Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
    912 research outputs found

    Pengelolaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan dalam Implementasi Kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMA Negeri I Kota Malang: Bahasa Indonesia

    No full text
    The management of teaching and education personnel is one important step in realizing an effective and efficient education system in schools. In KTSP, educators and education staff need to be identified so that the KTSP is compiled and developed according to the ability of the school and can be implemented optimally. In conducting the system, the teaching staff includes the physical and mental feasibility of educators, educational background, competence of educators, interest of educators in professional development. The approach used in this research is a qualitative research approach. The research subjects as data sources were the Principal and Deputy Principal of the School for Curriculum, teachers and laboratory assistants. Techniques in data interviews are participant observation / observation, in-depth interviews and documentation. The data analysis technique used an interactive model (Milen & Huberman). The results showed that: 1) the management of teaching staff and education in the implementation of KTSP in SMA Negeri I Malang was carried out in several ways, including through training and development, provision of performance, provision of compensation, coaching, further studies, and others, 2) The supporting factor is the existence of educational background and commitment of teaching and education staff so that schools do not experience difficulties in managing it. In addition, there is support from parties outside the school committee, educational institutions, government, and others. 3) The inhibiting factor is that there are still educators and education staff who have low commitment. In addition, the recruitment of educators and education personnel is not in accordance with the wishes of the school, 4) the solution taken is that schools continue to carry out coaching and recruitment of educators and education personnel properly.Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan sistem pendidikan di sekolah yang efektif dan efisien. Dalam KTSP, tenaga pendidik dan kependidikan perlu diidentifikasi agar KTSP yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kemampuan sekolah dan dapat dilaksanakan secara maksimal. Dalam melakukan identifikasi, untuk tenaga pendidik mencakup kelayakan fisik dan mental pendidik, latar belakang pendidikan, kompetensi pendidik (pedagogik, kepribadian, profesional, sosial), minat pendidik dalam pengembangan profesi.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subyek  penelitian sebagai sumber data adalah Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru, dan laboran. Teknik dalam pengumpulan data adalah pengamatan langsung/observasi partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif (Milen & Huberman). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan dalam implementasi KTSP di SMA Negeri I Malang dilakukan melalui beberapa cara, antara lain melalui pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, pembinaan, studi lanjut, dan lain-lain, 2) faktor pendukung adalah adanya latar belakang pendidikan dan komitmen tenaga pendidik dan kependidikan sehingga sekolah tidak mengalami kesulitan dalam mengelolah. Selain itu, adanya dukungan dari pihak luar di antaranya komite sekolah, instansi-instansi pendidikan, pemerintah, dan lain sebagainya, 3) faktor penghambat adalah masih adanya tenaga pendidik dan kependidikan yang mempunyai komitmen rendah. Selain itu, perekrutan tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak sesuai dengan keinginan sekolah, 4) solusi yang dilakukan adalah sekolah terus melakukan pembinaan dan perekrutan tenaga pendidik dan kependidikan dengan baik

    Penguatan Kegiatan Dakwah bagi Pemuda dalam Meningkatkan Kualitas Keagamaan Masyarakat Desa Labuan Tereng Lombok Barat

    Get PDF
    Pembinaan agama Islam merupakan kegiatan atau usaha ke arah yang lebih positif dalam rangka meningkatkan kualitas keagamaan umat Islam, serta kesejahteraan umat di dalam kehidupannya untuk mengamalkan dan menghayati perintah Allah Swt melalui ajaran agama Islam sekaligus sebagai tugas seorang umat muslim terhadap umat lainnya. Suatu faktor penting yang memegang peranan yang menentukan dalam kehidupan pemuda dan remaja adalah agama. Perkembangan mental remaja dan pemuda berpikir kearah logis itu, mempengaruhi pemandangan dan kepercayaan kepada Tuhan. Karena mereka tidak dapat melupakan Tuhan dari segala peristiwa yang terjadi di alam ini. Pendidikan agama tidak lepas dari upaya menanamkan nilai-nilai serta unsur agama pada jiwa seseorang. Tulisan ini mengkaji secara mendalam tentang penguatan kegiatan dakwah bagi pemuda dalam meningatkan kualitas keagamaan masyarakat Desa Labuan Tereng. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang memiliki tujuan dokumentasi, identifikasi dan reinterpretasi mendalam terhadap pandangan dunia, nilai makna dan karakteristik umum seseorang atau kelompok masyarakat tentang peristiwa-peristiwa kehidupan, situasi dan gejala-gejala kemanusiaan yang lain. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Penguatan kegiatan yang dilakukan pemuda Karang Taruna Desa Labuan Tereng dalam membentuk moral remaja yang memiliki kualitas keagamaan yang baik harus dilakukan melalui berbagai penguatan kegiatan yang dilakukan melalui bidang kerohanian atau keagamaan, bidang jasmani dan juga bidang kesenian. Kegiatan dan pembinaan dalam bidang kerohanian atau keagamaan berupa pengajian pemuda dan remaja, ceramah agama dan penyelenggaraan kegiatan Hari-hari Besar Islam serta mengadakan kegiatan dan pembinaan dalam bidang kemanusiaan yakni kegiatan tentang nilai-nilai yang dianut oleh manusia dalam kaitan hubungannya dengan sesama manusia

    Upaya Pendidik dalam Menyikapi Peserta didik yang Mengalami Kesulitan Belajar (Studi di Kelas III MI Syaikh Zainuddin NW Anjani Kec. Suralaga Kab. Lotim)

    Get PDF
    Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan juga merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraanjenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik, baik ketika ia berada di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarga sendiri. Sedangkan yang namanya kesulitan belajar itu merupakan kondisi proses belajar yang ditandai oleh hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai tujuan belajar peserta didik diantaranya kesulitan belajar membaca, kesulitan belajar menulis, dan kesulitan belajar berhitung. Tujuandalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik di kelas III MI Syaikh Zainuddin NW Anjani, dan upaya pendidik dalam menghadapi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data adalah teknik analisis data kualitatif deskriptif. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada beberapa jenis kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik diantaranya kesulitan belajar membaca, kesulitan belajar menulis, dan kesulitan belajar berhitung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya pendidik dalam menghadapi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar di kelas III MI Syaikh Zainuddin NW Anjani, yaiut: (1) Menggunakan berbagai ragam metode dan media dalam mengajar seperti metode basal reader, media kartu huruf dan lain-lain, (2) Memberikan bimbingan khusus seperti belajar di jam istirahat dan les setelah pulang sekolah selama 30 menit, (3) Rutin memberikan latihan dan tugas tambahan di sekolah maupun di rumah, (4) Memberikan bimbingan langsung ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, (5) Memberikan motivasi belajar agar peserta didik rajin belajar di sekolah maupun di rumah

    Status Tingkat Pendidikan Wanita sebagai Tarif Lamaran dalam Perkawinan di Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur

    Get PDF
    ABSTRAK : Apabila wanita memiliki pendidikan yang tinggi akan memiliki kelas berbeda dengan wanita yang memiliki pendidikan rendah. Dari segi apapun selalu ada perbedaan, baik di dalam berumah tangga maupun bermasyarakat dengan demikian rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan masyarakat terhadap status tingkat pendidikan wanita dan faktor yang menjadi penyebab tingkat pendidikan menjadi penentu tariff lamaran dalam pernikahan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sikur menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa: Pandangan masyarakat terhadap status pendidikan wanita sangat positif karena menganggap pendidikan tinggi bagi wanita itu sangat penting buat generasi muda. Mereka akan mendidik generasi muda dengan ilmu pendidikan yang ia miliki. Terlebih mereka adalah ibu yang memiliki peran utama dan pertama dalam mendidik anaknya kelak. Sedangkan faktor yang menjadi penyebab tingkat pendidikan menjadi penentu tariff lamaran dalam pernikahan ialah: factor ekonomi, status social, dan adanya sebuah penghargaan kepada wanita yang berpendidikan tinggi dari mempelai laki-laki

    INTERNALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: INTERNALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Get PDF
    Abstrak: Korupsi yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah sudah tidak asing lagi dimata masyarakat. masalah korupsi ini merupakan masalah yang krusial yang terjadi di Indonesia dan bahkan bisa dikatan sudah darurat. Terjadinya OTT oleh KPP sudah sangat fulgar diberitakan di Televisi dan media sosial. Korupsi berkembang dengan sangat pesat dan meluas di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tentu diperlukan upaya yang efektif dalam menyelesaikan korupsi di Indonesia. Upaya pengenalan tentang budaya antikorupsi haruslah dilakukan sejak dini. Salah satunya melalui dunia pendidikan, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah atas. Upaya pendidikan antikorupsi tentu akan menjadi solusi yang efektif dalam meminimalkan tindak pidana korupsi. Pendidikan anti korupsi harus dikenalkan dari anak belajar tentang kehidupan, artinya sejak awal anak dikenalkan oleh nilai-nilai anti korupsi. Penanaman dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, akan menumbuhkan sikap kepribadian anak. Pada dasarnya sebuah kepribadian seseorang tidak muncul secara instan namun melalui sebuah proses. Pendidikan anti korupsi bisa dilaksanakan baik secara formal maupun informal. Ditingkat formal, unsur-unsur pendidikan anti korupsi dapat dimasukkan kedalam kurikulum diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Konsep anti korupsi dengan membiasakan hidup anti korupsi, melalui pengenalan gaya hidup anti korupsi, akibat korupsi, dan penanaman nilai-nilai ajaran agama ke dalam diri peserta didik. Implikasi pendidikan anti korupsi dalam pendidikan agama Islam yaitu kurikulum harus mengaitkan seluruh mata pelajaran pada nilai-nilai anti korupsi, pembelajaran dengan pembiasaan dan keteladanan dan guru harus mampu menjadi teladan, memberikan informasi tentang bahaya korupsi, dan membiasakan siswa untuk anti korupsi

    KONSTITUSIONALITAS PENGATURAN TINDAK PIDANA ADMINISTRASI DALAM UNDANG-UNDANG: THE CONSTITUTIONALITY OF REGULATING ADMINISTRATIVE PENAL LAW

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan parameter konstitusional politik kriminal dalam pengaturan tindak pidana administrasi berdasarkan putusan-putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pengujian ketentuan pidana dalam undang-undang. Pasalnya, diperlukan ukuran tertentu agar sanksi pidana dapat digunakan secara selektif dan terukur. Penulisan hukum ini merupakan penelitian yuridis normatif. Dengan data sekunder berupa sumber hukum primer yakni putusan-putusan Mahkamah Konstitusi, peraturan perundang-undangan, serta sumber hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Kemudian data yang didapat dianalisis secara deskriptif (analitik)-kualitatif.  Dari penulisan hukum ini diperoleh kesimpulan bahwa, politik kriminal dalam pengaturan tindak pidana administrasi menurut Mahkamah meliputi aspek penentuan perbuatan pidana (kriminalisasi) dan ancaman pidana (penalisasi). Adapun argumentasi-argumentasi Mahkamah sebagai parameter yang berkaitan antara lain mengenai (i) kepastian hukum dan perlindungan hukum, (ii) perlindungan masyarakat, (iii) overcriminalization, (iv) hukum pidana sebagai ultimum remedium dan memperhatikan eksistensi hukum lainnya, (v) ketentuan konstitusional adresat, (vi) teknis perumusan norma, dan (vii) disparitas sanksi pidana dalam tindak pidana administrasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan parameter konstitusional politik kriminal dalam pengaturan tindak pidana administrasi berdasarkan putusan-putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pengujian ketentuan pidana dalam undang-undang. Pasalnya, diperlukan ukuran tertentu agar sanksi pidana dapat digunakan secara selektif dan terukur. Penulisan hukum ini merupakan penelitian yuridis normatif. Dengan data sekunder berupa sumber hukum primer yakni putusan-putusan Mahkamah Konstitusi, peraturan perundang-undangan, serta sumber hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Kemudian data yang didapat dianalisis secara deskriptif (analitik)-kualitatif.  Dari penulisan hukum ini diperoleh kesimpulan bahwa, politik kriminal dalam pengaturan tindak pidana administrasi menurut Mahkamah meliputi aspek penentuan perbuatan pidana (kriminalisasi) dan ancaman pidana (penalisasi). Adapun argumentasi-argumentasi Mahkamah sebagai parameter yang berkaitan antara lain mengenai (i) kepastian hukum dan perlindungan hukum, (ii) perlindungan masyarakat, (iii) overcriminalization, (iv) hukum pidana sebagai ultimum remedium dan memperhatikan eksistensi hukum lainnya, (v) ketentuan konstitusional adresat, (vi) teknis perumusan norma, dan (vii) disparitas sanksi pidana dalam tindak pidana administras

    PENGARUH PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM PRAKTIK MODAL USAHA JUAL BELI SEMBAKO (Study Kasus di BMT Ash-Shaff Pringgarata Lombok Tengah)

    Get PDF
    Pembiayaan yang diberikan BMT Ash-Shaff kepada anggotanya menurut jenis dari usahanya dan tiap jenis tidak memperoleh pembiayaan yang sama karena pembiayaan yang diberikan menurut jenis usahanya masing-masing yang dibedakan sesuai klasifikasi Usahanya. Melihat hubungan antar fenomena tersebut maka mendasari peneliti untuk melakukan penelitian ilmiah dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Dalam  Praktik Modal Usaha  Jual Beli  Sembako di BMT Ash-SHAFF Pringgarata Lombok Tengah

    Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Santri (Studi ‎Kasus di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada)‎

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena semakin banyaknya perilaku negatif masyarakat yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari terutama dikalangan anak usia sekolah seperti penggunaan obat terlarang, pelecehan seksual, sikap agresif, tawuran, bullying, dan lain-lain. Perilaku-perilaku negatif membuat orang tua khawatir dengan pergaulan  anak-anaknya. Untuk mengantisipasinya agar anak usia sekolah tidak mudah terpengaruh dalam degradasi moral tersebut, maka diperlukan tempat pendidikan  yang  dapat  mengubah  perilaku  buruk  tersebut  menjadi lebih baik. Salah satu solusi sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut adalah lembaga Pondok Pesantren. Di dalam lembaga Pondok Pesantren banyak menerapkan berbagai cara atau kegiatan dalam upaya membentuk kesadaran disiplin pada santri. Salah satunya dengan memberlakukan peraturan-peraturan serta kegiatan-kegiatan yang dapat membangun kesadaran mereka dalam berdisiplin di setiap sisi kehidupan mereka, baik dari mereka bangun tidur hingga mereka tidur lagi, bahkan ketika tidur itu sendiri. Lokasi penelitian ini berada di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana peranan Pondok Pesantren dalam mengembangkan kesadaran disiplin santri di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada? (2) Apa hambatan yang dihadapi Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra dalam mengambangkan kesadaran disiplin? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan    studi kasus. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan  dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif dengan langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada dalam mengembangkan karakter disiplin santri  dilakukan disiplin secara umum dapat dikatakan berjalan sebagaimana mestinya, Kiat-kiat penanaman kedisiplinan yang dilakukan melalui peningkatan motivasi, pendidikan dan latihan, kepemimpinan, penegakan aturan serta penerapan reward and punishment. (2) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan karakter di pondok pesantren, meliputi: sering kali santri kelelahan dan dalam mengikuti kegiatan sehingga tidak sedikit santri yang pernah menerima hukuman, serta karakter dan kebiasaan santri yang baru memasuki semester awal di pondok pesantren masih sulit untuk diatasi, hal tersebut disebabkan karena ketidak mampuan mereka untuk menyesuaikan diri di lingkungan Pesantren.   Kata Kunci: Pesantren, Karakter, Disipli

    Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Ma’arif Bego dalam Meningkatkan Kemampuan Mengajar dan Motivasi Guru

    Get PDF
    Education nowadays, to improve the performance of teachers continues to make various efforts to achieve goals and desires to achieve quality results. Therefore the leadership style implemented by the leadership of the organization is needed to discipline and control people in their work. Because basically the leadership style is important to do because of its function as an improvement tool for teachers. Teachers must show maximum performance in carrying out their duties and functions as educators, but still have the majority of teachers who have not shown good performance, and therefore the leadership style that will produce qualified educators to support supporting teaching and motivation of teachers. This type of research is a qualitative descriptive study that discusses events that occur in the field in the form of narration. To collect data in the field, researchers conducted interview observations, and documentation. The results of this study are the leadership styles that are applied by MI Ma'af idiot principals are the applied and transformational leadership styles. The leadership style can improve the performance of teachers in the school. And to complete this, researchers offered Ki Hajar Dewantara's leadership style to complete.,Pendidikan sekarang ini, untuk meningkatkan kinerja guru berbagai pihak terus menerus melakukan berbagai macam upaya dalam mewujudkan niat dan keinginan untuk mencapai hasil yang berkualitas. Oleh sebab itu gaya kepemimpinan yang dilaksanakan oleh pimpinan organisasi dibutuhkan untuk mendisiplinkan dan mengontrol perilaku manusia dalam bekerja. Karena pada dasarnya Gaya kepemimpinan penting untuk dilakukan karena fungsinya sebagai alat perbaikan bagi kinerja guru. Guru harus menunjukkan kinerja yang maksimal di dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendidik, tetapi masih ada sebagian guru yang belum menunjukkan kinerja yang baik, maka dari itu gaya kepemimpinan yang baik akan menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas untuk menunjang kemampuan mengajar dan motvasi guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan dalam bentuk narasi. Untuk mengumpulkan data di lapangan peneliti melakukan observasi wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah MI Maarif bego yaitu gaya kepemimpinan demokratis dan transformasional. Gaya kepemimpinan tersebut mampu untuk meningkatkan kinerja guru yang ada di sekolah tersebut. Dan untuk melengkapi hal tersebut peneliti menawarka gaya kepemimpinan Ki Hajar Dewantara untuk melengkapi

    Pengembangan Pendidikan Pesantren Terpadu: Studi Integrasi Keilmuan Islam dan Keilmuan Umum dalam Format Fullday School Berbasis Pesantren

    Get PDF
    Sistem pendidikan Pesantren terpadu merupakan racikan pendidikan pesantren yang berawal pola pembelajaran 24 jam, dimana santri belajar sejak bangun tidur hingga tidur kembali, boleh dikatakan merupakan model Full day school mengandung arti system pendidikan yang menerapkan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar sehari penuh, yang awalnya hanyalah pendidikan ilmu, ritual dan tradisi keagamaan Islam, kemudian berpadu dengan keilmuan umum menjawab tantangan perubahan zaman, ketika masyarakat mengharapkan sublimasi keilmuan umum dan agama, sebagai modal unggul sukses dalam karir professional sekaligus bermasyarakat. Pendidikan Pesantren terpadu artinya memadukan ilmu umum dengan ilmu agama secara seimbang dan terpadu, dimana agama sebagai landasan bersikap dan skill prefesionalitas yang di gali dari keilmuan umum sebagai daya tawar perubahan dan kemajuan, artinya keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) harus seimbang dengan wawasan skill ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pelaksanaan sistem pendidikan Pesantren terpadu mengarah pada beberapa tujuan, antara lain: pengayaan dan pendalaman materi pelajaran umum yang telah ditetapkan oleh diknas sesuai jenjang pendidikan dan berlangsung dalam satu atap institusi pesantren, pengayaan pengalaman dan pengamalan Akhlaqul Karimah melalui pembiasaan-pembiasaan hidup yang baik untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama berada dipesantren, pembinaan kejiwaan, mental dan moral santri (peserta didik) disamping mengasah otak agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan jasmaniah dan rohaniah sehingga terbentuk kepribadian yang utuh. penempaan spiritual Intelegence santri melalui penambahan materi-materi agama dan kegiatan keagamaan sebagai dasar dalam bersikap dan berperilaku dalam sebuah konsep pensucian jiwa (riadhoh)

    722

    full texts

    912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇