Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KELOMPOK SISWA DENGAN METODE CERAMAH MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR (SPPKB) PADA BIDANG STUDI IPS TERPADU DI SMPN 2 JEROWARU

    Get PDF
    Pendidikan merupakan salah satu yang harus diikuti oleh semua orang. Dengan pendidikan yang memadai seseorang akan mampu menjawab tantangan-tantangan global dalam kehidupan. Dengan pendidikan ini pula harkat dan martabat seseorang akan terangkat, semakin rendah tingkat pendidikan seseorang martabat dilingkungannya juga rendah. Harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia juga di pengaruhi pendidikan penduduknya. Salah satu indikasi pencapaian proses pendidikan tersebut adalah terwujudnya hasil belajar yang memuaskan. Pendidikan dapat dikatakan berhasil apabila tercapai hasil belajar yang baik atau siswa mendapatkan nilai diatas rata-rata. Tujuan yang telah ditentukan dalam penelitian ini, yakni untuk meningkatkan hasil belajar kelompok siswa dengan metode ceramah melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) pada bidang studi ips terpadu untuk kelas VII di SMPN 2 Jerowaru. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan terebut peneliti menguji 28 siswa sebagai sampel dengan spesifikasi laki-laki 11 orang dan perempuan 17 orangyang diambil dari jumlah keseluruhan populasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan tiap-tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa adalah tes uraian ( subyektif ) yang kemudian dianalisis dengan kriteria ketuntasan belajar, sedangkan untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru yaitu dengan menggunakan lembar observasi. Berdasarakan hasil penelitian setelah dilakukan analisis terhadap data tersebut diperoleh data pemaahaman siswa siklus I pada aktifitas kelonpok diskusi siswa 74.4 % dengan rata-rata 2.6 dan ketuntasan ketuntasan belajar siswa 50 % dengan rata-rata 59.3. sedangkan pada siklus II persentase aktifitas kelompok diskusi siswa sebanyak 87.2 % dengan rata-rata 3.1 dan persentase ketuntasan belajar siswa sebanyak 89.1% dengan nilai rata-rata 72.1

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA PLUS MUNIRUL ARIFIN NW PRAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Plus Munirul Arifin NW Praya Tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pre- exsperimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester ganjil SMA Plus Munirul Arifin NW Praya tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas Xpa  dan  Xpi  yang berjumlah 43 orang, dengan sampel dalam penelitian ini adalah kelas xpi yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan data menggunakan angket/quesioner digunakan untuk mengungkap data motivasi belajar matematika siswa sebelum dan setelah penerapan pembelajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw pada pokok bahasan persamaan kuadrat. Sebelum data dianalisis, instrumen dihitung validitas dan reliabilitasnya. Setelah data terkumpul, dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas. Selain itu, untuk pengujian hipotesis digunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya kooferensi determinasi regresi didapat sebesar 0,508 atau pengaruh variabel X terhadap Y sebesar 50,8% dengan persamaan regresi Y = 4,09 + 0,42X dalam standar error 0.812 dan 0,098. Dimana, signifikan a0 dan a1 sebesar 55,547  dan 4,308 lebih besar dari nilai t1/2 (0,5);df-18 yaitu 2,101, atau t>t1/2 (0,5);df-18. Hal ini berarti, terdapat pengaruh yang positif antara penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas X SMA Plus Munir Arifin NW Praya Tahun 2013/2014 sebesar 50,8% dan sisanya 49,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Plus Munirul Arifin NW Praya Tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pre- exsperimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester ganjil SMA Plus Munirul Arifin NW Praya tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas Xpa  dan  Xpi  yang berjumlah 43 orang, dengan sampel dalam penelitian ini adalah kelas xpi yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan data menggunakan angket/quesioner digunakan untuk mengungkap data motivasi belajar matematika siswa sebelum dan setelah penerapan pembelajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw pada pokok bahasan persamaan kuadrat. Sebelum data dianalisis, instrumen dihitung validitas dan reliabilitasnya. Setelah data terkumpul, dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas. Selain itu, untuk pengujian hipotesis digunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya kooferensi determinasi regresi didapat sebesar 0,508 atau pengaruh variabel X terhadap Y sebesar 50,8% dengan persamaan regresi Y = 4,09 + 0,42X dalam standar error 0.812 dan 0,098. Dimana, signifikan a0 dan a1 sebesar 55,547  dan 4,308 lebih besar dari nilai t1/2 (0,5);df-18 yaitu 2,101, atau t>t1/2 (0,5);df-18. Hal ini berarti, terdapat pengaruh yang positif antara penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas X SMA Plus Munir Arifin NW Praya Tahun 2013/2014 sebesar 50,8% dan sisanya 49,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. &nbsp

    TRADISI ZIARAH KUBUR DALAM PENDEKATAN SEJARAH

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan kajian mendalam tentang tradisi ziarah kubur dalam pendekatan sejarah, yang sebelumnya tidak diperbolehkan sampai diperbolehkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan praktik ziarah kubur dilakukan oleh sebagian besar umat islam di Indonesia. Ziarah kubur biasanya banyak dilakukan ketika bulan Ramdahan dan selama bulan Syawal. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian studi pustaka (library research). Dimana peneliti mengkaji tradisi ziarah kubur dalam pendekatan sejarah dari bergai buku dan jurnal yang menunjukkan bahwa ziarah kubur pernah dilakukan dari sejak zaman Rasulullah SAW sampai saat ini yang praktinya berdasarkan dengan landasan normatif. Pengumpulan data melalui dokumentasi dengan mendeskrifsikan temuan-temuan dalam buku dan jurnal ilmiah. Analisis data dilakukan dengan menetapkan desain dan model, pencarian data pokok dan pencarian kontekstual yang terdapat dalam sumber data yang digunakan peneliti. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Ziarah Kubur dalam pendekatan sejarah adalah adanya keterkaitan teks yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW secara tidak langsung  karena dalam Al-Qur’an itu tidak disebutkan secara langsung tentang Ziarah Kubur. Ziarah kubur diperbolehkan dengan tujuan sebagai ibrah bahwa semua manusia akan mengalami kematian, sehingga bisa meningkatkan keimanan setiap pelaku ziarah tersebut. Sebagai bentuk penyucian jiwa untuk melaksanakan perintah Allah SWT dengan ikhlas dan penuh ketakwaanPenelitian ini merupakan kajian mendalam tentang tradisi ziarah kubur dalam pendekatan sejarah, yang sebelumnya tidak diperbolehkan sampai diperbolehkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan praktik ziarah kubur dilakukan oleh sebagian besar umat islam di Indonesia. Ziarah kubur biasanya banyak dilakukan ketika bulan Ramdahan dan selama bulan Syawal. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian studi pustaka (library research). Dimana peneliti mengkaji tradisi ziarah kubur dalam pendekatan sejarah dari bergai buku dan jurnal yang menunjukkan bahwa ziarah kubur pernah dilakukan dari sejak zaman Rasulullah SAW sampai saat ini yang praktinya berdasarkan dengan landasan normatif. Pengumpulan data melalui dokumentasi dengan mendeskrifsikan temuan-temuan dalam buku dan jurnal ilmiah. Analisis data dilakukan dengan menetapkan desain dan model, pencarian data pokok dan pencarian kontekstual yang terdapat dalam sumber data yang digunakan peneliti. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Ziarah Kubur dalam pendekatan sejarah adalah adanya keterkaitan teks yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW secara tidak langsung  karena dalam Al-Qur’an itu tidak disebutkan secara langsung tentang Ziarah Kubur. Ziarah kubur diperbolehkan dengan tujuan sebagai ibrah bahwa semua manusia akan mengalami kematian, sehingga bisa meningkatkan keimanan setiap pelaku ziarah tersebut. Sebagai bentuk penyucian jiwa untuk melaksanakan perintah Allah SWT dengan ikhlas dan penuh ketakwaa

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATA PELAJARAN EKONOMI MELALUI PENERAPAN BELAJAR TUNTAS PADA SISWA KELAS XI. IPS.A MA.DARUL AITAM JEROWARU Tahun 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Mata Pelajaran Ekonomi Melalui Penerapan Belajar Tuntas Pada Siswa Kelas XI.IPS.A. MA. Darul Aitam Jerowaru Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, obsevasi dan refleksi. Obyek penelitian ini di tentukan dengan mengambil kelas XI.IPS.A. yang berjumlah 23 orang siswa.Adapun instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi dan tes guru dan siswa. Hasil penelitian ini yang diperoleh pada siklus pertama, dari 23 siswa yang mengikuti tes  evaluasi untuk hasil belajar 17 siswa yang tuntas  dan 6 orang siswa yang belum tuntas  dengan nilai rata-rata 71 ≤ 75 . Sedangkan untuk persentase secara klasikal 73,91% ≤ 85 %,  ini berarti untuk evaluasi hasil belajar secara KKM yang 75 dan KKK 85 % bisa dikatakan tidak tuntas dan untuk pemecahan masalah pada siklus I skor rata-rata sebesar 73,04 dengan prosentase ketuntasan 60%.  Nilai ini belum memenuhi syarat ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 85 %. Terdapat 16 siswa yang mendapatkan nilai  ≥ 75  termasuk kategori tuntas belajar dan 7 siswa yang mendapatkan nilai ≤ 75 termasuk kategori belum tuntas belajar. Dari analisis siklus dua, dari 23 siswa yang mengikuti tes hasil evaluasi diperoleh skor rata-rata hasil evaluasi 81,30 dengan prosentase 95%, hasil ini menunjukkan bahwa syarat ketuntasan belajar telah tercapai yaitu 85% terdapat 22 siswa yang mendapat skor hasil belajar ≥ 75. Sedangkan untuk kemampuan pemecahan masalah nilai rata-rata siswa yakni 83 dengan  persentase banyak siswa tuntas 96 % dan termasuk kategori tuntas belajar

    Building Motivation Through Strengthening Metacognitive Ability in Compiling Islamic Learning Outcomes Tests

    Get PDF
    Lulusan pendidikan tinggi diharapkan memiliki learning outcomes selain kompetensi yang harus dimiliki, agar memungkinkan lulusan melakukan seperangkat tindakan cerdas yang bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu, sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat. Upaya membekali mahasiswa agar memiliki capaian pembelajaran yang demikian itu hanya dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang memenuhi standar proses pembelajaran, seperti penggunaan pendekatan atau model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Model atau strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran efektif dan bermakna dapat memicu proses konstruksi motivasi mahasiswa dalam memperoleh capaian pembelajaran. Pembelajaran efektif dan bermakna dapat memberikan kepuasan dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Sehingga dapat menciptakan keadaan yang memicu konsentrasinya untuk menggunakan proses organisasi informasi dan proses adaptasi pengetahuan dalam dirinya. Kemampuan yang diperoleh melalui kegiatan pembelajaran bermakna akan memperkaya pengetahuan mahasiswa dalam otaknya (schemata). Proses organisasi informasi terjadi pada saat proses berpikir menghubungkan antara pengetahuan baru yang dihadapi (asimilasi) dengan struktur pengetahuan dalam otaknya (schemata). Apabila pengetahuan dalam struktur schemata bersesuaian dengan informasi baru yang dihadapinya, maka akan terjadi proses adaptasi atau pengintegrasian pengetahuan yang diterima dan mengubah struktur pengetahuan yang dimiliki dengan struktur pengetahuan baru (akomodasi), yang menandai terjadinya keseimbangan (equilibrium). Tingkat kemampuan mahasiswa dalam proses organisasi informasi dan proses adaptasi pengetahuan berbeda antara satu dengan lainnya. Mahasiswa yang memiliki kecerdasan kognitif cenderung tidak mengalami kesulitan dalam belajarnya. Mahasiswa yang memiliki proses kognitis dalam tingkat sedang sampai rendah dapat mengimbangi kesulitan belajarnya menggunakan keterampilan metakognitifnya. Strategi penguatan kemampuan metakognitif dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran efektif dan bermakna. Keterampilan metakognitif merupakan cara belajar yang mengaktifkan proses kognitif (organisasi informasi dan proses adaptasi pengetahuan) dalam dirinya. Kemampuan metakognitif dapat digunakan untuk menyelesaikan kesulitan belajar melalui evaluasi kelengkapan pengetahuan dalam struktur schemata. Keberhasilan menyelesaikan masalah (kesulitan belajar) dalam menyusun instrument penilaian hasil belajar PAI yang dihadapi akan memberikan kepuasan bagi mahasiswa, sehingga dapat mengkonstruksi dorongan (motivasi) dari dalam diri mahasiswa.Graduates of higher education are expected to have learning outcomes in addition to competencies that must be possessed, to enable graduates to perform a set of intelligent actions that are responsible for carrying out tasks in certain fields of work, as a condition to be considered capable by the community. Efforts to equip students to have such learning outcomes can only be done through learning activities that meet the learning process standards, such as the use of approaches or learning models that can increase student motivation. The learning model or strategy used in effective and meaningful learning can trigger the construction process of student motivation in obtaining learning outcomes. Effective and meaningful learning can provide satisfaction and increase student confidence. So that it can create conditions that trigger its concentration to use the information organization process and the process of adapting knowledge within itself. The abilities gained through meaningful learning activities will enrich the knowledge of students in their brains (schemata). The process of information organization occurs when the thought process connects the new knowledge encountered (assimilation) with the structure of knowledge in the brain (schemata). If the knowledge in the schemata structure is following the new information it faces, there will be a process of adaptation or integration of the received knowledge and changing the knowledge structure that is owned with the new knowledge structure (accommodation), which marks the balance (equilibrium). The level of student ability in the process of organizing information and the process of adapting knowledge differs from one another. Students who have cognitive intelligence tend not to experience difficulties in learning. Students who have a moderate to the low level cognitive process can compensate for their learning difficulties using their metacognitive skills. Strategies for strengthening metacognitive abilities can be used to support effective and meaningful learning. Metacognitive skills are a way of learning that activates cognitive processes (information organization and knowledge adaptation processes) in him. Metacognitive abilities can be used to solve learning difficulties by evaluating the completeness of knowledge in the schemata structure. Success in solving problems (learning difficulties) in preparing the PAI learning outcomes assessment instrument faced will give satisfaction to students so that they can construct motivation (motivation) from within students

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA MI NW BAGIK PAYUNG

    Get PDF
    The research  aimed  to determine the differences between group of students listening skills that learned by the learning model Brain Based Learning  , assisted by the audio media and group of students who learned by conventional model in class IV Cluster II Suralaga District, Lombok Timur Regency in academic year 2017/2018. This research included quasi-experimental research. The design was used non-equivalent posttest only control group design. The population of the study was the whole class IV in Cluster II Suralaga District, and the sample was class IV SDN 6 Suralaga and class IV SDN 1 Suralaga. The mothod collection was used by test method. The collected data were analyzed of  t-test.The results of this study indicate that there were significant differences in listening skills among groups of students that learned by learning model Brain Based Learning  , assisted by audio media and a group of students who learned by conventional learning model with tarithmetic greater than ttable (tarithmetic>ttable).It is shown by the taccount (12,25) >ttable (2,021) and average of exsperimental group (14,25) higher than average of control group (8). This means learning model application Brain Based Learning  , assisted by audio media was influence on listening skills class V students in Cluster I Suralaga District, Lombok Timur Regecy in academic year 2017/2018.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menyimak antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Brain Based Learning  berbantuan media audio dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Gugus I Kecamatan suralaga, Kabupaten Lombok Timur tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus II Kecamatan Selat. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 6 Suralaga dan kelas IV SDN 1 Suralaga. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dengan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan (uji-t).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan menyimak yang signifikan antara kelompk siswa yang dibelajarkan dengan Brain Based Learning  berbantuan media audio dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukan dengan thitung lebih besar dari t tabel (thitung>ttabel). Nilai thitung = 12,25, sedangkan nilai ttabel = 2,021, dan rata- rata keterampilan menyimak kelopok eksperimen (14,24) lebih besar dari rata-rata (8) kelompok kontrol. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Brain Based Learning  berbantuan media audio berpengaruh terhadap  keterampilan menyimak siswa kelas IV di gugus I Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur tahun pelajaran 2017/2018. &nbsp

    Hubungan Perhatian Orang Tua terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VI di SD IT Abata Lombok

    Get PDF
    Minimnya perhatian orang tua diduga dapat menyebabkan minat belajar redah yang berakibat hasil belajar menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perhatian orang tua terhadapa minat belajar siswa kelas VI di SD IT ABATA LOMBOK Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif tipe korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 siswa. Pengambilan sampel adalah dengan metode Total Samping. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuisoner (angket). Uji hipotesis penelitian menggunakan rumus Pearson Correlation. Hasil analisis data diperoleh nilai uji korelasi 0,85 yang berada pada interval koefisien sangat tinggi dengan p = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara perhatian orang tua dengan minta belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas IV VI di SD IT ABATA LOMBOK Tahun Pelajaran 2020/2021. Kata Kunci: Hasil Belajar, Minat Belajar, Perhatian Orang Tua

    Etika Bisnis Islam dan Prilaku Nelayan Dalam Mengembangkan Usaha di Daerah Pesisir Selatan Lombok Timur

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang Usaha berbasis Etika dan Bisnis Ilam dalam bidang Perikanan. Daerah yang dijadikan sampel Lombok Timur bagian Selatan, yaitu Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak. Desa Ketapang Raya terdiri dari Dusun Kedome, Dusun Lungkak dan Dusun Telaga Bagik. Maraknya praktek Bisnis yang melupakan etika Jual-beli secara hokum Fikh maka menggairahkan Konsep Etika Islam untuk didampingi secara intens. Pendampingan inilah yang melatarbelakangi penelitian lebih serius tentang bisnis berbasis Etika Islam bagi nelayann di Desa Ketapang Raya. Hasilnya sungguh menarik yaitu terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat non materi; mengupayakan pertumbuhan terus-menerus dijalankan sesuai dengan aturan syariat;  Tujuan akhirnya adalah keberkahan

    PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR AL-ISLAM DI SMAN 1 KERUAK TAHUN PELAJARAN 2020/2021

    Get PDF
    Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat meningkatkan perhatian peserta didik dalam pembelajaran dan mempermudah guru dalam mengajar sehingga tercipta lingkungan belajar yang efisien dan kondusif. Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai perantaran atau alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi kelas dan lingkungan belajar. Dengan adanya media dalam pembelajaran peserta didik dirasa akan lebih termotivasi mengikuti pembelajaran, tanpa motivasi, sangat mungkin pembelajaran tidak menghasilkan belajar.   Permasalah yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar Al-Islam di SMAN 1 Keruak tahun pelajaran 2019/2020. Sedangkat tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Al-Islam serta upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas.   Populasi pada penelitian ini adalah kelas X yang berjumlah 153 peserta didik, sedangkat sampel pada penelitian berpedoman pada jika populasi sekitar 100 maka sampel diambil sebesar 30% , yaitu berjumal 46 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner/ pembagian angket terhadap beberapa responden yang telah dipilih dan dengan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis hasil penelitian ini, digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus chi kuadrat yang datanya diperoleh melalui pembagian kuesioner/angket yang kemudian diambil sebuah kesimpulan dan verifikasi.   Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar Al-Islam di SMAN 1 Keruak tahun ajaran 20202021. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ternyata harga Chi Kuadrat hitung   ( lebih kecil dari harga Chi kuadrat tabel ( baik pada taraf signifikan 1% maupun pada taraf signifikan 5%. Dimana nilai Chi Kuadrat hitung adalah 7,276 sedangkan harga Chi Kuadrat tabel ( pada taraf signifikan 1% adalah   21,666 dan taraf signifikan 5% adalah 16,919. Dengan demikian bahwa harga Chi Kuadrat hitung 7,276 lebih kecil dari harga Chi Kuadrat tabel taraf signifikan 1% maupun 5% yaitu 21,666<7,276<16,919

    Perkembangan Perbankan Syari'ah: Perkembangan Perbankan Syari'ah

    No full text
    sejak dikeluarkannya kerangka hukum formal sebagai landasan operasional perbankan syariah di Indonesia. Landasan hukum, yang menjadi titik tolak perkembangan bank syariah di Indonesia adalah UU No 7 Tahun 1992, tentang Bank Indonesia. Dalam UU tersebut perinsip syariah sudah dinyatakan, meskipun masih samar, yang dinyatakan sebagai perinsip bagi hasil. Tingginya respon terhadap perbankan syariah dipicu oleh ketidakpuasan terhadap konsep dan operasi perbankan konvensional. Penyerahan risiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma keadilan, dimana risiko penghirnpunan dana sepenuhnya ditanggung oleh bank, sebaliknya risiko kredit sepenuhnya ditanggung oleh debitur. Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank Islam atau biasa disebut dengan bank tanpa bunga, adalah lembaga keuangan / perbankan yang operasioanal dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain bank Islam adalah lembaga keuangan yang usaha pokok nya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan perinsip syariat Islam. Perintisan penerapan sistem profit andloss sharing, sebagai inti bisnis lembaga keuangan syariah tercatat telah ada sejak tahun 1940-an, yaitu upaya mengelola dana jemaahhaji secara nonkonvensional di Pakistan dan Malaysia. Rintisan berikutnya yang merupakan tonggak sejarah perkembangan perbankan syariah adalah Islamic rural Bank didaerah Mit Gharnr yang didirikan oleh Dr. Ahmed el-Najar yang permodalannya di bantu oleh Raja Faisal pada tahun 1963 hingga 1967 di Kairo, Mesir, walaupun pada akhirnya operasional di ambil alih oleh National Bank of Egyt dan Central Bank of Egypt. Secara kolektif gagasan berdirinya bank syariah di tingkat internasional, muncul dalam konferensi negara-negara Islam sedunia di Kuala lumpur, Malaysia, pada bulan April 1969, yang di ikuti 19 negara peserta. Kemudian disusul dengan ide untuk mendirikan bank syariah di Indonesia yang sebenarnya telah muncul sejak pertengahan tahun 1970-an. Pelaksanaan keinginan untuk menerapkan perinsip syariah dibidang lembaga kenangan di tanah air dimulai dengan berdirinya lembaga kenangan Baitut-TamwiI Jasa Keahlian Teknosa pada tanggal 30 Desember 1980 dengan akta perubahan tertanggal 21 Desember 1982. kemudian di Jakarta didirikan Baitut Tamwil kedua dengan nama koperasi simpan-pinjam Ridho Gusti yang didirikan tanggal 25 September 1988. Setelah dikeluarkan PAKTO {Paket kebijaksanaan pemerintah bulan Oktober) tahun 1988 yang berisi tentang liberalisasi perbankan yang memungkinkan pendirian Bank-bank Perkreditan Rakyat Syariah di beberapa daerah di Indonesia, yang pertama kali mendapatkan izin usaha adalah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) berkah amal sejahtera dan BPRS Dana Mardhatillah pada tanggal 19 Agustus 1991, serta BPRS Amanah rabaniyah pada Tanggal 10 November 1991 di Aceh, yang kemudian mendorong didirikannya Bank Umum Syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 1 Mei 1992

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇