Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) Kelas XI di MA NW Dames Tahun pelajaran 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan handphone terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) Kelas XI di MA NW Dames tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MA NW Dames Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2020/2021, yang berjumlah 42 orang. Mengingat jumlah populasi dalam penelitian ini kurang dari 100, maka penelitian ini menggunakan penelitian populasi, dimana populasi yang dimaksud sekaligus menjadi sampel dalam penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata (mean) yang kelas eksperimen yaitu 83,80 sedangkan rata-rata (mean) yang diperoleh kelas kontrol yaitu 63,28. Dari nilai rata-rata hasil tersebut diketahui bahwa kelas eksperimen yang diajarkan dengan tak diiziinkan menggunakan handphone memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang diajarkan dengan diizinkan menggunakan handphone. Untuk uji normalitas data menggunakan rumus Chi Kuadrat menunjukkan nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Untuk kelas eksperimen nilai χ2 hitung (9,3630) < χ2 tabel (11,070) dan kelas kontrol nilai χ2 hitung (7,1308) < χ2 tabel (11,070). Sedangkan untuk mencari homogenitasnya menggunakan rumus uji F yang menunjukkan bahwa kedua kelompok mempunyai keadaan yang homogen dilihat dari nilai Fhitung (1,193) < Ftabel (2,12). Sementara untuk uji hipotesis menggunakan rumus uji-t. Dari data uji-t dengan rumus separated varians dan polled varians diperoleh thitung > ttabel (6.753 dan 6.953 >2,021). Dengan demikian, proses pembelajaran yang tidak diizinkan menggunakan handphone dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.This study aims to determine the effect of using mobile phones on student achievement in the SKI (Islamic Cultural History) Class XI subject at MA NW Dames in the 2020/2021 academic year. This type of research is quantitative research. The population in this study were all students of class XI MA NW Dames, Suralaga District, East Lombok Regency, for the 2020/2021 academic year, totaling 42 people. Given that the population in this study is less than 100, this study uses population research, where the population in question is also the sample in the study. The instrument used in this study was a learning achievement test.Based on the results of the study, the average value (mean) for the experimental class was 83.80 while the average (mean) obtained for the control class was 63.28. From the average value of these results, it is known that the experimental class which is taught by using cellphones is not allowed to have a higher learning achievement than the control class which is taught to be allowed to use cellphones. To test the normality of the data using the Chi Square formula, the values of the experimental class and control class are normally distributed. For the experimental class the value of 2 count (9.3630) < 2 table (11.070) and the control class value of 2 count (7.1308) < 2 table (11.070). Meanwhile, to find the homogeneity using the F test formula which shows that the two groups have homogeneous conditions seen from the value of Fcount (1,193) < Ftable (2,12). Meanwhile, to test the hypothesis using the t-test formula. From the t-test data with the formula separated variance and polled variance, it was obtained tcount > ttable (6,753 and 6,953 >2,021). Thus, the learning process that is not allowed to use mobile phones can improve student achievement
Pelaksanaan Penyembelihan Hewan (Studi di Rumah Pemotongan Hewan Oeba Kupang): Bahasa Indonesia
Dalam ajaran Islam proses pemotongan hewan harus mendapat perhatian yang khusus sehingga pemotongannya benar-benar sesuai dengan syariat yang sah. Untuk itu harus mengetahui dan menentukan dengan jelas bagaimana pemotongannya, profesi penyembelih, proses pemotongan pada hewan, alat pemotongan, tata caranya, penyebutan (tasmiyah), niat serta hal- hal yang berhubungan dengan pemotongan termasuk syarat-syarat sah dan syarat-syarat yang bersifat etis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan proses penyembelihan hewan di Rumah Pemotongan Hewan Sesuai dengan ajaran Islam atau Tidak. Hasil penelitian dirumah pemotongan hewan Oeba Propinsi Nusa Tenggara Timur mengungkapkan bahwa belum sesuai dengan syariat Islam karena tidak mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia, juru penyembelih muslim tidak sebanding dengan banyaknya hewan yang dipotong setiap hari sehingga menumbulkan keresahan dan kecurigaan masyarakat muslim hewan hewan tersebut tidak disembelih sesuai dengan syariat Islam
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer (Studi Multisitus Di SMP Islam Al-Maliki Woha dan Mts Az-Zainuddin Kalaki Kabupaten Bima)
Penelitian ini berjudul Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer (Studi Multisitus di SMP Islam Al-Maliki Woha dan MTS Az-zainuddin Kalaki Kabupaten Bima. Tujuan penelitian ini mengkaji peran kepala sekolah SMP Al-Maliki Woha dan MTS Az-zainuddin Kalaki Kabupaten Bima sebagai manajer, faktor pendukung keberhasilan, masalah yang dihadapi dan upaya kepala sekolah mengatasi masalah. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan studi multisitus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran SMP Islam Al-Maliki Woha dan MTS Az-zainuddin Kalaki Kabupaten Bima sebagai manajer adalah: : 1) Melibatkan guru dan pegawai dalam pengelolaan program sekolah; 2) Melakukan pengelolaan kurikulum; 3) Mewujudkan iklim belajar dan berprestasi yang kondusif; 4) Mengikutkan guru-guru dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya; 5) Memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung kegiatan sekolah; 6) Merencanakan pengaggaran; 7) Melakukan kegiatan pengelolaan kesiswaan; 8) Menugaskan secara khusus guru-guru untuk mengawal program, dan 9) Melakukan pengawasan. Faktor internal yang menjadi pendukung keberhasilan kepala SMP Islam Al-Maliki Woha dan MTS Az-zainuddin Kalaki Kabupaten Bima sebagai manajer adalah kebersamaan guru-guru untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan keingi`nan yang ikhlas untuk mejalankan program sekolah yang telah direncankan bersama-sama. Faktor eksternalnya adalah dukungan wali murid yang kuat pada program yang telah dijalankan oleh sekolah. Kendala internal yang dihadapi kepala SMP Islam Al-Maliki Woha dan MTS Az-zainuddin Kalaki Kabupaten Bima sebagai manajer adalah keterbatasan waktu dari guru-guru untuk melakukan atau menjalankan program dengan semaksimal mungkin. Sementara kendala eksternalnya adalah kesadaran wali murid akan program sekolah tersebut. Upaya yang dilakukan kepala SMP Islam Al-Maliki Woha dan MTS Az-zainuddin Kalaki Kabupaten Bima sebagai manajer dalam meningkatkan mutu sekolah untuk mengatasi masalah internal dan eksternal adalah mengkomunikasikan kepada guru-guru untuk lebih aktif melakukan atau menjalankan program yang telah direncanakan
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA MTs NW AIK MEL BARAT TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Hasil pengamatan awal dan informasi dari guru dibeberapa Madrasah Kabupaten Lombok Timur mengindikasikan adanya bentuk perilaku yang mengarah pada prilaku negatif. Hal ini tentunya membutuhkan pengawasan dan bimbingan bagi orang tua kepada anak agar perkembangan anak bisa terarah pada hal yang positif dengan cara menerapkan pola asuh yang baik bagi anak.
Permasalahn dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar aqidah akhlak siswa MTS NW Aikmel Barat Tahun Pelajaran 2020/2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar aqidah akhlak siswa MTS NW Aik Mel Barat Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif korelasional. Data yang diambil dalam proses penelitian menggunakan skala psikologi yang dituangkan dalam bentuk angket skala likert empat pilihan jawaban dengan analisis data menggunakan rumus korelasi produk momen dan analisis kuantitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan oleh orang tua Siswa MTS NW Aik mel Barat lebih mendominasi pada pola asuh demokratis dengan perolehan sebesar (58,70%). Sedangkan pengaruhnya terhadap prestasi belajar aqidah akhlak siswa tergolong tinggi. Dari analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan lebih mendominasi pada pola asuh demokratis dengan pengaruh pada kategori tinggi.
 
Pengembangan Institusi Pendidikan Dalam Era Globalisasi: Bahasa Indonesia
Kaitan antara globalisasi dan pendidikan menurut Giddens terletak didalam lahirnya suatu masyarakat baru yaitu “knowledge-based-society” yang merupakan anak kandung dari proses globalisasi. Karena globalisasi, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat yang merupakan dasar dari globalisasi ekonomi dan politik di dunia ini. Namun demikian suatu “knowledge-based society” yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan akan terus-menerus berubah dan merupakan subyek untuk revisi. hal ini memerlukan apa yang disebutnya sikap refleksif dari manusia yaitu kemampuan untuk merenungkan mengenai kehidupannya berdasarkan rasio.Untuk itu pendidikan sangat penting didalam mewujudkan masyarakat masa depan yang berdasarkan ilmu pengetahuan, melalui pendidikan proses transmisi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan terjadi. Lahirnya globalisasi , yang kemudian disusul dengan penetrasi teknologi yang sangat canggih, menjembatani bangsa-bangsa didunia ini menjadi global village. Globalisasi berkembang melintasi batas-batas keelokan. Dalam kondisi seperti ini dunia mengarah pada proses integrasi dan homogenisasi budaya. Akan tetapi proses integrasi dan homogenisasi ini menimbulkan reaksi yang beragam. Ada berbagai dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi terhadap dunia pendidikan, yaitu: Dampak Positif globalisasi Pendidikan dan Dampak negative globalisasi dalam pendidikan. Globalisasi dunia pendidikan mampu memaksa liberalisasi berbagai sektor, mengakibatkan melonggarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh Negara karena mengacu ke Standar Internasional, yang mana bahasa Inggris menjadi sangat penting sebagai bahasa komunikasi, agar dapat bersaing di era globalisasi saat ini
Problematika Pendidikan Pesantren di Indonesia
Pesantren is the oldest place for broadcasting religion and education in Indonesia. Pesantren is a traditional Islamic educational institution in Indonesia that plays an important role in preserving and developing Islamic science. Also, Islamic boarding schools play a role in shaping the character of Indonesian Muslims. During the New Order, pesantren competed with schools recognized by the government. Also, the pattern of modern human life affects the existence of pesantren as traditional Islamic educational institutions. To maintain its existence, pesantren made several changes deemed necessary, but still preserved tradition. Identification of existing problems is the first step in efforts to continuously improve the quality and quality of these educational institutions. The problems in this research are what problems are faced by pesantren in the era of globalization in Indonesia. In collecting the data, several methods were used, namely: observation and documentation. The results in this study indicate that there are several problems faced by pesantren in Indonesia, namely: Low equal distribution of learning opportunities, low academic quality, traditional teaching methods, and not many variations, changing curriculum policies, and inadequate educational facilities.Pesantren merupakan tempat penyiaran Agama dan pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia memainkan peranan penting dalam melestarikan dan mengembangkan ilmu keislaman. Selain itu, pesantren berperan dalam membentuk karakter Muslim Indonesia. Selama Orde Baru, pesantren berkompetisi dengan sekolah yang diakui pemerintah. Selain itu, pola kehidupan manusia modern juga mempengaruhi keberadaan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Untuk mempertahankan keberadaannya, pesantren membuat sejumlah perubahan yang dianggap perlu, namun tetap melestarikan tradisi.Identifikasi terhadap problematika yang ada merupakan langkah awal dalam upaya perbaikan secara terus-menerus terhadap mutu dan kualitas lembaga-lembaga pendidikan tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Problem apa saja yang dihadapi pesantern di era globalisasi di Indonesia. Dalam mengumpulkan data tersebut digynakan beberapa metode yakni: observasi dan dokumentasi. Hasil dalam Penelitian ini menunjukan adanya beberapa problematika yang dihadapi oleh pesantern di inonesia yaitu: Rendahnya pemerataan kesempatan belajar, Rendahnya mutu akademik , metode pengajaran yang masih bersifat tradisional dan belum banyak variasi, kebijakan kurikulum yang berubah- ubah, dan fasilitas pendidikan yang belum memada
Peran Organisasi Dalam Mengembangkan Lingkungan Berbahasa Arab
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam berintraksi, dan terlepas dari hal itu beragam bahasa menjadi identik suatu daerah dan Negara seperti halnya bahasa arab. Seperti diketahui bahwasanya bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang sering diaplikasaikan atau dianut dalam sebuah organisasi khususnya di Indonesia. Dengan demikian, kerap kali kita melihat dan mendengar nama-nama organisasi dalam mengembangkan bahasa arab tersebut. Berbagai macam upaya organisasi bahasa menjaga kelestarian dalam mengembangkan lingkungan berbahasa agar kualitas dan kuantitas bahasa tersebut tetap terjaga dengan baik dan terus teraplikasikan
IJTIHAD DAN TAQLID DALAM PEMIKIRAN HUKUM ISLAM
Ijtihad pada masa awal generasi Islam telah dipraktekkan secara bebas tanpa ada aturan formal yang mengikatnya dan dalam perkembangan berikutnya para Usuliyun membuat aturan-aturan yang ketat untuk bisa melakukan ijtihad atau istinbath al-hukm, hal tersebut sebagai tindakan preventif terhadap masuknya orang-orang yang bukan ahli ijtihad ikut terjun ke dalam melakukan ijtihad. Apabila orang-orang yang tidak ahli ikut berijtihad, maka bangunan fiqih akan kacau karena mereka tak memiliki keahlian dalam melakukan ijtihad seperti para imam mazhab yang memiliki keilmuan yang sangat dalam dan luas, ini merupakan langkah positif demi ke hati-hatian, sehingga tidak semua orang bisa melakukan ijtihad yang justru akan membahayakan Islam. Kajian mengenai ijtihad pada intinya tidak boleh menyentuh nash nash qath'iy aldalalah, namun ia hanya menyentuh terhadap nash yang Zhonny dalalahnya atau kasus yang tidak memiliki ketetapan nash mengenai hukumnya.
Doktrin theologi juga ikut serta memberikan kontribusi penciptaan kedua limitasi tersebut. Pertama, kelompok Suni yang menomorduakan akal, melarang ijtihad memasuki wilayah-wilayah yang berbicara teatang Kalam, ľ'tiqod atau batasan-batasan teologi lainnya. Dalam masalah-masalah tersebut, kebenaran hasil ijtihad hanyalah satu, yang lainnya salah dan berdosa, sehingga tak ada peluang ijtihad karena termasuk masalah yang qath'iy. Kedua, mayoritas kelompok Sunni mengakui kemungkinan vacumnya suatu masa dari mujtahid pasca Imam Mazhab.
Adanya batasan yang ketat dalam melakukan ijtihad hukum membawa dampak dalam pemikiran hukum Islam. Dengan demikian, tawaran teori ijtihad dalam tanda petik bukan mujtahid mutlaq adalah suatu keniscayaan untuk menjawab masalahmasalah kekinian dan fungsi Syariah yang selalu mengacu pada terwujudnya kemaslahatan umat
Efektivitas Pendidikan Karakter Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada.
It cannot be denied that Covid-19 has forced the majority of almost all educational institutions in Indonesia to conduct distance education, forcing students to study without meeting their teacher in person. However, there are several educational institutions that also continue to hold educational and learning activities.Character education is an effort that is designed and implemented systematically to help students understand the values of human behavior related to God Almighty, oneself, fellow human beings, the environment, and nationality. These values can be manifested in thoughts, attitudes, feelings, words, and actions based on religious norms, laws, etiquette, culture, and customs.Character education activities at the Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Narmada aim to provide opportunities for students to develop and express themselves according to the needs, talents, and interests of each student according to the conditions of the institution. Self-development activities are under the guidance of counselors, teachers, or education personnel which can be carried out through extracurricular activities.Character education at the Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI is generally implemented through refraction, with many routine daily activities, from waking up to going to bed. Constraints that often arise in the implementation of character education are the different characteristics of students. In addition, there are rules/policies for limiting activities so that it makes it difficult to hold activities outside of formal schools.Tidak bisa dinafiakan bahwa bahwa Covid-19 telah memaksa sebagian besar di hampir semua lembaga pendidikan di Indonesia untuk mengadakan pendidikan jarak jauh, memaksa santri/santriwati untuk belajar tanpa bertemu langsung dengan guru mereka. Walaupun demikian adanya beberapa lembaga pendidikan juga tetap mengadakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan. Nilai-nilai tersebut dapat terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Kegiatan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada bertujuan memberikan kesempatan kepada santri/santriwati untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap santri/santriwati sesuai dengan kondisi lembaga. Kegiatan pengembangan diri berada di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakulikuler.
Pendidikan karakter di pondok pesantren Nurul Haramain NWDI secara garis besar diterapkan melalui pembiasan, dengan banyaknya rutinitas kegiatan sehari-hari, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur. Kendala yang sering muncul dalam pelaksanaan pendidikan karakter tersebut adalah karakteristik santri/santriwati yang berbeda-beda. Selain itu adanya aturan/kebijakan pembatasan kagiatan sehingga mengakibatkan kesulitan mengadakan kegiatan-kegiatan luar sekolah formal
Pengembangan Kurikulum Berorientasi Pada Mutu Pendidikan
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Secara etimologi kata kurikulum diambil dari bahasa Yunani, Curere berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari mulai start sampai finish. Sedangkan dalam terminology, terdapat perbedaan pengertian kurikulum. Dalam pengertian lama kurikulum didefinisikan sebagai sejumlah materi pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik untuk memperoleh sejumlah pengetahuan, yang telah tersusun secara sistematis dan logis.
Adapun pengertian pengembangan menunjukkan kepada suatu kegiatan yang menghasilkan suatu cara yang “baru”, di mana selama kegiatan tersebut, penilaian dan penyempurnaan terhadap cara tersebut terus dilakukan. Pengertian pengembangan ini berlaku juga bagi kurikulum pendidikan. Karena pengembangan kurikulum juga terkait penyusunan kurikulum itu sendiri dan pelaksanaannya pada satuan pendidikan disertai dengan evaluasi dengan intensif. Murrary Print mengatakan bahwa pengembangan kurikulum adalah “curriculum development is defined as the process of planning, constructing, implementing and evaluating learning opportunities intended to produce desired changes in leaner’s”. Maksudnya bahwa pengembangan kurikulum adalah, sebagai proses perencanaan, membangun, menerapkan, dan mengevaluasi peluang pembelajarn diharapkan menghasilkan perubahan dalam belajar.
Komponen-komponen tersebut adalah, tujuan, program atau materi, proses dan evaluasi. Secara ringkas, Majid mengemukakan tiga fungsi kurikulum, dengan berfokus pada tiga aspek: pertama, bagi sekolah yang bersangkutan, kurikulum berfungsi sebagai alat untuk mencapai seperangkat tujuan pendidikan yang diinginkan dan sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan pembelajaran sehari-hari. Kedua, bagi tataran sekolah, yaitu sebagai pemelihara proses pendidikan dan penyiapan tenaga kerja. Ketiga, bagi konsumen, kurikulum berfungsi sebagai keikutsertaan dalam memperlancar pelaksanaan program pendidikan dan kritik yang membangun dalam penyempurnaan program serasi.The curriculum is a tool to achieve educational goals, namely improving the quality of Indonesian people, namely humans who believe and fear God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic and responsible citizens.Etymologically the word curriculum is taken from the Greek, Curere means the distance that must be traveled by runners from start to finish. While in terminology, there are differences in the meaning of curriculum. In the old sense, the curriculum is defined as a number of subject matter that must be taken and studied by students to acquire a certain amount of knowledge, which has been arranged systematically and logically.The notion of development refers to an activity that produces a "new" method, where during the activity, evaluation and improvement of the method continue to be carried out. This understanding of development also applies to the educational curriculum. Because curriculum development is also related to the preparation of the curriculum itself and its implementation in educational units accompanied by intensive evaluation. Murrary Print said that curriculum development is "curriculum development is defined as the process of planning, constructing, implementing and evaluating learning opportunities intended to produce desired changes in learner's". It means that curriculum development is, as a process of planning, building, implementing, and evaluating learning opportunities that are expected to produce changes in learning.These components are, objectives, program or material, process and evaluation. In summary, Majid suggests three functions of the curriculum, focusing on three aspects: first, for the school concerned, the curriculum serves as a tool to achieve a set of desired educational goals and as a guide in regulating daily learning activities. Second, for the school level, namely as the custodian of the education process and preparation of the workforce. Third, for consumers, the curriculum functions as participation in facilitating the implementation of educational programs and constructive criticism in improving the harmonious program