Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Naratif dalam bahasa indonesia melalui teknik Mind Mapping
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai peningkatanketerampilan menulis teks naratif dalam bahasa Indonesia tentang lingkungan sekolah melalui teknik mind mapping di kelas IV SDN 2 Semoyang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN2semoyang.Penelitian di kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan desain PenelitianTindakan Kelas menggunakan metode spiral atau siklus dari Stephen Kemmis danMC. Tanggart. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melalui tahapan perencanaan,pelaksanaan, dan observasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan instrument tes berupa soal pemahaman berupa uraian, instrumentpemantau tindakan pembelajaran menggunakan teknik mind mapping dan catatanlapangan. Hasil yang diperolehpenelitian ini adalah adanya peningkatan keterampilan pemahaman konsep siswapada materi lingkungan sekolahdengan menggunakan teknik mind mapping.Persentase kemampuan pemahaman konsep siswa pada siklus I 63,33%, dansiklus II mencapai 86,66%. Pemahaman siswa meningkat karena efektifitaspembelajaran melalui penerapan teknik mind mapping. Hasil dari data yangdikumpulkan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia padamateri lingkungan sekolahmenggunakan teknik mind mapping dapatmeningkatkan keterampilan pemahaman konsep siswa yang diukur melalui lembartes dan pengamatan tindakan yang dilakukan pada siklus I, dan siklus II. Implikasidari hasil penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep yang diperolehakan semakin meningkat jika dalam pembelajaran menggunakan teknik yangtepat, efektif, dan menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai peningkatanketerampilan menulis teks naratif dalam bahasa Indonesia tentang lingkungan sekolah melalui teknik mind mapping di kelas IV SDN 2 Semoyang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN2semoyang.Penelitian di kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan desain PenelitianTindakan Kelas menggunakan metode spiral atau siklus dari Stephen Kemmis danMC. Tanggart. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melalui tahapan perencanaan,pelaksanaan, dan observasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan instrument tes berupa soal pemahaman berupa uraian, instrumentpemantau tindakan pembelajaran menggunakan teknik mind mapping dan catatanlapangan. Hasil yang diperolehpenelitian ini adalah adanya peningkatan keterampilan pemahaman konsep siswapada materi lingkungan sekolahdengan menggunakan teknik mind mapping.Persentase kemampuan pemahaman konsep siswa pada siklus I 63,33%, dansiklus II mencapai 86,66%. Pemahaman siswa meningkat karena efektifitaspembelajaran melalui penerapan teknik mind mapping. Hasil dari data yangdikumpulkan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia padamateri lingkungan sekolahmenggunakan teknik mind mapping dapatmeningkatkan keterampilan pemahaman konsep siswa yang diukur melalui lembartes dan pengamatan tindakan yang dilakukan pada siklus I, dan siklus II. Implikasidari hasil penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep yang diperolehakan semakin meningkat jika dalam pembelajaran menggunakan teknik yangtepat, efektif, dan menyenangkan
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kolaboratif pada Siswa Kelas X IPA III SMAN 1 Hu’u Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018
Learning activities are processes that not only involve teachers and students, but also involve learning materials, methods, media and other learning environments. To achieve student learning outcomes based on the competencies expected to have, it must be supported by a good learning process. For a good learning process to take place, it requires learning materials, methods, and up-to-date learning media in addition to the support of competencies possessed by the teacher and student learning readiness. Thus, the teacher is required to be more creative and innovative especially in arranging learning materials, methods, and learning media into the learning model appropriately so that students can be expected to succeed, especially in the formation of life skills of students who are based on the surrounding environment. Given the role of learning models in determining the success of student learning, action research has been carried out to find out (a) improvement in PAI learning achievement by applying collaborative learning models to students of Class X IPA-1 at SMAN 1 Hu'u academic year 2018/2019; and (b) the influence of the collaboration learning model on PAI learning motivation in class X science-1 students of SMAN 1 Hu’u academic year 2018/2019.
To obtain the required data, the Islamic Religious Study Learning activities will be carried out by applying a collaborative learning model to students of Class X Science-1 of SMAN 1 Hu'u Academic Year 2018/2019. Learning activities take place in 3 (three) cycles, and each cycle consists of the plan stage, activities and observations, reflections, and revisions. Learning achievement data is obtained through the results of formative tests, while learning motivation data are collected using observation sheets of learning activities. based on the results of data analysis, it was found that student learning achievement had increased from cycle I to cycle III, namely, cycle I (73.17%), cycle II (82.93%), cycle III (95.12%). Thus, it can be concluded that the use of collaborative learning models can have a positive effect on PAI students' achievement and motivation for Class X Science 1 at SMAN 1 Hu’u Academic Year 2018/2019. As an implication, the collaborative learning model can be used as one of the alternative learning models in PAI learning.Kegiatan pembelajaran merupakan proses yang tidak hanya melibatkan guru dan siswa, tetapi juga melibatkan materi pembelajaran, metode, media dan lingkungan belajar lainya. Untuk mencapai hasil belajar siswa berdasarkan kompetensi yang diharapkan untuk dimiliki, maka harus didukung dengan proses pembelajaran yang baik pula. Untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang baik, diperlukan materi pembelajaran, metode, dan media pembelajaran yang mutakhir selain dukungan kompetensi yang dimiliki oleh guru dan kesiapan belajar siswa. Dengan demikian, maka guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif terutama dalam menata materi pembelajaran, metode, serta media pembelajaran ke dalam model pembelajaran secara tepat agar dapat diharapkan keberhasilan siswa terutama dalam pembentukan kecakapan hidup (life skill) siswa yang berpijak pada lingkungan sekitar. Mengingat peranan model pembelajaran dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, telah dilakukan penelitian tindakan (action research) untuk mengetahui (a) peningkatan prestasi belajar PAI dengan menerapkan model pembelajaran kolaborasi pada siswa Kelas X IPA-1 SMAN 1 Hu’u tahun pelajaran 2018/2019; dan (b) pengaruh model pembelajaran kolaborasi terhadap motivasi belajar PAI pada siswa kelasX IPA-1 SMAN 1 Hu’u tahun pelajaran 2018/2019.
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka akan dilaksanakan kegiatan pembelajaran Pensisikan Agama Islam dengan menerapkan model pembelajaran kolaborasi pada siswa Kelas X IPA-1 SMAN 1 Hu’u Tahun Pelajaran 2018/2019. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam 3 (tiga) siklus, dan setiap siklus terdiri dari tahap rencana, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Data prestasi beajar diperoleh melalui hasil tes formatif, sedangan data motivasi belajar dihimpun menggunakan lembar observasi kegiatan pembelajaran. berdasarkan hasil analisis data, didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (73,17%), siklus II (82,93%), siklus III (95,12%). Dengan demikian, maka disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kolaboratif dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar PAI siswa Kelas X IPA 1 SMAN 1 Hu’u Tahun Pelajaran 2018/2019. Sebagai implikasi, maka model pembelajaran kolaboratif dapat digunakan sebagai salah satu model pembelajaran alternatif pada pembelajaran PAI
Penanganan Jaminan Dalam Pembiayaan Bermasalah Di Koprasi Pesantren Darul Falah (Tinjauan Etika Bisnis Dalam Perspektif Islam)
Penelitian ini mengkaji tentang penanganan jaminan dalam pembiayaan bermasalah di koperasi pondok pesantren.n koperasi pondok pesantren dengan lokus penelitian di Koperasi Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram. Setidaknya penelitian ini berusaha memecahkan dua problem penting yaitu 1) Bagaimana Mekanisme pengelolaan koperasi Pondok Pesantren NU Darul Falah? Dan 2) Bagaimana penanganan jaminan dalam pembiayaan bermasalah di Koperasi Pesantren Darul Falah?.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-kualitatif yag lebih diarahkan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari perspektif partisipan dengan menggunakan pendekatan studi teoritis dan studi empiris. Teori yang digunakan adalah teori pembiayaan, teori koperasi dan teori etika bisnis Islam. Keseluruhan penelitian diperoleh melalui pengumpulan data dengan melakukan 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum maksimalnya kinerja pengurus koperasi pondok pesantren Darul Falah dalam menangani jaminan terhadap pembiayaan bermasalah dikarenakan belum adanya rumusan jelas dalam menangani hal itu. Sehingga masih banyak masalah yang belum selesai terkait dengan penangan jaminan dalam pembiayaan bermasalah.Dengan demikian, bisa dikatakan koperasi pesantren Darul Falah belum mampu menjalankan manajemen kepengurusan, pananganan jaminan dan pembiayaan bermasalah secara maksimal dan professional. Akan tetapi secara etis, sistem penangannya sudah sesuai dengan etikan bisnis dalam Isla
Strategi Dakwah Islamiyah dalam Toleransi Antar Ummat Beragama di Desa Tempos Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Strategi Dakwah para ulama dalam meningkatkan Toleransi antar beragama di Desa Tempos Kecamatan Gerung Lombok Barat. Kajian yang dilakukan menggunakan Dasar pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-sunnah beserta Ijtihad, dsamping itu dasarnya adalah bangunan Toleransi yang dibangun di dalamnya. Data dikumpulkan menggunakan Interview, Dokumentasi, dan Observasi, sedangkan data di analisis menggunakan Tekhnik Deduktif dan induktif. Berdasarkan penelitiang tersebut didapatkan hasil bahwa di Desa Tempos cukup berhasil membangun Toleransi Antar Ummat Bergama
Ontologi Pemikiran TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid tentang Pendidikan Pesantren
This paper discusses the study of philosophy, namely the ontology of TGKH thinking. M. Zainuddin Abdul Madjid about Islamic boarding school education. Furthermore this study examines the relevance of his educational thinking with education in Indonesia. The research methodology used is descriptive qualitative with a descriptive analysis approach. The results showed that TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid has succeeded in giving his education, guidance and education to the people of Lombok at that time with several concepts and practices, so that the people of Lombok have been able to understand and know about the teachings of Islam
Pendidikan Moral Terhadap Perilaku Siswa SMA Negeri 1 Kediri Lombok Barat Mataram NTB
adapi berbagai perubahan yang terjadi, bangsa Indonesia dihadapkan dengan berbagai persoalan termasuk persoalan moral. Krisis moral yang terjadi dan dapat dilihat pada hampir semua lapisan masyarakat, termasuk dikalangan pelajar.Pendidikan moral merupakan upaya untuk membantu subyek didik mengenal, menyadari pentingnya, dan menghayati nilai-nilai moral yang seharusnya dijadikan panduan bagi sikap dan perilakunya sebagai manusia, baik secara perorangan maupun bersama-sama dalam suatu masyarakat. Nilai moral mendasari prinsip dan norma hidup baik yang memandu sikap dan perilaku manusia sebagai manusia dalam hidupnya. Kualitas hidup seseorang sangat ditentukan oleh nilai-nilai, termasuk didalamnya nilai moral yang senyatanya dihayati sebagai pemandu serta penentu sikap dan perilakunya, baik dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, alam sekitar maupun dalam hubungnnya dengan Tuhan. Watak dan kepribadian seseorang dibentuk oleh nilai-nilai yang senyatanya dipilih, diusahakan, dan secara konsisten dihyati dalam tindakan. Dalam Sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan tegas merumuskan tujuan pendidikan, yaitu: mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Maksud manusia seutuhnya adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral luhur. Disamping itu juga memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pendidikan dan pengajaran sebenarnya suatu upaya membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik untuk meningkatkan kualitas perilakunya ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Jadi secara implicit pendidikan itu telah bermuatan untuk menanamkan kesadaran terhadap semua nilai-nilai kebaikan dan keburukan, sehingga diharapkan para lulusannya meningkatkan perilaku baiknya dari waktu ke waktu dan perilaku buruk berkurang sebanyak mungkin, jika tidak dapat dihapuskan sama sekali. Oleh karena itu di dunia ini masalah baik dan buruk itu tetap ada, dan manusia memang tidak sempurna seratus persen, artinya manusia memang memiliki kelebihan-kelebihan, tetapi juga tidak luput dari kelemahan-kelemahan. Oleh karenya selalu ada kemungkinan berbuat salah atau tidak baik, terlebih lagi dengan derasnya arus globalisasi tentulah akan membawa banyak pengaruh, baik pengaruh yang baik maupun pengaruh yang buruk, maka kemampuan memilih hal-hal yang baik perlu ditingkatkan terus menerus. Ada Beberapa pendidikan moral pada kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam di SMA Negeri 1 kediri Lombok Barat, dapat diketahui bahwa dalam melakukan internalisasi nilai-nilai moral peserta didik di SMA Negeri 1 kediri Lombok Barat,dilakukan melalui 4 (empat) tahap yaitu: 1) tahap pemberian pengetahuan, 2) tahap memahami, 3) tahap pembiasaan, dan 4) tahap transinternalisas
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM PRESPEKTIF SEJARAH
Bahasa Arab menjadi salah satu bahasa asing yang turut dipelajari di lembaga pendidikan di Indonesia. Pembelajaran Bahasa Arab pun tidak terlepas dari proses islamisasi di Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia yang menganut agama Islam membuat Bahasa Arab menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap penting, terutama dalam mengkaji sumber-sumber keagamaan. Maka dari itu, penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan bagaimana sejarah pembelajaran Bahasa Arab dan perkembangan Bahasa Arab di Indonesia. Pada proses pencarian sumbernya, penulis menggunakan teknik Studi Pustaka dan Metode Sejarah. Hasil dari penelitian ini ialah kegiatan pembelajaran Bahasa Arab sudah dilakukan semenjak abad ke-18 yang ditandai dengan berdirinya Lembaga Pendidikan Islam, seperti Pesantren, Meunasah dan Surau. Kegiatan ini pun erat kaitannya dengan proses islamisasi di Kepulauan Nusantara (Indonesia). Selama pergantian tahun terjadi perkembangan dalam metode pembelajaran dan pergantian kurikulum di Indoensia. Meski sudah dilakukan perubahan dan pergantian kurikulum, masih banyak siswa di Madrasah Tsanawiyah non asrama kurang menguasai Bahasa Arab dibandingkan siswa dari pesantren. Hal itu dikarenakan background pendidikan siswa sebelum memasuki Madrasah Tsanawiah (SD/MI). Diperlukan penggabungan antara metode pengajaran yang diberlakukan di Pesantren (sistem tradisional) dengan pengajaran di Madrasah Tsanawiyah non Asrama agar lebih efektif. Selain itu, perlu pula dibuat kelombok belajar antar siswa terkait mata pelajaran Bahasa Arab.Arabic is one of the foreign languages that is also studied in educational institutions in Indonesia. Learning Arabic is inseparable from the process of Islamization in Indonesia. The majority of Indonesian people who adhere to Islam make Arabic one of the subjects that are considered important, especially in studying religious sources. Therefore, this study seeks to reveal the history of Arabic learning and the development of Arabic in Indonesia. In the process of finding the source, the author uses the technique of Literature Studies and Historical Methods. The results of this study are Arabic learning activities have been carried out since the 18th century which was marked by the establishment of Islamic Educational Institutions, such as Islamic Boarding Schools, Meunasah and Surau. This activity is also closely related to the process of Islamization in the Archipelago (Indonesia). During the turn of the year there were developments in learning methods and curriculum changes in Indonesia. Although there have been changes and changes to the curriculum, there are still many students in non-dormitory Madrasah Tsanawiyah who are less proficient in Arabic than students from Islamic boarding schools. This is because the educational background of students before entering Madrasah Tsanawiah (SD/MI). It is necessary to combine the teaching methods applied in Islamic boarding schools (traditional systems) with teaching in non-dormitory Madrasah Tsanawiyah to be more effective. In addition, it is necessary to create study groups among students related to Arabic subjects
BAHASA ARAB DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT KOTA MATARAM ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA SERAPAN BAHASA ARAB PADA BAHASA INDONESIA
وإنما غرض من أغراض هذا البحث هو لوصف أشكال وأنواع الإختلاف عن كلمات إقتراضية اللغة العربية إلى اتصال باللغة الإندزنيسيا في المجتمعة مدينة ماترام. ومصدر هذا البحث كتب التي طبعتها وزاراة الدينية والثقافية عن الموضوع " بحث كلمات إقتراضية اللغة العربية في اللغة الإندونيسيا " إذن, إختار الباحث من حروف الأبجادية ( أ- ز) اين الكلمة منها الذي يبرز في التطبيق بكثير في مخابرة مجتمعة في مدينة ماترام. وأدوات هذا البحث بنفسه كأداة الأولى, ومرحلة تحليل البيانات التي يؤديها الباحث, منها : (1) جمع كلمات إقتراضية العربية من مصادر البيانات , (2) تحليل كلمات التي تكون فيها الإختلاف في معانيها وألفاظها , (3) تحديد إختلاف الأصوات بناء على وصفها. تؤدي جمع البيانات بطريقة الوثائق مت الكتب المطبوعة والبحث العلمية التي تتعلق بهذا بحثي. ونتائج هذا البحث له ثلاثة أشكال في الكلمات الإقتراضية باللغة العربية غير أن يبحث عن معنى الكلمة الموسع أو الكلمة المضيع أو اختلاف كل معانيها أو الألفاظها كتغير معناها وألفاظها يساوي أو كذالك ضده
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN PETA KONSEP SISWA KELAS V SDN 3 KABAR
This research is aimed to develop teaching materials Indonesian language using concept maps model and finding out the effectiveness of products. This study adapted the procedure of the research procedures Borg and Gall. The method used to collect data in this study is documentation, observation, questionnaires, and interviews. Engineering data analyst of this research using qualitative and quantitative techniques. The results showed that according to field trials conducted in grade 5th SDN 3 Kabar the number of students as many as 24 people showed an increase from the results of the pretest student to post-test results are the average values of 63 students with 25% passing rate increased to 74,2 with a passing rate 75%. While the students response to Indonesian teaching materials using concept maps said to be very high, with an average of 92,93 percent of all components that are in the range 81%-100% with very responds category. Thus it can be concluded that based on the results of the validation, field trials and students questionnaire responses against Indonesian teaching materials using concept maps have a good effect on learning outcomes of students in grade 5 SDN 3 Kabar
Amtsal Al-qur’an dan Faidah-Faidahnya (Kajian Q.S. Al-Baqarah Ayat 261)
Artikel ini membahas tentang amtsal dalam al-Qur’an dimana di dalamnya terdapat banyak macamnya. Kita bisa memetik manfaat atau faedah secara umum maupun faedah secara khusus dari salah satu ayat saja. Amtsal berarti perumpamahan, dibagi menjadi tiga yaitu amtsal musharrah, amtsal kaminah dan amtsal mursyalah. Kita dapat kaji dari salah satu ayat yang berbicara tentang amtsal yaitu Qur’an Surat al-baqarah ayat 261. Ayat ini berbicara tentang amrsal atau perumpamaan menginfakkan sebagian hartanya bagi orang yang membutuhkanya. Penafsiran tentang surat al-baqarah ayat 261 kami mengutip beberapa penafsir seperti Quraish shihab dengan tafsir al-misbah, Hamka dengan tafsir al-Azhar, tafsir al-maraghi dan lain-lainya.