Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Implementasi Manajemen Pendidikan Inklusi Pada SD Al Firdaus Surakarta dan SDN Karanganyar Yogyakarta: Suatu Evaluasi Program

    Get PDF
    The purpose of this research is to evaluation the of implementation of inclusive education in SD Al Firdaus Surakarta and SDN Karanganyar Yogyakarta, based on context aspect, input, process and product. Contexts consist of community needs, and program relevance with objectives. Input consists of learners, educators, curriculum, means of infrastructure, and assessment. The process consists of learning planning, implementation of learning, and management. The product consists of learning outcomes of learners seen from cognitive development, motor development, language development, and emotional social development of religion. This research is an evaluation research with analytical tool used is CIPP evaluation model analysis (context, input, process, product). This study used descriptive qualitative method. The information sources from are inclusion counselor teachers, GPK teachers, and classroom teachers. Research data was obtained by observation / observation sheet, documentation / checklist, and interview. The result study of inclusion education at SD Al Firdaus Surakarta and SDN Karanganyar Yogyakarta shows that: (1) The context aspect SD Al Firdaus Surakarta is categorized as an excellent, while SDN Karanganyar Yogyakarta is in the good category. (2) The input aspect SD Al Firdaus Surakarta is very good, while the SDN Karanganyar Yogyakarta is good. (3) The process aspect SD Al Firdaus Surakarta is very good, while the SDN Karanganyar Yogyakarta is good. (4) The product aspects SD Al Firdaus Surakarta is very good while SDN Karanganyar Yogyakarta is goodTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan inklusi di SD Al Firdaus Surakarta dan SDN Karanganyar Yogyakarta, dilihat dari aspek konteks, input, proses, produk. Konteks terdiri dari kebutuhan masyarakat, dan relevansi program dengan tujuan. Input terdiri dari peserta didik, tenaga pendidik, kurikulum, sarana prasarana, dan penilaian. Proses terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen. Produk terdiri dari hasil belajar peserta didik dilihat dari perkembangan kognitif, perkembangan motorik, perkembangan bahasa, dan perkembangan sosial emosional agama. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan alat analisis yang digunakan adalah analisis model evaluasi CIPP (context, input, process, produks).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber informasi dari penelitian ini adalah guru bimbingan koodinator inklusi, guru GPK, dan guru kelas. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan observasi/lembar pengamatan, dokumentasi/lembar pencermatan, dan wawancara.  Hasil penelitian penyelenggaran pendidikan inklusi di SD Al Firdaus Surakarta dan SDN Karanganyar Yogyakarta menunjukkan bahwa: (1) aspek konteks SD Al Firdaus Surakarta masuk dalam kategori sangat baik, sedangkan SDN Karanganyar Yogyakarta masuk dalam kategori baik. (2) aspek Input SD Al Firdaus Surakarta tergolong sangat baik, sedangkan SDN Karanganyar Yogyakarta masuk dalam kategori baik. (3) aspek proses SD Al Firdaus Surakarta masuk dalam kategori sangat baik, sedangkan SDN Karanganyar Yogyakarta masuk dalam kategori baik. (4) aspek produk SD Al Firdaus Surkarta masuk dalam kategori sangat baik sedangkan SDN Karanganyar Yogyakarta masuk dalam kategori baik.&nbsp

    ANALISIS BAHASA TABU DALAM TRADISI MASYARAKAT LOMBOK DI DESA GERES KECAMATAN LABUHAN HAJI

    Get PDF
    The background of this research is based on how many people in Geres Village still use taboo language to communicate in daily life. The formula of problem of this research was how the shapes of Taboo Language used in oral communication in Geres Village Labuan Haji District was; How was the effect in using taboo language to society behavior in Geres Village Labuan Haji District. This research intended to describe the effect of using taboo language to society behavior in Geres Village Labuan Haji District. This research used approach qualitative with descriptive qualitative. There were 2 sources of data primer and secondary. The data collection was technique of observation, interview, and field note. To check the validity of data in this research was to renew the time of field observation, more observation and triangulation. There was analysis technique of data used data collection, data reduction, data presentation and taking conclusion. The conclusion of this study is that Geres Village people still use taboo language with regard to dangerous strengths, abstinence, prohibition, but related to manners, people who do not want to be considered impolite will avoid the use of taboo language in everyday life so that it affects the behavior of surrounding communities Geres Village.  Latar belakang penelitian ini didasarkan pada banyaknya masyarakat di Desa Geres masih menggunakan bahasa tabu untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk bahasa tabu yang digunakan dalam komunikasi lisan masyarakat di Desa Geres Kecamatan Labuhan Haji; bagaimana pengaruh penggunaan bahasa tabu terhadap perilaku masyarakat di Desa Geres Kecamatan Labuhan Haji. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemakaian bahasa tabu yang digunakan dalam komunikasi lisan masyarakat di Desa Geres Kecamatan Labuhan Haji; untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan bahasa tabu terhadap perilaku masyarakat di Desa Geres Kecamatan Labuhan Haji. Metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan etnografi. Terdapat dua sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Untuk mengecek keabsahan data dalam penelitian ini yaitu memperpanjang masa pengamatan lapangan, pengamatan yang terus menerus dan triangulasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah masyarakat Desa Geres masih menggunakan bahasa tabu berkaitan dengan kekuatan yang berbahaya, pantangan, larangan, melainkan berkaitan dengan tata krama, orang yang tidak ingin dianggap tidak sopan akan menghindari penggunaan bahasa tabu dalam kehidupan sehari-hari sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat di sekitar Desa Geres

    PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, REVIEW) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X SMA PLUS NURUL MUBIN NW IWAN BONGKOT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses penerapan strategi pembelajaran MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas X SMA Plus Nurul Mubin NW Iwan Bongkot . Metode yang di gunakan adalah metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data kualitatif, di lakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh, dapat di simpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, sudah dapat terlaksana dengan baik dan efektif. Hal ini dapat di lihat dari pemahaman dan kemampuan siswa dalam memahami arti iman kepada Allahsehingga hasil belajar siswa semakin meningkat

    PESANTREN SEBAGAI SUBKULTUR DAN NILAI-NILAI DASAR KEBUDAYAAN PESANTREN

    Get PDF
    Pendidikan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dan berpengaruh terhadap perubahan sosial. Melalui pendidikan diharapkan bisa menghasilkan para generasi penerus yang mempunyai karakter yang kokoh untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Sayangnya, banyak pihak menilai bahwa karakter yang demikian ini justru mulai sulit ditemukan pada siswa-siswa sekolah. Banyak di antara mereka yang terlibat tawuran, narkoba dan sebagainya. Keadaaan demikian menyentak kesadaran para pendidik untuk mengembangkan pendidikan karakter. Salah satu lembaga pendidikan Islam yang merupakan subkultur masyarakat Indonesia adalah pesantren. Pesantren adalah salah satu institusi yang unik dengan ciri-ciri khas yang sangat kuat dan lekat

    Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan di Sekolah Menengah

    Get PDF
    Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya.Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan. Ketidakdisiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem yang ada dalam mendistribusikan sumber-sumber dana pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, sbb :Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. Kondisi-kondisi diatas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran.   Kata Kunci: Manajemen, Sarana dan Prasarana, Sekolah Menenga

    Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-1 SMPN 1 Taliwang pada Pelajaran PAI Materi Pokok Puasa Wajib dan Puasa Sunnah Semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020

    Get PDF
    The purpose of this study was to see whether the application of the snowball throwing learning model could improve the learning outcomes of Grade VIII-1 students of SMPN 1 Taliwang on PAI subject matter for compulsory fasting and sunnah fasting for the odd semester of 2019/2020 school year. The research method used is classroom action research (CAR) in this class action research selected spiral model from Kemmis and Roggart which consists of several cycles of action in learning based on their reflection on the results of actions in the previous cycle, where each cycle consists of four stages that include planning, implementation, observation (observation), and reflection. The subjects studied were students of class VIII-1 of SMPN 1 Taliwang who obtained PAI lessons in odd semester 2019/2020, totaling 28 people. Based on the data above on the implementation of pre-cycle students who completed learning as many as 11 students while those who did not complete as many as 17 children, the average grade obtained by 72.46 with the percentage of mastery learning classical only 39.28%. From the learning outcomes obtained by students in the pre-cycle, there are still 17 students out of 28 students whose grades are still below KKM which is 72. In the implementation of the cycle, I obtained 28 students who have finished learning while 7 students out of 28 students who have not yet completed the grade grade 74.68 with the percentage of classical learning completeness 75%, learning activities among students 54.16% while the activities of students and teachers 63.08%. From the learning outcomes obtained by students, 28 students have reached ≥72 means that it has reached the KKM which is determined there are only 7 students out of 28 students who have not reached the KKM value. Furthermore, in the second cycle students who finished learning as many as 28 students with a percentage of 89.28% with an average grade of 81.64. The percentage of learning activities between students 81.50%, while the percentage of student learning activities with teachers 83.91%. In the second cycle, almost all students have reached the KKM. The learning outcomes of cycle II have increased compared to cycle I.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah penerapan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 SMPN 1 Taliwang pada pelajaran PAI materi pokok puasa wajib dan puasa sunnah semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dalam penelitian tindakan kelas ini dipilih model spiral dari Kemmis dan Roggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil tindakan-tindakan pada siklus sebelumnya, dimana setiap  siklus tersebut terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas VIII-1 SMPN 1 Taliwang yang memperoleh pembelajaran mata pelajaran PAI pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 28 orang. Berdasarkan data di atas pada pelaksanaan pra siklus siswa yang tuntas belajar sebanyak 11 siswa sedangkan yang belum tuntas sebanyak 17 anak, nilai rata-rata kelas yang diperoleh 72.46 dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal hanya 39.28%. Dari hasil belajar yang diperoleh siswa pada pra siklus masih ada 17 siswa dari 28 siswa yang nilainya masih di bawah KKM yakni 72. Pada pelaksanaan siklus I diperoleh siswa yang tuntas belajar sebanyak 28 siswa sedangkan yang belum tuntas sebanyak 7 siswa dari 28 siswa, nilai rata-rata kelas 74.68 dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal 75%, aktifitas belajar antar siswa 54.16% sedangkan aktifitas siswa dengan guru 63.08%. Dari hasil belajar yang diperoleh siswa ada 28 siswa yang sudah mencapai ≥72 berarti sudah mencapai KKM yang ditentukan hanya ada 7 siswa dari 28 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Selanjutnya pada siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 28 siswa dengan prosentse 89.28% dengan nilai rata-rata kelas 81.64. Prosentase aktifitas belajar antar siswa 81.50%, sedangkan prosentase aktifitas belajar siswa dengan guru 83.91%. Pada siklus II hampir semua siswa sudah mencapai KKM. Hasil belajar siklus II mengalami peningkatan dibanding dengan siklus I

    Aktualisasi Dakwah di Era Globalisasi: Dalam Menegakkan Syariat Islam

    Get PDF
    Tulisan ini mengenai Aktualisasi Dakwah Di Era Globalisasi Dalam Menegakkan Syariat Islam. Globalisasi komunikasi dan informasi membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi masyarakat dunia termasuk umat Islam. Sebagai suatu kondisi yang sebenarnya juga merupakan hasil kreasi manusia, globalisasi membawa banyak kemudahan hidup tapi juga menyisakan tidak sedikit kegetiran hidup. Setidaknya ada tiga respon umat Islam terhadap globalisasi. Pertama, menolak sepenuhnya, lalu membangun komunitas eksklusif sendiri. Kedua, menerima tanpa selektifitas yang memadai. Ketiga, menapis, memilah dan memilih pengaruh globalisasi yang positif. Menghadapi tantangan yang demikian berat ini, kerja dakwah jelas dan harus terus dikembangkan dan dimodifikasi. Umat Islam harus terus mengupayakan agar infromasi mengenai agama Islam bisa diakses oleh sebanyak mungkin masyarakat. Hal ini bisa dengan syarat umat Islam dapat menguasai dan mengembangkan informasi yang efektif. Kalau tidak, dakwah hanya tinggal sekedar rutinitas religius yang stagnan. Kemasan pesan, metode dakwah yang variatif, pengelolaan data obyek dakwah yang akurat, sinergi positif semua pekerja dakwah harus dinyatakan dalam bentuk aksi yang terkoordinir, terpadu dan sistematis. Tidak sekedar retorika yang utopis. Sebagai sebuah panggilan agama, dakwah juga harus terus ditafsirkan secara lebih terbuka. Prinsip ajakan kepada kebaikan dalam persfektif agama menjadi titik berangkatnya. Ini penting agar dakwah bisa lebih meluas. Tidak hanya dalam lingkup perbincangan agama dalam maknanya yang sempit. Kesadaran akan posisi umat Islam di tengah globalisasi kini, diharapkan bisa mendorong umat Islam untuk terus berbenah diri. Kesadaran itu bisa dipacu lewat kerja dakwah yang intensif dan komprehensif. Harapan dari adanya aktuali sasi dakwah yang terus dikembangkan ialah terciptanya masyarakat islami. Masyarakat yang mempunyai kesadaran keagamaan (religious consciousness) yang mantap. Kesadaran keagamaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk merajut kembali komitmen keilahian, kemanusiaan dan keumatan, serta membangun kembali fondasi moralitas yang semakin pudar. Dengan demikian, khaira ummat, ummatan wasathan, umat yang bisa menjadi saksi kebaikan-kebaikan, bisa direalisasikan. Insya Allah

    Pemaknaan Kaidah Fikih “ar-Ridhâ Bisy Syai` Ridhâ bimâ Yatawalladu Minhu” dalam Ekonomi Syariah

    Get PDF
    Ekonomi Syariah adalah ekonomi yang di dasarkan pada ketentuan dalam syariat Islam yang berpedoman pada nash yaitu al-Quran dan hadits. Konstruksi makna dari al-Quran dan hadits telah disusun oleh para ulama melalui formulasi qawaid fiqhiyyah sebagai rumusan hukum Islam. Rumusan itu merupakan produk ijtihad interpretasi terhadap nash dengan bentuk kalimat yang menunjukkan suatu substansi dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna salah satu kaidah fikih ekonoomi syariah yang berbunyi “ar-Ridhâ Bisy Syai` Ridhâ bimâ Yatawalladu Minhu (Keridhaan dengan sesuatu adalah ridha dengan akibat yang terjadi padanya) dalam kegiatan ekonomi syariah. Kaidah yang dibahas dalam artikel ini memiliki pemaknaan pada substansi keridhaan. Keridhaan dalam bermuamalah adalah sebuah prinsip yang harus dihadirkan. Maka dari itu transaksi akan sah jika dilandaskan kepada keridhaan kedua pihak yang bertransaksi (subjek akad). Dalam bertransaksi atau mengikat perjanjian dituntut untuk adanya transparansi berupa kejelasan maupun keterbukaan pada transaksi yang dilakukan agar dapat terhindar dari adanya penyimpangan informasi (ketidaksampaian informasi kepada salah satu pihak) yang pada nantinya menyebabkan sebuah tindakan terlarang yaitu kecacatan yang disembunyian (perilaku penipuan) yang memberikan dampak pada gugurnya keridhaan

    Penerapan Maqashid Syariah dalam Manajemen Masjid: (StudiDeskriptif Masjid Raya Mujahidin Kota Pontianak, Kalimantan Barat)

    Get PDF
    Masjid Raya Mujahidin merupakan salah satu masjid terbesar dan menjadi pusat kegiatan keagamaan di Kota Pontianak. Masjid Mujahidin berfungsi lebih dari sekedar tempat ibadah, namun juga pusat masyarakat belajar ilmu umum, berorganisasi, dan banyak lagi. Artikel ini berfokus pada manajemen masjid Raya Mujahidin dalam perspektif Maqashid syariah segi dharuriyyah-nya. Metode penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan sumber data berupa data dokumen cetak dan elektronik yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen Masjid Raya Mujahidin disusun dengan kompleks dan pertimbangan mendetail dimulai dari kegiatan yang sarat dengan praktek penguatan keimanan (Hifz Al-Din), kegiatan yang sarat filosofi dan nilai positif (Hifz Al-Nafs), agenda yang melibatkan setiap lapisan generasi (Hifz Al-Nasl), program yang memberdayakan akal dan kekuatan batiniyah (Hifz Al-Aql), serta praktek pemberdayaan segi keuangan dalam masyarakat (Hifz Al-Mal).The Mujahidin Mosque is one of the largest mosques and is the center of religious activities in Pontianak. The Mujahidin Mosque functions is more than just a place of worship, but is also a center for the community to study general knowledge, organization skill, and more. This article focuses on the management of the Great Mosque of the Mujahidin, from the perspective of Maqashid syariah in terms of dharuriyyah. This research method is a library research with data sources in the form of relevant printed and electronic data. The results of this study indicate that the management of the Grand Mosque of the Mujahidin is complex and full of consideration starts from practice of strengthening faith (Hifz Al-Din), activities laden with philosophy and positive values (Hifz Al-Nafs), an agenda that involves every generation (Hifz Al-Nasl), a program that empowers inner power and strength (Hifz Al-Aql), as well as financial empowerment practices in society (Hifz Al-Mal)

    Perspektif Islam tentang Pendidikan Karakter

    Get PDF
    Pendidikan Islam merupakan sistem budaya yang berkembang dalam masyarakat yang mana memiliki peran sangat strategis dalam menumbuhkembangkan potensi, bakat, karakter, harkat dan martabat manusia. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama pada pasal 3, menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Amanah undang-undang tersebut bermaksud tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga religius, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh kembang yang bernafaskan nilai-nilai agama. Dan amanah undang-undang tersebut tentu tidak akan lahir dengan sendirinya tanpa ada landasan pemikiran dari tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam terdahulu.Pendidikan Islam merupakan sistem budaya yang berkembang dalam masyarakat yang mana memiliki peran sangat strategis dalam menumbuhkembangkan potensi, bakat, karakter, harkat dan martabat manusia. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama pada pasal 3, menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Amanah undang-undang tersebut bermaksud tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga religius, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh kembang yang bernafaskan nilai-nilai agama. Dan amanah undang-undang tersebut tentu tidak akan lahir dengan sendirinya tanpa ada landasan pemikiran dari tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam terdahulu

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇