Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Kompetensi Guru Menurut UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Abstrak: Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan yang harus mendapatkan perhatian sentral, pertama dan utama. Figur yang satu ini akan menjadi sorotan strategis ketika berbicara masalah pendidikan, karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan. Kompetensi guru menurut konsep UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen bahwa pendidik profesional adalah guru yang memiliki seperangkat kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan perilaku). Penjabaran kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi.Kompetensi Guru, UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dose
Pluralisme Pendidikan Islam Di Indonesia: Bahasa Indonesia
The term pluralism is an important problem which has a basis for developing Islamic education in Indonesia. Islam is the religion of rahmat lil alamin since its birth, Islam has been in the midst of other cultures and religions. This shows a connection, especially Islamic education as a civilization as well as the most important ladder in developing students first, in particular developing all aspects universally, namely teaching pluralism in instilling a diversity of mutual understanding between each other both in the context of tradition, culture, tribe, etc. Islamic education is not centered on the aspects of developing educational goals, educational methodologies, educational curricula. However, more specifically, namely implementing pluralism in Islamic education. Specifically, this paper tries to analyze the pluralism of Islamic education in Indonesia as a basic assumption in compiling the answers in this study. Thus, the basic values of pluralism are togetherness, an open attitude in accepting existing differences (mutual understanding), mutual respect, mutual help, the principles of freedom, justice, equality of rights and obligations, compassion, virtue, peace, openness to cooperate, so as to make a large contribution, especially to the social crisis. Demands for reform of the Islamic education system that create an anti-multicultural reality indoctrination tool that needs to be done in order to be able to create a peaceful, harmonious, human life order, and be able to adapt to various different groups but still inseparable from the roots of culture, religion, his identity, in a plural society as a complete human being (insan al-kamil)Istilah pluralisme menjadi persoalan penting yang mempunyai andil dalam mengembangkan dunia pendidikan Islam di Indonesia. Islam adalah agama rahmat lil alamin sejak kelahirannya, Islam sudah berada di tengah-tengah budaya dan agama-agama lain. Hal tersebut menunjukkan adanya keterkaitan terutama pendidikan Islam sebagai roh peradaban sekaligus tangga yang paling utama dalam mengembangkan perserta didik terlebih khsusnya mengembangkan segala aspek-aspek secara universal yaitu mengajarkan sikap pluralisme dalam menanamkan sebuah keragaman saling memahami antar sesama baik pada konteks tradisi, budaya, suku, etnis dan sebagainya. Pendidikan Islam bukan berpusat pada aspek mengembangkan tujuan pendidikan, metodologi pendidikan, kurikulum pendidikan. Namun demikian, lebih khususnya yaitu mengimplementasi pluralisme pada pendidkan Islam. Secara spesipik, tulisan ini mencoba menganalisa pluralisme pendidikan Islam di Indonesia sebagai asumsi dasar sekaligus dalam merumuskan jawaban dalam penelitian tersebut. Dengan demikian, hadirnya konsep nilai-nilai dasar dari pluralisme itu adalah kesamaan dan kebersamaan, sikap terbuka dalam menerima perbedaan yang ada (saling memahami), saling menghormati, saling menolong, prinsip kebebasan, keadilan, persamaan hak dan kewajiban, kasih sayang, kebajikan, kedamaian, terbuka untuk melakukan kerja sama, sehingga memberikan sumbangan besar terutama pada krisis sosial. Tuntutan reformasi sistem pendidikan Islam yang terkesan sebagai alat indoktrinasi yang anti realitas multikultural perlu dilakukan agar mampu menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan mampu beradaptasi dengan berbagai golongan yang berbeda namun tetap tidak terlepas dari akar budaya, agama, jati dirinya, dalam masyarakat yang plural sebagai manusia paripurna yaitu (insan al-kamil) tersebut
KONSEP PRODUKSI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Abstract: The reasearch aim is to know and comprehen production concept of Islamic economic perspectives. The research is a Library research with an approach that combines philosophical and phenomenological approaches. Philosophical approaches are used to look deeply at the object of philosophical material as well as values, principles, economic objectives of Islam and production concept of Islamic economic perspectives. While the phenomenological approach is used to view systems and production processes through statistical data, as well as those contained in a literature work such as books, documents, scientific works and research. The result show that Islamic economic system aims to promote the community and create Maqasid Sharia as well as uphold fairness value. Production concept in the Islamic economic system is production activities must prioritize the basic needs (Dharuriyyah) of human beings. The production of basic necessities (Dharuriyyah) is seen as a social obligation (Fardh al-Kifayah), which is a necessity for many people to be obliged.Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami konsep produksi perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang mengkombinasikan antara pendekatan filosofis dan fenomenologis. Pendekatan filosofis digunakan untuk melihat secara mendalam tentang objek material filsafat seperti halnya nilai, prinsip-prinsip, tujuan ekonomi Islam serta konsep produksi perspektif ekonomi Islam. Sedangkan pendekatan fenomenologis digunakan untuk melihat sistem dan proses produksi melalui data-data statistik, maupun yang tertuang dalam suatu karya kepustakaan seperti buku-buku, dekumen,karya ilmiyah dan penelitian. Hasil temuan dari penelitian ini ialah; sistem ekonomi Islam bertujuan menyejahterakan masyarakat dan mewujudkan maqasid as syariah, serta menjunjung tinggi nilai keadilan. Konsep produksi dalam sistem ekonomi Islam bahwa aktivitas produksi harus mengutamakan kebutuhan pokok (dharuriyyah) manusia . Produksi kebutuhan pokok (dharuriyyah) dipandang sebagai kewajiban sosial (fardh al- kifayah), yaitu kebutuhan yang bagi banyak orang pemenuhannya bersifat wajib
KONTRIBUSI WAKAF TANAH MILIK SEBAGAI POTENSI EKONOMI UMAT: (Studi Kasus Di Desa Menemeng)
Tujuan Penelitian ini adalah :1).Untuk mengetahui pengaturan perwakafan tanah milik untuk usaha produktif ditinjau menurut syari at Islam dan perundang-undangan yang berlaku, 2). Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi wakaf tanah milik sebagai potensi ekonomi umat di Desa Menemeng, 3).Untuk mengetahui penyebab perwakafan tanah milik untuk usaha produktif tidak banyak dilakukan oleh umat Islam di Desa Menemeng. Metode yang digunakan adalah metode non doktrinal, jenis penelitian diagnotik dan bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data: wawancara dan kepustakaan. Jenis data yakni data primer (responden) dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan intepretasi teori (theoritical inter pretative).Kesimpulan penelitian ini adalah; 1) Pengaturan perwakafan tanah milik untuk usahaproduktif dalam syariat Islam adalah masalah ijtihad, tidak ada ketentuan yang tegas dalam teks al-Qur’an dan hadits. Sedangkan dalam perundang-undangan diatur dalam PeraturanPemerintah nomor 28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik, Inpres nomor 1 tahun1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, buku III yang mengatur wakaf dan shodaqoh,Undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah nomor 42tahun 2006 tentang pelaksanaan undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf,tujuanwakaf untuk ibadah dan atau kesejahteran umum menurut syari’at Islam, 2) Wakaftanah milik mempunyai potensi yang besar dalam memberikan kontribusi terhadappeningkatan ekonomi umat akan tetapi, masih sangat sedikit dan belum dapat dirasakan pengaruhnya terhadap kesejahteraan umat secara optimal, 3) Perwakafan tanah milik untuk usaha produktif tidak banyak dilakukan di Desa Menemeng dikarenakan: a) Struktur hukum; 1,Kepala Kantor Urusan Agama belum menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, pengawas, pelaksana perwakafan secara maksimal, khususnya di bidang pembimbingan,2. Belum terbentuknya Badan Wakaf Indonesia di tingkat Kabupaten b)Budaya hukum umat Islam di Desa Menemeng masih berorientasi pada pola pikir konvensional.Wakaf dipahami sebagaimana yang ada dalam pengertian agama secara klasik Di sampingkurang maksimalnya sosialisasi undang-undang perwakafan kepada masyarakat ditingkat pedesaa
VIRUS CORONA PERSPEKTIF PENDIDIKAN DAN AGAMA
Abstrak: Dunia lagi dihebohkan oleh virus mematikan yang disebut dengan virus corona (covid 19). Virus corona ini merupakan jenis virus supranatural alias tidak bisa dilihat oleh kasat mata, hanya bisa dideteksi dan dirasakan gejala-gejalanya saja. Jika dilihat dari pendekatan medis, penularan virus corona ini lewat pernapasan ketika batuk dan bersin sehingga dianjurkan menggunakan masker, social distancing, dan physical distancing. Untuk mencegah penularan virus berbahaya ini diminta untuk tidak berkeluyuran di luar rumah, berkumpul dan kontak sosial (lockdown dan stay at home), karena dipastikan virus ini akan mudah menyebar. Berdasarkan hal tersebut, kemudian di keluarkan kebijakan dan fatwa, baik itu pemerintah dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak mengadakan perkumpulan baik itu bersifat agama, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Berangkat dari permasalahan kontekstual inilah kemudian menarik untuk dianalisis praktis menggunakan pendekatan pendidikan dan agama. Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui dampak positif dari penularan virus corona ini dari dimensi etika-prilaku dan spiritual-religius. Sehingga mampu untuk memtik tarbiyah (pendidikan) di dalamnya dan mampu diinternalisasikan-praktis dalam pengaplikasian beragama. Ada pun dalam perspektif agama dalam tulisan ini mengajak kita semua untuk merenungi relevansinya dengan anjuran medis terkait hal-hal yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi penularan virus corona ini seperti harus tetap bersih, yaitu rajin mencuci tangan dan seluruh badan dipastikan harus bersih. Dalam agama Islam jauh sebelum adanya virus ini, telah lebih dulu menganjurkan penganutnya untuk terus menjaga kebersihan baik kebersihan anggota tubuh, pakaian, lingkungan dan metafisik yaitu kebersihan ruhani (hati).
 
CHILDREN'S RISK IN THE RISK OF THE RISK IN THE UNITED STATES OF RISK ISLAMIC RELATIONS BASED ON ISLAMIC COURT
Abstrak
Pengangkatan anak (adopsi) bukan merupakan hal yang baru di Indonesia karena hal ini sudah lazim dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Namun demikian, pengangkatan anak berakibat pula pada kedudukannya dalam hak waris. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adalah bagaimana kedudukan anak angkat dalam memperoleh hak waris pada masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi berdasarkan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian empiris menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menyatakan bahwa kedudukan anak angkat dalam memperoleh hak waris pada masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi berdasarkan hukum Islam adalah anak angkat tidak mendapatkan hak waris. Namun demikian, pada masyarakat adat Kesepuhan Sinar Resmi, ketentuan tentang hak waris pada anak angkat menggunakan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga hak waris anak angkat kedudukannya sederajat dengan anak kandung
ANALISIS PEMBAGIAN NISBAH DALAM AKAD MUDHARABAH ANTARA SHAHIBULMAL DENGAN MUDHARIB DITINJAU DARI ASPEK HUKUM DAN ASPEK EKONOMI SYARIAH DI BANK BNI KANTOR CABANG PEMBANTU BOYOLALI
Abstract: Analysis of the distribution of the ratio in the Mudharabah agreement between Shahibul Mal and Mudharib in terms of legal and economic aspects of sharia at Bank Bni, Boyolali Sub-Branch Office, is in accordance with the regulations according to Islam. PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah is a company engaged in banking whose activities are to provide services to the community, both services and other banking products. BNI Syariah was formed independently through the Internal Project Team. The pattern used by PT. Bank Negara Indonesia (Persero) tbk. Sharia to enter into the Islamic banking market is a dual banking system. Mudharabah agreement is an agreement for financing or investing funds from the owner of funds (shahibul maal) to fund management (mudharib) to carry out certain business activities that are in accordance with sharia, with the sharing of business results between the two parties based on a ratio that has been previously agreed. It was concluded that the distribution of the ratio carried out by shahibul maal with mudharib in the mudharabah agreement at the BNI syariah bank Boyolali sub-branch office in funding (deposits) was in accordance with Islamic law and the distribution of the Nisbah in the mudharabah contract at Bank BNI Syariah Boyolali Sub-Branch Office was not found elements that containing Maisir, Gharar and usury in the implementation of the contract between Islamic banking and customers. The contract in the implementation of the agreement has been known and agreed upon at the beginning of both parties. The agreement is in accordance with the regulations by the DSN-MUI and Islamic law.Abstrak: Analisis Pembagian Nisbah Dalam Akad Mudharabah Antara Shahibul Mal Dengan Mudharib Ditinjau Dari Aspek Hukum Dan Aspek Ekonomi Syariah Di Bank Bni Kantor Cabang Pembantu Boyolali ini sudah sesuai dengan peraturan menurut agama islam. PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah adalah perusahaan yang bergerak dibidang perbankan yang kegiatannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik jasa maupun produk perbankan lainnya. BNI Syariah dibentuk secara mandiri melalui Tim Proyek Internal. Pola yang digunakan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) tbk. Syariah untuk masuk ke dalam pasar perbankan syariah adalah dual system banking. Akad Mudharabah adalah perjanjian pembiayaan atau penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelolaan dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya .Penelitian yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Pembagian Nisbah yang dilakukan oleh shahibul maal dengan mudharib dalam akad mudharabah di bank BNI syariah kantor cabang pembantu Boyolali dalam pendanaan (deposito) sudah sesuai dengan syariat islam serta pembagian Nisbah dalam akad mudharabah di Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Boyolali tidak ditemukannya unsur yang mengandung Maisir, Gharar dan riba dalam pelaksanaan akad yang dilakukan antara perbankan syariah dengan nasabah. Akad dalam pelaksanaan perjanjian sudah diketahui dan disepakati diawal dari kedua belah pihak. Perjanjian tersebut telah sesuai dengan peraturan oleh DSN-MUI dan syariat islam
Menelisik Konsep Pendidikan Jerman dan Australia sebagai Benchmarking Pendidikan di Indonesia: Bahasa Indonesia
Banyak faktor yang mempengaruhi pendidikan, tentu saja sangat dimungkinkan jika terjadi perbedaan kualitas baik antar institusi bahkan anatar negara. Perbedaan inilah yang memicu peneliti untuk melakukan penelitian sekaligus mengkomparasi perbedaan-perbedaan yang ada melalui beberapa faktor yang mempengaruhinya. Metode yang dilakukan adalah studi kepustakaan dari berbagai sumber, baik yang bersifat online maupun offline. Tujuan akhir dari komparasi ini adalah untuk menganalisis peluang sistem pendidikan yang ada di dua negara tersebut bisa diadopsi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Jerman dan Australia dikenal sebagai negara yang adaptif dalam perbedaan pemikiran terutama penerapan kebijakan pendidikannya. Peneliti sengaja memilih negara Jerman dan Australia sebagai pembanding karena kedua negara tersebut memiliki sistem pendidikan yang layak untuk dikembangkan di IndonesiaMany factors influence education, of course it is possible if there is a difference in quality both between institutions and even between countries. It is this difference that triggers researchers to conduct research while at the same time comparing the differences through several influencing factors. The method used is literature study from various sources, both online and offline. The final objective of this comparison is to analyze the opportunities that the existing education systems in these two countries can adopt in the education system in Indonesia. Germany and Australia are known as adaptive countries in terms of differences of thought, especially in the implementation of their education policies. The researcher deliberately chose Germany and Australia as a comparison because both countries have an appropriate education system to be developed in Indonesi
Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pendidikan Agama Islam
Values education is at the core of Islamic religious education because the purpose of value education is to educate human behavior in the teachings of Islam better known by educating noble morals based on Al-Quran and Hadith. Through value education, the objectives, materials, methods, evaluation activities, and educators in Islamic religious education should support the achievement of the value of education goals. Implementation of values education in Islamic religious education can help learners become human beings who understand the values of their religious teachings and apply these values in their daily lives so that any negative effects of changing times can be anticipated by learners betterPendidikan nilai merupakan inti dalam pendidikan agama Islam, karena tujuan dari pendidikan adalah mendidik perilaku manusia yang didalam ajaran Islam dikenal dengan mendidik akhlak mulia yang berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Melalui pendidikan nilai, maka tujuan, materi, metode, kegiatan evaluasi, maupun pendidik dalam pendidikan agama Islam harus mendukung agar suatu tujuan pendidikan nilai tersebut tercapai. Implementasi nilai pendidikan dalam pendidikan agama Islam dapat membantu peserta didik lebih jelas dalam memahami nilai-nilai pendidikan agama Islam dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga segala pengaruh negatif dari perubahan zaman dapat diantisipasi peserta didik dengan lebih bai
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL
Abstrak: Pendidikan salah satu alat paling efektif untuk meneruskan, melanggengkan, mengawetkan, mengonservasi tradisi dari satu generasi ke generasi selanjutnya, dari abad yang satu ke abad yang lain. Maka, lembaga pendidikan Islam harus mampu mengcounter semua tradisi karena mengingat siswa-siswi terdiri dari multi-budaya (multikultural). Maka, pendidikan tidak akan punya arti apabila manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini disebabkan, karena manusia merupakan subjek dan objek pendidikan. Artinya, manusia tidak akan bisa berkembang dan mengembangkan kebudayaannya secara sempurna apabila tidak ada pendidikan. Untuk itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa eksistensi pendidikan merupakan salah satu syarat yang mendasar untuk meneruskan dan mengekalkan kebudayaan manusia. Di sini, fungsi pendidikan berupaya menyesusaikan atau mengharmonisasikan kebudayaan lama dengan kebudayaan baru secara proporsional dan dinamis. Pada tataran inilah menjadi fokus kajian dalam tulisan ini. Di mana lembaga pendidikan Islam perspektif budaya harus berjalan sesuai dengan konteks dan kebutuhan sosial. Karena perkembangan dunia yang dibaluti dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan dinamis menuntut lembaga pendidikan Islam ikut serta menyesuaikan diri di dalamnya agar tidak dimakan oleh zaman. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam harus menyesuaikan diri dengan budaya di mana dia harus beroperasi. Karena lembaga pendidikan Islam pada dasarnya adalah sebagai wadah untuk mentransformasikan nilai-nilai Islam di dalamnya kepada peserta didik supaya bisa bertahan ditengah budaya yang selalu dinamis dan terus berubah sesuai dengan konteks. Di sinilah salah satu esensi ajaran Islam yang selalu relevan dengan konteks zamannya yang dikenal dengan istilah “rahmatan lil ‘alamin”. Mengandung pengertian bahwa Islam untuk semua manusia yang memiliki budaya yang beragam