Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Metode Pemberian Tugas Terhadap Siswa Kelas V SDN 3 Pijot Tahun Pelajaran 2018/2019
Peningkatan prestasi belajar matematika sehingga peneliti mengambil judul skripsi peningkatan prestasi siswa terhadap penggunaan metode pemberian tugas. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas V SDN 3 Pijot Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi, dimana guru bertindak sebagai observer dan peneliti sebagai pelaksana pembelajaran. Subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas V SDN 3 Pijot sebanyak 24 siswa. Obyek penelitian ini adalah prestasi belajar matematika pada siswa kelas V melalui metode pemberian tugas. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dalam bentuk essay yang dilakukan tiap akhir pertemuan. Teknik analisis data menggunakan persentase siswa yang tuntas belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas dalam LKS dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Pijot Kecamatan Keruak. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan persentase KKM siswa secara klasikal. Pada pra tindakan persentase KKM siswa secara klasikal yaitu 25%. Pada siklus I persentase KKM siswa secara klasikal sebanyak 50% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 25% dari pra tindakan. Sedangkan pada siklus II persentase KKM siswa secara klasikal yaitu 83.3% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 33.3% dari siklus I dimana persentase tersebut telah mencapai target yang diinginkan yaitu minimal KKM siswa kelas V SDN 3 Pijot Kecamatan Keruak secara klasikal adalah 75%
Implementasi Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Sebuah manajemen yang baik akan menghasilkan sebuah kualitas yang baik juga. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus dapat mengatur semua yang ada dalam lingkungan sekolah tersebut agar berjalan dengan baik. Keberhasilan sekolah tergantung dari manajemen kepala sekolahnya. Adapun pendekatan dan metode penelitian ini adalah kualitatif yaitu penelitian yang berfokus pada fenomena empirik secara alamiah dan dianalisis dengan menggunakan logika berpikir ilmiah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data kemudian merumuskan kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan.
Ada empat temuan dalam penelitian ini, yaitu: 1). Perencanaan kepala madrasah dalam pembinaan kinerja guru yakni menyediakan berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung bagi guru dalam menjalankan tugasnya, pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan melalui organisasi keguruan yaitu MGMP, pembinaan melalui supervisi kelas, pembinaan melalui rapat serta pembinaan tugas secara individual. 2). Pengorganisasian yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru dilaksanakan dengan memposisikan dan membagi tugas dan tanggung jawab guru dalam mengajar sesuai dengan bidang keahlian dan kualifikasi akademiknya dan menjalin hubungan kerja sama dengan seluruh stakeholder madrasah dan dan pihak lain dalam melaksanakan kegiatan pembinaan kinerja guru. 3). Pelaksanaan pembinaan kinerja guru yang dilakukan kepala sekolah telah terealisasikan sesuai dengan rencana yang telah disusun yakni pembinaan melalui rapat dan pembinaan tugas, pendidikan dan pelatihan, memfasilitasi sarana dan prasarana yang menunjang proses belajarmengajar, melalui organisasi pendidikan, memberikan reward dan funishment serta melakukan supervisi dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran kinerja guru dan terus berupaya mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya dan kewajibannya. 4). Pengawasan terhadap kinerja guru yang dilakukan Kepala sekolah yakni dilakukan seiring dengan pelaksanaan suatu program dan bersifat preventif dengan tujuan membantu guru-guru untuk mempersiapkan diri bila menghadapi suatu masalah dan akan membantu guru dalam menjaga loyalitas dan meningkatkan profesionalisme melalui supervise dan pemantauan rutin terhadap tugas dan tanggungjawab guru di sekolah.Sebuah manajemen yang baik akan menghasilkan sebuah kualitas yang baik juga. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus dapat mengatur semua yang ada dalam lingkungan sekolah tersebut agar berjalan dengan baik. Keberhasilan sekolah tergantung dari manajemen kepala sekolahnya. Adapun pendekatan dan metode penelitian ini adalah kualitatif yaitu penelitian yang berfokus pada fenomena empirik secara alamiah dan dianalisis dengan menggunakan logika berpikir ilmiah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data kemudian merumuskan kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan.
Ada empat temuan dalam penelitian ini, yaitu: 1). Perencanaan kepala madrasah dalam pembinaan kinerja guru yakni menyediakan berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung bagi guru dalam menjalankan tugasnya, pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan melalui organisasi keguruan yaitu MGMP, pembinaan melalui supervisi kelas, pembinaan melalui rapat serta pembinaan tugas secara individual. 2). Pengorganisasian yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru dilaksanakan dengan memposisikan dan membagi tugas dan tanggung jawab guru dalam mengajar sesuai dengan bidang keahlian dan kualifikasi akademiknya dan menjalin hubungan kerja sama dengan seluruh stakeholder madrasah dan dan pihak lain dalam melaksanakan kegiatan pembinaan kinerja guru. 3). Pelaksanaan pembinaan kinerja guru yang dilakukan kepala sekolah telah terealisasikan sesuai dengan rencana yang telah disusun yakni pembinaan melalui rapat dan pembinaan tugas, pendidikan dan pelatihan, memfasilitasi sarana dan prasarana yang menunjang proses belajarmengajar, melalui organisasi pendidikan, memberikan reward dan funishment serta melakukan supervisi dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran kinerja guru dan terus berupaya mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya dan kewajibannya. 4). Pengawasan terhadap kinerja guru yang dilakukan Kepala sekolah yakni dilakukan seiring dengan pelaksanaan suatu program dan bersifat preventif dengan tujuan membantu guru-guru untuk mempersiapkan diri bila menghadapi suatu masalah dan akan membantu guru dalam menjaga loyalitas dan meningkatkan profesionalisme melalui supervise dan pemantauan rutin terhadap tugas dan tanggungjawab guru di sekolah
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA MANIK – MANIK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 SEKOTONG TENGAH: IMPROVING LEARNING OUTCOMES IN COUNTING NUMBER OPERATIONS AND REDUCTION OF ROUND NUMBERS USING BEAD MEDIA IN CLASS IV STUDENTS IN SD NEGERI 3 CENTRAL SPOTS FROM CENTRAL SPOTS
ABSTRACTThis study aims to improve student learning outcomes in operations of addition and subtraction of integers using bead media in fourth grade students of SD Negeri 3 Sekotong Tengah.This type of research is a collaborative Classroom Action Research (CAR). The research subjects were students in grade IV SD Negeri 3 Sekotong Tengah with a total of 24 students. The research model is carried out by the Kemmis and Mc. Taggart. The action research was conducted in 2 cycles, the first cycle consisted of two meetings and the second cycle consisted of two meetings. In each cycle there are planning, implementing, observing, and reflecting activities. Data collection methods used are observation, testing and documentation. The collected data were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive.The results showed that the use of bead media can improve student learning outcomes in the sum calculation operations and the reduction of integers in class IV SD Negeri 3 Sekotong Tengah. Before being given the action shows that student learning outcomes are still low. The average grade of the class only reached 58.96 and the percentage of students completing the KKM was 41.67%. After being subjected to cycle I action, the grade average grade increased to 77.92 and the percentage of students completing KKM became 70.83%. Similarly, after being subjected to action in the second cycle the average value of the class increased to 86.25 and the percentage of completeness of students who had reached the KKM increased to 91.67%. In addition, the results of observation of student activity also increased from cycle I to cycle II. In the first cycle the percentage of student activity amounted to 54.77% and in the second cycle increased to 86.54%.ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik– manik pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Sekotong Tengah.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Sekotong Tengah yang berjumlah 24 siswa. Model penelitian dilakukan dengan model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus I terdiri dari dua pertemuan dan siklus II terdiri dari dua pertemuan. Pada setiap siklus terdapat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media manik – manik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Sekotong Tengah. Sebelum diberi tindakan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Nilai rata- rata kelas hanya mencapai 58,96 dan persentase ketuntasan siswa yang telah mencapai KKM 41,67%. Setelah dikenai tindakan siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77,92 dan persentase ketuntasan siswa yang mencapai KKM menjadi 70,83%. Begitu pula setelah dikenai tindakan pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 86,25 dan persentase ketuntasan siswa yang telah mencapai KKM meningkat menjadi 91,67%. Selain itu,hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I persentase aktivitas siswa sebesar 54,77% dan pada siklus II meningkat menjadi 86,54%
PERAN DAKWAH ISLAMIYAH DALAM PEMBINAAN ANAK DI DESA PIJOT UTARA KECAMATAN KERUAK
Dakwah ajaran islam yang kemudian di aktualisasikan dalam pembinaan anak. Islam sebagai agama peradaban yang menegaskan setiap individu muslim untuk menyebarkan dan mensyarkan kepada seluruh umat manusia agar mereka selamat di dunia dan akhirat. Sebagi agama yang dipilihkan Allah diantara bermacam-macam agama diatas dunia, maka tentu agama Islam mempunyai kelebihan-kelebihan yang menonjol dari agama-agama lain, karna ajaran agama Islam lebih luas dan mencakup segala aspek kehidupan. Dakwah merupakan salah satu kewajiban setiap muslim yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Dakwah bertujuan mengajak seluruh umat Islam untuk beribadah dan mencurahkan seluruh perbuatan agar selalu mendapat ridho-Nya. Bagaiman peran para ulama’ dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyrakat desa Pijot Utara. Kegiatan dakwah yang dilakukan para ulama’, mencakup tiga nilai, akidah, muamalah, akhlak. Metode yang digunakan yaitu dengan cara ceramah agama, menyampaikan nilai-nilai akidah (keimanan, keyakinan), pengajaran tentang ilmu fiqih (tentang tatacara ibadah), dan juga tausiah keagamaan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari yang sesui dengan nilai-nilai ke-Islaman, seperti tatacara bermasyarakat, menanamkan sipat persaudaraan dan saling tolong menolong antar sesame dan sebagainya. Pemberian materi-materi keagamaan seperti itu penting bagi masyarakat desa Pijot Utara, karna mayoritas masyarakat masih awam terhadap pengetahuan agama dan ajaran-ajaran Islam. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori peran dan dakwah, tujuannya untuk melihat seberapa besar pengaruh kegiatan dakwah para ulama’ dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat desa Pijot Utara
STUDI PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP KELAS IV DALAM KAITAN DENGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran RPP tema peduli terhadap makhluk hidup pada pembelajaran tematik terpadu berbasis pendekatan saintifik dalam rangka mengimplementasikan kurikulum 2013 melalui proses pengembangan rancangan RPP, mendeskripsikan tanggapan hasil uji coba serta menguji efektivitas rancangan produk melalui uji terbatas. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan tahapan pengembangan model 4-D (define, design, develop, dan disseminate).pengembangan ini dilakukan sampai pada tahap develop saja. Data dikumpulkan menggunakan instrumen APRP, APPP dan wawasan pedagogik guru. Rancangan produk RPP divalidasi oleh ahli dan praktisi, kemudian RPP diuji melalui uji terbatas pada sekolah dasar di Kecamatan Labuhan Haji yang berjumlah 6 kelas. Data dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian : (1) validasi ahli dan praktisi RPP memperoleh 0,83, termasuk dalam kategori layak tanpa direvisi. (2) implementasi RPP memperoleh rata-rata 91,98 dengan kategori amat baik. (3) tingkat pemahaman guru terhadap filosofi pembelajaran tematik terpadu berdasarkan masa kerja memperoleh rata-rata 82,67 dengan kategori Baik. dan terdapat hubungan yang kuat antara pemahaman guru dengan masa kerja dibuktikan dengan hasil analisis menggunakan rumus Chi kuadrat dan Contigency Corelations (CC).The aim of the study is to produce lesson plans in the theme of “peduli terhadap makhluk hidup” of thematic integrated learning with scientific approach in order to implemented the curriculum of 2013 through prototype development process, idea description of try out result and examine the effectiveness of the lesson plans through restricted test. To attain these aims, then the 4-D (define, design, develop, and disseminate) model is used for the development phase. Then, this study was done for the develop phase only. The data were collected by using APRP instrument, APPP and teacher pedagogic perception. The design of lesson plan is validated by experts and practitioners, then the lesson plan was examined through restricted test for the elementary school in Labuhan Haji Subdistrict which consisted of 6 clasess. Descriptive statistic was administered to analyze the data of the study. The result indicates that: (1) experts validation and lesson plans’ practitioners acquired 0,83, categorized as proper without revision (2) the average of lesson plan implementation was 91,98 and categorized as excellent (3)Teachers’ comprehension toward the philosophy of integrated learning based on the work period showed the average 82,67 and categorized as adequate. Then, there was a strong relation between teachers’ comprehension and work period that was proved by the result of analysis using Chi quadrate and Contigency Correlation (CC
MADRASAH SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Sejarah dan Perkembangan Madrasah di Indonesia telah mencapai eksistensi Madrasah dalam tradisi pendidikan Islam di Indonesia tergolong fenomena modern yaitu mulai sekitar awal abad 20. Evolusi pendidikan di wilayah ini pada umumnya bermula dari pesantren, Madrasah, dan kemudian sekolah. Dan dipengaruhi oleh latar belakang pertumbuhan Madrasah di Indonesia dan Madrasah pada masa pertumbuhan. Sistem pendidikan dan pengajaran di madrasah yang khusnya membahas tentang persoalan Madrasah sebagai Institusi Pendidikan, sangatlah di butuhkan dalam menanamkan ajaran agama islam yang sesuai dengan aturan dalam Al-Quran serta Peran Madrasah didalam mendidik generasi islami dibidang pendidikan membutuhkan kerjasama yang baik dengan kementerian yang ada dalam lembaga pendidikan islam, Madrasah sebagai Sub sistem Pendidikan Nasional dan Karakteristik Institusi pendidikan Islam. Madrasah mengandung arti tempat atau wahana anak mengenyam proses pembelajaran. Maksudnya, di madrasah itulah anak memahami proses belajar secara terarah, terpimpin, dan terkendali. Dengan demikian, secara teknis madrasah menggambarkan proses pembelajaran secara formal yang tidak berbeda dengan sekolah. Hanya dalam lingkup kultural, madrasah memiliki konotasi spesifik yang sangat baik dalam perkembangan proses belajat anak didik. Di lembaga ini anak memperoleh pembelajaran seluk beluk agama dan keagamaan
TRANCENDENCE AND ACUTUALISATION Studi Fenomenologi Pelajar Pengamal Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan
This study explains the phenomenon of students who follow the tarekat Hizib Nahdlatul Wathan congregation by exploring the mystical experience (Self Transcendence), psychological dynamics, and self-actualization in the social order of society.
The formulation of the problem raised in this study is how are the transcendent experience of students during the rituals of the tarekat Hizib Nahdlatul Wathan congregation? how is the change in the psychological dynamics of students who undergo the ritual of the Hizib Nahdlatul Wathan Order? to what extent are students' self-actualization after taking part in the wider Hizib Nahdlatul Wathan congregation in the social scope of society? While the purpose of this study is to find out the phenomenon of experience of self transcendence that occurs in post-conscious students, and this study is also useful to understand the phenomenon of the tradition of religious mysticism through the tarekat in Islam.
This research refers to five months of fieldwork by delving deeply into experiences related to religious mysticism, psychological dynamics, self-actualization among students after entering the tarekat Hizib Nahdlatul Wathan congregation. This shows that the mystical experience that occurs in students rests on practice, deep appreciation of the religious (exoteric) provisions and values contained in the practice of remembrance of the tarekat Hizib Nahdlatul Wathan congregation. all of that has influenced the psychological changes in the context of perfection as a human (insane al-Kamil) and the perfection is actualized in three aspects that cover the life of society, namely the aspects of education, social, and da'wah.Penelitian ini menjelaskan fenomena pelajar pengikut tarekat Hizib Nahdlatul Wathan dengan mengeksplorasi pada pengalaman mistis (Self Transcendence), dinamika psikologis, dan aktualisasi diri dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat.
Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengalaman trancenden para pelajar selama mengikuti ritual tarekat Hizib Nahdlatul Wathan?, bagaimanakah perubahan pada dinamika psikologis para pelajar yang menjalani ritual tarekat Hizib Nahdlatul Wathan?, sejauh manakah aktualisasi diri para pelajar setelah mengikuti tarekat Hizib Nahdlatul Wathan dalam ruang lingkup sosila masyarakat yang labih luas?. Sedangkan tujuan dari pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui fenomena pengalaman transendensi diri yang terjadi pada pelajar pasca sadar, serta kajian ini juga berguna untuk memahami fenomena transformasi agama melalui tarekat dalam Islam.
Penelitian ini mengacu pada lima bulan kerja lapangan dengan menggali secara mendalam pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan mistisme agama, dinamika psikologis, aktualisasi diri pada kalangan pelajar setelah memasuki tarekat Hizib Nahdlatul Wathan. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman mistis yang terjadi pada pelajar bertumpu pada pengamalan, penghayatan mendalam terhadap ketentuan-ketentuan agama (eksoteris) dan nilai-nilai yang terkandung dalam amalan dzikir tarekat Hizib Nahdlatul Wathan. semua itu telah mempengaruhi pada perubahan psikologis dalam konteks kesempurnaan sebagai manusia (insan al-kamil) dan kesempurnaan tersebut teraktualisasikan pad tiga aspek yang melingkupi kehidupan masyarakat yaitu aspek pendidikan, sosial, dan dakwah
Preventive Measures of Islamic Boarding Schools in Facing Juvenile Delinquency (Analysis Study at Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada)
Pondok Pesantren dalam pengembangan dan pembinaannya memiliki prinsip-prinsip pendidikan yang terdiri dari nilai-nilai kebenaran universal dan memilikai peranan penting serta senantiasa tercipta ketentraman, kenyamanan dan keharmonisan. Sehingga dapat menjadi ciri utama pesantren sebagai salah satu kebudayaan.
Namun melihat perkembangan yang terus meningkat dalam kehidupan sehari-hari, maka pondok pesantren berusaha mendidik santri agar mampu menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang, sehingga tidak mengikuti perkembangan yang terjadi pada saat ini. Akan tetapi cepat atau lambat baik sengaja atau tidak, ragam budaya akan membawa pengaruh terhadap santri. Pengaruh tersebut dapat membawa dampak baik dalam kehidupan sosial politik, keamanan, pendidikan dan juga terhadap ahlak santri, dampak tersebut dapat bersifat positif atau negatif.
Rumusan permasalahan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Apa jenis kenakalan remaja yang mempengaruhi kehidupan santri di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada?, dan 2) Tindakan preventif apa yang digunakan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada dalam menghadapi kenakalan remaja?. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dari keseluruhan subyek dan objek yang diteliti secara utuh.
Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang penulis lakukan selama dilokasi penelitiaan, maka dapat diidentifikasi ada dua cara atau upaya yang di lakukan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada dalam menghadapi kenakalan Remaja. 1) Upaya yang bersifat internal yaitu upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada yang kegiatannya lebih difokuskan kepada para santri yang bertujuan untuk membina dan mengarahkan santri sesuai dengan perintah Allah dan Rasullulloh atau sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah seperti pengajian rutin, Shalat malam serta taujih-tujih ruhaniyah untuk menyadarkan dan membina akhlakul karimah santri. dan 2) Upaya-upaya yang bersifat eksternal yang meliputi upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai lembaga keagamaan yang tidak hanya berda’wah di lingkungan pesantren saja akan tetapi aktif juga mengadakan kegiatan untuk masyarakat yang ada di sekitarnya.Islamic boarding schools in their development and development have educational principles consisting of universal truth values and play an important role and always create peace, comfort and harmony. So that it can become the main characteristic of pesantren as a culture.However, seeing the ever-increasing developments in daily life, the boarding school tries to educate students to be able to adjust to the current situation, so that they do not follow current developments. However, sooner or later, whether intentionally or not, various cultures will have an influence on the students. This influence can have an impact both on the socio-political life, security, education and also on the morality of the students, this impact can be positive or negative.The formulation of the problems of this study are as follows: 1) What types of juvenile delinquency affect the lives of students at the Nurul Haramain Islamic Boarding School, NWDI Putra Narmada ?, and 2) What preventive measures does Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Putra Narmada use in dealing with juvenile delinquency? This research is a descriptive study, namely research that aims to obtain a complete picture of the whole subject and object under study.Based on the results of interviews and observations made by the author during the research location, it can be identified that there are two ways or efforts made by the Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Putra Narmada in dealing with juvenile delinquency. 1) Internal efforts, namely the efforts made by the Nurul Haramain Islamic Boarding School, NWDI Putra Narmada, whose activities are more focused on students with the aim of fostering and directing students according to Allah's orders and Rasullulloh or according to Al-Quran and As-Sunnah such as routine recitation. , Night prayers and spiritual taujih-tujih to awaken and foster the morals of the santri. and 2) Efforts that are external in nature which include the efforts made by the Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Putra Narmada in order to carry out its function as a religious institution that does not only preach in the pesantren environment but also actively conducts activities for the communities around it.
The Effectiveness of the Sam'iyah Wa Syafawiyah Method in Teaching Arabic
Diantara metode pembelajaran bahasa Arab yang telah berlaku masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, semula metode terjemah dinilai paling cocok untuk kemampuan membaca secara efektif dan memahami isi, kemudian muncul Direct Method (Metode Langsung) sebagai reaksi meskipun sejak ada pada Zaman Romawi, kemudian muncul Metode Aural Oral Approach (Sam’iyah Wa Syafawiyah) yang sempat dinilai paling efektif karena berdasarkan prinsip-prinsip linguistik yang diharapkan dapat menjawab dan mengatasi berbagai permasalahan dalam proses belajar mengajar bahasa Arab yang tujuan utamanya agar siswa memiliki keterampilan berbahasa atau kemampuan berbahasa Arab dengan baik dan benar.
Dengan pelaksanaan metode Sam’iyah wa Syafawiyah di Madrasah Tsanawiyah Putra Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat ini dimaksudkan supaya penguasaan empat keterampilan berbahasa seimbang, keterampilan berbahasa yang dimaksud adalah: Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penulis memilih pendekatan kualitatif ini agar dapat memperoleh keterangan yang lebih luas dan mendalam mengenai hal-hal yang menjadi pokok pembahasan yang harus diketemukan jawabannya dalam penelitian ini.
pelaksanaan metode Sam’iyah wa Syafawiyah dalam pengajaran bahasa Arab di Kelas II MTs. Putra Al-Ishlahuddiny Kediri dengan berstandar pada teori tentang metode Sam’iyah wa Syafawiyah (Audio Lingual) yang telah dijabarkan pada kajian pustaka, maka bisa dikatakan sesuai dengan ketentuan yang diajarkan oleh teori metode Sam’iyah wa Syafawiyah walaupun masih memerlukan penyempurnaan, sedangkan untuk mengetahui keberhasilannya masih harus diadakan evaluasi.
Pelaksanaaan Metode Sam‘iyah wa Syafawiyahdalam pengajaran bahasa Arab di kelas II MTs. Putra Al–Ishlahuddiny Kediri sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang tertuang dalam teori tentang Metode Sam‘iyah wa Syafawiyah sekalipun masih memerlukan penyempurnaan karena terdapat beberapa hambatan.Among the existing Arabic learning methods each has advantages and disadvantages, at first the translation method is considered the most suitable for the ability to read effectively and understand content, then the Direct Method appears as a reaction even though it has existed since the Roman Age, then emerged. The Aural Oral Approach (Sam'iyah Wa Syafawiyah) method which was considered the most effective because it is based on linguistic principles which are expected to be able to answer and overcome various problems in the Arabic teaching and learning process whose main goal is that students have good Arabic language skills or proficiency. and right.With the implementation of the Sam'iyah wa Syafawiyah method at Madrasah Tsanawiyah Putra Al-Ishlahuddiny Kediri, West Lombok, it is intended that the mastery of the four language skills is balanced, the language skills in question are: Listening skills, speaking skills, reading skills and writing skills.The approach used in this study is a qualitative approach. The author chooses this qualitative approach in order to obtain broader and more in-depth information about the matters that are the subject of discussion for which answers must be found in this study.implementation of the Sam'iyah wa Syafawiyah method in teaching Arabic in Class II MTs. Putra Al-Ishlahuddiny Kediri based on the theory of the Sam'iyah wa Syafawiyah (Audio Lingual) method which has been described in a literature review, it can be said that it is in accordance with the provisions taught by the theory of the Sam'iyah wa Syafawiyah method although it still needs improvement, while for knowing its success still needs evaluation.Implementation of the Sam'iyah wa Syafawiyah Method in teaching Arabic in class II MTs. Putra Al-Ishlahuddiny Kediri has been running smoothly and in accordance with what is stated in the theory of the Sam'iyah wa Syafawiyah Method, although it still needs improvement because there are several obstacles
IMPLEMENTASI TAKSONOMI BLOOM ASPEK AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMPN 1 DUA BOCCOE
Abstract: Boloom's taxonomy is a classification of learning objectives that was coined by Bejamin S. Bloom in 1956 with the concept of learning which has three coverage aspects, including cognitive aspects, affective aspects and psychomotor aspects. In Islamic Religious Education learning, the three aspects become a reference and assessment in measuring student learning success, but from these three aspects the affective aspect is the main point in the learning objectives. The students' affective represents the sustainable experimental Islamic Religious Education learning objectives based on interactive understanding of the teaching material. This study aims to determine the implementation form of the affective aspect bloom taxonomy in Islamic religious education learning. The method used is descriptive-qualitative with pedagogical, psychological and sociological approaches, the data are obtained by observation, interviews and documentation. The results of the study found that the implementation of the affective aspect bloom taxonomy was carried out systematically and flexibly so that it was well accepted by students in the learning process of Islamic Religious Education which can be seen from some of the achievements and progress of students' akhlakul karimah inside or outside the school environment.
Keywords: Bloom's Taxonomy, Affective AspectsAbstrak: Taksonomi Boloom merupakan klasifikasi tujuan pembelajaran yang dicetuskan oleh Bejamin S. Bloom pada tahun 1956 dengan konsep pembelajaran yang memiliki tiga cakupan aspek, diantaranya aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam ketiga aspek menjadi acuan dan penilaian dalam mengukur keberhasilan belajar siswa, namun dari ketiga aspek tersebut aspek afektiflah yang menjadi poin utama dalam sasaran pembelajaran. Afektif siswa mewakili tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang eksperimental berkelanjutan berdasarkan interaktif pemahaman dari materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi taksonomi bloom aspek afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan paedagogis, psikologis dan sosiologis yang datanya diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa implementasi taksonomi bloom aspek afektif dilakukan dengan sistematis dan fleksibel sehingga mampu diterima dengan baik oleh siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dapat dilihat dari beberapa prestasi dan kemajuan akhlakul karimah siswa di dalam atau pun di luar lingkungan sekolah.
Kata kunci: Taksonomi Bloom, Aspek Afekti