Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Critical Thinking, Cognitive Processes, and Learning Designs of Islamic Religious Education
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan teoritis antara keterampilan berpikir kritis sebagai proses kognitif dalam kaitannya dengan desain dan perencanaan pembelajaran pendidikan Islam. Belajar sebagai aktivitas berpikir (konflik kognitif) didorong oleh keinginan untuk mengetahui. Dosen hendaknya melaksanakan proses pembelajaran yang bermakna yang memicu aktivitas berpikir. Aktivitas berpikir atau kognitif adalah sesuatu yang berhubungan atau melibatkan kognisi sebagai proses memperoleh pengetahuan karena rasa ingin tahu melalui pengenalan dan interpretasi melalui pengalaman sendiri. Belajar sebagai proses penataan atau penyeimbangan (equilibration) melalui asimilasi dan / atau akomodasi antar rangsangan sebagai masalah baru dengan struktur kognitif atau pengetahuan terstruktur (skemata) sebagai pengalaman prasyarat. Pembelajaran yang baik harus berlangsung secara efektif dan bermakna dalam suatu sistem sebagai proses yang mengakomodasi kedudukan, fungsi, dan segala aktivitas serta daya dukung yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran harus berlangsung melalui aktivitas yang dapat memicu konflik kognitif sebagai proses penyeimbangan struktur kognitif melalui asimilasi dan akomodasi. Berpikir kritis merupakan kegiatan mental secara utuh, komprehensif, dan sistematis untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara logis dengan merefleksikan berbagai jenis pengetahuan secara konsisten. Keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui latihan-latihan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran hendaknya dilaksanakan melalui penggunaan desain dan perencanaan pembelajaran yang memadai, yang disusun secara sistematis melalui analisis pembelajaran sehingga menghasilkan prestasi belajar siswa yang terukur, sistematis, dan terencana. Karakter siswa, materi pembelajaran, dan hasil belajar hendaknya dijadikan asumsi dasar dalam mekanisme analisis pembelajaran, sehingga memungkinkan terjadinya konflik kognitif. Desain pembelajaran yang adekuat, operatif atau mudah dalam penerapannya, perlu disusun secara sistematis melalui analisis pembelajaran agar menghasilkan desain dan perencanaan yang adekuat, yang ditandai dengan penataan hubungan secara utuh menyeluruh komponen-komponen sebagai daya dukung proses pembelajaran. Kegiatan analisis pembelajaran akan memudahkan dalam penataan materi ajar, proses menentukan tujuan pembelajaran, analisis karakter, metode, media, strategi dan teknik instruksional, serta teknik penilaian hasil belajar seperti rencana instrument penilaian dan rencana tugas, serta perangkat lain yang dianggap perlu. Adalah keniscayaan dosen menata kegiatan pembelajaran dalam sebuah sistem yang terdiri atas banyak komponen sebagai keseluruhan daya dukung proses pembelajaran dapat memicu konflik kognitif mahasiswaThis study aims to analyze the theoretical relationship between critical thinking skills as a cognitive process about the design and planning of Islamic education learning. Learning as a thinking activity (cognitive conflict) is driven by a desire to know. Lecturers should carry out a meaningful learning process that triggers thinking activities. Thinking or cognitive activity is something that is related to or involves cognition as a process of obtaining knowledge because curiosity is through recognition and interpretation through one's own experiences. Learning as a process of structuring or balancing (equilibration) through assimilation and/or accommodation between stimuli as a new problem with cognitive structures or structured knowledge (schemata) as a prerequisite experience. Good learning must take place effectively and meaningfully in a system as a process that accommodates the position, function, and all activities and supports the capacity involved in learning activities. Learning must take place through activities that can trigger cognitive conflict as a process of balancing cognitive structures through assimilation and accommodation. Critical thinking is a mental activity as a whole, comprehensively, and systematically to solve problems and make decisions logically by reflecting on various types of knowledge consistently. Critical thinking skills can be developed through exercises in the learning process. The learning process should be carried out through the use of adequate learning design and planning, which is structured systematically through learning analysis to produce measurable, systematic, and planned student achievement. Student character, learning material, and learning outcomes should be used as basic assumptions in the learning analysis mechanism, to allow cognitive conflict. Learning designs that are adequate, operative, or easy to implement, need to be systematically structured through learning analysis to produce adequate design and planning, which is marked by structuring the overall component relationships as supporting the learning process. Learning analysis activities will facilitate the arrangement of teaching materials, the process of determining learning objectives, character analysis, methods, media, learning strategies, and techniques, as well as learning outcome assessment techniques such as planning assessment instruments and assignment plans, and other considered devices. need. It is undeniable for lecturers to carry out learning activities in a system consisting of many components as the carrying capacity of the whole learning process which can trigger student cognitive conflicts
Penguasaan Bahasa Arab Sebagai Langkah Penting Pengembangan Wisata Halal di Lombok: Bahasa Indonesia
The development of halal tourism in Lombok was developed because of the needs of the rapidly increasing national and global tourism market and as a tangible manifestation of the island's thousand mosques jargon. The seriousness of the NTB Regional Government in preparing halal tourism is evidenced through the ratification of the Regional Regulation of the Province of West Nusa Tenggara Number 2 of 2016 concerning Halal Tourism. This halal travel brand seems to be quite successful, because the statistics of tourist visits to Lombok show an increase. As an area that develops halal tourism, the NTB Regional Government must prioritize Arabic as a language of communication to provide maximum service to foreign tourists who are predominantly Muslim, and communicate in Arabic. This study aims to determine the Arabic language skills of guides on the island of Lombok. The research method used is qualitative with a field research model. The results showed that the ability of Arabic guides on Lombok Island is still very low, and this is due to the lack of training conducted by the NTB Regional Government as a form of support for the development of halal tourism. Therefore, the local government must collaborate with various Education that acclimates Arabic in its education process to improve Arabic language skills for guides, especially boarding schools in West Nusa Tenggara.Pengembangan wisata halal di Lombok dikembangkan karena kebutuhan pasar pariwisata Nasional dan global yang semakin pesat serta sebagai bentuk perwujudan nyata dari jargon pulau seribu masjid. Keseriusan Pemda NTB dalam menggodok wisata halal ini dibuktikan melalui pengesahan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal. Brand wisata halal ini sepertinya cukup berhasil, karena statistik kunjungan wisatawan ke Lombok menunjukkan peningkatan. Sebagai daerah yang mengembangkan wisata halal, tentu Pemda NTB harus memprioritaskan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap para wisatawan mancanegara yang mayoritas beragama Islam, dan berkomunikasi dengan bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa Arab pramuwisata yang ada di Pulau Lombok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukan jika kemampuan berbahasa Arab pramuwisata di Pulau Lombok masih sangat rendah, dan hal ini disebabkan karena masih minimnya pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Pemda NTB sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata halal. Oleh sebab itu,pemerintah daerah harus bekerjasama dengan berbagai Pendidikan yang mengakomudasi Bahasa arab dalam proses pendidikannya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa arab bagi para Pramuwisata,terutama pesantren-pesantren di Nusa Tenggara Barat
UPAYA KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU-GURU AGAMA
Kepala madrasah MA Darul Muttaqien NW Penujak telah berupaya meningkatkan kompetensi guru dengan melakukan upaya yaitu menjalin hubungan kerja sama dengan guru-guru. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredabilitas yang dibuktikan dengan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: kepala madrasah telah melakukan upaya dalam meningkatkan kompetensi guru-guru agama pada MA Darul Muttaqien NW Penujak dengan cara menjalin hubungan kerjasama dengan guru seperti menganggap guru-guru sebagai mitra kerja, teman seperjuangan, saling memberi masukan. Berusaha mempertinggi ilmu pengetahuan guru-guru dan mengadakan diskusi antara dewan guru.Kepala madrasah MA Darul Muttaqien NW Penujak telah berupaya meningkatkan kompetensi guru dengan melakukan upaya yaitu menjalin hubungan kerja sama dengan guru-guru. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredabilitas yang dibuktikan dengan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: kepala madrasah telah melakukan upaya dalam meningkatkan kompetensi guru-guru agama pada MA Darul Muttaqien NW Penujak dengan cara menjalin hubungan kerjasama dengan guru seperti menganggap guru-guru sebagai mitra kerja, teman seperjuangan, saling memberi masukan. Berusaha mempertinggi ilmu pengetahuan guru-guru dan mengadakan diskusi antara dewan guru
Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren melalui Pola Pembinaan Kelas Khusus
Pendidikan di pondok pesan-tren sangat menekankan tegaknya Islam di tengah-tengah kehidupan se-bagai sumber utama moral atau akhlak mulia, dan akhlak mulia ini me-rupakan kunci rahasia keberhasilan hidup bermasyarakat. Dengan kata lain orientasi tujuan pendidikan pondok pesantren sesungguhnya masih lebih banyak bersifat inward looking daripada outward looking, atau masih lebih banyak melihat ke dalam daripada ke luar. Hal ini lebih di- dasarkan pada pandangan bahwa dengan tegak dan tersebarnya agama Islam di tengah-tengah kehidupan, maka dengan sendirinya kehidupan bersama dalam suatu masyarakat akan menjadi baik, jadi semacam ada trickling down effect, yaitu efek moral baik yang diturunkan sebagai akibat tegaknya Islam di tengah-tengah kehidupan. Dengan demikian, pengalaman pondok pesantren dalam pendi-dikan moral keagamaan perlu dikaji lebih mendalam dan dikembangkan lebih lanjut dalam perspektif sistem pendidikan nasional
إدارة تعليم اللغة العربية فى ظل المعتاد الجديد أثناء كوفيد-19 فى معهد البخاري لمبوك الوسطى
إدارة تعليم اللغة العربية فى ظل المعتاد الجديد أثناء كوفيد-19 يتم إجرائها كما هي العادة كتعليم اللغة العربية قبل أصيب وباء كوفيد-19. والفروق بينهما هي التعليم اللغة العربية فى ظل المعتاد الجديد يتم البروتكول الصحي الحكومي ويتم تنفيذه من خلال الالتزام بالبروتوكول الصحي ويراقب المدير دائمًا المعلمين فى تنفيذ البروتوكول الصحي قبل كل درس وأثناء الدرس وبعد الدرس. تكييف المنهج وطريقة التعليم لدى قبل ظل المعتاد الجديد وأثناء جائحة كوفيد 19 كان سواء عند ظل المعتاد الجديد. لكن لديها أساليب مختلفة، وهي الامتثال لبروتوكول الصحة الحكومي. و مشكلات فى ظل المعتاد الجديد أثناء كوفيد-19 فيما يلي عدم التقارب البدنية على وهي المصافحة، واستخدام القناع وتأثر على العوامل النفسية عند التعليم ولا يهتم اهتماما الدرس الذي شرح المدرس. وأما مشكلات تعليم اللغة العربية فى ظل المعتاد الجديد وهي نظام تعليم اللغة العربية فى المعهد البخاري لها مشكلات فى تصميم التعليم مثلا وكان مدير المعهد يتم التخطيط والتوظيف والمراقبة هي نفسها ولا احد منه يخادمها إلا أستاذ ديني أدماجا فى وقت معينة.
هذا البحث بحث وصفي نوعي. الطريقة المستخدمة في جمع البيانات هي طريقة الملاحظة، والمقابلة والتوثيق. نتائج من هذا البحث هي: إدارة تعليم اللغة العربية فى ظل المعتاد الجديد أثناء كوفيد-19 يتم إجرائها كما هي العادة كتعليم اللغة العربية قبل أصيب وباء كوفيد-19. والفروق بينهما هي التعليم اللغة العربية فى ظل المعتاد الجديد يتم البروتكول الصحي الحكومي ويتم تنفيذه من خلال الالتزام بالبروتوكول الصح
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PUSARAN DINAMIKA BANGSA
Bangsa Indonesia saat ini sedang dilanda krisis yang bersifat multidimensional. Terungkapnya kasus korupsi melalui media, kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat, krisis kepemimpinan, dan hukum yang tidak memperlihatkan keadilan. Permasalahan tersebut dapat ditengarai dari gagalnya penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, secara lebih khusus yaitu pendidikan Islam. Di tengah banyaknya buku yang beredar mengenai solusi dari problematika tersebut, buku karangan Sutrisno dan Muhyidin Albarobis yang berjudul Pendidikan Islam Berbasis Problem Sosial menjadi salah satu tawaran di tengah krisis tersebut.
Penelitian ini menemukan bahwa konsep pendidikan Islam yang ditawarkan oleh Sutrisno dan Muhyidin adalah sebagai berikut: menggunakan paradigm inklusif, berorientasi pada etika dan norma dalam membentuk perilaku sosial, kurikulum berbasis pada realitas sosial, menjadikan problem sosial sebagai basisnya, menekankan pada kompetensi yang berkaitan dengan kesalehan sosial, peserta didik dididik dan dibina menjadi kader bangsa yang taat beragama, dan guru PAI berkolaborasi dengan guru-guru lain untuk menanamkan nilai-nilai keislaman. Adapun implikasi dari konsep tersebut terhadap kurikulum, yaitu tujuan pembelajaran untuk menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan memberi solusi atas problematika bangsa, materi pembelajaran didesain untuk mendorong munculnya sikap kritis dan kreatif peserta didik dalam mencari solusi atas problematika di masyarakat, metode yang digunakan hendaknya bersifat kontekstual, aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan; dan evaluasi pembelajaran lebih ditekankan pada aspek afektif dan psikomotorik
Faktor Personal Dan Situasional Penyebab Konflik Psikologi Tokoh Maryam Karya Okky Madasari: Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik. psikologis, faktor penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami tokoh Maryam pada novel Maryam karya Okky Madasari. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan ilmu pengetahuan yang berguna bagi perkembangan zaman dalam ilmu sastra terutama di bidang psikologi sastra. Adapun secara praktis, diharapkan dapat membantu para pembaca baik mahasiswa maupun masyarakat umum yang berhubungan dengan konflik psikologistokoh utaa, mulai dari jenis-jeniskonflik psikologis tokoh utama, sampai penyebab serta akibat yang di timbulkan dari konflik psikologis tersebut dalam novel maryam karya Okky Madasari. Faktor penyebab terjadinya konflik psikologis ada dua yaitu faktor personal dan faktor situasional. Faktor personal dibagi atas dua bagian diantaranya faktor biologis dan faktor sosiopsikologis. Faktor sosiopsikologis hanya berpengaruh yaitu motif cinta, dan emosi. Sedangkan faktor situasional yang berpengaruh yaitu faktor sosial. Akibat dari konflik psikologis tersebut yaitu ketidakberdayaan, dan kemarahan
Proses Internalisasi Ilmu Pengetahuan Dan Nilai-Nilai (Values) Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Karakter dan Revolusi Mental
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pendidikan Agama Islam, pendidikan karakter dan revolusi mental. Dalam tulisan ini termuat bagaimana proses dari internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pendidikan agama Islam, Dalam proses internalisasi ada tiga tahap yang mewakili proses atau tahap terjadinya internalisasi yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai, dan juga dipadukan dengan konsep teori Taksonomi Bloom yaitu, 1) Mengingat (Remembering) 2) Memahami (Understanding) 3) Menerapkan (Applying) 4) Menganalisis (analysis) 5) Mengevaluasi (evaluating) 6) Menyusun kreativitas (Creating). Implementasi nilai-nilai pendidikan Agama Islam sudah dipaparkan dengan luas, baik nilai pendidikan aqidah, nilai pendidikan ibadah, maupun nilai pendidikan akhlak yang urusannya dengan moralitas, dari sanalah pendidikan karakter dan revolusi mental peserta didik terbentuk
PENGEMBANGAN MODEL UNIT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (UKBM) BERBASIS E-LEARNING BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALIME GURU :
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut, Pembelajaran model UKBM berbasis e-learning berpusat pada peserta didik secara mandiri. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan model UKBM e-learning. Sumber penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia di MA Nurul Mukhlisin. Data berupa Hasil Analisis Nilai Pre-Test dan Post –Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Eksperimen 42,91, 85,34, 0,74, Tinggi, Kontrol 43,55, 80,96, 0,68, sedang. Hasil Uji Normalitas Data Post Test, Eksperimen 85,34, 11,070, Normal. Kontrol 80,96, 4,4910, 11,070, Normal. Hasil peneitian ini adalah Model UKBM berbasis e-learning materi pokok teks anekdot yang berupa: 1) Silabus, 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, 3) UKBM e-Learning, dan 4) Instrumen evaluasi telah memenuhi kriteria valid. Hal ini terlihat dari validitas perangkat pembelajaran dalam penelitian mencapai lebih dari 3,25
Peranan Pemimpin di Lembaga Pendidikan (Studi Kepemimpinan Kepala Sekolah)
A principal of course has a role as a manager and needs to have the ability to manage, motivate, guide or direct and be able to be fair to each of them. This success, of course, needs to get good support from teachers, as well as administration, students' parents or other related parties. The role of the principal is very important because it is a driving force for school resources, especially teachers and school employees. So large is the role of the principal's leadership in the process of achieving educational goals, so it can be said that the success or failure of school activities is largely determined by the leadership qualities of the principal. in the school program and not busy with other activities. In this case the principal must be able to schedule, coordinate, control and discipline the resources they have. As the manager of the school principal, he tries to make the system run well as planned. In this case the principal must be able to delegate tasks according to the abilities of each individual for the success of the school as a whole. In carrying out his role as manager, administrator, educator, and supervisor, he is able to put himself in the right position, so that he can establish social relations with good and pleasant cooperation between school personnel, be it teachers, administrators, servants, as well as with students, people parents, and the community, all of which he does for the sake of improving the quality of education in the schools he leads.Seorang kepala sekolah tentu mempunyai peran sebagai manejer perlu memiliki kemampuan mengelola, memotivasi, membimbing atau mengarahkan serta mampu bersikap adil terhadap setapnya. Keberasilan ini tentu saja perlu mendapat dukungan biak dari guru, sertaf tata usaha, orang tua siswa atau pehak lain yang terkait. Peran kepala sekolah sangat penting karena merupakan motor pengerak bagi sumber daya sekolah terutama guru-guru dan kariyawan sekolah. Begitu besarnya peran kepemimpinan kepala sekolah dalam proses pencapaian tujuan pedidikan, sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya kegiatan sekolah sebagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki kepala sekolah Sebagai seorang "menager" Kepala sekolah harus mampu mengelola sumber daya manusia yang ada dan berusaha agar mereka berperan dalam program sekolah dan tidak sibuk dengan aktifitas lain. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu menjadwalkan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mendisiplinkan sumber daya yang dimiliki. Sebagai pengelola kepala sekolah berusaha agar sistem berjalan dengan baik seperti yang direncanakan. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu mendelegasikan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing individu untuk keberhasilan sekolah secara keseluruhan. Dalam melaksanakan perannya sebagi manajer, administerator, educator, dan supervisor, ia mamapu menempatkan diri pada posisi yang tepat, sehingga dapat menjalin hubugan sosial dengan kerja sama yang baik dan menyenangkan antara personalia sekolah, baik guru, TU, pesuruh, maupun dengan siswa, orang tua siswa, dan masyarakat.semua dilakukannya untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya