Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Standar Kompetensi Zaman Pra-Aksara Kelas X Madrasah Aliyah Al Ikhlas Setungkep: Bahasa Indonesia

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa antara kelas yang menggunakan media pembelajaran Audio Visual dengan kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran Audio Visual; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan media pembelajaran Audio Visual dengan kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran Audio Visual. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X. Madrasah Aliyah Al Ikhlas Setungkep Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Timur tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 2 kelas (X.IIS) dengan jumlah 50 siswa. Semua populasi di atas menjadi subjek penelitian dengan pertimbangan jumlah populasi kurang dari 100 orang, sehingga memungkinkan dilakukan penelitian populasi. Instrumen untuk pengambilan data menggunakan angket dan soal tes. Untuk mengetahui validitas isi instrumen dengan mengkonsultasikan kepada para ahli (expert judgement) dan validasi konstruk menggunakan rumus Product Moment dari Pearson dan korelasi biserial. Reliabilitas instrumen diuji dengan menggunakan rumus Alpha Chronbach, dengan koefisien reliabilitas angket sebesar 0,846 dan reliabilitas tes sebesar 0,856. Prasyarat Normalitas data menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov dan Homogenitas dihitung menggunakan rumus One-Way Anova. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah statistik inferensial parametris yaitu Independent Sample t-test dengan bantuan komputer program SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi belajar siswa yang menggunakan media Audio Visual lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan media Audio Visual. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji-t pada data angket setelah perlakuan yang memperoleh thit = 2,356 lebih besar dari ttabel 5% : 1,677 dan p : 0,023; (2) Hasil belajar siswa yang menggunakan media Audio Visual lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan media Audio Visual. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji-t pada nilai posttest yang memperoleh thit : 5,150 lebih besar dari ttabel5% : 1,677 dan p : 0,000. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran Audio Visual berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa

    Investment Scheme in Islamic Insurance Institutions

    Get PDF
    Investasi syariah merupakan kegiatan yang menghasilkan manfaat dari hasil pengelolaan dana, yang mana hasil manfaat tersebut dibagi menjadi bagi hasil keuntungan antara pemilik dan pengelola dana. Dan investasi juga bisa disebut suatu kegiatan penanaman modal pada beberapa sektor (baik sektor keuangan maupun sektor riil) dimana pada jangka waktu tertentu akan menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Salah satu bentuk investasi syariah yaitu investasi pada lembaga asuransi syariah. Tujuan penulisan ini untuk menjelaskan mengenai skema investasi asuransi syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang bersifat seni dan interpretif, data hasil dari penelitian hanya di interpretasikan kedalam data yang ditemukan dilapangan, cara mendapatkan data dilakukan dengan cara wawancara dengan mendapatkan informasi dari narasumber salah satu anggota dari pihak PT. Asuransi Takaful Keluarga. Investasi pada asuransi syariah pada saat menginvestasikan dana peserta hanya ditempatkan pada instrumen investasi syariah yang telah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) dibawah pengawasan MUI (Majelis Ulama Indonesia). Investasi asuransi syariah pada PT.Asuransi Takaful Keluarga berbentuk tabungan, dan produk tabungan tersebut dibagi menjadi dua yaitu produk tradisional seperti deposito syariah dan produk non tradisional seperti saham syariah,sukuk,reksa dana.Sharia investment is an activity that generates benefits from the results of fund management, where the results of these benefits are divided into profit sharing between the owner and fund manager. And investment can also be called an investment activity in several sectors (both the financial sector and the real sector) where in a certain period will produce the expected benefits. One form of sharia investment is investment in sharia insurance institutions. The purpose of this paper is to explain the sharia insurance investment scheme. The research method used in this paper is a qualitative research method that is the type of research that is artistic and interpretive, the results of the research are only interpreted into the data found in the field, how to get the data is done by interviewing to get information from a resource person of a member of the party PT. Family Takaful Insurance. Investment in Islamic insurance when investing participant funds is only placed in Islamic investment instruments that have been listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) under the supervision of the Indonesian Ulema Council (MUI). Islamic insurance investment in PT. Asuransi Takaful Keluarga is in the form of savings, and the savings product is divided into two namely traditional products such as Islamic deposits and non-traditional products such as Islamic stocks, sukuk, mutual funds

    Model Manajemen Sarana & Prasarana Pendidikan Di Sekolah Menengah

    No full text
    Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya.Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan. Ketidakdisiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem yang ada dalam mendistribusikan sumber-sumber dana pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, sbb :Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaranKondisi-kondisi diatas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran.School management will be effective and efficient if it is supported by professional human resources to operate the school, a curriculum that is in accordance with the level of development and student characteristics, the ability and commitment (responsibility for the task) of reliable educational personnel, Educational infrastructure is all basic equipment indirectly support the educational process in schools. Meanwhile, educational facilities are all equipment, materials and furniture that are directly used in the educational process in schools, such as: rooms, books, libraries, laboratories and so on. In education, for example the location or place, school buildings, sports fields, spaces and so on. Meanwhile, educational facilities are all equipment, materials and furniture that are directly used in the educational process in schools, such as: rooms, books, libraries, laboratories and so on. Basically every school has implemented a good management system, but an effective system is not implemented . Indiscipline in the use of budgets, as well as extravagant leaders have always been a phenomenon in themselves. This requires leadership and effective management towards a balance between the existing systems in distributing sources of education funding in Indonesia. The administration of equipment and equipment is already a routine job and people are faced with insignificant difficulties, but for the perfection of the work the experts suggest some guidelines for implementing the administration, as follows: Principals as administrators should not be too busy themselves directly with implementation matters. administration of teaching equipment and equipment Carrying out the right side of recording so that it is easy to do Administration of teaching equipment and equipment must always be viewed from a service point of view to help facilitate the implementation of teaching programs The conditions above will be met if the administrator includes all teachers in planning selection, distribution and use and supervision teaching equipment and supplies

    Character Education in Early Childhood: A Perspective of Child Development Psychology

    Get PDF
    Para psikolog perkembangan yang mengasumsikan bahwa perubahan yang terjadi diasumsikan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan menghasilkan perilaku yang adaptif, lebih terorganisasi, lebih efektif, dan lebih kompleks. Dari berbagai kajian literatur, perkembangan fisik berhubungan dengan perubahan pada fungsi tubuh, perkembangan intelektual mencakup perkembangan kognitif dan bahasa yang berkaitan dengan proses berfikir. Sementara perkembangan emosi mengacu pada perkembangan yang berkaitan dengan emosi dasar manusia yang dirasa dan diekspresikan, sedangkan perkembangan sosial-moral berhubungan dengan berbagai perubahan berbagai cara anak ketika berhadapan dengan lingkungan sosial dan berbagai aturan serta tata krama yang ada.Dari pemaparan di atas maka penulis mengajukan rumusan permasalahan berikut: a) Bagaimanakah isu penting dalam mengembangkan diri anak? b) Bagaimanakan Peran Pendidikan dalam Membentuk Karakter Anak? c) Siapa sajakah yang Menjadi Sumber Pembentukan Karakter Anak?. Karakter merupakan wadah dari berbagai karakteristik psikologis yang membimbing anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan variasi lingkungan yang dihadapi. Dengan kata lain karakter akan ”memimpin” diri untuk mengerjakan sesuatu yang benar dan tidak mengerjakan sesuatu yang tidak benar.Karakter inilah menjadi penentu apakah anak mampu atau tidak menyesuaikan diri dengan keanekaragaman situasi yang dihadapinya. Hal ini terlihat dalam cara berperilaku anak yang merupakan akumulasi dari berbagai pembentukan aspek diri yang baik. Pendidikan yang menstimulasi perkembangan karakter anak pada intinya berisi tentang kajian yang berkenaan dengan norma dan nilai yang bermuara pada pembentukan moral. Lebih lanjut dijelaskan bahwa setiap aktivitas pengasuhan dan pendidikan yang berorientasi kepada anak hendaknya bermuatan aktivitas belajar yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif saja, melainkan juga melibatkan aspek afektif, serta sosial dan moral.Berkenaan dengan pembentukan karakter anak, ada lima hal yang dipertanyakan sebagai dasar untuk mengevaluasi proses pendidikan yang diterima anak, yaitu: 1)Bagaimana lingkungan memperlakukan anak?, 2)Bagaimana lingkungan terdekat (orang tua dan pendidik)memperlakukan orang lain ketika anak berada pada situasi tersebut?, 3)Apakah ada harapan untuk membentuk karakter yang baik pada anak dan lingkungannya, baik di dalam keluarga maupun di sekolah?, 4)Apakah anak diberi kesempatan untuk mempraktikkan karakter yang baik?, dan 5) Apakah ada kerjasama antara orangtua dan pihak sekolah? Kemudian yang menjadi sumber pembentukan karakter anak adalah: 1) keluarga, 2) Institusi Prasekolah (pendidik), 3) Teman sebaya, 4) Organisasi keagamaan, dan 5) Komunitas. Pada dasarnya Inti dari pendidikan karakter adalah membimbing individu untuk membentuk perilaku adaptif.Developmental psychologists assume that the changes that occur are assumed to achieve something better and produce behaviors that are adaptive, more organized, more effective, and more complex. From various literature studies, physical development is related to changes in bodily functions, intellectual development includes cognitive development and language related to the thinking process. Meanwhile, emotional development refers to developments related to basic human emotions that are felt and expressed, while socio-moral development is related to various changes in children's ways when dealing with the social environment and the various rules and manners that exist. From the above explanation, the authors propose formulation of the following problems: a) What are the important issues in developing children? b) What is the role of education in shaping children's character? c) Who are the sources of children's character formation?Character is a container of various psychological characteristics that guide children to be able to adapt to the variations in the environment they are facing. In other words, the character will "lead" themselves to do something right and not do something that is not right. This character determines whether the child is able or not to adapt to the diversity of situations he faces. This can be seen in the way children behave, which is an accumulation of various good aspects of self formation.Education that stimulates the development of children's character in essence contains studies relating to norms and values ​​that lead to moral formation. It is further explained that every child-oriented parenting and educational activity should contain learning activities that not only involve cognitive aspects, but also involve affective, social and moral aspects. With regard to the formation of children's character, there are five questions that are questioned as a basis for evaluating the educational process that children receive, namely: 1) How does the environment treat children? 2) How does the immediate environment (parents and educators) treat other people when the child is in that situation? children and their environment, both in the family and at school? 4) Are children given the opportunity to practice good character ?, and 5) Is there collaboration between parents and school authorities?Then the sources of character building for children are: 1) family, 2) preschool institutions (educators), 3) peers, 4) religious organizations, and 5) community. Basically, the essence of character education is guiding individuals to form adaptive behavior

    Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Dengan Media Audio Visual Melalui Zoom Cloud Meeting Di Fakultas Tarbiyah Iai Qamarul Huda Bagu: Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Dengan Media Audio Visual Melalui Zoom Cloud Meeting Di Fakultas Tarbiyah Iai Qamarul Huda Bagu

    No full text
    Media pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. Untuk itu, dalam artikel ini diketengahkan pembelajaran empat keterampilan berbahasa menggunakan media audio visual melalui zoom cloud meetings. Penghunaan media audio visual ini akan sangat memudahkan mahasiswa dalam pembelajaran karena memadukan antara indera mendengarkan dan indera penglihatan yang merupkan dua alat yang paling efektif untuk menerima dan transfer pengetahuan. Sementara penggunaan zoom cloud meetings menjadi solusi pembelajaran di masa pandemi covid 19.  Maka dalam artikel ini didesain pembelajaran keterampilan berbahasa dengan memadukan media audio visual dengan zoom cloud meeting

    PENDIDIK DAN PROBLEM KELAS PADA JAM-JAM TERKHIR

    Get PDF
    Pendidik adalah orang yang digugu dan ditiru, dalam proses pengajaran guru harus menyadiri perannya, antara lain: sebagai Demonstrator, evaluator, Mediator, fasilitator dan pembimbing. Pendidik dalam mengelola kelas, tentunya menemukan berbagai kondisi pisologis dan psikologis pesertadidik yang berbeda-beda, sehingga barangtentu akan timbul beraneka ragam problem yang akan ditemukan, secara khusus yang paling banyak kita temukan pada waktu pendidik mendapatkan kelas pada jam-jam terakhir. Adapun bentuk-bentuk problem kelas pada jam-jam terakhir antara lain: Kurangnya minat dan semangat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, Peserta didik sulit menerima dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh pendidik, dan Peserta didik cenderung banyak yang mengalami rasa ngantuk bahkan tertidurpun ada. Adapun upaya pendidik dalam menyikapi kondisi siswa pada jam-jam terakhir adalah sebagai berikut: Pendidik harus memahami pengelolaan kelas, menyelipkan cerita ditengah dan akhir pembelajaran, memberikan teguran kepada siswa yang bersangkutan, mencari tahu maslah yang dialami siswa, selalu mengingatkan siswa untuk melakukan kedisiplinan, dan lain sebagainya

    Peran Guru Dalam Menangani Asupan Gizi Seimbang Pada Anak Melalui Kreasi Makanan di TK Asiyiyah 1 Ranggo Kota Bima: Bahasa Indonesia

    No full text
    Permasalahan yang terjadi di dalam pendidikan Anak Usia Dini tepatnya di TK Aisyiyah 1 Ranggo Kota Bima dapat didefinisikan bahwa anak-anak menyukai makanan siap saji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam menangani asupan gizi seimbang pada anak melalui kreasi makanan di TK Aisyiyah 1 Ranggo Kota. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di TK Aisyiyah 1 Ranggo Kota Bima. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi pada kepala sekolah, guru-guru yanga ada di sekolah. Keabsahan data dilakukan dengan cara mebercheck, cross check, triangulasi, sebab pada penelitian ini data yang diperoleh akan dikumpulkan dan mengetahui kebenarannya. Teknis analisis data terdiri atas teknis analisis induktif, teknis analisis deduktif, serta penarikan kesimpulan dan saran-saran. Berdasarkan hasil penelitian peran guru dalam menangani asupan gizi seimbang pada anak melalui kreasi makanan di TK Aisyiyah 1 Ranggo Kota Bima adalah guru memberikan makanan tambahan kepada peserta didik berupa bubur kacang hijau dan makanan tambahan lainnya sesuai dengan kreasi ibu guru di lembaga tersebut. Adapun faktor internal yang dihadapi guru dalam menangani asupan gizi seimbang pada anak melalui kreasi makanan adalah menghadapi anak yang susah makan dan faktor eksternal yaitu minimnya anggaran dana sekolah tersebut

    Studi Komparasi Metode Jigsaw Dan Word Square Dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Dan Afektif Peserta Didik di MI Nahdatulwathan 1 Kembang Kerang Aikmel

    Get PDF
    ABSTRAK Pemilihan metode pembelajaran bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. kooperatif learning tipe Jigsaw dan Word Square dapat dijadikan metode alternatif untuk mendorong peserta didik aktif dan belajar bekerjasama dengan pasangannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji keefektifan antara metode Jigsaw dan Word Square dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan afektif peserta didik di MI NW 1 Kembang Kerang Aikmel Lombok Timur. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif  eksprimen yang yang sangat kuat mengukur hubungan sebab akibat, dan desain penelitiannya menggunakan Nonequivalen Control Group Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V MI NW 1 Kembang Kerang Lombok Timur tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 61 peserta didik, 31 kelas Va dan 30 kelas Vb. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam mengolah data penelitian yaitu uji prasyarat analisis meliputi normalitas dan homogenitas dan uji t. Hasil uji hipotesis untuk kemampuan kognitif peserta didik yaitu menggunakan rumus independent-sample t test, melalui program SPSS versi 20 menunjukkan bahwa, sig. (2 tailed) 0,00 < α= 0,05 dengan hasil uji t (t hitung > t tabel = 4,513 > 2,001). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dan pada pengujian kemampuan afektif peserta didik juga menggunakan rumus independent-sample t test, melalui program SPSS versi 20 menunjukkan bahwa, sig. (2 tailed) 0,00 < α= 0,05 dengan hasil uji t (t hitung > t tabel = 4,6201 > 2,043751 ) maka Ha diterima, sehingga kesimpulannya ada perbedaan signitifikan kemampuan kognitif dan afektif peserta didik antara metode Jigsaw dengan metode Word Square di MI NW 1 Kembang Kerang Lombok Timur

    Hadis Kajian Kitab Hadis (Telaah Kitab Hadis al-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim): Kajian Kitab Hadis (Metode Kesahihan Hadis Dalam Kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini)

    No full text
    Tulisan ini membahas tentang bagaimana metode kesahihan hadis dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini, yang merupakan karya dari Abu Abdullah Muhammad bin Hamdawiyah bin Nu’aim bin al-Bayyi’ al-Dhabbi al-Thahmani al-Naysaburiy dalam kajian hadis. Kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini merupakan kitab yang ia susun mulai sejak tahun 373 H, yang secara implisit dapat dikatakan bahwa, inisiatif dalam penulisan kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini berawal dari faktor internal, ialah asumsi dari al-Hakim yang berpendapat masih banyak terdapat hadis-hadis sahih yang berserakan. Tulisan ini diharapkan dapat mengembalikan kita pada pemahaman dan pengetahuan yang menyeluruh tentang bagaimana para ulama’ hadis menjelaskan dan membedakan antara hadis yang ma’mul bih dan gair ma’mul bih

    Akulturasi Budaya Lokal Dan Agama Islam Dalam Menyambut Ramadhan: Studi Kasus Tradisi Mersik Di Kebon Daya, Masbagik Timur

    Get PDF
    Masyarakat Kebon Daya Desa Masbagik Timur mempunyai tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadhan. Tradisi yang diwarisi secara turun-temurun tersebut dinamai dengan mersik yang bermakna membersihkan. Ritual mersik terdiri dua jenjang pembersihan, yaitu mersik zahir dan mersik bathin. Jenjang pertama lebih kepada ritual-ritual pembersihan tempat-tempat ibadah dan sepanjang jalan menuju tempat ibadah tersebut. Sedangkan ritual mersik bathin lebih kepada pembersihan spiritual dan hati. Realitas ini dianalisis dengan melihat ekspresi keberagamaan yang bersifat akulturatif antara agama (teks-teks Alquran dan hadis) dengan aturan-aturan budaya (adat dan tradisi) yang mengikat. Dalam kajian keberagamaan, lingkup pembahasan ini termasuk dalam kategori living Qur’an dan living hadis yang mengkaji aspek ekspresi keberagamaan yang disandarkan kepada Alquran dan hadis itu sendiri. Pada dasarnya, kajian living Qur’an dan living hadis melihat kepada aspek keabsahan teks, penafsiran-penafsiran terhadap teks dan sejauh mana teks tersebut memperngaruhi pola-pola ritual antropologis masyarakat yang dipengaruhi oleh teks tersebut

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇