Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Internalisasi Budaya Islami pada Anak di Lingkungan Keluarga: INTERNALISASI BUDAYA ISLAMI PADA ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA
Manusia diciptakan oleh Allah SWT di bumi dengan segala potensi yang dianugerahkan kepadanya, ia mampu membangun budaya (segala hasil dari cipta, karsa dan rasa). Namun tidak setiap budaya yang dibangunnya itu sesuai dengan ajaran Islam yang Allah SWT turunkan dari langit. Sehingga manusia sebagai makhluk di bumi harus menyesuaikan budaya yang dibangun itu dengan ajaran Islam yang bersumber dari langit, baik yang berkaitan dengan prinsip aqidah, ibadah maupun akhlak. Adapun bentuk upaya penyesuaian yang dilakukan manusia, berupa: (1) membudayakan Islam dan (2) meng-Islam-kan budaya (jika sudah terbentuk budaya). Dari kedua upaya ini, maka muncul Budaya Islami. Salah satu lingkungan yang berpengaruh besar dalam internalisasi budaya Islami pada anak adalah lingkungan keluarga, karena keluarga adalah tempat pendidikan pertama seorang anak. Adapun model internalisasi yang hendak digagas berupa: (1) tujuan internalisasi budaya Islami, yaitu: anak menjadi hamba Allah yang memiliki aqidah yang lurus dan berkepribadian rahmat bagi seluruh alam; (2) program internalisasi budaya Islami (modelling, instruksi, argumentasi, pemberian hikmah, dan berbuatan yang terus-menerus dalam bentuk amal shaleh); dan (3) Evaluasi, dengan melakukan refleksi pada setiap proses dan hasilnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, dengan studi kepustakaan sebagai teknik dalam mengumpulkan data. Metode penelitian deskriftif merupakan penelitian yang membicarakan beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah aktual dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklasifikasi, menganalisis dan menginterpretasikan data. Studi kepustakaan dilakukan pada dukumen tertulis maupun elektronik. Dokumen tersebut diantaranya buku, jurnal, dan lampiran-lampiran yang berkaitan tentang model internalisasi budaya islami.
Kata kunci : Internaslisasi, Budaya Islami, Lingkungan Keluarg
Games Edukasi Bahasa Inggris untuk Pengembangan Kosakata Bahasa Inggris untuk Anak Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Games Edukasi Bahasa Inggris terhadap pengembangan kosakata Bahasa Inggris pada anak-anak Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Games Edukasi Bahasa Inggris dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan kosakata Bahasa Inggris pada anak-anak Sekolah Dasar. Games Edukasi Bahasa Inggris mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak, meningkatkan kemampuan anak dalam memahami dan menguasai kosakata Bahasa Inggris, serta meningkatkan keaktifan dan partisipasi anak dalam proses belajar. Dalam kesimpulannya, penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan Games Edukasi Bahasa Inggris lebih diperhatikan dalam metode pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di sekolah-sekolah dasar. Selain itu, pengembangan Games Edukasi Bahasa Inggris yang lebih beragam dan inovatif dapat meningkatkan efektivitas dalam pengembangan kosakata Bahasa Inggris pada anak-anak Sekolah Dasar
METODE TAFSIR AL-QURTHUBI MENGENAI AYAT JUAL BELI & RIBA DALAM KITAB AL-JAMI’ FI AHKAM AL-QUR’AN
Salah satu pokok ajaran Islam adalah beriman kepada kitab suci. Iman dalam hal ini berlaku atas semua kitab suci yang telah diturunkan oleh sang pencipta, Allah SWT kepada para utusan-Nya.Wahyu yang berupa kitab (al-Qur'an) ini pada umumnya ditujukan kepada manusia secara umum dengan berbagai kondisi dan pola pikir yang berbeda. Sehingga sangat mungkin bahkan menjadi sebuah keharusan akan munculnya berbagai macam penafsiran yang beragam. Satu jawaban singkat dan logis dari penafsiran yang beragam ini adalah ketidaksamaan kemampuan manusia dalam memahami substansi wahyu. Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk mengkaji metodologi yang digunakan oleh Al-Qurtubi dalam menafsirkan ayat jual beli dan Riba dalam kitab Al-jami’ Fi Ahkam Al-Qur’an
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK RELIGIUSITAS SISWA DI SMK ANAK BANGSA
Religiosity is a religious expression that is shown by a person in daily life. That expression will be seen in the mindset, lifestyle, words, association, and all parts of his life. With religiosity a person keep in touch with other because in it there are values that respect and glorify each other. In Islam religiosity is known as pious. SMK Anak Bangsa as one of the educational institutions in Indonesia also develops a religious attitude / religiosity for their students. This can be seen from the programs that have been run so far. The religious attitude at SMK Anak Bangsa will be seen in the aspects of faith, morals, and sharia where the three aspects are the embodiment of the dimensions of belief (ideological), dimensions of religious practice (ritualistic), dimensions of experience (experiential), dimensions of religious knowledge (intellectual), and the dimensions of practice (consequential). Religiosity is used to overcome frustration, to maintain the morality and order of the community, to satisfy intellectuals who want to know, and to overcome fear. There are several factors that affect relgiosity, among others: social factors, experience factors, unmet needs factors, intellectual factors. While the media to bring religiosity to a person can be done through several ways such as: worship, repentance, sincerity, patience, thanksgiving, resignation, pleasure, king ’, and khauf
INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: Studi Kasus Pembelajaran Bahasa Arab di MI Darul Ulum Ngorok Kopang Lombok Tengah
This article intends to give motivation to the teachers especially for Arabic Teachers in MI Darul Ulum Ngorok and the Arabic observers to continue to make innovations on Arabic learning so that Arabic learning for Non Arabic continues to evolve along with the times. Innovation that the author offers is a practical form of innovation that comes from existing theories of learning by Noam Chomsky. This innovation comes from the studies of Arabic learning which the author observed in MI Darul Ulum Ngorok Central Lombok that still need a serious attention. There are many things that must be corrected in Arabic learning both in terms of Objectives, Methods, Media, and Evaluation of Arabic Learning
Ekstrakurikuler “Tari Topeng Ireng” sebagai Strategi Penanaman Percaya Diri Siswa MIS Al Islam Tempel Sleman Yogyakarta
This research aims to the dance extracurricular "Tari Topeng Ireng" as a strategy to increase student confidence in MIS Al Islam Tempel Sleman Yogyakarta. This research is qualitative research with a phenomenological approach. Retrieval of data in this research using observation, interviews, and documentation, while analyzing the data, researchers used the Miles and Huberman Interactive Analysis models. The results obtained in this research are the coach uses five methods, including lecture method, peer tutor method, demonstration method, exploration method, and discussion method. Through these methods, making students confident in appearing publicly with various characters. The supporting factors of the implementation of this extracurricular are 1). High student interest, 2). Professional builder quality, and 3). Facilities and infrastructure in practice are sufficient. While the inhibiting factors, among others: 1). Motoric students who are still lacking, 2). Schedule of activities that collide with other activities, and 3). School transportation that does not yet exist.Abstrak: Penelitian ini mengungkapkan Ekstrakurikuler “Tari Topeng Ireng” sebagai strategi meningkatkan percaya diri siswa di MIS Al Islam Tempel Sleman Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisa data, peneliti menggunakan model Analisis Interaktif Miles dan Huberman. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pembina menggunakan lima metode di antaranya yaitu: metode ceramah, metode tutor sebaya, metode demonstrasi, metode eksplorasi, dan metode diskusi. Melalui metode tersebut, membuat siswa percaya diri tampil di hadapan umum dengan berbagai karakternya. Adapun faktor pendukung dari implementasi kegiatan ini adalah 1). Minat siswa yang tinggi, 2). Kualitas pembina yang profesional, dan 3). Sarana dan prasarana dalam berlatih sudah cukup memadai. Sedangkan faktor penghambatnya, antara lain: 1). Motorik siswa yang masih kurang, 2). Jadwal kegiatan yang terbentur dengan kegiatan lainnya, dan 3). Alat transportasi sekolah yang belum ada.
Kata Kunci: Ekstrakurikuler “Tari Topeng Ireng”, Percaya Diri, Madrasah Ibtidaiya
FIQIH WANITA KONTEMPORER (WANITA KARIER)
Sebenarnya yang dinamakan gender ialah perbedaan antara perempuan dan laki-laki yang bukan biologis maupun kodrat Tuhan. Gender adalah suatu anggapan yang disematkan oleh masyarakat kepada seseorang yang dianggap sebagai suatu kebiasaan pada umumnya. Gender itu selalu berubah dari waktu ke waktu, tempat ke tempat, hingga kelas ke kelas. Adapaun jenis kelamin (seks) tidak akan pernah mengalami perubahan. Selama ini, perempuan dipahami sebagai makhluk lemah yang hanya tinggal di rumah, mengurus semua pekerjaan yang berehubungan dengan sektor domestik, tidak boleh keluar rumah dan tidak boleh berinteraksi dengan kaum laki-laki. Telah lama sekali tatanan ini dianggap cukup mapan sebagai sesuatu yang alamiah bahkan oleh kaum perempuan sendiri. Padahal dalam Islam sendiri tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Islam sebagai rahmat seluruh alam (rahmatan lil alamin) mengangkat derajat dan posisi perempuan. Perempuan pada masa jahiliah tidak dihargai, namun dengan kedatangan Islam ia mendapatkan tempat terhormat
Penerapan Model Pembelajaran Interaksi sosial Untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik: model pembelajaran interaksi sosial
Abstract
This paper aims to examine the application of social interaction learning models to improve the character of students. Social interaction model is a learning model that holds that the learning process is inseparable from the reality of life. Students are understood with the phenomena that exist in life, so the learning process is intended to prepare students to be able to interact widely in the community. In this case, students are taught about how to interact politely, harmoniously, democratically and uphold the values of civilization called character. The research method used is descriptive qualitative. By using a qualitative approach researchers are expected to be more flexible in understanding, observing and conducting more accurate reviews regarding the application of social interaction learning models to improve the character of students. The findings in this study can be concluded as follows: a) learning model of social interaction can improve the character of students manifested in social interaction better, b) the ability of students to interpret phenomena in society critically and politely, c) foster motivation intrinsic learners to character values.
Keywords: Application of Learning Models, Social Interaction Models, Character, Students
The Use of Student-Centered Advocacy Learning Approaches in Improving Student Learning Achievement in Social Studies Subjects Class VIII at MTS. Nurussalam Tetebatu Sikur sub-district TA. 2019/2020
Teknik mengajar yang bermakna memiliki peranan penting dalam proses balajar mengajar sehingga dapat memberikan semangat dan motivasi kepada siswa, untuk itu guru dapat memilih dan menentukan pendekatan dan metode yang disesuaikan dengan kemampuan, keadaan siswa serta keadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang proses belajar mengajar. Salah satu model pendekatan yang dapat ditempuh oleh guru dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran advokasi berpusat pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai Penggunaan Pendekatan Belajar Advokasi Berpusat pada Siswa dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif True Experimental Desaign, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTs. Nurussalam Tetebatu yang berjumlah 66 orang siswa, dan teknik analisis data yang digunakan adalah t-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh t hitung = 2,71, sedangkan harga t tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan df = 64 yang diperoleh dari penjumlahan sampel kelas kontrol 33 orang siswa dan kelas eksperimen 33 orang siswa dikurangi dengan 2 (n-2), sehingga diperoleh F tabel = 1,67. Karena harga t hitung lebih besar dari pada t tabel untuk taraf kesalahan 5%, maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan advokasi berpusat pada siswa.Teknik mengajar yang bermakna memiliki peranan penting dalam proses balajar mengajar sehingga dapat memberikan semangat dan motivasi kepada siswa, untuk itu guru dapat memilih dan menentukan pendekatan dan metode yang disesuaikan dengan kemampuan, keadaan siswa serta keadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang proses belajar mengajar. Salah satu model pendekatan yang dapat ditempuh oleh guru dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran advokasi berpusat pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai Penggunaan Pendekatan Belajar Advokasi Berpusat pada Siswa dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif True Experimental Desaign, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTs. Nurussalam Tetebatu yang berjumlah 66 orang siswa, dan teknik analisis data yang digunakan adalah t-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh t hitung = 2,71, sedangkan harga t tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan df = 64 yang diperoleh dari penjumlahan sampel kelas kontrol 33 orang siswa dan kelas eksperimen 33 orang siswa dikurangi dengan 2 (n-2), sehingga diperoleh F tabel = 1,67. Karena harga t hitung lebih besar dari pada t tabel untuk taraf kesalahan 5%, maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan advokasi berpusat pada siswa
Islam Di Tengah Perdebatan Faham Libralisme, Dan Fundamentalisme, Dan Moderatisme
Pada dasawarsa akhir-akhir ini, berbicara Islam sangat menarik perhatian berbagai kalangan baik dari kalangan Islam sendiri, maupun kalangan non-Islam. Ketertarikan terhadap Islam sebagai sebuah institusi bagi para peneliti, terutama para orientalis, ada yang motivasinya untuk menjatuhkan Islam dari dalam, seperti yang dilakukan oleh Snouck Hourgrounje, maupun ada yang berkeinginan untuk menggali Islam sebagai sebuah peradaban, sebagaimana yang dilakukan oleh H.A.R Gibb, dengan menghasilkan yang spektakuler berjudul Whither Islam menyatakan: Islam is indeed much more then a system of theology, it is complete civilazition ( Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuah agama, ia adalah sebuah peradaban yang sempurna). Sampai saat ini, Islam terus menunjukkan dinamika dan keberagaman eksperesinya. Tema-tema dominan dalam Islam adalah revivalisme Islam. Suatau dampak yang lebih nyata pada kehidupan kaum Muslim dapat disaksikan diberbagai belahan dunia Islam, entah itu berupa pakaian busana muslimah di Negara-negara sekuler seperti Amirika Serikat, atau dalam kehidupan politik kaum Muslim mulai dari Tunisia sampai Mindano. Dalam bidang ekonomi telah diperkenalkan Bank-bank Islam di Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim seperti Indonesi