Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Mengembangkan Keperibadian Siswa MA Attarbiyah Addiniyah Gersik
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pendidikan moral digunakan di Sekolah MA Attarbiyah Addiniyah Gersik untuk membantu siswa menjadi orang yang lebih baik. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, orang tua, pengajar, dan siswa berperan sebagai informan. Wawancara komprehensif, observasi, dan analisis dokumen digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berbagai latihan, teknik pengajaran, dan taktik digunakan selama fase implementasi. Pendapat positif mengenai pengaruh pendidikan moral dalam mengembangkan karakter siswa disampaikan oleh para pemangku kepentingan. Keterbatasan waktu dan sumber daya menjadi tantangan, tetapi dedikasi instruktur dan partisipasi siswa yang terlibat merupakan elemen pendukung. Percakapan tersebut menekankan pentingnya variasi strategi pengajaran, keterlibatan orang tua, kesulitan implementasi, dan kebutuhan dana yang lebih besar. Implikasi dari penelitian ini meliputi manajemen sumber daya yang lebih baik, kerja sama dengan orang tua, persiapan guru, dan penilaian yang berkelanjutan. Temuan dari penelitian ini membantu memperjelas keampuhan pendidikan moral dan memberikan panduan untuk menciptakan inisiatif pendidikan moral yang lebih efektif di dalam institusi pendidikan
Objek Dalam Assesment Penilaian (Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik)
Abstrack
This article aims to comply with the assessment task which will be discussed about object assessment, the realm of knowledge, the realm of attitude, and the realm of skills (affective, cognitive, psychomotor), all this related to the assessment given to students. It can be noted that the realm of cognitive is a realm related to the intellectual aspects or thought/reason or can also be interpreted cognitive realm is all the realm that includes thought (brain) activities, while the affective realm is a realm relating to emotional aspects such as feelings, interests, attitudes, moral obedience, and the latter being a psychomotor sphere is a realm related to aspects of skills involving the functioning of the nervous and muscular system and functioning psychics. So here there are still many teachers who are no to apply good judgment in terms of affective, cognitive, psychomotor. By the school Karnanya must address all of them by directing or making a meeting to discuss the three domains of the assessment as well as standards of judgment and its ordinances.
Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk mememenuhi tugas assesment yang dimana akan dibahas tentang Objek Assesment, ranah pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan (Afektif, kognitif, psikomotorik), semuanya ini terkait dengan penilaian yang diberikan kepada siswa. Dapat diketahui bahwa Ranah kognitif merupakan ranah yang berkaitan dengan aspek – aspek intelektual atau berpikir/nalar atau bisa diartikan juga Ranah kognitif adalah semua ranah yang mencakup kegiatan pemikiran (otak), sedangkan ranah afektif merupakan ranah yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral, dan yang terakhir adalah Ranah psikomotorik merupakan ranah yang berkaitan dengan aspek- aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem saraf dan otot dan berfungsi psikis. Jadi disini masih banyak guru yang tiadak menerapkan cara penilaian baik dari segi afektif,kognitif, psikomotorik. Oleh karnanya sekolah harus menanggulangi semuanya dengan cara mengarahkan atau membuat pertemuan untuk membahas tiga ranah penilain ini sesui degan standar penilain dan tata caranya
Mengejawantahkan Maqosid As-Shari’ah Dalam Mengelola Pendidikan Islam: Bahasa Indonesia
In accordance with the objectives of Islamic teachings (Maqo> s} id as-Shari'ah), Islamic education must be able to direct and regulate the goals of the values taught by Islam. Related, the management of Islamic education must be able to respond to the objectives of Islam as a religion that protects and keeps its adherents from adversity in daily life. Islamic education management must be able to create a mappingsystem in regulating the educational process that is in accordance with the great goals of Islamic shari'at.
The problem of the management of Islamic education today is to move away from the goal of Islam as a religion that governs the lives of its adherents. That is, the management of Islamic education is not in harmony with the manifestations of maqo> s} id shari> ’ah which is sourced from divine revelation. Manifestation of the management of Islamic education and Maqo> s} en Shari> ’ah namely conformity and harmony between; head (knowledge), heart (morals) and hand (skills). The management of Islamic education in its conceptual and application aspects, needs to formulate these three aspects systematically, so that they are in accordance with Islamic values. The purpose of Islamic education is part of the universal goals of Islam such as aspects of humanity, preservation and preservation of the natural environment and aspects of life. Islamic education is a balance between the self aspects of each individual who has a soul and reason with social conditions in the long run. Thus management in the world of Islamic education must be in line with the principles of Maqo> sid Shari> 'ah.
Based on the reality of Islamic society which tends to be dynamic in all aspects, the management of Islamic education needs to implement Maqo> sid Shari> 'ah as a perspective in managing governance in the world of Islamic education. Maqo> sid Shari> 'ah in its development was able to enter all scientific disciplines, including the field of management of Islamic education
Penerapan Motivasi Belajar Santri Di Pondok Pesantren Miftahul Ishlah Tembelok Menurut Hamzah B.Uno: Penerapan Motivasi Belajar Santri Di Pondok Pesantren Miftahul Ishlah Tembelok Menurut Hamzah B.Uno
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang motivasi belajar anak menurut Hamzah B, Uno. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan (library riserch) yaitu dengan cara melakukan penelahaan terhadap bahan kepustakaan yang dapat memperjelas permasalahan. Adapun sumber kepustakaan yang dimaksud adalah buku, perencanan pembelajaran, belajar dengan pendekatan pailkem, orinetasi baru dalam psikologi pembelajaran, teknologi komunkasi dan informasi pembelajaran, dan profesi kependidikan. setelah itu mengetahui sejauh mana motivasi belajar anak, peneliti melakukan analisis terhadap buku teori motivasi dan pengukuranya karya Hamzah B, Uno.
Hasil kajian ini menunjukkan bahwa, (1) motivasi belajar anak diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam anak, yang menyebabkan anak tersebut bertindak atau berbuat. Motif tidak diamati langsung, tetapi dapat diinterprestasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga muculnya suatu tingkah laku tertentu. Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar, (2) faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak adalah motivasi instrinsik dan ekstrinsik, motivasi instrinsik adalah hal keadaan yang berasal dari dalam diri anak yang dapat mendorongya untuk melakukan tindakan belajar sedangkan motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar anak itu sendiri yang mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar. (3) wujud motivasi belajar anak merupakan sebagai penggerak dan pendorong kegiatan belajar, memperjelas tujuan pembelajaran, menyeleksi arah perbuatan, motivasi interal dan eksternal dalam pembelajaran, menentukan ketekunan dalam pembelajaran. Dan motivasi melahikan motivasi. Motivasi sangat penting dalam pembelajaran anak dalam meraih prestasi belajar.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap hasil penelitian ini, baik berupa koreksi atau penyempurnaan dari hasil penelitian ini, atau mengenai aspek lain yang belum tersentuh di penelitian ini. Misalnya mengenai motivasi belajar anak sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari
Pendekatan Psikologis dalam Pengkajian Islam
In social life, human life is influenced by behavior. Psychology is getting the biggest war in dealing with human behavior problems. as a scientific discipline, psychology is expected to be able to explain the existence of phenomena or problems of mankind, especially Muslims. For that, there needs to be an integration between psychology and Islam. Psychology and Islamic education have the same characteristics in seeing various cases in scientific buildings so that in Islamic studies such as Islamic education, an approach is needed to look at social phenomena more deeply, namely by using a psychological approach. This study aims to determine the psychological approach and Islamic education and how to approach psychology in the Islamic approach. Psychology as an approach can produce findings that are appropriate to the context. In Islamic studies, especially Islamic education can be accessible for other sciences to be used as a tool in seeing various social problems. This then happened with psychology and Islamic education because it gave birth to the psychology of Islamic education. The results in this study indicate that Islamic psychology refers to a concept that Islam is present by offering a more comprehensive discussion of human concepts. Humans are not only controlled by the past or the environment that surrounds them but can design the future and can control the environment.Dalam kehidupan bermasyarakat manusia hidup dipengaruhi prilaku. Psikologi mendapatkan perang terbesar dalam menangani persoalan prilaku manusia. sebagai sebuah disiplin ilmu, psikologi banyak diharapkan dapat menjelaskan adanya fenomena-fenomena atau problem-problem umat manusia, khususnya umat Islam. Untuk itu, perlu ada integrasi antara Psikologi dan Islam. Psikologi dan pendidikan Islam pada dasarnya memiliki corak yang sama dalam melihat berbagai kasus dalam bangunan keilmuan, sehingga pada kajian keislaman seperti pendidikan Islam, dibutuhkan sebuah pendekatan untuk melihat fenomena sosial lebih dalam, yaitu dengan menggunakan pendekatan psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan psikologi dan pendidikan islam dan bagaimana pendekatan psikologi dalam pendekatan islam. Psikologi sebagai sebuah pendekatan dapat melahirkan temuan yang sesuai dengan konteksnya. Dalam kajian keislaman khususnya pendidikan Islam dapat menjadi akses bagi ilmu-ilmu lain untuk dijadikan sebagai alat dalam melihat berbagai problem sosial. Hal itu yang kemudian terjadi dengan psikologi dan pendidikan Islam sebab dengan itu melahirkan psikologi pendidikan Islam. Hasil dalam Penelitian ini menunjukan bahwa Psikologi Islam mengacu pada suatu konsep bahwa Islam hadir dengan menawarkan pembahasan tentang konsep manusia yang lebihkomprehensif. Manusia tidak hanya dikendalikan oleh masa lalu atau lingkunganyang melingkupinya, tetapi mampu merancang masa depan dan mampumengendalikan lingkunga
Manajemen Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan mutu Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Bima, NTB: Studi implementasi good university governance
This study aims to describe critically college management, higher education quality, and good university governance in Islamic Institute Muhammadiyah Bima to find answers to the problems concerning: (1) How is the description of College Management of Islamic Institute Muhammadiyah? (2) How are the efforts implemented to improve the Higher Education Quality? (3) What are the principles of Good University Governance for improving the quality of education? (4) What are the barriers and challenges of College Management to improve the quality of education?. The results showed that the college management, in the control of institution governance, refers to the management functions of planning, organizing, and monitoring as well as the principles of good university governance that include transparency, accountability, responsibility, independence, and justice. In general, the implementation of college management has been accomplished by the rules set by the college. The successes that have been achieved by Islamic Institute Muhammadiyah in the efforts of developing higher education quality, as well as the implementation principles of college management, are the following. (1)The implementation of the three duties of College, (2) Creating effective good management, (3) Upgrading the competence of lecturers, (4) Improving the quality of learning, (5) Increasing the academic atmosphere, (6) Embodiment of academic purposes. There are also several factors inhibiting Islamic Institute Muhammadiyah Bima in the implementation. These are internal and external barriers.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis tentang manajemen perguruan tinggi, mutu pendidikan tinggi serta penguasaan pengelolaan perguruan tinggi (good univeritu governance) di Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima dalam rangka mencari jawaban permasalahan mengenai: (1) Bagaimana deskripsi manajemen perguruan tinggi Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima. (2) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. (3) Apa saja prinsip-prinsip Good University Governance untuk meningktkan mutu pendidikan. (4) Apa saja hambatan dan tantangan manajemen perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen perguruan tinggi dalam penguasaan tata kelola lembaga merujuk pada fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan serta prinsip dari good university governance yang meliputi: (1) transparansi, (2) akuntabilitas, (3) responbilitas, (4) indenpendensi dan (5) keadilan. Secara umum implementasi penguasaan tata kelola perguruan tinggi telah terlaksana sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi. keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai IAIM Bima dalam upaya-upaya pengembangan mutu serta prinsip-prinsip pelaksanaan pengelolaan perguruan tinggi ialah: (1) Pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (2) Terciptanya manajemen yang cukup baik dan efektif. (3) Peningkatan kompetensi dosen. (4) Peningkatan kualitas pembelajaran. (5) Peningkatan atmosfir akademik. (6) Perwujudan tujuan akademik. Adapun faktor penghambat Insititut Agama Islam Muhammadiyah Bima dalam impelementasi tersebut ialah hambatan internal dan externa
Upaya Guru Dalam Mengembangkan Sikap Toleransi Di Raudhatul Athfal Al-Amin
Pendidikan karakter merupakan salah satu pondasi yang sangat penting untuk ditanamkan pada diri anak. Lembaga sekolah terutama guru memiliki peran penting dalam mengenalkan. Salah satu nilai karakter yang ditanaman kepada anak adalah toleransi. Penanaman nilai toleransi sejak dini bertujuan agar anak memiliki rasa menghargai keberagaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai toleransi pada anak. Peneitian menggunakan metode studi literature kajian pustaka dengan mengumpulkan berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menanamkan nilai toleransi pada anak antara lain dengan merancang kurikulum toleransi, memiliki kompetensi yang optimal dan proporsional serta memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan teladan kepada anak mengenai nilai-nilai karakter salah satunya nilai toleransi. Peran guru dalam menanamkan nilai toleransi juga dapat melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan beberapa metode seperti memberikan keteladanan, pemberian arahan, pembiasaan, kegiatan mendongeng, kegiatan permainan, dan penggunaan mediamendongeng, kegiatan permainan, dan penggunaan medi
Pendidkan Islam di Era Globalisasi
In the globalization era, Islamic education must prepare a strategy in meeting the challenges of globalization which is very complex. To deal with such problems, there are some innovative steps in the form of changing the vision, mission and goals. Integrating the approach model and learning method that combines a behaviorism approach with a constructive approach that is godly valid. Using management that combines systems and infrastructure approaches with approaches that are valid in human behavior. By reintroducing the vision and mission and objectives of Islamic education in a comprehensive manner. This is important to do, because so far the world community has not known Islamic education as a whole and transparently. The impact of globalization that already exists before us various kinds of models there are 'positive' for easy living, comfortable, cheap, beautiful, advanced. There is also a negative impact that is causing anxiety, suffering and misdirection. Whereas Islamic Education is an Islamic-based education and is a system that has several interrelated components, for example the aqeedah, shari'ah and moral system which includes the effective, cognitive, and psychomotor domains, to prepare humans to live perfectly and happily.Di era globalisasi pendidikan Islam harus menyiapkan strategi dalam mengahdapai tantangan globalisasi yang sangat konplek. Untuk Menghadapi problematika yang demikian itu maka terdapat beberapa langkah inovatif berupa Melakukan perubahan visi, misi dan tujuan. Memadukan model pendekatan dan metode pembelajaran yang memadukan antara pendekatan behaviorisme dengan pendekatan konstruktivisme yang berabsis ilahiyah. Menggunakan manajemen yang memadukan antara pendekatan sistem dan infra struktur dengan pendekatan yang berabsis perilaku manusia. Dengan memperkenalkankembali visi misi dan tujuan pendidikan agama Islam secara komprehensif. Hal ini penting dilakukan, karena selama ini masyarakat dunia belum mengenal pendidikan agama Islam secara utuh dan transparan. Dampak dari globalisasi yang sudah ada dihadapan kita berbagai macam modelnya ada yang ‘positif’ untuk hidup mudah, nyaman, murah, indah, maju. Ada juga yang mendatangkan dampak ‘negatif’ yaitu menimbulkan keresahan, penderitaan dan penyesatan. Sedangkan Pendidikan Islam merupakan merupakan pendidikan yang berbasis Islam dan merupakan suatu sistem yang terdapat beberapa komponen yang saling terkait, misalnya sistem aqidah, syari;ah dan akhlak yang meliputi domain efektif, kognitif, dan psikomotorik, untuk mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia
Bimbingan Konsling Islamiperspektif Bibliotheraphy dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan siswa Di MA NW Apitaik
This study aims to find out how Islamic counseling guidance in overcoming anxiety disorders of students in MA NW Apitaik by using bibliotheraphy techniques is very good for the development of students and teachers at school even though there are still many shortcomings. The research method used is a qualitative descriptive method. The subject of this research is the teacher in Islamic counseling guidance (BKI) related to students' problems with anxiety disorders. One of the goals of Islamic counseling guidance is to direct students to develop their fitrah-faith, by empowering the nature given by Allah SWT to all human beings in the form of: physical, spiritual, nafs, and faith fitrah, the four fitrahs can be contemplated and studied and implemented in accordance with the demands of allah swt and his apostles, so that the fitrah that already exists in the individual can be developed and functioned accordingly , so that humans become noble beings. What often causes anxiety factors to occur is heredity / environmental factors, environmental factors, and personal factors of students. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the stages of bibliotheraphy techniques in dealing with student anxiety are very good to use. The Bibliotherapy technique has also been used to deal with a variety of problems, although many other results of studies to focus its use on clients who are depressed and anxious, jeffcoat 2012 found that a bibliotherapy-based self-help program on Acceotance And Commitment Therapy (ACT) is very good for student behavior.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bimbingan konseling islami dalam mengatasi gangguan kecemasan siswa di MA NW Apitaik dengan menggunakan tehnik bibliotheraphy sangatlah memberikan perubahan yang baik bagi perkembangan siswa maupun guru di sekolah meskipun masih banyak kekurangan. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode diskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi bimbingan konseling islami (BKI) terkait dengan permasalahan siswa yang mengalami gangguan kecemasan.Salah satu tujuan bimbingan konseling islami adalah mengarahkan siswa agar bisa mengembangkan fitrah-iman, dengan cara memberdayakan fitrah yang sudah di berikan oleh Allah SWT kepada semua manusia yang berupa : fitrah jasmani, rohani, nafs, dan iman, keempat fitrah itu bisa di renungkan serta dipelajari dan dilaksanakan sesuai dengan tuntutan allah swt dan rasul-nya, agar fitrah yang sudah ada pada diri individu bisa di kembangkan dan difungsikan sebagaimana mestinya, sehingga manusia itu menjadi insan yang mulia. Yang sering meneyebabkan Faktor-Faktor kecemasan terjadi adalah faktor hereditas/bawaan, faktor lingkungan, dan faktor personal siswa.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa Tahapan tehnik bibliotheraphydalam mengatasi kecemasan siswa sangatlah baik untuk di gunakan. Tehnik Bibliotherapy juga telah digunakan untuk menangani beragam masalah, meskipun banyak studi hasil yang lain untuk memfokuskan penggunaannya kepada klien yang mengalami depresi dan kecemasan, jeffcoat 2012 menemukan bahwa program menolong diri sendiri berbasis bibliotherapy pada Acceotance And Commitment Therapy ( ACT ) sangatlah baik bagi perilaku siswa
Model Pembelajaran dalam Penciptaan Output Siap Karya di Ponpes Darul Falah Pagutan Kota Mataram
Pondok pesantren sebagai sekolah keagamaan, sesuai dengan sistem pendidikan nasional, hendaknya tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi sangat perlu membekali outputnya dengan ragam keterampilan agar siap berkarya dalam segala aspek kehidupan”.
Potensi Ponpes dalam meningkatkan IPM, baik secara nasional dan regional sangat perlu digerakkan, karena fakta membuktikan banyaknya Ponpes di Indonesia, bahkan menjadi cermin spesifikasi dalam pendidikan di Indonesia. Republika melansir ada potensi santri di Indonesia mencapai 3,65 juta jiwa yang tersebar di 25.000-an. Output hasil Ponpes juga telah terbukti mempunyai andil dalam perkembangan Indonesia, tetapi fakta banyaknya potensi output menyebabkan kajian atas model pembelajaran yang dijalankan Ponpes perlu dilakukan.Pondok pesantren sebagai sekolah keagamaan, sesuai dengan sistem pendidikan nasional, hendaknya tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi sangat perlu membekali outputnya dengan ragam keterampilan agar siap berkarya dalam segala aspek kehidupan”.
Potensi Ponpes dalam meningkatkan IPM, baik secara nasional dan regional sangat perlu digerakkan, karena fakta membuktikan banyaknya Ponpes di Indonesia, bahkan menjadi cermin spesifikasi dalam pendidikan di Indonesia. Republika melansir ada potensi santri di Indonesia mencapai 3,65 juta jiwa yang tersebar di 25.000-an. Output hasil Ponpes juga telah terbukti mempunyai andil dalam perkembangan Indonesia, tetapi fakta banyaknya potensi output menyebabkan kajian atas model pembelajaran yang dijalankan Ponpes perlu dilakukan