pada Siswa MTS Negeri Sidoarjo, juga untuk mengetahui langkah-langkah metode menggabungkan media gambar dengan suku kata dapat meningkatkan belajar Menghafal Pada Siswa MTS Negeri Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan satu siklus terdiri atas empat langkah yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah Siswa MTS Negeri Sidoarjo yang berjumlah 15 anak yang terdiri dari 6 perempuan dan 9 laki-laki. Pada penelitian ini menggunakan 2 siklus dengan hasil pra siklus sebanyak 34% yang bisa Menghafal, pada siklus I ada peningkatan menjadi 60%, karena capaian keberhasilan harus 80% maka dilakukan siklus II sehingga terjadi peningkatan 93%. Dari hasil penelitian di atas maka metode menggabungkan media gambar dengan suku kata dapat meningkatkan belajar Menghafal pada Siswa MTS Negeri Sidoarjo. Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk lebih inovatif dan kreatif sehingga menjadikan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif dalam rangka meningkatkan minat Menghafal pada anak
PENINGKATAN KUALITAS PENYUSUNAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN GUGUS MAMBEN LAUK KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Permasalahan dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah kualitas RPP tematik guru-guru SD Keamatan Wanasaba masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas Penyusunan RPP Guru-Guru Kecamatan Wanasaba tahun pelajaran 2020/2021 melalui supervisi akademik. Subyek dalam penelitian ini adalah guru-guru yang ada di gugus Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2020 dengan tujuan RPP yang dibuat dapat digunakan dalam tahun pelajaran 2020/2021. Kegiatan penelitian meliputi (1) tahap persiapan proposal (2) membuat instrumen (3) pelaksanaan supervisi akademik secara kelompok (Penataran tingkat lokal) dalam siklus I dan supervisi akademik secara individu (percakapan individu) dalam siklus II (4) menganalisa data (5) pembahasan (6) membuat laporan. Penelitian tindakan sekolah (PTS) termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan Analisis Diskrptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I teknik penataran tingkat lokal dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Supervisi akademik secara kelompok (penataran tingkat lokal). Hasil penelitian siklus I RPP yang dibuat oleh guru-guru masih belum maksimal maka perlu diadakan supervisi lagi pada siklus II yaitu pelaksanaan tindakan supervisi secara individual (percakapan individu). Hasil rata-rata kualitas RPP pada kondisi awal 58,5 (kategori kurang) Hasil rata-rata kualitas RPP pembelajaran tematik pada siklus I 75,6 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal 29,3 %. Sedangkan hasil rata-rata kualitas RPP pada siklus II 85,22 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I 13%.Permasalahan dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah kualitas RPP tematik guru-guru SD Keamatan Wanasaba masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas Penyusunan RPP Guru-Guru Kecamatan Wanasaba tahun pelajaran 2020/2021 melalui supervisi akademik. Subyek dalam penelitian ini adalah guru-guru yang ada di gugus Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2020 dengan tujuan RPP yang dibuat dapat digunakan dalam tahun pelajaran 2020/2021. Kegiatan penelitian meliputi (1) tahap persiapan proposal (2) membuat instrumen (3) pelaksanaan supervisi akademik secara kelompok (Penataran tingkat lokal) dalam siklus I dan supervisi akademik secara individu (percakapan individu) dalam siklus II (4) menganalisa data (5) pembahasan (6) membuat laporan. Penelitian tindakan sekolah (PTS) termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan Analisis Diskrptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I teknik penataran tingkat lokal dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Supervisi akademik secara kelompok (penataran tingkat lokal). Hasil penelitian siklus I RPP yang dibuat oleh guru-guru masih belum maksimal maka perlu diadakan supervisi lagi pada siklus II yaitu pelaksanaan tindakan supervisi secara individual (percakapan individu). Hasil rata-rata kualitas RPP pada kondisi awal 58,5 (kategori kurang) Hasil rata-rata kualitas RPP pembelajaran tematik pada siklus I 75,6 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal 29,3 %. Sedangkan hasil rata-rata kualitas RPP pada siklus II 85,22 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I 13%
PENGGUNAAN PENDEKATAN PAKEM SEBAGAI UPAYA MEUJUDKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SDN 2 WANASABA LAUK KECAMATAN WANASABA LOMBOK TIMUR TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Tujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk: a) Meningkatkan pemahaman Guru SDN 2 Wanasaba Lauk dalam mengembangkan PAKEM; b) Meningkatkan keterampilan Guru SDN 2 Wanasaba Lauk dalam mengembangkan PAKEM; dan, 3) Meningkatkan keterlaksanaan nilai pembangunan karakter bangsa dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan tujuan umum dari kegiatan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui model integrasi penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam dalam kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Wanasaba Lauk. Simpulan yang diperoleh dari kegiatan PTS ini adalah 1) Kegiatan bimbingan penerapan PAKEM bagi guru SD yang dilaksanakan kepala SDN 2 Wanasaba Lauk telah terlaksana dengan baik dan memberi kontribusi terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru tentang penerapan pendekatan PAKEM dalam kegiatan belajar mengajar. 2) Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman dan keterampilan guru tentang penerapan PAKEM dalam kegiatan belajar mengajar berimplikasi pada peningkatan partisipasi atau keaktifan siswa serta terhadap keterlaksanaan nilai-nilai pembangunan karakter bangsa, seperti nilai kerja keras, kerjasama, saling menghargaidansebagainyaTujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk: a) Meningkatkan pemahaman Guru SDN 2 Wanasaba Lauk dalam mengembangkan PAKEM; b) Meningkatkan keterampilan Guru SDN 2 Wanasaba Lauk dalam mengembangkan PAKEM; dan, 3) Meningkatkan keterlaksanaan nilai pembangunan karakter bangsa dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan tujuan umum dari kegiatan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui model integrasi penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam dalam kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Wanasaba Lauk. Simpulan yang diperoleh dari kegiatan PTS ini adalah 1) Kegiatan bimbingan penerapan PAKEM bagi guru SD yang dilaksanakan kepala SDN 2 Wanasaba Lauk telah terlaksana dengan baik dan memberi kontribusi terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru tentang penerapan pendekatan PAKEM dalam kegiatan belajar mengajar. 2) Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman dan keterampilan guru tentang penerapan PAKEM dalam kegiatan belajar mengajar berimplikasi pada peningkatan partisipasi atau keaktifan siswa serta terhadap keterlaksanaan nilai-nilai pembangunan karakter bangsa, seperti nilai kerja keras, kerjasama, saling menghargaidansebagainy
Pengembangan Kurikulim PAI Model Kurikulum 2013
Abstract: The moral crisis that has occurred recently is because the previous curriculum, is still based on the transfer of knowledge or cognitive aspects, so a curriculum that is a able to overcome these problems is needed.The curriculum in question is the 2013 Islamic Education Model Curriculum, which is better known as Islamic religious education and manner. The purpose of this paper is to examine the development of Islamic Religious Education curriculum model 2013. This research uses literature study with data analysis technique used is content analysis technique. The results of this study indicate that the development of Islamic religious education curriculum and character examines 5 components including: 1)the purpose of this Islamic religious education curriculum and manner emphasizes the formation of students who have noble character and are religiously obedient. 2) the material in the curriculum develops three realms, namely the domains of attitudes, knowledge and skills. 3) Strategy/methods should use a scientific curriculum approach. 4) the curriculum organization developed is an integrated curriculum model. 5) evaluation activities cover three domains.Keywords: Curriculum Development, Islamic Religious Education and Manner, 2013 Curriculum ModelAbstrak: Krisis moral yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan karena kurikulum sebelumnya seperti kurikulum KTSP masih berpatokan pada transfer Knowledge atau aspek kognitif, sehingga diperlukanlah kurikulum yang mampu mengatasi problema tersebut. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum pendidikan agama Islam model kurikulum 2013 yang lebih dikenal dengan PAI dan budi pekerti. Tujuan dari penulisan ini adalah mengkaji pengembangan PAI model kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI dan budi pekerti mengkaji 5 komponen diantaranya: 1) tujuan kurikulum PAI dan budi pekerti menekankan kepada pembentukan peserta didik yang berkarakter dan taat pada agama. 2) materi pada kurikulum tersebut mengembangkan 3 ranah yaitu ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. 3) strategi/metode hendaknya menggunakan pendekatan kurikulum saintifik. 4) organisasi kurikulum yang dikembangkan adalah model kurikulum terpadu. 5) kegiatan evaluasi mencangkup 3 ranah
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE AXIO TEACHING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN 2 TEMBENG PUTIK KEC.WANASABA
Peneliti ini bertujuan untuk mengadakan penelitian guna untuk mengetahui: 1. cara meningkatkan penguasaan siswa Kelas III SDN 2 Tembeng Putik pada materi pembelajaran dengan menggunakan metode Axio teaching. 2. cara penyampain materi pembelajaran agar penguasaan siswa Kelas III SDN 2 Tembeng Putik lebih meningkat dengan menggunakan metode AxioTeaching. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari hasil penelitian mengenai perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :1. Motivasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sangat perlu diberikan dalam setiap proses belajar mengajar karena akan mendorong keberhasilan dalam kegiatan PBM tersebut, 2.Penjelasan guru harus dilakukan dengan jelas dan terinci, 3. Penggunaan media dan alat peraga serta metode merupakan hal yang sangat penting dalam menyampaikan materi sehingga mudah dipahami oleh peserta didik, 4. Mengajar dengan metode Inquiry sangat cocok untuk memperbaiki penguasaan materi pada siswaPeneliti ini bertujuan untuk mengadakan penelitian guna untuk mengetahui: 1. cara meningkatkan penguasaan siswa Kelas III SDN 2 Tembeng Putik pada materi pembelajaran dengan menggunakan metode Axio teaching. 2. cara penyampain materi pembelajaran agar penguasaan siswa Kelas III SDN 2 Tembeng Putik lebih meningkat dengan menggunakan metode AxioTeaching. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari hasil penelitian mengenai perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :1. Motivasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sangat perlu diberikan dalam setiap proses belajar mengajar karena akan mendorong keberhasilan dalam kegiatan PBM tersebut, 2.Penjelasan guru harus dilakukan dengan jelas dan terinci, 3. Penggunaan media dan alat peraga serta metode merupakan hal yang sangat penting dalam menyampaikan materi sehingga mudah dipahami oleh peserta didik, 4. Mengajar dengan metode Inquiry sangat cocok untuk memperbaiki penguasaan materi pada sisw
MENINGKATKAN KEGAIRAHAN BELAJAR SISWA SDN 2 KALIJAGA SELATAN KECAMATAN AIKMEL TAHUN PEMBELAJARAN 2021/2022
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan yang diperoleh dari hasil pengamatan awal yaitu: 1. Untuk mengetahui sejauhmana tingkat kegairahan belajar siswa Sekolah Dasar Negeri Nomor 2 Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2021/2022, 2. Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh strategi bimbingan belajar siswa terhadap peningkatan kegairahan belajar siswa Sekolah Dasar Negeri Nomor 2 Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). “Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara yang sangat strategis bagi guru untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan pendidikan bagi guru dalam konteks pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penerapan pada siklus I dan siklus II maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bahwa startegi pembelajaran yang variatif dan inovatif dapat mempengaruhi kegairahan belajar siswa SDN 2 Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel Tahun Pembelajaran 2021/2022. 2. Bahwa hasil peningkatan perkembangan kegairahan belajar siswa dalam megikuti pelajaran termasuk katagori cukup baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan yang diperoleh dari hasil pengamatan awal yaitu: 1. Untuk mengetahui sejauhmana tingkat kegairahan belajar siswa Sekolah Dasar Negeri Nomor 2 Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2021/2022, 2. Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh strategi bimbingan belajar siswa terhadap peningkatan kegairahan belajar siswa Sekolah Dasar Negeri Nomor 2 Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). “Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara yang sangat strategis bagi guru untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan pendidikan bagi guru dalam konteks pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penerapan pada siklus I dan siklus II maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bahwa startegi pembelajaran yang variatif dan inovatif dapat mempengaruhi kegairahan belajar siswa SDN 2 Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel Tahun Pembelajaran 2021/2022. 2. Bahwa hasil peningkatan perkembangan kegairahan belajar siswa dalam megikuti pelajaran termasuk katagori cukup baik