Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMPN 4 JEROWARU
Masalah yang tengah dihadapi lembaga pendidikan adalah sistem pendidikan yang ada sekarang ini terlalu berorientasi pada pengembangan otak kiri (kognitif) dan kurang memperhatikan pengembangan otak kanan (afektif, dan empati). Padahal, pengembangan karakter lebih berkaitan dengan optimalisai fungsi otak kanan. Mata pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan karakter pun seperti (budi pekerti dan agama) ternyata pada perakteknya lebih menekankan pada aspek otak kiri (hafalan). Pembentukan karakter harus dilakukan secara sistematis dan kesinambungan yang melibatkan aspek “knowledge (pengetahuan), feeling (perasaan), loving (cinta), dan acting (tindakan). Pada dasarnya, anak yang kualitas karakternya rendah adalah anak yang tingkat perkembangan emosi-sosialnya rendah, sehingga anak beresiko besar mengalami kesulitan dalam belajar, berintraksi sosial, dan tidak mampu mengontrol diri. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui sejauh mana Penerapan Pendidikan Karakter di SMPN 4 Jerowaru. Bagaimana penerapan Pendidikan Karakter di SMPN 4 Jerowaru dan Faktor apa saja yang mendukung atau yang menghambat dalam penerapan pendidikan karakter di SMPN 4 Jerowaru.
Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif lapangan, yang mengambil lokasi di SMPN 4 Jerowaru. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi,dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data yg digunakan Reduksi data, Dispiay data serta Verifikasi atau penarikan kesimpulan, untuk Uji keabsahan mengguakan Trianggulasi sumber.
Sekolah mempunyai peran yang sangat besar baik dan buruknya seorang peserta didik dapat dilihat bagaimana pendidikan di sekolah tersebut. peserta didik dapat terbentuk menjadi insan yang berakhlakul karimah, mandiri, jujur, peduli sahabat, toleransi, peduli sosial, sikap demokratis, bertanggungjawab, peduli lingkungan dan religius. Walaupun tidak semua peserta didik mempunyai karakter yang baik dengan adanya peraturan sekolah dan pendidik. Faktor pendukung dalam penerapan pendidikan karakter diantaranya dari latar belakang ekonomi, faktor dari dalam yaitu kedua orangtua, dan pendidik (guru). Faktor penghambat/kendala sekolah dalam penerapan pendidikan karakter adalah Saraana dan prasarana yang kurang memadai/gedung yang kurang proposional, faktor lingkungan yang kurang kondusif sehingga tidak terdukungnya program kegiatan sekolah, kondisi siswa yang kurang memahami nilai-nilai karakter dan adanya pengaruh negatif dari dunia luar sehingga siswa merasakan malas dalam kegaiatan
The The Comparative Study between Using Factor Tree Technique and Tabular Technique in Determining Greatest Common Divisor (GCD) and Least Common Multiple (LCM)
Abstract
The objectives of the research were to find out the profile of the students learning result using factor tree technique, to find out the profile of the students learning result using tabular technique, and to find out the difference between students learning result implementing factor tree technique and tabular technique in determining Greatest Common Divisor (GCD) and Least Common Multiple (LCM) at the 5th-grade students of MI Al Ma’arif Kebumen village, Banyubiru district, Semarang regency. This research was quantitative research with quasi-experiment design. The research population was 54 students. Its samples were 5th-grade students of A as the first experimental class while 5th-grade students of B as the second experimental class. The instruments were pre-test and post-test of the students learning result, and the observation sheet. The technique of data analysis was descriptive statistical analysis and inferential statistic. The research showed that in the first experimental class the mean of pre-test was 42,59 and the post-test mean was 60,96. Thus, in the second experimental class the pre-test mean was 41,15 and the post-test mean was 83. Based on the result of inferential analysis was tcount in the mount of 6,4787 and ttable as big as 2,6737 with 99% level of trustiness and 1% level of error, because tcount > ttable consequently H1 was accepted and H0 was rejected. It meant there was significant difference between students learning result using factor tree technique and tabular technique in determining Greatest Common Divisor (GCD) and Least Common Multiple (LCM) at the 5th-grade students of MI Al Ma’arif Kebumen village, Banyubiru district, Semarang regency.
 
ANALISIS TREND KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH TAHUN 2015 SAMPAI DENGAN 2017
ABSTRACT
Trend analisis adalah metode analisis statistik yang dimaksudkan untuk membuat pekiraan atau pekiraan masa depan. Untuk melakukan peramalan yang dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam jangka waktu yang relatif lama, sehingga analisis dapat menenukan sebarapa besar flukutasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebt. Rasio profitabilitas akan memberikan gambaran tentang keefektifan manajemen perusahaan. Semakin besar profitabilitas berati semakin baik,karena kemakmuran pemilik perusahaan meningkat dengan profitabilitas yang lebih besar, Rasio Profitabilitas terdiri dari Profit Margin, Basic Earning Power, Return on Assets dan Return on Equit
Nilai-Nilai Pendidikan Adat Nyongkolan Masyarakat Sasak dI Desa Gelogor Kecamatan Kediri Lombok Barat
Nilai pendidikan dalam Nyongkolan ini meliputi berbagai tahap seperti midang, begawe,sorong serah ajikrame, bait wali dan lainnya. Nilai-nilai pendidikan yang ada dalam adat Nyongkolan sebagai berikut. 1. Nilai agama (religius). Nilai religius ini merupakan sikap dan perilaku dalam melaksanakan ajaran agama seperti waktu melaksanakan adat betikah atau bekawin. Prinsip masyarakat Desa Gelogor Kediri Lombok Barat dalam pelaksanaan acara betikah (bekawin) masing sangat berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Nilai agama ini juga terlihat pada adat Sasak yaitu mesejati dan selabar dimana acara tersebut bertujuan mengumumkan pernikahan kepada khalayak ramai seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW, untuk menyiarkan kabar bahagia pernikahan, agar semua orang tahu sehingga tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari. Nilai tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.Tanggung jawab seorang laki-laki dalam nyongkolan adalah menjaga, mengawal istrinya dari belakang pada saat upacara nyongkolan atau pada saat mengarak pengantin perempuan munuju ke rumah orang tuanya.Ari mengatakan nilai tanggung jawab adalah keberanian laki-lakiseperti dalam pacaran terutama pada saat adat midang, bekawin, memaling gadis atau melarikan perempuanadalah keberanian seseorang dalam berjuang memiliki perempuan tersebut.Nilai tanggung jawab ini adalah suatu keyakinan yang ditunjukkan kepada seseorang perempuan dan tidak mengenal rasa takut sedikitpun untuk medapatkan perempuan yang dicintainya Nilai kejujuran hubungan yang tulus, saling memiliki, saling memberi tahu segala hal yang terjadi dan dirasakan. Kejujuran menjadikan hubungan berjalan dengan baik meski kadang, kejujuran terasa pahit tapi itu lebih baik dari pada kebohongan. Sahran mengatakan ” kejujuran adalah kunci hubungan ” untuk saling menjaga diantara pasangan, contohnya seketika pacaran dan betikah jangan sampai tidak jujur karena dibohongin itu menyakitkan. Bayangkan jika sepasang pasangan tak saling memberi kepercayaan dan kejujuran maka hubungan tidak akan pernah harmonis dan bahagia.[1] Nilai kerja keras adalah bekerja secara sungguh-sungguh dan tidak mengenal lelah seperti dalam upacara begawe dan nyongkolan.Kerja keras dalam begawe meliputi sikap tolong menolong, gotong royong, dan kekeluargaan. Sedangkan dalam nyongkolan meliputi sikap kerja sama terhadap pengiring, gendang beleq, dan dodaq.Burhan mengatakan ”nilai kerja keras ini dapat terlihat dan ditunjukkan dalam sikap tolong menlong dan dalam melaksanakan tradisi adat Sasak yaitu pada adat nyongkolan. Nilai kerja keras ini juga dapat dilihat pada saat keluarga calon pengantin laki-laki melaksanakan merangkat tetangga dan pemuda-pemuda sekitar akan datang untuk memberikan selamat, serta saling membantu untuk mempersiapkan acara merangkat dengan memasak bersama dan setelah itu makan bersama.
 
Relevansi Hadits sebagai Landasan Pemberian Scaffolding dalam Pembelajaran
Proses belajar mengajar atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak luput dari problematika yang selalu menghantuinya. Di samping problematika lingkungan dan sarana prasana yang kurang mendukung, ternyata problematika dengan guru cukup krusial dan fundamental dalam proses pembelajaran di dalam kelas. sebagai pendidik guru dituntut untuk menguasai motede atau tehnik belajar yang memfasilitasi para siswanya, dan teknik scaffolding merupakan salah satu alternatif dalam menjalankan roda pembelajaran di dalam kelas. Guru dituntut unuk memberikan pembelaran didalam kelas dengan cara yang mudah dan mendatangkan kegembiranan pada peserta didik. Pembelajaran yang mudah dan menggembirakan tersebut tertanam dalam hadis-hadis Nabi Muhammad Saw dan memiliki korelasi dengan teknik scaffolding yang diperkenalkan oleh Vygotsky. Tulisan ini memuat tentang urgensi hadis-hadis Nabi Muhammad Saw yang dijadikan sebagai landasan dalam penerapan scaffolding dan implementasinya dalam pembelajaran dan integrasi-interkoneksi hadis-hadis Nabi Muhammad Saw dengan scaffolding dan implementasinya dalam pendidikan dan pembelajaran
IMPLEMENTASI AKAD HIWALAH DALAM HUKUM EKONOMI ISLAM DI PERBANKAN SYARIAH
Hutang dalam hukum ekonomi islam disebut dengan hiwalah. Hiwalah adalah sistem yang mudah diadaptasi oleh manusia, karena hiwalah merupakan bagian dari hidup manusia dalam bermuamalah. Dasar hukum penerapan hiwalah adalah Al-Qur’an, Hadist, Ijma’ dan Qiyas. Hiwalah tidak dipergunakan untuk memecahkan masalah account dibayarkan tetapi lebih dari itujuga berperan sebagai transfer dana dari satu orang kepada orang yang lain atau dari suatu kelompok kepada kelompok lain, dalam hal ini sebagimana sistim Perbankan juga telah mempraktekkan akad hiwalah. Sistem pengalihan hutang merupakan transfer beban hutang dari orang yang berhutang kepada orang yang berkewajiban untuk membayar karena terdapat kesamaan kadar hutang yang serupa, oleh itu berkata kepadanya “saya telah memindahkan anda untuk mengumpulkan hutang kepada saya, karena si fulan telah berhutang kepada saya dengan kadar yang sama dengan utang saya untuk anda maka tagihlah itu”. Jika pemilik utang telah menerima dengan ikhlas, maka selesailah beban hutang itu. Mekanisme hiwalah dalam perbankan syari’ah di dasari pada prinsip tolong-menolong dan solidaritas dalam membantu meringankan beban orang yang tengah kesulitan dalam melunasi hutangnya, agar tidak sampai mengganggu sirkulasi keuangan dan dinamika ekonomi di masyarakat. Transaksi dalam bentuk perpindahan ini terbebas dari unsur riba dalam bentuk apapu
Kesiapan Dan Kemampuan Mahasiswa Prodi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Dalam Penerapan Dakwah Bil Lisan
The research carried out aims to determine the readiness and ability of the students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program at STAI Al Amin Dompu, in the application of oral da'wah, the obstacles faced by students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program in the application of oral dakwah, as well as knowing the efforts made by students. The Islamic Communication and Broadcasting Study Program in honing its readiness and ability in the application of oral dakwah. The application of the research used qualitative methods with data collection techniques through interviews and documentation. The objects of the research are students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program and supporting sources, namely the lecturers of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program at the Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) in the Islamic Communication and Broadcasting Study Program. Dakwah Bil Lisan is a method of da'wah that uses one-way communication in general the congregation is passive. The preaching of oral bill includes lectures, speeches, sermons, religious discussions and so on. The abilities possessed by students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program are considered extraordinary because many of the sixth and eighth semester students are able to apply oral dakwah. Their abilities lead them to readiness to be brave enough to deliver oral dakwah, this is evidenced by the students who apply oral dakwah at religious events, competitions even during Friday sermons. Obstacles faced by students in implementing verbal speech are obstacles from within, namely nervousness which suddenly appears when they want to deliver oral speech messages besides that obstacles arise from mad'u, to overcome these obstacles students make efforts by sharpening His talents and interests include reading more Islamic books, participating in religious discussions and so on.Pelaksanaan penelitian yang dilakukan bertujuan guna mengetahui bagaimana kesiapan dan kemampuan mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam di STAI Al Amin Dompu, dalam penerapan dakwah bil lisan, hambatan yang dihadapi mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam penerapan dakwah bil lisan, serta mengetahui upaya yang dilakukan mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam mengasah kesiapan dan kemampuannya dalam penerapan dakwah bil lisan. Penerapan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek dari penelitian adalah mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam serta narasumber pendukung yaitu dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang berada di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Amin Dompu pada Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Dakwah bil lisan merupakan metode dakwah yang menggunakan komunikasi satu arah pada umumnya jama’ah bersifat pasif. Dakwah bil lisan meliputi ceramah, pidato, khutbah, diskusi keagamaan dan sebagainya. Kemampuan yang dimiliki mahasiswa/i Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dianggap luar biasa karena banyak diantara mahasiswa/i semester VI dan VIII yang mampu menerapkan dakwah bil lisan. Kemampuan yang mereka miliki menghantarkan mereka pada kesiapan diri untuk berani menyampaikan dakwah bil lisan, hal tersebut dibuktikan oleh para mahasiswa/i yang menerapkan dakwah bil lisan pada acara-acara keagamaan, perlombaan bahkan pada saat khutbah jum’at. Hambatan yang dihadapi mahasiswa/i dalam menerapkan dakwah bil lisan yaitu hambatan dari dalam diri yaitu nervous yang tiba-tiba muncul saat hendak menyampaikan dakwah bil lisan selain itu hambatan muncul dari pada mad’u, untuk menanggulangi hambatan tersebut mahasiswa/i melakukan upaya dengan mengasah bakat dan minatnya dengan cara memperbanyak membaca buku-buku ke-Islaman, mengikuti diskusi keagamaan dan lain-nya
PENGARUH TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN DI MADRASAH ALIYAH NURUL MUJTAHIDIN NW JANAPRIA
Penelitian ini berjudul tentang Pengaruh Penggunaan Metode Tutor Sebaya Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur‟an Siswa Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa sebelum dan sesudah diterapkan metode tutor sebaya di kelas XI pada mata pelajaran Al-Quran Hadis di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria dan bagaimana pengaruh penggunaan metode tutor sebaya terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria yang berjumlah 39 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes praktek dan dokumentasi. Dengan menggunakan rumus tes “t”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan membaca Al-Qur‟an sebelum menggunakan metode tutor sebaya pada mata pelajaran Al-Quran Hadis (surah Al-Maidah ayat 48 dan surah At Taubah ayat 105) di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria tergolong rendah hal ini terbukti dari siswa yang mendapat skor tinggi sebayak 1 orang (2,57%), siswa skor sedang sebanayak 9 orang (23,08%), dan siswa yang mendapatkan skor rendah ada 29 orang (74,35%). Sedangkan Kemampuan membaca Al-Qur‟an sesudah menggunakan metode tutor sebaya pada mata pelajaran Al-Quran Hadis (surah Al-Maidah ayat 48 dan surah At Taubah ayat 105) di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria tergolong rendah hal ini terbukti dari siswa yang mendapat skor tinggi sebayak 11 orang (28,20%), siswa skor sedang sebanayak 15 orang (38,47%), dan siswa yang mendapatkan skor rendah ada 13 orang (33,33%). Terdapat pengaruh yang signifikansi antara penggunaan metode tutor sebaya terhadapkemampuan membaca Al-Qur‟an siswa Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria. Dalam hal ini, dengan membandingkan besarnya “t” yang diperoleh dalam perhitungan (to = 5,70) dan besarnya “t” yang tercantum pada Tabel Nilai t (5% = 2,02 dan 1% = 2,71) maka dapat diketahui bahwa to adalah lebih besar dari pada tt yaitu 2,02<5,70>2,71.Penelitian ini berjudul tentang Pengaruh Penggunaan Metode Tutor Sebaya Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur‟an Siswa Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa sebelum dan sesudah diterapkan metode tutor sebaya di kelas XI pada mata pelajaran Al-Quran Hadis di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria dan bagaimana pengaruh penggunaan metode tutor sebaya terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria yang berjumlah 39 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes praktek dan dokumentasi. Dengan menggunakan rumus tes “t”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan membaca Al-Qur‟an sebelum menggunakan metode tutor sebaya pada mata pelajaran Al-Quran Hadis (surah Al-Maidah ayat 48 dan surah At Taubah ayat 105) di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria tergolong rendah hal ini terbukti dari siswa yang mendapat skor tinggi sebayak 1 orang (2,57%), siswa skor sedang sebanayak 9 orang (23,08%), dan siswa yang mendapatkan skor rendah ada 29 orang (74,35%). Sedangkan Kemampuan membaca Al-Qur‟an sesudah menggunakan metode tutor sebaya pada mata pelajaran Al-Quran Hadis (surah Al-Maidah ayat 48 dan surah At Taubah ayat 105) di Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria tergolong rendah hal ini terbukti dari siswa yang mendapat skor tinggi sebayak 11 orang (28,20%), siswa skor sedang sebanayak 15 orang (38,47%), dan siswa yang mendapatkan skor rendah ada 13 orang (33,33%). Terdapat pengaruh yang signifikansi antara penggunaan metode tutor sebaya terhadapkemampuan membaca Al-Qur‟an siswa Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin NW Janapria. Dalam hal ini, dengan membandingkan besarnya “t” yang diperoleh dalam perhitungan (to = 5,70) dan besarnya “t” yang tercantum pada Tabel Nilai t (5% = 2,02 dan 1% = 2,71) maka dapat diketahui bahwa to adalah lebih besar dari pada tt yaitu 2,02<5,70>2,71
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH 8 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH
Tujuan penelitian ini adalah untuk menembangkan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 pada pelajaran Al-Qur’an Hadits Siswa untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Metode yang digunakan adala Penelitian dan Pengembangan (R&D) model 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, namun dengan modifikasi dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media dilihat pada hasil dari validator ahli. Validasi oleh ahli materi diperoleh nilai rata-rata 3,66 dengan kriteria sangat layak dan tanpa revisi, sehingga pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash pada pelajaran al qur’an hadits dapat digunakan. Respon siswa pada uji lapangan pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash pada pelajaran al qur’an hadits memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,62 Dengan demikian pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash pada pelajaran al qur’an hadits ini layak digunakan dalam membantu pembelajaran.The purpose of this study was to develop learning media based on Macromedia Flash 8 in the Al-Qur'an Hadith lessons for students for Class VII Madrasah Tsanawiyah. The method used is the Research and Development (R&D) 4D model proposed by Thiagarajan, but with modifications and a qualitative approach. The results showed that the feasibility of the media was seen in the results of the expert validators. Validation by material experts obtained an average value of 3.66 with very feasible criteria and without revision, so that the development of macromedia flash-based learning media in the Qur'an and Hadith lessons can be used. Student responses to the field test of the development of macromedia flash-based learning media in the Qur'an Hadith lessons obtained an average score of 3.62
Model Regulasi Diri dalam Pengembangan Sikap Spiritual MIN 1 Jombang
Spiritual attitude development as a conscious effort designed to assist individuals in developing knowledge, skills, and personality in spiritual attitudes. Four values in the implementation are applied in primary schools that must be developed, namely, observance of worship, gratitude behavior, praying before and after doing activities, tolerance in worship. Based on this value there is a human relationship with God, humans with humans, and humans with the universe. In a relationship with God, human beings are obliged to perform compulsory worship, even though maintaining their terminology, everyone is not necessarily capable. Good self-regulation by regulating itself affects the process of spiritual attitude done in life. This study aims to describe the development of spiritual attitudes in MIN 1 Jombang. As well as describing the regulation model of MIN 1 Jombang students in carrying out compulsory worship. The research method used in this research is descriptive qualitative which intends to understand the main phenomena in developing spiritual attitudes in MIN 1 Jombang and describing the regulatory models of MIN 1 Jombang students. The findings that can be explained are, the self-regulation model of students in MIN 1 Jombang in maintaining the term of worship to perform compulsory worship tends to be from the external regulation model, the model that is influenced by others to run it, and the existence of these influences which then encourages students to carry out each when and continuously and become a habit, so that without being instructed by others students will do it themselves, the model of self-regulation changes into an intrinsically motivated behavior model in which he feels that worship is a very valuable activity that needs to be done.Pengembangan sikap spiritual sebagai upaya sadar yang dirancang untuk membantu individu dalam mengembangan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian dalam sikap spiritual. Ada empat nilai dalam pelaksanaan yang diterapkan di sekolah dasar yang wajib dikembangkan yaitu, ketaatan beribadah, perilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, toleransi dalam beribadah. Berdasarkan niali tersebut terdapat hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Dalam hubungan dengan Tuhan manusia wajib melakukan ibadah wajib walaupun menjaga keistiqomahannya semua orang belum tentu mampu. Regulasi diri yang baik dengan mengatur dirinya sendiri berpengeruh terhadap proses sikap spiritual yang di lakukan dalam kehidupan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan sikap spiritual di MIN 1 Jombang. Serta mendeskripsikan model regulasi siswa MIN 1 Jombang dalam mejalankan ibadah wajib.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena utama dalam pengembangan sikap spiritual di MIN 1 Jombang serta mendeskripsiskan model regulasi para siswa MIN 1 Jombang.
Hasil temuan yang dapat dipaparkan yakni, model regulasi diri para siswa di MIN 1 Jombang dalam menjaga keistiqomahan untuk melakukan ibadah wajib cenderung dari model external regulation, yaitu model yang dipengaruhi oleh orang lain untuk menjalankannya, dan adanya pengaruh tersebut yang kemudian mendorong siswa untuk menjalankan setiap saat dan terus menerus dan menjadi kebiasaan, sehingga tanpa di perintah orang lain siswa akan mengerjakannya sendiri, model regulasi diri berubah menjadi model intrinsically motivated behavior yang dimana ia merasa bahwa ibadah merupakan aktivitas yang sangat berharga yang perlu dikerjakan.
Kata kunci :Regulasi diri, Model Regulasi diri, Sikap spiritua