Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBENTUKAN AKHLAK MULIA PADA MAHASANTRI ASRAMA YASIN AL-IMRON
Akhlak dalam Islam bukanlah moral yang kondisional dan situasional, tetapi akhlak yang memiliki nilai baik dan buruk yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak baik akan terwujud pada diri seseorang dengan melalui pembentukan atau pembinaan. Pembinaan akhlak dilakukan guna menghasilkan manusia yang berakhlak mulia.
Asrama Yasin Al-Imron merupakan lembaga pendidikan yang sangat berperan dalam pembentukan akhlak mahasantri. Meskipun begitu, masih terdapat akhlak mahasantri yang harus diperbaiki. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang perekrutan mahasantri yang berbeda, sehingga memiliki parameter akhlak yang berbeda pula.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apa saja model pembentukan akhlak mulia pada mahasantri Pondok Shabran. Adapun manfaat penelitian ini sebagai sumbangan khasanah keilmuan dan leadership untuk Pondok Shabran, khususnya dalam membentuk dan mewujudkan mahasantri yang berakhlak mulia seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan sumber data dari pembina, Pengurus dan mahasantri, serta dokumen di Asrama Yasin Al-Imron. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah induktif.
Berdasarkan analisis data penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembentukan akhlak mulia yang diterapkan di Asrama Yasin Al-Imron tidak hanya internalisasi, keteladanan, pembiasaan, nasehat, penghargaan dan hukuman. Tetapi memiliki beberapa model diantaranya: model keteladanan dalam ibadah, akhlak, sulukiyyah, model pengawasan, pengarahan dan pengendalian langsung, model penilaian dan pemahaman, model role playing, model salat jamaah dan salat sunnah, model bimbingan Qur‟an dan Hadis. Namun peneliti menemukan model baru yang belum ada pada teori yaitu Comprehensive Model of Glorious Character Building in Shabran (CMGCS) yang terdiri dari model mau’iẓah dan irsyād, model pembentukan melalui berorganisasi, model pembentukan melalui berorganisasi perkuliahan, model pembentukan melalui kelompok pengajian, model pembentukan melalui mubaligh hijrah
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PAI TERHADAP SEMANGAT BELAJAR SISWA DI SMPN 4 KERUAK
Telah dilakukan peneliti mengenai pengaruh metode pembelajaran PAI terhadap semangat belajar siswa di SMPN 4 Keruak dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran PAI terhadap semangat belajar siswa. Penelitian yang penulis gunakan yaitu penelitian lapangan (field Research). Data dikumpulkan melalui lembar obserfasi, wawancara, dokumentasi dan angket untuk respon siswa. Data dianalisis melalui rumus persentase, hasil penelitian menunjukan bahwa siswa cukup merespon dengan pembelajaran yang menggunakan berbagai macam metode termasuk kategori yang cukup segnifikan. Berdasarkan angket respon siswa yang telah di isi oleh 28 orang siswa setelah mengikuti pembelajaran PAI yang memperpadukan metode pembelajaran. pengisian angket respon siswa ini bertujuan untuk mengetahui perasaan, minat dan semangat belajar siswa mengenai pengaruh metode pembelajaran tehadap semangat belajar siswa. Persentase jawaban siswa terhadap pengaruh metode pembelajaran PAI dengan kriteria A .ya = 61,42%, B. kadang-kadang = 31,78%, C. jarang sekali = 2,32% dan D. tidak = 1,96%. Dengan kategori jawaban 79-60% (sebagian besar). Jadi pembelajaran PAI yang menggunakan berbagai macam metode dikatakan berhasil dengan sebagian besar siswa dapat semangat dalam mengikuti pembelajaran
KONTRIBUSI PENGASUH DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL YATAMA WAL-MASAKIN
Menghafal al-Qur‟an merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menyelesaikan hafalan 30 juz dibutuhkan waktu yang lama, ketekunan dan kesungguhan sangat diperlukan sekali, usaha keras, dan banyak problem yang dihadapi. Jika motivasi dan minat yang dimiliki santri lemah, maka problem tersebut akan menjadi faktor kegagalan dalam menghafal al-Qur‟an. Karenanya dibutuhkan sekali pengasuh yang bisa membantu untuk selalu memberi motivasi dan mengontrolnya secara terus menerus agar santri selalu menjaga hafalannya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan kontribusi apa yang diberikan pengasuh untuk meningkatkan hafalan al-Qur‟an santri di Pondok Pesantren Dayama. Adapun manfaat penelitian ini sebagai sumbangan wawasan dan khasanah keilmuan mengenai kontribusi pengasuh dalam meningkatkan hafalan al-Qur‟an santri, sebagai referensi bagi penelitian sejenis, dan memberi masukan dan bahan pertimbangan bagi Pondok Pesantren Dayama dalam meningkatkan hafalan al- Qur‟an santri.
Berdasarkan analisis data penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kontribusi pengasuh dalam meningkatkan hafalan al-Qur‟an santri di Pondok Pesantren Dayama tidak hanya memberi motivasi, mentashih hafalan, memberikan tips cara cepat menghafal, memberikan tips menjaga hafalan, memberikan tips memahami isi al-Qur‟an, serta model pengasuhan setor hafalan baru (talaqqī), model menghafal Al-Qosimi dan Murāja„ah. Tetapi peneliti menemukan kontribusi lain yang diberikan oleh pengasuh yang belum ada pada teori yaitu kontribusi berupa konseling bagi santri yang kesulitan menghafal. Kontribusi dalam bentuk konseling tersebut sangatlah diperlukan untuk memberikan arahan dan solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi santri
على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى aالمدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى
بحث الباحث في هذا البحث عن الموضوع تطبيق تعليم الاصوات العربية على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى للعام الدراسي ٢٠٢٠-٢٠٢١ أما أهداف فهي لمعرفة كيف تطبيق تعليم الأصوات العربية لدى الطلاب المدرسة المتوسطة "بمدرسة المتوسطة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى ، لمعرفة كيف تأثير تطبيق تعليم الاصوات العربية على المنهج الدراسي٢۰۱٣ لدى الطلاب بمدرسة المتوسطة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى
استخدم الباحث في هذا البحث المدخل الكيفي الوصفي. وأما الطريقة المستخدمة لجمع البيانات فهي طريقة الملاحظة و المقابلة و التوثيق. وطريقة الملاحظة للحصول على المعلومات بملاحظة الأنشطة و المحاولات في تطبيق تعليم الاصوات العربية على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى. وطريقة المقابلة للحصول على البيانات و المعلومات التي تتعلق تطبيق تعليم الاصوات العربية على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى. و أما طريقة التوثيق المستخدم للحصول على البيانات و المعلومات بما تتعلق بصورة أصوات " تطبيق تعليم الاصوات العربية على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى.
ومن نتائج البحث الذي فعله الباحث بشعبة " الاصوات العربية على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى " وجد الباحث في طلاب الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى ، ومشكلات تواجه في تعليم الاصوات العربية على المنهج الدراسي ٢۰۱٣ للطلاب فى الفصل السابع فى المدرسة الاسلامية الحكومية 1 لومبوك الوسطى
MENINGKATKAN BUDAYA BACA SISWA SISWI MI MIFTAHUL ISHLAH TEMBELOK MELALUI FASILITAS PERPUSTAKAAN : MENINGKATKAN BUDAYA BACA SISWA SISWI MI MIFTAHUL ISHLAH TEMBELOK MELALUI FASILITAS PERPUSTAKAAN
Posisi kepala madrasah sebagai leader, manajer, administrator dan supervisor suatu lembaga pendidikan membutuhkan profesionalisme dari profesi tersebut. MI Miftahul Ishlah Tembelok merupakan lembaga pendidikan Islam tingkat dasarc (ula) yang ikut berperan dalam membimbing calon generasi muda Islam untuk menjadi masyarakat dan umat yang bisa berguna bagi bangsa, agama dan Negara serta dengan sesame manusia lainnya demi mencapai kebahagiaan dan keselamatan duni dan akhirat kelak amin. Segenap perangkat madrasah mulai dari kepala madrasah, dewan guru, stap dan peran serta masyarakat (PSM) lainnya harus dapat melibatkan dirinya untuk membina putra/i (siswa/siswi) guna mencapai harapan dan tujuan bersama.
Mengupayakan kerjasama yang baik dalam lembaga pendidikan di MI Miftahul Ishlah Tembelok, diharapkan dapat meningkatkan budaya baca siswa. Hal ini dikarenakan kepala madrasah adalah selaku leader, manajer, motifator, administrator, dan supervisor dengan demikian kepala madrasah harus mengupayakan dan menjalankan profesinya dalam mecapai tujuan yang diharapakan, maka dengan upa inilah bisa lakukan sebagai proses dalam mencerdaskan anak bangsa yang berprestasi dan berbudaya baca. Kepemimpinan adalah suatu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengakomodir, mengkoordinir, menggerkkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan ilmu pengajaran.
Sebagai seorang pemimpin dalam hal apa saja maka pemimpin harus memlilki strategis yang jitu, ampuh sebagai pembeda dari yang bukan pemimpin dan pemimpin yang professional adalah pemimpin yang memiliki konsep efektif dan efisien bisa menerapkan kegiatan dengan mudah dan murah, artinya murah dimiliki dan mudah dilaksanakan. 
Peran Pondok Pesantren Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada)
Penelitian ini dilatarbelakangi karena semakin banyaknya perilaku negatif anak usia sekolah. Perilaku-perilaku negatif membuat orang tua khawatir dengan pergaulan anak-anaknya. Untuk mengantisipasinya agar anak usia sekolah tidak mudah terpengaruh dalam degradasi moral tersebut adalah lembaga Pondok Pesantren. Di dalam lembaga Pondok Pesantren banyak menerapkan berbagai cara atau kegiatan dalam upaya membentuk kesadaran disiplin pada santri atau santriwati. Lokasi penelitian ini berada di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana peranan Pondok Pesantren dalam mengembangkan kesadaran disiplin santriwati di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada? (2) Apa hambatan yang dihadapi Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW dalam mengambangkan kesadaran disiplin?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif dengan langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada dalam mengembangkan karakter disiplin santriwati dilakukan disiplin secara umum dapat dikatakan berjalan sebagaimana mestinya, Kiat-kiat penanaman kedisiplinan yang dilakukan melalui peningkatan motivasi, pendidikan dan latihan, kepemimpinan, penegakan aturan serta penerapan reward and punishment. (2) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan karakter di pondok pesantren, meliputi: sering kali santriwati kelelahan dan dalam mengikuti kegiatan pondok pesantren sehingga tidak sedikit santriwati yang pernah menerima hukuman, serta karakter dan kebiasaan santriwati yang baru memasuki semester awal di pondok pesantren masih sulit untuk diatasi, hal tersebut disebabkan karena ketidak mampuan mereka untuk menyesuaikan diri di lingkungan Pesantren.This research is motivated by the increasing number of negative behaviors of school-age children. Negative behaviors make parents worried about their children's association. To anticipate this so that school-age children are not easily affected by the moral degradation, the Islamic Boarding School is the institution. In Islamic boarding schools, many apply various methods or activities in an effort to form discipline awareness in students or female students. The location of this research is at the Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada. The formulation of the problem in this study are, (1) What is the role of Islamic boarding schools in developing student discipline awareness at the Nurul Haramain Putri NW Narmada Islamic Boarding School? (2) What are the obstacles faced by the Nurul Haramain Putri NW Islamic Boarding School in developing discipline awareness? This research uses qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses an interactive method with steps including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) The role of the Nurul Haramain Putri NW Narmada Islamic Boarding School in developing the disciplined character of female students is that discipline in general can be said to be running as it should, Tips for inculcating discipline are carried out through increasing motivation, education and training, leadership, enforcement of rules and the application of rewards and punishments. (2) Obstacles faced in the application of character education in Islamic boarding schools include: often female students are tired and in participating in boarding school activities so that not a few students have received punishment, as well as the character and habits of female students who have just entered the first semester at Islamic boarding schools are still difficult. to overcome, this is due to their inability to adjust to the Islamic boarding school environment
Transformasi Pesantren Dalam Perubahan Sosial: (Studi Pondok Pesantren Mi’rajussibyan NW Selanglet)
Kelahiran pondok pesantren di Indonesia berproses panjang sesuai dengan kultur dan tradisi bangsa ini sejak sebelum zaman kemerdekaan. Pondok pesantren yang pada awal mula keberadaannya hanya mengajarkan ilmu agama Islam, berbenah dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat. Tulisan ini mengkaji secara lebih mendalam tentang transformasi Pondok Pesantren Mi’rajussibyan NW Selanglet menjadi madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) menggunakan pendekatan kualitatif, sosiologis dan historis. Peneliti menemukan bahwa transformasi Pondok Pesantren Mi’rajussibyan NW Selanglet menjadi Madrasah adalah untuk mempertahankan eksistensinya dan memperluas peran sosial di tengah kehidupan masyarakat Selanglet yang terus mengalami perubahan. Keberadaan Pesantren Mi’rajussibyan NW Selanglet memberikasi implikasi positif cukup besar bagi perubahan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Penyebab terjadinya transformasi meliputi tuntutan ekonomi pasar bebas, politisasi pendidikan, pergeseran orientasi pendidikan masyarakat, dan modernisasi kelembagaan Pondok Pesantren, perluasan peran dan fungsi sosial pesantren, serta inklusifitas tokoh terhadap modernisme di pesantren.The birth of Islamic boarding schools in Indonesia has been a long process in accordance with the culture and traditions of this nation since before the era of independence. Islamic boarding schools which at the beginning of their existence only taught Islamic religious knowledge, improved and adapted to the surrounding environment to meet the demands of the community's needs. This paper examines in more depth the transformation of the Mi'rajussibyan Islamic Boarding School NW Selanglet into a madrasa. This research is a field research using a qualitative, sociological and historical approach. The researcher found that the transformation of Mi'rajussibyan Islamic Boarding School NW Selanglet into a Madrasah was to maintain its existence and expand its social role in the life of the Selanglet community which continues to change. The existence of the Mi'rajussibyan Islamic Boarding School in NW Selanglet has significant positive implications for the socio-economic changes of the surrounding community. The causes of the transformation include the demands of a free market economy, the politicization of education, a shift in the orientation of public education, and the modernization of Islamic boarding schools institutions, the expansion of the roles and social functions of Islamic boarding schools, and the inclusiveness of figures towards modernism in Islamic boarding schools
PENGARUH PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH TERHADAP MINAT BACA PESERTA DIDIK DI MA AL-IJTIHAD DANGER MASBAGIK
Perpustakaan sekolah adalah salah satu komponen yang turut menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Perpustakaan harus diciptakan sedemikian rupa supaya bisa benar-benar berfungsi sebagai penunjang proses belajar mengajar. Penelitian ini membahas tentang pengaruh pengelolaan perpustakaan sekolah terhadap minat baca peserta didik di MA AL- Ijtihad Danger yang dilatar belakangi oleh kurangnya pengelolaan sumber daya tempat perpustakaan di sekolah tersebut sehingga berdampak pada minat baca peserta didik sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik di sekolah itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengelolaan perpustakaan sekolah terhadap minat baca peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fiel reseach) yang mengharuskan peneliti terjun langsung kelapangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 339 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 siswa dengan tehnik pengambilan sampel yaitu random sampling. Tehnik pengambilan untuk variabel pengelolaan perpustakaan dan minat baca menggunakan angket dengan skala likert. Proses pengolahan data menggunakan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel dengan taraf signifikan 5%. Hasil dari penelitian untuk hasil analisis menggunakan regresi sederhana maka uji t diperoleh besarnya thitung = 2.699 sementara ttabel = 1.693. Tingkat signifikansi variabel pengelolaan perpustakaan sebesar 0,011 lebih kecil dari 0,05, artinya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan berpengaruh signifikan terhadap minat baca peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yaitu pengelolaan perpustakaan yang baik dapat berpengaruh terhadap minat baca peserta didik di MA AL- Ijtihad Danger
Peran Organisasi Kemahasiswaan Dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa
Abstrak : Sebuah perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Tridharma Pendidikan Tinggi, yaitu pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain peran tersebut, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam membekali peserta didik dengan nilai-nilai sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri. Untuk dapat bekerja sesuai kebutuhan dunia kerja, harus memiliki kemampuan. Karena, dalam menjalankan profesinya selain menggunakan alat-alat teknologi juga melakukan interaksi sosial dengan sesama rekan kerja, atasan, dan mitra secara profesional. Untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan intra personal dan interpersonal, selain diperoleh di ruang kuliah, juga melalui aktifitas organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang ada di kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ormawa dalam membentuk nilai-nilai karakter, dengan menganalisis indikator karakter dari pelaksanaan program kerja organisasi mahasiswa yang dilaksanakan. Di antara temuannya adalah tumbuhnya kemandirian, kreatifitas, tanggung jawab, kejujuran, akuntabilitas anggaran, dan manajemen waktu.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data diperoleh melalui tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran dalam membentuk nilai-nilai karakter melalui aktifitas mahasiswa secara mandiri. Selain itu, peran organisasi kemahasiswaan di kampus sangat penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Dimana mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam berorganisasi, serta pembentukan karakter yang nantinya bisa menjadi ciri khas dari mahasiswa tersebut
EKSISTENSI PENDIDIKAN ISLAM DI PERSIMPANGAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
This paper seeks to promote the need for massive reform in the body of Islamic education. This reform is necessary for Islamic education to respond to the challenges and demands of the changing age. In addition, this paper also seeks to offer a solute offer to Islamic education in the face of the Industrial Revolution Era 4.0. As we all know, the era of 4.0 has a broad impact in all areas of life, not least in the field of education. The era that gave birth to this phenomenon disruption requires the Islamic education world to participate in adjusting. Islamic education graduates are now faced with new challenges, demands, and needs that have never existed before. So it is necessary to update and innovate the system, governance, curriculum, competence of human resources, facilities and infrastructure, culture, work ethic, and others. Otherwise, Islamic education will be increasingly lagging and obsolete. Therefore, it is necessary to find definite steps for Islamic education in order to remain competitive in this disruption era. Solutive step is to participate disruption themselves
Tulisan ini berupaya mendorong perlunya reformasi masif di tubuh pendidikan Islam. Reformasi ini diperlukan agar pendidikan Islam mampu menjawab tantangan dan tuntutan zaman yang terus mengalami perubahan. Selain itu, tulisan ini juga berupaya memberikan tawaran solutif kepada pendidikan Islam dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Sebagaimana dikertahui bersama, bahwa era 4.0 membawa dampak yang luas dalam segala lini kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Era yang melahirkan fenomena disruption ini menuntut dunia pendidikan Islam untuk turut menyesuaikan diri. Lulusan pendidikan Islam kini dihadapkan pada tantangan, tuntutan, dan kebutuhan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sehingga perlu dilakukan pembaruan dan inovasi terhadap sistem, tata kelola, kurikulum, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, budaya, etos kerja, dan lain-lain. Jika tidak demikian, pendidikan Islam akan semakin tertinggal dan usang. Oleh karena itu, perlu dicari langkah-langkah kongkrit bagi pendidikan Islam agar mampu tetap bersaing di era disrupsi ini. Langkah solutifnya adalah dengan turut mendisrupsikan diri