Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    INCREASING WRITING ABILITY THROUGH COLLABORATIVE WRITING TECHNIQUE (CoWT) OF THE THIRD SEMESTER OF SHARIA FACULTY: INCREASING WRITING ABILITY THROUGH COLLABORATIVE WRITING TECHNIQUE (CoWT) OF THE THIRD SEMESTER OF SHARIA FACULTY

    Get PDF
    One part of Collaborative Learning Techniques (CoLT) is Collaborative Writing Technique (CoWT). The technique can help students to learn writing more effectively. The way is to conduct written form of paper in pairs together. Each student contributes at each stage of the writing process: brainstorming ideas, gathering and organizing information, drafting, revising, and editing the writing. Additionally, students will be more proud of their writing as their writing is good. Therefore, using Collaborative Writing Technique (CoWT) possibly enables students to create a written product and of course encourage teaching and learning process. There is one research question formulated in this study that is how can Collaborative Writing Technique (CoWT) increase the writing ability of the third semester of Sharia Faculty? This research is classroom action research (CAR). The subject of this study is the third semester of Sharia which is 73 students. Two kinds of data are used namely qualitative and quantitative data which are quantitative data gained through writing test and qualitative data gotten from observation. Based on the result of the data analysis, there is improvement of students’ writing ability. The improvement is 22 % of both cycles that is 59 % of cycle I and 81 % of cycle II. Also, in teaching and learning process, the students behaves more actively, it can be seen from the result of observation in cycle I. There are 34 % students who are active and 14% of students’ very active, and it increases to be 71 % and 29 % of very active and active students. It means that there is improvement of the writing ability of the third semester of Sharia Faculty. Finally, it is found that the implementation of Collaborative Writing Technique (CoWT) can increase students’ writing ability.ABSTRACT   Salah satu bagian teknik belajar secara kolaborasi adalah teknik menulis kolaborasi. Teknik tersebut dapat membantu siswa untuk belajar menulis lebih efektif yaitu menulis suatu tulisan secara berkelompok atau kolaboratif. Dalam hal ini, tiap siswa atau mahasiswa dalam proses penulisan dapat melakukan penyusunan kerangka fikir, mengumpulkan informasi, membuat kerangka fikir, merevisi, dan mengedit tulisan yang dibuat. Dengan demikian, mahasiswa akan merasa bangga terhadap  tulisannya sendiri ketika hasilnya baik. Oleh karena itu, penerapan teknik menulis kolaborasi memungkinkan mahasiswa dapat menyusun tulisan sendiri sehingga lebih aktif dalam belajar. Ada satu rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimanakah teknik menulis kolaborasi dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa semester 3 Fakultas Syariah?”. Penelitian ini dikategorikan ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Fakultas Syariah yang berjumlah 73 orang. Ada dua jenis data yaitu qualitatif dan kuantitatif. Untuk mengumpulkan data dalam bentuk quantitatif, peneliti menggunakan tes menulis kemudian bentuk qualitatif dengan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penghitungan ketuntasan klasikal kelas, ada peningkatan 22  % yaitu pada siklus I adalah 59 % dan pada siklus II adalah 81 %. Demikian juga dalam kegiatan proses pembelajaran kolaborasi, keaktifan tampak lebik aktif. Ada 34 % mahasiswa aktif dan 14% mahasiswa sangat aktif. Skor tersebut meningkat pada siklus kedua dengan 71 % dan 29 % mahasiswa sangat aktif dan tergolong aktif. Hal ini menunjukkan ada peningkatan kemampuan menulis mahasiswa yang mana penerapan pembelajaran teknik kolaborasi dapat meningkatkan kemampuan menulis. &nbsp

    The Role of Islamic Religious Education Teachers in Improving Students' Islamic Behavior at SMK Negeri 1 Manggelewa

    Get PDF
    Konteks penelitian dalam penelitian ini ini adalah (1) Bagaimana peran Guru PAI sebagai pendidik dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa? (2) Bagaimana peran Guru PAI sebagai model dan teladan dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa? (3) Bagaimana peran Guru PAI sebagai evaluator dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa? Adapun yang menjadi fokus penelitian dalam hal ini adalah (1) mengetahui peran Guru PAI sebagai pendidik dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa, (2) mengetahui peran Guru PAI sebagai model dan teladan dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa, (3) mengetahui peran Guru PAI sebagai evaluator dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa.Skripsi ini disusun berdasarkan data lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan study dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa uraian dan gambaran data-data yang terkumpul secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam berperan dalam peningkatan perilaku Islami siswa. Peran guru sebagai pendidik dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMK Negeri 1 Manggelewa yaitu dengan selalu membimbing dan membina siswa untuk berperilaku Islami sehari-hari melalui pembiasaan budaya 5 S (salam, senyum, sapa, sopan, dan santun), selain itu fasilitas keagamaan seperti musholla dan perpustakaan Islam serta ekstra kurlikuler keagamaan seperti GQ, hadrah, dan kajian Islam digunakan guru PAI untuk memaksimalkan tujuan dari guru untuk membentuk perilaku Islami siswa.The research context in this research is (1) How is the role of Islamic Education Teachers as educators in improving Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa? (2) What is the role of the Islamic Education Teacher as a model and role model in improving the Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa? (3) What is the role of Islamic Education Teachers as evaluators in improving the Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa? As for the focus of research, in this case, are (1) knowing the role of Islamic Education teachers as educators in improving Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa, (2) knowing the role of Islamic Education Teachers as models and role models in improving Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa. , (3) knowing the role of Islamic Education teachers as evaluators in improving Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa. This thesis is compiled based on field data using a qualitative approach. The data were collected using participant observation, in-depth interviews, and study documentation. As for the analysis, the researcher used a qualitative descriptive analysis technique, namely in the form of descriptions and descriptions of the data collected as a whole about the actual situation. The results of this study indicate that Islamic religious education teachers play a role in improving students' Islamic behavior. The role of teachers as educators in improving Islamic behavior of students at SMK Negeri 1 Manggelewa is by always guiding and fostering daily Islamic behavior through 5 S cultural habits (greetings, smiles, greetings, politeness, and courtesy), besides religious facilities such as Islamic prayer rooms and libraries as well as religious extracurricular activities such as GQ, Shadrach, and Islamic studies are used by Islamic Education teachers to maximize the goals of the teacher to shape students' Islamic behavio

    Implementasi Konsep Pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa

    Get PDF
    : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Konsep Dasar Pendidikan Islam Terpadu. 2) Implementasi (penerapan pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa).Dalam penelitian ini peneliti menggunaan metode deskriptif kualitatif analitik dengan pengumpulan data secara induktif, data-data penelitian dikumpulkan dengan beberapa metode.Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang penerapan pendidikan Islam terpadu dalam sekolah SMP Islam Terpadu Sumbawa.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pendidikan Islam terpadu merupakan model pendidikan yang utuh menyeluruh, integral, bukan parsial, syumuliyah bukan juz’iyah. Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak dakwah di bidang pendidikan sebagai perlawanan terhadap pemahaman sekuler, dikotomi, juz’iyah.Keterpaduan ini meliputi tiga aspek yaitu, keterpaduan pola asuh, materi dan ranah. Ketiga aspek tersebut merupakan unsur penting dalam pendidikan islam terpadu. Apabila ketiga aspek itu diterapkan dengan baik, maka konsep pendidikan islam terpadu akan dapat dilihat hasilnya secara nyata. 2) Implementasi pendidikan islam terpadu, pendidikan ini memadukan tiga aspek kurikulum yaitu: Kurikulum Diknas, Kurikulum pendidikan islam (Muatan lokal berbasis islam), dan pengembangan diri. Proses pembelajarannya melalui penyampaian materi pelajaran umum yang diperkaya dengan nilai-nilai agama dan penyampaian materi agama diperkaya dengan muatan-muatan pendidikan umum misalnya guru memulai proses pembelajaran dengan berdo’a bersama kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al- Qur’an (murojaah) sekitar 10-15 menit, setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi pelajaran. Contoh lain ketika peserta didik belajar tentang mata pelajaran biologi, maka pada waktu yang sama diharapkan pelajaran itu dapat meningkatkan keyakinannya pada Allah Swt, karena dalam Islam telah diterangkan bahwa Allahlah yang menciptakan keanekaragaman hayati di bumi ini

    Kepemimpinan Madrasah Efektif dalam Peningkatan Mutu Madrasah Ibtidaiyah Al-Faat 2 Banggo Dompu

    Get PDF
    The purpose of this study was to find out why effective madrasah leadership is needed in improving the quality of madrasah at MI Al-Faat 2 Banggo Dompu and how to implement effective madrasah leadership at MI Al-Faat 2 Banggo Dompu. This type of research used in this research is a qualitative approach with a phenomenological approach. The data collection technique is done by interview, observation, and documentation. The subjects in this study were the head of the madrasah, the chairman of the committee, the head of the foundation, the teachers, and the students. The results showed that: (1) Madrasah leadership is effective in improving the quality of madrasahs carried out by the head of madrasah Miftahul Akhlaqiyah is to always establish a clear focus on the objectives of developing madrasah quality and student achievement both in madrasah and outside madrasah, (2) effective madrasah leadership who always play a collective leadership role and play an example at all levels of activity in madrasah and outside madrasah so that they appear as role models, (3) Evaluating the development of teacher and student performance, so that teacher and student achievement can achieve maximum goals. So that the impact of this effective madrasah leadership is to increase the morale of madrasah teachers, increase the effectiveness of madrasah staff and teacher teamwork, and can improve student learning achievement optimally.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa kepemimpinan madrasah efektif diperlukan dalam peningkatan mutu madrasah di MI Al-Faat 2 Banggo Dompu dan bagaimana pelaksanaan kepemimpinan madrasah efektif di MI Al-Faat 2 Banggo Dompu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, Ketua Komite, Ketua Yayasan, Guru dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan madrasah efektif dalam meningkatkan mutu madrasah yang dilakukan oleh kepala madrasah Miftahul Akhlaqiyah ialah selalu menetapkan fokus yang jelas mengenai tujuan pengembangan mutu madrasah dan prestasi siswa baik di lingkungan madrasah dan luar madrasah, (2) Kepemimpinan madrasah efektif yang selalu memerankan kepemimpinan kolektif dan memerankan keteladanan pada seluruh level kegiatan di madrasah maupun luar madrasah sehingga berpenampilan diri sebagai panutan, (3) Mengevaluasi perkembangan kinerja guru dan siswa, agar prestasi guru dan siswa tercapai tujuan maksimal. Sehingga dampak kepemimpinan madrasah efektif ini adalah meningkatkan semangat kerja guru madrasah, meningkatkan keefektifan kerja tim staf dan guru madrasah, serta bisa meningkatkan prestasi belajar peserta didik secara optimal

    Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah

    Get PDF
    Dalam Permendiknas No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi mata pelajaran matematika, yaitu menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, kreatif, cermat dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Sesuai dengan tujuan tersebut, diharapkan guru dapat membimbing dan memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika sesuai dengan caranya masing-masing. Namun, pembelajaran pemecahan masalah di sekolah-sekolah masih banyak mengalami hambatan sehingga perlu adanya suatu pendekatan pembelajaran yang mampu melatih siswa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Pendekatan matematika realistik merupakan suatu pendekatan pembelajaran matematika yang menekankan pada aktivitas siswa dan berpijak dari hal yang riil (kontekstual) bagi siswa. Berdasarkan analisis kajian dari jurnal-jurnal hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan menumbuhkan motivasi, minat dan antusias belajar siswa, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, aktivitas belajar siswa serta pembelajaran matematika realistik cocok digunakan untuk meningkatkan  kemampuan pemecahan masalah matematik pada ketiga level sekolah baik itu level sekolah rendah, sedang, dan tinggi

    Fenomena Publikasi Karya Tulis Ulama Nusantara Indonesia (Studi Multiperspektif Karya Tulis di Indonesia)

    Get PDF
    Until now the ulama's works have become a hot topic. Ulama that have been impressed traditional and conservative. In fact, these scholars are intellectuals who have high creativity. They have brilliant ideas in building their communities, becoming pioneers in the progress of their society. Besides that it has extensive scientific capacity. This is evidenced by the large number of their written works that are still relevant today. However, not all of the ulama's works are widely published, most of their works have been published in a manner that is limited to their jama'ah or to the learning curriculum in their own boarding schools. Even though the works of Indonesian ulama can be used as an answer to the accusation that the majority of Indonesian scholars are traditional and conservative and cannot accept changes. In this study the aim was to understand (1) How academic standardization of Indonesian ulama's writings (2) What is the government regulation on the writings of ulama as the nation's best sons in Indonesia. This research is a qualitative research. The approach in this study is the femenology approach. With this approach try to understand phenomena as they are so that they are objective and validit. The location of this study is East Java. This is because East Java is a provention that has the largest number of Islamic boarding schools in Indonesia. Data collection is done by interviewing, observing and documenting. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, data validity and conclusion drawing

    Tinjauan Pernikahan di Bawah Umur (Dini) Perspektif Hukum Islam

    Get PDF
    Diberbagai wilayah, daerah di Indonesia, baik di perkampungan, pedesaan maupun di perkotaan, pernikahan di bawah umur bukanlah kasus yang baru terjadi, melainkan sudah sejak lama. Penyebab pernikahan di bawah umur ini terjadi sangat bervariasi, mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, pendidikan yang minim hingga dangkalnya pemahaman orang tua tentang nilai-nilai budaya dan agama. Ketika kita menulusuri fenomena pernikahan di bawah umur, hal ini telah menjadi sesuatu yang lumrah dilakukan oleh orang tua dan nenek moyang kita. Bahkan, ketika pernikahan dilakukan pada usia yang matang, maka akan muncul stigma negative dalam lingkungan mereka. Hal ini bukan saja menimbulkan beban psikologis bagi para orang tua, tetapi menjadi beban dalam melakukan segala aktivitasnya. Tulisan ini akan melakukan branding hukum Islam terhadap pernikahan di bawah umur

    PROBLEMATIKA MEMAHAMI AGAMA ISLAM: “Antara Normativitas dan Historisitas”

    Get PDF
    Pemunculan Islam Nusantara merupakan ciri khas Indonesia, di mana Islam Nusantara ini di nyatakan sebagai agama yang universal, dimanifestasikan dalam ajarannya, yang mencakup hukum agama (fiqh), kepercayaan (tauhid), serta etika (akhlak). Meskipun Islam Nusantara memberikan nuansa baru dalam beragama Islam dengan memasukkan budaya dalam agamanya, namun cara beragama seperti ini tidak menghilangkan kemurnian ajaran Islam itu sendiri, dengan menjadikan Al Quran dan Hadits sebagai pedoman dan tuntunan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Dalam beragama, Islam mengajarkan untuk saling menghargai dan saling toleransi, agama yang mengajarkan penganutnya untuk saling menyayangi, mengasihi dan mengayomi tanpa memandang ras, kebangsaan, serta struktur sosial. Islam adalah sebuah risalah yang telah dikirim ke seluruh umat manusia tanpa memandang ras mereka, kebangsaan, serta struktur sosial (al-Islam salih likulli zaman wa makan). Islam tidak dikirim ke negara tertentu, komunitas yang dipilih, sehingga orang lain harus mematuhi mereka. Risalah Islam adalah panduan dan rahmat untuk seluruh umat manusia, seperti yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an shurah al-Anbiya ayat 107, yang artinya: “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Dalam Q.S. al-Anbiya: 107, jelas bahwa Islam adalah agama belas kasihan bagi semua makhluk (manusia, hewan, tumbuhan, dan semua makhluk). Ini berarti bahwa Islam adalah agama universal, universalisme ini telah dimanifestasikan dalam ajarannya, yang mencakup hukum agama (fiqh), kepercayaan (tauhid), serta etika (akhlak). Oleh karena itu, semua umat Islam benar-benar percaya bahwa Islam sesuai bagi semua makhluk

    Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Pemahaman Membaca Dengan Menggunakan “Guided Reading Strategy” Untuk Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 6 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019: Bahasa Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah “Guided Reading Strategy” mampu meningkatkan kemampuan para siswa dalam pemahaman membaca khususnya dalam empat sub reading skills yaitu menemukan main idea, specific information, textual reference dan word meaning. Ada 36 siswa terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan sebagai subjek dalam penelitian ini khususnya siswa kelas VIII F SMP N 6 Mataram. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas yaitu terdiri dari 2 proses siklus ; perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian  ini dilakukan melalui 2 siklus yaitu dilakukan dalam bentuk  post-test 1 dan post-test 2. Pada post test awal menunjukkan ada peningkatan dari rata-rata skor 50.72 % yaitu pada kategori “insufficient” menjadi rata-rata yang diperoleh adalah 60.45,%. yang mana katagorinya “sufficient”. Kemudian dalam post test 2 ada peningkatan menjadi 83,50% yang mana kategorinya “very good”. Rata-rata skor dari setiap siswa juga meningkat dalam setiap siklus. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam rata-rata skor kemajuan siswa. Ini membuktikan bahwa penerapan “Guided Reading Strategy” mampu mengatasi masalah para siswa dalam kegiatan membaca

    PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

    Get PDF
    With the times and the rapid flow of globalization, changes in the character of the pelaar change rapidly. The changes that occur require educators to have many strategies in the learning process in order to quickly adapt to the fast current of globalization. the continuing education that is not meaningful for the personal development and character of students, which results in a loss of personality and awareness of the essential meaning of life. Subjects that are oriented towards morality and morality as well as religious education are not provided in the form of experiential exercises to become a feature of everyday life. The low learning outcomes achieved by students are caused by various factors from within students as learners and environmental factors. Environmental factors, especially the school environment, are the monotonous learning process. &nbsp

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇