Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
TINGKAT SPIRITUALITAS PESERTA DIDIK MADRASAH BERBASIS NONPESANTREN LEBIH TINGGI DARIPADA PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN
This study aims to determine differences in the level of spirituality of students in Islamic boarding schools and non-Islamic schools. Subjects were students in class X and XI at MA Darul Hikmah (pesantren-based madrasah) and MA Al-Musthofa (non-pesantren-based madrasah), data collection tools used were spirituality questionnaire, observation and documentation. The sampling technique in this research is Proportionate Stratified Random Sampling and the data analysis method used is the Independent Sample T-Test. The results of the comparison of the average value obtained is the average value of MA Darul Hikmah students by 161 and the average value of MA Al-Musthofa students by 165.5. This shows that the spirituality of pesantren-based madrasah students is lower than that of non-pesantren-based madrasah students. Then, the results of the T test show the t value of -1.4446821341 (t test<t table) and the significance value of the difference between MA Darul Hikmah and MA Al-Musthofa by 0.111 (Sig.>0.05), which means the difference between participants pesantren-based madrasah students with non-pesantren-based madrasah students are not significant. So it can be concluded that the level of spirituality of non-pesantren-based madrasah students is higher than the level of spirituality of pesantren-based students and the difference is not significant.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat spiritualitas peserta didik di madrasah berbasis pesantren dan madrasah nonpesantren. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X dan XI pada MA Darul Hikmah (madrasah berbasis pesantren) dan MA Al-Musthofa (madrasah berbasis nonpesantren), alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket spiritualitas, observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified Random Sampling dan Metode analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil komparasi nilai rata-rata yang didapatkan adalah nilai rata-rata peserta didik MA Darul Hikmah sebesar 161 dan nilai rata-rata peserta didik MA Al-Musthofa sebesar 165,5. Hal ini menunjukkan spiritualitas peserta didik madrasah berbasis pesantren lebih rendah daripada spiritualitas peserta didik madrasah berbasis nonpesantren. Kemudian, hasil uji T menunjukkan nilai t hitung sebesar -1,446821341 (t hitung < t tabel) dan nilai signifikansi perbedaan antara MA Darul Hikmah dan MA Al-Musthofa sebesar 0,111 (Sig. > 0,05), yang artinya perbedaan antara peserta didik madrasah berbasis pesantren dengan peserta didik madrasah berbasis nonpesantren tidak signifikan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan tingkat spiritualitas peserta didik madrasah berbasis nonpesantren lebih tinggi daripada tingkat spiritualitas peserta didik berbasis pesantren dan perbedaan tersebut tidak signifikan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Cooperative Learning Pada Mata Pelajaran Pkn Di MA Palapa Nusantara NW Selebung
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dengan penerapan metode cooperatif learning. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena dalam proses pembelajaran masih ditemukan masalah atau hambatan terhadap guru maupun siswa yang melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus pertama dan siklus ke dua, dimana dalam setiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, obsevasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksaanakan pada siswa kelas XII MA Palapa Nusantara semester ke dua tahun pelajaran 2018/2019. Pengumpulan data pada siklus satu dan siklus dua menggunakan tes subyektif atau pilihan ganda yang dibuktikan dengan analisis serta hasil dari observasi yang membantu peneliti dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi hasil belajar siswa, hasil penelitian menunjukkan mengalami peningkatan sebesar 37%. Hasil belajar siswa rata-rata mencapai 62 menjadi 89 hasil ini mengalami peningkatan sebesar 27%
Analisis Yuridis Dan Sosioligis Atas Ahli Waris Beda Agama
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah : Bagaimana pertimbangan Hukum dalam putusan Mahkamah Agung No. 16 K/AG/2010.?; Bagaimana Kesesuaian Putusan Mahkamah Agung dengan Hukum Islam ?
Data penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dan studi dokumen. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pola fikir deduktif yakni menjelaskan secara umum selanjutnya penulis menganalisis tentang dasar-dasar hukum dan aturan-aturan tentang pembagian harta waris dalam kawin beda agama.
Majelis hakim Mahkamah Agung menggunakan pendapat seorang ulama’ Yusuf al-Qarad}awi sebagai dasar dalam memutus perkara ini, dalam pendapatnya Yusul al-Qarad{awi memperbolehkan seorang muslim mendapatkan harta waris dari non muslim, serta majelis hakim menimbang lamanya masa perkawinan antara pewaris dan tergugat selama 18 tahun.
Hasil analisis menyebutkan bahwa majelis hakim mahkamah agung menggunakan pendapat Yusuf al-Qarad}awi yang memperbolehkannya seorang muslim mendapatkan waris dari non muslim, akan tetapi majlis hakim mahkamah agung sebaliknya, memberi waris kepada non muslim dan itu tidak sesuai dengan syariat Islam. Jadi, sangatlahtidaktepatjikamajelis hakim mahkamah agung menggunakan pendapat tersebut sebagai dasar pertimbangan dalam memutus perkara tersebut.
Berdasarkan kesimpulan diatas diharapkan agar pemerintah memberikan aturan yang jelas tentang hukum kewarisan, agar di lain waktu tidak terjadi salah penafsiran dalam menetapkan hukum, dan diharapkan kepada para penegak hukum lebih cermat dan lebih berhati-hati dalam menetapkan hukum, supaya tidak terjadi pelanggaran hukum yang berlaku di IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah : Bagaimana pertimbangan Hukum dalam putusan Mahkamah Agung No. 16 K/AG/2010.?; Bagaimana Kesesuaian Putusan Mahkamah Agung dengan Hukum Islam ?
Data penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dan studi dokumen. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pola fikir deduktif yakni menjelaskan secara umum selanjutnya penulis menganalisis tentang dasar-dasar hukum dan aturan-aturan tentang pembagian harta waris dalam kawin beda agama.
Majelis hakim Mahkamah Agung menggunakan pendapat seorang ulama’ Yusuf al-Qarad}awi sebagai dasar dalam memutus perkara ini, dalam pendapatnya Yusul al-Qarad{awi memperbolehkan seorang muslim mendapatkan harta waris dari non muslim, serta majelis hakim menimbang lamanya masa perkawinan antara pewaris dan tergugat selama 18 tahun.
Hasil analisis menyebutkan bahwa majelis hakim mahkamah agung menggunakan pendapat Yusuf al-Qarad}awi yang memperbolehkannya seorang muslim mendapatkan waris dari non muslim, akan tetapi majlis hakim mahkamah agung sebaliknya, memberi waris kepada non muslim dan itu tidak sesuai dengan syariat Islam. Jadi, sangatlahtidaktepatjikamajelis hakim mahkamah agung menggunakan pendapat tersebut sebagai dasar pertimbangan dalam memutus perkara tersebut.
Berdasarkan kesimpulan diatas diharapkan agar pemerintah memberikan aturan yang jelas tentang hukum kewarisan, agar di lain waktu tidak terjadi salah penafsiran dalam menetapkan hukum, dan diharapkan kepada para penegak hukum lebih cermat dan lebih berhati-hati dalam menetapkan hukum, supaya tidak terjadi pelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia
PENGARUH METODE LATIHAN DAN KETEPATAN TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS PENDEK BACKHAND PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULU TANGKIS
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode latihan global dan bagian terhadap keterampilan servis pendek backhand, perbedaan pengaruh antara ketepatan tinggi dan rendah terhadap keterampilan servis pendek backhand dan, hubungan antara metode latihan dan ketepatan terhadap keterampilan servis pendek backhand pada siswa peserta ekstrakurikuler bulu tangkis di SMK Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan metode ekperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan global dan metode latihan bagian terhadap keterampilan servis pendek backhand pada siswa peserta ekstrakurikuler bulu tangkis di SMK Kota Yogyakarta, yang terbukti dari taraf signifikansi 0,019 < 0,05. Metode latihan global lebih baik dibandingkan dengan metode latihan bagian dengan nilai rata-rata posttest sebesar 38,2. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara peserta ekstrakurikuler yang memiliki ketepatan tinggi dan ketepatan rendah terhadap keterampilan servis pendek backhand pada siswa peserta ektrakurikuler bulu tangkis di SMK Kota Yogyakarta, yang terbukti dari taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Peserta yang memiliki ketepatan tinggi lebih baik dibandingkan dengan peserta yang memiliki ketepatan rendah dengan nilai rata-rata sebesar 63,5. Terdapat hubungan atau interaksi yang signifikan antara metode latihan dan ketepatan, yang terbukti dari taraf signifikansi 0,006 < 0,05
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN MANIFESTASI KEBHINNEKAAN
Pendidikan multikultural merupkan keanekaragaman budaya yang terdiri dari keragaman Agama, bahasa, ras, suku, dan budaya. Indonesia banyak memiliki falsafah yang berbeda-beda, tapi memiliki tujuan yang sama, yaitu bangsa Indonesia yang kuat, kokoh, damai, tentram, adil, makmur, sejahtera, dan dihargai oleh bangsa lain. Banyak tokoh yang mendefinisikan tentang pendidikan multicultural, diantaranya: Muhaimin el Ma’hady yang dikutip oleh Choirul Mahfud, Mundzier Suparta, dan H.A.R Tilaar. Perkembangan Multikulturalisme: (1) multikulturalisme dalam konteks perjuangan pengakuan budaya yang berbeda; dan, (2) multikulturalisme yang melegitimasi keragaman budaya, dan mengalami beberapa tahapan, diantaranya: kebutuhan atas pengakuan, melibatkan berbagai disiplin akademik lain, pembebasan melawan imperealisme dan kolonialisme, gerakan pembebasan kelompok identitas dan masyarakat asli atau masyarakat conform (indigeneous people), post-kolonialisme, globalisasi, post-nasionalisme, post-modernisme, dan post-strukturalisme yang mendekonstruksi struktur kemapanan dalam masyarakat. Ada empat pendekatan Pendidikan Multikultural: (1) Pendekatan Kontributif; (2) Pendekatan Aditif; (3) Pendekatan Transformatif; dan, (4) Pendekatan Aksi Sosial.
Pendidikan multikultural memiliki beberapa prinsip: (1) Materi pelajaran harus terbuka secara budaya; (2) Isi materi mengandung perbedaan dan persamaan; (3) Materi pelajaran sesuai dengan konteks waktu dan tempat; (4) Pengajaran menggambarkan berdasar pada pengalaman dan pengetahuan; dan, (5) Pendidikan memuat model belajar mengajar yang interaktif. Untuk tujuannya ada dua pendapat yang mendefinisikan; Pertama, menurut D.J. Skeel untuk peranan sekolah memandang keberadaan siswa, membantu siswa berlaku positif, memberikan ketahanan siswa dalam mengambil keputusan, dan membantu siswa membangun ketergantungan lintas budaya dan gambaran positif tentang perbedaan kelompok). Kedua, Abdullah Aly untuk sikap, pengetahuan, dan pembelajaran.Multicultural education is a cultural diversity consisting of diversity of Religion, language, race, ethnicity, and culture. Indonesia has many different philosophies, but has the same goal, namely the strong, solid, peaceful, peaceful, peaceful, just, prosperous, prosperous, and appreciated by other nations. Many figures define multicultural education, including: Muhaimin el Ma'hady cited by Choirul Mahfud, Mundzier Suparta, and H.A.R Tilaar. Development of Multiculturalism: (1) multiculturalism in the context of different cultural recognition struggles; and, (2) multiculturalism that legitimizes cultural diversity, and undergoes several stages, including: the need for recognition, involving other academic disciplines, liberation against impasseism and colonialism, the liberation movement of identity groups and indigenous peoples or indigenous peoples, post-colonialism, globalization, post-nationalism, postmodernism, and post-structuralism that deconstruct the structure of establishment in society. There are four approaches to Multicultural Education: (1) A Contributive Approach; (2) Additive Approach; (3) Transformative Approach; and, (4) the Social Action Approach.Multicultural education has several principles: (1) The subject matter should be culturally open; (2) The content of matter contains differences and similarities; (3) Subject matter according to the context of time and place; (4) Teaching illustrates based on experience and knowledge; and, (5) Education includes an interactive teaching and learning model. For the purpose there are two defining opinions; First, according to D.J. Skeel for the role of the school view the presence of students, to help students apply positively, provide students with resilience in making decisions, and help students build cross-cultural dependence and a positive picture of group differences). Secondly, Abdullah Aly for attitude, knowledge, and learning
ANALISIS FAKTOR KEPUASAN KERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) MARAQITTA’LIMAT BONGOR KECAMATAN GERUNG TAHUN PELAJARAN 2019/2020”
Guru merupakan komponen sumber daya manusia (SDM) yang penting di dalam pendidikan. Guru memiliki peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik profesional. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”
Desain dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. “pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maraqitta’limat Bongor. Dari gambaran di atas, dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maraqitta’limat Bongor berbeda-beda, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan tersebut diantanya:
Rekan kerja yang mendukung
Kesesuaian keperibadian pekerjaan
Kerjaan yang secara mental menantan
PENGEMBANGAN TEKNIK DAN INSTRUMEN ASESMEN RANAH SIKAP PADA JENJANG DIKDASMEN
Tidak sedikit guru yang beranggapan bahwa capaian ranah sikap (afektif) peserta didik dilihat dari akhlak atau sopan santun kepada guru. Dan tidak banyak pula fungsi penilaian sikap (afektif) semata hanya sebagai bahan pengisian rapor. Tulisan ini menjelaskan tentag teknik dan intrumen apa saja yang dapat mengukur hasil belajar sikap (afektif). Dalam penilian sikap guru dapat menggunakan teknik proyektif, observasi, penilaian antar teman, penilaian diri, wawancara, angket, dan catatan anekdotal
CURRICULUM DEVELOPMENT FOR LOCAL CONTENT GUIDANCE IN READING THE BOOK MABADI FIQIH IN JUNIOR HIGH SCHOOLS
Abstract
The purpose of this research is to describe the curriculum development of local content guidance in reading the book of mabadi fiqh which includes objectives, materials, strategies and evaluation. The method used in this research is a qualitatif method and case study approach. Data colelction techniques using observation, interviews and documentation. The validity of the data in this study used the triangulation of techniques and sources. The results of this study are 1) objectives; As a provision in community life, students are able to read, interpret and understand books, students have good morals. 2) the material taught is in accordance with the specified book by reading, interpreting and understanding by referring to the learning plan that has been made before the learning process takes place. 3) the strategy used is cooperative by using the method of discussion, lectures, sorogan and bandongan. 4) the evaluation used is daily tests, midterm exams, final semester exams, the role of the principal in monitoring learning activities.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang pengembangan kurikulummuatan lokal bimbingan membaca kitab mabadi fiqih yang meliputi tujuan, materi, strategi dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik penumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) tujuan ; sebagai bekal dalam kehidupan masyarakat, siswa mampu membaca, memaknai serta memhami kitab, siswa mempunyai akhlakul karimah yang baik. 2) materi yang diajarkan sesuai dengan kitab yang ditetapkan dengan kegiatan membaca, memaknai serta memahami dengan mengacu kepada rencana pembelajaran yang sudah dibuat sebelum proses pembelajaran berlangsung. 3) strategi yang digunakan yaitu kooperatif dengan menggunakan metode diskusi, ceramah, sorogan serta bandongan. 4) evaluasi yang digunakan yaitu ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, peran kepala sekolah dalam memantau kegiatan pembelajaran.
Kata kunci : Pengembangan Kurikulum, Bimbingan Membaca, Kitab Mabadi Fiqi
KEARIFAN LOKAL SASAK PADA PONDOK PESANTREN DI LOMBOK TENGAH
Pondok pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian di kembangkan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat. Bentuk-bentuk kearifan lokal yang berkembang di pondok pesantren. Berdasarkan pembahasan bentuk-bentuk kearifan lokal yang berkembang di pondok pesantren Lombok Tengah.. Yaitu prosesi adat tapsile suku sasak sebagai prinsip ,norma ,dan aturan sistem sosial prilaku sehari-hari yang berkembang dalam masyarakat melalui pendekatan akulturatif dan kontekstual.di karenakan pondok pesantren memilh bersanding dengan budaya lokal setempat yang diperaktekkan dalam bentuk sikap berembuk,besemeton ,base alus,tertip,tapsile dan reme
PEMBENTUKAN TRADISI PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA
Betapa pembentukan tradisi pendidikan di Nusantara ini memang melalui proses yang panjang dan bukan secara tiba-tiba. Akan tetapi melalui proses yang begitu panjang dan diturunkan dari generasi ke generasi menjadi sebuah momenntum peradaban di Nusantara. Tulisan ini akan mencoba mendeskripsikan sejarah awal pembetukan tradisi pendidikan di Melayu-Nusantara. Khususnya di daerah-daerah yang dikenal sebagai pusat-pusat penyebaran dan perkembangan Islam pertama kali. Semoga tulisan ini akan mampu menghantarkan kita kepada alam dimana pendidikan awal kita di Nusantara ini memang sudah menerapkan sistem pendidikan yang asli ala Nusantara